
MUSEMMA “Muslim Sehat, Masjid Makmur”


Media Center Darul Hikam– Manusia harus bersyukur kepada Allah SWT. pada setiap waktu dan dalam keadaan apapun. Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I. saat kajian pagi pada Jumat (1/9).
Syukur adalah ungkapan rasa terima kasih dan pengakuan atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah atau Tuhan Yang Maha Esa. Dalam agama Islam, syukur sangat ditekankan sebagai bentuk ibadah dan kesadaran akan kebesaran Allah. Di dalam Al-Qur’an perintah bersyukur dijelaskan didalam surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi:
وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
Kiai Haris menuturkan bahwa merasa kekurangan terhadap nikmat menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan hati tidak bersyukur. Padahal, orang yang tidak tidak bersyukur, akan hilang nikmat-nikmat yang diberikan kepadanya.
من لم يشكر النعم فقد تعرض لزوالها ومن شكرها فقد قيدها بعقالها
Barang siapa tidak bersyukur, maka ia ingin hilang nikmatnya. Dan barang siapa bersyukur, maka ia akan menali nikmat tersebut.
“Ada beberapa orang yang setiap hari selalu mengeluh, setiap waktu dan keadaan tidak mampu menerima nikmat, sehingga dalam hati nya tidak bisa bersyukur, ” tutur Kiai Haris yang juga sebagai Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember
Lanjut Kiai Haris menjelaskan bahwa orang yang bersyukur dibagi dua tingkatan
“Ada dua tingkatan orang yang bersyukur, yaitu orang yang bersyukur (syakira) dan orang banyak bersyukur (syakura). Kalau syakira bersyukurnya biasa saja, kalua syakura banyak bersyukurnya,” jelas Kiai Haris dalam kultumnya
Dalam penutup nya, Kiai Haris mengajak agar para mahasantri bisa menjadi orang yang bersyukur. “Mari kita menjadi hamba yang mampu bersyukur di setiap waktu agar mendapatkan nikmat tambahan dari Allah SWT , ” tutup Prof. Haris yang juga Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) tersebut.
Kegiatan kultum pagi merupakan kegiatan rutinan Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli yang bertempat di Pondok Putra Ajung Jember sebagai motivasi kultum pagi dan pencerahan untuk mendekatkan diri Kepada Allah SWT.
Penulis: Ekik Filang Pradana
Editor: Siti Junita

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka pengenalan budaya pesantren, PP Darul Hikam mengadakan MATASBA (Masa Ta’aruf Santri Baru) 2023 pada Sabtu (2/9). Acara berlangsung pada pukul 12.00-21.00 WIB di Pondok Cabang Putra Ajung dengan tema “Mencetak Mahasantri Literasi, Bilingualistik, Dan Scholarship”.
Ketua Panitia, Lum’atul Muniroh menjelaskan bahwa acara Matasba ini bertujuan untuk mengembangkan “Acara ini bertujuan agar dapat mengembangkan dan menjadi pandangan mahasantri agar lebih percaya diri kedepannya dan mengetahui tata tertib yang berlaku dipondok pesantren Darul Hikam,” jelasnya yang juga Mahasiswa UIN KHAS Jember itu.
Acara tersebut diikuti oleh 43 mahasantri baru yang terbagi atas 5 kelompok dengan dipimpin oleh Pendamping Kelompok (PK). Pengasuh PP Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. menyampaikan sambutan dan pesan kepada kepada mahasantri baru.
“Di Pondok ini, seluruh mahasantri minimal belajar untuk meraih tiga kualitas. Pertama, kualitas intelektual. Kedua, kualitas social. Ketiga, kualitas spiritual. Tiga kualitas ini yang Insya Allah menjadi bekal mahasantri Darul Hikam untuk meraih sukses di masa yang akan dating. Selamat pada para mahasantri baru Darul Hikam,” tuturnya yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu.
Selanjutnya, penyampaian materi pertama yang disampaikan oleh Pengurus PP Darul Hikam, Siti Junita, S.Pd mengenai Selayang pandang pondok, perkenalan para asatidz dan kurikulum di PP Darul Hikam.
“Pondok Pesantren Darul Hikam ini berdiri pada tahun 2015 dan masih satu Gedung dengan rumah ndalem. Atas izin Allah, saat ini pondok kita sudah memiliki dua unit cabang yang terdiri dari pondok pusat putri, pondok cabang putra dan putri. Dengan kesederhanaan namun tinggi harapan kami untuk bisa mencetak mahasantri yang berkualitas, baik dalam agama maupun sains, ” ujarnya yang juga Mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember.
Kurikulum pesantren terbagi atas dua, yakni Madin Awaliyah dan Wustho. Sebelum pembelajaran, diadakan tes baca kitab dan Al-Quran untuk menentukan kelas awaliyah atau wustho. “Pembelajaran digelar secara hybrid karena digelar oleh tiga unit pondok sekaligus. Kitabnya pun disesuaikan dengan tingkatan kelasnya,” lanjutnya.
Program ekstrakurikuler pesantren dijelaskan oleh Erni Fitriani, S.Pd. (Jurnalistik), Lutvi Hendrawan (Tahfidz), dan Azza Naqdan (Languange Center).
“Program literasi merupakan program jurnalistik yang mana mahasantri dapat mengembangkan dan belajar menulis dengan program ini. Seperti berita, artikel, skripsi dna jurnal”, ujar Erni. Lutvi sebagai pemateri program tahfidz menyampaikan bahwa” program tahfidz dilaksanakan dengan dua teknis.
“Pertama, dilaksanakan pada setiap hari Jum’at dalam 2 Minggu sekali. Kedua, bil ghaib merupakan program yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali yang dibimbing langsung oleh pengasuh.
Program selanjutnya yang merupakan program pengembangn bahasa Inggris dan bahasa Arab. “Kegiatan program language center diantaranya berbicara menggunakan bahasa Inggris dan Arab dan setiap 2 Minggu sekali dihari yang ditentukan mempunya kegiatan menonton film yang mengandung bahasa inggris dan bahasa arab. Dengan harapan mereka dapat menguasai bahasa tersebut dengan metode auditori dan visual,”jelas Naqdan.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Wildan Rofikil Anwar, M.H. dan Izza Afkarina tentang budaya Jember dan pentingnya adab. “Di kota Jember inilah kisah perjuangan kalian dimulai, maka harus ada ikhtiar dan doa yang maksimal agar keberkahan dalam ilmu bisa dirasakan,” ujar Mahasiswa Pascasarjana Universitas Jember itu.
Dilanjutkan oleh Izza Afkarina tentang adab santri yang diutamakan, terutama kepada pengasuh.“Sebagai santri, Kiai dan Bu Nyai adalah orang tua kita disini, sehingga adab ketika berjabat tangan, lewat di depannya dan senantiasa tawadhu ketika berbicara dengannya,” jelas Izza, Mahasantri Cabang Putri Darul Hikam itu.
Materi terakhir disampaikan oleh M. Irwan Zamroni Ali, M.H., tentang Kiat Sukses menjadi mahasiswa dan mahasantri PP Darul Hikam.
“Tentu yang pertama adalah mengenali tipe dosen dan guru kita, serta sering mengkaji mata kuliah atau kitab yang akan diajarkan oleh guru kita. Bergaul dengan teman yang mengajak kebaikan dan Bersama komunitas yang mendorong untuk terus maju,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan penobatan mahasantri baru dan pertunjukan seni oleh setiap kelompok Matasba.
Reporter: Siti Fitriatus Sholikhah
Editor: Siti Junita

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka mengenalkan budaya di lingkungan pesantren, PP Darul Hikam akan menyelenggarakan acara MATASBA (Masa Taaruf Santri Baru) Tahun Ajaran 2023-2024 pada Sabtu (2/9/2023) bertempat di pondok Cabang Putra, Ajung, Kabupaten Jember.
MATASBA ialah masa orientasi bagi mahasantri baru untuk pengenalan program, sistem pembelajaran, ciri khas, dan budaya yang ada di lingkungan pesantren. Acara ini juga dapat memberikan informasi bagi mahasantri baru dalam mengembangkan potensi dan mendorong untuk beradaptasi menyeimbangkan keilmuan saintifik dan agama.
Lum’atul Muniroh yang juga sebagai Ketua Panitia dalam acara MATASBA mengungkapkan bahwa ada beberapa tahapan dan persiapan dalam menyusun rangkaian acara MATASBA pada tahun ini.
“Pertama kami sowan kepada pengasuh bersama dengan ketua pondok, setelah itu kami lakukan rapat perdana bersama panitia sekaligus mendiskusikan tentang susunan acara MATASBA, ” ujar Lum’ah yang juga Mahasiswi UIN KHAS Jember tersebut.
Lebih Lanjut, Lum’ah menyampaikan bahwa dalam MATASBA akan disampaikan beberapa materi diantaranya, selayang pandang pesantren Darul Hikam, Program pembelajaran, kiat-kiat sukses dan budaya Jember.
“Adanya materi tersebut mempunyai tujuan yang berbeda, ada yang untuk menumbuhkan semangat santri dengan memberikan tips untuk mengatur waktu disela-sela kuliah, organisasi, dan sebagai santri, setelah itu juga mmperkenalkan budaya pesantren kepada santri baru,” ungkap Lum’ah yang juga peraih juara 1 terbaik tingkat wustho di PP Darul Hikam tersebut.
Sementara itu, Pengasuh PP Darul Hikam, Prof Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil I., menjelaskan latar belakang acara MATASBA ini diselenggarakan
“Agar santri baru sukses belajar di pondok Darul Hikam dan juga UIN KHAS Jember, harus mengenalkan budaya pondok, juga mengatur waktu, karena diniatkan untuk belajar, agar tahu strategi sukses dan hal ini ada di MATASBA,” tutur Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember tersebut
Kiai Haris (Sapaan Akrabnya) juag berharap dan berpesan agar acara MATASBA ini adalah langkah awal untuk meraih kesuksesaan dalam menuntut ilmu di pondok pesantren.
“Serius mengikuti acara MATASBA ini dan dapat menerima materi materi dengan baik karena ini sebagai kunci untuk mencapai kesuksesan dengan mengenal lingkungan pesantren,”Pungkas Kiai Haris yang juga sebagai Direktur World Moslem Studies Center (Womester) tersebut.
Reporter: Lutvi Hendrawan
Editor: Siti Junita

Media Center Darul Hikam – Taman Kanak-kanak adalah jenjang pendidikan anak usia dini dalam bentuk pendidikan formal untuk anak usia 4-6 tahun. Tujuan penyelengaraan pendidikan TK itu sendiri adalah untuk meningkatkan daya cipta anak-anak dan memacu mereka untuk belajar mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi, bahasa, agama, sosial, emosional, fisik, motorik, kognitif, seni, dan kemandirian.
Maka dari itu, untuk mewujudkan kebermanfaatan di tengah masyarakat, Pondok Pesantren Darul Hikam bermaksud membentuk pendirian Taman Kanak-kanak (TK). Rencana tersebut diungkapkan oleh Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, M. Fil.I. dan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.HI., MH. dalam rapat koordinasi pada Kamis, (17/8) bertempat di “ndalem” pusat.
Pendirian TK ini sesuai dengan Visi Misi Darul Hikam yaitu ingin memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Selain itu, Darul hikam juga dirasa mampu karena memiliki SDM dari santri yang cukup mumpuni utamanya dalam bidang pendidikan atau tarbiyah.
“Ponpes Darul Hikam selama ini merasa belum banyak memberi manfaat kepada masyarakat luas. Selama ini, manfaat dirasakan masih kepada santri-santrinya sendiri yang bersifat internal. Oleh karena itu, atas dasar kebermanfaatan, Darul Hikam ingin masuk kepada pendidikan formal,” jelas Kiai Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Kiai Haris, sebuah lembaga harus memiliki visi misi yang jelas sebagai pedoman utama bagaimana lembaga tersebut nantinya berhasil mencetak generasi yang unggul, cerdas dan berakhlakul karimah.
“Visi Misi kami adalah Mencetak Insan Ulul Albab yang Religius, Berilmu, dan Akhlakul Karimah,” ujar Kiai Haris ketika diwawancarai oleh Tim Media Center Darul Hikam.
Disamping itu, Kiai Haris juga menceritakan proses persiapan pendirian TK ini sudah mulai disusun seperti perencanaan kurikulum, metode, dan strategi pembelajaran yang akan di implementasikan.
“Sejauh ini sudah rapat, diskusi dengan pakar ahli tentang TK, dan sekarang masih proses pembuatan proposal untuk permohonan izin. Mohon doanya untuk pendirian tahun ini, dan semoga tahun depan bisa beroperasi dari kegiatan pembelajaran dan operasionalnya,” tambahnya yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.
Dalam kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, SH.I., MH. turut memaparkan perihal pendidikan formal yang ingin di bangun di Yayasan Pendidikan Darul Hikam.
“Selama ini Pondok Darul Hikam hanya manfaat untuk mahasiswa UIN KHAS Jember, dan dengan membuat pendidikan Formal dimulai yang paling dasar yaitu TK atau PAUD yang insya Allah akan terus berkembang sampai pendidikan Pasca Sarjana. Aamiin,” Ibu Nyai Robiatul Adawiyah yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.
Terakhir, Ibu Nyai Robi berharap rencana pendirian TK ini memiliki manfaat yang barokah bagi masyarakat.
“Moga-moga dengan niatan yang sangat baik ini dengan Ridha Allah SWT semua bisa bejalan dengan lancar dan penuh berkah. Aamiin,” Pungkasnya.
Kontributor : Azza Naqdan Mufti
Editor : Erni Fitriani

Media Center Darul Hikam – Jumat pagi (25/8) Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam memberikan kultum tentang kualitas yang harus dimiliki oleh mahasantri. Kajian ini merupakan kajian rutin setiap hari Jumat bertempat di Pondok Cabang Putra Klanceng Ajung Jember.
Kultum Jumat ini bertujuan untuk memberikan pengajaran, motivasi, dan inspirasi kepada mahasantri agar dapat meningkatkan semangat dalam belajar, baik dalam ilmu agama maupun ilmu umum.
Jum’at ini, Kiai Haris menjelaskan bahwa kualitas diri adalah kumpulan dari nilai, karakter, sikap, cara berpikir, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang dengan standard tertentu. Dengan meningkatkan salah satu dari poin di atas, secara tidak langsung kualitas diri seorang juga akan meningkat.
Kiai Haris memberikan contoh ketika menghadiri acara PBAK 2023 kemarin yang diikuti oleh 4.128 mahasiswa.
“Dari 4.128 mahasiswa baru, berapa mahasiswa yang berkualitas. Dari total 22 ribu mahasiswa UIN KHAS, berapa mahasiswa jugayang berkualitas. Jawabnya, tentu tidak banyak. Mereka yang berkualitas ini yang kelak akan sukses,” ujar Kiai Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.
Lanjut Prof Haris, mahasantri harus menjadi berkualitas dalam berbagai hal, seperti kualitas emosional, sosial, religius, literasi, dan pengembangan bahasa asing. Maka dari itu, Pondok Darul Hikam hadir sebagai solusi, memberikan wadah kepada mahasantri untuk menjadi berkualitas.
“Di Pondok Darul Hikam, mahasiswa juga bisa belajar banyak hal sepeti kecerdasan emosional sabar menghadapi kritikan dan kebencian orang lain. Kalau kualitas sosial mahasantri dilatih dengan menjaga kebersihan pondok dan saling bekerja sama membersihkan. Kalau bersih-bersih, niatkan bersihkan diri. Kualitas religius dilatih dengan rajin sholat, pandai baca kitab kuning, dan hafal al-Quran,” tutur Kiai Haris yang juga Sekretaris Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia itu.
Kualitas literasi di Pondok Darul Hikam, lanjut Prof Haris, dilatih dengan rajin membuat tulisan/karya berupa berita, artikel opini, resensi buku, bimbingan skripsi dan lain-lain. Kualitas pengembangan bahasa, dilatih dengan adanya kajian bahasa asing seperti Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Harapannya agar mahasantri di Pondok Darul Hikam menjadi pribadi yang berkualitas dan lebih siap dengan berbagai tantangan yang dihadapi kedepan.
“Selain belajar di kampus UIN KHAS, mahasantri Darul Hikam diharapkan dapat menambah keilmuannya di pondok karena sudah disiapkan beberapa ahli di bidang masing-masing untuk menunjang pembelajaran di kampus seperti adanya program tahfidz, bahasa asing, dan jurnalistik,” tukas Prof. Haris yang juga Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) tersebut.
Kontributor: Ekik Filang Pradana
Editor: Erni Fitriani

Oleh: Lutvi Hendrawan
(Mahasantri Putra Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember dan juga Mahasiswa Semester 4 Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN KHAS Jember)
Siapa yang tidak suka dengan senyuman? hanya dengan satu senyuman seakan-akan dunia bisa diubah seperti dalam genggaman. Hanya dengan modal tersenyum, seseorang yang baru saja bertemu akan lebih mudah terasa akrab dan nyaman. Oleh karena itu tak heran jika karyawan-karyawati berbagai perusahaan selalu melempar senyuman dalam setiap pelayanan, agar dapat memikat hati para pelanggan.
Senyum memang memiliki daya pikat luar biasa. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak akan bisa menarik hati manusia dengan harta kalian, maka tariklah hati mereka dengan wajah berseri (senyuman) dan akhlak mulia.” (HR. at-Tirmidzi). Senyum itulah yang senantiasa terpancar dari wajah mulia Rasulullah SAW. Bahkandisaat diperlakukan tidak sopan, Rasulullah SAW tetap tersenyum.
Suatu ketika Rasulullah SAW didatangi oleh seorang arab Badui. Dengan lancangnya si Badui bersikap kasar dengan menarik selendang Rasulullah SAW hingga berbekas warna merah di leher mulia Rasulullah SAW. Orang Badui itu dengan lantang mengatakan, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu untuk memberiku uang dari baitul-mal.” lalu Rasulullah SAW menoleh kepadanya dengan lembut seraya tersenyum, lalu menyuruh sahabat memberinya harta yang berasal dari baitul-mal sesuai dengan permintaannya.
Selain sosok yang murah senyum, Rasulullah SAW juga menganjurkan para sahabatnya untuk menyebar senyum. Rasulullah bersabda, “Senyummu di hadapan sudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR at-Tirmidzi). Akan tetapi Rasulullah SAW juga mewanti para sahabatnya agar tidak menyepelekan soal bermuka manis dengan murah senyum. Rasulullah SAW mengingatkan, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria (tersenyum).” (HR. Muslim)
Namun yang perlu diperhatikan, apabila yang tersenyum itu merupakan seorang muslimah yang mampu memikat jiwa terhadap seorang pria yang tidak punya ikatan keluarga, apakah patut yang demikian ini tetap bernilai pahala atau sedekah? Apakah hal ini tetap dianjurkan untuk tersenyum dengan wajah yang berseri-seri ketika seorang muslimah berjumpa dengan seorang pria? Lebih-lebih, jika seorang muslimah berparas cantik jelita.
Tersenyum saat berjumpa saudara seiman memang sangat dianjurkan. Hal ini sudah jelas didalam hadis berikut ini:
تبسمك في وجه أخيك لك صدقة
“Senyummu di hadapan sudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR at-Tirmidzi)
Kata saudara (akhun) dalam hadis tersebut berbentuk tunggal (mufrad) yang disandarkan pada kata setelahnya (mudhâf). Menurut aturan Ushul Fikih, karakter semacam ini mengindikasikan universal (‘am). Sehingga, pada dasarnya seorang muslimah juga dapat masuk dalam lingkup hadis tersebut, baik yang masih muda maupun lanjut usia. Akan tetapi, universalitas kata saudara (‘akhun) itu dibatasi (takhshîsh) oleh hadis lain yang menyebut seorang wanita dapat menjadi fitnah terbesar bagi kaum pria. Rasulullah SAW bersabda:
ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء
“Tidaklah aku tinggalkan fitnah (cobaan) yang paling berat bagi laki-laki selain fitnah (cobaan) wanita” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Di hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
المرأةُ عورةٌ ، فإذا خرَجَتْ اسْتَشْرَفَها الشيطانُ
“Wanita adalah aurat, jika ia keluar, setan akan menghiasinya” (HR. at-Tirmidzi)
Oleh karena itu bisa kita simpulkan, bolehnya seorang muslimah tersenyum terhadap seorang pria saat berjumpa ialah terbatas saat aman dari fitnah. Itupun dengan mengikuti pendapat Ulama yang menyatakan bahwa wajah tidak termasuk aurat bagi muslimah. Berbeda dengan pendapat yang kuat (al-Ashah) yang memasukkan wajah, selain bola mata, pada aurat. Hal ini selaras dengan persoalan mengucap salam kepada lawan jenis. Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Fathul-Bâri-nya, mengomentari salah satu sub tema dalam kitab Shahîhul-Bukhârî, yaitu laki-laki yang mengucap salam terhadap wanita dan sebaliknya, bahwa kebolehan saling berucap salam itu hanya terbatas saat aman dari fitnah.
Yang patut kita pertanyakan, di era milenial ini, mungkinkah aman dari fitnah saat seorang gadis melempar senyumnya kepada seorang pria yang dijumpainya? Apalagi, jika sang gadis berparas cantik jelita dan sangat menawan, ditambah dengan tatapan lama dan penuh hasrat? Hal ini belum mempertimbangkan pendapat yang kuat (Al-Ashah) yang menyatakan wajah seorang wanita bagian dari aurat. Sungguh, bukan murah senyum yang wanita dapat, justru senyum murahan yang ia perlihatkan.
Disisi lain, muslimah yang senyumnya menawan diacungi jempol oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pernah ditanya; “Wanita yang bagaimana yang paling baik?” Beliau menjawab: “Jika dipandang (suami) ia menyenangkan, jika diperintah ia taat, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara-perkara yang dibencinya, baik dalam diri maupun harta” (HR. Ahmad).
Dari sini, terkait dengan soal senyuman, para ulama memberi syarat bolehnya seorang muslimah tersenyum pada lelaki yaitu, selama tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Alangkah indahnya jika seorang muslimah dapat menjaga senyumnya hanya untuk mereka yang berhak menikmati. Sayyidah Aisyah mengungkapkan, “Rasulullah ketika bersama istri-istrinya adalah sosok suami yang paling perhatian dan paling mulianya manusia yang dipenuhi dengan tawa dan senyum simpul.” (HR. Ibnu Asakir).
Oleh karena itu sudah selayaknya seorang muslimah dapat menjaga diri dan menyucikan hati. Ia tetap harus murah senyum seperti anjuran Nabi, namun yang perlu diperhatikan jangan sampai memberi senyum murahan, yaitu senyuman kepada lawan jenis yang tentu saja sangat disukai oleh setan yang terkutuk. Yang pada awalnya kita mengharap sebagai senyuman sebagai ibadah akan tetapi malah berbalik menjadi laknat.
Terakhir, Penulis teringat dengan firman Allah SWT:
عَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) Titik pointnya yakni pada ungkapan: “boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu”. Wallahu a’lam bi as-sawab

Oleh: Erni Fitriani, S.Pd (Pengajar Jurnalistik Ponpes Darul Hikam Jember)
Ketika anda ingin membuat sebuah berita, hal yang paling penting dan mendasar adalah judulnya. Seorang wartawan senior yang juga konsultan ahli untuk komunikasi dan media massa, Tri Juli Sukaryana mengungkapkan bahwa membuat judul berita itu gampang-gampang susah. Gampang ketika di awal liputan anda sudah mengetahui gambaran akan judulnya. Dan susah ketika selesai liputan anda belum terpikirkan judul apa yang kira-kira mau dibuat.
Oleh karena itu, untuk memudahkan anda dalam membuat judul, sebaiknya seorang wartawan menentukan terlebih dahulu sudut pandang atau framing berita yang akan ditulis.
Judul yang baik adalah judul yang mampu memikat pembacanya untuk terus membaca dan menyelesaikannya hingga akhir. Berikut ini kami sajikan tentang tips membuat judul yang unik dan menarik ala wartawan.
Pertama, menggambarkan isi dan kalimat lengkap SPOK
Cara membuat judul berita yang baik yaitu dengan menggunakan susunan kalimat SPOK (subjek, predikat, objek dan keterangan) atau minimal terdiri atas subjek (s) dan predikat (p).
Contoh: LPG langka.
Dari teks di atas didapati bahwa LPG berperan sebagai “Subjek” dan Langka merupakan kata sifat atau “Predikat”. Judul seperti contoh tersebut sudah cukup mewakili jika anda ingin membuat sebuah berita.
Kedua, membuat penasaran pembaca
Contoh: Warga asal Ponorogo Bangun Tembok di Gang, 13 KK Tidak Bisa Lewat, apa Alasannya?
Judul di atas mencoba memunculkan kata mengapa (Why) peristiwa itu bisa terjadi? Tentu dari judul tersebut akan membuat pembaca penasaran, kira-kira apa penyebabnya. Maka dari itu, anda dapat menggunakan alternatif judul menggunakan Why adalah yang paling disarankan.
Ketiga, mampu menggoda pembaca (ada unsur Wow)
Contoh: Digugat Panji Gumilang Rp 1 Triliun, Anwar Abbas Tegaskan Taat Hukum.
Salah satu cara untuk membuat judul anda menggoda adalah dengan memasukkan kata yang memuat unsur wow. Misalnya pada judul di atas, unsur wownya adalah nominal 1 Triliun karena itu bukan nominal yang lazim. Uang 1 triliun sudah termasuk uang yang sangat banyak sekali dan hanya dimiliki oleh orang kaya atau menengah ke atas.
Keempat, tidak bertele-tele
Contoh: Warga Ponorogo Nekat Bangun Tembok di Gang Akses Jalan, Tetangga Tidak Bisa Lewat, ternyata Ini Alasannya.
Judul di atas terlalu panjang karena memuat 16 kata. Judul berita yang baik biasanya berkisar antara 8 hingga 12 kata. Ini juga tergantung kepada kesepakatan masing-masing perusahaan. Semakin pendek judul yang anda buat maka akan semakin baik karena langsung kepada poin utama berita.
Sehingga judul di atas dapat diubah menjadi: “Pria Asal Ponorogo Tembok Gang Akses 13 KK, ini alasannya”.
Kelima, tidak membocorkan isi
Contoh: Merasa dikucilkan, Warga di Ponorogo Tembok Gang Akses 13 KK
Sudah jelas bahwa judul di atas sudah memuat/ membocorkan isi berita yaitu pada kata “merasa dikucilkan”. Ketika pembaca sudah tahu isi dari berita itu bahwa pemilik rumah merasa dikucilkan, maka akan hilang secara otomatis rasa penasaran dari pembaca. Ini bukanlah hal yang salah, namun sebaiknya dihindari.
Alangkah lebih baiknya, judul diganti dengan, “Warga di Ponorogo Tembok Gang Akses 13 KK, ini penyebabnya”.
Dengan memberikan pemantik seperti contoh judul di atas maka pembaca akan lebih tertarik untuk meng-klik judul dan pembaca akan menemukan sendiri penyebab dari masalah setelah ia menyelesaikan bacaannya.
Keenam, setiap awal kata menggunakan huruf besar (kapital)
Contoh: Panji Gumilang Geram Al-Zaytun Dicap Sesat: yang Tetapkan Siapa?
Judul yang baik adalah judul ditulis sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Yaitu apabila ketika menulis sebuah judul maka harus diawali dengan huruf kapital pada setiap katanya seperti pada contoh di atas. Hanya ada satu kata yang menggunakan awalan huruf kecil yakni pada kata “yang” karena ia termasuk kata sambung sehingga ditulis dengan huruf kecil.
Ketujuh, kata sambung ditulis menggunakan huruf kecil.
Contoh: Anggota DPR Bangga dengan Permainan Timnas saat Ladeni Argentina.
Seperti yang sudah kami jelaskan pada paragraf sebelumnya, yaitu ketika di dalam judul terdapat kata sambung maka wajib ditulis menggunakan huruf kecil. Bisa anda cermati dalam judul di atas memuat kata sambung “dengan” dan “saat” sehingga wajib ditulis menggunakan huruf kecil.
Kedelapan, pilih diksi populer
Anda dapat menciptakan judul berita yang unik dan menarik yaitu dengan menggunakan diksi yang populer. Apalagi ketika berita anda diterbitkan di media online. Memilih diksi populer akan sangat menguntungkan anda karena judul dengan diksi populer akan lebih mudah memikat pembaca dan otomatis jumlah viewers akan meningkat. Kebanyakan judul yang digandrungi di media online adalah judul tentang ‘how to’ dan ‘what’.
Kesembilan, hindari menulis singkatan tidak umum
Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh penulis pemula adalah dengan membuat judul dengan singkatan yang tidak lazim/ umum. Harus kita pahami bahwa tidak semua orang tahu tentang berbagai singkatan. Yang biasa dibuat singkatan adalah nama lembaga atau organisasi, namun apabila nama tersebut jarang diketahui orang banyak sebaiknya tidak perlu disingkat tapi tulis apa adanya dan kemudian berikan penjelasan pada teks bila diperlukan.
Kesepuluh, hindari judul normatif
Hindarilah judul normatif karena cenderung tidak menarik. Judul normatif tidak akan bermasalah jika dipakai dalam acara formal atau resmi seperti sambutan/ pidato. Semoga bermanfaat.

Media Center Darul Hikam– Bimbingan skripsi ini merupakan salah satu program jurnalistik sebagai wadah bagi santri Darul Hikam agar mereka memiliki kemampuan untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu. Kesulitan mahasantri diantaranya belum memahami masalah, kebingungan membuat judul hingga menentukan metode penelitian yang tepat. Oleh sebab itu pengajar mempunyai tujuan dan latar belakang adanya program bimbingan skripsi di Pondok Pesantren Darul Hikam.
“Program bimbingan skripsi ini untuk membantu mahasantri dalam menyelesaikan skripsi tepat waktu, terutama dalam bidang literasi, melalui hal ini merupakan salah satu cara untuk mengarahkan mahasantri dalam menulis dan menggali data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Maka dari itu tim jurnalistik membentuk program bimbingan skripsi agar kesulitan mahasantri Darul Hikam bisa menjadi wadah bagi mereka dalam mengerjakan skripsi,” ujar Erni Fitriani sebagai Ketua Media Center Darul Hikam.
Adapun empat pendamping bimbingan skripsi ini diantaranya M. Irwan Zahroni Ali, S.H., M.H, M. Wildan Rofikil Anwar S.H.,M.H, Siti Junita, S.Pd, dan Erni Fitriani S.Pd. Tujuan diadakan program bimbingan skripsi ini adalah agar mahasantri Darul Hikam lebih terarah dalam mengerjakan skripsi, dan adanya monitoring serta evaluasi pada setiap langkah menyelesaikan proses tugas akhir itu.
Para mentor juga menargetkan mahasantri agar lulus tepat waktu. Adapun teknis bimbingannya mereka akan dimasukkan kedalam grup whatshapp untuk dibagi mentor sesuai dengan jurusan mereka. Dalam pembimbingan skripsi ini para mentor dibagi menjadi dua, dalam bidang hukum dan non hukum yang mendampingi mahasantri sesuai dengan program studinya. Masing-masing mentor juga memiliki tata cara sendiri dalam membimbing mahasantri.
Banyaknya dukungan dan respon baik dari Pengasuh Pondok Darul Hikam menjadikan hal yang positif dalam dunia pesantren, sehingga melahirkan harapan dimasa yang akan datang, terutama dalam bidang literasi. Dengan adanya program bimbingan skripsi ini dapat membantu semua santri khususnya dalam proses perkuliahan di UIN KHAS Jember.
“Saya berharap seluruh mahasantri Pondok Pesantren darul hikam bisa mengikuti secara aktif program tersebut, karena program ini sangat membantu santri dalam menyelesaikan tugas makalah dari dosen, dan bisa cepat selesai kuliah dengan tidak kesulitan membuat tugas akhir kuliah (skripsi) sehingga mahasantri dengan cepatnya menyelesaikan perkuliahan” ucap Nyai Robiatul Adawiyah sebagai pengasuh Ponpes Darul Hikam.
Program ini adalah bentuk dukungan dari Pondok Pesantren Darul Hikam kepada seluruh mahasantri dalam hal cepatnya perkuliahan dan kemandirian perekonomian. Tak hanya itu saja, beberapa mahasantri juga sudah merasakan manfaat dari adanya program bimbingan skripsi di Pondok Pesantrean Darul Hikam.
“Alhamdulillah, manfaat diadakannya program bimbingan skripsi ini agar proses penulisan skripsi dapat berjalan baik dan tepat sesuai rencana, kemudian Mendapatkan bimbingan secara khusus, dari pembimbing skripsi sebelum nanti konsultasi ke dosen pengampu akademik dan pembimbing skripsi kampus.” ujar Anis Romiatus Sholeha, mahasantri pusat Ponpes Darul Hikam.
Reporter: Apriliyatus Sholichah
Editor: Siti Junita

Oleh: Erni Fitriani, S.Pd (Pengajar Jurnalistik Ponpes Darul Hikam)
Anda ingin menyusun sebuah artikel/ opini tapi bingung mulai dari mana? Untuk menyusun sebuah artikel yang baik dan benar dibutuhkan langkah-langkah terstruktur dan terukur agar artikel yang anda tulis dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.
Jika dilihat dari definisinya, artikel adalah sebuah teks karangan yang dibuat berdasarkan fakta dan opini untuk kemudian dipublikasikan di media massa baik cetak maupun elektronik. Artikel memiliki tujuan menyampaikan suatu gagasan penulis yang memuat data dan fakta akurat. Artikel berfungsi mendidik, meyakinkan, dan juga menjadi sarana hiburan bagi pembaca.
Artikel ini biasanya ditulis dalam bentuk opini. Opini dipakai sebagai sarana untuk menanggapi sebuah permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Yang perlu menjadi perhatian ketika menulis opini yaitu solusi yang ditawarkan adalah berasal dari data dan fakta akurat sehingga dapat diuji kebenarannya.
Untuk menghasilkan artikle/opini yang berkualitas, maka dibutuhkan tips cara menyusunnya adalah sebagai berikut.
Pertama, Perhatikan Topik yang Diangkat
Topik harus aktual. Jika anda membuat sebuah opini, langkah pertama yang harus anda lakukan ialah memilih topik. Topik yang dipilih harus terkini/aktual sehingga menarik untuk dibahas dan diselesaikan permasalahannya.
Tulis tema yang dikuasai. Saat anda menulis artikel, pilihlah tema yang anda kuasai. Karena ketika menulis artikel opini maka kita juga harus punya pengetahuan tentang poin yang akan kita bahas tersebut. Dengan memilih topik yang sudah akrab dengan kita, ini akan memudahkan anda dalam menulis.
Tulisan harus orisinil. Saat membuat tulisan jenis apapun, sudah menjadi kewajiban bagi penulis untuk memastikan keorisinilan tulisan. Tulisan yang orisinil akan memiliki daya jual yang tinggi dan menjadi tulisan yang berkualitas dan bisa dipertanggung jawabkan.
Tulisan tidak berbau SARA. Tulisan yang tidak berbau SARA artinya tulisan anda tidak membahas konten-konten sensitif terkait suku, agama, ras dan antar golongan. Mengapa menulis yang berbau SARA ini tidak disarankan? Karena jika anda salah sedikit saja menyinggung isu tersebut, fatalnya ini dapat menimbulkan perpecahan antar umat manusia. Apalagi sejenis artikel opini yang memuat pendapat atau opini pribadi dari penulis. Misalnya meskipun anda sudah melengkapi tulisan dengan referensi ilmiah sekalipun, namun membahas isu SARA tetap menjadi rawan dan sangat berbahaya. Maka dari itu, membahas isu-isu SARA sebaiknya dihindari.
Pahami Segmen Media yang Dituju. Ketika anda ingin menerbitkan tulisan di ‘Media A’, penting bagi anda untuk memahami karakteristik dari media tersebut. Bagaimana terkait dengan templatenya, jumlah katanya? Apa yang menjadi batasan-batasan media tersebut? Isu-isu apa yang sebaiknya dipilih dan dimunculkan? Apa yang menjadi kekhasan media tersebut? Serta hal-hal lainnya yang membuat peluang tulisan anda bisa diterima oleh media yang bersangkutan.
Kedua, perhatikan Struktur Penulisan Artikel Opini
Mengutip dari Buku Jurnalistik Dasar karya Khoirul Muslimin, ada lima struktur artikel opini yang harus dipenuhi ialah sebagai berikut.
Headline dan byline. Headline dan byline biasanya memuat judul artikel yang merupakan bagian teratas dari sebuah artikel opini. Pada bagian ini penting untuk dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik perhatian pembaca.
Lead (kepala artikel).Lead adalah intro artikel. Anda dapat mengisi bagian ini dengan memberikan penjelasan dari peristiwa yang akan ditulis, pernyataan aktual, dan rangkuman dari sebuah peristiwa. Lead juga harus dibuat semenarik mungkin seperti pada judul, karena lead juga menjadi penentu akankah pembaca tertarik untuk melanjutkan bacaannya atau tidak.
Neck (leher artikel). Leher artikel ini berfungsi untuk mengaitkan bagian lead dengan isi artikel sehingga tercipta kesinambungan yang baik antar paragraf diantara keduanya.
Content (isi artikel). Pada bagian ini, anda dapat menulis tentang permasalahan yang sesuai dengan topik dengan lebih detail. Anda bisa menguak permasalahan yang ada dengan disandingkan bersama data dan fakta akurat. Jadi, meskipun artikel opini ini dominan dengan pendapat atau opini penulis, namun juga harus tetap ilmiah dalam proses menulisnya. Opini biasa ditulis dengan bahasa populer agar lebih mudah dimengerti semua khalayak. Dalam artikel opini, anda juga bisa memasukkan data berupa kutipan beberapa tokoh dan hal-hal lainnya yang dapat menguatkan isu yang anda bahas.
Leg (kaki artikel). Anda dapat mengisi bagian ini dengan memasukkan kesimpulan terkait isu yang dibahas/ penegasan dari opini. Anda juga bisa memberikan saran terkait masalah/ isu dengan memberikan solusi alternatif atas permasalahan tersebut yang berdasarkan hasil riset dan kajian yang akurat.
Ketiga, Pahami Cara membuat Artikel Opini
Untuk membuat artikel opini yang baik dan benar, maka disajikan cara sebagai berikut.
Bagaimana? Mudah bukan? Setelah memahaminya, apakah anda tertarik untuk membuat sebuah artikel opini? Jika iya, mulailah melakukannya sekarang. Selamat belajar dan berkarya! Semoga bermanfaat.