Categories
Berita

Kolaborasi Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil Kediri, Womester Gelar Bedah Buku Pedoman Fikih di Luar Negeri

Kediri – World Moslem Studies Center bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri menggelar acara bedah buku “Pedoman Fikih di Luar Negeri”. Acara bedah buku diselenggarakan di Ruang Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri pada Kamis 28 Agustus 2025 jam 10.00 – 12.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut penulis buku yang juga narasumber;  Direktur Womester (Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC), Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Kediri (KH. Muhamad Makmun Mahfudz), Dosen UIN Syeikh Wasil Kediri (Dr Husnul Yaqin) dan  Dekan Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri (Dr. H. Khamim).  Selain juga dihadiri Warek I UIN Syeikh Wasil, Dr. H. Subakir, puluhan dosen hadir memenuhi undangan sebagai peserta acara bedah tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. H. Subakir menyampaikan terima kasih pada Fakultas Syariah, Womester dan PCNU Kab Kediri. “Mewakili rektor UIN Syeikh Wasil, saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak. Ini kegiatan yang menarik. Apalagi temanya Pedomna Fikih di Luar Negeri. Bagaimana para dosen UIN Syeikh Wasil ini keluar negeri ke depan. Karena tahun ini tidak bisa berangkat sebab efisensi. Doakan saya. Insyaallah Oktober ini ke Belanda dan tiga negara Eropa, meski bukan dana dari kampus”, kata Dr H Subakir yang juga pengurus MUI Jawa Timur.

Nara sumber bedah buku, Prof. Haris menyampaikan bahwa belum adanya buku saku yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam praktik hidup keseharian berislam terutama bagi diaspora Indonesia di luar negeri menjadi latar belakang utama penulisan buku ini. Secara umum, Harisudin menyampaikan prinsip-prinsip pedoman fikih yang berkaitan erat dengan problematika kehidupan muslim di negara minoritas.

“Segmen buku ini adalah para diaspora Indonesia di luar negeri; student, pekerja migran Indonesia, orang yang bekerja di kedutaan, dan lain sebagainya. Jadi dikemas dalam buku sederhana yang mudah dipahami banyak orang. Kalau buku saya Fikih Aqalliyat versi akademis, kami buat lebih tebal dan tentu saja serius sekali”, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam pandangan Prof. Haris, dua puluh masalah yang terdapat dalam buku Pedoman Fikih Luar Negeri adalah masalah riil yang dihadapi diaspora Indonesia di luar negeri.

“Mereka menghadapi masalah yang berbeda dengan kita yang ada di Indonesia. Misalnya najis mughaladzah yang sulit dipraktikkan di negara minoritas muslim seperti Hongkong, Taiwan, Jepang dan sebagainya. Sehingga kami mengambil qaul cara bersucinya salah satunya tidak dengan dicampur dengan debu, namun dengan sabun”, ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi, Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Pembedah buku ini, KH. Muhamad Makmun Mahfudz menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terbitnya buku ini. Dengan lahirnya buku ini, KH Makmun berharap ada pendampingan terutama kepada para pekerja migran Indonesia mengingat implementasi fikih ini hanya berlaku di luar negeri dengan konteks fikih minoritas.

“Saya hanya memberi masukan. Menurut saya, perlu ada pendampingan, bagaimana keadaan Islam di luar negeri bisa menjadi ideal di masa yang akan datang”, ujar KH. Makmun yang juga salah satu Pengasuh Pondok Ploso Kediri.

Sementara itu, pembedah buku yang lain, Dr. Husnul Yaqin juga menyambut baik hadirnya buku ini. Lebih lanjut ia berharap adanya penyusunan buku fikih lokalitas mengingat adanya beberapa daerah di Indonesia dengan jumlah komponen masyarakat muslim sebagai minoritas.

“Kita juga harus memahami bahwa praktik keagamaan di daerah minoritas seperti Manado, Toraja, Ambon, dan Papua hanya sekitar lima persen muslimnya. Ini juga sangat perlu penyusunan fikih lokalitas,” kata Dr. Husnul Yaqin yang pernah hidup belasan tahun di Papua.

Diskusi berlangsung dengan menarik disertasi tanya jawab yang gayeng menjadikan waktu dua jam  bedah buku terasa kurang. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Dekan Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil, Dr. H. Khamim berharap bahwa ilmu fikih dapat semakin dipahami oleh para muslim serta menjadi pedoman praktis khususnya bagi para diaspora muslim di luar negeri. Semoga.(/**)

sumber : https://jurnal9.tv/kolaborasi-fakultas-syariah-uin-syeikh-wasil-kediri-womester-gelar-bedah-buku-pedoman-fikih-di-luar-negeri/

Categories
Berita

Kawal Mutu Pendidikan Pesantren, Pengasuh Darul Hikam Jember Dilantik Jadi Asesor Mahad Aly

Tangerang Pengasuh Ponpes Darul Hikam Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC dilantik resmi menjadi asesor Mahad Aly seluruh Indonesia. Pelantikan ini dilakukan setelah lulus Pelatihan Asesor Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Pesantren Jenjang Mahad Aly. Pelatihan yang digelar pada 1822 Agustus 2025 diselenggarakan di Hotel Novotel Tangcity Superblock, Kota Tangerang, Banten.

Pelatihan yang diselenggarakan Majelis Masyayikh ini bertujuan mencetak asesor profesional yang bertugas menilai dan menjamin mutu Mahad Aly di berbagai daerah. Para peserta, –yang terdiri dari akademisi, kiai, dan praktisi Ma’had Aly–, dibekali instrumen evaluasi serta standar akreditasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mutu pendidikan Ma’had Aly sebagai pendidikan tinggi khas di pesantrem semakin terjamin.

Prof. Haris menilai penunjukan dirinya sebagai asesor merupakan amanah besar. Saya alumni Mahad Ali Angkatan Ketiga tahun 19961999 di Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Guru Besar UIN KHAS Jember dan Pengasuh Ponpes Darul Hikam Jember. Tentu menjadi kebanggaan, kalau saya bisa menjadi asesor Mahad Ali sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu Mahad Ali, ungkap Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) Pusat.

Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur itu menambahkan, penjaminan mutu menjadi kunci agar Mahad Aly tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan kekhasan pendidikan pesantren. Menurutnya, peningkatan mutu tidak hanya menyentuh aspek kurikulum dan capaian pembelajaran, tetapi juga mencakup tata kelola, dosen, hingga atmosfer akademik yang kondusif.

“Alhamdulillah, kami full mengikuti pelatihan asesor. Dan tanggal 22 Agustus 2025, kami dilantik menjadi Asesor Ma’had Aly. Dari pelatihan ini ini kami tahu bahwa asesor Ma’had Aly bukan hanya sebagai penilai, namun juga evaluator dan jembatan komunikasi Majlis Masyayikh dengan Ma’had Aly di seluruh Indonesia, tambah Prof. Haris yang juga Dewan Pakar PB IKA PMII Periode 2025-2030.

Keterlibatan Prof. Haris di tingkat nasional menegaskan peran Ponpes Darul Hikam dalam menyumbangkan SDM berkualitas bagi pengembangan pendidikan pesantren. Sebagai pengasuh pesantren sekaligus akademisi, Prof. Haris dinilai layak dalam menilai dan melakukan pendampingan mutu pendidikan.

Selain itu, pengalaman panjangnya di dunia akademik dan pesantren memperkuat keyakinan bahwa pendidikan tinggi Islam perlu menggabungkan tradisi dengan inovasi. Saya melihat Mahad Aly memiliki posisi strategis dalam melahirkan ulama yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga mampu menjawab tantangan kebangsaan, jelas Prof. Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 2019-2023.

Pelatihan asesor yang diikuti Prof. Haris berlangsung intensif selama lima hari. Para peserta difokuskan pada praktik penjaminan mutu eksternal, diskusi instrumen, serta simulasi asesmen. Hasil dari pelatihan ini diharapkan melahirkan asesor yang independen, objektif, berintegritas, dan profesional.

Ke depan, peran asesor akan sangat menentukan arah mutu Mahad Aly. Kementerian Agama RI menargetkan setiap Mahad Aly dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, tanpa meninggalkan kekhasan pesantren. Acara pelatihan asesor ini dibuka oleh Dr. KH. Abd Ghafar Rozin, (Ketua Majlis Masyayikh) dan ditutup oleh Dr. KH. Ach. Muhyidin Khotib, MA. (Sekretaris Majlis Masyayikh).

Reporter : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan; Prof. Haris Sebut Fiqh Nusantara Perkuat NKRI dan Pancasila

Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur secara resmi meluncurkan Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan melalui webinar nasional yang dihadiri lebih dari lima ratus peserta. Acara bertajuk “Negara Pancasila dan Fiqh Kenegaraan: Meneguhkan Islam Nusantara dalam Demokrasi Konstitusional” ini menjadi wadah integrasi pemikiran hukum, politik, dan keislaman secara komprehensif. Jum’at, (22/8/2025).

Gagasan pendirian sekolah ini dicetuskan oleh Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Tata Negara yang konsisten mengembangkan pemikiran konstitusi. Prof. Hufron menekankan bahwa sekolah ini merupakan laboratorium gagasan strategis untuk menjawab dinamika global. “Sarjana NU tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus besar hukum dan politik bangsa. Kita harus menjadi motor penggerak yang menanamkan nilai Islam Nusantara sekaligus menjaga marwah Pancasila,” tegas Prof. Hufron.

Plt Ketua Umum PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., menjelaskan visi strategis sekolah ini dalam penguatan nilai kebangsaan. “ISNU hadir sebagai pengawal nilai di tengah arus globalisasi, tantangan ideologi, hukum dan moral. Sarjana NU harus meneguhkan bahwa Islam Nusantara adalah wajah Islam yang ramah, berbudaya, dan sejalan dengan Pancasila,” jelasnya. Sekolah ini dirancang untuk mencetak kader yang mampu menjawab tantangan kontemporer dengan pendekatan Islam Nusantara.

Keynote speaker Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., selaku Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang diwakili oleh Prof. Dr. H. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag., memaparkan integrasi maqashid syariah dalam kurikulum sekolah. “Pancasila bukan sesuatu yang asing, justru ia adalah pengejawantahan nilai-nilai maqashid syariah dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan Indonesia,” ujar Prof. Agus. Pendekatan ini akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan materi pembelajaran.

Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag., Wakil Rais Aam PBNU, menjelaskan penerapan metodologi fiqh dalam pembelajaran di sekolah kebangsaan. “Negara bukan tujuan, melainkan alat (wasilah). Tujuan yang sesungguhnya adalah tegaknya keadilan, terwujudnya kemaslahtan dan terlaksananya maqāṣid al-sharī‘ah,” ungkapnya. Pendekatan ini menekankan pada substansi rather than forma belaka.

Prof. Dr. KH. Moh. Noor Harisuddin, M.Fil.I., Guru Besar Ilmu Ushul Fiqh UIN KHAS Jember, memaparkan implementasi nilai kebangsaan dalam kurikulum sekolah. “NKRI sudah syariah, maka tidak perlu disyariahkan lagi. Fiqh Nusantara tidak dimaksudkan untuk mengganti Pancasila atau NKRI, melainkan menguatkan keduanya,” paparnya. Pendekatan ini akan diimplementasikan melalui studi kasus dan diskusi kontekstual.

Prof. Dr. Moh. Fadli, S.H., M.Hum., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, menjelaskan integrasi regulasi dalam pembelajaran. “Sila pertama dan kedua memberikan landasan moral, sila ketiga dan keempat menjadi metode kerja dalam membangun persatuan serta musyawarah demokratis, sedangkan sila kelima adalah tujuan puncak berupa keadilan sosial,” ungkap Prof. Fadli. Kerangka ini akan menjadi panduan dalam analisis kebijakan publik.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., menyampaikan model pembelajaran yang akan diterapkan. “Islam, Pancasila, dan sistem hukum nasional tidak berdiri bertentangan, melainkan saling menopang. Kehadiran negara adalah sebuah keniscayaan, negara dipahami sebagai wasilah untuk mewujudkan kemanusiaan, kemaslahatan, dan keadilan,” tegas Prof. Hufron. Sekolah akan menggunakan metode dialog interaktif dan studi kasus aktual.

Webinar ini menandai komitmen PW ISNU Jawa Timur dalam pengembangan pemikiran kebangsaan. Kegiatan Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan akan berlangsung rutin setiap bulan dengan melibatkan berbagai universitas mitra.

sumber: https://ruang.co.id/sekolah-hukum-politik-kebangsaan-fiqh-nusantara/

Categories
Berita

Wakaf Kursi Sholat Tembus Masjidil Haram, Aksi Keren Lazawa Darul Hikam Bikin Haru!

Mekkah – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masjid ramah lansia dan difabel. Pada Senin, 4 Agustus 2025, Lazawa Darul Hikam menyalurkan wakaf berupa lima unit kursi sholat ke Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Penyaluran kursi sholat tersebut diterima langsung oleh petugas perempuan Masjidil Haram dan diserahkan oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Selain Prof Haris, hadir juga mendampingi Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC.

Prof. Haris menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya Lazawa Darul Hikam dalam mewujudkan masjid ramah lansia dan difabel, tidak hanya di tingkat nasional (Indonesia), tetapi juga di tingkat internasional.

“Program Wakaf kursi sholat adalah program Lazawa Darul Hikam yang sudah berjalan baik di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Kami ingin kembangkan di luar negeri” ujar Prof. Haris Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Masjidil Haram harus bisa diakses semua kalangan (accesable), termasuk lansia dan difabel. Karena itu, Lazawa Darul Hikam mendukung program keren di Masjidil Haram yang sudah berjalan bertahun-tahun.

Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan internasionalisasi program wakaf dan zakat yang tengah digalakkan oleh Lazawa Darul Hikam. Menurut Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur ini, kiprah lembaga ini tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tapi juga sudah menembus panggung global.

“Tahun 2024, Lazawa Darul Hikam sebelumnya telah mengirim dai untuk berdakwah di Jerman dan Belanda. Tahun 2025, kami menyalurkan hewan kurban di Rusia. Sekarang, kami hadir di Mekkah, membagikan kursi sholat untuk Masjidil Haram,” jelas Prof Haris Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Sementara itu, Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali menyampaikan terima kasih pada donatur wakaf kursi sholat.

“Insyaallah, wakaf ini akan memberikan manfaat luar biasa bagi para jamaah yang membutuhkan, terutama mereka yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik, yang sedang beribadah di Masjidil Haram,” tutur Irwan yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Penyaluran lima kursi ini diharapkan menjadi langkah awal program praying chair untuk lebih banyak kontribusi di tingkat global. Lazawa Darul Hikam juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri, untuk memperluas dampak sosial dan spiritual program-program wakaf dan zakat di masa yang akan datang.

Kontributor : Iklil Naufal Umar

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Kolaborasi HKTI Jawa Timur, Fatayat NU Jember Gaungkan Green Lifestyle Lewat Sarasehan

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember bekerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur menyelenggarakan Sarasehan Kesehatan bertajuk “Green Lifestyle for Healthy Living” pada Ahad (27/07/2025).

Acara yang berlangsung di Padepokan H. Arum Sabil, Tanggul, Jember ini dihadiri sekitar 207 peserta dari 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Jember.Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan komitmen Fatayat terhadap isu-isu lingkungan dan kesehatan.

“Acara ini merupakan bentuk komitmen PC Fatayat NU Jember dalam kegiatan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab individu terhadap sampah masing-masing sebagai bentuk kesadaran ekologis sehari-hari.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan pembacaan istigosah yang dipimpin oleh Ilma Nabila Islamiah, S.K.M., dilanjutkan pembacaan qiraat dan sholawat Nahdliyah oleh Sahabat Dina dari PAC Balung. Peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Mars Fatayat NU yang dipandu oleh Muhimatul Lailiya, S.Pd.

Selain sambutan dari Ketua PC Fatayat NU Jember, acara juga diisi sambutan dari Ketua HKTI Jawa Timur, H.M. Arum Sabil. Keduanya mengapresiasi peran Fatayat NU sebagai pelopor gerakan perempuan yang menyatukan nilai spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sarasehan menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pemaparan dari berbagai perspektif. Dr. Azizah, S.H., M.Kes menjelaskan pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim oleh individu dan komunitas.

Dilanjutkan oleh dr. Hj. Faida, MMR yang membahas pola makan sehat berbasis nabati sebagai penunjang keseimbangan tubuh dan lingkungan.

Sesi ditutup oleh Prof. Dr. M. Noor Harisuddin, M.Fil.I yang menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah wujud keimanan dan tanggung jawab spiritual.

Sarasehan dipandu oleh Faiqoh Nurul Hikmah, M.Si sebagai moderator dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis.

Setelah sesi diskusi, peserta menerima penjelasan mengenai pembuatan eco-enzyme dan konsep urban gardening sederhana dari H.M. Misbahus Salam, M.Pd.I dan Dr. Ir. Mahfudz Muchtar, M.P.

Peserta tampak antusias mencoba langsung cara-cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengolah limbah dapur dan memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan sehat.

Sebagai penutup diisi dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen “Fatayat NU Go Green” sebagai simbol tekad untuk menjalankan gaya hidup ramah lingkungan dan meneruskan semangat perubahan di komunitas masing-masing.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana hangat dan penuh semangat. (Fita/red)

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Santunan Anak Yatim, Lazawa Darul Hikam Launching Majelis Taklim Padang Ati

Jember – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Darul Hikam Putra Ajung pada Kamis sore (24/7), saat Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim sekaligus Launching Majelis Taklim Padang Ati. Acara yang dimulai selepas Ashar itu dihadiri oleh 20 anak yatim beserta para pendamping nya, pengurus Lazawa Darul Hikam, Kepala Dusun Klanceng, para mahasantri, serta perwakilan donatur.

Ketua panitia kegiatan, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim.

“Ini adalah ajaran langsung dari Rasulullah SAW, yang selalu memuliakan anak yatim. Kita percaya bahwa berbagi bukan hanya mempererat tali persaudaraan, tapi juga menjadi wasilah untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahan,” ujarnya penuh semangat.

Irwan juga menambahkan bahwa Lazawa Darul Hikam senantiasa hadir di tengah-tengah anak yatim, tidak hanya di momentum seperti ini. “Seperti bulan Ramadan lalu, kami mengajak anak-anak yatim belanja baju lebaran di Roxy Square Jember. Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya,” tuturnya.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. “Terima kasih kepada para donatur yang telah mengulurkan tangan. Semoga Allah memudahkan rezeki Anda, melancarkan urusan, memberi kesehatan dan keberkahan hidup,” ungkapnya dengan tulus.

Prof. KH. Haris juga memberikan motivasi langsung kepada anak-anak yatim yang hadir. “Adik-adik semua, jangan pernah merasa kecil atau minder. Masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri. Teruslah belajar, semangat, dan jangan bergantung pada siapa pun selain Allah SWT. Kunci kesuksesan itu ada pada kerja keras dan doa,” Ujar Prof. KH. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga secara resmi meluncurkan Majelis Taklim Padang Ati, sebuah forum dakwah yang akan menjadi media syiar Islam baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

“Majelis ini insyaallah akan menjadi cahaya dakwah. Seperti yang sudah kami lakukan di Jepang, Belanda, Jerman, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Malaysia, Taiwan dan beberapa negara lain, kini kami hadir kembali untuk memperkuat basis dakwah khususnya di tanah air,” terang Prof. KH. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan Yasin dan Tahlil secara bersama-sama, yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan. Para peserta tampak larut dalam kekhusyukan doa, menyatukan harapan agar anak-anak yatim mendapat tempat terbaik dalam kehidupan, serta agar Majelis Taklim Padang Ati menjadi wasilah tersebarnya nilai-nilai Islam yang damai dan rahmatan lil ‘alamin.

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata peran strategis Lazawa Darul Hikam dalam membina generasi muda, memperkuat solidaritas sosial, dan menyemai nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.

Reporter : Achmad Muthiurrahman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Hari Terakhir! Seleksi Wawancara BIB Kemenag Sasar Calon Awardee S1 Dalam Negeri

JAKARTA | duta.co —Seleksi wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag Tahun 2025, telah memasuki hari terakhir. Wawancara telah dimulai sejak 14 Juli hingga 23 Juli 2025 dan diikuti oleh 3.900-an calon awardee.

Seleksi wawancara terakhir dikhususnya untuk Program S1 Dalam Negeri. Sebelumnya telah dilakukan wawancara Program S1, untuk program Beasiswa Santri Prestasi (PBSB), dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Ruchman Basori di tengah memantau pelaksanaan seleksi wawancara di Pusdiklat Keagamaan Ciputat, (23/07).

Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini menerangkan bahwa program layanan beasiswa S1 Dalam Negeri, merupakan program yang distingtif, yang tidak ada pada layanan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu.

Ruchman menegaskan layanan beasiswa S1 penting dilakukan karena keluarga besar Kementerian Agama memiliki calon mahasiswa didikan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, Mu’adalah Tingkat Ulya dan sederajat yang cerdas dan pintar, namun mengalami keterbatasan ekonomi.

“BIB diberikan kepada orang yang pintar dan cerdas, bukan semata-mata anak-anak yang kurang mampun secara ekonomi, sehingga dapat studi pada perguruan tinggi terbaik di negeri ini”, terang Ruchman.

Di hari terakhir ini Ruchman mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pewawancara dari akademisi dan profesor dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia. Juga Tim Liasion Officer (LO) yang bertugas mulai dari pagi hingga malam.

Ruchman Basori berharap, seleksi BIB tahun 2025 nantinya mampu menjaring calon awardee yang berkualitas, cerdas intelektual dan luhur karakternya. “Belasan ribu orang telah mengambil kesempatan beasiswa ini dan 3.900-an telah melakukan wawancara, saatnya berdoa untuk yang terbaik”, katanya.

Giat wawancara didampingi langsung oleh para Ketua Tim Puspenma, Siti Maria Ulfa, Amiruddin Kuba, Sendy Tria Santoso, Hendro Dwi Antoro dan Kasubbag TU, Sri Agustin Maswidaniyah. (Hps)

Sumber : https://duta.co/hari-terakhir-seleksi-wawancara-bib-kemenag-sasar-calon-awardee-s1-dalam-negeri

Categories
Berita

Womester dan Sejumlah Kampus di Indonesia Akan Ikut Konferensi Internasional di Belanda

Depok, 17 Juli 2025 — World Moslem Studies Center (Womester) bersama rombongan dari beberapa kampus di Indonesia akan mengikuti konferensi internasional dengan tema “Harmony in Turbulence: The Intersection of Faith, Climate Justice, and Global Peace” di Groningen, Belanda, pada 30 September–3 Oktober 2025. Acara ini diselenggarakan oleh PCINU Belanda dan akan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Delegasi dari Indonesia yang akan berangkat bersama Womester terdiri dari perwakilan UIN Syeikh Wasil Kediri, IAIN Madura, Universitas Islam Lamongan, dan Universitas Yudharta Pasuruan. Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari program internasionalisasi pendidikan yang sudah lama digagas oleh Womester.

Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., mengatakan bahwa program ini bertujuan mengajak kampus-kampus di Indonesia untuk aktif dalam kegiatan akademik di tingkat global.

“Womester punya program internasionalisasi pendidikan. Kami mengajak teman-teman perguruan tinggi untuk ikut dalam forum-forum resmi yang diselenggarakan oleh kampus-kampus dunia. Ini sudah menjadi fokus utama kami sejak awal,” kata Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Menurutnya, konferensi ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan gagasan dan pemikiran Islam moderat dari Indonesia kepada dunia. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang bertemu dan berdiskusi dengan para akademisi dari berbagai negara.

“Kami ingin menularkan semangat internasionalisasi kepada kampus-kampus Islam. Penting bagi kita untuk tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Prof. Haris berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang tukar pemikiran dan menjalin kerja sama jangka panjang yang bermanfaat bagi pendidikan tinggi di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Internasional, Azam Ph.D sangat berterima kasih pada Womester.

“Dari PCI NU Belanda, kami mengucapkan terima kasih pada Womester yang telah membantu dan berkolaborasi dengan kami. Acara ini dimulai tanggal 30 September hingga 3 Oktober 2025,” tutur Azam yang juga mahasiswa Ph.D Universitas Groningen dalam rapat koordinasi dengan Womester Kamis, 17 Juli 2025.

Womester sendiri sudah memiliki jaringan kerja sama di lima benua, yaitu Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Melalui jaringan ini, Womester terus mendorong kampus-kampus untuk membuka diri dan menjalin kerjasama dengan institusi luar negeri.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember Ikuti TOT Calon Pengajar Diklat BPIP 2024

Jakarta, 10 Juli 2025 — Salah satu Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., turut berpartisipasi dalam Training of Trainers (TOT) Calon Pengajar Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Kualifikasi Utama Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 8–10 Juli 2025 di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, ini menjadi forum strategis nasional untuk menyiapkan pengajar-pengajar profesional dalam bidang ideologi kebangsaan. Sebanyak 126 peserta terpilih mengikuti TOT ini, terdiri dari 88 calon pengajar untuk Diklat PIP Kualifikasi Maheswara dan 38 calon pengajar untuk Kualifikasi Penceramah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pengajar dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila secara holistik.

“Diklat PIP merupakan proses pembelajaran dalam meningkatkan kecerdasan karakter bangsa yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Maheswara ujung tombak sekaligus teladan dalam membangun sistem nasional Diklat PIP,” ucap Yudian dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Dalam laporan kegiatan, Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Dr. Surahno, menyampaikan harapan besar agar Kepala BPIP dapat hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan pemahaman yang sama bagi para pengajar Diklat PIP, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, agar mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara utuh kepada peserta diklat,” ujar Surahno.

Sementara itu, Prof. M Noor Harisudin yang menjadi peserta Diklat BPIP mengatakan urgensi kegiatan ini.

“TOT ini menjadi momentum penting untuk memperluas pengaruh akademik dalam membumikan Pancasila secara metodologis dan substantif, khususnya di lingkungan kampus dan masyarakat luas,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Prof. Haris menilai bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadirkan Pancasila tidak hanya sebagai dokumen historis, tetapi sebagai etos kehidupan berbangsa yang hidup di tengah-tengah masyarakat multikultural.

“Penguatan Pancasila harus dilakukan secara dialogis dan partisipatif. Peran para guru besar dan penceramah sangat vital untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kerangka berpikir dan bertindak masyarakat,” tegas Prof Haris yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember.

Sebelumnya pada periode tahun 2024, Angkatan I telah menghasilkan Pengajar Diklat PIP, total khusus Maheswara sebanyak 124 orang dan Penceramah sebanyak 4 orang dan telah tersertifikasi tahun 2023. Sedangkan Angkatan II tahun 2024 yang saat ini menjalani proses ToT diikuti oleh 89 Maheswara Utama dan 39 Penceramah Utama.

Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan ini Prof. Dr. M. Amin Abdullah selaku Anggota Dewan Pengarah BPIP, Wakil Kepala BPIP Dr. Rima Agristina, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., MS., dan Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Dr. Surahno, S.H., M.Hum.

Dengan pelatihan ini, BPIP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengajar agar mampu menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Reporter: Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Ma’had Aly Situbondo dan Womester Jalin Kerja Sama Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Pesantren

Situbondo, 5 Juli 2025 – Ma’had Aly Situbondo hari ini secara resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan World Moslem Studies Center (Womester).

Penandatanganan ini merupakan langkah penting dalam upaya internasionalisasi pendidikan tinggi pesantren, membuka jalan bagi Ma’had Aly untuk lebih dikenal di kancah global.

Acara penandatanganan berlangsung di Ruang Pimpinan Ma’had Aly pada Sabtu, 5 Juli 2025. Dari pihak Womester, hadir Direktur Prof. Dr. HM. Noor Harisudin S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA., CWC. Sementara itu, dari Ma’had Aly diwakili oleh Sekretaris Ma’had Aly Marhalah Ula, Achmad Alif Saiful Arif, SH., M.Ag.

Kerja sama ini menandai komitmen Ma’had Aly Situbondo untuk terus mengembangkan sayapnya di bidang pendidikan, khususnya dalam konteks studi keislaman. Melalui kolaborasi dengan Womester, diharapkan Ma’had Aly dapat memperluas jaringan, meningkatkan kualitas riset, pengabdian serta membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam program-program berskala internasional.

“Kerja sama dengan Womester ini sangat strategis bagi kami,” ujar Achmad Alif Saiful Arif.

“Ini adalah langkah konkret Ma’had Aly dalam mewujudkan visi internasionalisasi pendidikan tinggi pesantren, yang nantinya akan membawa dampak positif bagi perkembangan keilmuan Islam dan kontribusi pesantren di tingkat global, ” lanjutnya.

Senada dengan itu, Prof. Dr. HM. Noor Harisudin menyampaikan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.

“Kami percaya Ma’had Aly Situbondo memiliki potensi besar untuk menjadi pusat studi Islam yang unggul. Womester siap mendukung Ma’had Aly Situbondo dalam mencapai cita-cita internasionalisasi ini,” pungkas Prof. Harisudin yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

“Apalagi saya dengar Ma’had Aly Situbondo sudah mau buka Marhalah Tsalitsah (program doktoral). Jadi internasionalisasi pendidikan menjadi sebuah keniscayaan”, ujar Prof. Harisudin yang juga Dewan Pakar PB IKA PMII masa bakti 2025-2030.

Selama ini, Womester telah melakukan berbagai program di luar negeri seperti Australia, Malaysia, Hongkong, Jepang, Belanda, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Amerika Serikat. Wujud kegiatan berupa pendidikan, penelitian dan juga pengabdian masyarakat.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi Ma’had Aly Situbondo untuk terus berkiprah dan memberikan sumbangsih nyata dalam dunia pendidikan tinggi pesantren, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter: Saifir Rohman
Editor: Maulana Nur Rahman