Indahnya Centennial Park Montreal

Oleh: M. Noor Harisudin

Hari Kamis, dua hari setelah sampai di Montreal Kanada, saya langsung gaspol, karena diajak Kiai Sigit mengunjungi Centennial Park Montreal. Lokasi Centennial Park tidak jauh dari rumah Kiai Sigit. Kurang lebih lima menitan dari rumah Kiai Sigit. Centennial Park adalah salah satu taman hutan kota yang menjadi kebanggaan warga Montreal selain Mont Royal Park dan Agrignon Park.

Taman hutan kota ini luasnya sekitar 48 hektare. Di tengah Centennial Park terdapat danau buatan yang menjadi tempat berkembang biak satwa air, seperti berbagai jenis ikan besar, angsa putih dan bebek Kanada. Tentang bebek Kanada, jangan tanya bagaimana indah warna bulunya.

Danau ini juga berfungsi untuk menampung air hujan guna mengurangi resiko banjir saat hujan lebat. Ketika proses pembuatan danau buatan, tanah hasil pengerukan untuk pembuatan danau ditimbun menjadi sebuah bukit buatan yang asri, yang digunakan untuk permainan snow tobogan (papan seluncur) saat musim salju. Saat Sabtu dan Minggu, Centennial Park Montreal ramai dikunjungi pengunjung. Apalagi semuanya serba gratis. Termasuk penggunaan lapangan volley, BBQ, seluncur salju dan cross country ski.

“Centennial park ini dilengkapi Chalet untuk berteduh saat hujan yang dilengkapi dengan fasilitas toilet yang bersih dan tempat duduk yang nyaman”, kata Kiai Sigit sembari jalan-jalan kecil bersama saya.

Waktu kami ke sana, Centennial Park penuh dengan salju. Danau buatan airnya membeku, tertutup oleh salju. Juga masih belum banyak yang datang karena masih pagi sekitar jam 10 Kanada. Udaranya sungguh segar sekali.

Selain toilet dan tempat duduk nyaman, fasilitas lain Centennial park adalah lapangan volley, Outdoor fitness, play ground, meja piknik dan juga tempat berbeqeu (BBQ). Di Centennial Park juga ada jalan setapak menembus hutan kota yangg rimbun dan teduh, untuk jalan sehat mengelilingi danau atau untuk cross country ski di saat musim salju. Pokoknya lengkap dan keren sekali.

“Pada musim gugur (fall season), daun-daun di hutan kota Centennial Park ini yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna warni yang indah sekali, lukisan alam ciptaan Allah yang maha kuasa”, kata Kiai Sigit menceritakan Centennial Park di musim gugur yang indah.

Di musim gugur, daun-daun ini berguguran. Kemudian akan diganti daun baru di musim semi. Demikian ini merupakan pertanda dari Allah, bahwa hidup di bumi ini harus bergantian. Juga hidup itu ada masanya.

Kiai Sigit mengatakan bahwa diaspora Indonesia seringkali mengadakan pengajian di taman kota seperti ini. Jumlah yang hadir banyak, –tapi jangan dibandingkan dengan Indonesia. Bahkan paling banyak jika dibandingkan dengan tempat yang lain.

“ Kalau pengunjung pengajian, paling banyak kalau diadakan di taman kota. Kurang lebih 150 an orang. Selanjutnya terbanyak kedua kalau pengajian di rumah yang berkisar 100 an orang. Dan paling sedikit pengunjungnya kalau diadakan di masjid-masjid sekitar 40 an”, kata Kiai Sigit menceritakan lika-liku dan tantangan dakwah di Kanada.

Saat kita mengadakan pengajian dan berbeqeu (BBQ) di taman ini, banyak jamaah yang atunsias untuk datang dengan keluarganya. Pengajian plus rekreasi keluarga. Keren sekali. Pengajian diadakan mulai siang hingga sore.

“Ada rasa haru, saat waktu sholat ashar tiba dan kita mendirikan jamaah sholat ashar, banyak pengunjung dari komunitas negara lain di taman ini yang beragama muslim ikut menyusul menjadi makmum’, kata Kiai Sigit menceritakan bagaimana serunya pengajian itu dilaksanakan di Centennial Park Montreal.

Pada momen seperti itulah ikutan persaudaraan antar sesama diaspora Indonesia dan sesama muslim dari berbagai penjuru dunia semakin kuat. Indahnya syiar Islam yang menjadikan kita sesama muslim sebagai saudara.

Wallahu’alam. *

Bagikan :

Facebook
WhatsApp
Telegram

Postingan Terkait

Indahnya Centennial Park Montreal

Oleh: M. Noor Harisudin Hari Kamis, dua hari setelah sampai di Montreal Kanada, saya langsung gaspol, karena diajak Kiai Sigit mengunjungi Centennial Park Montreal. Lokasi