Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Salurkan Beasiswa Santri Perdana di Majelis Taklim Padang Ati

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam kembali menghadirkan program sosial dan pendidikan melalui santunan dhuafa serta pemberian beasiswa santri dalam kegiatan Majelis Taklim Padang Ati yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 di aula Pondok Pesantren Darul Hikam Putra.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan tahlil dan doa khataman Al-Qur’an yang dipimpin langsung Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Putri. Sehari sebelumnya, para mahasantri Darul Hikam telah menyelesaikan khataman Al-Qur’an 30 juz sebagai rangkaian spiritual menjelang acara utama.

Dalam kesempatan tersebut, Nazhir Lazawa Darul Hikam Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H, CWC. menyampaikan bahwa tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya Lazawa Darul Hikam mampu memberikan beasiswa kepada empat santri.

“Alhamdulillah, tahun ini menjadi sejarah baru bagi Lazawa Darul Hikam karena untuk pertama kalinya kami bisa memberikan beasiswa kepada empat santri. Ini adalah amanah besar dari para donatur yang harus kami jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap program beasiswa tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.

“Kami berharap ke depan Lazawa Darul Hikam bisa terus tumbuh dan menghadirkan lebih banyak manfaat, baik melalui beasiswa pendidikan maupun program sosial lainnya untuk umat,” tambah Ustad Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selain pemberian beasiswa, Lazawa Darul Hikam juga menyalurkan santunan kepada delapan warga dhuafa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ustadz Irwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan donatur yang selama ini terus berjuang menjalankan amanah sosial.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan donatur yang terus istiqamah berjuang bersama untuk umat. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam sekaligus Ketua Majelis Taklim Padang Ati, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menyampaikan tausiyah tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal.

“Tiada amal yang paling diharapkan diterima Allah selain amal yang lenyap dari pandangan kita dan yang kita anggap sepele,” tutur Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur.

Prof. Haris mencontohkan kisah ulama besar Imam Al-Ghazali yang dikenal memiliki karya monumental seperti Ihya Ulum al-Din. Menurutnya, secara logika manusia, karya besar yang dipelajari selama ratusan tahun itu tampak menjadi amal terbesar yang mengantarkan Imam Al-Ghazali menuju surga.

Lebih lanjut, Prof. Haris menceritakan sebuah kisah hikmah bahwa setelah Imam Al-Ghazali wafat, seseorang bermimpi bertemu beliau dan bertanya tentang amal yang membawanya mendapatkan kenikmatan di alam akhirat.

“Dalam mimpi itu, Imam Al-Ghazali justru mengatakan bahwa beliau mendapatkan kenikmatan bukan karena karya besarnya, tetapi karena amal kecil yang tampak sepele, yakni membiarkan seekor lalat meminum tintanya. Dari kisah ini kita belajar bahwa jangan pernah meremehkan amal kecil yang dilakukan dengan tulus,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta, yang terdiri dari para pengurus yayasan, pengurus Lazawa Darul Hikam, tokoh masyarakat, dosen, dan mahasantri PP. Darul Hikam.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Bersama 900 Penerima Manfaat, Lazawa Darul Hikam Gelar Buka Bersama Ramadan di Pesantren

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam kembali menghadirkan program sosial penuh manfaat selama Ramadan 1447 H dengan menggelar buka bersama bagi mahasantri Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember. Kegiatan ini berlangsung sejak 1 hingga 20 Ramadan 1447 H dengan jumlah peserta sekitar puluhan mahasantri setiap harinya yang terdari dari santri putra dan putri.

Selama 20 hari pelaksanaan, program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 900 penerima manfaat dari kalangan mahasantri yang sedang menempuh pendidikan sambil mondok di Darul Hikam. Kegiatan buka bersama ini menjadi bentuk kepedulian Lazawa Darul Hikam dalam mendukung kebutuhan santri dan mahasiswa selama menjalani ibadah puasa.

Pengasuh PP. Darul Hikam Putri, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, MHI menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar menghadirkan kebahagiaan sekaligus membantu para mahasantri agar lebih fokus belajar dan beribadah selama Ramadan.

“Alhamdulillah, program buka bersama ini dapat berjalan dengan baik. Kami ingin para mahasantri merasakan kebersamaan, keberkahan Ramadan, dan terbantu kebutuhan berbukanya sehingga bisa lebih semangat belajar serta beribadah,” ujarnya.

Ia juga berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan dukungan para donatur dan masyarakat.

“Semoga semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi dalam program-program kebaikan seperti ini, karena manfaatnya benar-benar dirasakan para santri,” tambahnya.

Sementara itu, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, menjelaskan bahwa program buka bersama menjadi bagian dari komitmen Lazawa dalam menyalurkan amanah donatur kepada sektor pendidikan dan pemberdayaan umat.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Karena itu, Lazawa Darul Hikam berusaha menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya buka bersama mahasantri ini,” jelas Ustadz Irwan.

Menurutnya, keberadaan mahasantri sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan perhatian dan dukungan agar terus berkembang secara akademik maupun spiritual.

Salah satu mahasantri Darul Hikam, Leigar Al Faris, mengaku bersyukur atas adanya program tersebut.

“Program ini sangat membantu kami, terutama mahasiswa rantau. Selain bisa berbuka bersama, suasananya juga menambah semangat dan kebersamaan antar mahasantri,” katanya.

Program buka bersama ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebar manfaat, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Jember Kembali Santuni Dhuafa

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam kembali menyalurkan santunan kepada masyarakat dhuafa pada Kamis, 16 April 2026 di Masjid Al Baitul Amin. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 penerima manfaat menerima bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pemberdayaan umat.

Hadir dalam kesempatan itu Bendahara Lazawa Darul Hikam Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H. Nazhir Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H, CWC. serta pengurus lainnya yakni Achmad Muthiurrahman, S.H dan Arif Rahman. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri para penerima manfaat serta jamaah sekitar.

Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Al-Waqi’ah, dilanjutkan doa bersama untuk para donatur yang telah menitipkan sebagian rezekinya melalui Lazawa Darul Hikam, serta doa untuk keselamatan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Ustadz Irwan menyampaikan bahwa Lazawa Darul Hikam terus berkomitmen menghadirkan program-program sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kalangan yang membutuhkan.

“Lazawa Darul Hikam berusaha istiqamah menjalankan amanah para donatur melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah. Kami ingin kehadiran lembaga ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ustadz Irwan yang juga dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Ia menjelaskan, kegiatan santunan kali ini merupakan lanjutan dari program santunan dhuafa yang telah dilaksanakan pada bulan Ramadan lalu dengan penerima manfaat sebanyak 30 orang.

“Pada Ramadan kemarin kami telah menyalurkan santunan kepada 30 dhuafa di beberapa wilayah Jember. Hari ini kami melanjutkan ikhtiar tersebut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari amanah para donatur,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan berbagi harus terus dijaga sebagai budaya kebaikan di tengah masyarakat.

“Berbagi kepada sesama bukan akan mengurangi rezeki, justru menjadi jalan datangnya keberkahan. Kami berharap bantuan ini membawa manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi bapak ibu semua,” tutur Ibu Nyai Robi yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Putri Mangli Kaliwates Jember.

Ia juga mendoakan para donatur yang telah mendukung kegiatan sosial Lazawa Darul Hikam.

“Semoga para donatur senantiasa diberikan kesehatan, keluasan rezeki, dan dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada 10 dhuafa secara langsung. Para penerima manfaat tampak bersyukur dan mendoakan agar seluruh pengurus serta donatur Lazawa Darul Hikam senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan amanah sosial.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Direktur Womester Desak PBB Sanksi Tegas Dalang Pembunuhan Tiga Pasukan Perdamaian TNI

Jember – Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, mengecam keras pembunuhan terhadap tiga personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ia menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional sekaligus bentuk pengabaian terhadap otoritas lembaga global.

“Pembunuhan pasukan perdamaian PBB, khususnya tiga anggota TNI, adalah tindakan yang sangat keterlaluan. Jika pasukan PBB saja diserang, itu berarti ada pihak yang mengabaikan PBB dan juga mengabaikan masyarakat dunia,” tegas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu mendesak PBB untuk segera bersikap tegas dengan mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Menurutnya, transparansi sangat penting untuk menjaga kredibilitas lembaga internasional.

“PBB tidak boleh diam. Harus ada ketegasan untuk menyebut siapa dalang di balik pembunuhan ini agar dunia tidak kehilangan kepercayaan,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP. APHTN-HAN.

Lebih lanjut, Prof. Haris juga mendorong agar PBB menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti terlibat, termasuk jika berkaitan dengan negara tertentu.

“Jika terbukti ada keterlibatan negara, maka PBB harus berani menjatuhkan sanksi. Tidak boleh ada impunitas dalam kasus sebesar ini,” kata Prof Haris yang Direktur Lazawa Darul Hikam.

Ia juga mendesak agar kasus tersebut dibawa ke Mahkamah Internasional guna memastikan proses hukum yang adil dan transparan.

“Kita harus mendorong agar kasus ini diproses di Mahkamah Internasional agar keadilan benar-benar ditegakkan,” jelasnya.

Selain itu, Prof. Haris mengajak masyarakat dunia untuk memberikan tekanan moral dan diplomatik terhadap pihak-pihak yang dinilai melanggar hukum internasional.

“Masyarakat dunia perlu bersatu untuk memberi tekanan dan sikap tegas secara politik dan diplomatik terhadap negara-negara yang bertindak sewenang-wenang dalam geopolitik global,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Ayatullah Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Jakarta, NU Online Ayatullah Sayyid Mojtaba Hossein Khamenei resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran pada Ahad (8/3/2026). Keputusan tersebut disepakati dalam rapat Dewan Ahli Kepemimpinan yang dihadiri mayoritas anggotanya secara tatap muka di Qom, Iran.

“Setelah pembahasan dan diskusi yang lengkap, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei diumumkan, dengan dukungan dan suara mayoritas yang tegas, sebagai Pemimpin Ketiga Revolusi Islam Iran,” demikian dikutip dari Tasnim News pada Senin (9/3/2026).

Selepas wafatnya Ayatullah Agung Ali Khamenei, pimpinan dan sekretariat Dewan Ahli Kepemimpinan sempat beberapa kali merencanakan penyelenggaraan sidang untuk menentukan pengganti. Namun, karena pertimbangan keamanan, sidang-sidang tersebut sebelumnya dibatalkan.

“Akhirnya pada malam ini (17 Esfand 1404 kalender Iran), dengan tetap menjaga seluruh aspek hukum dan keamanan, sidang tatap muka berhasil diselenggarakan. Setelah pembahasan serius terakhir, dilakukan pemungutan suara,” demikian dilaporkan Tasnim News.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan khusus kepada pemimpin tertinggi yang baru terpilih tersebut. Ia menilai terpilihnya putra mendiang Ayatullah Ali Khamenei itu merupakan perwujudan kehendak rakyat Iran untuk memperkokoh persatuan nasional.

Menurutnya, persatuan tersebut telah menjadi benteng kokoh yang membuat bangsa Iran tetap teguh menghadapi berbagai tekanan dan konspirasi dari pihak luar.

“Pencapaian ayah syahid Anda yang agung dalam menjaga sistem negara dan mengangkat derajat revolusi telah menyediakan fondasi yang kuat bagi masa depan Iran,” katanya.

Dengan kepemimpinan Ayatullah Mojtaba, ia meyakini fondasi tersebut akan mengantarkan Iran menuju masa depan yang lebih cerah, ditandai dengan kemerdekaan yang berkelanjutan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan yang menyeluruh.

Ia menyebut visi tersebut diharapkan melahirkan kemajuan, keadilan sosial, serta kehormatan Iran di tingkat global melalui persatuan dan kebijaksanaan bangsa.

Menurut Pezeshkian, sepanjang sejarahnya Iran telah berulang kali menunjukkan kemampuan untuk bertahan menghadapi berbagai kesulitan. Dengan bersandar pada kebijaksanaan kolektif, iman, dan kerja keras, Iran mampu melewati berbagai fase sulit.

“Hari ini pun, dengan memanfaatkan kemampuan para intelektual dari berbagai pandangan, para pemuda yang berani, serta para pengelola negara yang tulus, Iran akan terus melangkah menuju kemajuan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berupaya menghadapi berbagai tekanan eksternal, termasuk konflik dan ketegangan geopolitik, dengan keteguhan rakyat serta kesiapan aparat negara.

Saat pengumuman berlangsung, sorak-sorai warga Iran terdengar menyambut pemimpin barunya.

Sebagaimana diketahui, Ayatullah Mojtaba merupakan putra Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi kedua Iran setelah Ayatullah Sayyid Ruhollah Khomeini. Ia lahir di Mashhad, Iran, sekitar 56 tahun lalu.

Sumber: https://nu.or.id/internasional/ayatullah-mojtaba-khamenei-terpilih-sebagai-pemimpin-tertinggi-iran-S8EDE

Categories
Berita

Santunan Dhuafa Lazawa Darul Hikam, Puluhan Warga Jember Terima Bingkisan Ramadan

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam menggelar kegiatan santunan dhuafa pada Minggu, 15 Maret 2026 di kantor Lazawa Darul Hikam yang berlokasi di Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 6 Mangli, Kaliwates, Jember. Kegiatan ini dihadiri 30 warga dhuafa dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember, di antaranya dari Kecamatan Ajung, Mangli, Sukorambi, dan daerah sekitarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Lazawa Darul Hikam Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Bendahara Bu Hj. Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H, Nazhir Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., serta sejumlah pengurus lainnya seperti Ustadz Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H,  Iklil Naufal, dan Arif Rahman. Hadir pula perwakilan donatur, Hj. Ratna Wahyuni, istri dari dr. H. M. Arief Heriawan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, tahlil, serta pembacaan Sholawat Nariyah yang diikuti seluruh jamaah. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan sebagai bagian dari syiar Ramadan dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan 1447 H, Lazawa Darul Hikam telah melaksanakan berbagai program sosial dan dakwah yang melibatkan masyarakat luas.

“Selama Ramadan ini, Lazawa Darul Hikam berusaha menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi umat, mulai dari dakwah Islam di Kanada, buka bersama mahasantri dari tanggal 1 hingga 20 Ramadan, santunan baju lebaran bagi anak yatim, hingga santunan dhuafa seperti hari ini,” ujar ustad Irwan yang juga Dosen UIN KHAS Jember.

Ustad Irwan juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kebahagiaan dan semangat baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kami, di bulan suci Ramadan ini Lazawa Darul Hikam dapat terus berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan serta menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ratna Wahyuni donatur Lazawa Darul Hikam juga turut membagikan zakat secara langsung kepada para dhuafa yang hadir sebesar Rp150 ribu untuk masing-masing penerima. Ia berpesan agar masyarakat tetap sabar dan kuat menghadapi berbagai kesulitan hidup.

“Saya senang dan bahagia bertemu dengan panjenengan semua. Semoga bantuan kecil ini bisa sedikit meringankan. Kita semua harus tetap sabar menghadapi segala situasi yang sulit. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberi kita kekuatan dan keberkahan dalam hidup,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar UIN KHAS Jember yang juga Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin mengingatkan pentingnya rasa syukur dalam menjalani kehidupan, khususnya bagi mereka yang bekerja keras di lapangan.

“Kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT. Banyak saudara kita yang bekerja di luar ruangan, di bawah terik matahari, di jalanan atau di lapangan, namun tetap sabar dan ikhlas menjalani kehidupan. Namun, dalam keadaan apapun kita harus berusaha dan bersegera melakukan kebaikan,” tuturnya menyampaikan pernyataan ibnu Athoillah al Iskandari dalam kitab hikam.

Selanjutnya, Prof Haris juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk turut berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui berbagai instrumen filantropi Islam.

“Bagi masyarakat yang diberi kelapangan rezeki, mari bersama-sama menghidupkan kesejahteraan umat melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Dari situlah keberkahan akan terus mengalir bagi kita semua. Kami berterima kasih pada Bu Hj. Ratna Wahyuni (ibu dr. Arif) yang telah hadir dan memberi sedikit uang kebahagiaan kepada bapak ibu sekalian. Juga donatur lain seperti Bapak H. Agus Lutfi,” pungkas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Kegiatan santunan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan kepada para dhuafa yang hadir, sebagai wujud kepedulian sosial Lazawa Darul Hikam kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Gabung Program THR Kemenag Jember, Lazawa Darul Hikam Ikut Salurkan Ratusan Paket Sembako

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam bergabung bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember dan sejumlah lembaga zakat lainnya dalam program Selaras Hangat Lintas Agama — Joyful Ramadan Indonesia Berdaya melalui kegiatan Tebar Harapan Ramadan (THR) yang digelar pada Kamis (12/3/2026).

Dalam program ini, Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam turut berpartisipasi dengan mengutus M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC selaku Nazhir, bersama Wildan Rofikil Anwar, S.H. Keduanya hadir bersama perwakilan lembaga lain seperti BAZNAS Kabupaten Jember, UPZ UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Nurul Hayat, LAZISNU, LAZISMU, Persada Jatim, AZKA Al Baitul Amin, YDSF, RIZKI, serta sejumlah lembaga amil zakat lainnya di Kabupaten Jember.

Kasi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kemenag Jember, Dr. Abdul Basid, menjelaskan bahwa program Tebar Harapan Ramadan dirancang sebagai gerakan sosial yang melibatkan berbagai lembaga zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kegiatan ini tidak sekadar seremoni Ramadan, tetapi merupakan gerakan nyata untuk meningkatkan kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyaluran bantuan berupa 356 paket bingkisan kepada para penerima manfaat. Paket tersebut terdiri dari 310 bantuan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Jember dan 46 paket dari berbagai Lembaga Amil Zakat, termasuk Lazawa Darul Hikam. Selain itu, zakat fitrah dari ASN Kemenag Jember juga disalurkan kepada para mustahiq sebanyak 746 paket.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Santoso, menyampaikan bahwa kolaborasi berbagai lembaga zakat seperti Lazawa Darul Hikam merupakan langkah penting dalam memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan.

“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mendorong umat Islam semakin dekat dengan ajaran agamanya, sehingga nilai-nilai spiritual tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa konsep Joyful Ramadan diharapkan mampu menghadirkan suasana ibadah yang penuh kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan harus menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menghadirkan kegiatan yang edukatif dan solutif bagi masyarakat,” tuturnya.

Nazhir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi yang baik antara lembaga zakat dan pemerintah dalam memperluas manfaat zakat kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kemenag Jember yang telah mengajak berbagai lembaga zakat untuk berkolaborasi dalam program Tebar Harapan Ramadan ini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dan memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ustad Irwan yang juga Dosen UIN KHAS Jember.

Keikutsertaan Lazawa Darul Hikam dalam program ini menunjukkan komitmen lembaga tersebut untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25

Jakarta, NU Online 

Lailatul Qadar pada Ramadhan 1447 H ini, menurut Imam Ghazali, akan terjadi pada malam ke-25, yakni Sabtu (14/3/2026) malam Ahad. Hal ini mengingat awal Ramadhan 1447 H dimulai pada Kamis (19/2/2026).

Mengutip kitab I’anatut Thalibin, Ustadz Yusuf Suharto menjelaskan bahwa Imam Ghazali memiliki kaidah khusus peristiwa malam lailatul qadar bergantung hari pada awal Ramadhan. Hal demikian sebagaimana diuraikan dalam artikelnya berjudul Kaidah Menandai Lailatul Qadar Menurut Al-Ghazali yang dikutip NU Online pada Selasa (10/3/2026).

Berikut rincian kedatangan lailatul qadar berdasarkan hari awal Ramadhan menurut Imam Ghazali.  

  • Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29;
  • Jika awal Ramadhan hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21;
  • Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27;
  • Jika awal Ramadhan hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25; dan
  • Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.

Imam Abul Hasan asy-Syadzili mengikuti panduan yang disampaikan Imam Ghazali ini. Karenanya, kaidah tersebut dinilai cukup representatif.

“Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut,” demikian komentar Imam asy-Syadzili.

Sebagaimana diketahui, baik Pemerintah melalui Kementerian Agama ataupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah PBNU mengikhbarkan bahwa awal Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Artinya, jika mengacu panduan Imam Ghazali di atas, maka malam Lailatul Qadar Ramadhan tahun 1447 H ini akan jatuh pada malam ke-25, yakni tepatnya pada Sabtu malam Ahad, tanggal 14 Maret 2026 M. 

Meski demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai sebuah kepastian. Pasalnya, Lailatul Qadar bisa terjadi pada tanggal berapa saja sesuai kehendak Allah swt. Pun pandangan ulama juga beragam mengenai peristiwa tersebut.

Oleh karena itu, Ustadz Yusuf Suharto menyarankan agar senantiasa mencari lailatul qadar di malam-malam Ramadhan, khususnya di tanggal ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Sebagaimana diketahui, Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang paling dinanti seluruh umat Muslim. Pasalnya, pada malam tersebut, Allah menjanjikan ampunan dan keberkahan yang sangat besar bagi hamba-hamba yang menemuinya. Namun, kedatangan malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan itu tidak bisa diprediksi ketepatannya seratus persen.

Sumber: https://nu.or.id/nasional/menurut-imam-ghazali-lailatul-qadar-ramadhan-1447-h-akan-jatuh-pada-malam-ke-25-LriTW

Categories
Berita

Haru dan Bahagia, Lazawa Darul Hikam Kembali Ajak Yatim Belanja Baju Lebaran di Jember Roxy Square

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam menggelar kegiatan santunan baju Lebaran dan buka bersama anak yatim pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anak yatim yang diajak langsung memilih baju Lebaran di pusat perbelanjaan Jember Roxy Square, salah satu mal terbesar di Kabupaten Jember.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Putri, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H menyampaikan, sejak sore hari anak-anak yatim diajak berkeliling mal untuk memilih sendiri pakaian yang akan mereka kenakan saat Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini dilakukan agar mereka dapat merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran seperti anak-anak lainnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak yatim juga merasakan kebahagiaan yang sama saat menyambut Lebaran. Mereka bisa memilih sendiri baju yang mereka sukai, sehingga momen ini menjadi kenangan yang menyenangkan bagi mereka,” ujar Ibu Nyai Robi yang juga Wakil Ketua Fatayat NU Jember.

Setelah agenda belanja selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk para donatur dan keselamatan bangsa serta buka bersama anak yatim yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra Ajung Jember. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penutupan kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H, CWC, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian sejumlah program sosial selama bulan Ramadan.

“Selain kegiatan santunan baju Lebaran Yatim, Lazawa Darul Hikam juga mengadakan buka bersama dengan seluruh mahasantri Darul Hikam sejak tanggal 1 sampai 20 Ramadan, serta menyalurkan santunan kepada kaum dhuafa,” ujar Ust. Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Ust. Irwan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang bergabung dalam program kegiatan ini. Ia menilai dukungan para donatur menjadi kunci terselenggaranya kegiatan berbagi kebahagiaan bagi anak-anak yatim tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, sedekah dan wakafnya melalui Lazawa Darul Hikam. Berkat dukungan dan kepedulian para donatur, kegiatan santunan baju Lebaran dan buka bersama anak yatim ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ust. Irwan alumni Pasca Sarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC juga memberikan pesan kepada anak-anak yatim yang hadir. Ia menegaskan bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga masa depannya.

“Adik-adik yatim ini adalah generasi penerus bangsa. Karena itu mereka harus dijaga dan diarahkan dengan baik. Yang paling penting adalah menghindari lingkungan yang tidak baik, karena lingkungan sangat mempengaruhi masa depan seseorang,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya sekadar santunan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan antara pesantren dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak. Selain berbagi dengan anak-anak yatim, kegiatan ini juga menjadi penutup pembelajaran di pesantren sebelum para maha santri PP Darul Hikam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” tambah Prof. Haris yang juga baru datang dari Safari Ramadlan di Negara Kanada 16 Pebruari-3 Maret 2026.

Kegiatan santunan dan buka bersama ini berlangsung dengan penuh kehangatan. Anak-anak yatim tampak bahagia dapat memilih baju Lebaran mereka sendiri sekaligus berkumpul bersama para mahasantri, pengurus dan keluarga besar Darul Hikam dalam suasana kebersamaan di bulan Ramadan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Pengajian Syiar Montreal Kanada, Prof. Haris Bagikan Trik Jaga Keimanan di Negeri Multikulturalisme

Montreal Kanada, 5 Maret 2026
Hidup di tengah negara multikulturalisme saperti Kanada tidak mudah. Di tengah orientasi untuk hidup berdampingan (life together) dengan pemeluk agama lain, umat Islam harus memiliki keimanan yang kuat alias teguh pendirian. Kanada adalah negara multi kultural dengan jumlah imigran dari berbagai belahan dunia. Belum lagi tantangan keterbatasan dalam menjalankan ibadah di tengah negara Kanada dengan penduduk 41 juta orang tersebut.

Oleh karenanya, Pengajian Syiar Montreal mengambil tema “ Menjaga Keimanan di Tengah Kebebasan Fiqih Minoritas Muslim dalam Masyarakat Yang Toleran” dengan mengundang Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA, CWC pada Minggu, 1 Maret 2026 jam 16.30 sd 18.00 Waktu Kanada. Pengajian diselenggarakan di rumah Bapak Lilik, 20 Rue Oslo Dollard-des-Ormeaux QC H9A 2H5 Montreal Kanada. Hadir pada kesempatan itu, KH. Sigit Afriyanto (Wakil Rois Syuriyah PCI NU AS-Kanada), Faridudin Athar, Ph.D (Ketua Pengajian Syiar Montreal), dan seratus orang jamaah pengajian tersebut, diantaranya para mualaf di kota Montreal tersebut. Pengajian ini merukan kelanjutan dari pengajian sebelumnya di rumah KH. Sigit Afrianto di 4959 Rue Bastien Pirrefonds QC H8z 3J9 Montreal Kanada.

Sebagai seorang muslim di Kanada, Prof. Haris menyampaikan bagaimana tantangan tersebut. “Saya memahami karena alhamdulillah saya sudah keliling 23 negara dunia. Tentu tidak mudah menjalankan ibadah dengan fasilitas terbatas, cuaca ekstrem, dan sebagainya, maka tentu ini butuh effort yang luar biasa dari seorang muslim khususnya di Kanada,” ujar Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Tantangan lain adalah menjaga keimanan di tengah-tengah ritme hidup di Kanada yang lebih banyak menghabiskan hari-hari untuk bekerja membangun negara Kanada. “Regulasi di Propinsi Quebac misalnya tidak membolehkan semua orang untuk ibadah di kantor dan sekolah. Tentu ini sangat merepotkan bagi muslim di propinsi ini. Tapi, insyaallah Islam punya solusinya. Bapak ibu bisa sholat lihurmatil wakti –apa adanya meski tidak suci dan tidak dapat sholat berdiri, namun nanti diganti ketika berada di rumah. Dan yang lebih penting, tidak berdosa karena memang tidak memungkinkan untuk sholat”, ujar Prof Haris yang juga Dewan Pakar Pengurus Besar IKA PMII.

Lebih lanjut, Prof. Haris mengajukan trik bagaimana menjaga keimanan di tengah negara multi kulturalisme Kanada. Setidaknya beberapa hal untuk penguatan keimanan. Pertama, dengan berdzikir pada Allah Swt. “ jaddiduu imanakum biqauli la ila halla illah. Perbarui imanmu dengan dzikir la ila ha illaha. Insyaallah dengan dzikir ini secara istiqamah, iman kita akan teguh dan terus terjaga, “ tegas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut.

Kedua, lanjut Prof. Haris, bertemu dengan habitus yang mendekatkan diri pada Allah. Prof. Haris menukil perkataan Ibnu Athailah dalam Master Piece-nya, Kitab Hikam. “La tashab man la yunhiduka haluhu wala yadullaka ‘allaahi maqaaluhu. Jangan kau berteman pada orang yang perkataan dan perbuatannya tidak dapat mendekatkan diri pada Allah Swt. Kalau bahasa perguruan tinggi, ada teori habitus. Kita ini tergantung komunitasnya. Iman akan kuat kalau habitus-nya yang mendukung seperti habitus dalam Pengajian Syiar Montreal tersebut,” kata Prof. Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat 2025-2043 tersebut.

Ketiga, lanjut Prof haris, iman kita akan kuat jika selalu menjalankan ajaran Islam dengan baik. “Kalau kita selalu praktik ajaran Islam, insyaallah iman kita akan semakin kuat. Sebaliknya, kalau tidak praktik, maka iman juga akan semakin melemah, Karena iman itu yaziidu wa yanqusu. Iman itu naik turun ,” terang Prof. Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember masa bakti 2019-2023 tersebut.

Keempat, minta pertolongan pada Allah Swt. “Kita ini siapa. Kita ini tidak punya kekuatan. Oleh karenanya, maka jangan bosan-bosan untuk minta pertolongan pada Allah Swt agar Allah menjaga keimanan kita. Allah Swt. insyallah akan melindungi kita semua, “ urai Prof. Haris di hadapan jamaah Pengajian Syiar Montreal tersebut.

Acara pengajian dilanjutkan dengan doa khataman al-Qur’an dan buka bersama serta sholat ghaib atas kurban meninggal dunia perang di Iran dan Palestina hari-hari ini. Acara selanjutnya jamaah sholat Isya dan tarawih di rumah Pak Lilik tersebut. ***

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali