Categories
Opini

Mengenal Para Ahli Pesawat Diaspora Indonesia di Kanada

Oleh: M. Noor Harisudin
Direktur Womester dan Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Sore itu, Selasa, 17 Februari 2026.  Saya bersama Kiai Sigit ke Bombardier Aerospace  perusahaan produsen pesawat terkemuka asal Kanada yang berbasis di Montréal. Bombardier fokus pada pembuatan jet bisnis mewah berkinerja tinggi. Produk utamanya mencakup seri Global (5500, 6500, 7500, 8000) dan Challanger (3500, 6500).

Pesawat produk perusahaan ini dikenal atas kenyamanan, kecepatan, dan teknologi canggih, melayani pelanggan korporat dan pemerintahan. Bombardier sendiri berpusat di Quebec. Bombardier telah beroperasi selama 80 tahun lebih, dengan perakitan di kota Toronto Raya dan penyelesaian interior di Montreal Kanada.

“Saya dulu bekerja di sini. Sekarang pindah ke perusahaan Airbus”, jelas Kiai Sigit pada saya. Airbus SE perusahaan pesawat multinasional asal Eropa. Sejak tahun 2019, Airbus telah menjadi produsen pesawat terbang terbesar dan juga produsen helikopter terkemuka di dunia.Ada tujuh negara yang berkolaborasi dalam pembuatan pesawat air bus yaitu Kanada, Perancis, Jerman, Spanyol, Inggris, Tiongkok dan AS.

Kiai Sigit adalag alumni PT Dirgantara Indonesia. PT Dirgantara Indonesia—selanjutnya disingkat PTDI– adalah BUMN dirgantara terkemuka dan didirikan tahun 1976 oleh B.J. Habibie. PTDI terkenal sebagai satu-satunya produsen pesawat CN235 di dunia. Produk unggulan PTDI meliputi pesawat CN235-220, dan N219, yang tangguh untuk militer, sipil, dan misi khusus.

Ketika BJ Habibie dulu, para ahli pesawat Indonesia berkumpul di PTDI. Mereka berhasil membuat pesawat sendiri. Sayang, setelah ini, mega proyek ini habis. Kebijakan negara tak lagi mendukung pembuatan pesawat.

Mereka akhirnya tersebar ke berbagai negara. Belanda, Jerman, Brazil, dan Kanada. Ada kurang lebih 100 ahli pesawat alumni PTDI yang ke berbagai negara. Ketrampilan mereka dibutuhkan di negara tersebut pasca bubarnya  PTDI di Indonesia.

Pada bulan Maret 2024, saya bertemu Pak Gery, diaspora Indonesia ahli pesawat ‘alumni PTDI’ yang tinggal di Bremen Jerman. Saya juga sempat memberi pengajian di Musholla beliau di Bremen Jerman. 

“Pak Gery itu teman saya”, kata Kiai Sigit pada saya. Bedanya, Pak Gery di Jerman, Kiai Sigit dari Jerman, ke Brazil dan lalu terakhir Kanada.

Pada tahun 1995, Indonesia cukup keren. Para ahli pesawat didikan BJ Habibie sudah piawai membuat pesawat ditandai dengan terbangnya pesawat N250 hasil karya putra putri Indonesia, menandai 50 tahun Indonesia Merdeka. Sayang, karena krisis moneter tahun 1998 membuat tidak dilanjutkannya kebijakan pemerintah dalam mendukung program pesawat N250. Padahal, itu aset yang luar biasa.         

“Kita sulit berkembang, karena tidak didukung negara. Selain itu, sengaja produsen pesawat Indonesia dimatikan. Sehingga Indonesia akan selalu tergantung pada mereka”, kata Kiai Sigit pada saya. Padahal, kebutuhan pesawat sejenis N250 di Indonesia adalah sekitar 75 pesawat. Saat ini, kebutuhan ini dipenuhi oleh pesawat ATR buatan Perancis. Lumayan juga. Kalau beli ke perusahaan dalam negeri, tentu, betapa luar biasanya.

Tahun 2018 program pesawat Bombardier C-Series yang didesain oleh kiai Sigit, diakuisisi oleh perusahaan AIRBUS, dan berubah nama menjadi Airbus A220, sehingga sekarang  kiai Sigit menjadi satu satunya Principal Engineering Specialist dibidang pneumatic systems di AIRBUS Kanada. Putri pertama Kiai Sigit yang bernama Chyntia dulu juga bekerja di Bombardier, seperti ayahnya.

Selain Kiai Sigit, ada beberapa ahli pesawat di Montreal Kanada, yang dulu juga didikan BJ Habibie, misalnya Rangsang W.  yang kini bekerja di Kementrian  Pertahanan Kanada dan pak Endro Haryono yang kini bekerja di Bombardier. Ada juga Pak Lilik yang bekerja di Airbus. Semuanya aktif di masjid Montreal Kanada.

“Apa harapan Kiai Sigit pada pemerintah Indonesia”, tanya saya padanya suatu saat. Ternyata, dia ingin anak-anak Indonesa dan santri seperti dia. Indonesia tidak boleh kalah dengan negara lain khususnya dibidang teknologi, seperti pembuatan pesawat atau mobil.

Mengapa? Karena tidak ada negara maju yang tanpa industri. Salah satunya pesawat terbang. Selain tentu saja perusahaan ini akan menyerap tenaga kerja Indonesia yang lumayan banyak. Pertanyaannya, apakah pemerintah Indonesia siap untuk kembali mendukung kebangkitan industri   pesawat dan mobil Imdonesia?

Semoga. *

Categories
Opini

The Tiring Trip: Perjalanan Dakwah dari Ujung Selatan Menuju Ujung Utara Dunia

Oleh: M. Noor Harisudin
Direktur Womester dan Guru Besar UIN KHAS Jember

Malam Senin (15/2/2026), saya berangkat dari Bandara Soetta Jakarta. Tepatnya jam 23.00. Saya harus transit ke Hongkong via Pesawat Garuda Indonesia. Dari Hongkong, saya naik pesawat Cathay menuju Tokyo, Jepang. Kurang lebih lima jam juga sampai Jepang. Dari Jepang, saya menuju Kanada melalui maskapi Canada Airlines yang ditempuh hampir 12 jam. Perjalanan pesawat kalau ditotal kurang lebih 22 jam. Saya sampai di Kanada jam 6 sore padahal berangkat dari Tokyo Jepang juga jam 6 sore di hari yang sama (Senin). Mungkin anda bertanya. Jam 6 ke jam 6. Mengapa? Karena selisih waktunya adalah 12 jam. Antara Jepang dan Kanada.

Kanada adalah negara paling ujung utara dengan kutub utara. Sementara, Indonesia ada di ujung Selatan. Sehingga ini merupakan perjalanan panjang dari ujung selatan ke ujung utara dunia. Namun, perjalanan serasa mengasyikkan. Kanada adalah negara paling utara di Amerika Utara. Kanada dengan ibukota Ottawa itu memiliki 10 propinsi dan 3 teritori dengan populasi penduduk kurang lebih 41 juta. Kota-kota besar yang terkenal di Kanada adalah Toronto, Montreal, dan Vancouver. Bahasa resmi yang digunakan di negara ini adalah Bahasa Inggris dan Perancis. Khususnya propinsi Quebec, Bahasa Perancis lebih mendominasi karena daerah ini dulu pernah dijajah Perancis.

Ketika sampai di Montreal Airport, saya langsung dijemput Kiai Sigit Afrianto, Wakil Rois Syuriyah Pengurus Cabang Istemewa Nahdlatul Ulama AS-Kanada. Kiai Sigit adalah seorang tokoh NU Kanada yang saat ini bekerja di perusahaan Airbus Kanada. Dia bersama istri menjemput dengan Mobil Sedan Marcedesnya. Dari Bandara, kami membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke rumahnya. Rumah mewah eksotik lantai tiga yang bersih dan menawan.

Apalagi saat musim dingin di Kanada. Halaman rumah Kiai Sigit saljunya satu meter. Jalan-jalan dengan dipenuhi salju. Suhu 0,2 derajat hari itu.
“Masih untung Kiai. Di sini sudah 0. Kemarin sampai minus 32”, kata Kiai Sigit.
Saya masuk kamar dan melihat peta dunia. “Dari ujung selatan ke ujung utara dunia. Makanya, saya sebut the tiring trip. Perjalanan yang asyik, meski melelahkan. Selisih waktu dengan Indonesia 12 jam”, gumam hati saya.

Sepanjang jalan tadi, saya lihat rumah dan halamannya dipenuhi hamparan salju yang menggunung. Maklum, musim dingin (winter). Musim dingin di Kanada terjadi pada Desember hingga Maret. Suhu udara bisa turun hingga -30°C di beberapa daerah. Pada musim ini, orang Kanada mengadakan festival musim dingin yang meriah seperti Winterlude di Ottawa dan Carnaval de Québec di Quebec City. Salju adalah fase saat masih berupa serpihan atau pasrahan es, yang lembut dan kalau di injak ambles. Salju akan mengeras jadi es jika terkena matahari dengan temperature dibawah 0 derajat celcius.

Sementara, musim semi (spring) dimulai bulan Maret dan diakhir Mei. Musim semi adalah musim transisi di mana salju mulai mencair, suhu mulai menghangat, dan alam mulai tumbuh kembali. Pada musim semi, suhu udara yang mulai naik, berkisar antara 0°C hingga 15°C. Hari-hari juga menjadi lebih panjang. Salju mulai mencair, bunga-bunga mulai bermekaran, dan alam kembali hidup. Tak hanya bunga-bunga yang kembali bermekaran, musim ini juga menjadi waktu bagi burung-burung untuk bermigrasi.

Musim panas (summer) terjadi pada bulan Maret hingga Mei. Musim panas sangat menyengat. Suhu udara pada musim ini rata-rata berkisar antara 20°C hingga 30°C. Pada musim panas umumnya digunakan untuk menjelajah Kanada. Pada musim ini pula, Kanada mengadakan berbagai festival musik, budaya, hingga makanan. Beberapa diantaranya adalah Festival Jazz Montreal, Festival Fringe Toronto, dan Celebration of Light di Vancouver.

Terakhir, musim gugur (autumn) terjadi pada bulan September hingga Nopember. Pada musim ini pemandangan terlihat indah. Daun-daun yang hijau berubah menjadi warna-warni (oranye, kuning, dan merah) sebelum berguguran. Daun-daun pohon maple, oak, dan birch berubah menjadi kuning, oranye, dan merah, menciptakan pemandangan yang memukau. Daun ini semakin terlihat indah ketika mengunjungi Algonquin Provincial Park di Ontario dan Cape Breton Highlands National Park di Nova Scotia. Pada ghalibnya, orang Kanada pada musim ini mengadakan festival musim gugur seperti Festival Oktoberfest di Kitchener-Waterloo dan Festival Celtic Colours di Cape Breton.

Orang Kanada sudah terbiasa dengan empat musim tersebut. Ketika musim dingin misalnya. Hamparan salju setinggi satu hingga dua meter tetap dapat diatasi dengan baik. Jalanan tetap dapat digunakan untuk lalu Lalang transportasi karena salju sudah dibersihkan dengan baik. Namun salju yang ada di genteng rumah dan halaman rumah tetap dibiarkan. “Kalau di Jerman, salju tidak setinggi ini Kiai”, kata Kiai Sigit Afrianto pada saya.

Bagaimana hewan tetap hidup dan pohon tetap tumbuh? Nah ini menariknya. Air yang membeku di sungai dan danau membeku menjadi es setebal lebih dari 30 cm sehingga bisa dilalui orang atau kendaraan. Namun anehnya, ikan-ikan tidak mati. Ikan-ikan terhibernasi sampai pada waktunya nanti akan “hidup kembali”. Demikian juga tanaman dan pohon-pohon akan ‘hidup kembali’ setelah musim semi. Siklus kehidupan –laiknya manusia—ciptaan Tuhan yang menarik bukan?
Wallahu’alam. *

Categories
Berita

Tausiyah Ramadlan, Dai Internasional Womester Dorong Peningkatan Kualitas Beragama Diaspora Muslim Kanada

Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, mengapresiasi diaspora muslim Kanada yang telah mempraktikan agama Islam dengan baik. Padahal, sebagai negara dengan minoritas muslim, diaspora Kanada mendapati berbagai kesulitan yang tidak dijumpai di Indonesia. Demikian disampaikan Prof. Kiai Haris dalam Pengajian Syiar Montreal, di rumah H, Ransang W. Hadir puluhan diaspora yang tinggal di kota Montreal dan sekitarnya. Pengajian Syiar Montreal dilaksanakan menjelang buka puasa, Kamis, 19 Pebruari 2026. Jam 16.30 hingga 17.30 waktu Kanada.

Sebagaiman kita tahu, muslim di berbagai negara minoritas mendapati berbagai kesulitan terkait dengan fasilitas ibadah yang kurang dan bahkan tidak ada. Demikian juga dengan regulasi yang kadang mempersempit Gerak ibadah muslim. Namun justru disanalah, menurut Prof. Haris, diaspora muslim mendapatkan pahala ibadah yang lebih besar. Mengapa? Karena masyaqqatnya juga lebih besar. “Tentu effort diaspora muslim di Kanada lebih besar untuk misalnya sholat Subuh berjamaah di masjid. Karena mereka menghadapi tantangan dengan jauhnya masjid dan musim dingin yang esktrem”, kata Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Pada sisi lain, Prof Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat ini juga memotivasi diaspora muslim Kanada untuk terus meningkatkan beragama. “Kita beragama itu ada levelingnya. Ada kelasnya. Ibarat kelas, ad akelas TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Nah, sama dengan beragama kita. Kita usahakan meningkat terus tiap tahun, termasuk dalam ibadah puasa “, ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (PP APHTN-HAN).

Menurut Prof Haris, puasa juga ada tingkatannya. “Kita ingin puasa yang dikritik oleh Rasulullah Saw. Rubba shaimin laisa lahu min shiyaamihi illal ju’a wal athasa. Artinya, banyak sekali orang berpuasa, namun tidak dapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja”, ujar Prof Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.

Oleh karena itu, Prof. Haris mendorong muslim Kanada untuk meningkat kualitas agamanya. “Kalau bisa, kita tingkatkan leveling puasa kita. Puasa tidak makan, tidak minum, tidak senggama ya. Tapi juga puasa bicara, puasa mendengar, puasa melihat, dan puasa pikiran dari hal lain yang tidak berguna dalam kehidupan”, kata Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Sebagaimana puasanya Siti Maryam, lanjut Prof. Haris, dalam al-Qur’an, beliau diabadikan sebagai orang yang berpuasa dengan puasa bicara. “ Innii nadzartu lirrahmi shauma. Falan ukalimannasa yauma. Saya bernadzar pada tuhan untuk puasa. Maka saya tidak bicara pada manusia”, tukas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur. Karena puasa bicara, maka Nabi Isa yang masih bayi yang akhirnya bicara pada manusia yang lain.

Acara pengajian ini dihadiri puluhan diaspora muslim di rumah H. Ransang W. yang sekarang bekerja di Kementerian Pertahanan Kanada. Hadir pada kesempatan ini H. Sigit Afrianto (Wakil Rois Syuriyah PCI NU AS-Kanada), H. Ransang W (Mustasyar PCI NU AS-Kanada), Fariduddin Athar, Ph.D. (Ketua Pengajian Syiar Montreal), dan puluhan diaspora muslim Indonesia lainnya.

Prof. Haris sendiri dikenal sebagai Dai Internasional. Pada tahun ini Prof. Haris dikirim oleh World Moslem Studies Center bekerja sama dengan Lazawa Darul Hikam Indonesia untuk bertugas dakwah selama 15 hari Ramadlan (17 Pebruari – 3 Maret 2026) di Kota Montrael, Ottawa dan Toronto negara Kanada,. Sebelumnya, Prof Haris telah berdakwah ke berbagai negara seperti Taiwan, Malaysia, Singapura, New Zealand, Australia, Belanda, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Turki dan berbagai negara dunia. Misi Womester adalah menebarkan Islam rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru dunia. ***

Reporter: Iklil Naufal Umar

Editor: M Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam dan Bank Indonesia Jember Perkuat Kerja Sama Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember. Kunjungan ini dipimpin oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S., M.Fi.I, CLA.,CWC. dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwI) Jember, Bapak Iqbal Reza Nugraha pada Kamis, 12 Februari 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengukuhkan pimpinan baru Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI Jember), Iqbal Reza Nugraha yang sebelumnya dijabat Gunawan melalui rangkaian upacara pengukuhan di Kantor BI Jember, pada Senin 05 Januari 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama antara Lazawa Darul Hikam dan Bank Indonesia dalam pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), khususnya wakaf yang dikelola secara produktif untuk kesejahteraan umat.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk membantu perekonomian masyarakat jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Prof. Haris yang juga Guru besar UIN KHAS Jember menyampaikan bahwa wakaf tidak hanya digunakan untuk kepentingan ibadah atau bantuan sosial sesaat, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang hasilnya dapat dirasakan oleh banyak orang.

“Wakaf itu punya potensi besar. Wakaf bisa digunakan untuk mendukung usaha ekonomi, layanan kesehatan, dan pendidikan. Wakaf juga tidak hanya untuk orang kaya, tetapi semua orang bisa ikut berwakaf sesuai kemampuannya,” ujar Prof. Haris yang juga pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Jember.

Ia menambahkan, di beberapa negara seperti Malaysia, wakaf sudah dikelola dalam bentuk usaha yang menghasilkan. “Di Malaysia, wakaf dikelola dalam bentuk hotel, apartemen, dan bangunan sewa. Keuntungannya kemudian digunakan kembali untuk kepentingan umat,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Prof. Haris juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah mempercayakan Lazawa Darul Hikam sebagai mitra dalam program Satu Wakaf.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menggandeng Lazawa Darul Hikam dalam program Satu Wakaf. Saat ini ada empat program yang kami jalankan, yaitu wakaf sumur air bersih, wakaf pembelian tanah pesantren, wakaf sumur, dan wakaf sawah produktif,” ungkapnya.

Menurutnya, program-program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama pesantren dan warga di daerah yang membutuhkan sarana air bersih dan penguatan ekonomi.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Direktur Wordl Moslem Studies Center menyatakan kesiapan Lazawa Darul Hikam untuk terus mendukung kerja sama dengan Bank Indonesia Jember.

“Kami siap mendukung Bapak Iqbal Reza Nugraha selaku Kepala Bank Indonesia KPwI Jember dalam mengembangkan wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat di Jember,” katanya.

Sementara itu,Kepala Bank Indonesia KPwI Jember, Iqbal Reza Nugraha, menilai bahwa wakaf memiliki peluang besar jika didukung oleh dunia usaha. Ia mendorong perusahaan-perusahaan agar ikut berperan dalam pengembangan wakaf.

“Perusahaan seharusnya bisa menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk wakaf. Potensinya sangat besar dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Iqbal juga menegaskan dukungannya terhadap wakaf produktif yang dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami mendukung wakaf produktif, terutama yang mendukung UMKM. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM bisa berkembang dan bahkan berpeluang menembus pasar internasional,” tuturnya.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Gelar Public Expose 2026, Lazawa Darul Hikam Diapresiasi Guru Besar Politeknik Negeri Jember

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam (Lazawa Darul Hikam) menggelar Public Expose 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Cafe Rollas Jember. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Lazawa Darul Hikam dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, wakaf, dan kurban kepada publik, sekaligus memaparkan Laporan Kinerja Tahun 2025.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC. dalam paparannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 lembaganya mencatat berbagai capaian program strategis (milestone). Di antaranya adalah peluncuran website www.zakatdarulhikam.org sebagai platform khusus donasi zakat, sementara website www.wakafdarulhikam.org tetap difokuskan untuk donasi wakaf dan infak.

“Langkah ini kami lakukan untuk memudahkan para donatur sekaligus memperkuat sistem pengelolaan dan pelaporan dana secara profesional dan terpisah sesuai peruntukannya,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur

Selain itu, Lazawa Darul Hikam juga melaksanakan Program Global Dakwah Ramadlan ke Jepang, berkolaborasi dengan Bank Indonesia KPwI Jember dalam program Satu Wakaf, penyaluran distribusi kurban kambing ke Rusia, serta penyaluran Wakaf Kursi di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.

Capaian lainnya meliputi Launching Majlis Taklim Padang Ati di Jember, Program Perdana Muslim Sehat Masjid Makmur, studi banding ke Lembaga Wakaf Salman ITB Bandung, keikutsertaan dalam Wakaf Produktif Pertanian dan Perkebunan Melon di Gunung Kidul bekerja sama dengan Wakaf Mulia, BWI, dan Bank Indonesia, serta peluncuran Aplikasi Online SIMOLDA (Sistem Manajemen Online Darul Hikam).

Secara keuangan, total penghimpunan dana Lazawa Darul Hikam tahun 2025 tercatat sebesar Rp289.924.000, yang terdiri dari wakaf Rp172.709.000, infak Rp79.915.000, serta zakat dan kurban Rp37.300.000.

Sementara itu, penyaluran dana tahun 2025 mencapai Rp201.659.000, yang dialokasikan ke berbagai program, antara lain Wakaf Pembangunan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Rp45.834.000, Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan Tahap I Rp34.825.000, Penyembelihan Hewan Kurban Rp24.200.000, hingga program-program sosial, dakwah, kesehatan, dan kemaslahatan umat lainnya.

Jumlah donatur Lazawa Darul Hikam hingga tahun 2025 sebanyak 776 orang, dengan rincian tahun 2022–2023 sebanyak 257 donatur, tahun 2024 sebanyak 236 donatur, dan tahun 2025 sebanyak 283 donatur. Para donatur tersebar dalam program wakaf sebanyak 157 orang, infak 103 orang, zakat 19 orang, dan kurban 4 orang, serta berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar negeri, seperti Belanda, Australia, dan Malaysia.

Adapun total penerima manfaat mencapai 8.554 jiwa, terdiri dari 3.025 jiwa pada tahun 2024 dan 5.529 jiwa pada tahun 2025. Penerima manfaat tahun 2025 meliputi Wakaf Kursi sebanyak 2.400 jiwa, Dakwah Luar Negeri 1.400 jiwa, Buka Puasa Ramadhan 750 jiwa, MUSEMMA 680 jiwa, Kurban 120 jiwa, Zakat Profesi dan Zakat Maal 99 jiwa, Santunan Anak Yatim 60 jiwa, serta Wakaf Pembangunan Pesantren 20 jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Politeknik Jember, Prof. Dr. Ir. Ujang Suryadi, M.P., IPM. yang juga merupakan donatur Lazawa Darul Hikam, mengapresiasi pelaksanaan Public Expose sebagai bentuk keterbukaan lembaga.

“Saya sangat mengapresiasi Lazawa Darul Hikam yang berani dan konsisten menyampaikan laporan kinerja secara terbuka. Ini menunjukkan komitmen transparansi dan akuntabilitas yang sangat penting dalam pengelolaan dana umat,” ungkapnya.

Sementara itu, donatur lainnya, Dr. Minhaji, S.Ag., M.Pd.I yang juga Kepala Bidang Pendidikan Tinggi Universitas Ibrahimy Periode 2025 – 2030, menilai kinerja Lazawa Darul Hikam cukup membanggakan.

“Lazawa Darul Hikam ini terbilang masih sangat muda, baru berdiri sekitar dua tahun, tetapi sudah mampu menghimpun dana cukup besar dan memberikan manfaat yang luas bagi umat. Kami mendoakan agar lembaga ini terus maju, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir pengurus Lazawa Darul Hikam, Bu Nyai Hj, Robiatul Adawiyah, S.H., M.H. (Bendahara), M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC (Nazhir), Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. (Bidang Fundraising), Achmad Muthiurrahman, S.H (Bidang Multimedia), Iklil Naufal Umar (Staff Administrasi dan Keuangan), para awak media dan sejumlah tamu undangan.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Opini

Juara Gen-ZINU Festival PWNU Jatim, Pemenang Dapat Uang Pembinaan dan Beasiswa Puluhan Juta Rupiah

Blitar – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi mengumumkan para peraih juara dalam ajang Festival Generasi Z Islami Nahdlatul Ulama (Gen-ZINU) . Sebagaimana diketahui, festival ini digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU versi Masehi.  Festival yang dikhususkan bagi generasi muda NU ini berlangsung meriah dan kompetitif.

Gen-ZINU Festival diisi dengan beragam perlombaan yang memadukan khazanah keilmuan Islam klasik dengan inovasi kekinian. Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Lalaran Alfiyah, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Putra dan Putri, Pidato Bahasa Arab, Pidato Bahasa Inggris, dan AI Booth Camp Competition.

Para finalis sebelumnya telah berlaga dalam babak final masing-masing cabang lomba yang digelar di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, mulai Kamis (05/02/2026) pukul 13.00 WIB hingga Jumat (06/02/2026).

Berikut daftar lengkap peraih juara seluruh cabang lomba Gen-ZINU Festival 1 Abad NU yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur:

Pidato Bahasa Inggris

Juara 1: Muhammad Ridwan Yasin (MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng)

Juara 2: Moch. Galih Akbar Al Majid (MAN 2 Jember)

Juara 3: Desmilana Tenri Zhafeera (MINU KH Mukmin Sidoarjo)

Harapan 1: Qurrota A’yun (PP Al-Machfudzoh)

Harapan 2: Muhammad Hafizzal Ritonga (Ponpes Terpadu Al Yasini Pasuruan)

Harapan 3: Hawa Tri Buanan Larasati (MTs Ma’arif NU Kota Blitar)

Pidato Bahasa Arab

Juara 1: Elsa Paramita (MTsN 4 Blitar)

Juara 2: Fahrul Fajar Firmansyah (MTs Ma’arif NU Blitar)

Juara 3: Arya Fadlurrahman Assyauqy (PP Yahtadi Islamic Education Center)

Harapan 1: Muhammad Usamah Muadz Aljabal (SMA Alberr Pandaan)

Harapan 2: Fahri Hafidz Ubaidillah (MA Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng)

Harapan 3: Athik Likaitanjuha (MA Ma’arif NU Blitar)

AI Booth Camp Competition

Juara 1: Ishaq, S.Pd (PC LKKNU Lamongan)

Juara 2: Sultan Ahmad Dava Alfarabi Fiqhassalam, C.Ps (PR IPNU Masanganwetan, Sukodono, Sidoarjo)

Juara 3: Susilo Hadi Wijoyo (IAI Tarbiyatut Tholabah Kranji)

Harapan 1: Albiee Mutmainnatul Haq (PC Fatayat NU Bangkalan)

Harapan 2: Mohammad Ainun Najib (PPK Alif Laam Miim Surabaya)

Harapan 3: Fathur Rohim, S.Pd.I (RMI Jombang)

MQK Putri

Juara 1: Shinta Azizah (PP Hidayatul Mubtadi’in)

Juara 2: Anjani Dini Nabila (PP Miftahul Ulum Putri RU IV)

Juara 3: Wirda Hauro Faradisy (Ma’had Aly Denanyar Jombang)

Harapan 1: Thalita Fulayfil Aurelia (PP Yahtadi Lumajang)

Harapan 2: Nailud Darojatul Ulya (PP Salafiyah Keboncandi)

Harapan 3: Ata Annida Ahmad (PP Nurul Iman Banat Blitar)

MQK Putra

Juara 1: Ahmad Husnul Khuluq (PP Nurul Iman Blitar)

Juara 2: Ahmad Bahaudin Al Mujib (PP Al Bidayah Jember)

Juara 3: Fauzan Bayu Wahid (PP Nurul Iman)

Harapan 1: Ahmad Romdan (PP Queen Ainul Yaqin)

Harapan 2: Ahmad Afiq Alhamidy (PP Mahasiswa Al Jihady Surabaya)

Harapan 3: M. Syafiq Rifa’i (PP Roudhotul Muta’alimin)

Lalaran Alfiyah

Juara 1: PP An-Nashriyah, Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang

Juara 2: PP Progresif Bumi Shalawat Putri

Juara 3: PP Manba’ul Hikam Sidoarjo

Harapan 1: PP Nurul Ikhlas Sepande, Candi, Sidoarjo

Harapan 2: PP Roudlotul Muta’allimin Minggirsari

Harapan 3: PP Nurus Salam Lodoyo, Blitar

Koordinator Pokka Gen-ZINU Festival, H. M. Noor Harisudin, menyampaikan bahwa para pemenang memperoleh uang pembinaan dengan total Rp13,5 juta untuk lomba Lalaran Alfiyah dan Rp8,25 juta untuk kategori empat lomba lainnya.

Selain uang pembinaan, pemenang juga mendapat golden tiket berupa beasiswa senilai puluhan juta rupiah. Juara pertama misalnya mendapatkan golden tiket beasiswa penuh di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan gratis biaya ma’had.  Juara kedua memperoleh golden tiket beasiswa tanpa biaya ma’had, sementara juara ketiga mendapatkan fasilitas gratis biaya ma’had. Adapun pemenang kategori Harapan 1, 2 dan 3 memperoleh hak masuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tanpa tes dengan skema UKT grade 2. (Hanya banyar satu juta dari yang seharusnya delapan juta tiap semesternya).

“Gen-ZINU Festival diharapkan menjadi wadah lahirnya generasi muda NU yang unggul dalam keilmuan, berkarakter Aswaja, serta adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi,” pungkas guru besar UIN KHAS Jember yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Kontributor : Wildan Rofikil Anwar

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Coffee Shop Terbanyak di Dunia

Inibaru.id – Meski budaya ngopi di Tanah Air cukup tinggi, Indonesia ternyata nggak masuk dalam 10 besar negara yang paling banyak minum kopi di seluruh dunia. Tapi, soal jumlah kafe alias coffee shop, menurut akun Instagram @cjust_a_stick, Indonesia adalah negara dengan jumlah coffee shop terbanyak di dunia.

FYI nih, menurut laporan Cafely yang dirilis CNBC, Senin (24/11/2025), warga Luksemburg jadi yang paling doyan ngopi setiap hari. Per harinya, rata-rata mereka minum 5,31 cangkir kopi. Sementara itu, di peringkat kedua adalah Finlandia dengan rata-rata 3,77 cangkir per hari.

Setelah kedua negara tersebut, Swedia, Norwegia, Austria, Denmark, Swiss, Belanda, Yunani, dan Jerman melengkapi daftar 10 besar. Negara-negara yang dikenal dengan kultur minum kopinya seperti Italia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan malah nggak masuk daftar tersebut, Gez. Bahkan, khusus untuk Korea Selatan, rata-rata konsumsinya hanya 0,74 cangkir kopi saja setiap hari.

Warga Indonesia sendiri hanya mengonsumsi 0,24 cangkir kopi per hari dan ada di peringkat 57. Tapi, meskipun konsumsi kopinya biasa-biasa saja, soal jumlah coffee shop, Indonesia juaranya.

Berdasarkan POI data, ternyata jumlah kafe di Indonesia mencapai angka 461.991. Angka ini jauh lebih tinggi dari jumlah kafe di Thailand yang ada di angka 96.969, Vietnam di angka 132.294, dan Amerika Serikat yang ada di angka 145.629.

Kok bisa jumlah kafenya sebanyak itu? Konon sih karena budaya nongkrong kita yang sangat kuat, Gez. Orang Indonesia, khususnya generasi muda, banyak yang nongkrong setelah sekolah, kuliah, atau kerja dengan teman-temannya, keluarganya, atau bahkan kekasihnya. Lokasi nongkrongnya? Tentu saja di kafe-kafe tersebut.

Lebih dari itu, kini juga banyak orang yang belajar, bikin tugas, atau bahkan bekerja di kafe. Hukum ekonomi pun berlaku. Semakin banyak kebutuhan tempat-tempat seperti kafe, semakin bermunculan pula tempat tersebut.

“Seringnya saya nongkrong dengan teman-teman dari masa kuliah setelah pulang kerja. Tapi terkadang, kalau lagi penat kerja di kantor, juga bisa kerja di sana. Tinggal izin sama atasan, diperbolehkan kok, kan yang penting produktif. Soal lokasi kafe, saya punya beberapa tempat yang biasa dikunjungi,” ungkap salah seorang pekerja swasta di Kota Semarang, Hasan, pada Rabu (24/12).

Siapa sangka ya, Gez, kafe alias coffee shop yang semakin menjamur di Indonesia ada yang mendata. Siapa sangka pula, jumlahnya sangat banyak dan bikin Indonesia jadi negara dengan coffee shop terbanyak di dunia. Hm, kamu sendiri, apakah masih sering nongkrong di kafe nggak nih?

sumber: https://inibaru.id/hits/indonesia-jadi-negara-dengan-jumlah-coffee-shop-terbanyak-di-dunia#google_vignette

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Hadiri Pembinaan dan Review Kegiatan LAZ oleh Kemenag Jember

Jember — Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menghadiri kegiatan Pembinaan Lembaga Amil Zakat dan Review Kegiatan dalam rangka meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, serta optimalisasi program pengelolaan zakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Jember pada Rabu, 15 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.

Acara tersebut dihadiri oleh anggota Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember yang terdiri dari 16 Lembaga Amil Zakat, yaitu BAZNAS, AZKA, Nurul Hayat, YDSF, LAZMA, BMH, LAZISMU, Nurul Falah, UPZ UIN KHAS Jember, Yatim Mandiri, Rumah Zakat, LAZ Persada, YBM PLN (izin), RIZKI, LAZAWA Darul Hikam, dan LAZISNU.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd. serta Bidang Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf, Dr. Abdul Basid, Kepala Pelaksana Baznas Kabupatèn Jember, Ustadz Abdul Qodir, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, menyampaikan rasa senang dan bahagianya dapat berkumpul bersama para pejuang zakat. Ia menilai para pengelola zakat, yang mayoritas diisi oleh kalangan muda, memiliki semangat, empati sosial, dan rasa kemanusiaan yang tinggi dalam mengabdi kepada umat.

“Saya merasa sangat senang dan bahagia bisa berkumpul bersama para pejuang zakat. Mayoritas yang hadir adalah anak-anak muda dengan semangat yang masih membara, memiliki empati sosial dan rasa kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Dr. Santoso.

Dr. Santoso juga berharap melalui kegiatan ini, seluruh Lembaga Amil Zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember dapat terus bersinergi dan saling bekerja sama guna meningkatkan kemaslahatan umat, khususnya dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat.

“Saya berharap lembaga-lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember ini dapat terus bersinergi, saling bekerja sama, dan bersama-sama meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang berdampak,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Abdul Basid, menyampaikan harapannya agar ke depan dapat terjalin program-program kolaboratif antar lembaga zakat yang terkoordinasi dengan baik sehingga memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Ke depan, kami berharap ada program-program yang bisa dikerjasamakan antar lembaga zakat sehingga hasilnya lebih optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Dr. Abdul Basid.

Sementara itu, Nadir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. yang didampingi oleh Iklil Naufal Umar selaku staf bidang keuangan dan administrasi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pembinaan tersebut. Ia menegaskan kesiapan Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan seluruh lembaga amil zakat dalam meningkatkan kemaslahatan umat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang sangat bermanfaat ini. Lazawa Darul Hikam siap bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh lembaga amil zakat dalam rangka meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berintegritas,” tegas Irwan.

Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa salah satu tantangan utama lembaga amil zakat saat ini adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

“Tantangan terbesar lembaga amil zakat adalah menjaga trust atau kepercayaan umat. Transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik adalah kunci agar zakat benar-benar dikelola secara amanah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Reporter : Achmad Muthiurrahman
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Terima Kunjungan FOZ Jember, Siap Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember, pada Rabu 14 Januari 2026, di Kantor Lazawa Darul Hikam, Perum Pesona Surya Milenia, Jember.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama antar lembaga filantropi Islam di Kabupaten Jember, khususnya di bidang pengelolaan zakat.

Hadir dari pihak Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. selaku Direktur, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. selaku Nazhir, serta Iklil Naufal Umar selaku staf bidang administrasi dan keuangan. Sementara dari pihak FOZ Jember diwakili oleh Ustadz Darmawan dan Ustadz Eko selaku Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bahagia atas kunjungan pengurus FOZ Jember ke Lazawa Darul Hikam.“Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan kehadiran pengurus FOZ Jember.

Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dalam pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Haris juga memaparkan perjalanan Lazawa Darul Hikam sejak berdiri. Ia menjelaskan bahwa Lazawa Darul Hikam telah beroperasi sejak 17 Januari 2022 dan memperoleh SK Nazhir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Januari 2024.

“Pada awalnya Lazawa Darul Hikam fokus pada pengelolaan dana wakaf. Namun seiring berjalannya waktu dan tingginya permintaan umat agar kami juga mengelola zakat, pada April 2024 Lazawa Darul Hikam resmi menjadi UPZ BAZNAS Jember,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan komitmen Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi Islam lainnya.

“Darul Hikam siap bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi lain yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi umat,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan, Ustadz Darmawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Lazawa Darul Hikam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Lazawa Darul Hikam. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan manfaat bagi pengelolaan zakat di Jember,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini FOZ Kabupaten Jember telah menaungi 16 lembaga pengelola zakat, termasuk Lazawa Darul Hikam nantinya.

Menurutnya, FOZ Jember bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran dana zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi kekuatan baru bagi Forum Zakat Kabupaten Jember dalam mengoptimalkan peran zakat untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Lazawa Darul Hikam dan FOZ Jember dalam membangun ekosistem zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Garap Program Wakaf Pesantren, Prof. MN Harisudin Launching Darul Hikam Peduli Bogor

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam resmi meluncurkan program baru bertajuk Darul Hikam Peduli Bogor. Acara launching ini dilaksanakan secara online pada Jumat, 09 Januari 2026, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan pelayanan dan kemanfaatan Lazawa Darul Hikam di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Launching Darul Hikam Peduli Bogor merupakan peresmian unit program baru di bawah naungan Lazawa Darul Hikam yang nantinya akan memiliki agenda dan program tersendiri. Salah satu program prioritas yang direncanakan adalah pembebasan lahan wakaf di Kota Bogor sebagai bagian dari pengembangan dakwah dan pendidikan Islam.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, staf bidang fundraising Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., staf bidang keuangan Iklil Naufal Umar, serta KH. Moh. Romli selaku Koordinator Darul Hikam Peduli Bogor.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan harapannya agar hadirnya Darul Hikam Peduli Bogor dapat memperluas manfaat Lazawa Darul Hikam sekaligus membuka ruang partisipasi donatur baru, khususnya dari wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Kami berharap Darul Hikam Peduli Bogor dapat memperluas manfaat Lazawa Darul Hikam dan menambah donatur, tidak hanya yang selama ini sudah ada, tetapi juga donatur baru, khususnya dari Bogor dan sekitarnya,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa Darul Hikam Peduli Bogor akan dipimpin langsung oleh KH. Moh. Romli dan diberi keleluasaan untuk menyusun program-program sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bogor.

“Tentu nanti Darul Hikam Peduli Bogor akan memiliki program tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” tambah Prof Haris yang juga Direktur Womester.

Prof. Haris berharap, launching Darul Hikam Peduli Bogor dapat membawa keberkahan dan manfaat yang lebih luas bagi umat.

“Semoga launching Darul Hikam Peduli Bogor ini membawa keberkahan dan kemanfaatan yang besar,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Sementara itu, KH. Moh. Romli menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazawa Darul Hikam kepadanya untuk mengelola Darul Hikam Peduli Bogor.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan Lazawa Darul Hikam untuk membuka Darul Hikam Peduli Bogor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Darul Hikam Peduli Bogor akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya untuk mewujudkan cita-cita pendirian pesantren di Kota Bogor.

“Melalui Darul Hikam Peduli Bogor, insyaallah salah satu tujuan besarnya adalah mendirikan pesantren di Bogor. Mendirikan pesantren di kota besar tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pembebasan tanah wakaf,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan Lazawa Darul Hikam diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan tersebut.

“Melalui Lazawa Darul Hikam, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua. Dengan doa para masyayikh, demi kemaslahatan bersama, insyaallah Allah akan memberikan jalan,” lanjut KH. Romli.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kegiatan fundraising di kota besar memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kepercayaan donatur melalui pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.

“Fundraising di kota besar menuntut kepercayaan yang tinggi. Karena itu, penggunaan dana harus dilakukan secara transparan agar amanah para donatur benar-benar terjaga,” pungkasnya.

Selama ini, Lazawa Darul Hikam terus berupaya memudahkan para donatur dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Donasi dapat dilakukan melalui laman resmi www.lazawadarulhikam.org
, platform https://apps.satuwakaf.id/
, serta melalui rekening BSI 4467764444 a.n. Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam dan Bank Jatim 0032804357 a.n. YPI Darul Hikam MKJ.

Dengan diluncurkannya Darul Hikam Peduli Bogor, Lazawa Darul Hikam optimistis dapat memperluas peran filantropi Islam dalam mendukung pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan umat di wilayah perkotaan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar