Categories
Berita

Tausiyah Ramadlan, Dai Internasional Womester Dorong Peningkatan Kualitas Beragama Diaspora Muslim Kanada

Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, mengapresiasi diaspora muslim Kanada yang telah mempraktikan agama Islam dengan baik. Padahal, sebagai negara dengan minoritas muslim, diaspora Kanada mendapati berbagai kesulitan yang tidak dijumpai di Indonesia. Demikian disampaikan Prof. Kiai Haris dalam Pengajian Syiar Montreal, di rumah H, Ransang W. Hadir puluhan diaspora yang tinggal di kota Montreal dan sekitarnya. Pengajian Syiar Montreal dilaksanakan menjelang buka puasa, Kamis, 19 Pebruari 2026. Jam 16.30 hingga 17.30 waktu Kanada.

Sebagaiman kita tahu, muslim di berbagai negara minoritas mendapati berbagai kesulitan terkait dengan fasilitas ibadah yang kurang dan bahkan tidak ada. Demikian juga dengan regulasi yang kadang mempersempit Gerak ibadah muslim. Namun justru disanalah, menurut Prof. Haris, diaspora muslim mendapatkan pahala ibadah yang lebih besar. Mengapa? Karena masyaqqatnya juga lebih besar. “Tentu effort diaspora muslim di Kanada lebih besar untuk misalnya sholat Subuh berjamaah di masjid. Karena mereka menghadapi tantangan dengan jauhnya masjid dan musim dingin yang esktrem”, kata Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Pada sisi lain, Prof Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat ini juga memotivasi diaspora muslim Kanada untuk terus meningkatkan beragama. “Kita beragama itu ada levelingnya. Ada kelasnya. Ibarat kelas, ad akelas TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Nah, sama dengan beragama kita. Kita usahakan meningkat terus tiap tahun, termasuk dalam ibadah puasa “, ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (PP APHTN-HAN).

Menurut Prof Haris, puasa juga ada tingkatannya. “Kita ingin puasa yang dikritik oleh Rasulullah Saw. Rubba shaimin laisa lahu min shiyaamihi illal ju’a wal athasa. Artinya, banyak sekali orang berpuasa, namun tidak dapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja”, ujar Prof Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.

Oleh karena itu, Prof. Haris mendorong muslim Kanada untuk meningkat kualitas agamanya. “Kalau bisa, kita tingkatkan leveling puasa kita. Puasa tidak makan, tidak minum, tidak senggama ya. Tapi juga puasa bicara, puasa mendengar, puasa melihat, dan puasa pikiran dari hal lain yang tidak berguna dalam kehidupan”, kata Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Sebagaimana puasanya Siti Maryam, lanjut Prof. Haris, dalam al-Qur’an, beliau diabadikan sebagai orang yang berpuasa dengan puasa bicara. “ Innii nadzartu lirrahmi shauma. Falan ukalimannasa yauma. Saya bernadzar pada tuhan untuk puasa. Maka saya tidak bicara pada manusia”, tukas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur. Karena puasa bicara, maka Nabi Isa yang masih bayi yang akhirnya bicara pada manusia yang lain.

Acara pengajian ini dihadiri puluhan diaspora muslim di rumah H. Ransang W. yang sekarang bekerja di Kementerian Pertahanan Kanada. Hadir pada kesempatan ini H. Sigit Afrianto (Wakil Rois Syuriyah PCI NU AS-Kanada), H. Ransang W (Mustasyar PCI NU AS-Kanada), Fariduddin Athar, Ph.D. (Ketua Pengajian Syiar Montreal), dan puluhan diaspora muslim Indonesia lainnya.

Prof. Haris sendiri dikenal sebagai Dai Internasional. Pada tahun ini Prof. Haris dikirim oleh World Moslem Studies Center bekerja sama dengan Lazawa Darul Hikam Indonesia untuk bertugas dakwah selama 15 hari Ramadlan (17 Pebruari – 3 Maret 2026) di Kota Montrael, Ottawa dan Toronto negara Kanada,. Sebelumnya, Prof Haris telah berdakwah ke berbagai negara seperti Taiwan, Malaysia, Singapura, New Zealand, Australia, Belanda, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Turki dan berbagai negara dunia. Misi Womester adalah menebarkan Islam rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru dunia. ***

Reporter: Iklil Naufal Umar

Editor: M Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam dan Bank Indonesia Jember Perkuat Kerja Sama Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember. Kunjungan ini dipimpin oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S., M.Fi.I, CLA.,CWC. dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwI) Jember, Bapak Iqbal Reza Nugraha pada Kamis, 12 Februari 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengukuhkan pimpinan baru Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI Jember), Iqbal Reza Nugraha yang sebelumnya dijabat Gunawan melalui rangkaian upacara pengukuhan di Kantor BI Jember, pada Senin 05 Januari 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama antara Lazawa Darul Hikam dan Bank Indonesia dalam pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), khususnya wakaf yang dikelola secara produktif untuk kesejahteraan umat.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk membantu perekonomian masyarakat jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Prof. Haris yang juga Guru besar UIN KHAS Jember menyampaikan bahwa wakaf tidak hanya digunakan untuk kepentingan ibadah atau bantuan sosial sesaat, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang hasilnya dapat dirasakan oleh banyak orang.

“Wakaf itu punya potensi besar. Wakaf bisa digunakan untuk mendukung usaha ekonomi, layanan kesehatan, dan pendidikan. Wakaf juga tidak hanya untuk orang kaya, tetapi semua orang bisa ikut berwakaf sesuai kemampuannya,” ujar Prof. Haris yang juga pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Jember.

Ia menambahkan, di beberapa negara seperti Malaysia, wakaf sudah dikelola dalam bentuk usaha yang menghasilkan. “Di Malaysia, wakaf dikelola dalam bentuk hotel, apartemen, dan bangunan sewa. Keuntungannya kemudian digunakan kembali untuk kepentingan umat,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Prof. Haris juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah mempercayakan Lazawa Darul Hikam sebagai mitra dalam program Satu Wakaf.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menggandeng Lazawa Darul Hikam dalam program Satu Wakaf. Saat ini ada empat program yang kami jalankan, yaitu wakaf sumur air bersih, wakaf pembelian tanah pesantren, wakaf sumur, dan wakaf sawah produktif,” ungkapnya.

Menurutnya, program-program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama pesantren dan warga di daerah yang membutuhkan sarana air bersih dan penguatan ekonomi.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Direktur Wordl Moslem Studies Center menyatakan kesiapan Lazawa Darul Hikam untuk terus mendukung kerja sama dengan Bank Indonesia Jember.

“Kami siap mendukung Bapak Iqbal Reza Nugraha selaku Kepala Bank Indonesia KPwI Jember dalam mengembangkan wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat di Jember,” katanya.

Sementara itu,Kepala Bank Indonesia KPwI Jember, Iqbal Reza Nugraha, menilai bahwa wakaf memiliki peluang besar jika didukung oleh dunia usaha. Ia mendorong perusahaan-perusahaan agar ikut berperan dalam pengembangan wakaf.

“Perusahaan seharusnya bisa menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk wakaf. Potensinya sangat besar dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Iqbal juga menegaskan dukungannya terhadap wakaf produktif yang dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami mendukung wakaf produktif, terutama yang mendukung UMKM. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM bisa berkembang dan bahkan berpeluang menembus pasar internasional,” tuturnya.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Gelar Public Expose 2026, Lazawa Darul Hikam Diapresiasi Guru Besar Politeknik Negeri Jember

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam (Lazawa Darul Hikam) menggelar Public Expose 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Cafe Rollas Jember. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Lazawa Darul Hikam dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, wakaf, dan kurban kepada publik, sekaligus memaparkan Laporan Kinerja Tahun 2025.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC. dalam paparannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 lembaganya mencatat berbagai capaian program strategis (milestone). Di antaranya adalah peluncuran website www.zakatdarulhikam.org sebagai platform khusus donasi zakat, sementara website www.wakafdarulhikam.org tetap difokuskan untuk donasi wakaf dan infak.

“Langkah ini kami lakukan untuk memudahkan para donatur sekaligus memperkuat sistem pengelolaan dan pelaporan dana secara profesional dan terpisah sesuai peruntukannya,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur

Selain itu, Lazawa Darul Hikam juga melaksanakan Program Global Dakwah Ramadlan ke Jepang, berkolaborasi dengan Bank Indonesia KPwI Jember dalam program Satu Wakaf, penyaluran distribusi kurban kambing ke Rusia, serta penyaluran Wakaf Kursi di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.

Capaian lainnya meliputi Launching Majlis Taklim Padang Ati di Jember, Program Perdana Muslim Sehat Masjid Makmur, studi banding ke Lembaga Wakaf Salman ITB Bandung, keikutsertaan dalam Wakaf Produktif Pertanian dan Perkebunan Melon di Gunung Kidul bekerja sama dengan Wakaf Mulia, BWI, dan Bank Indonesia, serta peluncuran Aplikasi Online SIMOLDA (Sistem Manajemen Online Darul Hikam).

Secara keuangan, total penghimpunan dana Lazawa Darul Hikam tahun 2025 tercatat sebesar Rp289.924.000, yang terdiri dari wakaf Rp172.709.000, infak Rp79.915.000, serta zakat dan kurban Rp37.300.000.

Sementara itu, penyaluran dana tahun 2025 mencapai Rp201.659.000, yang dialokasikan ke berbagai program, antara lain Wakaf Pembangunan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Rp45.834.000, Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan Tahap I Rp34.825.000, Penyembelihan Hewan Kurban Rp24.200.000, hingga program-program sosial, dakwah, kesehatan, dan kemaslahatan umat lainnya.

Jumlah donatur Lazawa Darul Hikam hingga tahun 2025 sebanyak 776 orang, dengan rincian tahun 2022–2023 sebanyak 257 donatur, tahun 2024 sebanyak 236 donatur, dan tahun 2025 sebanyak 283 donatur. Para donatur tersebar dalam program wakaf sebanyak 157 orang, infak 103 orang, zakat 19 orang, dan kurban 4 orang, serta berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar negeri, seperti Belanda, Australia, dan Malaysia.

Adapun total penerima manfaat mencapai 8.554 jiwa, terdiri dari 3.025 jiwa pada tahun 2024 dan 5.529 jiwa pada tahun 2025. Penerima manfaat tahun 2025 meliputi Wakaf Kursi sebanyak 2.400 jiwa, Dakwah Luar Negeri 1.400 jiwa, Buka Puasa Ramadhan 750 jiwa, MUSEMMA 680 jiwa, Kurban 120 jiwa, Zakat Profesi dan Zakat Maal 99 jiwa, Santunan Anak Yatim 60 jiwa, serta Wakaf Pembangunan Pesantren 20 jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Politeknik Jember, Prof. Dr. Ir. Ujang Suryadi, M.P., IPM. yang juga merupakan donatur Lazawa Darul Hikam, mengapresiasi pelaksanaan Public Expose sebagai bentuk keterbukaan lembaga.

“Saya sangat mengapresiasi Lazawa Darul Hikam yang berani dan konsisten menyampaikan laporan kinerja secara terbuka. Ini menunjukkan komitmen transparansi dan akuntabilitas yang sangat penting dalam pengelolaan dana umat,” ungkapnya.

Sementara itu, donatur lainnya, Dr. Minhaji, S.Ag., M.Pd.I yang juga Kepala Bidang Pendidikan Tinggi Universitas Ibrahimy Periode 2025 – 2030, menilai kinerja Lazawa Darul Hikam cukup membanggakan.

“Lazawa Darul Hikam ini terbilang masih sangat muda, baru berdiri sekitar dua tahun, tetapi sudah mampu menghimpun dana cukup besar dan memberikan manfaat yang luas bagi umat. Kami mendoakan agar lembaga ini terus maju, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir pengurus Lazawa Darul Hikam, Bu Nyai Hj, Robiatul Adawiyah, S.H., M.H. (Bendahara), M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC (Nazhir), Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. (Bidang Fundraising), Achmad Muthiurrahman, S.H (Bidang Multimedia), Iklil Naufal Umar (Staff Administrasi dan Keuangan), para awak media dan sejumlah tamu undangan.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Coffee Shop Terbanyak di Dunia

Inibaru.id – Meski budaya ngopi di Tanah Air cukup tinggi, Indonesia ternyata nggak masuk dalam 10 besar negara yang paling banyak minum kopi di seluruh dunia. Tapi, soal jumlah kafe alias coffee shop, menurut akun Instagram @cjust_a_stick, Indonesia adalah negara dengan jumlah coffee shop terbanyak di dunia.

FYI nih, menurut laporan Cafely yang dirilis CNBC, Senin (24/11/2025), warga Luksemburg jadi yang paling doyan ngopi setiap hari. Per harinya, rata-rata mereka minum 5,31 cangkir kopi. Sementara itu, di peringkat kedua adalah Finlandia dengan rata-rata 3,77 cangkir per hari.

Setelah kedua negara tersebut, Swedia, Norwegia, Austria, Denmark, Swiss, Belanda, Yunani, dan Jerman melengkapi daftar 10 besar. Negara-negara yang dikenal dengan kultur minum kopinya seperti Italia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan malah nggak masuk daftar tersebut, Gez. Bahkan, khusus untuk Korea Selatan, rata-rata konsumsinya hanya 0,74 cangkir kopi saja setiap hari.

Warga Indonesia sendiri hanya mengonsumsi 0,24 cangkir kopi per hari dan ada di peringkat 57. Tapi, meskipun konsumsi kopinya biasa-biasa saja, soal jumlah coffee shop, Indonesia juaranya.

Berdasarkan POI data, ternyata jumlah kafe di Indonesia mencapai angka 461.991. Angka ini jauh lebih tinggi dari jumlah kafe di Thailand yang ada di angka 96.969, Vietnam di angka 132.294, dan Amerika Serikat yang ada di angka 145.629.

Kok bisa jumlah kafenya sebanyak itu? Konon sih karena budaya nongkrong kita yang sangat kuat, Gez. Orang Indonesia, khususnya generasi muda, banyak yang nongkrong setelah sekolah, kuliah, atau kerja dengan teman-temannya, keluarganya, atau bahkan kekasihnya. Lokasi nongkrongnya? Tentu saja di kafe-kafe tersebut.

Lebih dari itu, kini juga banyak orang yang belajar, bikin tugas, atau bahkan bekerja di kafe. Hukum ekonomi pun berlaku. Semakin banyak kebutuhan tempat-tempat seperti kafe, semakin bermunculan pula tempat tersebut.

“Seringnya saya nongkrong dengan teman-teman dari masa kuliah setelah pulang kerja. Tapi terkadang, kalau lagi penat kerja di kantor, juga bisa kerja di sana. Tinggal izin sama atasan, diperbolehkan kok, kan yang penting produktif. Soal lokasi kafe, saya punya beberapa tempat yang biasa dikunjungi,” ungkap salah seorang pekerja swasta di Kota Semarang, Hasan, pada Rabu (24/12).

Siapa sangka ya, Gez, kafe alias coffee shop yang semakin menjamur di Indonesia ada yang mendata. Siapa sangka pula, jumlahnya sangat banyak dan bikin Indonesia jadi negara dengan coffee shop terbanyak di dunia. Hm, kamu sendiri, apakah masih sering nongkrong di kafe nggak nih?

sumber: https://inibaru.id/hits/indonesia-jadi-negara-dengan-jumlah-coffee-shop-terbanyak-di-dunia#google_vignette

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Hadiri Pembinaan dan Review Kegiatan LAZ oleh Kemenag Jember

Jember — Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menghadiri kegiatan Pembinaan Lembaga Amil Zakat dan Review Kegiatan dalam rangka meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, serta optimalisasi program pengelolaan zakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Jember pada Rabu, 15 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.

Acara tersebut dihadiri oleh anggota Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember yang terdiri dari 16 Lembaga Amil Zakat, yaitu BAZNAS, AZKA, Nurul Hayat, YDSF, LAZMA, BMH, LAZISMU, Nurul Falah, UPZ UIN KHAS Jember, Yatim Mandiri, Rumah Zakat, LAZ Persada, YBM PLN (izin), RIZKI, LAZAWA Darul Hikam, dan LAZISNU.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd. serta Bidang Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf, Dr. Abdul Basid, Kepala Pelaksana Baznas Kabupatèn Jember, Ustadz Abdul Qodir, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, menyampaikan rasa senang dan bahagianya dapat berkumpul bersama para pejuang zakat. Ia menilai para pengelola zakat, yang mayoritas diisi oleh kalangan muda, memiliki semangat, empati sosial, dan rasa kemanusiaan yang tinggi dalam mengabdi kepada umat.

“Saya merasa sangat senang dan bahagia bisa berkumpul bersama para pejuang zakat. Mayoritas yang hadir adalah anak-anak muda dengan semangat yang masih membara, memiliki empati sosial dan rasa kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Dr. Santoso.

Dr. Santoso juga berharap melalui kegiatan ini, seluruh Lembaga Amil Zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember dapat terus bersinergi dan saling bekerja sama guna meningkatkan kemaslahatan umat, khususnya dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat.

“Saya berharap lembaga-lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember ini dapat terus bersinergi, saling bekerja sama, dan bersama-sama meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang berdampak,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Abdul Basid, menyampaikan harapannya agar ke depan dapat terjalin program-program kolaboratif antar lembaga zakat yang terkoordinasi dengan baik sehingga memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Ke depan, kami berharap ada program-program yang bisa dikerjasamakan antar lembaga zakat sehingga hasilnya lebih optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Dr. Abdul Basid.

Sementara itu, Nadir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. yang didampingi oleh Iklil Naufal Umar selaku staf bidang keuangan dan administrasi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pembinaan tersebut. Ia menegaskan kesiapan Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan seluruh lembaga amil zakat dalam meningkatkan kemaslahatan umat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang sangat bermanfaat ini. Lazawa Darul Hikam siap bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh lembaga amil zakat dalam rangka meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berintegritas,” tegas Irwan.

Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa salah satu tantangan utama lembaga amil zakat saat ini adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

“Tantangan terbesar lembaga amil zakat adalah menjaga trust atau kepercayaan umat. Transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik adalah kunci agar zakat benar-benar dikelola secara amanah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Reporter : Achmad Muthiurrahman
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Terima Kunjungan FOZ Jember, Siap Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember, pada Rabu 14 Januari 2026, di Kantor Lazawa Darul Hikam, Perum Pesona Surya Milenia, Jember.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama antar lembaga filantropi Islam di Kabupaten Jember, khususnya di bidang pengelolaan zakat.

Hadir dari pihak Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. selaku Direktur, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. selaku Nazhir, serta Iklil Naufal Umar selaku staf bidang administrasi dan keuangan. Sementara dari pihak FOZ Jember diwakili oleh Ustadz Darmawan dan Ustadz Eko selaku Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bahagia atas kunjungan pengurus FOZ Jember ke Lazawa Darul Hikam.“Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan kehadiran pengurus FOZ Jember.

Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dalam pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Haris juga memaparkan perjalanan Lazawa Darul Hikam sejak berdiri. Ia menjelaskan bahwa Lazawa Darul Hikam telah beroperasi sejak 17 Januari 2022 dan memperoleh SK Nazhir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Januari 2024.

“Pada awalnya Lazawa Darul Hikam fokus pada pengelolaan dana wakaf. Namun seiring berjalannya waktu dan tingginya permintaan umat agar kami juga mengelola zakat, pada April 2024 Lazawa Darul Hikam resmi menjadi UPZ BAZNAS Jember,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan komitmen Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi Islam lainnya.

“Darul Hikam siap bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi lain yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi umat,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan, Ustadz Darmawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Lazawa Darul Hikam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Lazawa Darul Hikam. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan manfaat bagi pengelolaan zakat di Jember,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini FOZ Kabupaten Jember telah menaungi 16 lembaga pengelola zakat, termasuk Lazawa Darul Hikam nantinya.

Menurutnya, FOZ Jember bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran dana zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi kekuatan baru bagi Forum Zakat Kabupaten Jember dalam mengoptimalkan peran zakat untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Lazawa Darul Hikam dan FOZ Jember dalam membangun ekosistem zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Solidaritas Tanpa Batas, Lazawa Darul Hikam dan PP Kamaly Situbondo Salurkan Donasi Bencana ke Aceh

Situbondo, 11 Desember 2025 — Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam bekerja sama dengan Pengurus Pusat Keluarga Mahad Aly (KAMALY) Situbondo berhasil menghimpun bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025.

Penggalangan dana berlangsung sejak 1 hingga 10 Desember 2025 dan melibatkan para donatur dari berbagai wilayah Indonesia, terutama para alumni Mahad Aly Situbondo. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 29.490.000, yang kemudian disalurkan untuk kebutuhan mendesak warga terdampak.

Sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga kini masih dalam kondisi darurat. Data BNPB per 9 Desember 2025 menunjukkan bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut telah menyebabkan 964 korban meninggal dunia, ratusan korban hilang, serta ratusan ribu warga mengungsi. Infrastruktur jalan, jembatan, dan permukiman juga mengalami kerusakan berat, sehingga distribusi logistik dilakukan melalui jalur darat dan udara di beberapa titik terdampak.

Bantuan ini selanjutnya disalurkan ke Aceh. Salah satu penyalur bantuan di Aceh mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian para donatur.

“Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan kepada kami rakyat Aceh dalam bentuk 1.500 kg beras. Ini sangat berdampak bagi kami,” ujar Dr Rahmat Saputra, alumni Ma’had Aly Situbondo yang ditunjuk PP Kamaly-Lazawa Darul Hikam menyalurkan bantuan sembako ke Aceh.

Ketua PP Keluarga Alumni Mahad Aly, Dr. KH. Ach. Muhyiddin Khotib, MHI, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar KAMALY dan para donatur yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini,” ungkap Ketua PC NU Situbondo itu.

Sementara itu, Nazhir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, menegaskan komitmen Lazawa dalam menjalankan amanah umat, terutama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Sebagai Nazhir, kami berkewajiban mengelola dan menyalurkan amanah ini secara profesional dan tepat sasaran. Kami akan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang terkena musibah banjir bandang,” tegas Irwan.

Ia juga menambahkan bahwa Lazawa Darul Hikam akan terus memperluas jejaring kolaborasi agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak korban.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambah Irwan yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Di tengah situasi darurat yang masih berlangsung, bantuan masyarakat dari berbagai daerah terus berdatangan. Upaya gotong-royong seperti yang dilakukan Lazawa Darul Hikam dan Keluarga Mahad Aly Situbondo menjadi dorongan penting bagi warga Aceh, Sumut, dan Sumbar yang masih membutuhkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan pascabencana.

Reporter : Iklil Naufal Umar

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah Bertemu, Sepakati Segera Gelar Muktamar Ke-35 NU

Kediri, NU Online Jatim Hasil Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Mustasyar PBNU memutuskan bahwa Muktamar ke-35 harus dilaksanakan secepatnya oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Rapat tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis, (25/12/2025).

“Menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU (KH Miftachul Akhyar) dan Ketua Umum PBNU (KH Yahya Cholil Staquf), dengan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan Muktamar,” tulis putusan yang dikutip NU Online.

Putusan tersebut juga menerangkan kronologi permasalahan itu. Tertulis bahwa sejak terjadinya persoalan internal di PBNU yang dipicu pemberhentian Gus Yahya oleh Kiai Miftach melalui forum yang disebut sebagai Rapat Syuriyah PBNU dan penolakan atas putusan tersebut, perkembangan yang terjadi justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin tajam dan berkepanjangan.

Kemudian, putusan itu juga menjelaskan, sebagai wujud tanggung jawab moral serta keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi NU, Mustasyar PBNU, sesepuh, dan alim ulama NU telah mengambil berbagai inisiatif musyawarah.

“Musyawarah tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, dan puncaknya Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada tanggal 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan 21 Desember 2025.5 Musyawarah Kubro tersebut dihadiri oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia,” tulis putusan itu,

Diketahui, pertemuan tersebut sudah dijadwalkan oleh Kiai Miftach sebagai forum Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar melalui surat nomor 4829/PB.02/A.I.01.02/99/12/2025 yang diterbitkan pada Rabu (24/2025). Sedangkan kehadiran Gus Yahya berdasarkan undangan resmi yang bertandatangan dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH M. Anwar Manshur bernomor 064/A/AZM/P2L/XII/2025.

Hadir dalam pertemuan ini dari jajaran Mustasyar PBNU, antara lain, KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, dan Prof Machasin. Kemudian dari jajaran Rais Syuriyah, antara lain, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Idris Hamid, KH Mu’adz Thohir, KH Muhibbul Aman Aly, KH Imam Buchori Cholil, KH Muhammad Cholil Nafis, H Mohammad Nuh.

Dari jajaran Katib Syuriyah, antara lain, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, KH Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), KH Abdul Latif Malik, Gus Aunullah A’lal Habib, H Tajul Mafakhir, H Abdul Moqsith Ghazali, dan H Sarmidi Husna. Editor: A Habiburrahman

Sumber: https://jatim.nu.or.id/nuonline/mustasyar-syuriyah-dan-tanfidziyah-bertemu-sepakati-segera-gelar-muktamar-ke-35-nu-NMnMj

Categories
Berita

Kado Akhir Tahun, Edisi Pertama Dua Jurnal Darul Hikam Terbit Tahun 2025

Jember – Setelah di launching pada Sabtu, 18 Oktober 2025, tepat pada bulan desember 2025 dua jurnal Darul Hikam resmi terbit. Ketua YPI Darul Hikam, Prof Dr KH.M Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil. I, CLA, CWC sangat mengapresiasi kinerja dari managing editor dari jurnal Nusantara Journal of Technology, Education, and Law (NUJEEL) dan Nusantara Journal of Economic, Science, and Social (NUJESS).

Prof M Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat itu mengucapkan selamat atas terbitnya jurnal ilmiah Darul Hikam yang memiliki tagline Pondok literasi.

“Selamat atas terbitnya edisi perdana jurnal keren YPI Darul Hikam, yaitu NUJELL dan NUJESS. Selamat pada mas Haris dan mas Wildan. Ini mengukuhkan bahwa YPI Darul Hikam adalah Pondok Literasi sesuai taglinenya. Di pondok ini, diajarkan tradisi menulis sehingga banyak jebolan yang piawai dalam tulis menulis,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Jurnal NUJEEL berfokus pada publikasi penelitian dan kajian akademik di tiga bidang utama: pendidikan, ekonomi, dan hukum. Melalui jurnal ini, para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa diberi ruang untuk berbagi ide, temuan, serta inovasi ilmiah.

NUJEEL menyoroti isu-isu strategis seperti inovasi pembelajaran, kebijakan pendidikan, dinamika ekonomi dan bisnis, serta berbagai kajian hukum, mulai dari hukum konstitusi, pidana, perdata, hingga hak asasi manusia dan keadilan sosial. Kehadiran jurnal ini diharapkan dapat memperkaya khazanah penelitian nasional sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

Sementara itu, NUJESS hadir sebagai wadah publikasi bagi penelitian di bidang teknologi, sains, dan sosial. Fokus jurnal ini mencakup beragam topik seperti teknologi informasi, energi dan lingkungan, ilmu alam dan terapan, hingga kajian sosial, budaya, dan politik.

Managing Editor Jurnal NUJEEL, Haris Taufiqurrahman, S.H., M.H. mengatakan bahwa ini merupakan awal yang baik dari dunia literasi kedepannya.

“Kami berharap dengan terbitan pertama ini merupakan langkah awal yang baik demi kemajuan dunia literasi kedepannya, karena dunia literasi semakin hari semakin kompleks dan butuh hal-hal yang berkontribusi penuh contohnya jurnal ini”.

Dosen Universitas Bondowoso itu juga menambahkan bahwasanya ke depan semoga jurnal NUJELL ini memberikan manfaat yang signifikan bagi semua.

“NUJELL ini kami harapkan bermanfaat ke depannya, semua bisa menulis, santri, mahasiswa, dosen, guru besar dan semacamnya,” tuturnya.

Di sisi lain Managing Editor Jurnal NUJESS, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. mengatakan tidak banyak Yayasan Pendidikan Islam punya jurnal bahkan mungkin YPI Darul Hikam pertama kali.

“Menurut kami tidak banyak Yayasan Pendidikan Islam punya Jurnal. Mungkin YPI Darul Hikam yang pertama. Semoga dengan adanya terbitan pertama dari jurnal NUJESS ini bisa memberikan pandangan kepada pondok yang lainnya untuk bisa mengembangkan dunia literasi di Yayasan terutama di pondok pesantren,” tutur Wildan.

Wildan yang juga Dosen Universitas Terbuka Indonesia menambahkan bahwa NUJESS ke depan akan lebih diperhitungkan dengan bisa tembus ke Sinta 2 bahkan Scopus.

“Ke depan mungkin 2 atau 3 tahun lagi kami akan memaksimalkan kualitas dari jurnal ini, baik dari tulisan, siapa penulisnya, dan semacamnya supaya penilaian ketika akreditasi menjadi baik. Target kami adalah Sinta 2 minimal, bahkan lebih baik lagi bisa scopus. Semoga,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Wakaf Kursi Sholat ke-7 Diserahkan untuk Jamaah Masjid Jami’ Ar-Raudhoh Bangkalan

Bangkalan – Program wakaf kursi sholat untuk jamaah lansia dan difabel kembali digelar oleh Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam. Kali ini, wakaf kursi sholat ke-7 diserahkan untuk jamaah Masjid Jami’ Ar-Raudhoh, Bangkalan, pada Rabu (17/12/2025) malam, usai salat Magrib.

Takmir Masjid Jami’ Ar-Raudhoh Bangkalan yang diwakili Dr. HM. Hasanudin Bukhori menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas wakaf kursi sholat yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi jamaah, khususnya kalangan lansia dan difabel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas wakaf kursi sholat ini. Manfaatnya sangat besar bagi masjid dan jamaah, terutama bagi lansia dan difabel. Ke depan kami berharap program seperti ini bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar mantan Camat yang kini menjadi aktivis Masjid Ar-Roudhoh Bangkalan.

Sementara itu, Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menjelaskan bahwa penyerahan wakaf kursi di Bangkalan merupakan titik ketujuh dari rangkaian program wakaf kursi yang telah dilaksanakan di berbagai daerah.

“Ini adalah wakaf kursi yang ke-7 setelah sebelumnya kami laksanakan di Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Kediri, hingga Masjidil Haram di Mekkah, dan hari ini di Bangkalan,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia menegaskan bahwa wakaf kursi tersebut diperuntukkan khusus bagi jamaah lansia dan difabel.

“Wakaf kursi ini diperuntukkan bagi lansia dan difabel, bukan hanya untuk sholat, tetapi juga untuk ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan aktivitas ibadah lainnya,” lanjut Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haris juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para donatur wakaf kursi agar amal kebaikan mereka diterima oleh Allah SWT.

“Kita doakan bersama para donatur yang berdonasi pada Program Satu Wakaf Kerjasama Lazawa Darul Hikam dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jember, semoga wakafnya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan murah rizkinya,” ujar Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya wakaf dan zakat sebagai bagian dari filantropi Islam dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

“Wakaf dan zakat adalah instrumen filantropi Islam untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Tidak ada orang miskin, tidak ada kelaparan, tidak ada kebodohan kalau wakaf dan zakat jalan. Mari kita donasikan harta kita lewat zakat dan wakaf,” tambahnya.

Prof. Haris juga berpesan agar masjid-masjid ke depan semakin memperhatikan aspek keramahan terhadap lansia dan difabel, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan.

“Masjid idealnya menjadi rumah badah yang ramah lansia dan difabel. Juga menjadi tempat yang nyaman, dan inklusif bagi semua jamaah,” pungkas Prof Haris yang sudah keliling 22 negara.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 jamaah laki-laki dan perempuan, yang tampak antusias mengikuti prosesi penyerahan wakaf sekaligus doa bersama untuk para donatur.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar