Categories
Berita

Womester Jajaki Kolaborasi dengan KJRI Jeddah, Siapkan Seminar Internasional Libatkan Tokoh Dunia Islam

Jeddah – World Moslem Studies Center (Womester) melakukan kunjungan silaturahmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 10.00 – 11.00 waktu setempat. Kunjungan ini bertujuan membangun sinergi dan menjajaki berbagai bentuk kerja sama antara Womester dengan KJRI Jeddah maupun KBRI Riyadh, khususnya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengembangan kajian Islam internasional.

Delegasi Womester dipimpin langsung oleh Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, didampingi Ustaz Muhammad Choirur Rizqi, mahasiswa Universitas Ummul Qura Makkah, serta Abu Yusuf dari Sudan. Rombongan diterima oleh Ibu Any Muryani (Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya-2) dan Dwi Akbar Santoso (Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya-3) dari KJRI Jeddah.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kolaborasi yang dapat diwujudkan dalam waktu dekat. Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah rencana penyelenggaraan seminar internasional yang akan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan ulama Indonesia yang memiliki rekam jejak di dunia internasional.

Direktur Womester, Prof. Haris, menjelaskan bahwa seminar tersebut direncanakan berlangsung dalam waktu satu tahun ke depan. Kegiatan ini akan melibatkan mahasiswa dan pelajar Indonesia yang berada di Makkah, Madinah, Thaif, dan Jeddah, serta peserta dari beberapa negara lain.

“Kami ingin menghadirkan forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, ulama, dan mahasiswa dari berbagai negara. Harapannya, seminar ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat jejaring keilmuan Islam di tingkat internasional,” ujar Prof. Haris Guru Besar UIN KHAS Jember.

Menurutnya, Womester telah mengusulkan beberapa tokoh nasional sebagai narasumber, di antaranya Prof. KH. Aqil Siradj, alumni Universitas Ummul Qura sekaligus Mustasayar PBNU, serta Dr. KH. Afifuddin Muhajir, Wakil Rais Aam PBNU. Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif keilmuan yang moderat dan relevan dengan perkembangan masyarakat global.

KJRI Jeddah menyambut baik gagasan tersebut. Ibu Any menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Womester dalam membangun kolaborasi yang memperkuat internasionaisasi pendidikan tinggi, riset dan pengabdian masyarakat di Arab Saudi.

“Kami mengapresiasi rencana seminar internasional yang diinisiasi Womester. KJRI Jeddah siap mendukung dan memfasilitasi koordinasi lebih lanjut bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, Prof. Irfan, agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” tutur Bu Any.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Sebagai tindak lanjut, Womester bersama KJRI Jeddah akan melakukan pembahasan lanjutan untuk mematangkan konsep kegiatan, mekanisme pelaksanaan, serta bentuk dukungan dari berbagai pihak.

Kunjungan ini merupakan bagian dari kolaborasi antara World Moslem Studies Center (Womester) dan Ikatan Alumni dan Mahasiswa Universitas Ummul Qura Makkah dalam memperkuat jejaring akademik dan dakwah Islam di tingkat internasional. Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir berbagai program yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan Islam serta mempererat hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi.

Reporter: Wildan Rofikil Anwar
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Dari Indonesia untuk Baitullah, LAZAWA Darul Hikam Salurkan 10 Kursi Wakaf di Masjidil Haram

Makkah – Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam kembali menyalurkan program wakaf internasional yang memberikan manfaat langsung bagi umat Islam. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, LAZAWA Darul Hikam menyalurkan 10 kursi salat di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Penyaluran dilakukan langsung oleh Direktur LAZAWA Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., yang saat itu tengah menunaikan ibadah umrah.

Program ini merupakan bagian dari komitmen LAZAWA Darul Hikam dalam mengembangkan wakaf produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kursi salat dipilih karena menjadi salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun jamaah yang memiliki uzur syar’i saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram.

Sepuluh kursi tersebut berasal dari amanah para wakif, yaitu Robiatul Adawiyah yang mewakafkan tiga kursi, Agus Ismail tiga kursi, Iklil Naufal Umar dua kursi, dan Siti Wahidah dua kursi. Seluruh kursi kemudian diserahkan kepada pengelola Masjidil Haram agar dapat dimanfaatkan oleh jamaah yang membutuhkan. Lima kursi ditempatkan di area jamaah laki-laki dan lima kursi lainnya di area jamaah perempuan.

Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jatim menjelaskan bahwa wakaf kursi salat merupakan bentuk wakaf sederhana, tetapi memiliki manfaat yang sangat besar karena membantu jamaah tetap dapat menjalankan salat sesuai tuntunan syariat.

“Kursi salat diperuntukkan bagi jamaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki uzur syar’i. Dalam salat fardu, berdiri adalah rukun bagi yang mampu, sedangkan bagi yang tidak mampu, syariat memberikan keringanan untuk salat dengan duduk. Karena itu, keberadaan kursi salat sangat dibutuhkan di Masjidil Haram,” jelas Prof. Haris Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia mengungkapkan bahwa sesaat setelah kursi diserahkan, seluruhnya langsung dimanfaatkan oleh para jamaah. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap fasilitas tersebut cukup tinggi.

“Alhamdulillah, begitu kursi diserahkan, jamaah langsung menggunakannya. Ini menjadi bukti bahwa wakaf sederhana seperti kursi salat mampu memberikan manfaat yang nyata dan langsung dirasakan oleh para tamu Allah,” ujar Prof Haris yang juga Direktur Wolrd Moslem Studies Center.

Prof. Haris juga mengajak masyarakat untuk menjadikan wakaf sebagai bagian dari investasi amal jariyah. Menurutnya, wakaf tidak selalu harus berupa bangunan atau aset bernilai besar, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai fasilitas yang memberikan manfaat berkelanjutan.

“Kami mengajak masyarakat untuk berwakaf melalui LAZAWA Darul Hikam, baik wakaf kursi maupun program wakaf lainnya. Insya Allah setiap amanah dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaatnya terus mengalir sebagai amal jariyah,” tutur Prof Haris yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Melalui Program Wakaf Kursi Salat ini, LAZAWA Darul Hikam berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berwakaf. Selain membantu jamaah yang membutuhkan, program ini menjadi wujud kepedulian umat Islam Indonesia kepada para tamu Allah yang beribadah di Masjidil Haram serta memperluas manfaat wakaf hingga ke Tanah Suci.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Jelang Perayaan 17 Agustus, Lazawa Darul Hikam Dukung FOZ Gelar Turnamen Badminton dan Lomba Video Konten Kreatif

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Rapat Program Forum Zakat (FOZ) Jember yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026 di kantor LAZNAS Yatim Mandiri Jember. Pada kegiatan tersebut, LAZAWA Darul Hikam diwakili oleh Nazhir LAZAWA Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., bersama Iklil Naufal Umar.

Kegiatan yang diikuti seluruh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) di Kabupaten Jember ini menjadi forum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyusun langkah bersama dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Selain menjadi ajang koordinasi, forum juga membahas tantangan serta peluang pengembangan lembaga zakat di masa depan.

Salah satu agenda utama adalah pemaparan materi The Future of Zakat Institution yang mengulas arah perkembangan gerakan zakat dan filantropi Indonesia pada periode 2025–2030 hingga proyeksi 25 tahun mendatang. Dalam pemaparan tersebut disampaikan bahwa lembaga zakat perlu bersiap menghadapi berbagai tantangan, seperti meningkatnya jumlah masyarakat rentan miskin, perubahan karakter donatur, tuntutan transparansi, serta percepatan transformasi digital. Di sisi lain, tingginya budaya kedermawanan masyarakat Indonesia dan perkembangan teknologi menjadi peluang besar untuk memperkuat penghimpunan serta pendayagunaan dana ZISWAF.

Forum juga menyepakati pelaksanaan FOZ Cup 2026 yang akan digelar pada 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut akan menghadirkan turnamen badminton dan lomba video konten kreatif sebagai media mempererat ukhuwah, membangun kebersamaan, serta meningkatkan kolaborasi antar anggota Forum Zakat Jember.

Ketua Forum Zakat (FOZ) Jember periode 2025–2028, M. Arifin Abdullah, S.E., CAC., menyampaikan bahwa saat ini FOZ Jember telah menghimpun 18 Organisasi Pengelola Zakat, menjadikannya forum dengan jumlah anggota terbanyak di wilayah Tapal Kuda.

“Alhamdulillah, FOZ Jember saat ini telah beranggotakan 18 OPZ. Ini menunjukkan semangat kolaborasi lembaga zakat di Jember sangat baik. Kami berharap seluruh anggota terus bersinergi, saling menguatkan kapasitas kelembagaan, dan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Nazhir LAZAWA Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., menilai forum tersebut memberikan banyak wawasan baru mengenai arah pengembangan lembaga zakat di masa depan.

“Forum ini menjadi ruang belajar sekaligus memperkuat kolaborasi antar-OPZ. Banyak gagasan yang dapat kami terapkan di LAZAWA Darul Hikam, terutama terkait transformasi digital, penguatan tata kelola, dan pengembangan program yang lebih berdampak. Kami siap mendukung berbagai program bersama FOZ Jember demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan kita mendukung acara FOZ seperti turnamen badminon dan lomba content creative dalam rangka 17 Agustus,” kata Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Melalui keikutsertaannya dalam forum tersebut, LAZAWA Darul Hikam berharap sinergi antar Organisasi Pengelola Zakat di Kabupaten Jember semakin kuat sehingga mampu menghadirkan layanan ZISWAF yang profesional, transparan, inovatif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.

Reporter : Arif Rahman
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

MUSEMMA di Masjid Baitul Iman BMP Jember, LAZAWA Darul Hikam Hadirkan Empat Layanan Kesehatan Gratis

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam kembali menggelar Program MUSEMMA (Muslim Sehat, Masjid Makmur) di Masjid Baitul Iman, Perum Bumi Mangli Permai, Jember, pada Minggu (19/7/2026). Program ini merupakan upaya mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat melalui layanan keagamaan, kesehatan, dan sosial.

Kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan tausiah keislaman, edukasi kesehatan, konsultasi ZISWAF, pemeriksaan kesehatan gratis meliputi cek tekanan darah, cek gula darah, cek asam urat, dan cek kolesterol, serta ditutup dengan sarapan bersama jamaah.

Ketua Yayasan Masjid Baitul Iman, Drs. H. Diyono, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, MUSEMMA dari Lazawa Darul Hikam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat.

“Program ini sangat bermanfaat bagi jamaah. Semoga semakin banyak masjid dan masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Direktur LAZAWA Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., hadir sebagai narasumber utama bersama tenaga kesehatan dari RSD dr. Soebandi, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep.

Dalam pemaparannya, Prof. Haris menjelaskan bahwa MUSEMMA telah dilaksanakan di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Raudhatul Muchlisin, Masjid Al-Muhajirin, dan Masjid As-Salam.

Ia menambahkan, LAZAWA Darul Hikam juga terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan umat, seperti Program Kursi Lansia dan Difabel yang telah menjangkau Jember, Bondowoso, Lumajang, Kediri, Bangkalan, hingga Masjidil Haram di Arab Saudi.

Selain itu, terdapat pula Program Green Mosque sebagai upaya memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan jamaah dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami ingin masjid menjadi pusat pelayanan umat, sehingga manfaat zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat dirasakan lebih luas,” kata Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Sementara itu, dalam sesi edukasi kesehatan, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep. menyampaikan bahwa gastritis atau maag masih menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, kafein berlebihan, serta stres.

“Pola makan teratur dan gaya hidup sehat merupakan langkah sederhana untuk mencegah gastritis,” jelasnya yang juga Perawat Bedah Dr Subandi Jember.

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan bersih, makan secara teratur, serta menjaga kesehatan mental melalui istirahat yang cukup dan pengelolaan stres.

“Kalau makanan kita dijaga dan pikiran kita lebih tenang, insyaallah risiko berbagai penyakit juga dapat diminimalkan,” tambahnya.

Turut mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut tim LAZAWA Darul Hikam, yakni Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah (Pengasuh PP Darul Hikam), Ibu Iriana Kunto (Nakes Puskesmas Sumbersari), Ust M. Irwan Zamroni Ali (Nadzir Lazawa Darul Hikam), Wildan Rofikil Anwar, Iklil Naufal Umar, dan Arif Rahman, yang bersama-sama memastikan seluruh rangkaian Program MUSEMMA berjalan dengan lancar.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Malang, Prof Haris: Masyarakat Jangan Main Hakim Sendiri

Malang – Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menyayangkan aksi penyegelan terhadap tiga pondok pesantren di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, menyusul kasus dugaan kekerasan seksual yang menjerat pengasuh pesantren setempat.

Menurutnya, dugaan tindak pidana kekerasan seksual harus diproses secara serius dan tidak boleh ditoleransi. Namun, masyarakat tidak dibenarkan mengambil alih peran aparat penegak hukum dengan melakukan tindakan yang melampaui kewenangannya.

“Kalau hanya sekadar melaporkan ke polisi atau mendampingi proses hukum, silakan. Tetapi kalau kemudian berposisi sebagai penegak hukum, itu tidak benar dan tidak boleh, karena kita ini negara hukum,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa proses penegakan hukum merupakan kewenangan aparat kepolisian. Karena itu, semua pihak diminta memberikan ruang kepada Polri untuk bekerja secara profesional, cepat, dan adil dalam mengusut kasus tersebut.

“Yang berposisi sebagai penegak hukum adalah aparat kepolisian. Jadi, biarlah proses hukum diserahkan kepada pihak yang mempunyai wewenang, yaitu aparat kepolisian, untuk memproses dengan secepatnya dan seadil-adilnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi aksi penyegelan tiga pondok pesantren di Dusun Krajan, Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Sejak Sabtu (13/6/2026) malam, gerbang ketiga pesantren tersebut tertutup rapat dan dipasangi spanduk bertuliskan, “PONDOK PESANTREN INI DISEGEL/DITUTUP YAKUZA MANEGES (atas dukungan warga).”

Penyegelan dilakukan setelah pengasuh ketiga pesantren dilaporkan ke Polres Malang atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap santriwati. Akibat peristiwa tersebut, aktivitas belajar mengajar di lingkungan pesantren terhenti.

Data sementara menyebutkan, salah satu pondok putri menampung sekitar 27 santriwati. Dengan adanya tiga pesantren yang berada dalam satu kawasan desa, jumlah santri yang terdampak diperkirakan lebih dari 27 orang.

Prof. Haris yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara tuntas dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap korban serta menjunjung asas praduga tak bersalah.

“Kita semua tentu mendukung penegakan hukum dan perlindungan terhadap korban. Namun, semuanya harus dilakukan sesuai mekanisme hukum yang berlaku agar keadilan benar-benar dapat ditegakkan,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Tebar Manfaat Lebih Luas, Lazawa Darul Hikam Laksanakan Kurban Idul Adha 1447 H

Jember — Suasana kebersamaan dan semangat berbagi mewarnai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang digelar Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam bersama Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam pada Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan rutin tahunan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra Ajung sebagai bagian dari syiar Idul Adha sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

Pada Idul Adha tahun ini, Lazawa Darul Hikam dan YPI Darul Hikam menyembelih 1 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar, kaum dhuafa, dan pihak-pihak yang berhak menerima agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC, menyampaikan, ibadah kurban merupakan bentuk pengorbanan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah Swt.

“Bagi shohibul kurban, ini adalah bentuk pengorbanan dan keikhlasan kepada Allah Swt. Bukti bahwa cinta tertinggi adalah kepada Allah, bukan kepada harta benda. Maka berkurbanlah dengan hewan dan hartanya sebagai bukti lebih cinta kepada Allah, tunduk dan patuh kepada Allah, serta ikhlas karena Allah,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Menurutnya, ibadah kurban juga memiliki nilai sosial yang besar karena mampu memperkuat solidaritas dan kepedulian antar sesama.

“Bagi penerima kurban, kegiatan ini dapat meningkatkan solidaritas dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tambah Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut.

Prof. Haris berharap program kurban Lazawa Darul Hikam terus berkembang dan menjangkau wilayah yang lebih luas pada masa mendatang.

“Kami berharap ke depan lebih banyak lagi yang berkurban dan distribusinya dapat menjangkau Jember, Jawa Timur hingga luar Jawa, bahkan ke luar negeri seperti tahun-tahun lalu,” ungkap Prof Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.

Sementara itu, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, menyampaikan terima kasih kepada seluruh shohibul kurban yang telah mempercayakan penyaluran kurbannya melalui Lazawa Darul Hikam.

“Semoga kurban yang ditunaikan diterima Allah Swt., membawa keberkahan, kesehatan, dan kelapangan rezeki bagi para shohibul kurban,” tuturnya.

Kegiatan penyembelihan berlangsung tertib dan penuh gotong royong. Panitia, santri, pengurus yayasan, dan masyarakat sekitar tampak antusias membantu proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban. Momentum Idul Adha ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Komisi Pesantren MUI Dorong Digitalisasi Perpustakaan dan Manuskrip Pesantren

Jakarta, MUI Digital — Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pesantren di Indonesia untuk mulai mengembangkan sistem digitalisasi perpustakaan hingga manuskrip karya ulama Nusantara sebagai bagian dari penguatan tradisi keilmuan pesantren di era modern.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Prof M Noor Harisudin, dalam pemaparannya bertajuk “Dari Perpustakaan Digital Hingga Digitalisasi Manuskrip Pesantren” pada kegiatan Short Course Kurikulum Pesantren di Aula Buya Hamka, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Prof Haris, pesantren perlu mulai melakukan transformasi digital agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi keilmuan Islam.

“Pesantren-pesantren yang sudah berkembang perlu mulai meng-upgrade inovasi pembelajarannya melalui digitalisasi, baik dalam sistem pembelajaran maupun pengelolaan perpustakaan,” ujarnya.

Dia menjelaskan digitalisasi pesantren tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan manajemen pendidikan, tetapi juga pengembangan perpustakaan digital berbasis kitab kuning dan literatur pesantren.

“Pesantren perlu memiliki e-library berbasis pesantren, sehingga karya-karya ulama dapat diakses melalui e-book maupun jurnal digital,” katanya.

Selain itu, Prof Haris juga menyoroti pentingnya digitalisasi manuskrip ulama Nusantara yang selama ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

“Ada manuskrip ulama Nusantara yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Karya-karya itu perlu dilestarikan melalui digitalisasi agar tetap menjadi sumber belajar generasi mendatang,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan pesantren dari para ulama terdahulu hingga generasi masa depan.

Dia  berharap pesantren di Indonesia mampu terus berkembang dan sejajar dengan lembaga pendidikan lain di tingkat global, tanpa kehilangan identitas dan tradisi khas pesantren.

Sumber : https://mui.or.id/public/baca/berita/komisi-pesantren-mui-dorong-digitalisasi-perpustakaan-dan-manuskrip-pesantren

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Kolaborasi Lazawa Darul Hikam, Polije, dan Masjid Al Muhajirin Latih Juru Sembelih Kurban

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam bersama Yayasan Masjid Al Muhajirin dan Politeknik Negeri Jember menggelar pelatihan penyembelihan hewan kurban secara syar’i pada Rabu, 20 Mei 2026. Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik langsung dengan mendatangkan satu ekor sapi sebagai media pelatihan bagi para peserta.

Peserta kegiatan merupakan para takmir masjid dan juru sembelih dari sejumlah wilayah di Kabupaten Jember yang dipersiapkan untuk menghadapi pelaksanaan Idul Adha mendatang. Puluhan pengurus takmir dan panitia kurban mendengar dengan atunsias.

Ketua Yayasan Masjid Al Muhajirin, Prof. Dr. Hadi Prayitno, M.Kes., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan wawasan sekaligus keterampilan peserta dalam penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.

“Pelatihan ini kami selenggarakan agar para takmir dan juru sembelih memiliki pemahaman yang benar tentang tata cara penyembelihan hewan kurban. Jadi tidak hanya teori, tetapi juga ada praktik langsung agar peserta benar-benar siap diterapkan di masjid masing-masing,” ujarnya.

Prof. Hadi juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi kedua bersama Lazawa Darul Hikam. Sebelumnya, kedua pihak juga telah menggelar program Musemma (Muslim Sehat Masjid Makmur).

“Kami melihat Lazawa Darul Hikam memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan umat melalui masjid. Karena itu kami senang bisa kembali berkolaborasi dalam kegiatan yang bermanfaat seperti ini,” tambah Prof Hadi yang juga Guru Besar Universitas Jember.

Sementara, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Abdul Badid, S.Pd.I., M.Pd.I selaku penyelenggara zakat dan wakaf Kemenag Jember, menegaskan bahwa Kemenag hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti konsultasi terkait akta wakaf masjid dan yayasan.

“Kami siap membantu masyarakat secara gratis. Jika ada masjid atau yayasan yang membutuhkan konsultasi akta wakaf, silakan datang ke Kemenag atau KUA terdekat,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi pelatihan penyembelihan kurban tersebut karena dinilai sangat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar pelaksanaan kurban benar-benar sesuai syariat dan memperhatikan aspek kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menjelaskan bahwa tahun ini Lazawa Darul Hikam tidak hanya fokus pada penyembelihan hewan kurban, tetapi juga peningkatan kapasitas para takmir dan juru sembelih.

“Kami ingin para takmir masjid tidak hanya mampu menyembelih, tetapi juga memahami fiqih kurban dan tata cara penyembelihan yang benar sesuai syariat,” kata Irwan yang juga Dosen UIN KHAS Jember.

Ia menambahkan, Lazawa Darul Hikam juga memiliki berbagai program pemberdayaan masjid lainnya, seperti Musemma (Muslim Sehat Masjid Makmur berupa cek kesehatan gratis dan konsultasi kesehatan bagi jamaah yang telah dilaksanakan di beberapa masjid di Jember seperti di Masjid Al Muhajirin, Masjid Roudhotul  Muchlisin dan Masjid As- Salam.

Selain itu, terdapat program wakaf kursi sholat yang telah berjalan di Jember, Bondowoso, Kediri, Lumajang, hingga Bangkalan, serta program umrah gratis bagi marbot masjid.

“Melalui kegiatan seperti ini kami juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk bersama-sama berpartisipasi dalam program-program pemberdayaan umat yang dijalankan Lazawa Darul Hikam,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Dari Teori ke Praktik, Lazawa Darul Hikam Hadirkan Sapi untuk Simulasi Penyembelihan Syar’i

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jember dan Yayasan Masjid Al Muhajirin Perum Gunung Batu Jember menggelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Secara Syar’i pada Rabu, 20 Mei 2026 di Masjid Al Muhajirin Jember. Kegiatan ini diikuti para takmir masjid dan juru sembelih dari berbagai daerah di Kabupaten Jember.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. yang menjadi narasumber utama menjelaskan pentingnya memahami fiqih kurban agar ibadah kurban berjalan sesuai aturan syariat.

“Berkurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga menjalankan syariat secara benar. Mulai dari kriteria hewan kurban, waktu penyembelihan, distribusi daging, hingga larangan memperjualbelikan bagian dari hewan kurban harus dipahami dengan baik,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia juga mengingatkan kembali tentang empat jenis hewan yang tidak sah dijadikan hewan kurban, yakni hewan yang jelas-jelas buta, sakit, pincang, serta kurus dan tidak memiliki lemak.

“Islam mengajarkan agar hewan kurban yang dipersembahkan adalah hewan terbaik dan layak. Karena itu, kondisi fisik hewan harus benar-benar diperhatikan,” tambah Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Sementara itu, Guru Besar Politeknik Negeri Jember, Prof. Dr. Ir. Ujang Suryadi, M.P., IPM, mengingatkan pentingnya memperlakukan hewan kurban secara ihsan atau penuh kasih sayang.

“Jangan sampai kita beribadah kurban tetapi justru melakukan dosa dengan menyiksa hewan. Hewan harus diperlakukan dengan baik, tidak dipukul, tidak ditakut-takuti, dan tidak disakiti sebelum disembelih,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan beberapa hal penting dalam penanganan sapi sebelum penyembelihan.

“Penanganan harus cepat dan tepat, tetapi tetap tenang. Jangan membuat kesalahan yang menyakiti ternak dan jangan menuntun sapi ke lorong yang sempit karena itu bisa membuat hewan stres,” ujarnya.

Selain itu, dokter hewan sekaligus juru sembelih halal, Dr. drh. Aan Awaludin, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki standar ketat terkait penyembelih halal.

“Penyembelih harus benar-benar seorang Muslim yang menjalankan syariat Islam dengan baik, termasuk menjaga sholat dan akhlaknya,” jelas Dr. drh. Aan yang juga Dosen Politeknik Negeri Jember.

Ia juga menekankan pentingnya kebersihan dan ketajaman alat sembelih. Dr Aan mengaku, bahwa ia justru dapat ilmu ini dari Belanda, bukan dari Indonesia. Meski Dr Aan adalah juru sembelih halal yang bersertifikat.

“Pisau yang digunakan harus tajam dan suci. Salah satu caranya dengan merendam pisau ke air panas sebelum digunakan kembali agar kebersihan dan kesuciannya tetap terjaga,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi praktik penyembelihan hewan kurban secara syar’i yang disambut antusias oleh seluruh peserta di halaman belakang Masjid al-Muhajiri yang luas.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Salurkan Beasiswa Santri Perdana di Majelis Taklim Padang Ati

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam kembali menghadirkan program sosial dan pendidikan melalui santunan dhuafa serta pemberian beasiswa santri dalam kegiatan Majelis Taklim Padang Ati yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026 di aula Pondok Pesantren Darul Hikam Putra.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan tahlil dan doa khataman Al-Qur’an yang dipimpin langsung Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Putri. Sehari sebelumnya, para mahasantri Darul Hikam telah menyelesaikan khataman Al-Qur’an 30 juz sebagai rangkaian spiritual menjelang acara utama.

Dalam kesempatan tersebut, Nazhir Lazawa Darul Hikam Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H, CWC. menyampaikan bahwa tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya Lazawa Darul Hikam mampu memberikan beasiswa kepada empat santri.

“Alhamdulillah, tahun ini menjadi sejarah baru bagi Lazawa Darul Hikam karena untuk pertama kalinya kami bisa memberikan beasiswa kepada empat santri. Ini adalah amanah besar dari para donatur yang harus kami jaga dengan baik,” ujarnya.

Ia berharap program beasiswa tersebut dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.

“Kami berharap ke depan Lazawa Darul Hikam bisa terus tumbuh dan menghadirkan lebih banyak manfaat, baik melalui beasiswa pendidikan maupun program sosial lainnya untuk umat,” tambah Ustad Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selain pemberian beasiswa, Lazawa Darul Hikam juga menyalurkan santunan kepada delapan warga dhuafa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ustadz Irwan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan donatur yang selama ini terus berjuang menjalankan amanah sosial.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus dan donatur yang terus istiqamah berjuang bersama untuk umat. Semoga langkah kecil ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam sekaligus Ketua Majelis Taklim Padang Ati, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menyampaikan tausiyah tentang pentingnya keikhlasan dalam beramal.

“Tiada amal yang paling diharapkan diterima Allah selain amal yang lenyap dari pandangan kita dan yang kita anggap sepele,” tutur Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur.

Prof. Haris mencontohkan kisah ulama besar Imam Al-Ghazali yang dikenal memiliki karya monumental seperti Ihya Ulum al-Din. Menurutnya, secara logika manusia, karya besar yang dipelajari selama ratusan tahun itu tampak menjadi amal terbesar yang mengantarkan Imam Al-Ghazali menuju surga.

Lebih lanjut, Prof. Haris menceritakan sebuah kisah hikmah bahwa setelah Imam Al-Ghazali wafat, seseorang bermimpi bertemu beliau dan bertanya tentang amal yang membawanya mendapatkan kenikmatan di alam akhirat.

“Dalam mimpi itu, Imam Al-Ghazali justru mengatakan bahwa beliau mendapatkan kenikmatan bukan karena karya besarnya, tetapi karena amal kecil yang tampak sepele, yakni membiarkan seekor lalat meminum tintanya. Dari kisah ini kita belajar bahwa jangan pernah meremehkan amal kecil yang dilakukan dengan tulus,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta, yang terdiri dari para pengurus yayasan, pengurus Lazawa Darul Hikam, tokoh masyarakat, dosen, dan mahasantri PP. Darul Hikam.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar