Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Seleksi Penerimaan Fundraiser Profesional

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan fundraising Lembaga Wakaf Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, dibutuhkan 3 Staff Fundraiser dengan ketentuan sebagai berikut:

KETENTUAN UMUM

  1. Minimal Pendidikan SMA/SLTA Sederajat
  2. Loyal dan berintegritas
  3. Dapat Bekerjasama Dengan Tim
  4. Sehat Jasmani dan Rohani
  5. Memiliki Sepeda Motor dan SIM C

WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Waktu Pendaftaran     : 17 Januari – 01 Februari 2024 (09.30-16.00 WIB)

Tempat Pendaftaran   : Kantor Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 8 Mangli Kaliwates Jember

TAHAPAN SELEKSI

NoTahapanPelaksanaan
1Pengumuman dan Penerimaan Berkas Lamaran17 Januari – 01 Februari 2024
2Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi02 Februari 2024
3Pelaksanaan Tes Wawancara03 Februari 2024
4Pengumuman Hasil Akhir05 Februari 2024

DOKUMEN ADMINISTRASI

  1. Surat Lamaran
  2. Daftar Riwayat Hidup
  3. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai
  4. Fotocopy KTP dan SIM C
  5. Pas Foto 4×6
  6. Dokumen Pendukung Lainnya Yang Berkaitan Dengan Pekerjaan

KETENTUAN LAIN-LAIN

  1. Selama proses seleksi, pelamar tidak dipungut biaya dan panitia tidak menanggung biaya yang telah dikeluarkan pelamar.
  2. Keputusan Panitia seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.
  3. Setiap lamaran yang masuk dan memenuhi persyaratan akan segera diproses untuk tahap seleksi berikutnya.
  4. Pengumuman hasil seleksi akan diposting di media sosial YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.
  5. Keterangan lebih lanjut bisa ditanyakan langsung di tempat pendaftaran atau melalui Contact Person yang tersedia. (Irwan 0823-3823-7677 atau Bagas 0821-4663-6176).

Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Categories
Berita

Diundang MWCNU Tarumajaya Bekasi, Prof Haris Ajak Refleksi Awal Tahun Baru

Media Center Darul Hikam – Periode awal tahun seringkali menjadi momen seseorang untuk meningkatkan progres dalam berbagai aspek kehidupannya. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, dalam acara “Ngaji Bersama” oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Kamis, (11/01/2024).

Dalam ceramahnya, Prof Haris setuju dengan pernyataan Kiai Mustofa Bisri tentang kelas-kelas dalam Islam. Meski Tuhannya sama, berimannya sama, tapi kualitas atau kelas imannya beda-beda. “Iman kepada Allahnya sama, tapi kualitas iman saya dengan anda beda-beda. Demikian juga dengan keberislaman. Tingkatan Islamnya ada yang SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi”, tukas Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center Depok.

Pada sisi lain, denga nada kelas berislam, Prof Haris mengajak pengurus MWC NU Tarumajaya untuk instropeksi dan juga selalu meningkatkan kualitas diri.

“Sebagai anggota NU dan pengurus NU, tahun baru adalah momen yang strategis bagi para pengurus NU untuk introspeksi, mengevaluasi, dan juga meningkatkan diri guna memberikan kontribusi lebih besar kepada NU dan Indonesia,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

“Hasibu anfusakum qabla antuhasabu,” ucap Prof Haris sembari mengingatkan tentang urgensi introspeksi diri. Menurutnya, evaluasi terhadap diri sendiri, pengakuan terhadap kesalahan yang telah terjadi, dan perencanaan perbaikan untuk masa depan adalah langkah-langkah yang tidak boleh diabaikan.

Namun demikian, tidak cukup dengan instropeksi. Seorang muslim mestinya menjadikan tahun baru sebagai momentum untuk peningkatan kualitas diri.

“ Dalam hadits disebutkan Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka dia orang yang beruntung.Makanya, orang NU harus lebih baik dari yang kemarin. Sukur-sukur bisa meninggalkan legacy untuk umat”, ujar kiai milenial yang sering berceramah di TV tersebut.

Pada sisi lain, Prof Haris menekankan Kembali dakwah Nahdlatul Ulama yang penuh kasih sayang. Ulama NU adalah mereka yang alim (berilmu), abidan (ahli ibadah), dan zahidan (zuhud atau tidak terikat dengan dunia) serta mengetahui kemaslahatan manusia.

“Ulama dikenal sebagai alim, yang berarti mereka memiliki pengetahuan agama Islam yang mendalam, mereka ahli ibadah, tidak terikat dengan dunia material, dan mengetahui apa yang terbaik untuk ummat,” ucap Prof. Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.  

Selain itu, ulama NU dalam pandangan Prof Haris adalah para kiai yang melihat umat dengan pandangan kasih sayang (bianir rahmah).

“Ini yang membedakan dakwah NU yang sejuk dan santun. Berbeda dengan Sebagian yang ekstrem dan kasar”, tukas Prof Haris mengakhiri dengan contoh dakwah pada umat melalui strategi pelayanan pada saat ada keluarga jamaah yang meninggal.   

Selain dihadiri para pengurus dan warga NU, acara ini dihadiri para tokoh KH Cecep Romli (Pengurus MUI Pusat), Kiai Lahmudin (Rois Syuriyah MWC NU Tarumajaya) dan KH Abid (Syuriyah PCNU Kabupaten Bekasi) dan Kiai Rifal Mahalli (PCNU Kota Bekasi).

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Program Infak Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam

Kami Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember mengajak Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian menjadi donatur Program Infak yang akan diperuntukkan kepada:

  1. Beasiswa Santri
  2. Kesejahteraan Guru Ngaji/Ustadz
  3. Anak Yatim
  4. Bedah Rumah Fakir/Miskin
  5. Korban Bencana Alam
  6. Pengembangan Lembaga Wakaf
  7. Dakwah Islam
  8. Dan lain-lain

Pembayaran Infak dapat ditransfer ke Norek 4467764444 BSI Jember atau scan QRIS atas nama Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam. Sebagaimana diketahui, sejak Desember 2023, YPI Darul Hikam telah memiliki dua Nazhir Wakaf resmi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), KH. M. Noor Harisudin, CWC dan Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, CWC.

Semoga Allah SWT melipatgandakan dan memberkahi harta serta menganugerahi kesehatan pada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari. Jazakumullah Khairal Jaza.

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lembaga Wakaf Darul Hikam Mencapai Babak Baru, Kini Jajaki Kerjasama Dengan BWI

Jakarta – Komitmen Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dalam rangka meningkatkan peran kelembagaanya di bidang wakaf, kini mencapai babak baru.

Setelah sebelumnya, dua Nazhir wakaf YPI Darul Hikam dinyatakan lolos asesmen Nazhir Wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kini, lembaga wakaf yang diketuai oleh Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, tersebut berhasil menjajaki kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia pada Jumat, (12/01/2024).

Dalam pertemuan tersebut, anggota Badan Wakaf Indonesia, Raji Reza Ilahi, S.Ap menerima kunjungan YPI Darul Hikam yang diwakili oleh Prof Haris sebagai Ketua YPI Darul Hikam sekaligus Ketua Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Reza menyoroti pentingnya memetik pelajaran dari lembaga-lembaga wakaf ternama seperti Salman ITB, Sinergi Foundation, dan rumah wakaf lainnya yang telah sukses berkembang pesat.

Dalam pandangannya, belajar dari pengalaman lembaga-lembaga besar tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam.

“YPI Darul Hikam dapat mengambil pelajaran berharga dari lembaga-lembaga besar ini untuk mempercepat pengembangan lembaga wakafnya,” tutur Reza Anggota Badan Wakaf Indonesia.

Selain itu, Reza memberikan penekanan terhadap pentingnya menambahkan elemen non-wakaf, khususnya melalui program infaq dan sedekah. Menurutnya, integrasi infaq dan sedekah yang langsung diberikan kepada masyarakat memiliki potensi besar untuk meningkatkan dampak positif dalam pengembangan wakaf.

“Kami percaya dengan menggabungkan infaq dan sedekah serta wakaf, dapat meningkatkan kontribusi dan manfaat Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam kepada ummat,” tambahnya.

Di waktu yang sama, Prof. Haris menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). Ia pun bertekad bahwa dalam waktu dekat, Surat Keputusan (SK) Nadzir Wakaf YPI Darul Hikam akan segera dikeluarkan. Hal ini tentu menjadi langkah awal yang strategis untuk memulai fase baru dalam pengembangan wakaf Darul Hikam.

“Insyaallah, dalam waktu dekat SK Nadzir Wakaf terbit, dan Lembaga Wakaf Darul Hikam akan lari kencang gaspol untuk bermanfaat kepada ummat,”ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Prof. Haris menegaskan, wakaf tidak hanya menjadi aset bagi pesantren, lembaga pendidikan, dan madrasah, tetapi juga memiliki dampak signifikan untuk masyarakat luas.

Kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia dianggap sangat penting untuk menjadikan Lembaga Wakaf Darul Hikam sebagai entitas yang transparan, kredibel, dan amanah.

“Kita butuh kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia, khususnya dalam persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional. Untuk tahun mendatang, Darul Hikam akan melakukan maksimalisasi target pasar, target minimalnya berjumlah 1 miliar dan  target maksimalnya berjumlah 1,3 miliar”, tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember : Capres dan Cawapres Belum Berpihak Kepada Diaspora Indonesia

Prof Haris Bersama Dubes Colombia 2017-2021 Dr. HC. Priyo Iswanto di CITOS Jakarta Selatan

Media Center Darul Hikam – Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara, Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., mengungkapkan, minimnya pembahasan dari Debat Ketiga Pilpres 2024, pada Minggu (07/01/2024), terhadap isu yang berkaitan dengan kehidupan, kesejahteraan, dan perlindungan diaspora Indonesia.

Menurutnya, pembahasan mengenai keberpihakan terhadap diaspora Indonesia masih belum mencapai titik yang memadai di dalam visi para Calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Pembahasannya terhadap isu diaspora warga Indonesia jauh dari ideal. Bagaimana kehidupan mereka, kesejahteraan mereka, perlindungan terhadap mereka, ini tidak ada pembahasan yang tuntas di hampir semua Capres,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember dalam sebuah kesempatan.

Prof Haris juga menekankan perlunya pemimpin bangsa untuk memiliki pandangan yang lebih holistik terkait diaspora.

“Hingga saat ini, kita menganut satu kewarganegaraan. Ke depan, pemimpin kita seharusnya mempertimbangkan posisi mereka kepada masyarakat yang berada di luar negeri. Termasuk usulan dwi kewarganegaraan seperti negara-negara maju yang lain,” tambah Direktur World Moslem Studies Center (Womester) Depok.

Prof Haris juga menyoroti segmen pekerja migran, pelajar, dan orang-orang yang menjadi wakil negara Indonesia di luar negeri (duta besar) sebagai bagian integral dari diaspora. Salah satu segmen yang disoroti adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang jumlahnya signifikan terutama di negara seperti Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan.

“Pekerja migran telah menjadi tulang punggung ekonomi kita dengan memberikan kontribusi besar dalam bentuk devisa. Namun, perlindungan yang diberikan oleh negara terhadap mereka masih belum memadai,” tambah Direktur Womester yang sering keluar negeri tersebut.

Prof Haris menambahkan, pemerintah perlu lebih serius dalam membahas isu-isu konkrit terkait keberpihakan terhadap para pekerja migran.

“Bagaimana bisa menjadi negara maju, sementara pekerja migran yang telah memberikan kontribusi signifikan masih menghadapi kendala dan kurangnya perlindungan negaara. Inilah yang perlu menjadi salah satu fokus perhatian dari presiden dan wakil presiden terpilihan nanti,” ucap Wakil Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah NU Jawa Timur.

Dikatakan Prof Haris, meskipun banyak warga Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari negara, namun besaran nominal yang diberikan masih kurang memadai. Menurutnya, hanya ada satu atau dua beasiswa yang memadai, yaitu beasiswa dari Kementerian Keuangan, seperti beasiswa LPDP.

“Para pelajar ini adalah aset berharga bangsa, namun jumlah nilai beasiswa yang diberikan masih belum memadai. Mereka harus bekerja di luar negeri untuk membiayai pendidikan mereka, menghadapi kesulitan yang seharusnya tidak mereka alami,” tambah Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI)  Pusat.

Selain itu, Prof. Haris mendukung percepatan kedutaan besar RI di luar negeri untuk menjadi corong promosi budaya Indonesia, termasuk pariwisata dan kebudayaan.

“Diplomasi budaya melalui kedutaan besar RI menjadi investasi jangka panjang untuk mempromosikan Indonesia di ranah global,” tambah Prof Haris yang memiliki jaringan ke berbagai negara dunia.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita Madrasah Diniyah Awwaliyah

Hurriyatul Qowimah, Mahasantri Putri Raih Juara 1 Lomba Baca Kitab Kuning Tingkat Awaliyah

Media Center Darul Hikam Menjadi berilmu dan berprestasi merupakan impian setiap orang. Dengan berbekal semangat yang tinggi, sosok gadis cantik dan sholihah, Hurriyatul Qowimah telah berhasil meraih juara 1 lomba kitab kuning Tingkat awaliyah di Pondok Pesantren Darul Hikam pada Jumat-Sabtu, (15-16/12).  

Hurriyatul (sapaan akrabnya) adalah putri dari pasangan H. Afif Ubaidillah dan Ummi Kulsum yang lahir di Desa Sruni Karang Kokap, Jenggawah, Jember. Hurriyatul merupakan mahasantri dari pondok cabang putri yang bertempat di Desa Karangmluwo Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.

Hurriyatul yang juga mahasiswa Semester 6 jurusan ilmu hadis Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu memulai pendidikannya dengan bersekolah di SD Negeri 02, kemudian melanjutkan di Madrasah Tasanawiyah (MTs) Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah, dan lalu melanjutkan di Madrasah Aliyah (MA) Jalaluddin Ar Rumi Jatisari Jenggawah.

“Pengalaman mondok, dulu sewaktu di MTs (Madinatul Ulum, red), saya banyak belajar kitab seperti kitab tafsir jalalain, jami’us shagir, dan kitab kitab klasik lainnya. Setelah lulus MTs, saya melanjutkan mondok di pesantren Jalaluddin Ar Rumi Jatisari Jenggawah dan mengikuti program kitab menggunakan metode Al-Miftah Sidogiri,” tukasnya yang juga adik kandung dari Rif’ah Hasanah.

Perjalanan Hurriyatul dimulai ketika ia memutuskan untuk kuliah dan memilih kampus UIN KHAS Jember. Alasannya memilih kuliah di kampus Islam yaitu mata kuliahnya menarik karena dipadukan dengan ilmu agama dan pilihannya jatuh kepada Bahasa Arab dan Ilmu Hadist melalui Jalur SPAN-PTKIN.

“Saat itu saya ambil 2 pilihan jurusan, Bahasa Arab dan Ilmu Hadist. Alhamdulillah saya diterima di ilmu hadistnya. Alasan saya dulu tertarik ambil ilmu hadist karena sewaktu di pondok saya sangat menyukai kitab ilmu hadist yaitu ulumul hadist,” ungkapnya.

Dalam ujian baca kitab kuning akhir semester, Hurriyatul terpilih sebagai juara 1 tingkat Madin Awaliyah dengan total nilai 178. Hurriyatul mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama ini. Prestasi ini akan saya jadikan motivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Hurriyatul Qowimah mengaku sangat senang bisa belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam. Ia mengatakan bahwa pondok pesantren tersebut memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang berharga baginya.

“Saya sangat senang bisa belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam. Banyak sekali ilmu agama dan pengalaman berharga yang saya dapatkan. Pesan Kiai yang selalu saya ingat yaitu untuk terus mempertahankan semangat belajar,” tandasnya.

Hurriyatul Qowimah memilih mondok di Pondok Darul Hikam karena ingin mengembangkan ilmu agamanya secara mendalam. Ia juga ingin mendapatkan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan beribadah.

“Saya kira Darul Hikam adalah pondok yang bisa merangkul mahasiswanya untuk belajar agama namun tidak mengesampingkan kuliah. Diniyah di pondok dibuat serius namun santai, waktunya juga fleksibel mengikuti kampus,” katanya ketika diwawancarai oleh Tim Media Center Darul Hikam.

Penulis: Azza Naqdan Mufti

Editor: Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita Madrasah Diniyah Wusto

Istiqomah, Basyir Mahasantri Asal Pasuruan Sabet Juara 1 Lomba Kitab Kuning Tingkat Wustha

Media Center Darul Hikam – Ketika keistiqomahan mampu dilakukan serta didasari dengan niatan tulus dan ikhlas maka semangat dalam beribadah akan terus tertanam dalam jiwa terutama bagi seorang santri. Hal ini menjadi salah satu prinsip yang dipegang mahasantri Darul Hikam Asal Pasuruan Muhammad Al-Basyir yang jauh meninggalkan kampung halamannya untuk menimba ilmu di kota Pandhalungan ini.

Basyir (sapaan akrabnya), menempuh pendidikan formalnya mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Tratee Putera dilanjutkan dengan Pendidikan Madrasah tsanawiyah (MTs) Pandaan dan Madrasah Aliyah (MA) Pandaan. Saat ini Basyir sedang melanjutkan studi S-1 nya di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora dengan Prodi Ilmu Hadist semester 5.

Santri asal Pasuruan ini merupakan Putra dari pasangan bapak M. Romli Mahfudz dan ibu Khoirun Nisak, anak kedua dari lima bersaudara lahir di Gresik  03 Juli 2003.

Awal kisah Basyir menjadi seorang mahasantri di Pondok Pesantren Darul Hikam ialah karena ia tertarik dengan program kegiatan belajar di Darul Hikam diantaranya ialah Program Baca Kitab Kuning, Jurnalistik, Entrepeunur, Tahfid dan masih banyak lagi. Tak hanya itu Basyir juga mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Darul Hikam juga memberikan fasilitas bersih dan nyaman bagi santri yang menetap.

“Pada awalnya saya ingin lebih menekuni pada bidang pendalaman kitab kuning, karena Darul Hikam memiliki pengajar-pengajar yang ahli dalam setiap bidangnya, disisi lain Darul Hikam juga memiliki fasilitas pondok yang bersih dan nyaman setingkat dengan hotel,” Ujar Basyir yang juga sebagai Ketua Bidang Keilmuan HMPS Ilmu Hadist UIN KHAS Jember Periode 2023-2024

Disisi lain, Basyir juga dikenal sebgai sosok yang inspiratif  dan selalu semangat dalam mendampingi mahasantri Darul Hikam untuk belajar membaca kitab kuning, akan tetapi disamping banyak kelebihan yang ia punya Basyir tetap tawaddu’ dan memiliki sifat rendah hati.

“Keberhasilan bukanlah sebuah kebetulan, semua itu perlu kerja keras, ketekunan, belajar, berkorban, dan yang paling penting ialah keistiqomahan,” Tutur Basyir

Atas ketekunan dan keistiqomahan Basyir selama belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam tersebut, Basyir berhasil meraih Predikat Juara 1 pada ujian baca Kitab Kuning Tingkat Wustha selama dua semester terakhir, Prestasi membanggakan tersebut, berhasil ia raih pada pegelaran Penutupan Ta’lim Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Darul Hikam yang berlangsung selama 2 (dua) hari pada bulan Desember kemarin.

Terakhir, Basyir berpesan kepada seluruh mahasantri yang ada di pondok Pesantren Darul Hikam agar tetap semangat dalam menempuh masa kuliah serta mondok di Darul Hikam.

“Intinya cara terbaik untuk meramalkan masa depan ialah dengan cara menciptakannya, dan segala kesulitan dalam mencari ilmu tidak datang untuk menghancurkan kita, akan tetapi kesulitan itu membantu menyadari potensi yang kita miliki,” pungkasnya.

Penulis: Lutvi Hendrawan

Editor: Erni Fitriani

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Sementara Wakaf Uang Periode Januari 2024

Categories
Artikel Kegiatan Berita Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Siap Bermanfaat Untuk Umat, Dua Nazhir Wakaf Darul Hikam Dinyatakan Kompeten Dan Lulus Asesmen Oleh BWI

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Nazhir wakaf, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember langsung mendelegasikan dua Nazhir (pengelola dana wakaf) nya untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf yang diselenggarakan oleh Wakaf Mulia Institute.

Dua Nazhir tersebut diantaranya, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H, M.Fil.I, CLA bersama Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H yang juga tenaga pengajar di Pesantren Darul Hikam.

Diketahui, kegiatan Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf tersebut berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai dari 20-24 Desember 2023, yang terbagi ke dalam beberapa sesi. Sesi Pelatihan Online Via Zoom berlangsung pada Rabu-Kamis, 20-21 Desember 2023. Sesi Pra Asesmen Online Via Zoom pada Jumat, 22 Desember, dan Sesi Asesmen Offline di Hotel Binairung Jakarta pada Minggu, 24 Desember 2023.

Ustad Irwan panggilannya, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan inovatif tersebut. Selain para peserta asesi mendapat banyak ilmu pengetahuan tentang pengelolaan dan pengembangan dana wakaf langsung dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), para asesi juga mendapat Gelar Non Akademik, CWC (Certified Waqf Competent) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BWI.

“Materinya lengkap, mulai dari pengenalan wakaf, urgensi laporan keuangan Nazhir, menyusun laporan penerimaan, pengelolaan harta benda wakaf, penyaluran manfaat wakaf, manajemen risiko operasional, monitoring dan evaluasi kemitraan serta materi lainnya,” tutur Irwan.

“Kita juga dididik untuk menjadi Nazhir yang tidak hanya sesuai menurut syar`i, melainkan juga sesuai dengan regulasi,” tambahnya.

Di samping itu, Prof Kiai Haris yang juga mengikuti acara tersebut merasa bangga, karena para Nazhir yang diutus YPI Darul Hikam dinyatakan kompeten sebagai Nazhir Wakaf oleh para asesor.

“Alhamdulillah, dua utusan ini dinyatakan lulus dan kompeten dalam bidang perwakafan oleh para komite BWI,” ungkap Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Menurut pengakuannya Prof Kiai Haris, YPI Darul Hikam termasuk yang pertama di Jember yang mendelegasikan pengurus Nazhir Wakaf untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf oleh BWI.

“Saat ini Darul Hikam telah memiliki dua Nazhir yang kompeten, artinya apa yang telah kami capai sekarang dalam rangka penguatan lembaga wakaf yang ada di Darul Hikam,” jelasnya.

“Kami hanya berharap lembaga wakaf Darul Hikam dapat membantu pembiayaan yayasan pada khususnya dan kepentingan umat pada umumnya,” pungkasnya.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Pelatihan Fasilitator Pendidikan Maslahah Pra Nikah, Prof Haris: Perkawinan Dini Memiliki Banyak Madharat Daripada Maslahat

Media Center Darul Hikam – Islam memegang teguh prinsip kemaslahatan. Sebagaimana pandangan Islam tentang pernikahan di bawah umur (pernikahan dini), Islam benar-benar menjadikan maslahat sebagai barometernya.

Demikian disampaikan oleh Pengurus Satgas Gerakan Keluarga Maslahat NU Jawa Timur, Prof. Dr. H M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., dalam acara ‘Pelatihan Fasilitator Pendidikan Maslahat Pra-nikah Untuk Mencegah Pernikahan Din Bagi Remaja Melalui IPNU Dan IPPNU Kabupaten Jember’.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU) dengan PC IPNU dan PC IPPNU Jember di Masjid Nasrul Fatah Perum. Alam Hijau Blok G3 Nomor 03 Jember, Botosari, Dukuh Mencek, Sukorambi, pada Rabu (20/12/2023).

Menurut Prof Haris, meski para ulama klasik seperti Imam Malik, Imam Syafii, Imam Hanafi, dan Imam Hambali, tidak membatasi usia minimal di bolehkannya kawin, bukan berarti pernikahan dini dianjurkan di dalam Islam. Justru, pernikahan di usia dewasa yang dianjurkan karena banyak mengandung kemaslahatan.

“Pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Siti Aisyah di usia yang relatif mudah (6-7 tahun), harus dilihat sebagai umur minimalis. Kita harus melihat fakta lain, bahwa Nabi Muhammad menikahi istri-istrinya di usia dewasa,” terang Prof Haris yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Apalagi, lanjut Prof Haris, ada banyak regulasi di Indonesia yang menekan pernikahan di bawah umur, guna menghindari kemafsadatan dari pernikahan tersebut.

“Indonesia melalui UU No 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan Pasal 7 ayat 1 membatasi usia perkawinan minimal 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Sebelum dilakukan perubahan, UU Perkawinan tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) membatasi usia minimal kawin 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki,” tambah Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Sebaliknya, Prof Haris menegaskan pernikahan dewasa yang sesuai dengan regulasi pemerintah, mengandung banyak kemaslahatan.

“Maslahah dalam konteks Islam bukan hanya sekadar penarikan manfaat atau penolakan madharat, tetapi lebih pada tujuan syar’i untuk memelihara agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara di hadapan ratusan anggota IPNU dan IPPNU Jember

Menurutnya, pernikahan dewasa membawa banyak kemaslahatan, termasuk kesiapan mental, kekuatan ekonomi, kesehatan reproduksi yang matang, dan keturunan yang unggul.

“Beberapa kemaslahatan pernikahan dewasa disorot, termasuk kesiapan mental, kekuatan ekonomi, kesehatan reproduksi yang matang, dan keturunan yang unggul, serta minimal pendidikan hingga tingkat MA/ SMA/SMK,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Meski ada dispensasi nikah untuk mereka yang di bawah umur pernikahan sesuai dengan regulasi atau undang-undang, namun menurut Prof Haris, dispensasi tersebut berbayar dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu ysng ketat dan tidak mudah di Pengadilan Agama.


Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali