Categories
Berita

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Malang, Prof Haris: Masyarakat Jangan Main Hakim Sendiri

Malang – Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menyayangkan aksi penyegelan terhadap tiga pondok pesantren di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, menyusul kasus dugaan kekerasan seksual yang menjerat pengasuh pesantren setempat.

Menurutnya, dugaan tindak pidana kekerasan seksual harus diproses secara serius dan tidak boleh ditoleransi. Namun, masyarakat tidak dibenarkan mengambil alih peran aparat penegak hukum dengan melakukan tindakan yang melampaui kewenangannya.

“Kalau hanya sekadar melaporkan ke polisi atau mendampingi proses hukum, silakan. Tetapi kalau kemudian berposisi sebagai penegak hukum, itu tidak benar dan tidak boleh, karena kita ini negara hukum,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa proses penegakan hukum merupakan kewenangan aparat kepolisian. Karena itu, semua pihak diminta memberikan ruang kepada Polri untuk bekerja secara profesional, cepat, dan adil dalam mengusut kasus tersebut.

“Yang berposisi sebagai penegak hukum adalah aparat kepolisian. Jadi, biarlah proses hukum diserahkan kepada pihak yang mempunyai wewenang, yaitu aparat kepolisian, untuk memproses dengan secepatnya dan seadil-adilnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi aksi penyegelan tiga pondok pesantren di Dusun Krajan, Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sejak Sabtu (13/6/2026) malam, gerbang ketiga pesantren tersebut tertutup rapat dan dipasangi spanduk bertuliskan, “PONDOK PESANTREN INI DISEGEL/DITUTUP YAKUZA MANEGES (atas dukungan warga).”

Penyegelan dilakukan setelah pengasuh ketiga pesantren dilaporkan ke Polres Malang atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap santriwati. Akibat peristiwa tersebut, aktivitas belajar mengajar di lingkungan pesantren terhenti.

Data sementara menyebutkan, salah satu pondok putri menampung sekitar 27 santriwati. Dengan adanya tiga pesantren yang berada dalam satu kawasan desa, jumlah santri yang terdampak diperkirakan lebih dari 27 orang.

Prof. Haris yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara tuntas dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban serta menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Kita semua tentu mendukung penegakan hukum dan perlindungan terhadap korban. Namun, semuanya harus dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku agar keadilan benar-benar dapat ditegakkan,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Tebar Manfaat Lebih Luas, Lazawa Darul Hikam Laksanakan Kurban Idul Adha 1447 H

Jember — Suasana kebersamaan dan semangat berbagi mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang digelar Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam bersama Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan rutin tahunan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra Ajung sebagai bagian dari syiar Idul Adha sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

Pada Idul Adha tahun ini, Lazawa Darul Hikam dan YPI Darul Hikam menyembelih 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar, kaum dhuafa, dan pihak-pihak yang berhak menerima agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC, menyampaikan, ibadah kurban merupakan bentuk pengorbanan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah Swt.

“Bagi shohibul kurban, ini adalah bentuk pengorbanan dan keikhlasan kepada Allah Swt. Bukti bahwa cinta tertinggi adalah kepada Allah, bukan kepada harta benda. Maka berkurbanlah dengan hewan dan hartanya sebagai bukti lebih cinta kepada Allah, tunduk dan patuh kepada Allah, serta ikhlas karena Allah,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Menurutnya, ibadah kurban juga memiliki nilai sosial yang besar karena mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian antar sesama.

“Bagi penerima kurban, kegiatan ini dapat meningkatkan solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tambah Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut.

Prof. Haris berharap program kurban Lazawa Darul Hikam terus berkembang dan menjangkau wilayah yang lebih luas pada masa mendatang.

“Kami berharap ke depan lebih banyak lagi yang berkurban dan distribusinya dapat menjangkau Jember, Jawa Timur hingga luar Jawa, bahkan ke luar negeri seperti tahun-tahun lalu,” ungkap Prof Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.

Sementara itu, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, menyampaikan terima kasih kepada seluruh shohibul kurban yang telah mempercayakan penyaluran kurbannya melalui Lazawa Darul Hikam.

“Semoga kurban yang ditunaikan diterima Allah Swt., membawa keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki bagi para shohibul kurban,” tuturnya.

Kegiatan penyembelihan berlangsung tertib dan penuh gotong royong. Panitia, santri, pengurus yayasan, dan masyarakat sekitar tampak antusias membantu proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Momentum Idul Adha ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Komisi Pesantren MUI Dorong Digitalisasi Perpustakaan dan Manuskrip Pesantren

Jakarta, MUI Digital — Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pesantren di Indonesia untuk mulai mengembangkan sistem digitalisasi perpustakaan hingga manuskrip karya ulama Nusantara sebagai bagian dari penguatan tradisi keilmuan pesantren di era modern.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Prof M Noor Harisudin, dalam pemaparannya bertajuk “Dari Perpustakaan Digital Hingga Digitalisasi Manuskrip Pesantren” pada kegiatan Short Course Kurikulum Pesantren di Aula Buya Hamka, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Prof Haris, pesantren perlu mulai melakukan transformasi digital agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan Islam.

“Pesantren-pesantren yang sudah berkembang perlu mulai meng-upgrade inovasi pembelajarannya melalui digitalisasi, baik dalam sistem pembelajaran maupun pengelolaan perpustakaan,” ujarnya.

Dia menjelaskan digitalisasi pesantren tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan manajemen pendidikan, tetapi juga pengembangan perpustakaan digital berbasis kitab kuning dan literatur pesantren.

“Pesantren perlu memiliki e-library berbasis pesantren, sehingga karya-karya ulama dapat diakses melalui e-book maupun jurnal digital,” katanya.

Selain itu, Prof Haris juga menyoroti pentingnya digitalisasi manuskrip ulama Nusantara yang selama ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Ada manuskrip ulama Nusantara yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Karya-karya itu perlu dilestarikan melalui digitalisasi agar tetap menjadi sumber belajar generasi mendatang,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan pesantren dari para ulama terdahulu hingga generasi masa depan.

Dia  berharap pesantren di Indonesia mampu terus berkembang dan sejajar dengan lembaga pendidikan lain di tingkat global, tanpa kehilangan identitas dan tradisi khas pesantren.

Sumber : https://mui.or.id/public/baca/berita/komisi-pesantren-mui-dorong-digitalisasi-perpustakaan-dan-manuskrip-pesantren

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Kolaborasi Lazawa Darul Hikam, Polije, dan Masjid Al Muhajirin Latih Juru Sembelih Kurban

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam bersama Yayasan Masjid Al Muhajirin dan Politeknik Negeri Jember menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban secara syar’i pada Rabu, 20 Mei 2026. Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung dengan mendatangkan satu ekor sapi sebagai media pelatihan bagi para peserta.

Peserta kegiatan merupakan para takmir masjid dan juru sembelih dari sejumlah wilayah di Kabupaten Jember yang dipersiapkan untuk menghadapi pelaksanaan Idul Adha mendatang. Puluhan pengurus takmir dan panitia kurban mendengar dengan atunsias.

Ketua Yayasan Masjid Al Muhajirin, Prof. Dr. Hadi Prayitno, M.Kes., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan wawasan sekaligus keterampilan peserta dalam penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.

“Pelatihan ini kami selenggarakan agar para takmir dan juru sembelih memiliki pemahaman yang benar tentang tata cara penyembelihan hewan kurban. Jadi tidak hanya teori, tetapi juga ada praktik langsung agar peserta benar-benar siap diterapkan di masjid masing-masing,” ujarnya.

Prof. Hadi juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi kedua bersama Lazawa Darul Hikam. Sebelumnya, kedua pihak juga telah menggelar program Musemma (Muslim Sehat Masjid Makmur).

“Kami melihat Lazawa Darul Hikam memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan umat melalui masjid. Karena itu kami senang bisa kembali berkolaborasi dalam kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” tambah Prof Hadi yang juga Guru Besar Universitas Jember.

Sementara, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Abdul Badid, S.Pd.I., M.Pd.I selaku penyelenggara zakat dan wakaf Kemenag Jember, menegaskan bahwa Kemenag hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti konsultasi terkait akta wakaf masjid dan yayasan.

“Kami siap membantu masyarakat secara gratis. Jika ada masjid atau yayasan yang membutuhkan konsultasi akta wakaf, silakan datang ke Kemenag atau KUA terdekat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi pelatihan penyembelihan kurban tersebut karena dinilai sangat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar pelaksanaan kurban benar-benar sesuai syariat dan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menjelaskan bahwa tahun ini Lazawa Darul Hikam tidak hanya fokus pada penyembelihan hewan kurban, tetapi juga peningkatan kapasitas para takmir dan juru sembelih.

“Kami ingin para takmir masjid tidak hanya mampu menyembelih, tetapi juga memahami fiqih kurban dan tata cara penyembelihan yang benar sesuai syariat,” kata Irwan yang juga Dosen UIN KHAS Jember.

Ia menambahkan, Lazawa Darul Hikam juga memiliki berbagai program pemberdayaan masjid lainnya, seperti Musemma (Muslim Sehat Masjid Makmur berupa cek kesehatan gratis dan konsultasi kesehatan bagi jamaah yang telah dilaksanakan di beberapa masjid di Jember seperti di Masjid Al Muhajirin, Masjid Roudhotul  Muchlisin dan Masjid As- Salam.

Selain itu, terdapat program wakaf kursi sholat yang telah berjalan di Jember, Bondowoso, Kediri, Lumajang, hingga Bangkalan, serta program umrah gratis bagi marbot masjid.

“Melalui kegiatan seperti ini kami juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan umat yang dijalankan Lazawa Darul Hikam,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Dari Teori ke Praktik, Lazawa Darul Hikam Hadirkan Sapi untuk Simulasi Penyembelihan Syar’i

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jember dan Yayasan Masjid Al Muhajirin Perum Gunung Batu Jember menggelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Secara Syar’i pada Rabu, 20 Mei 2026 di Masjid Al Muhajirin Jember. Kegiatan ini diikuti para takmir masjid dan juru sembelih dari berbagai daerah di Kabupaten Jember.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. yang menjadi narasumber utama menjelaskan pentingnya memahami fiqih kurban agar ibadah kurban berjalan sesuai aturan syariat.

“Berkurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga menjalankan syariat secara benar. Mulai dari kriteria hewan kurban, waktu penyembelihan, distribusi daging, hingga larangan memperjualbelikan bagian dari hewan kurban harus dipahami dengan baik,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia juga mengingatkan kembali tentang empat jenis hewan yang tidak sah dijadikan hewan kurban, yakni hewan yang jelas-jelas buta, sakit, pincang, serta kurus dan tidak memiliki lemak.

“Islam mengajarkan agar hewan kurban yang dipersembahkan adalah hewan terbaik dan layak. Karena itu, kondisi fisik hewan harus benar-benar diperhatikan,” tambah Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Sementara itu, Guru Besar Politeknik Negeri Jember, Prof. Dr. Ir. Ujang Suryadi, M.P., IPM, mengingatkan pentingnya memperlakukan hewan kurban secara ihsan atau penuh kasih sayang.

“Jangan sampai kita beribadah kurban tetapi justru melakukan dosa dengan menyiksa hewan. Hewan harus diperlakukan dengan baik, tidak dipukul, tidak ditakut-takuti, dan tidak disakiti sebelum disembelih,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan beberapa hal penting dalam penanganan sapi sebelum penyembelihan.

“Penanganan harus cepat dan tepat, tetapi tetap tenang. Jangan membuat kesalahan yang menyakiti ternak dan jangan menuntun sapi ke lorong yang sempit karena itu bisa membuat hewan stres,” ujarnya.

Selain itu, dokter hewan sekaligus juru sembelih halal, Dr. drh. Aan Awaludin, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki standar ketat terkait penyembelih halal.

“Penyembelih harus benar-benar seorang Muslim yang menjalankan syariat Islam dengan baik, termasuk menjaga sholat dan akhlaknya,” jelas Dr. drh. Aan yang juga Dosen Politeknik Negeri Jember.

Ia juga menekankan pentingnya kebersihan dan ketajaman alat sembelih. Dr Aan mengaku, bahwa ia justru dapat ilmu ini dari Belanda, bukan dari Indonesia. Meski Dr Aan adalah juru sembelih halal yang bersertifikat.

“Pisau yang digunakan harus tajam dan suci. Salah satu caranya dengan merendam pisau ke air panas sebelum digunakan kembali agar kebersihan dan kesuciannya tetap terjaga,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi praktik penyembelihan hewan kurban secara syar’i yang disambut antusias oleh seluruh peserta di halaman belakang Masjid al-Muhajiri yang luas.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Salurkan Beasiswa Santri Perdana di Majelis Taklim Padang Ati

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam kembali menghadirkan program sosial dan pendidikan melalui santunan dhuafa serta pemberian beasiswa santri dalam kegiatan Majelis Taklim Padang Ati yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 di aula Pondok Pesantren Darul Hikam Putra.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan tahlil dan doa khataman Al-Qur’an yang dipimpin langsung Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Putri. Sehari sebelumnya, para mahasantri Darul Hikam telah menyelesaikan khataman Al-Qur’an 30 juz sebagai rangkaian spiritual menjelang acara utama.

Dalam kesempatan tersebut, Nazhir Lazawa Darul Hikam Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H, CWC. menyampaikan bahwa tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya Lazawa Darul Hikam mampu memberikan beasiswa kepada empat santri.

“Alhamdulillah, tahun ini menjadi sejarah baru bagi Lazawa Darul Hikam karena untuk pertama kalinya kami bisa memberikan beasiswa kepada empat santri. Ini adalah amanah besar dari para donatur yang harus kami jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap program beasiswa tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.

“Kami berharap ke depan Lazawa Darul Hikam bisa terus tumbuh dan menghadirkan lebih banyak manfaat, baik melalui beasiswa pendidikan maupun program sosial lainnya untuk umat,” tambah Ustad Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selain pemberian beasiswa, Lazawa Darul Hikam juga menyalurkan santunan kepada delapan warga dhuafa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ustadz Irwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan donatur yang selama ini terus berjuang menjalankan amanah sosial.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan donatur yang terus istiqamah berjuang bersama untuk umat. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam sekaligus Ketua Majelis Taklim Padang Ati, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menyampaikan tausiyah tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal.

“Tiada amal yang paling diharapkan diterima Allah selain amal yang lenyap dari pandangan kita dan yang kita anggap sepele,” tutur Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur.

Prof. Haris mencontohkan kisah ulama besar Imam Al-Ghazali yang dikenal memiliki karya monumental seperti Ihya Ulum al-Din. Menurutnya, secara logika manusia, karya besar yang dipelajari selama ratusan tahun itu tampak menjadi amal terbesar yang mengantarkan Imam Al-Ghazali menuju surga.

Lebih lanjut, Prof. Haris menceritakan sebuah kisah hikmah bahwa setelah Imam Al-Ghazali wafat, seseorang bermimpi bertemu beliau dan bertanya tentang amal yang membawanya mendapatkan kenikmatan di alam akhirat.

“Dalam mimpi itu, Imam Al-Ghazali justru mengatakan bahwa beliau mendapatkan kenikmatan bukan karena karya besarnya, tetapi karena amal kecil yang tampak sepele, yakni membiarkan seekor lalat meminum tintanya. Dari kisah ini kita belajar bahwa jangan pernah meremehkan amal kecil yang dilakukan dengan tulus,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta, yang terdiri dari para pengurus yayasan, pengurus Lazawa Darul Hikam, tokoh masyarakat, dosen, dan mahasantri PP. Darul Hikam.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Bersama 900 Penerima Manfaat, Lazawa Darul Hikam Gelar Buka Bersama Ramadan di Pesantren

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam kembali menghadirkan program sosial penuh manfaat selama Ramadan 1447 H dengan menggelar buka bersama bagi mahasantri Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember. Kegiatan ini berlangsung sejak 1 hingga 20 Ramadan 1447 H dengan jumlah peserta sekitar puluhan mahasantri setiap harinya yang terdari dari santri putra dan putri.

Selama 20 hari pelaksanaan, program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 900 penerima manfaat dari kalangan mahasantri yang sedang menempuh pendidikan sambil mondok di Darul Hikam. Kegiatan buka bersama ini menjadi bentuk kepedulian Lazawa Darul Hikam dalam mendukung kebutuhan santri dan mahasiswa selama menjalani ibadah puasa.

Pengasuh PP. Darul Hikam Putri, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, MHI menyampaikan bahwa program ini merupakan ikhtiar menghadirkan kebahagiaan sekaligus membantu para mahasantri agar lebih fokus belajar dan beribadah selama Ramadan.

“Alhamdulillah, program buka bersama ini dapat berjalan dengan baik. Kami ingin para mahasantri merasakan kebersamaan, keberkahan Ramadan, dan terbantu kebutuhan berbukanya sehingga bisa lebih semangat belajar serta beribadah,” ujarnya.

Ia juga berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan dukungan para donatur dan masyarakat.

“Semoga semakin banyak pihak yang ikut berkontribusi dalam program-program kebaikan seperti ini, karena manfaatnya benar-benar dirasakan para santri,” tambahnya.

Sementara itu, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, menjelaskan bahwa program buka bersama menjadi bagian dari komitmen Lazawa dalam menyalurkan amanah donatur kepada sektor pendidikan dan pemberdayaan umat.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk berbagi. Karena itu, Lazawa Darul Hikam berusaha menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, salah satunya buka bersama mahasantri ini,” jelas Ustadz Irwan.

Menurutnya, keberadaan mahasantri sebagai generasi penerus bangsa perlu mendapatkan perhatian dan dukungan agar terus berkembang secara akademik maupun spiritual.

Salah satu mahasantri Darul Hikam, Leigar Al Faris, mengaku bersyukur atas adanya program tersebut.

“Program ini sangat membantu kami, terutama mahasiswa rantau. Selain bisa berbuka bersama, suasananya juga menambah semangat dan kebersamaan antar mahasantri,” katanya.

Program buka bersama ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menebar manfaat, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Jember Kembali Santuni Dhuafa

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam kembali menyalurkan santunan kepada masyarakat dhuafa pada Kamis, 16 April 2026 di Masjid Al Baitul Amin. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 penerima manfaat menerima bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial dan pemberdayaan umat.

Hadir dalam kesempatan itu Bendahara Lazawa Darul Hikam Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H. Nazhir Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H, CWC. serta pengurus lainnya yakni Achmad Muthiurrahman, S.H dan Arif Rahman. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri para penerima manfaat serta jamaah sekitar.

Acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Al-Waqi’ah, dilanjutkan doa bersama untuk para donatur yang telah menitipkan sebagian rezekinya melalui Lazawa Darul Hikam, serta doa untuk keselamatan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Ustadz Irwan menyampaikan bahwa Lazawa Darul Hikam terus berkomitmen menghadirkan program-program sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kalangan yang membutuhkan.

“Lazawa Darul Hikam berusaha istiqamah menjalankan amanah para donatur melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah. Kami ingin kehadiran lembaga ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ustadz Irwan yang juga dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Ia menjelaskan, kegiatan santunan kali ini merupakan lanjutan dari program santunan dhuafa yang telah dilaksanakan pada bulan Ramadan lalu dengan penerima manfaat sebanyak 30 orang.

“Pada Ramadan kemarin kami telah menyalurkan santunan kepada 30 dhuafa di beberapa wilayah Jember. Hari ini kami melanjutkan ikhtiar tersebut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari amanah para donatur,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan berbagi harus terus dijaga sebagai budaya kebaikan di tengah masyarakat.

“Berbagi kepada sesama bukan akan mengurangi rezeki, justru menjadi jalan datangnya keberkahan. Kami berharap bantuan ini membawa manfaat dan menghadirkan kebahagiaan bagi bapak ibu semua,” tutur Ibu Nyai Robi yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Putri Mangli Kaliwates Jember.

Ia juga mendoakan para donatur yang telah mendukung kegiatan sosial Lazawa Darul Hikam.

“Semoga para donatur senantiasa diberikan kesehatan, keluasan rezeki, dan dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda,” ujarnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada 10 dhuafa secara langsung. Para penerima manfaat tampak bersyukur dan mendoakan agar seluruh pengurus serta donatur Lazawa Darul Hikam senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan amanah sosial.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Direktur Womester Desak PBB Sanksi Tegas Dalang Pembunuhan Tiga Pasukan Perdamaian TNI

Jember – Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, mengecam keras pembunuhan terhadap tiga personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ia menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional sekaligus bentuk pengabaian terhadap otoritas lembaga global.

“Pembunuhan pasukan perdamaian PBB, khususnya tiga anggota TNI, adalah tindakan yang sangat keterlaluan. Jika pasukan PBB saja diserang, itu berarti ada pihak yang mengabaikan PBB dan juga mengabaikan masyarakat dunia,” tegas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu mendesak PBB untuk segera bersikap tegas dengan mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Menurutnya, transparansi sangat penting untuk menjaga kredibilitas lembaga internasional.

“PBB tidak boleh diam. Harus ada ketegasan untuk menyebut siapa dalang di balik pembunuhan ini agar dunia tidak kehilangan kepercayaan,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP. APHTN-HAN.

Lebih lanjut, Prof. Haris juga mendorong agar PBB menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang terbukti terlibat, termasuk jika berkaitan dengan negara tertentu.

“Jika terbukti ada keterlibatan negara, maka PBB harus berani menjatuhkan sanksi. Tidak boleh ada impunitas dalam kasus sebesar ini,” kata Prof Haris yang Direktur Lazawa Darul Hikam.

Ia juga mendesak agar kasus tersebut dibawa ke Mahkamah Internasional guna memastikan proses hukum yang adil dan transparan.

“Kita harus mendorong agar kasus ini diproses di Mahkamah Internasional agar keadilan benar-benar ditegakkan,” jelasnya.

Selain itu, Prof. Haris mengajak masyarakat dunia untuk memberikan tekanan moral dan diplomatik terhadap pihak-pihak yang dinilai melanggar hukum internasional.

“Masyarakat dunia perlu bersatu untuk memberi tekanan dan sikap tegas secara politik dan diplomatik terhadap negara-negara yang bertindak sewenang-wenang dalam geopolitik global,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Ayatullah Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Jakarta, NU Online Ayatullah Sayyid Mojtaba Hossein Khamenei resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran pada Ahad (8/3/2026). Keputusan tersebut disepakati dalam rapat Dewan Ahli Kepemimpinan yang dihadiri mayoritas anggotanya secara tatap muka di Qom, Iran.

“Setelah pembahasan dan diskusi yang lengkap, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei diumumkan, dengan dukungan dan suara mayoritas yang tegas, sebagai Pemimpin Ketiga Revolusi Islam Iran,” demikian dikutip dari Tasnim News pada Senin (9/3/2026).

Selepas wafatnya Ayatullah Agung Ali Khamenei, pimpinan dan sekretariat Dewan Ahli Kepemimpinan sempat beberapa kali merencanakan penyelenggaraan sidang untuk menentukan pengganti. Namun, karena pertimbangan keamanan, sidang-sidang tersebut sebelumnya dibatalkan.

“Akhirnya pada malam ini (17 Esfand 1404 kalender Iran), dengan tetap menjaga seluruh aspek hukum dan keamanan, sidang tatap muka berhasil diselenggarakan. Setelah pembahasan serius terakhir, dilakukan pemungutan suara,” demikian dilaporkan Tasnim News.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan khusus kepada pemimpin tertinggi yang baru terpilih tersebut. Ia menilai terpilihnya putra mendiang Ayatullah Ali Khamenei itu merupakan perwujudan kehendak rakyat Iran untuk memperkokoh persatuan nasional.

Menurutnya, persatuan tersebut telah menjadi benteng kokoh yang membuat bangsa Iran tetap teguh menghadapi berbagai tekanan dan konspirasi dari pihak luar.

“Pencapaian ayah syahid Anda yang agung dalam menjaga sistem negara dan mengangkat derajat revolusi telah menyediakan fondasi yang kuat bagi masa depan Iran,” katanya.

Dengan kepemimpinan Ayatullah Mojtaba, ia meyakini fondasi tersebut akan mengantarkan Iran menuju masa depan yang lebih cerah, ditandai dengan kemerdekaan yang berkelanjutan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan yang menyeluruh.

Ia menyebut visi tersebut diharapkan melahirkan kemajuan, keadilan sosial, serta kehormatan Iran di tingkat global melalui persatuan dan kebijaksanaan bangsa.

Menurut Pezeshkian, sepanjang sejarahnya Iran telah berulang kali menunjukkan kemampuan untuk bertahan menghadapi berbagai kesulitan. Dengan bersandar pada kebijaksanaan kolektif, iman, dan kerja keras, Iran mampu melewati berbagai fase sulit.

“Hari ini pun, dengan memanfaatkan kemampuan para intelektual dari berbagai pandangan, para pemuda yang berani, serta para pengelola negara yang tulus, Iran akan terus melangkah menuju kemajuan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berupaya menghadapi berbagai tekanan eksternal, termasuk konflik dan ketegangan geopolitik, dengan keteguhan rakyat serta kesiapan aparat negara.

Saat pengumuman berlangsung, sorak-sorai warga Iran terdengar menyambut pemimpin barunya.

Sebagaimana diketahui, Ayatullah Mojtaba merupakan putra Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi kedua Iran setelah Ayatullah Sayyid Ruhollah Khomeini. Ia lahir di Mashhad, Iran, sekitar 56 tahun lalu.

Sumber: https://nu.or.id/internasional/ayatullah-mojtaba-khamenei-terpilih-sebagai-pemimpin-tertinggi-iran-S8EDE