Konflik Israel dengan Lebanon memasuki babak baru. Israel setidaknya telah melancarkan sejumlah serangan Udara ke Lebanon dalam 24 jam terakhir. Kejadian ini mengakibatkan tewasnya 558 warga Lebanon. Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, di antara korban tewas ditemukan 50 anak-anak dan 94 wanita, sementara sekitar 2.000 orang terluka. Lebih dari 10.000 orang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam serangan paling ganas yang pernah dialami Lebanon sejak perang saudara tahun 1975-1990.
Serangan Israel pertama di Lebanon dilaporkan pada Senin, 23 September pukul 6:30 pagi, menghantam daerah tak berpenghuni dekat Byblos, sebelah utara Beirut. Serangan tersebut kini masih terus berlangsung.
Dilansir dari cnbcindonesia.com, Israel mengatakan bahwa mereka menyerang Hizbullah agar dapat mengembalikan warganya yang mengungsi ke utara. Pada Rabu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan pengerahan kembali “pasukan, sumber daya, dan energi” ke wilayah utara dan Hizbullah saat perang memasuki “fase baru”, yang tampaknya menyiratkan bahwa perang di Gaza telah berakhir.
Menurut Gallant, ini adalah bagian dari upaya untuk memulangkan 65.000 warga Israel yang telah diperintahkannya untuk dievakuasi pada hari-hari awal konflik untuk mengantisipasi serangan Hizbullah terhadap rumah-rumah mereka di dekat perbatasan Lebanon.
Saling serang ini sangat berbahaya karena aliansi Israel dan Hizbullah dapat membawa negara lain ke dalam pusaran konflik. China sendiri berjanji akan membela Beirut dari Israel yang dimulai dengan langkah-langkah diplomatik. China lalu menyerukan gencatan senjata permanen segera dan penarikan pasukan Israel sepenuhnya dari wilayah Palestina.
Di sisi lain, Amerika Serikat, sekutu Israel, mengumumkan akan mengirimkan tentara tambahan ke wilayah tersebut, tetapi tidak menyebutkan jumlah atau tujuan mereka. Saat ini, AS menempatkan sekitar 40.000 tentara di daerah tersebut.
Sebagaiman diketahui, Hizbullah dan Iran telah bekerja sama sejak berdirinya Hizbullah sebagai respons terhadap invasi Israel ke Lebanon pada tahun 1982. Israel telah melancarkan pertempurannya dengan kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah sebagai bagian dari pertempuran yang lebih luas melawan Iran.
Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. K.H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC yang mengutuk keras serangan Israel ke Libanon tersebut. Menurutnya, tindakan Israel dapat membahayakan perdamaian dunia karena telah memperluas zona konfliknya bersama Palestina.
“Kami mendorong agar komunitas internasional seperti PBB untuk memberikan langkah-langkah yang konkret dan cepat untuk perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur Periode 2024-2029 tersebut.
Selain itu, Prof. Kiai Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat (PP) Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara menyerukan partisipasi lebih luas untuk mendorong perdamaian Palestina – Israel dan sejumlah negara yang terlibat.
“Sebagai langkah kongkret, saya mengajak masyarakat dunia, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk terus berjuang menyerukan perdamaian di Timur Tengah,” tambah Guru Besar yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Periode 2019-2023 tersebut.
Menggeliatnya pemasaran online yang terjadi di tengah-tengah masyarakat direspons oleh Lembaga Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dengan menggelar Training Digital Marketing pada Jumat pagi 27 September 2024 jam 09.30 sd 11.00 di Kantor YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.
Para peserta terdiri dari pengurus Lembaga Wakaf Darul Hikam, yakni Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., dan Rico Aldy Munafan, S.H., dengan menghadirkan narasumber Ketua Jember Entrepreneur Community (JECO) dan Owner DKM Cakes and Cookies, Rizki Prasetya Adi Murdani.
Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam yang juga Ketua YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menjelaskan, pihaknya menggelar kegiatan tersebut untuk dapat membangun, meningkatkan, dan mempertahankan reputasi Lembaga Wakaf Darul Hikam secara online, pada semua platform digital.
“Kita ingin meningkatkan trust masyarakat, sehingga ujungnya nanti diharapkan jumlah donatur semakin banyak, agar manfaatnya juga semakin luas untuk umat,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Dalam pelatihan ini, Rizki sapaannya menjelaskan bahwa, konten yang menarik dapat menjadi pusat perhatian audiens dan membuat mereka tertarik untuk berinteraksi lebih lanjut dengan merek.
“Karenanya yang paling penting pertama adalah brand awareness yaitu kesadaran konsumen terhadap merek suatu produk. Kesadaran merek ini diukur dari seberapa baik konsumen mengenali logo, nama, produk, dan aset merek lainnya,” ujar Rizki.
Untuk meningkatkan digital marketing, lanjut Rizki, diperlukan konten yang ‘bernyawa’, yaitu konten yang menarik perhatian dan relevan bagi audiens.
Konten juga harus dilaksanakan secara konsisten (istiqomah). Konsisten dalam frekuensi publikasi, kualitas konten, termasuk nada dan gaya.
“Selain itu, mendorong interaksi (engagement) melalui like, komentar, share, polling, atau konten yang mengundang diskusi dapat memperkuat hubungan dengan audiens, meningkatkan loyalitas, dan memperluas jangkauan,” jelasnya.
Selain itu, manajemen tim/talent memiliki peran yang tidak kalah penting. Secara keseluruhan, tim digital marketing berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan dan inovasi dalam perusahaan di era digital.
“Tim digital marketing penting bagi perusahaan karena mereka mengelola strategi pemasaran online, meningkatkan visibilitas merek, dan menganalisis data untuk memahami audiens. Mereka juga merancang kampanye untuk meningkatkan konversi dan menjaga hubungan dengan pelanggan, memastikan perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat di pasar digital,” tambah Rizki.
Staf Lembaga Wakaf Darul Hikam, Rico Aldy Munafan, S.H., mengaku acara tersebut menjadi tambahan wawasan yang luar biasa untuk peningkatan trust Lembaga Wakaf Darul Hikam ke depan.
“Dengan memiliki keahlian digital marketing, kita bisa mensosialisasikan misi dan program kita jauh lebih luas, menggalang dana dengan lebih efektif, dan memudahkan donasi dari berbagai sumber,” ujar Rico yang juga Mahasiswa Magister Hukum di Universitas Jember.
Surabaya Kompas.TV Jawa Timur – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus KH Kikin A Hakim) membentuk “kabinet pelangi” dalam kepengurusan PWNU Jatim 2024-2029 yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) PBNU Nomor 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 pada 9 September 2024.
“Tidak mudah membentuk ‘kabinet’ PWNU Jatim 2024-2029, karena mempertimbangkan kebersamaan sesuai amanah Konferwil PWNU Jatim yang lalu. Kami betul-betul mempertimbangkan regenerasi, kaderisasi, apresiasi, dan akomodasi daerah,” katanya dalam Ta’aruf PWNU Jatim 2024-2029 di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Selasa.
Dalam acara ta’aruf dan penyerahan SK PBNU yang dihadiri Rais Syuriyah PWNU Jatim 2024-2029 KH Anwar Manshur dan sejumlah Wakil Rais Syuriyah itu, Gus Kikin yang merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 (2020-sekarang) atau cicit “Sang Kiai” itu menjelaskan beberapa pertimbangan yang ada itu dibahas melalui musyawarah yang teliti.
“Ada regenerasi dan kaderisasi, kami pertimbangan beberapa nama baru. Sedangkan untuk apresiasi dan akomodasi daerah dipertimbangkan melalui kebutuhan pembidangan kinerja ke depan,” katanya.
Dalam ta’aruf juga dihadiri beberapa Wakil Rais Syuriyah, seperti KH. Abd. Matin Djawahir, KH Moh Hasan Mutawakkil, dan KH. Agoes Ali Masyhuri.
Menurut Gus Kikin yang pernah menjabat Wakil Ketua PWNU Jatim (2008-2022) itu, nomenklatur pembidangan yang diprioritaskan antara lain keagamaan/dakwah, pendidikan/kebudayaan, organisasi/kelembagaan/ZIS, kaderisasi/SDM, pendampingan ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, media/komunikasi, advokasi/HAM, saintek, lingkungan, dan kesehatan.
“Pembidangan yang ada itu bertujuan mengembalikan Jatim sebagai barometer NU dan merancang kerja nyata yang terukur-adaptif-produktif, karena itu saya ucapkan terima kasih atas kesediaan para pengurus syuriyah dan tanfidziyah untuk bergabung. Kita kembalikan NU 1926 yang akomodatif/pelangi, musyawarah/kebersamaan, pendampingan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah KH. Abd. Matin Djawahir dalam sambutan mewakili Rais Syuriah KH Anwar Manshur menegaskan NU itu bukan sekadar organisasi, tapi karomah dari Allah yang akan menjaga hingga kiamat, namun ikhtiar tetap harus ada.
“Ibarat perang Badar yang tetap harus ada sebagai ikhtiar, tapi kehendak Allah yang membuat jumlah kecil bisa menang, karena itu SK yang kita terima itu bukan anugerah tapi amanah dari Allah, apalagi akhir-akhir ini ada tiga tantangan yakni fitnah NU versus PKB, fitnah NU versus Jatman/intern, dan fitnah NU versus Yaman/Habaib,” katanya.
SK Nomor 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 itu ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Drs H Saifullah Yusuf, yang tanggal pengesahan pada 9 September 2024 hingga 9 September 2029.
Komposisi dan personalia PWNU Provinsi Jawa Timur masa khidmat 2024-2029, yang terdiri dari Mustasyar (Dewan Penasihat), Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar), dan Tanfidziyah atau pengurus harian.
Syuriah : Rais: KH Anwar Manshur Wakil Rais: KH Abd Matin Djawahir Wakil Rais: KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah Wakil Rais: KH Agoes Ali Masyhuri Wakil Rais: KH Abdul Adzim Kholili Wakil Rais: KH Ali Maschan Moesa Wakil Rais: KH Hadi Muhammad Mahfudz Wakil Rais: KH Ahmad Azaim Ibrahimy Dhofir Wakil Rais: KH A Jazuli Nur Wakil Rais: KH Husnan Dimyati Wakil Rais: KH Mustaqim Basyari Wakil Rais: KH Romadlon Chotib Wakil Rais: Habib Achmad Edrus Al-Habsyi Wakil Rais: KH Ahmad Khoir Zad Maddah
Katib: H Ahsanul Haq Wakil Katib: KH Mughits Al-Iroqi Wakil Katib: KH Mas Cholil Nawawi Wakil Katib: Abdullah Sodiq Wakil Katib: KH Sholeh Hayat Wakil Katib: KH Mohammad Shofiyullah Wakil Katib: Misbahul Munir Wakil Katib: KH Mohammad Yahya Badrus Sholeh Wakil Katib: KH M Adibussholeh Anwar Wakil Katib: KH Iffatul Lathoif Zainuddin Wakil Katib: KH Ahmad Faris Idrisa Wakil Katib: KH Ishari Shofwan Wakil Katib: H Ilhamullah Sumarkan Wakil Katib: KH Muadz Harist Dimyathi
Tanfidiyah Ketua: KH Kikin A Hakim Wakil Ketua: KH Muh Balya Firjaun Barlaman Wakil Ketua: Akh Muzakki Wakil Ketua: KH Abdul Hamid Wahid Wakil Ketua: H Taufiq Djalil Wakil Ketua: H Noor Shodiq Askandar Wakil Ketua: KH Taufik Wakil Ketua: dr Muhammad S Niam Wakil Ketua: H Ahmad Hakim Jayli Wakil Ketua: H Kacung Marijan Wakil Ketua: H Maskuri Bakri Wakil Ketua: H Suparto Wijoyo Wakil Ketua: H Mustain
Sekretaris: H Muhammad Faqih Wakil Sekretaris: KH M Wafiyul Ahdi Wakil Sekretaris: H Babun Suharto Wakil Sekretaris: Haikal Atiq Zamzami Wakil Sekretaris: H Ahmad Fahruddin Wakil Sekretaris: H Fatchul Aziz Wakil Sekretaris: H M Noor Harisuddin Wakil Sekretaris: dr R Hardadi Airlangga Wakil Sekretaris: H Edy M Ya’kub Wakil Sekretaris: H M Idham Kholid Wakil Sekretaris: H Alfian Futuhul Hadi Wakil Sekretaris: Muhammad Koderi Wakil Sekretaris: H Moh Nurul Huda Wakil Sekretaris: H Muhammad Taufik
Bendahara: H Yoke Candra Katon Wakil Bendahara: H Yahya Taufik Alhabsyi Wakil Bendahara: Fauzi Priambodo Wakil Bendahara: H Rasidi Wakil Bendahara: H Yusuf Adnan Wakil Bendahara: Ahmad Suroso.
Sumber : https://jatim.kompas.tv/regional/539033/gus-kikin-bentuk-kabinet-pelangi-pwnu-jatim-2024-2029?page=all
Banyumas, Arina.id – Selama ini praktik pelaksanaan ibadah umat Islam di dalam negeri (Indonesia) hampir tanpa kendala sebab mayoritas warga negara Indonesia beragama Islam. Fasilitas, iklim, lingkungan, waktu bekerja serta banyak aspek lainnya mendukung peribadatan umat Islam di Indonesia.
Namun bagaimana pelaksanaan ibadah umat Islam Indonesia yang tinggal di luar negeri seperti Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Belanda, Australia dan negara-negara lainnya?
Para peneliti dan penulis dari World Moslem Studies Center (Womester) mencoba mengulas persoalan tersebut dalam buku Pedoman Fikih di Luar Negeri.
Mematangkan penyajian dan konten buku ini, Womester mengadakan rangkaian Focus Discussion Group (FGD), di antaranya dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri KH Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto di Banyumas Jawa Tengah, Selasa (10/9/2024).
Mohammad Romli, salah satu penulis buku tersebut mengungkapkan FGD penting diadakan untuk menerima masukan perbaikan terhadap draf buku, terkait bagaimana penerapan fiqih bagi Muslim Indonesia berada di luar negeri.
“Mengapa harus ada fikih luar negeri karena ketika mereka (Muslim Indonesia) sampai di luar negeri ada satu kegelisahan yang luar biasa; tidak hanya mereka mencari uang tetapi bagaimana mereka yang biasa menjalankan ibadahnya dengan nyaman di Indonesia. Ketika sampai di sana ada sesuatu yang meragukan (dalam pelaksanaan ibadah). Maka kita mencoba di Womester mengkaji ke arah itu,” ujarnya.
Sementara itu, Prof M Noor Harisudin, penulis lainnya mengungkapkan di beberapa negara yang pernah ia kunjungi dalam kegiatan dakwah, sering ditemukan keadaan toilet kering, sehingga ini menyulitkan umat Islam yang akan berwudlu.
“Akhirnya mereka mengangkat kaki ke wastafel atau ke lubang closet saat berwudlu,” kata Guru Besar UIN KHAS Jember ini.
Persoalan lainnya di luar negeri misalnya seorang sopir yang tidak bisa menjalankan shalat Jumat karena harus mengikuti peraturan majikan atau perusahannya.
Guru Besar UIN SAIZU, Prof H Ansori menanggapi positif penulisan buku tersebut. Pihaknya juga mengulas dan memberikan masukan beberapa bab atau kajian dari rancangan buku. Menurutnya fikih di negara-negara yang minoritas Islam dapat memudahkan umat Islam dalam beribadah.
Dia juga memberikan masukan agar penyertaan dalil-dalil fikih yang diadaptasi dapat disesuaikan agar tidak menimbulkan salah paham.
Sementara Durotun Nafisah, dosen UIN SAIZU yang telah berpengalaman melakukan pendampingan khususnya para buruh migran di Hong Kong, Taiwan dan Singapura menanggapi bahwa dirinya menemukan banyak persoalan lainnya yang dihadapi buruh migran Muslim asal Indonesia, yang belum diulas dalam rancangan buku.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding kerja sama antara Fakultas Syariah UIN SAIZU dan Womester terkait internasionalisasi perguruan tinggi.
Dekan Fakultas Syariah UIN SAIZU, H Supani menyambut baik FGD dan kerja sama ini.
“Mudah-mudahan silaturahmi Womester dengan Fakultas Syariah UIN SAIZU ini membawa manfaat dan berkah untuk kita sekalian,” harapnya.
Media Center Darul Hikam – Zaman sekarang adalah zaman kolaborasi. Kolaborasi merupakan hal yang urgen di masa sekarang. Untuk menopang kemajuan lembaga, maka semua harus dilakukan dengan berkolaborasi bersama pihak lain, termasuk misalnya dalam program internasionalisasi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).
Dalam rangka untuk memperkuat program internasionalisasi, Fakultas Syariah UIN Prof KH. Saifudin Zuhri Purwokerto melakukan kerjasama dengan World Moslem Studies Center (Womester) pada Selasa 10 September 2024 di aula UIN Fakultas Syariah SAIZU.
Dekan Fakultas Syariah UIN Purwokerto, Dr. KH. Supani, M.A menerima langsung kedatangan Womester.
“Saya dan civitas akademika UIN SAIZU mengucapkan terima kasih atas acara kerja sama ini. Insyaallah, kerja sama ini sangat bermanfaat bagi kampus kami, khususnya dalam program internasionalisasi,” ujar Dr. KH Supani.
Selama ini, lanjut Dr. Supani, UIN SAIZU sudah melakukan kegiatan internasionalisasi dengan mengirim mahasiswa ke berbagai negara, seperti Thailand dan Malaysia.
“KKN mahasiswa kami sudah ke Thailand dan Malaysia. Ke depan, kegiatan ini terus akan kami lanjutkan dan tingkatkan di masa-masa yang akan datang. Apalagi Womester ini bagian dari jaringan yang kita butuhkan,” ujar Dr. KH Supani yang juga aktif sebagai Badan Wakaf Indonesia Purwokerto.
Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA., CWC. menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Fakultas Syariah UIN Prof KH. Saifudin Zuhri Purwokerto.
“Saya atas nama Womester mengucapkan banyak terima kasih. Saya bersama KH. Moh. Romli (Wakil Direktur), Abdul Kamil Rizani, (Sekretaris), dan M. Khanif (Bendahara Womester),” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.
Womester, lanjut Prof Haris, adalah NGO yang bergerak dalam studi Muslim di berbagai belahan dunia.
“Kami melakukan sejumlah kajian tentang negara-negara di dunia, khususnya bagaimana kehidupan umat Muslim di negara tersebut. Tidak hanya sebatas kajian, kami juga melakukan riset mendalam, pengabdian masyarakat, publikasi dan juga advokasi terhadap muslim dunia,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.
Prof. Haris mengajak semua civitas akademika UIN SAIZU untuk senantiasa berkontribusi positif kepada umat atau dunia.
“Ada banyak kontribusi kita. Bisa mulai dari menyusun buku Pedoman Fikih Luar Negeri. Sebelumnya juga terbit buku Belanda, Negeri yang Islami. Dan bentuk kontribusi lainnya,” ujar Prof haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.
Perjanjian Kerjasama antara World Moslem Studies Center dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto terdokumentasi Dengan Nomor: 091/Womester/IX/2025 Tentang Penguatan Internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Womester sendiri telah melakukan berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat di luar negeri seperti Australia, New Zealand, Taiwan, Singapura, Malaysia, Hongkong, Belanda dan juga Jerman. Demikian juga berbagai kajian tentang muslim dunia dilakukan dalam sesi-sesinya. Harapannya, Fakultas Syariah dapat melakukan kolaborasi dengan kegiatan tersebut.
Media Center Darul Hikam – Perguruan Tinggi harus punya kontribusi pada masyarakat. Kalau perguruan tinggi tidak punya kontribusi pada pengembangan masyarakat (masjid), maka sebaiknya ‘dibubarkan’ saja. Riset-riset (skripsi, tesis dan disertasi) harus diarahkan salah satunya untuk pengembangan kualitas masjid.
Demikian disampaikan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH., M.Fil.I, CLA, CWC dalam Sekolah Manajemen Masjid yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Sosial al-Falah Jember pada Minggu, 8 September 2024 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Sebaliknya, Prof Haris mengapresiasi Organisasi Filantropi seperti YDSF yang telah menginisiasi pergerakan masjid di daerah Jember khususnya dan Indonesia pada umumnya.
“YDSF sudah mulai inisiasi gerakan masjid. Biasanya kalau sudah bagus, nantinya diambil pemerintah seperti zakat, sertifikat halal, dan sebagainya”, ujar Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tersebut mengkritik pemerintah.
Sebagaimana kita tahu, masjid secara bahasa berarti tempat sujud. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masjid adalah rumah atau bangunan tempat umat Islam beribadah. Secara istilah syar’i, masjid adalah tempat yang diwakafkan untuk shalat dengan niat menjadikannya masjid. Ini berbeda dengan musholla yang didefinisikan sebagai tempat shalat secara mutlak, baik berupa wakaf, milik pribadi, hibah, dan lain sebagainya. Dari definisi ini, jelas bahwa masjid sudah pasti wakaf, sedangkan mushala belum tentu wakaf.
Geliat masjid di Indonesia khususnya di Jember ini, menurut Prof. Haris, luar biasa. Setidaknya terdapat empat model atau tipe masjid dilihat dari perspektif kemakmuran masjid.
“Tipe A,B, C dan D. Tipe D itu yang terendah, baru buka menjadi masjid dan memulai ketakmiran. Sebaliknya, Tipe A adalah ideal. Masjid Tipe A sistem dan manajemen sudah berjalan. Memiliki Taman Pendidikan al-Qur’an, Sekolah Dasar, dan usaha bisnis yang mandiri”, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU masa bakti 2018-2024.
Dalam sesi dasar-dasar manajemen masjid, Prof Haris menyebut teori lama manajemen yang meliputi planning, organizing, actuating dan controlling.
“Umumnya pakai ini untuk sampai pada tujuan organisasi. Kita patut bertanya pada diri sendiri: apa kita sudah menggunakan ini? Apa ada perencanaan yang matang rencana kerja masjid tiap tahun?,” ujar Prof Haris yang menulis lebih dari tiga puluh buku tersebut.
Kalau menurut standard Kemenag RI, ada tiga bidang manajemen masjid. Pertama, bidang idarah yang meliputi tata administrasi, perkantoran, dan sebagainya. Kedua, bidang imarah yang fokus pada kemakmuran masjid seperti jamaah sholat lima waktu, sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha. Demikian juga pengajian di masjid.
“Kemudian ketiga, bidang riayah dan pengembangan. Bidang ini terkait sarana prasarana dan maintenance-nya serta bagaimana mengembangkannya,” tukas Prof haris yang juga pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.
Namun, kalau ingin seperti masjid Jogokarian di Yogyakarta, maka bisa dimulai dengan empat tahapan manajemen, yaitu pemetaan, pelayanan, pemberdayaan dan pertanggungjawaban.
“Pemetaan ini berbasis kebutuhan jamaah masjid masing-masing. Semua masjid punya kekhasan yang tidak dimiliki oleh masjid lain. Selain pemetaan masjid juga pemetaan jamaah masjid,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.
Sementara, dalam pelayanan, lanjut Prof Haris, takmir selayaknya memperluas cakupan bukan hanya layanan ibadah, melainkan juga dengan layanan kesehatan, layanan sosial, dan sebagainya.
“Jadi tempatkan masjid bukan sebagai tempat ibadah saja, melainkan juga sosial dan kesehatan”, ujar Prof Haris yang sering berdakwah ke luar negeri,
Dalam pemberdayaan, lanjut Prof Haris, Takmir masjid juga dapat melakukan berbagai pelatihan atau training untuk memberdayakan jama’ah masjid. Narasumbernya juga orang-orang berkompeten dari masjid. Misalnya sekolah bisnis UMKM, pelatihan soft skill, dan sebagainya.
“ Terakhir, pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban ini bisa dengan dilaporkan di masjid sebelum khutbah Jum’at, atau juga papan pengumuman masjid. Kalau untuk laporan juga bisa menggunakan Buletin,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Dosen Pergerakan Ikatan Keluarga Alumni PMII.
Dalam penutupnya Prof Haris menyampaikan manajemen baru dari Peter Drucker. “Kalau masjid anda ingin hebat, pakai ini. Yaitu manajemen Peter Drucker: Marketing, speed, dan innovation. Ketiga ini akan membuat perkembangan masjid anda melaju keras,” ujar Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.
Acara yang dimoderatori Ust. H. Agus Salim ini berlangsung seru dimulai pagi jam 08.00. Pertanyaan dari peserta terkait dengan permasalahan masjid masing-masing menjadi fokus pembahasan yang menarik. Misalnya saldo nol yang malah menjadi fitnah, dan lain sebagainya, Acara sesi pertama tidak terasa selesai jam 10.00 pagi.
Media Center Darul Hikam – Tujuan utama Mahasantri Darul Hikam ke Jember adalah menuntut ilmu. Bukan yang lain. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil, I, CLA, CWC dalam Pembukaan Pembelajaran Pondok Pesantren Darul Hikam Tahun Akademik 2024/2025 di Aula Pondok Cabang Putra Ajung Jember pada Kamis, 5 September 2024.
“Jangan sampai organisasi mengalahkan ilmu. Jangan sampai bisnis meninggalkan ilmu. Kalian datang ke sini, untuk tujuan ilmu,” tegas Prof Kiai Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.
Jika orang menggunakan ilmu, lanjut Prof Haris, insyaallah dia akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt. “Kalian sebelum ingin menjadi politisi, akademisi, birokrat, pengasuh pesantren (kiai/nyai), yang utama adalah kalian harus punya ilmu dan cinta ilmu dulu,” tandas Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.
Prof Kiai Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur menjelaskan tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Misalnya dalam Al-Qur’an, ketika Allah bertanya kepada semua makhluk “Alastu birabbikum?” (Bukankah Aku ini Tuhanmu?), jawabannya adalah “Bala”(Benar).
Menurutnya, kata “Bala” memiliki makna yang lebih tepat dalam konteks ini dibandingkan dengan kata “Naam” (Ya). Jika kita menggunakan “Naam” sebagai pengganti “Bala”, dapat menyebabkan perubahan makna yang serius dan berpotensi membuat seseorang terjerumus dalam kekafiran menurut Ibnu Abbas.
“Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menggunakan kata-kata dengan benar dalam teks-teks agama. Dan tentu demikian ini pakai ilmu,” tambah Prof Haris yang juga Direktur Womester.
Sementara itu, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, SHI, MH menyampaikan pentingnya memiliki kesadaran akan dicintai Nabi Muhammad Saw. Menurutnya, Rasulullah SAW sangat mencintai umatnya.
“Memahami dan merasakan cinta Allah serta Rasul-Nya adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, dan kesadaran ini dapat memperdalam hubungan spiritual dan iman kita. Dari sini, kita berniat untuk melaksanan ajaran-ajaran Nabi Muhammad Saw,” ujar Ibu Nyai Robi yang juga Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri KHAS Jember.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pondok Pusat, Lum’atul Muniroh, memaparkan sejumlah aturan yang telah ditetapkan di Pesantren Darul Hikam.
“Aturan yang ada di pesantren ini wajib dipatuhi oleh semua mahasantri. Tentunya, aturan tersebut disusun demi kebaikan seluruh mahasantri,” ujar Lum`ah yang juga mahasiswa Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora UIN KHAS Jember.
Di tahun ajaran kali, Pesantren Darul Hikam akan melakukan kajian sejumlah kitab kuning dan kegiatan inovatif lainnya. Seperti kajian Kitab Kifayatul Akhyar, Imrithi, Sulamut Taufiq, dan Kitab Ta’limul Muta’allim. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Alifah Rahmah Putri, Ketua Pondok Cabang Putri Darul Hikam.
“Tahun ini Darul Hikam sudah menyusun kurikulum yang akan menjadi pedoman pembelajaran di pesantren ini. Selain kajian kitab kuning, ada juga program tahfidz, jurnalistik, manasik haji/umrah, pelatihan perawatan jenazah dan lain-lain,” jelasnya.
Acara yang dipimpin oleh Agift Akmal Maulana dan Azza Naqdan Mufti yang keduanya merupakan mahasantri putra Darul Hikam ini berjalan dengan khidmah, seru dan lancar. Apalagi diisi ice breaking Siska Dwi Santika dan Siti Faiqatul Janah dan Tim Sholawat Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya, acara tersebut dibuka dengan acara buka puasa bersama.
Media Center, 28 Agustus 2024 Sebagai Lembaga wakaf yang terus berkembang, Darul Hikam terus menerus berbenah diri. Darul Hikam juga terus meng- update berbagai layanan dan program filantropi untuk masyarakat luas Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 27 Agustus 2024, Lembaga Wakaf Darul Hikam mengirim dua utusan untuk melakukan benchmarking pada Dompet Dluafa Republika yang berkantor di Jakarta.
Dompet Dluafa Republika sendiri merupakan Lembaga filantropi yang sudah tiga puluh satu tahun berkhidmah untuk Indonesia. Sebagaimana maklum, Dompet Dhuafa Republika merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang telah berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf).
Dimulai sejak April 1993, Koran Republika menyelenggarakan promosi untuk surat kabar yang baru terbit tiga bulan itu di stadion Kridosono, Yogyakarta.Acara di stadion itu juga dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat Yogya untuk membeli saham koran umum Harian Republika. Hadir dalam acara itu Pemimpin Umum/Pemred Republika Parni Hadi, Dai Sejuta Umat, (alm) Zainuddin MZ dan Raja Penyanyi Dangdut H. Rhoma Irama serta awak pemasaran Republika.
Pada tanggal 2 Juli 1993, sebuah rubrik di halaman muka Harian Umum Republika dengan tajuk Dompet Dhuafa pun dibuka. Kolom kecil tersebut mengundang pembaca untuk turut serta pada gerakan peduli yang diinisiasi Harian Umum Republika. Tanggal ini di kemudian hari ditetapkan sebagai hari jadi Dompet Dhuafa Republika. Rubrik Dompet Dhuafa di Koran Republika mendapat sambutan luar biasa. Hal ini ditandai dengan adanya kemajuan yang signifikan dari pengumpulan dana masyarakat. Oleh karenanya, muncul berbagai kebutuhan untuk memformalkan aktivitas yang dikelola Keluarga Peduli di Republika.
Pada tanggal 4 September 1994, Yayasan Dompet Dhuafa Republika pun didirikan. Profesionalitas Dompet Dhuafa kian terasah seiring meluasnya program kepedulian dari yang semula hanya bersifat lokal menjadi nasional, bahkan internasional. Tidak hanya berkhidmat pada bantuan dana bagi kalangan tak berpunya dalam bentuk tunai, Dompet Dluafa juga mengembangkan bentuk program yang lebih luas seperti bantuan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan bantuan bencana.
Pada tanggal 10 Oktober 2001, Dompet Dhuafa Republika oleh pemerintah dikukuhkan untuk pertama kalinya sebagai Lembaga Zakat Nasional (Lembaga Amil Zakat) oleh Departemen Agama RI. Pembentukan yayasan dilakukan di hadapan Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal 14 September 1994, diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL. Melihat besarnya khidmah dan kontribusinya untuk Indonesia, maka Lembaga Wakaf Darul Hikam merasa penting untuk melakukan studi banding ke lembaga bonafid tersebut.
Pada Hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2024, Prof. MN. Harisudin bersama Abdul Kamil Rizani ditemui Mbak Fani, bidang komunikasi Dompet Dluafa Republika, berkunjung dalam rangka Benchmarking ke kantor Dompet Dluafa di Jakarta. Acara benchmarking berlangsung secara khidmah, mendalam dan fokus di dalam meeting room yang mewah dan asri milik Dompet Dluafa Republika. Ada empat fokus benchmarking, antara lain: manajemen sumber daya manusia, manajemen fundrising, manajemen program, dan manajemen pengembangan wakaf.
Pada sesi pertama, manajemen Sumber Daya Manusia, Ustadz Widodo mengatakan bahwa perencanaan merupakan hal penting dalam tata Kelola ziswaf di Dompet Dluafa Republika. Dimulai dari perencanaan kebutuhan sumber daya insani Dompet Dluafa menyebutnya—, lalu dianggarkan dan dilaksanakan. Setelah memperoleh sumber daya insani, mereka dilatih secara berjenjang, ujar Ustadz Widodo, Manager Pengembangan Sumber Daya Insani Dompet Dluafa.
Jika sumber daya insani sudah establish, maka yang dilakukan adalah penguatan dan refresh sumber daya insani setiap tahunnya. Selain itu, jenjang karir juga diperhatikan. Ada empat level karir di Dompet Dluafa dibawah Direktur., pungkas alumni Institut Teknologi Surabaya tersebut.
Pada sesi kedua, manajemen fundrising, Ustadzah Utami mengatakan bahwa di bagian ini sangat penting.Jumlah fundriser lebih banyak karena ini pondasi utama filantropi. Rata-fata, kenaikan hasil fundrising per tahun ditargetkan sampai 15 persen (optimis), 10 persen (moderat) dan 7 persen (realistis), ujar Ustadzah Utami yang juga Manager Penghimpunan ZIS Partnership Dompet Dluafa.
Dompet Dluafa sangat memperhatikan trust. Kalau donatur mendapatkan reward, mereka malah tidak mau. Demikian juga, jika acara Dompet Dluafa diadakan di hotel, mereka nanti malah bertanya: uangnya dari mana? Jadi, uang harus digunakan tepat sasaran. Akhirnya, kalau mereka mau evaluasi program ke daerah, ya ikut Dompet Dluafa. Mereka malah untuk ikut senang meskipun harus berbayar sekalian wisata bersama keluarga atau orang terdekat, lanjut Ustadzah Utami. Ustadzah Utami adalah manager fundrising Dompet Dluafa.
Dalam sesi tiga, yaitu manajemen program, Ustadz Udhi Tri Kurniawan meng-highlight program-program yang berdampak luas pada masyarakat Indonesia. Secara umum, program mencakup lima kegiatan, yaitu sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan. ekonomi dan dakwah budaya. Hanya di disini, kami akan menghighligh program -program yang paling diminati masyarakat, pungkasnya yang juga Deputi Program Ekonomi Dompet Dluafa.
Misalnya Desa Kopi Sinjai, Kopi Solok, Desa Tani, dan program-program lain yang sangat bermanfaat pada masyarakat. Untuk kesuksesan program ini, kami menerjunkan apa yang disebut dengan local leader. Merekalah yang membantu Dompet Dluafa sehingga program bisa sukses dan yang lebih penting berkelanjutan (sustainable) , pungkas Ustadz Udi.
Sustainibilty menjadi hal penting lain dalam setiap program Dompet Dluafa Republika. Kegiatan Dompet Dluafa dianggap sukses kalau terus berlanjut. Kalau hanya setahun hingga dua tahun berjalan, itu namanya masih belum sustainable. Tentu, itu perlu ditinggkatkan lagi, jelas Ustadz Udi panjang lebar dan bersemangat.
Sementara, pada akhir diskusi sesi manajemen pengembangan wakaf, Ustadz Ali Bastoni, General Manajer Penghimpunan dan Literasi Wakaf Dompet Dluafa mengatakan bahwa fundrising wakaf Dompet Dluafa sama dengan manajemen zakat, infak dan sedekah. Hanya conten-nya saja yang berbeda, ujar Ustadz Ali.
Sebagaimana kita ketahui, wakaf Dompet Dluafa telah berhasil membangun sejumlah rumah sakit di Indonesia. Misalnya RS KH. Hasyim Asyari di Tebuireng Jombang, RS Achmad Wardi di Banten, dan sejumlah RS yang lain. Kalau ini, biasanya blended finance. Selain disupport dana wakaf, maka juga dana lain yang halal dan relevan tentunya, kata Ustadz Ali.
Prof. Haris sangat berterima kasih pada Dompet Dluafa Republika yang telah banyak berbagi pengalaman. Dompet Dluafa Republika telah banyak menginspirasi dan memberi kontribusi pada Indonesia. Lembaga Wakaf Darul Hikam harus bisa meniru Dompet Dluafa nantinya. Ini sudah banyak yang dipelajari, namun saya yakin masih lebih banyak lagi yang belum dipelajari, ujar Prof. Haris yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Wakaf Darul Hikam.
Benchmarking ke Dompet Dluafa berlangsung serius, namun tetap khidmah. Gelak tawa kadang mengiringi diskusi ziswaf tersebut. Acara benchmarking dimulai jam 09.00 pagi hingga jam 16.30 sore. Tak terasa, dua utusan Darul Hikam harus undur diri setelah menimba banyak ilmu dari Dompet Dluafa di Jakarta.
Jakarta, NU Online Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumumkan pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Berdasarkan surat edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor: 5419/B-KS.04.01/SD/K/2023, seleksi CPNS akan dibuka pada 20 Agustus sampai 6 September 2024 mendatang. “Berkenaan dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 293 Tahun 2024 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah, bersama ini kami sampaikan jadwal seleksi pengadaan CPNS TA 2024 sebagaimana terlampir,” tulis surat edaran yang dikutip NU Online, Rabu (14/8/2024).
Pendaftaran CASN seluruhnya akan dilakukan secara online melalui https://sscasn.bkn.go.id/. Berdasarkan penelusuran NU Online, Rabu (14/8/2024), akan tetapi sampai saat ini halaman tersebut masih belum dapat digunakan.
Jadwal seleksi CPNS 2024
Pengumuman, Pendaftaran, dan Seleksi Administrasi: 20 Agustus sampai 17 September 2024
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS: 16 Oktober sampai 19 November 2024
Pengumuman Hasil SKD CPNS: Minggu kedua November 2024
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dengan CAT dan Non-CAT: 20 November sampai 20 Desember 2024
Pengumuman Kelulusan Akhir CPNS: 5 sampai 12 Januari 2025
Usulan Penetapan Nomor Induk (NIP) CPNS: 22 Februari sampai 23 Maret 2025
Syarat-syarat peserta CPNS 2024
Sesuai dengan Permen PAN & RB No. 27 Tahun 2021 (https://peraturan.bpk.go.id/Details/170593/permen-pan-rb-no-27-tahun-2021). Syarat-syarat yang dibutuhkan adalah lulusan SMA hingga S1 yang memenuhi syarat CPNS 2024, peserta yang telah berusia 40 tahun juga diperkenankan untuk mendaftar. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi diantaranya;
Warga Negara Indonesia (WNI);
Tidak pernah dipidana penjara selama 2 tahun atau lebih;
Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, TNI, Polri, atau pegawai swasta;
Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, TNI, atau Polri; Pelamar tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
Pelamar sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar; Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh instansi pemerintah;
Pelamar berusia 18-35 tahun pada saat melamar kecuali dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti, dan perekayasa yang boleh melamar CPNS dengan batas usia paling tinggi 40 tahun.
Media Center Darul Hikam – International Court of Justice(ICJ) atau Mahkamah Internasional telah mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal. Putusan tersebut dibacakan oleh Presiden Mahkamah Internasional, Nawaf Salam pada Jumat (19/7/2024) di Den Hag Belanda.
Putusan ini menandai langkah penting dalam upaya internasional untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade di Palestina.
Direktur World Moslem Studies Center (WOMESTER) Depok, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC mendukung putusan pengadilan tinggi PBB yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina yang berlangsung selama puluhan tahun ini adalah ilegal.
“Pendudukan ini harus segera diakhiri dan Israel sudah selayaknya mematuhi keputusan dari pengadilan tinggi PBB tersebut. Jangan mengingkari, tapi harus menerima dan melaksanakan segera keputusan ini,” ujar Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara pada Sabtu, (20/07/2024) di kediamannya.
Prof. Haris juga mengatakan bahwa seluruh masyarakat dunia menyatakan dukungan penuh terhadap putusan yang telah diambil terkait konflik Israel-Palestina.
Putusan tersebut dianggap proporsional dan sesuai dengan prinsip keadilan, mengingat tindakan Israel di tanah Palestina yang telah dinilai ilegal sejak dahulu hingga sekarang.
“Kita semua (masyarakat dunia) harus mendukung keputusan ini karena sudah proporsional dan semestinya melihat apa yang dilakukan Israel di tanah Palestina adalah ilegal sejak dulu sampai sekarang,“ tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.
Dalam hal ini, Prof. Haris mendesak agar keputusan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Terdapat tindak lanjut dan nyata dari pihak terkait untuk memastikan keputusan tersebut dapat dijalankan dengan efektif, sehingga dapat membawa perubahan positif bagi rakyat Palestina.
“Dengan adanya dukungan internasional yang kuat, diharapkan perdamaian dan keadilan di wilayah tersebut dapat segera terwujud. Masyarakat dunia berharap agar keputusan ini menjadi langkah awal menuju solusi yang adil dan damai bagi konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Kaliwates Jember.
Tak hanya itu, Prof. Haris juga menekankan bahwa perhatian harus beralih pada tindak lanjut untuk memastikan keputusan ini betul-betul dilaksanakan di tanah Palestina.
“Warga dunia harus mendukung putusan pengadilan. Saya juga menyerukan langkah-langkah konkret untuk mengawal pelaksanaan putusan ini. Di sini diperlukan pengawasan dan dukungan berkelanjutan dari warga dunia untuk memastikan bahwa keputusan ini tidak hanya berhenti di atas kertas,” ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu.
Menurut Prof Haris, diperlukan langkah-langkah tindak lanjut yang diusulkan termasuk pembentukan tim pengawas internasional yang akan memantau implementasi keputusan di lapangan.
“Tekanan diplomatik dan sanksi internasional terhadap Israel juga dipertimbangkan jika terdapat indikasi ketidakpatuhan,” pungkasnya.