Categories
Berita

Ayatullah Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Jakarta, NU Online Ayatullah Sayyid Mojtaba Hossein Khamenei resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran pada Ahad (8/3/2026). Keputusan tersebut disepakati dalam rapat Dewan Ahli Kepemimpinan yang dihadiri mayoritas anggotanya secara tatap muka di Qom, Iran.

“Setelah pembahasan dan diskusi yang lengkap, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei diumumkan, dengan dukungan dan suara mayoritas yang tegas, sebagai Pemimpin Ketiga Revolusi Islam Iran,” demikian dikutip dari Tasnim News pada Senin (9/3/2026).

Selepas wafatnya Ayatullah Agung Ali Khamenei, pimpinan dan sekretariat Dewan Ahli Kepemimpinan sempat beberapa kali merencanakan penyelenggaraan sidang untuk menentukan pengganti. Namun, karena pertimbangan keamanan, sidang-sidang tersebut sebelumnya dibatalkan.

“Akhirnya pada malam ini (17 Esfand 1404 kalender Iran), dengan tetap menjaga seluruh aspek hukum dan keamanan, sidang tatap muka berhasil diselenggarakan. Setelah pembahasan serius terakhir, dilakukan pemungutan suara,” demikian dilaporkan Tasnim News.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan khusus kepada pemimpin tertinggi yang baru terpilih tersebut. Ia menilai terpilihnya putra mendiang Ayatullah Ali Khamenei itu merupakan perwujudan kehendak rakyat Iran untuk memperkokoh persatuan nasional.

Menurutnya, persatuan tersebut telah menjadi benteng kokoh yang membuat bangsa Iran tetap teguh menghadapi berbagai tekanan dan konspirasi dari pihak luar.

“Pencapaian ayah syahid Anda yang agung dalam menjaga sistem negara dan mengangkat derajat revolusi telah menyediakan fondasi yang kuat bagi masa depan Iran,” katanya.

Dengan kepemimpinan Ayatullah Mojtaba, ia meyakini fondasi tersebut akan mengantarkan Iran menuju masa depan yang lebih cerah, ditandai dengan kemerdekaan yang berkelanjutan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembangunan yang menyeluruh.

Ia menyebut visi tersebut diharapkan melahirkan kemajuan, keadilan sosial, serta kehormatan Iran di tingkat global melalui persatuan dan kebijaksanaan bangsa.

Menurut Pezeshkian, sepanjang sejarahnya Iran telah berulang kali menunjukkan kemampuan untuk bertahan menghadapi berbagai kesulitan. Dengan bersandar pada kebijaksanaan kolektif, iman, dan kerja keras, Iran mampu melewati berbagai fase sulit.

“Hari ini pun, dengan memanfaatkan kemampuan para intelektual dari berbagai pandangan, para pemuda yang berani, serta para pengelola negara yang tulus, Iran akan terus melangkah menuju kemajuan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap berupaya menghadapi berbagai tekanan eksternal, termasuk konflik dan ketegangan geopolitik, dengan keteguhan rakyat serta kesiapan aparat negara.

Saat pengumuman berlangsung, sorak-sorai warga Iran terdengar menyambut pemimpin barunya.

Sebagaimana diketahui, Ayatullah Mojtaba merupakan putra Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi kedua Iran setelah Ayatullah Sayyid Ruhollah Khomeini. Ia lahir di Mashhad, Iran, sekitar 56 tahun lalu.

Sumber: https://nu.or.id/internasional/ayatullah-mojtaba-khamenei-terpilih-sebagai-pemimpin-tertinggi-iran-S8EDE

Categories
Berita

Santunan Dhuafa Lazawa Darul Hikam, Puluhan Warga Jember Terima Bingkisan Ramadan

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam menggelar kegiatan santunan dhuafa pada Minggu, 15 Maret 2026 di kantor Lazawa Darul Hikam yang berlokasi di Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 6 Mangli, Kaliwates, Jember. Kegiatan ini dihadiri 30 warga dhuafa dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember, di antaranya dari Kecamatan Ajung, Mangli, Sukorambi, dan daerah sekitarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Direktur Lazawa Darul Hikam Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Bendahara Bu Hj. Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H, Nazhir Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., serta sejumlah pengurus lainnya seperti Ustadz Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H,  Iklil Naufal, dan Arif Rahman. Hadir pula perwakilan donatur, Hj. Ratna Wahyuni, istri dari dr. H. M. Arief Heriawan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, tahlil, serta pembacaan Sholawat Nariyah yang diikuti seluruh jamaah. Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan sebagai bagian dari syiar Ramadan dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan 1447 H, Lazawa Darul Hikam telah melaksanakan berbagai program sosial dan dakwah yang melibatkan masyarakat luas.

“Selama Ramadan ini, Lazawa Darul Hikam berusaha menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi umat, mulai dari dakwah Islam di Kanada, buka bersama mahasantri dari tanggal 1 hingga 20 Ramadan, santunan baju lebaran bagi anak yatim, hingga santunan dhuafa seperti hari ini,” ujar ustad Irwan yang juga Dosen UIN KHAS Jember.

Ustad Irwan juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kebahagiaan dan semangat baru bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kami, di bulan suci Ramadan ini Lazawa Darul Hikam dapat terus berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan serta menjadi jembatan kebaikan antara para donatur dan masyarakat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Ratna Wahyuni donatur Lazawa Darul Hikam juga turut membagikan zakat secara langsung kepada para dhuafa yang hadir sebesar Rp150 ribu untuk masing-masing penerima. Ia berpesan agar masyarakat tetap sabar dan kuat menghadapi berbagai kesulitan hidup.

“Saya senang dan bahagia bertemu dengan panjenengan semua. Semoga bantuan kecil ini bisa sedikit meringankan. Kita semua harus tetap sabar menghadapi segala situasi yang sulit. Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberi kita kekuatan dan keberkahan dalam hidup,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar UIN KHAS Jember yang juga Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin mengingatkan pentingnya rasa syukur dalam menjalani kehidupan, khususnya bagi mereka yang bekerja keras di lapangan.

“Kita harus selalu bersyukur kepada Allah SWT. Banyak saudara kita yang bekerja di luar ruangan, di bawah terik matahari, di jalanan atau di lapangan, namun tetap sabar dan ikhlas menjalani kehidupan. Namun, dalam keadaan apapun kita harus berusaha dan bersegera melakukan kebaikan,” tuturnya menyampaikan pernyataan ibnu Athoillah al Iskandari dalam kitab hikam.

Selanjutnya, Prof Haris juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk turut berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui berbagai instrumen filantropi Islam.

“Bagi masyarakat yang diberi kelapangan rezeki, mari bersama-sama menghidupkan kesejahteraan umat melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Dari situlah keberkahan akan terus mengalir bagi kita semua. Kami berterima kasih pada Bu Hj. Ratna Wahyuni (ibu dr. Arif) yang telah hadir dan memberi sedikit uang kebahagiaan kepada bapak ibu sekalian. Juga donatur lain seperti Bapak H. Agus Lutfi,” pungkas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Kegiatan santunan kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan kepada para dhuafa yang hadir, sebagai wujud kepedulian sosial Lazawa Darul Hikam kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Gabung Program THR Kemenag Jember, Lazawa Darul Hikam Ikut Salurkan Ratusan Paket Sembako

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam bergabung bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember dan sejumlah lembaga zakat lainnya dalam program Selaras Hangat Lintas Agama — Joyful Ramadan Indonesia Berdaya melalui kegiatan Tebar Harapan Ramadan (THR) yang digelar pada Kamis (12/3/2026).

Dalam program ini, Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam turut berpartisipasi dengan mengutus M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC selaku Nazhir, bersama Wildan Rofikil Anwar, S.H. Keduanya hadir bersama perwakilan lembaga lain seperti BAZNAS Kabupaten Jember, UPZ UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Nurul Hayat, LAZISNU, LAZISMU, Persada Jatim, AZKA Al Baitul Amin, YDSF, RIZKI, serta sejumlah lembaga amil zakat lainnya di Kabupaten Jember.

Kasi Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kemenag Jember, Dr. Abdul Basid, menjelaskan bahwa program Tebar Harapan Ramadan dirancang sebagai gerakan sosial yang melibatkan berbagai lembaga zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Kegiatan ini tidak sekadar seremoni Ramadan, tetapi merupakan gerakan nyata untuk meningkatkan kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penyaluran bantuan berupa 356 paket bingkisan kepada para penerima manfaat. Paket tersebut terdiri dari 310 bantuan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Jember dan 46 paket dari berbagai Lembaga Amil Zakat, termasuk Lazawa Darul Hikam. Selain itu, zakat fitrah dari ASN Kemenag Jember juga disalurkan kepada para mustahiq sebanyak 746 paket.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Santoso, menyampaikan bahwa kolaborasi berbagai lembaga zakat seperti Lazawa Darul Hikam merupakan langkah penting dalam memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan.

“Momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk mendorong umat Islam semakin dekat dengan ajaran agamanya, sehingga nilai-nilai spiritual tidak hanya menjadi rutinitas ibadah, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa konsep Joyful Ramadan diharapkan mampu menghadirkan suasana ibadah yang penuh kebahagiaan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan harus menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menghadirkan kegiatan yang edukatif dan solutif bagi masyarakat,” tuturnya.

Nazhir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi yang baik antara lembaga zakat dan pemerintah dalam memperluas manfaat zakat kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kemenag Jember yang telah mengajak berbagai lembaga zakat untuk berkolaborasi dalam program Tebar Harapan Ramadan ini. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dan memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah agar dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ustad Irwan yang juga Dosen UIN KHAS Jember.

Keikutsertaan Lazawa Darul Hikam dalam program ini menunjukkan komitmen lembaga tersebut untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25

Jakarta, NU Online 

Lailatul Qadar pada Ramadhan 1447 H ini, menurut Imam Ghazali, akan terjadi pada malam ke-25, yakni Sabtu (14/3/2026) malam Ahad. Hal ini mengingat awal Ramadhan 1447 H dimulai pada Kamis (19/2/2026).

Mengutip kitab I’anatut Thalibin, Ustadz Yusuf Suharto menjelaskan bahwa Imam Ghazali memiliki kaidah khusus peristiwa malam lailatul qadar bergantung hari pada awal Ramadhan. Hal demikian sebagaimana diuraikan dalam artikelnya berjudul Kaidah Menandai Lailatul Qadar Menurut Al-Ghazali yang dikutip NU Online pada Selasa (10/3/2026).

Berikut rincian kedatangan lailatul qadar berdasarkan hari awal Ramadhan menurut Imam Ghazali.  

  • Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29;
  • Jika awal Ramadhan hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21;
  • Jika awal Ramadhan hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27;
  • Jika awal Ramadhan hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25; dan
  • Jika awal Ramadhan hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.

Imam Abul Hasan asy-Syadzili mengikuti panduan yang disampaikan Imam Ghazali ini. Karenanya, kaidah tersebut dinilai cukup representatif.

“Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut,” demikian komentar Imam asy-Syadzili.

Sebagaimana diketahui, baik Pemerintah melalui Kementerian Agama ataupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Falakiyah PBNU mengikhbarkan bahwa awal Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Artinya, jika mengacu panduan Imam Ghazali di atas, maka malam Lailatul Qadar Ramadhan tahun 1447 H ini akan jatuh pada malam ke-25, yakni tepatnya pada Sabtu malam Ahad, tanggal 14 Maret 2026 M. 

Meski demikian, hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai sebuah kepastian. Pasalnya, Lailatul Qadar bisa terjadi pada tanggal berapa saja sesuai kehendak Allah swt. Pun pandangan ulama juga beragam mengenai peristiwa tersebut.

Oleh karena itu, Ustadz Yusuf Suharto menyarankan agar senantiasa mencari lailatul qadar di malam-malam Ramadhan, khususnya di tanggal ganjil pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Sebagaimana diketahui, Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang paling dinanti seluruh umat Muslim. Pasalnya, pada malam tersebut, Allah menjanjikan ampunan dan keberkahan yang sangat besar bagi hamba-hamba yang menemuinya. Namun, kedatangan malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan itu tidak bisa diprediksi ketepatannya seratus persen.

Sumber: https://nu.or.id/nasional/menurut-imam-ghazali-lailatul-qadar-ramadhan-1447-h-akan-jatuh-pada-malam-ke-25-LriTW

Categories
Berita

Haru dan Bahagia, Lazawa Darul Hikam Kembali Ajak Yatim Belanja Baju Lebaran di Jember Roxy Square

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam menggelar kegiatan santunan baju Lebaran dan buka bersama anak yatim pada Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anak yatim yang diajak langsung memilih baju Lebaran di pusat perbelanjaan Jember Roxy Square, salah satu mal terbesar di Kabupaten Jember.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Putri, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H menyampaikan, sejak sore hari anak-anak yatim diajak berkeliling mal untuk memilih sendiri pakaian yang akan mereka kenakan saat Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini dilakukan agar mereka dapat merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran seperti anak-anak lainnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak yatim juga merasakan kebahagiaan yang sama saat menyambut Lebaran. Mereka bisa memilih sendiri baju yang mereka sukai, sehingga momen ini menjadi kenangan yang menyenangkan bagi mereka,” ujar Ibu Nyai Robi yang juga Wakil Ketua Fatayat NU Jember.

Setelah agenda belanja selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk para donatur dan keselamatan bangsa serta buka bersama anak yatim yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra Ajung Jember. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penutupan kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H, CWC, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian sejumlah program sosial selama bulan Ramadan.

“Selain kegiatan santunan baju Lebaran Yatim, Lazawa Darul Hikam juga mengadakan buka bersama dengan seluruh mahasantri Darul Hikam sejak tanggal 1 sampai 20 Ramadan, serta menyalurkan santunan kepada kaum dhuafa,” ujar Ust. Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Ust. Irwan juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang bergabung dalam program kegiatan ini. Ia menilai dukungan para donatur menjadi kunci terselenggaranya kegiatan berbagi kebahagiaan bagi anak-anak yatim tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, sedekah dan wakafnya melalui Lazawa Darul Hikam. Berkat dukungan dan kepedulian para donatur, kegiatan santunan baju Lebaran dan buka bersama anak yatim ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Ust. Irwan alumni Pasca Sarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC juga memberikan pesan kepada anak-anak yatim yang hadir. Ia menegaskan bahwa mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga masa depannya.

“Adik-adik yatim ini adalah generasi penerus bangsa. Karena itu mereka harus dijaga dan diarahkan dengan baik. Yang paling penting adalah menghindari lingkungan yang tidak baik, karena lingkungan sangat mempengaruhi masa depan seseorang,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya sekadar santunan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan antara pesantren dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak. Selain berbagi dengan anak-anak yatim, kegiatan ini juga menjadi penutup pembelajaran di pesantren sebelum para maha santri PP Darul Hikam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” tambah Prof. Haris yang juga baru datang dari Safari Ramadlan di Negara Kanada 16 Pebruari-3 Maret 2026.

Kegiatan santunan dan buka bersama ini berlangsung dengan penuh kehangatan. Anak-anak yatim tampak bahagia dapat memilih baju Lebaran mereka sendiri sekaligus berkumpul bersama para mahasantri, pengurus dan keluarga besar Darul Hikam dalam suasana kebersamaan di bulan Ramadan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Pengajian Syiar Montreal Kanada, Prof. Haris Bagikan Trik Jaga Keimanan di Negeri Multikulturalisme

Montreal Kanada, 5 Maret 2026
Hidup di tengah negara multikulturalisme saperti Kanada tidak mudah. Di tengah orientasi untuk hidup berdampingan (life together) dengan pemeluk agama lain, umat Islam harus memiliki keimanan yang kuat alias teguh pendirian. Kanada adalah negara multi kultural dengan jumlah imigran dari berbagai belahan dunia. Belum lagi tantangan keterbatasan dalam menjalankan ibadah di tengah negara Kanada dengan penduduk 41 juta orang tersebut.

Oleh karenanya, Pengajian Syiar Montreal mengambil tema “ Menjaga Keimanan di Tengah Kebebasan Fiqih Minoritas Muslim dalam Masyarakat Yang Toleran” dengan mengundang Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA, CWC pada Minggu, 1 Maret 2026 jam 16.30 sd 18.00 Waktu Kanada. Pengajian diselenggarakan di rumah Bapak Lilik, 20 Rue Oslo Dollard-des-Ormeaux QC H9A 2H5 Montreal Kanada. Hadir pada kesempatan itu, KH. Sigit Afriyanto (Wakil Rois Syuriyah PCI NU AS-Kanada), Faridudin Athar, Ph.D (Ketua Pengajian Syiar Montreal), dan seratus orang jamaah pengajian tersebut, diantaranya para mualaf di kota Montreal tersebut. Pengajian ini merukan kelanjutan dari pengajian sebelumnya di rumah KH. Sigit Afrianto di 4959 Rue Bastien Pirrefonds QC H8z 3J9 Montreal Kanada.

Sebagai seorang muslim di Kanada, Prof. Haris menyampaikan bagaimana tantangan tersebut. “Saya memahami karena alhamdulillah saya sudah keliling 23 negara dunia. Tentu tidak mudah menjalankan ibadah dengan fasilitas terbatas, cuaca ekstrem, dan sebagainya, maka tentu ini butuh effort yang luar biasa dari seorang muslim khususnya di Kanada,” ujar Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Tantangan lain adalah menjaga keimanan di tengah-tengah ritme hidup di Kanada yang lebih banyak menghabiskan hari-hari untuk bekerja membangun negara Kanada. “Regulasi di Propinsi Quebac misalnya tidak membolehkan semua orang untuk ibadah di kantor dan sekolah. Tentu ini sangat merepotkan bagi muslim di propinsi ini. Tapi, insyaallah Islam punya solusinya. Bapak ibu bisa sholat lihurmatil wakti –apa adanya meski tidak suci dan tidak dapat sholat berdiri, namun nanti diganti ketika berada di rumah. Dan yang lebih penting, tidak berdosa karena memang tidak memungkinkan untuk sholat”, ujar Prof Haris yang juga Dewan Pakar Pengurus Besar IKA PMII.

Lebih lanjut, Prof. Haris mengajukan trik bagaimana menjaga keimanan di tengah negara multi kulturalisme Kanada. Setidaknya beberapa hal untuk penguatan keimanan. Pertama, dengan berdzikir pada Allah Swt. “ jaddiduu imanakum biqauli la ila halla illah. Perbarui imanmu dengan dzikir la ila ha illaha. Insyaallah dengan dzikir ini secara istiqamah, iman kita akan teguh dan terus terjaga, “ tegas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut.

Kedua, lanjut Prof. Haris, bertemu dengan habitus yang mendekatkan diri pada Allah. Prof. Haris menukil perkataan Ibnu Athailah dalam Master Piece-nya, Kitab Hikam. “La tashab man la yunhiduka haluhu wala yadullaka ‘allaahi maqaaluhu. Jangan kau berteman pada orang yang perkataan dan perbuatannya tidak dapat mendekatkan diri pada Allah Swt. Kalau bahasa perguruan tinggi, ada teori habitus. Kita ini tergantung komunitasnya. Iman akan kuat kalau habitus-nya yang mendukung seperti habitus dalam Pengajian Syiar Montreal tersebut,” kata Prof. Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat 2025-2043 tersebut.

Ketiga, lanjut Prof haris, iman kita akan kuat jika selalu menjalankan ajaran Islam dengan baik. “Kalau kita selalu praktik ajaran Islam, insyaallah iman kita akan semakin kuat. Sebaliknya, kalau tidak praktik, maka iman juga akan semakin melemah, Karena iman itu yaziidu wa yanqusu. Iman itu naik turun ,” terang Prof. Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember masa bakti 2019-2023 tersebut.

Keempat, minta pertolongan pada Allah Swt. “Kita ini siapa. Kita ini tidak punya kekuatan. Oleh karenanya, maka jangan bosan-bosan untuk minta pertolongan pada Allah Swt agar Allah menjaga keimanan kita. Allah Swt. insyallah akan melindungi kita semua, “ urai Prof. Haris di hadapan jamaah Pengajian Syiar Montreal tersebut.

Acara pengajian dilanjutkan dengan doa khataman al-Qur’an dan buka bersama serta sholat ghaib atas kurban meninggal dunia perang di Iran dan Palestina hari-hari ini. Acara selanjutnya jamaah sholat Isya dan tarawih di rumah Pak Lilik tersebut. ***

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Pengajian dan Buka Bersama di KBRI Ottawa, Prof. Haris Sebut Ukhuwah Level Tertinggi Sikapi Perbedaan

Level tertinggi bersikap terhadap perbedaan adalah persaudaraan. Bukan peminggiran ataupun pemusnahan pada mereka yang berbeda. Demikian disampaikan Prof. Dr. HM. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fi.I,CLA, CWC, Direktur World Moslem Studies Center, dalam Pengajian dan Buka Bersama di KBRI Ottawa Kanada, Sabtu, 28 Pebruari 2026.

Pernyataan Prof. Haris sangat relevan dengan Negara Kanada yang dikenal dengan multikulturalisme-nya. Di Kanada, penganut agama hidup berdampingan dengan damai. Ada masjid, gereja, sinagoge, kuil, dan rumah ibadah yang lain. Jutaan penduduknya yang berasal dari berbagai negara juga hidup rukun dan damai. Mereka memegang teguh akan multukultarisme yang menjadi nilai utama warga Kanada.

Lebih lanjut, Prof. Haris menjelaskan bahwa perbedaan adalah sunnatulah. Kapanpun dan dimanapun, pasti ada perbedaan. “Jangankan kita berbeda dengan orang lain. Dalam diri kitapun, kita seringkali berbeda. Buktinya, pagi hari tempe, malam hari kedelai. Pagi A, siang B dan malam C. Ini bukti kalau diri kita juga sering berbeda. Oleh karena itu, jangan takut dengan perbedaan”, ujar Prof. MN Harisudin yang juga Dai Internasional Kanada Tahun 2026 ini.

Prof. Haris menceritakan anekdot seorang yang tertabrak di Indonesia di rel kereta pai. Dia sudah berlumuran darah. “Seorang yang mau menolong ini banyak tanya. Kamu agama apa? Islam jawab yang tertabrak. Islam apa? NU atau Muhammadiyah? NU jawabnya lagi. NU nya apa? PKB atau PPP? PKB jawabnya lagi. Masih ditanya lagi PKB nya siapa? Gus Dur atau Muhaimin? Akhirnya sebelum menjawab dia meninggal duluan”, cerita Prof Haris yang disambut gelak ratusan tawa hadirin pada sore itu.

Islam, kata Prof. Haris, memberikan guidance bagaimana menghadapi perbedaan. Bukan dengan cara pemusnahan terhadap mereka yang berbeda, melainkan dengan bersikap toleran terhadap perbedaan. “Laula mukhalafata lama musaamahata. Seandainya tidak ada perbedaan, maka tidak akan ada toleransi. Makanya, sungguh Indah, level pertama adalah berbeda, tapi toleran atau menghargai perbedaan tersebut”, ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Level selanjutnya adalah berbeda, tapi bersatu. “Tentu hal yang tidak mudah. Namun, kita bisa menaikkan levelnya. Seseorang bukan hanya toleran, namun juga bersatu –misalnya–menjadi bagian dari nation atau bangsa, Demikian juga bersatu menjadi bagian dari umat Islam dunia. Meski kita tahu–umat Islam berbeda: NU, Muhammadiyah, Sunni, Syiah, Ahmadiyah, dan seterusnya”, kata Prof. MN. Harisudin yang sudah berkunjung ke 23 negara dunia.

Dan level paling tinggi adalah berbeda, namun bersaudara. “Inilah yang diajarkan Islam. Kita berbeda, namun kita bersaudara. Islam mengajarkan Tri Logi Ukhuwah: persuadaran berdasarkan keislaman (Ukhuwah Islamiyah), persaudaraan berdasarkan kebangsaan (Ukhuwah Wathaniyah) dan persadauraan berdasarkan kemanusiaan (Ukhuwah Basyariyah). Dengan Tri Logi Ukhuwah ini, umat Islam akan mudah bergaul dimanapun dan kapanpun juga, khususnya di Kanada ini”, kata Prof. MN Harisudin ulama muda yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.

Hadir pada kesempatan itu, Muhsin Syihab (Dubes RI Kanada), Rahmania Maryam Syihab (Ibu Dubes RI Kanada), Rezal Akbar Nasrun (Minister Consuler), Ust. Bani (Ketua Pengajian Muslim Ottawa), dan para diaspora muslim yang berjumlah seratus lebih. Selain buka bersama dengan makanan khas Indonesia yang memikat, juga ada doa bersama untuk umat Islam di Iran dan penggalangan dana untuk umat Islam di Palestina. Acara diakhiri dengan sholat tarawih berjamaah mulai jam 7.30 hingga 8.30 malam waktu Kanada. ***

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

KBRI Ottawa Undang Dai Internasional Bahas Fikih Keseharian Muslim di Kanada

Ottawa, 27 Pebruari 2026.Islam secara subtansi adalah sama, baik Islam di Asia, Amerika, Australia, Afrikan maupun Eropa. Hanya saja, pada praktiknya, sedikit berbeda karena perbedaan tempat, waktu dan keadaan. Oleh karena itu, kaidah dalam fikih, mengatakan taghayurul ahkam bi taghayuril azminati wal amkinati wal ahwali. Hukum Islam berubah sesuai perubahan zaman, tempat dan keadaan.

Bertolak dari ini, maka KBRI Ottawa bekerja sama dengan Pengajian Kamila menyelenggarakan Kajian Ramadan dengan tema “Fikih Keseharian Muslim di Kanada”. Kegiatan diselenggarakan Kamis, 26 Pebruari 2026 di Auditorium Caraka Nusantara KBRI Ottawa Kanada. Hadir pada saat itu, Dubes RI di Kanada, Muhsin Syihab, dan segenap jajarannya seperti Rezal Akbar Nasrun, Heru Santoso dan lain sebagainya.

Ketua Pengajian Kamila (Kajian Muslim Lintas Negara), Rahmania Maryam Syihab yang juga istri Dubes RI Kanada mengatakan bahwa pengajian ini diperuntukkan Muslim di Kanada. ” Secara online, diaspora Muslim hadir dari beberapa kota besar di Kanada seperti Ottawa, Montreal, Calgary, Toronto dan Vancouver. Semantara, secara offline di KBRI, hadir puluhan orang bapak dan ibu serta diaspora muslim di Ottawa”, kata ibu Rahmania Maryam Syihab yang asal Palembang.

Sementara itu, Prof. M. Noor Harisudin Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq mengatakan bahwa fikih adalah salah satu unsur penting dalam Islam.”Unsur dalam Islam itu ada tiga: Tauhid (Iman), Fikih (Syariah) dan tasawuf (Ihsan). Sekarang kita bahas fikihnya dulu”, kata Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Soal fikih, lanjut Prof Haris, menyatakan bahwa umumnya orang menyebut hukum Islam yang lima yaitu wajib, sunah, haram, makruh dan mubah. “Ini tidak salah, namun kurang lengkap. Ada dimensi lain dalam fikih yang objeknya adalah perbuatan manusia. Misalnya bagaimana sholat –kita contohkan sholat dluhur–itu dilakukan; apakah telah memenuhi syarat dan rukun sholar. Kalau syarat dan rukun terpenuhi, maka sholat dluhur sah dan gugur kewajiban sholat tersebut”, ujar Prof. Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.

Demikian juga, ketika sholat dluhur, apakah dilakukan dalam keadaan normal atau dilakukan dalam keadaan khusus. “Dalam keadaan normal berlaku hukum asal, misalnya jumlah sholat dluhur dan ashar 4 rokaat dan dilakukan pada waktunya. Dalam keadaan khusus –misalnya bepergian dan orangnya disebut musafir—maka dia mendapat keringanan dari Allah Swt. Dia boleh sholat jama dan qashar dari 4 rakaat menjadi hanya 2 rakaat. Ini yang disebut dengan rukhsah”, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.

Para jamaah sangat atunsias mengikuti pengajian yang berlangsung dua jam mulai 12.30 hingga 14.30 Waktu Kanada Ada banyak pertanyaan. Salah satunya tentang puasa Ramadan di daerah yang Maghribnya jam 10 malam. “Tapi kami ikut puasa sampai jam 6 sore, ustadz. Padahal keadaan musim panas (summer). Bagaimana puasa kami, Ustadz”, tanya ibu Laila ketika dia dan suaminya tinggal di Yellowknife Kanada. Prof Haris menjelaskan bahwa itu merupakan khilafiah (perbedaan pendapat). Ada ulama yang mengatakan buka puasa jam 10 malam dan ada ulama cukup jam 6.

“Silahkan ikut pendapat yang ibu yakini. Dan puasa ibu juga sah”, tukas Prof. Haris yang sudah berdakwah keliling 23 Negara dan lima benua tersebut. Wallahu’alam***

Categories
Berita

Dubes RI Muhsin Syihab Terima Kasih atas Kehadiran Dai Internasional Womester di Kanada

Ottawa Kanada, 22 Pebruari 2026

Dubes RI di Kanada, Muhsin Syihab mengucapkan terima kasih atas kedatangan Prof. M Noor Harisudin, Direktur World Moslem Studies Center (Womester) di Ottawa Kanada dalam rangka Safari Ramadan mulai 6 Pebruari hingga 3 Maret 2026. Demikian disampaikan oleh Muhsin Syihab dalam acara Pengajian dan Buka Bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa pada Minggu, 22 Pebruari 2026.

“Selaku Dubes RI Kanada, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya di Auditorium KBRI Ottawa ini. Dan juga, kami terima kasih atas kedatangan tamu khusus kita, Prof M. Noor Harisudin ke Kanada. Beliau datang dalam rangka Safari Ramadlan. Prof Haris adalah seorang yang ahli dalam ilmu hukum Islam. Kemarin beliau ke Montreal, sekarang di Ottawa dan nanti akan ke Toronto’, kata Muhsin Syihab yang menjadi Dubes Kanada bukan Juli 2025.

Muhsin Syihab berharap agar digunakan untuk berkonsultasi tentang agama pada Prof. Haris yang juga Guru Besar Ilmu Fikih di UIN Kiai Haji Achmas Siddiq Jember. “Karena Prof Haris selama lima hari ke depan, Prof Haris akan mengisi di KBRI Ottawa”, ujar Muhsin Syihab, Dubes muda yang lahir pada 5 Juni 1970.

Sementara, Prof Haris berterima kasih pada Dubes Kanada yang sesungguhnya adalah seorang ulama juga. Dalam paparannya, Prof Haris menjelaskan tiga unsur Islam yaitu tauhid, fikih dan tasawuf. “Ketiga-tiganya harus dipelajari dan diamalkan secara seimbang. ”, kata Prof Haris, Dai Internasional yang sudah keliling 23 negara dunia tersebut.

Secara spesifik, Prof Haris menjelaskan tentang Fikih Luar Negeri yang dalam bahasa lain Fikih Aqaliyat. “ Fikih Luar Negeri itu yang Fikih Aqaliyat. Ini fikih untuk muslim yang hidup di negara dengan minoritas muslim seperti Kanada, Amerika, Australia, Taiwan, Belanda, Jerman, Hongkong, Rusia, Jepang dan sebagai”, ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat.

Terkait dengan Fikih Luar Negeri, Prof Haris memberikan catatan bahwa muslim luar negeri secara khusus mendapatkan rukhsah dari agama. Sebagaiman dikatahui, rukhsah adalah lawan dari azimah. Jika azimah adalah hukum asal, maka rukhash adalah hukum keringanan yang ditetapkan oleh Allah dalam keadaan tertentu (fi haalatin khassah).

“Karena ada kesulitan tertentu, maka muslim mendapatkan keringanan. Misalnya kesulitan mensucikan najis babi atau sering disebut dengan Najis Mugholadzah. Menurut jumhur ulama, cara mensucikannya dengan tujuh kali basuhan dan salah satunya dengan debu. Nah sucikan dengan debu ini sulit di beberapa negara, maka diganti dengan sabun”, ujar Prof. Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.

Mashul Khufain (mengusap mauzah atau sepatu) adalah rukhsah lain yang diberikan pada muslim di negara minoritas. “Karena kesulitan kaki dicopot, maka kita tidak usah copot. Dan tidak da tempat wudlu, kecuali westafel yang menutut orang luar negeri dinggap kumuh dan tidak sopan meletakkan kaki di westafel untuk wudlu. Maka kita bolej mengikuti pendapat ulama yang membolehkan mashul khufain di negara yang tadi saya sebut. Saya sendiri juga praktik mashul khufain di berbagai negara tersebut”, ujar Prof. M Noor Harisudin yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmas Siddiq Jember.

Namun demikian, meski ada kelonggaran dalam Fikih Luar Negeri, Prof Haris tetap mendorong muslim Kanada untuk terus berdakwah. Demikian ini agar umat Islam tidak menjadi minoritas selamanya, namun suatu saat nanti bisa mayoritas. “Saya dengar di Montreal dulu hanya ada satu masjid tahun 1956. Kini Montreal sudah memiliki 30 masjid. Demikian juga masjid di Ottawa yang dulu hanya satu masjid, kini punya sepuluh masjid. Demikian kota-kota besar lain di Kanada”, kata Prof M Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara 2025-2030.

Acara dihadiri seratus lebih jamaah diaspora Indonesia di Ottawa. Selain Muhsin Syihab (Dubes RI), juga hadir Rezal Akbar Nasrun (Minister Counsellor) dan Keluarga Besar KBRI Ottawa juga hadir semua. Jamaah juga hadir seperti Ust Bani (Ketua Pengajian Masyarakat Muslim Indonesia Ottawa), Ust. Amin (Sesepuh PM2IO) Sigit Afrianto (Wakil Rois Syuriyah PCI NU As-Kanada) Sebelum tausiyah Ramadan, diawali dengan doa khataman al-Qur’an oleh Ust Amin. Acara selanjutnya buka puasa bersama dan sholat tarawih secara berjamaah. ***

Categories
Berita

Tausiyah Ramadlan, Dai Internasional Womester Dorong Peningkatan Kualitas Beragama Diaspora Muslim Kanada

Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, mengapresiasi diaspora muslim Kanada yang telah mempraktikan agama Islam dengan baik. Padahal, sebagai negara dengan minoritas muslim, diaspora Kanada mendapati berbagai kesulitan yang tidak dijumpai di Indonesia. Demikian disampaikan Prof. Kiai Haris dalam Pengajian Syiar Montreal, di rumah H, Ransang W. Hadir puluhan diaspora yang tinggal di kota Montreal dan sekitarnya. Pengajian Syiar Montreal dilaksanakan menjelang buka puasa, Kamis, 19 Pebruari 2026. Jam 16.30 hingga 17.30 waktu Kanada.

Sebagaiman kita tahu, muslim di berbagai negara minoritas mendapati berbagai kesulitan terkait dengan fasilitas ibadah yang kurang dan bahkan tidak ada. Demikian juga dengan regulasi yang kadang mempersempit Gerak ibadah muslim. Namun justru disanalah, menurut Prof. Haris, diaspora muslim mendapatkan pahala ibadah yang lebih besar. Mengapa? Karena masyaqqatnya juga lebih besar. “Tentu effort diaspora muslim di Kanada lebih besar untuk misalnya sholat Subuh berjamaah di masjid. Karena mereka menghadapi tantangan dengan jauhnya masjid dan musim dingin yang esktrem”, kata Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Pada sisi lain, Prof Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat ini juga memotivasi diaspora muslim Kanada untuk terus meningkatkan beragama. “Kita beragama itu ada levelingnya. Ada kelasnya. Ibarat kelas, ad akelas TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Nah, sama dengan beragama kita. Kita usahakan meningkat terus tiap tahun, termasuk dalam ibadah puasa “, ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (PP APHTN-HAN).

Menurut Prof Haris, puasa juga ada tingkatannya. “Kita ingin puasa yang dikritik oleh Rasulullah Saw. Rubba shaimin laisa lahu min shiyaamihi illal ju’a wal athasa. Artinya, banyak sekali orang berpuasa, namun tidak dapat apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja”, ujar Prof Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.

Oleh karena itu, Prof. Haris mendorong muslim Kanada untuk meningkat kualitas agamanya. “Kalau bisa, kita tingkatkan leveling puasa kita. Puasa tidak makan, tidak minum, tidak senggama ya. Tapi juga puasa bicara, puasa mendengar, puasa melihat, dan puasa pikiran dari hal lain yang tidak berguna dalam kehidupan”, kata Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Sebagaimana puasanya Siti Maryam, lanjut Prof. Haris, dalam al-Qur’an, beliau diabadikan sebagai orang yang berpuasa dengan puasa bicara. “ Innii nadzartu lirrahmi shauma. Falan ukalimannasa yauma. Saya bernadzar pada tuhan untuk puasa. Maka saya tidak bicara pada manusia”, tukas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur. Karena puasa bicara, maka Nabi Isa yang masih bayi yang akhirnya bicara pada manusia yang lain.

Acara pengajian ini dihadiri puluhan diaspora muslim di rumah H. Ransang W. yang sekarang bekerja di Kementerian Pertahanan Kanada. Hadir pada kesempatan ini H. Sigit Afrianto (Wakil Rois Syuriyah PCI NU AS-Kanada), H. Ransang W (Mustasyar PCI NU AS-Kanada), Fariduddin Athar, Ph.D. (Ketua Pengajian Syiar Montreal), dan puluhan diaspora muslim Indonesia lainnya.

Prof. Haris sendiri dikenal sebagai Dai Internasional. Pada tahun ini Prof. Haris dikirim oleh World Moslem Studies Center bekerja sama dengan Lazawa Darul Hikam Indonesia untuk bertugas dakwah selama 15 hari Ramadlan (17 Pebruari – 3 Maret 2026) di Kota Montrael, Ottawa dan Toronto negara Kanada,. Sebelumnya, Prof Haris telah berdakwah ke berbagai negara seperti Taiwan, Malaysia, Singapura, New Zealand, Australia, Belanda, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Hongkong, Turki dan berbagai negara dunia. Misi Womester adalah menebarkan Islam rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru dunia. ***

Reporter: Iklil Naufal Umar

Editor: M Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam dan Bank Indonesia Jember Perkuat Kerja Sama Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember. Kunjungan ini dipimpin oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S., M.Fi.I, CLA.,CWC. dan diterima langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwI) Jember, Bapak Iqbal Reza Nugraha pada Kamis, 12 Februari 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengukuhkan pimpinan baru Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI Jember), Iqbal Reza Nugraha yang sebelumnya dijabat Gunawan melalui rangkaian upacara pengukuhan di Kantor BI Jember, pada Senin 05 Januari 2026.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerja sama antara Lazawa Darul Hikam dan Bank Indonesia dalam pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf), khususnya wakaf yang dikelola secara produktif untuk kesejahteraan umat.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk membantu perekonomian masyarakat jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Prof. Haris yang juga Guru besar UIN KHAS Jember menyampaikan bahwa wakaf tidak hanya digunakan untuk kepentingan ibadah atau bantuan sosial sesaat, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang hasilnya dapat dirasakan oleh banyak orang.

“Wakaf itu punya potensi besar. Wakaf bisa digunakan untuk mendukung usaha ekonomi, layanan kesehatan, dan pendidikan. Wakaf juga tidak hanya untuk orang kaya, tetapi semua orang bisa ikut berwakaf sesuai kemampuannya,” ujar Prof. Haris yang juga pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Jember.

Ia menambahkan, di beberapa negara seperti Malaysia, wakaf sudah dikelola dalam bentuk usaha yang menghasilkan. “Di Malaysia, wakaf dikelola dalam bentuk hotel, apartemen, dan bangunan sewa. Keuntungannya kemudian digunakan kembali untuk kepentingan umat,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Prof. Haris juga menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang telah mempercayakan Lazawa Darul Hikam sebagai mitra dalam program Satu Wakaf.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah menggandeng Lazawa Darul Hikam dalam program Satu Wakaf. Saat ini ada empat program yang kami jalankan, yaitu wakaf sumur air bersih, wakaf pembelian tanah pesantren, wakaf sumur, dan wakaf sawah produktif,” ungkapnya.

Menurutnya, program-program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama pesantren dan warga di daerah yang membutuhkan sarana air bersih dan penguatan ekonomi.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Direktur Wordl Moslem Studies Center menyatakan kesiapan Lazawa Darul Hikam untuk terus mendukung kerja sama dengan Bank Indonesia Jember.

“Kami siap mendukung Bapak Iqbal Reza Nugraha selaku Kepala Bank Indonesia KPwI Jember dalam mengembangkan wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat di Jember,” katanya.

Sementara itu,Kepala Bank Indonesia KPwI Jember, Iqbal Reza Nugraha, menilai bahwa wakaf memiliki peluang besar jika didukung oleh dunia usaha. Ia mendorong perusahaan-perusahaan agar ikut berperan dalam pengembangan wakaf.

“Perusahaan seharusnya bisa menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk wakaf. Potensinya sangat besar dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Iqbal juga menegaskan dukungannya terhadap wakaf produktif yang dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami mendukung wakaf produktif, terutama yang mendukung UMKM. Dengan pengelolaan yang baik, UMKM bisa berkembang dan bahkan berpeluang menembus pasar internasional,” tuturnya.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Gelar Public Expose 2026, Lazawa Darul Hikam Diapresiasi Guru Besar Politeknik Negeri Jember

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam (Lazawa Darul Hikam) menggelar Public Expose 2026 pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Cafe Rollas Jember. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Lazawa Darul Hikam dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat, infak, wakaf, dan kurban kepada publik, sekaligus memaparkan Laporan Kinerja Tahun 2025.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC. dalam paparannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 lembaganya mencatat berbagai capaian program strategis (milestone). Di antaranya adalah peluncuran website www.zakatdarulhikam.org sebagai platform khusus donasi zakat, sementara website www.wakafdarulhikam.org tetap difokuskan untuk donasi wakaf dan infak.

“Langkah ini kami lakukan untuk memudahkan para donatur sekaligus memperkuat sistem pengelolaan dan pelaporan dana secara profesional dan terpisah sesuai peruntukannya,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur

Selain itu, Lazawa Darul Hikam juga melaksanakan Program Global Dakwah Ramadlan ke Jepang, berkolaborasi dengan Bank Indonesia KPwI Jember dalam program Satu Wakaf, penyaluran distribusi kurban kambing ke Rusia, serta penyaluran Wakaf Kursi di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi.

Capaian lainnya meliputi Launching Majlis Taklim Padang Ati di Jember, Program Perdana Muslim Sehat Masjid Makmur, studi banding ke Lembaga Wakaf Salman ITB Bandung, keikutsertaan dalam Wakaf Produktif Pertanian dan Perkebunan Melon di Gunung Kidul bekerja sama dengan Wakaf Mulia, BWI, dan Bank Indonesia, serta peluncuran Aplikasi Online SIMOLDA (Sistem Manajemen Online Darul Hikam).

Secara keuangan, total penghimpunan dana Lazawa Darul Hikam tahun 2025 tercatat sebesar Rp289.924.000, yang terdiri dari wakaf Rp172.709.000, infak Rp79.915.000, serta zakat dan kurban Rp37.300.000.

Sementara itu, penyaluran dana tahun 2025 mencapai Rp201.659.000, yang dialokasikan ke berbagai program, antara lain Wakaf Pembangunan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Rp45.834.000, Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan Tahap I Rp34.825.000, Penyembelihan Hewan Kurban Rp24.200.000, hingga program-program sosial, dakwah, kesehatan, dan kemaslahatan umat lainnya.

Jumlah donatur Lazawa Darul Hikam hingga tahun 2025 sebanyak 776 orang, dengan rincian tahun 2022–2023 sebanyak 257 donatur, tahun 2024 sebanyak 236 donatur, dan tahun 2025 sebanyak 283 donatur. Para donatur tersebar dalam program wakaf sebanyak 157 orang, infak 103 orang, zakat 19 orang, dan kurban 4 orang, serta berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar negeri, seperti Belanda, Australia, dan Malaysia.

Adapun total penerima manfaat mencapai 8.554 jiwa, terdiri dari 3.025 jiwa pada tahun 2024 dan 5.529 jiwa pada tahun 2025. Penerima manfaat tahun 2025 meliputi Wakaf Kursi sebanyak 2.400 jiwa, Dakwah Luar Negeri 1.400 jiwa, Buka Puasa Ramadhan 750 jiwa, MUSEMMA 680 jiwa, Kurban 120 jiwa, Zakat Profesi dan Zakat Maal 99 jiwa, Santunan Anak Yatim 60 jiwa, serta Wakaf Pembangunan Pesantren 20 jiwa.

Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Politeknik Jember, Prof. Dr. Ir. Ujang Suryadi, M.P., IPM. yang juga merupakan donatur Lazawa Darul Hikam, mengapresiasi pelaksanaan Public Expose sebagai bentuk keterbukaan lembaga.

“Saya sangat mengapresiasi Lazawa Darul Hikam yang berani dan konsisten menyampaikan laporan kinerja secara terbuka. Ini menunjukkan komitmen transparansi dan akuntabilitas yang sangat penting dalam pengelolaan dana umat,” ungkapnya.

Sementara itu, donatur lainnya, Dr. Minhaji, S.Ag., M.Pd.I yang juga Kepala Bidang Pendidikan Tinggi Universitas Ibrahimy Periode 2025 – 2030, menilai kinerja Lazawa Darul Hikam cukup membanggakan.

“Lazawa Darul Hikam ini terbilang masih sangat muda, baru berdiri sekitar dua tahun, tetapi sudah mampu menghimpun dana cukup besar dan memberikan manfaat yang luas bagi umat. Kami mendoakan agar lembaga ini terus maju, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir pengurus Lazawa Darul Hikam, Bu Nyai Hj, Robiatul Adawiyah, S.H., M.H. (Bendahara), M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC (Nazhir), Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. (Bidang Fundraising), Achmad Muthiurrahman, S.H (Bidang Multimedia), Iklil Naufal Umar (Staff Administrasi dan Keuangan), para awak media dan sejumlah tamu undangan.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Coffee Shop Terbanyak di Dunia

Inibaru.id – Meski budaya ngopi di Tanah Air cukup tinggi, Indonesia ternyata nggak masuk dalam 10 besar negara yang paling banyak minum kopi di seluruh dunia. Tapi, soal jumlah kafe alias coffee shop, menurut akun Instagram @cjust_a_stick, Indonesia adalah negara dengan jumlah coffee shop terbanyak di dunia.

FYI nih, menurut laporan Cafely yang dirilis CNBC, Senin (24/11/2025), warga Luksemburg jadi yang paling doyan ngopi setiap hari. Per harinya, rata-rata mereka minum 5,31 cangkir kopi. Sementara itu, di peringkat kedua adalah Finlandia dengan rata-rata 3,77 cangkir per hari.

Setelah kedua negara tersebut, Swedia, Norwegia, Austria, Denmark, Swiss, Belanda, Yunani, dan Jerman melengkapi daftar 10 besar. Negara-negara yang dikenal dengan kultur minum kopinya seperti Italia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan malah nggak masuk daftar tersebut, Gez. Bahkan, khusus untuk Korea Selatan, rata-rata konsumsinya hanya 0,74 cangkir kopi saja setiap hari.

Warga Indonesia sendiri hanya mengonsumsi 0,24 cangkir kopi per hari dan ada di peringkat 57. Tapi, meskipun konsumsi kopinya biasa-biasa saja, soal jumlah coffee shop, Indonesia juaranya.

Berdasarkan POI data, ternyata jumlah kafe di Indonesia mencapai angka 461.991. Angka ini jauh lebih tinggi dari jumlah kafe di Thailand yang ada di angka 96.969, Vietnam di angka 132.294, dan Amerika Serikat yang ada di angka 145.629.

Kok bisa jumlah kafenya sebanyak itu? Konon sih karena budaya nongkrong kita yang sangat kuat, Gez. Orang Indonesia, khususnya generasi muda, banyak yang nongkrong setelah sekolah, kuliah, atau kerja dengan teman-temannya, keluarganya, atau bahkan kekasihnya. Lokasi nongkrongnya? Tentu saja di kafe-kafe tersebut.

Lebih dari itu, kini juga banyak orang yang belajar, bikin tugas, atau bahkan bekerja di kafe. Hukum ekonomi pun berlaku. Semakin banyak kebutuhan tempat-tempat seperti kafe, semakin bermunculan pula tempat tersebut.

“Seringnya saya nongkrong dengan teman-teman dari masa kuliah setelah pulang kerja. Tapi terkadang, kalau lagi penat kerja di kantor, juga bisa kerja di sana. Tinggal izin sama atasan, diperbolehkan kok, kan yang penting produktif. Soal lokasi kafe, saya punya beberapa tempat yang biasa dikunjungi,” ungkap salah seorang pekerja swasta di Kota Semarang, Hasan, pada Rabu (24/12).

Siapa sangka ya, Gez, kafe alias coffee shop yang semakin menjamur di Indonesia ada yang mendata. Siapa sangka pula, jumlahnya sangat banyak dan bikin Indonesia jadi negara dengan coffee shop terbanyak di dunia. Hm, kamu sendiri, apakah masih sering nongkrong di kafe nggak nih?

sumber: https://inibaru.id/hits/indonesia-jadi-negara-dengan-jumlah-coffee-shop-terbanyak-di-dunia#google_vignette

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Hadiri Pembinaan dan Review Kegiatan LAZ oleh Kemenag Jember

Jember — Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menghadiri kegiatan Pembinaan Lembaga Amil Zakat dan Review Kegiatan dalam rangka meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, serta optimalisasi program pengelolaan zakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Jember pada Rabu, 15 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.

Acara tersebut dihadiri oleh anggota Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember yang terdiri dari 16 Lembaga Amil Zakat, yaitu BAZNAS, AZKA, Nurul Hayat, YDSF, LAZMA, BMH, LAZISMU, Nurul Falah, UPZ UIN KHAS Jember, Yatim Mandiri, Rumah Zakat, LAZ Persada, YBM PLN (izin), RIZKI, LAZAWA Darul Hikam, dan LAZISNU.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd. serta Bidang Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf, Dr. Abdul Basid, Kepala Pelaksana Baznas Kabupatèn Jember, Ustadz Abdul Qodir, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, menyampaikan rasa senang dan bahagianya dapat berkumpul bersama para pejuang zakat. Ia menilai para pengelola zakat, yang mayoritas diisi oleh kalangan muda, memiliki semangat, empati sosial, dan rasa kemanusiaan yang tinggi dalam mengabdi kepada umat.

“Saya merasa sangat senang dan bahagia bisa berkumpul bersama para pejuang zakat. Mayoritas yang hadir adalah anak-anak muda dengan semangat yang masih membara, memiliki empati sosial dan rasa kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Dr. Santoso.

Dr. Santoso juga berharap melalui kegiatan ini, seluruh Lembaga Amil Zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember dapat terus bersinergi dan saling bekerja sama guna meningkatkan kemaslahatan umat, khususnya dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat.

“Saya berharap lembaga-lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember ini dapat terus bersinergi, saling bekerja sama, dan bersama-sama meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang berdampak,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Abdul Basid, menyampaikan harapannya agar ke depan dapat terjalin program-program kolaboratif antar lembaga zakat yang terkoordinasi dengan baik sehingga memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Ke depan, kami berharap ada program-program yang bisa dikerjasamakan antar lembaga zakat sehingga hasilnya lebih optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Dr. Abdul Basid.

Sementara itu, Nadir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. yang didampingi oleh Iklil Naufal Umar selaku staf bidang keuangan dan administrasi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pembinaan tersebut. Ia menegaskan kesiapan Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan seluruh lembaga amil zakat dalam meningkatkan kemaslahatan umat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang sangat bermanfaat ini. Lazawa Darul Hikam siap bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh lembaga amil zakat dalam rangka meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berintegritas,” tegas Irwan.

Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa salah satu tantangan utama lembaga amil zakat saat ini adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

“Tantangan terbesar lembaga amil zakat adalah menjaga trust atau kepercayaan umat. Transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik adalah kunci agar zakat benar-benar dikelola secara amanah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Reporter : Achmad Muthiurrahman
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Terima Kunjungan FOZ Jember, Siap Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember, pada Rabu 14 Januari 2026, di Kantor Lazawa Darul Hikam, Perum Pesona Surya Milenia, Jember.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama antar lembaga filantropi Islam di Kabupaten Jember, khususnya di bidang pengelolaan zakat.

Hadir dari pihak Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. selaku Direktur, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. selaku Nazhir, serta Iklil Naufal Umar selaku staf bidang administrasi dan keuangan. Sementara dari pihak FOZ Jember diwakili oleh Ustadz Darmawan dan Ustadz Eko selaku Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bahagia atas kunjungan pengurus FOZ Jember ke Lazawa Darul Hikam.“Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan kehadiran pengurus FOZ Jember.

Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dalam pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Haris juga memaparkan perjalanan Lazawa Darul Hikam sejak berdiri. Ia menjelaskan bahwa Lazawa Darul Hikam telah beroperasi sejak 17 Januari 2022 dan memperoleh SK Nazhir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Januari 2024.

“Pada awalnya Lazawa Darul Hikam fokus pada pengelolaan dana wakaf. Namun seiring berjalannya waktu dan tingginya permintaan umat agar kami juga mengelola zakat, pada April 2024 Lazawa Darul Hikam resmi menjadi UPZ BAZNAS Jember,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan komitmen Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi Islam lainnya.

“Darul Hikam siap bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi lain yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi umat,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan, Ustadz Darmawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Lazawa Darul Hikam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Lazawa Darul Hikam. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan manfaat bagi pengelolaan zakat di Jember,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini FOZ Kabupaten Jember telah menaungi 16 lembaga pengelola zakat, termasuk Lazawa Darul Hikam nantinya.

Menurutnya, FOZ Jember bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran dana zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi kekuatan baru bagi Forum Zakat Kabupaten Jember dalam mengoptimalkan peran zakat untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Lazawa Darul Hikam dan FOZ Jember dalam membangun ekosistem zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Solidaritas Tanpa Batas, Lazawa Darul Hikam dan PP Kamaly Situbondo Salurkan Donasi Bencana ke Aceh

Situbondo, 11 Desember 2025 — Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam bekerja sama dengan Pengurus Pusat Keluarga Mahad Aly (KAMALY) Situbondo berhasil menghimpun bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025.

Penggalangan dana berlangsung sejak 1 hingga 10 Desember 2025 dan melibatkan para donatur dari berbagai wilayah Indonesia, terutama para alumni Mahad Aly Situbondo. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 29.490.000, yang kemudian disalurkan untuk kebutuhan mendesak warga terdampak.

Sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga kini masih dalam kondisi darurat. Data BNPB per 9 Desember 2025 menunjukkan bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut telah menyebabkan 964 korban meninggal dunia, ratusan korban hilang, serta ratusan ribu warga mengungsi. Infrastruktur jalan, jembatan, dan permukiman juga mengalami kerusakan berat, sehingga distribusi logistik dilakukan melalui jalur darat dan udara di beberapa titik terdampak.

Bantuan ini selanjutnya disalurkan ke Aceh. Salah satu penyalur bantuan di Aceh mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian para donatur.

“Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan kepada kami rakyat Aceh dalam bentuk 1.500 kg beras. Ini sangat berdampak bagi kami,” ujar Dr Rahmat Saputra, alumni Ma’had Aly Situbondo yang ditunjuk PP Kamaly-Lazawa Darul Hikam menyalurkan bantuan sembako ke Aceh.

Ketua PP Keluarga Alumni Mahad Aly, Dr. KH. Ach. Muhyiddin Khotib, MHI, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar KAMALY dan para donatur yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini,” ungkap Ketua PC NU Situbondo itu.

Sementara itu, Nazhir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, menegaskan komitmen Lazawa dalam menjalankan amanah umat, terutama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Sebagai Nazhir, kami berkewajiban mengelola dan menyalurkan amanah ini secara profesional dan tepat sasaran. Kami akan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang terkena musibah banjir bandang,” tegas Irwan.

Ia juga menambahkan bahwa Lazawa Darul Hikam akan terus memperluas jejaring kolaborasi agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak korban.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambah Irwan yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Di tengah situasi darurat yang masih berlangsung, bantuan masyarakat dari berbagai daerah terus berdatangan. Upaya gotong-royong seperti yang dilakukan Lazawa Darul Hikam dan Keluarga Mahad Aly Situbondo menjadi dorongan penting bagi warga Aceh, Sumut, dan Sumbar yang masih membutuhkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan pascabencana.

Reporter : Iklil Naufal Umar

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah Bertemu, Sepakati Segera Gelar Muktamar Ke-35 NU

Kediri, NU Online Jatim Hasil Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Mustasyar PBNU memutuskan bahwa Muktamar ke-35 harus dilaksanakan secepatnya oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Rapat tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis, (25/12/2025).

“Menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU (KH Miftachul Akhyar) dan Ketua Umum PBNU (KH Yahya Cholil Staquf), dengan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan Muktamar,” tulis putusan yang dikutip NU Online.

Putusan tersebut juga menerangkan kronologi permasalahan itu. Tertulis bahwa sejak terjadinya persoalan internal di PBNU yang dipicu pemberhentian Gus Yahya oleh Kiai Miftach melalui forum yang disebut sebagai Rapat Syuriyah PBNU dan penolakan atas putusan tersebut, perkembangan yang terjadi justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin tajam dan berkepanjangan.

Kemudian, putusan itu juga menjelaskan, sebagai wujud tanggung jawab moral serta keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi NU, Mustasyar PBNU, sesepuh, dan alim ulama NU telah mengambil berbagai inisiatif musyawarah.

“Musyawarah tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, dan puncaknya Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada tanggal 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan 21 Desember 2025.5 Musyawarah Kubro tersebut dihadiri oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia,” tulis putusan itu,

Diketahui, pertemuan tersebut sudah dijadwalkan oleh Kiai Miftach sebagai forum Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar melalui surat nomor 4829/PB.02/A.I.01.02/99/12/2025 yang diterbitkan pada Rabu (24/2025). Sedangkan kehadiran Gus Yahya berdasarkan undangan resmi yang bertandatangan dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH M. Anwar Manshur bernomor 064/A/AZM/P2L/XII/2025.

Hadir dalam pertemuan ini dari jajaran Mustasyar PBNU, antara lain, KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, dan Prof Machasin. Kemudian dari jajaran Rais Syuriyah, antara lain, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Idris Hamid, KH Mu’adz Thohir, KH Muhibbul Aman Aly, KH Imam Buchori Cholil, KH Muhammad Cholil Nafis, H Mohammad Nuh.

Dari jajaran Katib Syuriyah, antara lain, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, KH Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), KH Abdul Latif Malik, Gus Aunullah A’lal Habib, H Tajul Mafakhir, H Abdul Moqsith Ghazali, dan H Sarmidi Husna. Editor: A Habiburrahman

Sumber: https://jatim.nu.or.id/nuonline/mustasyar-syuriyah-dan-tanfidziyah-bertemu-sepakati-segera-gelar-muktamar-ke-35-nu-NMnMj

Categories
Berita

Kado Akhir Tahun, Edisi Pertama Dua Jurnal Darul Hikam Terbit Tahun 2025

Jember – Setelah di launching pada Sabtu, 18 Oktober 2025, tepat pada bulan desember 2025 dua jurnal Darul Hikam resmi terbit. Ketua YPI Darul Hikam, Prof Dr KH.M Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil. I, CLA, CWC sangat mengapresiasi kinerja dari managing editor dari jurnal Nusantara Journal of Technology, Education, and Law (NUJEEL) dan Nusantara Journal of Economic, Science, and Social (NUJESS).

Prof M Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat itu mengucapkan selamat atas terbitnya jurnal ilmiah Darul Hikam yang memiliki tagline Pondok literasi.

“Selamat atas terbitnya edisi perdana jurnal keren YPI Darul Hikam, yaitu NUJELL dan NUJESS. Selamat pada mas Haris dan mas Wildan. Ini mengukuhkan bahwa YPI Darul Hikam adalah Pondok Literasi sesuai taglinenya. Di pondok ini, diajarkan tradisi menulis sehingga banyak jebolan yang piawai dalam tulis menulis,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Jurnal NUJEEL berfokus pada publikasi penelitian dan kajian akademik di tiga bidang utama: pendidikan, ekonomi, dan hukum. Melalui jurnal ini, para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa diberi ruang untuk berbagi ide, temuan, serta inovasi ilmiah.

NUJEEL menyoroti isu-isu strategis seperti inovasi pembelajaran, kebijakan pendidikan, dinamika ekonomi dan bisnis, serta berbagai kajian hukum, mulai dari hukum konstitusi, pidana, perdata, hingga hak asasi manusia dan keadilan sosial. Kehadiran jurnal ini diharapkan dapat memperkaya khazanah penelitian nasional sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

Sementara itu, NUJESS hadir sebagai wadah publikasi bagi penelitian di bidang teknologi, sains, dan sosial. Fokus jurnal ini mencakup beragam topik seperti teknologi informasi, energi dan lingkungan, ilmu alam dan terapan, hingga kajian sosial, budaya, dan politik.

Managing Editor Jurnal NUJEEL, Haris Taufiqurrahman, S.H., M.H. mengatakan bahwa ini merupakan awal yang baik dari dunia literasi kedepannya.

“Kami berharap dengan terbitan pertama ini merupakan langkah awal yang baik demi kemajuan dunia literasi kedepannya, karena dunia literasi semakin hari semakin kompleks dan butuh hal-hal yang berkontribusi penuh contohnya jurnal ini”.

Dosen Universitas Bondowoso itu juga menambahkan bahwasanya ke depan semoga jurnal NUJELL ini memberikan manfaat yang signifikan bagi semua.

“NUJELL ini kami harapkan bermanfaat ke depannya, semua bisa menulis, santri, mahasiswa, dosen, guru besar dan semacamnya,” tuturnya.

Di sisi lain Managing Editor Jurnal NUJESS, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. mengatakan tidak banyak Yayasan Pendidikan Islam punya jurnal bahkan mungkin YPI Darul Hikam pertama kali.

“Menurut kami tidak banyak Yayasan Pendidikan Islam punya Jurnal. Mungkin YPI Darul Hikam yang pertama. Semoga dengan adanya terbitan pertama dari jurnal NUJESS ini bisa memberikan pandangan kepada pondok yang lainnya untuk bisa mengembangkan dunia literasi di Yayasan terutama di pondok pesantren,” tutur Wildan.

Wildan yang juga Dosen Universitas Terbuka Indonesia menambahkan bahwa NUJESS ke depan akan lebih diperhitungkan dengan bisa tembus ke Sinta 2 bahkan Scopus.

“Ke depan mungkin 2 atau 3 tahun lagi kami akan memaksimalkan kualitas dari jurnal ini, baik dari tulisan, siapa penulisnya, dan semacamnya supaya penilaian ketika akreditasi menjadi baik. Target kami adalah Sinta 2 minimal, bahkan lebih baik lagi bisa scopus. Semoga,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Wakaf Kursi Sholat ke-7 Diserahkan untuk Jamaah Masjid Jami’ Ar-Raudhoh Bangkalan

Bangkalan – Program wakaf kursi sholat untuk jamaah lansia dan difabel kembali digelar oleh Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam. Kali ini, wakaf kursi sholat ke-7 diserahkan untuk jamaah Masjid Jami’ Ar-Raudhoh, Bangkalan, pada Rabu (17/12/2025) malam, usai salat Magrib.

Takmir Masjid Jami’ Ar-Raudhoh Bangkalan yang diwakili Dr. HM. Hasanudin Bukhori menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas wakaf kursi sholat yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi jamaah, khususnya kalangan lansia dan difabel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas wakaf kursi sholat ini. Manfaatnya sangat besar bagi masjid dan jamaah, terutama bagi lansia dan difabel. Ke depan kami berharap program seperti ini bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar mantan Camat yang kini menjadi aktivis Masjid Ar-Roudhoh Bangkalan.

Sementara itu, Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menjelaskan bahwa penyerahan wakaf kursi di Bangkalan merupakan titik ketujuh dari rangkaian program wakaf kursi yang telah dilaksanakan di berbagai daerah.

“Ini adalah wakaf kursi yang ke-7 setelah sebelumnya kami laksanakan di Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Kediri, hingga Masjidil Haram di Mekkah, dan hari ini di Bangkalan,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia menegaskan bahwa wakaf kursi tersebut diperuntukkan khusus bagi jamaah lansia dan difabel.

“Wakaf kursi ini diperuntukkan bagi lansia dan difabel, bukan hanya untuk sholat, tetapi juga untuk ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan aktivitas ibadah lainnya,” lanjut Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haris juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para donatur wakaf kursi agar amal kebaikan mereka diterima oleh Allah SWT.

“Kita doakan bersama para donatur yang berdonasi pada Program Satu Wakaf Kerjasama Lazawa Darul Hikam dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jember, semoga wakafnya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan murah rizkinya,” ujar Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya wakaf dan zakat sebagai bagian dari filantropi Islam dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

“Wakaf dan zakat adalah instrumen filantropi Islam untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Tidak ada orang miskin, tidak ada kelaparan, tidak ada kebodohan kalau wakaf dan zakat jalan. Mari kita donasikan harta kita lewat zakat dan wakaf,” tambahnya.

Prof. Haris juga berpesan agar masjid-masjid ke depan semakin memperhatikan aspek keramahan terhadap lansia dan difabel, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan.

“Masjid idealnya menjadi rumah badah yang ramah lansia dan difabel. Juga menjadi tempat yang nyaman, dan inklusif bagi semua jamaah,” pungkas Prof Haris yang sudah keliling 22 negara.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 jamaah laki-laki dan perempuan, yang tampak antusias mengikuti prosesi penyerahan wakaf sekaligus doa bersama untuk para donatur.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Masjid Al Muhajirin Jadi Tuan Rumah MUSEMMA ke-3 Lazawa Darul Hikam

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam kembali menggelar Program MUSEMMA (Muslim Sehat, Masjid Makmur) untuk ketiga kalinya. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Masjid Al Muhajirin Perum Gunung Batu Permai, Jember, pada Minggu (14/12/2025).

Program MUSEMMA kali ini berkolaborasi antara Lazawa Darul Hikam, Takmir Masjid Al Muhajirin, dan Gerakan Sholat Berjamaah sehingga jamaah mencapai 200 orang lebih. Kegiatan ini menjadi terobosan Lazawa Darul Hikam dalam memadukan dakwah keagamaan dengan edukasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 03.30 WIB dengan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan tausiyah keislaman dan kesehatan, konsultasi ZISWAF, pemeriksaan kesehatan gratis meliputi cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta ditutup dengan sarapan pagi bersama jamaah.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, hadir sebagai narasumber utama bersama tenaga kesehatan dari RSD dr. Soebandi, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep.

Dalam pemaparannya, Prof. Haris menegaskan bahwa Lazawa Darul Hikam tidak hanya berfokus pada kesehatan lahiriah, tetapi juga kesehatan batiniah umat.

“Lazawa Darul Hikam tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan batin. Karena itu kami juga menjalankan program kajian Kitab Al-Hikam, karya Syaikh Ibnu Athaillah as-Sakandari, yang berisi hikmah-hikmah spiritual untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Guru Besar UIN KHAS Jember sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli itu menambahkan bahwa program di Lazawa Darul Hikam akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi dakwah berbasis kemaslahatan umat.

“Selain MUSEMMA, ke depan insyaallah kami juga akan hadir di masjid-masjid melalui program Green Mosque sebagai bagian dari pemberdayaan masjid dan jamaah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep, dalam sesi edukasi kesehatan, mengungkapkan bahwa salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat saat ini adalah gastritis atau maag, yakni peradangan pada lapisan lambung.

“Gastritis bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen atau aspirin, konsumsi kafein berlebihan, stres fisik maupun psikis, serta pola makan yang tidak teratur,” jelas Yoyok.

Ia juga mengingatkan jamaah agar lebih peduli terhadap pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga pola makan teratur, mencuci tangan untuk mencegah infeksi dari makanan, menghindari penggunaan obat pereda nyeri tanpa anjuran dokter, serta membatasi konsumsi alkohol dan kafein sangat penting,” pesannya.

Ketua Yayasan Masjid Al Muhajirin, Prof. Hadi Praytino, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lazawa Darul Hikam atas terselenggaranya program MUSEMMA di Masjid Al Muhajirin.

“Ketua Yayasan Masjid Al Muhajirin beserta seluruh organ yang ada di dalamnya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan kehadiran Lazawa Darul Hikam dalam upaya memakmurkan Masjid Al Muhajirin. Insyaallah, ini kami niatkan dan catat sebagai amal kebaikan,” ungkap Prof. Hadi.

Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus dirajut kembali di masa yang akan datang demi kemaslahatan jamaah dan masyarakat sekitar,” lanjutnya.


Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Tokoh Nasional Kumpul di UIN KHAS Jember, KPU hingga DPR RI Bedah Masa Depan Demokrasi Indonesia

Jember – UIN Kiai Haji Ahmad Shidiq Jember menjadi pusat perhatian nasional, Selasa (16/12/2025). Sejumlah tokoh penting negara hadir dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025 yang digelar di Gedung BEC UIN KHAS Jember.

Hadir sebagai narasumber antara lain Ketua Bawaslu RI Dr. Rahmat Bagja, S.H., LL.M, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Anggota Komisi II DPR RI H. Muhammad Khozin, M.AP., Kepala Badan Keahlian DPR RI Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H., serta Guru Besar UIN KHAS Jember Prof. Dr. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC.

Dalam paparannya, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan bahwa kecurangan pemilu tidak selalu terjadi pada saat pemungutan suara, melainkan justru berawal sejak tahap awal.

“Dalam buku One Person One Vote, kecurangan pemilu itu justru dimulai saat penyusunan daftar pemilih, bukan pada saat pencoblosan,” ujar Bagja.

Ia mencontohkan Pemilu Amerika Serikat pada era Presiden Donald Trump yang menuai kritik karena mempersulit proses pendaftaran pemilih. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia.

“Pantarlih Indonesia jauh lebih baik dibanding Amerika. Sistem kita lebih transparan dan terukur,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bagja juga mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam partai politik. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan partai politik yang diisi oleh orang-orang berintegritas dan berpendidikan jelas.

“Partai politik harus diisi orang-orang baik, dengan latar pendidikan yang jelas. Jangan sampai ada ketidakjelasan di republik ini,” ujarnya sambil berkelakar.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI H. Muhammad Khozin menekankan pentingnya pemahaman hukum tata negara, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Syariah. Ia menilai demokrasi hanya dapat berjalan sehat jika aturan mainnya dipahami bersama.

“Demokrasi tidak akan sehat tanpa rule of the game yang jelas dan dipahami,” ujar Legislator PKB Dapil Jember–Lumajang tersebut.

Gus Khozin juga secara tegas menolak wacana menjadikan KPU dan Bawaslu sebagai lembaga ad hoc.

“Penyelenggara pemilu adalah ujung tombak demokrasi. Karena itu harus permanen, independen, dan profesional,” tegas mantan wartawan ini.

Ia berharap ke depan sistem pemilu dapat menekan biaya politik. Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya terlibat sebagai penyelenggara pemilu, tetapi juga aktif memberikan masukan substantif dalam proses pembentukan undang-undang pemilu yang masuk Prolegnas dan direncanakan mulai dibahas pada 2026.

Di sisi lain, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menjelaskan bahwa tugas KPU adalah memfasilitasi peserta dan pemilih, sementara kesuksesan pemilu merupakan tanggung jawab bersama.

“Sosialisasi dan pendidikan pemilih ini penting untuk mendapatkan masukan dari pemilih, khususnya pemilih muda dan pemula, demi perbaikan pemilu dan pilkada ke depan,” jelasnya.

Kepala BKD DPR RI Prof. Bayu Dwi Anggono menambahkan bahwa Badan Keahlian DPR RI berperan memberikan dukungan keahlian kepada DPR, baik dalam fungsi legislasi, pengawasan, maupun anggaran.

“Kami ingin memberikan layanan terbaik kepada pimpinan dan anggota DPR, terutama dalam konteks kualitas keahlian sebagai bahan pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. M. Noor Harisudin menekankan pentingnya membangun kesadaran pemilih cerdas. Menurutnya, pemilih cerdas adalah warga negara yang rasional, kritis, dan partisipatif.

“Pemilih cerdas tidak mudah terpengaruh hoaks atau politik uang, tetapi meneliti rekam jejak, visi-misi, dan program kerja calon, serta menggunakan hak pilihnya secara benar,” tandasnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 900 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UIN KHAS Jember. Turut hadir pula jajaran KPU Provinsi Jawa Timur serta KPU wilayah Tapal Kuda, sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan penyelenggara pemilu.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Resmi Luncurkan SIMOLDA, Perkuat Layanan Zakat dan Wakaf Berbasis Digital

Ajung, Jember — Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam resmi meluncurkan SIMOLDA (Sistem Manajemen Online Lazawa Darul Hikam) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Launching yang digelar di Aula Pondok Pesantren Darul Hikam ini dihadiri seluruh mahasantri Darul Hikam dan dirangkaikan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Peluncuran SIMOLDA dilakukan secara simbolis oleh Nazhir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, dengan menyerahkan aplikasi tersebut kepada Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC.

Dalam sambutannya, Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember, menjelaskan bahwa SIMOLDA merupakan inovasi strategis Lazawa Darul Hikam di tahun 2025 untuk memperkuat pelayanan dan tata kelola lembaga secara digital.

“SIMOLDA ini digunakan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan donatur, sekaligus meningkatkan kinerja pimpinan dan pegawai di lingkungan Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam secara online. Ini adalah bentuk inovasi tahun 2025 yang membuat kita lebih berada di depan dibandingkan lembaga zakat dan wakaf lainnya di Indonesia,” ujar Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center (Womester).

Ia menambahkan bahwa pengembangan SIMOLDA merupakan kelanjutan dari inovasi digital sebelumnya yang telah dilakukan Lazawa Darul Hikam.

“Kalau tahun 2024 kita sudah membuat website crowdfunding seperti wakafdarulhikam.org dan zakatdarulhikam.org untuk memudahkan donatur menghitung zakat dan berdonasi, maka tahun 2025 ini kita memperkuat kelembagaan Lazawa Darul Hikam melalui sistem manajemen online,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP APHTN-HAN 2025-2030.

Menurut Prof. Haris, SIMOLDA dirancang sebagai sistem terpadu yang mencakup manajemen kepegawaian, laporan kinerja, keuangan, produk, hingga data donatur, sehingga seluruh layanan dapat disajikan secara profesional dan bermutu.

“Semua laporan kinerja, keuangan, produk, dan data donatur bisa disajikan secara lebih profesional. Ini inovasi luar biasa yang dilakukan oleh Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam,” tegasnya.

Prof Haris juga menegaskan bahwa SIMOLDA masih akan terus dikembangkan seiring kebutuhan lembaga di masa mendatang.

“SIMOLDA ini sementara kita pakai yang ada dulu, nanti akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas Lazawa Darul Hikam ke depan. Semua pegawai dan seluruh sistem di Lazawa Darul Hikam akan dimodernisasi melalui aplikasi SIMOLDA ini,” kata Prof Haris yang sudah berdakwah ke dua puluh dua negara dunia hingga saat ini.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari adanya SIMOLDA.

“Target ke depan, SIMOLDA ini diharapkan berkorelasi dengan peningkatan jumlah donatur dan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Lazawa Darul Hikam. Ini baru batu bata pertama, bukan akhir. Kita akan terus mengecek kualitas layanan agar seluruh pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan baik dan trust publik semakin tinggi,” pungkasnya.

Peluncuran SIMOLDA menjadi tonggak penting transformasi digital Lazawa Darul Hikam dalam memperkuat tata kelola zakat dan wakaf yang akuntabel, transparan, dan profesional, sekaligus meneguhkan komitmen Darul Hikam untuk terus berinovasi dalam melayani umat dan masyarakat luas.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Penutupan Pembelajaran Pesantren, Maha Santri PP Darul Hikam Do’akan Korban Aceh, Sumut dan Sumbar

Ajung, Jember — Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam menyelenggarakan Penutupan Pembelajaran Pondok Pesantren Darul Hikam yang dirangkaikan dengan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa, Sabtu pagi, 13 Desember 2025. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara Majelis Taklim Padang Ati dan dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra Ajung.

Acara ini dihadiri ratusan mahasantri yang berasal dari Pondok Pesantren Darul Hikam Pusat, Cabang Putri, dan Cabang Putra. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, terlebih ketika jamaah bersama-sama melantunkan doa, yasin, dan tahlil.

Selain sebagai penanda penutupan pembelajaran diniyah, Majelis Taklim Padang Ati juga diisi dengan doa khusus bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Doa juga dipanjatkan untuk para donatur yang selama ini berkhidmat melalui Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Pesantren Darul Hikam telah berupaya menjalankan fungsi pesantren sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019, fungsi pesantren mencakup pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Alhamdulillah, Darul Hikam berusaha menjalankan ketiga fungsi tersebut secara beriringan,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia menjelaskan bahwa fungsi pendidikan diwujudkan melalui kegiatan keseharian pesantren seperti kajian kitab kuning, sholat berjamaah, dan berbagai aktivitas pembelajaran diniyah lainnya. Sementara fungsi dakwah dijalankan melalui Lembaga Majelis Taklim Padang Ati yang aktif menggelar kajian dan dakwah, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dakwah Darul Hikam tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau Jepang, Jerman, Belanda, Australia, dan beberapa negara lainnya,” ungkap Prof Haris yang juga Direktur Wolrd Moslem Studies Center.

Adapun fungsi pemberdayaan masyarakat, lanjut Prof. Haris, diimplementasikan melalui Lazawa Darul Hikam dengan berbagai program kemanusiaan dan sosial.

“Mulai dari kurban di Rusia, wakaf kursi sholat di berbagai daerah seperti Lumajang, Jember, Bondowoso, Malang, Madura, hingga wakaf kursi sholat di Masjidil Haram,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haris juga mengajak para santri untuk turut berkhidmat dan terlibat aktif dalam setiap agenda YPI Darul Hikam.

“Saya berharap para santri bisa bergabung dan berkhidmat dalam setiap program Darul Hikam, agar manfaat pesantren ini semakin luas dan berkembang pesat,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Putri, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H, menjelaskan bahwa penutupan pembelajaran ini menandai berakhirnya pembelajaran diniyah semester ganjil tahun 2025.

“Penutupan pembelajaran hari ini berarti kegiatan pembelajaran diniyah semester ganjil sementara ditutup. Namun selama belum memasuki masa libur, kegiatan pesantren tetap berjalan seperti biasa,” terangnya.

Ia juga berpesan agar para santri tetap menjaga kebiasaan positif yang telah dibangun selama di pesantren, meskipun nantinya telah memasuki masa liburan.

“Sholat berjamaah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan ibadah-ibadah lainnya agar tetap dilaksanakan meski sudah liburan,” pesannya.

Majelis Taklim Padang Ati ini menjadi penutup pembelajaran yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga meneguhkan komitmen Pesantren Darul Hikam sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Kuliah Tamu UIN Palangkaraya, Prof. Haris Beberkan Dinamika Fiqh Nusantara dalam Pembentukan Hukum di Indonesia

Palangkaraya — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Palangkaraya menggelar kuliah tamu bertema “Dinamika Fiqh Nusantara: Dari Living Law Hingga Positive Law” pada Selasa, 09 Desember 2025. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S. Ag, SH, M. Fil.I, CLA, CWC, Guru Besar UIN KHAS Jember yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara.

Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UIN Palangkaraya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I. Dalam sambutannya, Prof. Dakhoir menekankan pentingnya penguasaan fikih bagi mahasiswa di tengah perkembangan zaman.

“Terus belajar ilmu fikih, agar paham dan ahli dalam ilmu beragama. Kampus unggul harus dibuktikan dengan outcome yang unggul,” ujar Prof. Dakhoir yang juga Guru Besar UIN Palangkaraya.

Dalam pemaparannya, Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember menjelaskan bahwa Fiqh Nusantara memiliki peran signifikan dalam pembentukan hukum nasional. Menurutnya, banyak produk fikih nusantara yang telah dipositivasi menjadi undang-undang melalui proses taqnin.

“Fiqih Nusantara terbukti telah menjadi bagian penting dalam legislasi hukum di Indonesia. Taqnin adalah proses pengubahan fikih menjadi undang-undang, sementara qanun adalah hasil positivasi hukum tidak tertulis menjadi hukum tertulis,” terang Prof. Haris yang juga Dai Internasional lima benua tersebut.

Prof Haris memaparkan bahwa fikih berkembang dalam dua bentuk utama, yakni living law dan positive law Living law adalah fikih yang hidup di tengah masyarakat dan terus dipraktikkan dalam lingkungan pesantren, madrasah, atau surau. Sebaliknya, positive law adalah fikih yang telah diangkat oleh negara menjadi hukum positif yang bersifat mengikat.

“Living law itu fikih yang terus hidup dan dipegang masyarakat. Sementara positive laws adalah fikih yang hanya satu pendapatnya dipilih pemerintah dan sifatnya mengikat,” jelas Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haris juga menyoroti bidang-bidang fikih yang telah masuk ke dalam legislasi hukum Indonesia, seperti perkawinan, kewarisan, wakaf, pengelolaan haji dan zakat, peradilan agama, perbankan syariah, hingga jaminan produk halal. Adapun beberapa bidang seperti jinayat dan politik belum sepenuhnya masuk dalam undang-undang nasional, kecuali jinayat yang berlaku khusus di Aceh.

Tak hanya menjelaskan aspek hukum, Prof. Haris juga menyinggung bahwa pembentukan undang-undang tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik.

“Undang-undang itu produk politik. Kalau ingin aspirasi kita masuk dalam regulasi, maka kuasailah parlemen sebagai saluran aspirasi politik,” tutur Prof Haris yang juga Pengasuh Pesantren Darul Hikam.

Kuliah tamu ini berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari mahasiswa, dosen dan pimpinan UIN Palangkaraya. Diskusi di akhir sesi semakin memperkaya pemahaman peserta tentang hubungan antara fikih, tradisi hukum yang hidup (living law), dan sistem hukum positif di Indonesia.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

RMI NU Jawa Timur Gelar Muskerwil 2025 di Bojonegoro: Rumuskan Arah Penguatan SDM Pesantren

Bojonegoro — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Timur sukses menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pada Sabtu–Ahad, 6–7 Desember 2025, bertempat di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pesantren dalam menghadapi era kompetisi global yang menuntut kemampuan akademik, tata kelola modern, serta keterampilan adaptif bagi santri dan pengurus.

Mengusung tema besar “Percepatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pesantren Jawa Timur”, Muskerwil menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah penguatan kelembagaan pesantren di tengah tantangan zaman. Para pengasuh pesantren, akademisi, dan pemangku kebijakan hadir untuk menyelaraskan visi pembangunan SDM pesantren dengan kebutuhan regional maupun nasional.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Misbahul Munir, menekankan pentingnya menjaga identitas keilmuan pesantren sambil membuka diri terhadap inovasi. “Pesantren harus bertransformasi tanpa tercerabut dari akar tradisinya. Modernisasi harus memperkuat karakter keilmuan dan spiritualitas santri, sehingga mereka siap menghadapi perubahan dunia dengan landasan moral yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Ir. Faqih, menggarisbawahi urgensi sinergi antarpesantren dan konsolidasi program pengembangan SDM. “RMI NU Jawa Timur harus menjadi pusat koordinasi dan akselerasi. Kita menghadapi tantangan besar—mulai dari peningkatan kualitas asatidz hingga penyesuaian regulasi—dan itu hanya bisa dijawab lewat kolaborasi yang terstruktur,” ujarnya.

Ketua RMI NU Jawa Timur, H. Abdul Hakim Hidayat, menambahkan bahwa Muskerwil ini merupakan tonggak penting dalam penyusunan agenda prioritas organisasi satu tahun mendatang. “Kami berkomitmen memastikan program RMI seperti digitalisasi data pesantren, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi berjalan dengan standar evaluasi yang lebih terukur,” jelasnya.

Agenda Muskerwil berlangsung dinamis melalui pemaparan program, diskusi tematik, hingga perumusan rekomendasi strategis. Selain sebagai ruang musyawarah, Muskerwil tahun ini juga difungsikan sebagai ajang sinkronisasi program antarbidang di lingkungan RMI NU Jawa Timur. Forum ini memastikan setiap program selaras dengan kebutuhan riil pesantren dan arah kebijakan PWNU Jatim. Pada saat yang sama, Muskerwil menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program RMI sebelumnya untuk melihat mana yang relevan dilanjutkan, diperkuat, atau direorientasi demi menjawab tuntutan pesantren masa depan yang semakin kompleks.

Isu-isu aktual seperti implementasi UU Pesantren 2019, penyusunan kurikulum adaptif, peningkatan literasi digital santri, serta pengembangan unit usaha pesantren turut menjadi fokus utama pembahasan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk LPPD Jawa Timur yang selama ini berkolaborasi dalam penguatan pendidikan diniyah dan pengembangan manajemen pesantren.

Para peserta mengapresiasi penyelenggaraan Muskerwil di lingkungan Pesantren Al-Fatimah yang dikenal progresif dan terbuka terhadap inovasi pendidikan. Tempat yang representatif dan atmosfer akademik yang kuat membuat diskusi berlangsung produktif dan terarah.

Di akhir forum, Muskerwil menetapkan sejumlah rekomendasi penting: percepatan digitalisasi tata kelola pesantren, penguatan beasiswa dan akses pendidikan tinggi bagi santri, peningkatan kompetensi asatidz berbasis sertifikasi profesional, serta pembangunan jaringan kolaboratif antara pesantren, pemerintah, dan dunia usaha.

Muskerwil RMI NU Jawa Timur 2025 ditutup dengan optimisme bahwa seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi langkah konkret dalam memajukan SDM pesantren dan memperkuat kontribusi pesantren bagi kemajuan Jawa Timur. (wasik)

Categories
Berita

Womester dan UIN Palangkaraya Resmikan Kerja Sama Perkuat Internasionalisasi Pendidikan

Palangkaraya — UIN Palangkaraya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan World Moslem Studies Center (Womester) untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rektorat UIN Palangkaraya, Selasa (12/12/2025) pagi.

Direktur Womester Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., hadir langsung bersama Sekretaris Womester, Achmad Kamil Rizani, S.H., M.H. Dari pihak kampus, Rektor UIN Palangkaraya Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I., Warek 1 Dr. Muhammad Nasir, M. Pd., Warek 2 Prof. Dr. H. Syaikhu, MHI., Warek 3 Dr. Ali Sibram Malisi, M. Ag turut hadir dalam seremoni penandatanganan tersebut.

Rektor UIN Palangkaraya menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, MoU ini membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan akademik global. Ia juga mengungkapkan minat untuk turut dalam agenda internasional Womester pada 2026 mendatang.

“Saya sangat mendukung acara ini dan rencana program Internasional Conference ke Maroko, Portugal, dan Spanyol. Insya Allah saya juga ikut bergabung pada tahun 2026,” tutur Prof. Ahmad Dakhoir dalam sambutannya.

Rektor menjelaskan, UIN Palangkaraya sebelumnya telah melakukan sejumlah program internasional di Korea Selatan dan Jepang. Namun, lewat kolaborasi dengan Womester, ia berharap jangkauan dan intensitas kegiatan dapat diperluas hingga tingkat global.

Sementara itu, Direktur Womester menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan agenda strategis lembaganya untuk mendorong internasionalisasi kampus-kampus di Indonesia.

“Ini adalah kesekian kalinya Womester bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Kali ini langsung bersama Pak Rektor UIN Palangkaraya,” ujar Prof. M. Noor Harisudin yang juga Dai Internasional lima benua tersebut.

Prof. Haris memaparkan sejumlah program yang akan direalisasikan, mulai dari pengabdian masyarakat internasional pada Februari–Maret 2026, seminar dan konferensi internasional di Maroko dan kunjungan kebudayaan ke Portugal dan Spanyol.

“Program ini akan menjadi berkah dan manfaat besar, baik bagi UIN Palangkaraya, Womester, Indonesia, maupun masyarakat dunia,” tambah Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Womester selama ini dikenal aktif dalam mendorong perguruan tinggi Indonesia tampil di level global melalui konferensi internasional, pertukaran akademik, publikasi dan penelitian ilmiah serta pengabdian masyarakat di berbagai negara.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU dan sesi foto bersama. Kedua belah pihak menyepakati pembentukan tim bersama untuk menindaklanjuti pelaksanaan program dalam waktu dekat.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Halaqah Pesantren, Ketua LPPD Siap Kolaborasi dengan RMI NU Jatim

Bojonegoro – Pimpinan Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PW RMINU) Jawa Timur bekerja sama dengan LPPD Jawa Timur menggelar Halaqoh Pesantren pada Ahad pagi, 7 Desember 2025. Kegiatan ini bertempat di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Jl. Pd. Bambu No. 01, Jambean, Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, asuhan Dr. KH. Tamam Syaifuddin.

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta, baik dari pengurus PW RMINU Jawa Timur maupun utusan PC RMINU Kab/Kota se-Jawa Timur. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPR RI, unsur DPRD Jawa Timur, Kakanwil Kemenag Jatim dan Kepala Kemenag Batu. Selain itu para pengasuh pesantren, khususnya yang berasal dari Bojonegoro dan  sekitar, juga para akademisi masyarakat Islam di Jawa Timur turut hadirkan meramaikan kegiatan ini. Acara yang berlangsung gayeng ini dimoderatori Dr. Abd Wasik, alumni Ma’had Aly Situbondo.

Dalam sambutannya, Ketua LPPD Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA, menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah penguatan pesantren yang dilakukan PW RMI NU Jatim.

“Kami siap mensupport dan berkolaborasi dengan RMINU Jawa Timur sampai masa jabatan pengurus berakhir di 2029. Kami juga mempersilakan RMI untuk terlibat dalam rekrutmen beasiswa LPPD. Sudah 4000 lebih beasiswa LPPD untuk kalangan pesantren baik beasiswa Al-Azhar Mesir, Ma’had Aly, S1, S2 maupun S3. Ini menunjukkan kepedulian Ibu Gubernur, Ibu Khofifah yang luar biasa,” ungkap Prof. KH. Halim Soebahar yang juga Pengasuh Ponpes Shofa Marwa Jember itu.

Di akhir sambutan, Prof. KH. Halim Soebahar juga menekankan posisi strategis pesantren dalam rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional terbaru.

“Pesantren harus lebih kuat dalam UU Sisdiknas yang baru, sehingga kualitas pendidikan pesantren yang sudah berkembang harus semakin meningkat,” tambah Prof. KH. Halim Soebahar yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI, Ir. H. Eko Wahyudi menyatakan dukungannya terhadap kemandirian ekonomi pesantren.

“Pesantren harus kuat secara ekonomi dan mandiri. Kami siap memberikan fasilitas dan pendampingan agar pesantren tidak bergantung pada pihak lain,” ucap politisi kelahiran 1982 tersebut.

Menurut anggota DPR RI dapil Bojonegoro dan Tuban ini, kegiatan halaqoh pesantren ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam pengembangan kapasitas serta kemandirian pesantren di Jawa Timur, baik pada aspek pendidikan, perlindungan santri, maupun penguatan ekonomi kelembagaan.

Sebagai nara sumber terakhir, Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis masyarakat yang memiliki akar kuat dalam tradisi dan peran pelayanan umat.

“Pesantren adalah lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., menyemaikan akhlak mulia serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil‘alamin melalui pendidikan, dakwah, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Prof. Kiai Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Prof. Kiai Haris menambahkan bahwa pesantren harus tetap menjaga kekhasan dan tradisi masing-masing dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Penyelenggaraan pesantren dilaksanakan dengan menjaga keunikan yang mencerminkan cita-cita serta karakter pesantren itu sendiri. Point ini yang harus masuk dalam RUU Sisdiknas yang baru,” jelas Prof. Kiai Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur Korbid Pesantren.

Pada kesempatan itu, Prof Kiai Haris juga menyebut dengan pergeseran nilai-nilai baru yang harus menjadi atensi RMI dan kalangan pesantren.

“Beberapa kasus yang muncul dalam satu tahun terakhir, adalah soal pergeseran nilai-nilai baru. Apa yang dulu dianggap baik sekarang dianggap bermasalah. Dulu cium tangan dianggap baik, sekarang dianggap bermasalah. Dulu santri yang nakal mendapat hukuman itu biasa, namun sekarang dianggap tidak biasa. Dulu ngecor bangunan pesantsren oleh santri itu dulu dianggap baik sekarang orang meanggapnya tidak baik. Demikian seterusnya. Pergeseran nilai-nilai baru ini yang harus disikapi oleh pesantren”, ujar Prof. Kiai Haris yang juga dikenal Dai Internasional tersebut.    

Selain itu, Prof Kiai Haris juga menyoroti persoalan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, dengan mengutip data Komnas Perempuan.

“Sepanjang 2020–2024 tercatat 97 kasus kekerasan seksual di ranah pendidikan. Di antaranya, perguruan tinggi 42 kasus, pesantren 17 kasus, dan sekolah menengah 16 kasus. Ini fenomena gunung es karena banyak korban memilih diam akibat ketimpangan relasi kuasa. RMI saya kira harus juga turut memberikan solusi berbagi kasus di atas” tegas Prof. Kiai Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Di akhir acara halaqah, KH. Abdul Hakim Hidayat, Ketua RMI Jatim membacakan deklarasi Bojonegoro yang berisi lima point pernyataan untuk mendorong komitmen kehadiran dan keberpihakan negara untuk kemajuan pesantren.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Pemerintah Didesak Segera Tetapkan Darurat Bencana Aceh, Korban Terdampak Mencapai 1,4 Juta Jiwa

Aceh — Tekanan agar pemerintah pusat segera menetapkan status Darurat Bencana di Provinsi Aceh semakin menguat menyusul meluasnya dampak banjir bandang yang terjadi sejak akhir November 2025. Skala bencana dinilai sudah berada pada kondisi kritis sehingga membutuhkan penanganan luar biasa melalui dukungan penuh dari pemerintah pusat. Penetapan status darurat diyakini dapat mempercepat koordinasi dan mobilisasi bantuan logistik, tenaga kesehatan, hingga evakuasi di titik-titik yang masih terisolasi.

Berdasarkan pantauan data penanggulangan bencana alam hidrometeorologi yang dirilis Posko Terpadu Pemerintah Aceh per 1 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, banjir telah menggenangi 18 kabupaten/kota, 226 kecamatan, dan 3.310 gampong. Total 214.382 kepala keluarga atau 1.418.872 jiwa terdampak bencana tersebut. Sementara itu, jumlah korban yang terkonfirmasi meliputi 1.435 warga luka ringan, 403 luka berat, 173 meninggal dunia, serta 204 warga yang masih dinyatakan hilang. Data ini diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pencarian yang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., menilai situasi Aceh sudah memenuhi unsur kedaruratan nasional. Menurutnya, status Darurat Bencana menjadi kunci percepatan respon pemerintah untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak secara merata dan tepat sasaran.

“Skala bencana ini telah melampaui kemampuan penanganan di tingkat daerah. Pemerintah pusat perlu segera menetapkan status darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan lintas lembaga,” ujar Prof. Haris di Jakarta dalam acara kunjungan ke Universitas Islam Internasional Indonesia.

“Selain langkah darurat, pemerintah juga perlu melakukan evaluasi komprehensif atas penyebab banjir, termasuk kerusakan lingkungan dan mitigasi ke depan, agar kejadian serupa tidak terus berulang,” kata Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jatim.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam telah memulai penggalangan dana kemanusiaan bekerja sama dengan PP Kamaly Situbondo untuk membantu pemulihan kondisi masyarakat Aceh. Menurutnya, solidaritas nasional menjadi modal penting di tengah bencana berskala besar ini.

Donasi dapat ditransfer ke norek 4467764444 BSI Jember atas nama Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam atau 0032804357 Bank Jatim atas nama YPI DARUL HIKAM MKJ. Informasi lebih lanjut bisa mengujungi website resmi www.wakafdarulhikam.org dan www.zakatdarulhikam.org

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor: Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Penandatanganan Kerja Sama, Womester Gandeng FSH UIN Jakarta Adakan Konferensi Internasional di Afrika-Eropa

Jakarta — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan silaturahim sekaligus penandatanganan kerja sama dengan World Moslem Studies Center (Womester) pada Rabu pagi (3/12), bertempat di Ruang Rapat FSH. Acara berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kolaborasi.

Hadir mewakili UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu Wakil Rektor I Prof. Dr. KH. Ahmad Tholabi, S.Ag., S.H., M.H., M.A., Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof. Dr. Muhammad Maksum S.H., M.A, M.D.C serta Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Prof. Dr. Kamarusdiana, MH. Selain itu hadir pula para Ketua Program Studi, Sekretaris Prodi, dan sejumlah pimpinan lainnya.

Sementara itu, rombongan tim Womester terdiri dari Direktur Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., Deputi Direktur Kiai Moh. Romli, M. Pd.I, Bendahara Umum M. Khanif, M.Kn dan anggota Muchimah, S.H.I., M.H

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Prof. Maksum menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Womester. Ia menegaskan pentingnya sinergi yang telah terjalin selama ini.

“Kami sangat berterima kasih atas jalinan kerja sama dengan Womester yang telah terbangun, termasuk pada kegiatan bedah buku tahun 2024. Semoga langkah kolaboratif ini dapat kita perkuat, diperluas, dan diwujudkan dalam program-program yang lebih produktif di masa depan,” ujar Prof. Maksum yang juga Ketua Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia.

Sementara itu, Direktur Womester Prof. Haris memaparkan berbagai aktivitas internasional yang telah dijalankan lembaga tersebut, mulai dari pengabdian masyarakat global hingga kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi dunia.

“Womester melakukan banyak kegiatan internasional, baik pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Kami telah hadir di Taiwan, Australia, Hong Kong, Belanda, Jepang, Malaysia, hingga Jerman, dan insya Allah akan berlanjut ke Kanada dan negara-negara lainnya,” jelasnya.

Ia juga menuturkan rencana agenda ilmiah internasional mendatang.

“Pada tahun 2026, kami berencana menyelenggarakan International Conference di Maroko, sekaligus kunjungan kebudayaan ke Portugal dan Spanyol. Kami berharap UIN Jakarta dapat menjadi mitra penyelenggara dan ikut berkolaborasi dalam event global tersebut,” tambah Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Tidak hanya konferensi dan pengabdian, lanjut Prof. Haris, Womester terus mendorong produktivitas publikasi ilmiah, termasuk kajian Fiqh al-Aqalliyat dan pedoman fikih bagi masyarakat Muslim di luar negeri.

Menanggapi paparan tersebut, Wakil Rektor I Prof. Tolabi Kharlie menyampaikan dukungan penuh dari pihak universitas. “Semoga kerja sama ini berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama sebagai simbol komitmen kedua institusi dalam memperkuat kolaborasi internasional, serta sesi foto bersama.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Krisis Kemanusiaan, Direktur Womester Ajak Masyarakat Dunia Bantu Sudan

Jakarta, 1 Desember 2025

Negara Sudan terjerumus dalam perang saudara sejak 15 April 2023. Demikian ini  setelah terjadi perebutan kekuasaan antara militer pemerintah dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Perang saudara ini telah menyebabkan kelaparan dan dugaan genosida di wilayah Darfur barat. Kekhawatiran terutama dirasakan penduduk Kota el-Fasher setelah kota tersebut direbut oleh RSF baru-baru ini.

Dalam perebutan kekuasaan ini, lebih dari 150.000 orang tewas dalam konflik di seluruh negeri, dan sekitar 12 juta lainnya telah meninggalkan rumah mereka akibat pertikaian tersebut. PBB menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia pada tahun ini.

Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC mengajak masyarakat dunia untuk memberikan dukungan kemanusiaan di Sudan.

“Situasi Sudan benar-benar genting. Mari kita bersatu untuk memberikan bantuan kemanusiaan pada saudara kita yang ada di Sudan,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.  

Selain itu, Prof Haris mendorong PBB untuk melakukan langkah-langkah kongkrit untuk penyelesaian perang saudara tersebut.

“PBB selama ini belum berbuat banyak untuk Sudan. PBB bisa melakukan langkah-langkah kongkrit untuk perdamaian di Sudan,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosaisi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Sementara, Prof. Haris juga mendesak Internasional Criminal Court untuk melakukan penyelidikan atas dugaan genocide.

“Ada dugaan genocide. Saya kira, ICC harus melakukan penyelidikan hal tersebut”, ujar Prof. Haris yang sudah keliling 22 negara dunia tersebut.     

Sebagaimana diketahui, pada 2019, protes besar-besaran terjadi yang menuntut diakhirinya kekuasaan Omar al-Bashir selama hampir tiga dekade. Militer kemudian melancarkan kudeta untuk menggulingkannya.Setelah Al-Bashir digulingkan, warga sipil terus berkampanye demi pembentukan pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Pemerintahan gabungan militer-sipil lantas dibentuk, namun digulingkan oleh kudeta berikutnya pada Oktober 2021.

Kudeta tersebut dilancarkan oleh dua orang yang berada di pusat konflik saat ini. Pertama,  Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, kepala angkatan bersenjata sekaligus presiden negara tersebut. Dan Kedua, Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo yang lebih dikenal sebagai “Hemedti”. Dia adalah pemimpin RSF sekaligus wakil Al-Burhan.  Belakangan, Jenderal Al-Burhan dan Jenderal Dagalo berselisih pendapat tentang arah negara dan rencana menuju pemerintahan sipil.

Namun perselisihan utamanya mengenai rencana peleburan RSF yang berkekuatan 100.000 personel ke dalam Angkatan Darat, dan siapa yang akan memimpin pasukan baru tersebut. Kedua jenderal tersebut ingin mempertahankan posisi kekuasaan mereka serta tidak ingin kehilangan kekayaan dan pengaruh. Kecurigaan pun timbul di antara mereka.

Baku tembak antara militer pemerintah dan RSF dimulai pada 15 April 2023 setelah sejumlah personel RSF disebar ke berbagai wilayah di Sudan. Langkah ini dianggap Angkatan Darat sebagai ancaman.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor: M Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Pengasuh Darul Hikam Terima Belasan Mufti Kerajaan Perak-Malaysia di PWNU Jatim

Surabaya, Darul Hikam-Belasan mufti (pemberi fatwa) dari Kerajaan Perak, Malaysia, belajar tentang “thariqah” (tarekat/pendekatan kepada Tuhan) dengan bersilaturrahmi kepada Idarah Wustha JATMAN (Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah) PWNU Jatim di Surabaya, Sabtu.

Delegasi mufti dari Perak-Malaysia yang dipimpin Dato’ Sri Haji Wan Zahidi bin Wan Teh itu diterima DR KH Romdlon Chotib (Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim), Prof Dr HM Noor Harisudin (Wakil Sekretaris Tanfidziyah PWNU Jatim), KH Muhsin Nurhadi (Rais Mustafat JATMAN Jatim) dan DR KH Mustofa Badri MA (Mudir JATMAN Jatim).

Dalam pengantar kunjungan itu, Dato’ Sri Haji Wan Zahidi mengucapkan terima kasih atas sambutan pengurus PWNU Jatim yang penuh keakraban. “NU itu sama dengan Islam di Malaysia yang berpaham Aswaja (Ahlus Sunnah wal Jamaah), karena itu kami ingin bertukar pengalaman,” katanya.

Seorang anggota delegasi mufti Malaysia memperjelas tukar pengalaman yang diharapkan terkait dengan rencana para mufti dari Perak-Malaysia untuk memasukkan paham Aswaja dengan ajaran tarekat/tasawufnya diakui negara dalam UU, mengingat masuknya paham Wahabi yang suka mengkafirkan.

Menanggapi hal itu, Mudir JATMAN Jatim DR KH Mustofa Badri MA menyatakan tertarik dengan lawatan mahabbah dari para mufti dari Perak-Malaysia yang sangat lembut dan sesuai dengan paham NU dan juga tarekat JATMAN yang mengajarkan mahabbah/cinta dan tidak mudah mengkafirkan pihak lain.

“Saya merasa terharu dengan lawatan mahabbah yang didasari kecintaan itu. NU sendiri lahir dari cinta melalui Komite Hijaz yang memprotes Wahabi yang merusak khazanah lama, seperti makam Nabi dan mengkafirkan. Setelah Komite Hijaz sukses itu, maka ulama merasa perlu mempertahankan Aswaja dengan mendirikan NU,” katanya.

Oleh karena itu, Malaysia dengan Indonesia harus saling bekerja sama untuk menyelamatkan masyarakat dari dari ajaran Wahabi yang mudah menyesatkan/mengkafirkan. “NU sendiri bertujuan untuk menjaga agama, menjaga negara, dan menjaga umat dengan dakwah,” katanya.

Terkait JATMAN, ia mengatakan JATMAN merupakan salah satu “jalan dakwah” yang didirikan pada 1957 yang hingga kini tercatat ada 44 thariqah yang terseleksi mu’tabaroh, namun di Jatim hanya ada tujuh thariqah yang memiliki jamaah banyak.

“Soal seleksi itu ditangani mursyid yang menelusuri sanad dari guru ke guru hingga ke Rasulullah. Itu mursyid yang menyeleksi dan seleksi ulang akan dilakukan pada munas dan halaqoh mendatang, jadi kultural saja, kalau Malaysia mau formal (seleksi negara), ya bisa. Kalau ada imam thariqah mengaku Imam Mahdi, pun ada di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. HM Noor Harisudin, M. Fil.I, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, menjelaskan bahwa kunjungan Mufti Negeri Perak ini bertujuan untuk mempelajari tasawuf di Indonesia, khususnya melalui JATMAN sebagai bahan penyusunan kebijakan keagamaan di Negeri Perak, Malaysia.

“Setiap negeri (propinsi: red) di Malaysia memiliki otoritas keagamaan sendiri, termasuk dalam menentukan aliran thariqah yang diakui. Karena itu, para mufti negeri Perak Malaysia ini meminta masukan mengenai kriteria thariqah yang mu’tabarah, yang tidak mu’tabarah, serta thariqah yang berpotensi menyimpang, lengkap dengan ukuran dan kriterianya, jelasnya”

Prof. Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan IKA PMII menegaskan bahwa JATMAN memiliki kredibilitas untuk menjadi kiblat spiritual yang sejajar dengan tradisi tarekat di Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Saat ini, rujukan Malaysia dalam bidang tarekat dan tasawuf masih terbatas pada Mesir, Maroko dan juga Indonesia. Indonesia melalui JATMAN yang dibawah NU semakin diakui sebagai salah satu pusat rujukan penting di dunia Islam,” jelas Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu.

Diskusi berlangsung intensif sejak pukul 12.00 hingga 14.30 dan membahas berbagai aspek tarekat serta penerapannya dalam kehidupan beragama.

Reporter : Iklil NaufaL Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030

Berikut Susunan Lengkap Pimpinan MUI Periode 2025-2030

JAKARTA, MUI.OR.ID–Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI telah menetapkan Pimpinan MUI untuk periode 2025-2030 setelah melalui musyawarah dengan sistem formatur.

Ada 19 orang formatur yang dipilih kemudian ditetapkan berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) MUI Nomor:01/PO-MUI/VI/2025 tentang Pedoman Pemilihan Pengurus MUI.

Pemilihan Ketua Umum MUI dan Penyusunan Pengurus Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan MUI dilaksanakan dengan tahapan pemilihan formatur, penetapan formatur, pemilihan ketua umum, penyusunan Dewan Pimpinan MUI, pemilihan ketua Dewan Pertimbangan, dan penyusunan Dewan Pertimbangan.

Jumlah formatur ditetapkan sebanyak 19 orang, terdiri dari 3 orang unsur Dewan Pimpinan MUI Pusat demisioner (ketua umum, sekretaris jenderal, dan bendahara umum).

Kemudian satu orang dari unsur Dewan Pertimbangan, 7 orang dari unsur Dewan Pimpinan MUI Provinsi, 6 orang unsur pimpinan Ormas Islam yang terdiri dari NU dan Muhamadiyah sebagai unsur tetap, dan ormas lain secara proporsional/bergantian.

Kemudian satu orang unsur cendekiawan Muslim/perguruan tinggi Islam dan satu orang unsur pondok pesantren.

Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin kembali menjadi ketua Dewan Pertimbangan MUI. Sementara KH Anwar Iskandar kembali menjadi ketua umum MUI.

Kemudian hasil musyawarah ditetapkan dalam Rapat Pleno XII oleh Ketua SC Munas XI MUI KH Masduki Baidlowi pada Sabtu (22/11/2025).

Selain itu, Buya Anwar Abbas dan KH Marsudi Syuhud kembali menjadi wakil ketua umum MUI periode 2025-2030. Sementara Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah periode 2020-2025 KH Cholil Nafis menjadi wakil ketua umum MUI periode 2025-2030.

Berikut susunan lengkap Pimpinan MUI periode 2025-2030:

STRUKTUR DAN PERSONALIA ORGANISASI MAJELIS ULAMA INDONESIA MASA KHIDMAT 2025-2030

A. DEWAN PERTIMBANGAN

Ketua : Prof Dr KH Ma’ruf Amin

Wakil Ketua : Prof Dr KH Nasaruddin Umar

Wakil Ketua : Dr KH Afifuddin Muhajir

Wakil Ketua : Prof Dr Jimly Asshiddiqie

Wakil Ketua : Dr Hamdan Zoelva, S.H., M.H.

Wakil Ketua : Prof Dr Syafiq Mughni

Wakil Ketua : H Basri Bermanda, MBA

Wakil Ketua : KH Abdullah Jaidi

Wakil Ketua : Tamsil Linrung

Wakil Ketua : Prof Dr Kamaruddin Amin

Wakil Ketua : Prof Dr Hj Amany Lubis

Wakil Ketua : Dr Hj Badriyah Fayumi

Wakil Ketua : Dr H Yusnar Yusuf

Wakil Ketua : Prof Dr Masykuri Abdillah

Wakil Ketua : Dr KH Jeje Zaenudin,M.A.

Wakil Ketua : Prof Dr Masnun Tahir

Wakil Ketua : Dr KH Muhyiddin Junaidi, Lc, MA.

Wakil Ketua : H Muhammad Syarfi Hutauruk, MM.

Wakil Ketua : Dr KH Sa’ad Ibrahim

Sekretaris : Dr H Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si.

Wakil Sekretaris : Dr KH Zulfa Mustofa

Wakil Sekretaris : Prof Dr Nadratuzzaman Hosein

Wakil Sekretaris : Prof Dr Ahmad Muzakki

Wakil Sekretaris : Dr Hj Sabriati Aziz

Wakil Sekretaris : Siti Aisyah

Wakil Sekretaris : Prof Dr Hj Valina Singka Subekti

Wakil Sekretaris : Prof Dr H Moh Mukri, MAg.

Wakil Sekretaris : Dr KH M Sodikun

Wakil Sekretaris : KH Nasirul Haq

Anggota:

Ketua-Ketua Umum dan Sekjend-Sekjend Ormas Islam (yang belum terwakili dijajaran ketua dan di undangan sebagai peserta Munas XI tahun 2025) dan Tokoh-Tokoh serta perseorangan.

DEWAN PIMPINAN MUI

Ketua Umum : K.H. M. Anwar Iskandar

Wakil Ketua Umum :

KH M Cholil Nafis, Ph.D.

Dr H Anwar Abbas, M.M., M.Ag.

Dr KH Marsudi Syuhud, M.M.

Ketua-Ketua

1. Bidang Fatwa Prof Dr KH M Asrorun Ni’am Sholeh, M.A.

2. Bidang Fatwa Metodologi Gusrizal Gazahar

3. Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi

4. Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani

5. Bidang Kerukunan Abdul Moqsith Ghozali

6. Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung

7. Bidang Luar Negeri Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim

8. Bidang Ekonomi Syariah Sholahudin Al Aiyub

9. Bidang Kesehatan Prof Fasli Jalal

10. Bidang Seni Budaya H Pasni Rusli

11. Bidang Pendidikan Prof Dr Faisol Nasar Bin Madi, M.A

12. Bidang PRK Dr Siti Ma’rifah

13. Bidang Kajian Prof Utang Ranuwijaya

14. Bidang Hukum Prof Dr Wahiduddin Adams, SH, MA.

15. Bidang Ukhuwah Muhammad Zaitun Rasmin

16. Bidang Pesantren KH Fahrur Rozi Burhan

17. Bidang Penanggulangan Bencana Nusron Wahid

18. Bidang Halal Masyhuril Khomis

19. Bidang Filantropi Prof Dr Noor Achmad

Sekretaris Jenderal : H Amirsyah Tambunan

Wakil Sekretaris Jenderal:

1. Bid Fatwa Aminudin Yakub

2. Bid Fatwa Metodologi Drs H Muhammad Ziyad, M.A.

3. Bid Infokom Asrori S Karni

4. Bid. Dakwah Dr KH Arif Fahrudin

5. Bid. Kerukunan Sarmidi Husna

6. Bid Ekonomi Hazuarli Halim

7. Bid Luar Negeri Safira Machrusah, M.A.

8. Bid. Ekonomi Syariah Dr KH Bukhori Muslim, M.A.

9. Bid. Kesehatan Dr dr Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT

10. Bid. Seni Budaya Dr H Erick Yusuf, SSy, MPd.

11. Bid. Pendidikan Prof Dr Armai Arief, MAg.

12. Bid. PRK Nilmayetti Yusri

13. Bid. Kajian Dr KH Ali M Abdillah

14. Bid. Hukum Dr H Ihsan Tanjung

15. Bid. Ukhuwah Dr Syamsul Qomar

16. Bid. Pesantren KH Chaerul Shaleh Rasyid, S.E., M.Si.

17. Bid. Penanggulangan Bencana Mabroer M.S.

18. Bid. Halal Rofiqul Umam Ahmad

19. Bid. Filantropi Rahmat Hidayat

Bendahara Umum : H Misbahul Ulum

Bendahara:

1. Rudi Mas’ud

2. Diana Dewi

3. Trisna Ningsih Yuliati

4. Dr Yayat Sujatna, SE. MSi.

5. Jojo Sutisna

6. Idy Muzayyad, M.Si.

7. Mahsin

8. Dr Erni Juliana Al Hasanah, SE, M.Ak.

Categories
Berita

PBNU: Pendakwah Harus Menjaga Akhlak dan Martabat Kemanusiaan

Jakarta, jurnal9.tv -Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan tindakan dan perilaku pendakwah Elham Yahya Luqman, yang tidak mencerminkan akhlakul karimah serta bertentangan dengan ajaran Islam.Perilaku yang bersifat merendahkan martabat manusia, terlebih terhadap anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah bil hikmah yang menjadi ciri dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,” kata Ketua PBNU Alissa Wahid.

PBNU menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama mewarisi amanah besar untuk membangun kemaslahatan umat dengan berpegang pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah.

Oleh Karena itu, NU menolak keras segala praktik yang mencederai Maqashid Syariah (tujuan penerapan syariat), terutama perlindungan terhadap kehormatan manusia (hifdz al-‘irdh), tanpa memandang usia, status, maupun kedudukan sosial.

“Prinsip maqashid syariah inilah yang harus dipegang dan menjadi pertimbangan utama para pendakwah,” ujarnya.

PBNU juga menekankan bahwa penghormatan tinggi kepada para kiai-nyai didasarkan pada keulamaan, kearifan sebagai sosok pengasuh, serta peranannya sebagai pengayom jamaah. Penghormatan ini adalah amanah dan seyogyanya, setiap tokoh agama wajib menjaga diri dan berperilaku sebagai uswatun hasanah bagi umat.

“Sebab sejatinya kiai-nyai, pendakwah secara umum juga merupakan guru yang sudah sepantasnya digugu dan ditiru,” katanya.

Sejalan dengan itu, PBNU mengajak seluruh elemen jamaah dan jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk menciptakan ruang yang aman dan bermartabat bagi semua insan, terutama bagi mereka yang lemah seperti anak-anak, santri, dan perempuan.

Sebagai bentuk tanggung jawab kelembagaan, PBNU telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA). Tim ini dibentuk secara aktif bekerja menanggulangi praktik kekerasan, pelecehan, dan bentuk penyimpangan lainnya di lingkungan pesantren NU.

“Pembentukan SAKA merupakan wujud nyata komitmen PBNU dalam menjaga marwah pesantren serta memastikan lingkungan dakwah dan pendidikan Islam tetap berlandaskan kasih sayang, akhlak mulia, dan perlindungan terhadap kemanusiaan, serta maqashid syariah,” jelasnya.

PBNU menegaskan kembali tidak ada ruang bagi kekerasan, pelecehan, dan penyalahgunaan otoritas dalam dakwah Islam. “Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia,” pungkasnya.

sumber : https://jurnal9.tv/pbnu-pendakwah-harus-menjaga-akhlak-dan-martabat-kemanusiaan/

Categories
Berita

Kami Ingin Semua Masjid Ramah Lansia dan Difabel

Wawancara Eksklusif Bersama Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, CLA., CWC.

Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Indonesia

Sejak di-launching tahun 2024, Program Wakaf Kursi Sholat mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia.  Program kursi wakaf merupakan program unggulan Lazawa Darul Hikam yang unik dan berdampak luas. Progrm ini juga merupakan wujud kepedulian terhadap jamaah lansia dan difabel agar tetap bisa beribadah dengan nyaman di masjid.

Program Wakaf Kursi Shalat dari Lazawa Darul Hikam merupakan contoh nyata bagaimana wakaf dapat diwujudkan dalam aksi sosial yang nyata dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, CLA., CWC., Lazawa tak hanya mengelola dana umat, tetapi juga menggerakkan perubahan menuju masjid yang ramah lansia dan difabel. Program ini juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dengan Platform Digital Satu Wakaf.

Di tengah kesibukannya yang seabrek di dalam maupun luar negeri, kami berkesempatan berbincang dengan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, CLA., CWC., Direktur Lazawa Darul Hikam Indonesia di kantornya di Perum Pesona Milenia C.7 No.6 Mangli Jember.

Apa yang melatarbelakangi munculnya program wakaf kursi di Lazawa Darul Hikam?

Ide ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi masjid yang belum ramah bagi jamaah lansia dan difabel. Kami melihat banyak masjid indah dan besar, tapi belum menyiapkan sarana yang memadai bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas. Dari situ kami berinisiatif membuat program wakaf kursi agar mereka tetap bisa beribadah dengan nyaman.

Program ini merupakan upaya membumikan nilai-nilai Islam yang inklusif. Ibadah harus bisa diakses oleh semua, termasuk lansia dan difabel. Jangan sampai ada jamaah yang enggan datang ke masjid karena keterbatasan fasilitas.

Mengapa program ini menjadi fokus utama Lazawa Darul Hikam?

Pertama, isu masjid ramah lansia dan difabel belum banyak diperhatikan. Saya keliling ke berbagai kota di Indonesia, ini belum menjadi gerakan mainstream.

Kedua, negara belum hadir di bidang ini. Negara masih sibuk yang lain; MBG, penyediaan lapangan kerja, pencegahan korupsi, dan sebagainya. Oleh karenanya Lazawa Darul Hikam merasa terpanggil untuk menjadi pelopor.

Ketiga, trend global untuk lebih memanusiakan manusia. Khususnya yang berkebutuhan khusus. Kami merasa umat Islam belum mention pada tren global ini. Karena itu, Lazawa Darul Hikam ingin melakukan percepatan mainstream masjid ramah lansia dan difabel. 

Bagaimana pelaksanaan program ini?

Sejak tahun 2024, kami menjalankan program ini secara bertahap melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian kursi wakaf ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Kami berkeliling ke masjid-masjid untuk menyalurkan kursi wakaf sekaligus mengedukasi takmir tentang pentingnya masjid ramah lansia dan difabel. Kami terus bergerak dari satu masjid ke masjid dengan kampanye masjid ramah lansia dan difabel sembari memberikan 10 kursi sholat wakaf.

Setelah itu, kami membangun jaringan masjid inklusif agar program ini berkelanjutan. Masjid-masjid ini akan terus berkoordinasi untuk mempercepat fasilitas masjid yang ramah lansia dan difabel. Mereka akan menguatkan satu dengan lainnya.  

Kami kolaborasi dengan Bank Indonesia dalam platform digital Satu Wakaf untuk menggalang dana empat kegiatan program wakaf, salah satunya dengan program wakaf kursi. Alhamdulillah, sukses. Bank Indonesia banyak membantu kami. 

Bagaimana rencana program ini ke depan?

Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Timur dan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Tujuannya untuk memperkuat dan mempercepat gerakan ini. Kami berharap program ini bisa direplikasi di luar Jawa Timur di tahun 2027.

Rencananya juga, kami akan menyelenggarakan Award untuk Masjid Ramah Lansia dan Difabel. Kami akan berkolaborasi dengan Unesa Surabaya, Badan Wakaf Indonesia Jatim, Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur dan Pemprof. Doanya semoga ikhtiar ini sukses dan berhasi.

Bagaimana respons masyarakat sejauh ini?

Respons masyarakat sangat positif. Banyak masjid yang merasa terbantu. Jamaah lansia kini bisa beribadah dengan lebih nyaman. Bahkan kursi wakaf yang kami salurkan di berbagai kota di Indonesia: Jember, Bondowoso, Lumajang, Malang, Kediri, Bangkalan bahkan ke luar negeri yaitu di Masjidil Haram Mekah. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri karena menandakan semangat umat Indonesia sampai ke Tanah Suci.

Apa tantangan terbesar dalam pelaksanaannya?

Menurut saya, tantangan utama terletak pada kesadaran masyarakat dan pendanaan. Masih banyak yang belum memahami pentingnya aksesibilitas di masjid. Ada yang beranggapan kursi bisa mengurangi kekhusyukan, padahal justru membantu jamaah yang tidak mampu berdiri. Selain itu, proses pengadaan dan distribusi kursi juga memerlukan biaya dan koordinasi yang besar.

Namun, kami optimis bahwa dengan niat baik dan kerja ikhlas, semua hambatan dapat diatasi. Kami yakin, selama dijalankan dengan keikhlasan, Allah Swt.  akan memudahkan.

Apa harapan ke depan dari program wakaf kursi ini?

Saya berharap gerakan ini menjadi Gerakan Nasional Masjid Ramah Lansia dan Difabel. Kami ingin dari Sabang sampai Merauke, semua masjid menjadi ramah lansia dan difabel. Targetnya  di tahun 2030, impian itu sudah terwujud. 

Oleh karena itu, kami ingin semua sadar dan bergerak: takmir masjid, jamaah masjid dan masyarakat luas. Demikian juga organisasi masjid dan semuanya harus bergerak menuju ke sana. Tidak harus besar, yang penting bermanfaat. Wakaf kursi ini sederhana, tapi dampaknya besar karena memberi kenyamanan ibadah bagi banyak orang khususnya orang lansia dan difabel. ***

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember Apresiasi Presiden Prabowo Setujui Bentuk Ditjen Pesantren

JEMBER — Kabar menggembirakan datang bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2025. Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Keputusan ini disambut antusias oleh kalangan pesantren, akademisi, serta para pemerhati pendidikan Islam di berbagai daerah, termasuk oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Kabar persetujuan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i usai Apel Hari Santri di halaman Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

“Alhamdulillah, saya baru saja menerima kabar dari Kementerian Sekretariat Negara tentang telah terbitnya Persetujuan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 Tentang Kementerian Agama,” ujar Wamenag.

Melalui Surat Nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memerintahkan agar segera didirikan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai bahwa pembentukan Ditjen Pesantren akan memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam tradisional di tanah air.

“Ditjen ini nantinya akan melakukan konsolidasi pondok pesantren secara nasional. Selama ini, mungkin ada pesantren yang belum terdata atau belum terjangkau oleh bantuan pemerintah. Dengan adanya Ditjen, hal-hal tersebut bisa tertangani dengan lebih baik karena akan ada perangkat kerja yang lebih luas dan sistem yang lebih terkoordinasi,” terang Menag.

Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah mensetujui pendirian Ditjen Pesantren di Kementrian Agama RI.

“Dalam pandangan saya, ini merupakan langkah progresif Presiden Prabowo dalam memajukan SDM unggul Indonesia. Selama ini, khususnya sejak terbit Hari Santri dan terbitnya UU Pesantren No. 18 tahun 2019, negara memang sudah hadir di pesantren. Namun keberadaan Ditjen ini akan mempercepat kehadiran negara di pesantren seluruh Indonesia”, ujar Prof. Haris yang Dewan Pakar Pengurus PB IKA PMII.

Pada sisi lain, Prof Haris mendorong agar masyarakat Indonesia mendukung langkah progresif presiden Prabowo.

“Kita harus mendukung langkah Prabowo dalam pendirian Ditjen ini. Pendirian ini akan menjadikan fungsi pesantren dalam pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat sehingga pesantren akan lebih berdampak dan bermanfaat pada ummat”, tutur Prof. Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Pada konteks lebih luas, pendirian Ditjen ini, lanjut Prof Haris, akan memperluas dan memperkuat kontribusi pesantren untuk Indonesia Emas tahun 2045 nanti.

“Kontribusi pesantren sejak zaman kemerdekaan jelas. Di masa sekarang, kontribusi juga jelas. Di masa datang, kontribusi kalangan santri di semua bidang kehidupan juga akan jelas dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, apalagi jika di-support oleh negara seperti sekarang ini”, ujar Prof. Haris yang juga dikenal sebagai Dai Internasional Lima Benua.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Gelar Pengajian Perdana, Majelis Taklim Padang Ati Santuni Dluafa Bareng Lazawa Darul Hikam

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam bersama Majelis Taklim Padang Ati sukses menggelar kegiatan Santunan Dhuafa di Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember pada Sabtu Pagi, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Jember, pengurus Yayasan dan Lazawa Darul Hikam, tokoh masyarakat, para santri, anggota Majelis Padang Ati, serta perwakilan donatur yang selama ini mendukung berbagai program sosial Lazawa Darul Hikam.

Rangkaian acara berlangsung khidmat, diawali dengan tawasul, pembacaan Surat Yasin, doa untuk negeri dan donatur, tausiyah, serta penyerahan santunan kepada kaum dhuafa di sekitar pesantren.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan upaya memperkuat sinergi antara pesantren, masyarakat, dan para dermawan.

“Kami berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua pihak, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Lazawa Darul Hikam akan terus berkhidmat untuk umat melalui program-program sosial yang berkelanjutan,” ujar Irwan yang juga dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. 

Ia juga menambahkan bahwa Lazawa secara rutin melaksanakan program sosial di berbagai bidang.

“Sebulan lalu kami mengadakan program cek kesehatan gratis MUSEMMA (Muslim Sehat, Masjid Makmur). Insyaallah, kegiatan ini akan kembali dilaksanakan bulan depan. Kami ingin memastikan Lazawa hadir secara konsisten, tidak hanya dalam bentuk santunan, tapi juga pemberdayaan dan pelayanan kesehatan umat,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Jember Bidang Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf, Dr. Abdul Basit, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya berdampak, tapi benar-benar memberikan impact sosial yang nyata. Darul Hikam telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun kepedulian kolektif. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tutur Dr. Abdul Basit.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., menyampaikan pesan mendalam dalam tausiyahnya. Ia menjelaskan, nama ‘Padang Ati’ memiliki makna mendalam: hati yang terang karena ilmu, iman, dan amal saleh.

“Jika hati kita padam oleh lalai dan kesibukan dunia, maka majelis taklim seperti ini menjadi lentera yang menyalakan kembali cahaya itu. Majelis Taklim Padang Ati harus istiqamah hadir memberi pencerahan, membimbing umat agar hatinya senantiasa terang oleh kebaikan,” lanjut Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember. 

Prof. Haris juga mengingatkan agar setiap umat tidak menunda berbuat baik.

“Kebaikan yang ditunda bisa hilang bersama waktu. Maka bersegeralah dalam kebajikan, sekecil apa pun amal itu,” pesannya menutup tausiyah.

Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan kehangatan, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan negeri dan keberkahan bagi para donatur.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga dan masyarakat lain untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian sosial dan berbagi keberkahan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Tagline Pesantren Literasi, YPI Darul Hikam Jember Launching Dua Jurnal Ilmiah

Jember-Pondok Pesantren Darul Hikam Jember kembali menorehkan sejarah baru dalam dunia pendidikan pesantren. Dengan semangat membangun budaya literasi dan memperkuat kontribusi pesantren di ranah akademik, pesantren yang dikenal dengan tagline “Pondok Literasi” ini resmi meluncurkan dua jurnal ilmiah sekaligus: Nusantara Journal of Education, Economic, and Law (NUJEEL) dan Nusantara Journal of Technology, Science, and Social (NUJESS).

Acara peluncuran berlangsung di Aula PP. Darul Hikam Putra pada Sabtu, 18 Oktober 2025 dengan dihadiri oleh para pengasuh, dosen, peneliti, santri, dan akademisi dari Universitas Jember, UIN KHAS Jember, dan perguruan tinggi lain di Jember. Momen ini menandai langkah maju Pondok Pesantren Darul Hikam Jember dalam memperluas peran pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset multidisipliner.

Jurnal NUJEEL berfokus pada publikasi penelitian dan kajian akademik di tiga bidang utama: pendidikan, ekonomi, dan hukum. Melalui jurnal ini, para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa diberi ruang untuk berbagi ide, temuan, serta inovasi ilmiah.

NUJEEL menyoroti isu-isu strategis seperti inovasi pembelajaran, kebijakan pendidikan, dinamika ekonomi dan bisnis, serta berbagai kajian hukum, mulai dari hukum konstitusi, pidana, perdata, hingga hak asasi manusia dan keadilan sosial. Kehadiran jurnal ini diharapkan dapat memperkaya khazanah penelitian nasional sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

Sementara itu, NUJESS hadir sebagai wadah publikasi bagi penelitian di bidang teknologi, sains, dan sosial. Fokus jurnal ini mencakup beragam topik seperti teknologi informasi, energi dan lingkungan, ilmu alam dan terapan, hingga kajian sosial, budaya, dan politik.

Melalui NUJESS, Pondok Pesantren Darul Hikam Jember ingin menjembatani kemajuan ilmu pengetahuan dengan kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, hasil riset yang dipublikasikan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas lahirnya dua jurnal tersebut.

“Alhamdulillah, telah terbit dua jurnal ilmiah: NUJEEL dan NUJESS. Pondok Darul Hikam memiliki tagline Pondok Literasi. Untuk menumbuhkan minat literasi, kami mendirikan dua jurnal ini sebagai wadah pengembangan keilmuan. Kalau universitas memiliki jurnal, itu hal biasa. Tapi bila pesantren mampu menerbitkan jurnal ilmiah, itu luar biasa,” ujar Prof. Haris.

Managing Editor NUJEEL, Mohammad Haris Taufiqur Rahman, S.H., M.H., berharap jurnal ini dapat menjadi ruang kreasi bagi para akademisi.

“Semoga NUJEEL menjadi wadah untuk menyalurkan ide-ide baru, hasil penelitian, dan kajian konseptual yang bermanfaat bagi dunia akademik,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Editor NUJESS, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., menambahkan,

“NUJESS kami rancang sebagai jembatan bagi para peneliti lintas disiplin untuk mempublikasikan karya terbaiknya. Harapannya, jurnal ini dapat ikut mendorong kemajuan riset di Indonesia,” ujar Wildan

Keduanya menegaskan bahwa NUJEEL dan NUJESS terbuka bagi semua kalangan baik santri, akademisi internal pesantren, maupun peneliti dari luar lembaga.

Peluncuran dua jurnal ini menjadi bukti nyata bahwa Pondok Pesantren Darul Hikam Jember terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi keilmuan pesantren. Dengan memadukan nilai-nilai keislaman dan semangat akademik modern, pesantren ini menunjukkan bahwa lembaga keagamaan juga mampu menjadi pusat riset dan literasi ilmiah yang berdaya saing.

Reporter : Iklil Naufal Umar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Dari Indonesia ke Groningen Belanda: Kiprah Womester Mengantar Kampus Indonesia ke Kancah Dunia

Jakarta — World Moslem Studies Center (Womester) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mendorong internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia. Pada 30 September -10 Oktober 2025, lembaga ini berhasil memberangkatkan sejumlah perwakilan kampus ke The 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference yang digelar di University of Groningen, Belanda, pada 1–2 Oktober 2025.

Konferensi internasional bergengsi tersebut mengusung tema “Harmony in Turbulence: The Intersection of Faith, Climate Justice, and Global Peace” dan diikuti oleh akademisi, peneliti, serta diaspora Indonesia dari berbagai benua. Selain sesi konferensi utama, kegiatan juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Travelling Home: Essays on Islam in Europe, PCINU Summit bersama diaspora Indonesia di Eropa, dan forum panel lintas negara.

Rangkaian kegiatan Womester di Belanda dimulai sejak 30 September 2025 dengan konferensi kebijakan global, dilanjutkan dengan penjajakan kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan University of Groningen, serta seminar moderasi beragama di Indonesia House Amsterdam. Setelah kegiatan utama, rombongan Womester melanjutkan kunjungan akademik dan budaya ke beberapa negara Eropa Barat, antara lain; Jerman, Swiss dan Itali.

Delegasi dari Indonesia yang bergabung bersama Womester ada sembilan orang. Mereka adalah Khanif, SH, M.Kn dan Nuraini (Keduanya dari Womester), Prof. Dr. H. Erie Hariyanto, SH,MH (UIN Madura), Dr. H. Ahmad Subakir, M.Ag (UIN Syeikh Wasil Kediri), Dr. Winarto Eka Wahyudi, M.Pd.I, dan Dr. Muhammad Chusnul Khitam, MAP (Keduanya dari Universitas Islam Lamongan). Sementara tiga orang utusan dari Universitas Yudharta Pasuruan, yaitu Dr. Kholid Murtadlo, SE, ME, (Rektor) , Dr. Deny Utomo, S.Pi, MP (Warek I), dan Lukman Hakim, S.Kom., M.Kom., P.hD (Warek III). Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari program penguatan jejaring akademik global yang selama ini dikembangkan oleh Womester.

Perwakilan Womester, Khanif, menjelaskan bahwa lembaganya berperan aktif menjadi penghubung antara kampus Indonesia dan kampus internasional.

“Womester berkomitmen mendampingi perguruan tinggi agar semakin terbuka terhadap kerja sama global. Kami memfasilitasi berbagai kebutuhan peserta mulai dari akomodasi, penginapan, transportasi, hingga pendampingan selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Womester ingin memastikan setiap perguruan tinggi yang ikut serta dapat memperoleh pengalaman internasional yang bermakna dan terarah, tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif membangun jejaring akademik jangka panjang.

“Kami ingin memastikan setiap perguruan tinggi yang ikut serta dapat memperoleh pengalaman internasional yang bermakna dan terarah. Bukan hanya sekadar hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif membangun jejaring akademik jangka Panjang. Ini bentuk pendampingan internasionalisasi pendidikan,” jelas Khanif yang tinggal di Bekasi.

Sementara itu, Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., menyampaikan bahwa keberhasilan pemberangkatan delegasi ini merupakan bagian dari visi besar Womester dalam memperkuat posisi perguruan tinggi Islam di tingkat global.

“Alhamdulillah, kami bersyukur tahun 2025 ini, rombongan Womester berhasil memberangkatkan sembilan peserta dalam Konferensi Internasional di Belanda. Ini adalah langkah konkret untuk memperluas kerja sama akademik antarnegara sekaligus memperkenalkan wajah Islam moderat Indonesia di forum dunia,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Prof. Haris menambahkan bahwa Womester telah memiliki jaringan kerja sama di lima benua, Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia, yang terus diperluas melalui kegiatan akademik, riset, dan pengabdian masyarakat.

“InsyaAllah tahun depan 2026, kami berencana menggelar Konferensi Internasional di Maroko dan beberapa negara Eropa. Kegiatan ini menjadi lanjutan dari komitmen kami untuk menjadikan perguruan tinggi Indonesia bagian aktif dari percakapan global tentang pendidikan, perdamaian, dan kemanusiaan. Mohon doa dan dukungannya,” pungkas Guru Besar UIN Kiai haji Achmad Siddiq Jember tersebut.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Tayangan XPOSE Lukai Marwah Ulama dan Pesantren, Prof. Haris Sebut Trans7 Harus Minta Maaf ke Publik

Surabaya – Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Bidang Pesantren, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. mengecam keras tayangan program XPOSE di stasiun televisi Trans7 yang dianggap melecehkan ulama dan pesantren. Tayangan tersebut menampilkan narasi yang menggiring opini negatif terhadap kehidupan pesantren dan kiai, hingga memicu gelombang protes dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.

Dalam tayangan yang sempat viral di media sosial itu, narator XPOSE menyebut bahwa santri hidup dalam keterbatasan dan menggambarkan relasi kiai-santri bernuansa eksploitasi. Ada pula potongan kalimat yang dianggap menyinggung kehormatan kiai, seperti sindiran terhadap gaya hidup dan pengelolaan dana pesantren. Tayangan ini membuat umat pesantren marah dan tersinggung, terlebih karena tidak melibatkan konfirmasi atau perimbangan dari pihak pesantren yang disebut.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember menilai bahwa apa yang dilakukan Trans7 adalah bentuk kegagalan memahami pesantren bahkan merupakan pelecehan dan juga pencemaran nama naik pesantren.

“Ulama dan pesantren bukan bahan hiburan atau objek sensasi media. Mereka adalah benteng moral bangsa, penjaga nilai Islam, dan sumber pendidikan akhlak. Ketika pesantren dilecehkan, maka yang terluka bukan hanya kiai, tapi seluruh umat,” tegasnya, Selasa (15/10/2025).

Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu meminta Trans7 segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media massa kepada para ulama, pesantren, dan masyarakat Muslim Indonesia. Ia juga menilai, klarifikasi semata tidak cukup tanpa harus ada langkah nyata berupa koreksi dan permintaan maaf publik.

“Kami menuntut sikap kesatria dari manajemen Trans7. Akui kesalahan dan juga minta maaf kepada para kiai dan pesantren. Tidak hanya itu, kami juga akan menempuh jalur hukum sesuai mekanisme yang ada melalui Kepolisian dan Komisi Penyiaran Indonesia,” ujar Prof. Haris yang Ketua PP Asosiasi Dosen Pergerakan PB IKA PMII.

Hingga berita ini diturunkan, Trans7 belum menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik di kanal media massa terkait tayangan tersebut.

Reporter: Iklil Naufal Umar

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Prof Haris Sebut Permohonan Maaf Ponpes Al Khozini, Bentuk Tanggung Jawab dan Kerendahatian

Sidoarjo — Wakil Sekretaris PW Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur Bidang Pesantren, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. memberikan tanggapan atas sikap Pondok Pesantren Al Khozini Buduran, Sidoarjo, yang telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada santri, wali santri, dan masyarakat luas terkait musibah ambruknya salah satu bangunan pesantren tersebut.

Menurut Prof. Haris yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menuturkan, langkah tersebut menunjukkan tanggung jawab dan kerendahan hatian pengasuh pondok pesantren.

“Permintaan maaf dari pihak Al Khozini adalah bentuk tanggung jawab, kerendahatian dan kebesaran jiwa. Ini menjadi teladan bahwa pesantren siap menghadapi ujian dengan lapang dada,” ujar Prof Haris yang juga Direktur Womester, Sabtu (12/10/2025).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergesa-gesa menilai atau menghakimi pesantren tanpa memahami konteks kehidupan di dalamnya. Banyak tradisi pesantren yang sering disalahpahami masyarakat luar.

“Misalnya kegiatan roaan atau kerja bakti. Itu bukan bentuk eksploitasi, tetapi bagian dari pendidikan karakter, tasawuf, dan pembelajaran sosial yang menanamkan nilai keikhlasan dan gotong royong,” jelas Prof Haris yang juga Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam.

Prof. Haris menekankan bahwa kehidupan pesantren memiliki pola dan nilai tersendiri yang telah teruji selama berabad-abad. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihatnya dalam perspektif pendidikan Islam, bukan hanya dari sudut pandang umum.

“Ketika seseorang menitipkan anaknya di pesantren, ia perlu memahami nilai-nilai pendidikan yang diterapkan di sana. Jangan cepat men-judge, tetapi pahami dulu tradisinya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PP APHTN-HAN menyampaikan bahwa Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) bersama berbagai lembaga dan perusahaan di Jawa Timur turut memberikan dukungan moral dan spiritual kepada Pondok Al Khozini.

“RMI bersama seluruh jaringan pesantren di Jawa Timur berdiri bersama PP Al Khozini. Kami ikut merasakan duka cita yang mendalam dan akan terus mendampingi pondok menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tegas Prof Haris yang juga Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Sebelumnya, pada 29 September 2025, bangunan musala di kompleks Pondok Pesantren Al Khozini roboh dan menewaskan puluhan santri serta melukai banyak lainnya. Pemerintah daerah, aparat kepolisian, tim SAR dan PWNU Jawa Timur telah melakukan proses evakuasi serta penyelidikan untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

Prof. Haris berharap peristiwa tragis ini menjadi momentum refleksi bersama untuk memperbaiki sistem pembangunan dan pengawasan infrastruktur pesantren di seluruh Indonesia.

“Kita jadikan musibah ini pelajaran berharga agar ke depan pesantren semakin kuat, aman, dan berdaya. Mari saling menguatkan, bukan saling menyalahkan,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Obituari untuk Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Ag.: Cahaya Ilmu yang Tak Pernah Padam

Dalam ingatan sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung dan keluarga besar umat Islam Indonesia, nama Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Ag. akan terus bergema sebagai sosok ulama perempuan, guru besar, sekaligus penafsir zaman yang lembut dalam tutur, tegas dalam prinsip, dan bening dalam pemikiran.

Beliau bukan sekadar akademisi, tetapi penjaga nurani ilmu, yang menjadikan ruang kuliah sebagai taman zikir intelektual, dan pena ilmiah sebagai alat untuk menyalakan cahaya Islam yang rahmatan lil-‘alamin.

Perjalanan Ilmiah dan Keteladanan

Sebagai Guru Besar bidang Sejarah Peradaban Islam, beliau telah menapaki jalan panjang dunia ilmiah. Pengangkatannya pada tahun 2023 menjadi simbol bahwa ilmu bukan sekadar tumpukan data, melainkan napas kehidupan yang harus dihirup dengan kesadaran spiritual. Dari ruang-ruang kuliah di Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung hingga forum-forum ilmiah internasional, beliau selalu hadir dengan keteduhan dan ketajaman pandangannya. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ikut menjadi saksi ketekunan ilmiah beliau, ketika menempuh pendidikan pada jenjang magister dan doktor di kampus Islam tertua di Indonesia tersebut. 

Sebagai Ketua Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam, beliau membimbing generasi ulama dan akademisi baru untuk berpikir kritis, berijtihad dengan konteks, dan menjadikan hukum Islam sebagai rahmat, bukan dogma yang membeku. Di bawah arahannya, tema-tema disertasi dan riset hukum Islam tumbuh dalam kepekaan sosial, yang menyentuh isu perempuan, keluarga, dan masyarakat akar rumput yang sering terlupakan oleh wacana besar.

Pemikir Moderasi dan Islam Kontekstual

Dalam karya-karyanya, Prof. Mahmudah menjelma sebagai jembatan antara teks dan realitas. Artikelnya yang terbit di Jurnal Peuradeun Q1 internasional, berjudul “Resistance to Religious Moderation in Indonesia’s Lower to Middle-Class Communities” (2025), menjadi bukti kepiawaiannya membaca denyut sosial masyarakat Indonesia: bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan perjuangan sunyi untuk mendamaikan teologi dengan realitas sosial.

Karya lain seperti “Islam dan Tradisi Lokal” (2022) serta “Historisitas Syari’ah: Kritik Relasi-Kuasa Khalil ‘Abd al-Karim” menunjukkan keberaniannya menelusuri akar-akar sejarah syariat, bukan untuk meruntuhkan keyakinan, tapi untuk menegakkan kesadaran bahwa syariat selalu hidup dalam ruang, waktu, dan kemanusiaan.

Ia menulis bukan untuk berdebat, tapi untuk menghidupkan nurani keilmuan. Dalam orasinya, ia sering mengingatkan,

“Nabi tidak menegakkan syariat sekaligus, tetapi dengan teori gradualisasi, karena kebenaran yang datang terlalu cepat bisa kehilangan maknanya.”

Penggerak Ilmu dan Ulama Perempuan

Prof. Mahmudah juga menjadi salah satu motor penggerak keulamaan perempuan Indonesia. Melalui berbagai forum seperti Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan diskusi keagamaan di MUI Lampung, beliau menegaskan peran perempuan bukan hanya di ranah domestik, tetapi juga sebagai pewaris pengetahuan, penjaga moral bangsa, dan penerus tradisi ijtihad.

Sebagai Editor-in-Chief dalam berbagai jurnal ilmiah, di antaranya Jurnal SMART dan Direktur Prosiding Internasional Raden Intan, beliau membangun infrastruktur ilmiah agar para akademisi muda dapat menapaki jalan publikasi internasional. Di ruang sunyi perpustakaan dan laboratorium penelitian, beliau dikenal sederhana: selalu siap membaca naskah mahasiswa hingga larut malam, memberi koreksi dengan tinta biru dan senyum lembut.

Warisan yang Tak Pernah Usai

Warisan Prof. Siti Mahmudah bukan hanya pada teks dan jabatan, tetapi pada manusia, pada ribuan mahasiswa dan dosen yang ia bentuk dengan keteladanan ilmiah dan moral. Ia mengajarkan bahwa menjadi ilmuwan berarti menjaga keseimbangan antara akal dan adab, antara berpikir dan berdoa.

Dalam satu kesempatan, ia pernah menulis:

“Ilmu tidak akan menjadi cahaya bila ia tidak disertai keikhlasan. Karena sesungguhnya ilmu yang benar tidak membuat kita tinggi di hadapan manusia, tetapi tunduk di hadapan Allah.”

Kini, cahaya itu telah kembali kepada Sang Pemilik Ilmu.

Namun di ruang-ruang kuliah, di setiap tesis dan artikel yang ia bimbing, di setiap doa mahasiswa yang ia tuntun, namanya tetap hidup sebagai lentera ilmu, guru yang meneduhkan, dan ulama perempuan yang meninggalkan jejak cahaya dalam sejarah Islam Indonesia.

Selamat jalan, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Ag., rekan seperjuangan program doktoral,

Semoga Allah menempatkanmu di taman ilmu yang abadi, di sisi para syuhada, shalihin, dan ulama yang mengajar bukan hanya dengan kata, tetapi dengan ketulusan jiwa.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Obituari untuk Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Ag.: Cahaya Ilmu yang Tak Pernah Padam”, Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/ubaidillahbahisan1442/68e45adfed6415380019b9b2/obituari-untuk-prof-dr-hj-siti-mahmudah-m-ag-cahaya-ilmu-yang-tak-pernah-padam?page=2&page_images=1

https://www.kompasiana.com/ubaidillahbahisan1442/68e45adfed6415380019b9b2/obituari-untuk-prof-dr-hj-siti-mahmudah-m-ag-cahaya-ilmu-yang-tak-pernah-padam?page=2&page_images=1
Categories
Berita

Direktur Womester Puji Pidato Prabowo di PBB: Mengingatkan Dunia pada Sosok Bung Karno

Jember, 24 September 2025 — Pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Direktur Womester yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Ia menilai pidato tersebut mencerminkan semangat Indonesia sebagai bangsa cinta damai dan humanis.

Dalam pandangan Prof. Haris, pidato Prabowo yang menekankan persaudaraan antarbangsa dan pentingnya perdamaian dunia menjadi angin segar di tengah situasi global yang sarat konflik. Ia menilai penyampaian Presiden Prabowo yang tenang, jelas, dan penuh wibawa mampu memikat perhatian para pemimpin dunia yang hadir di ruang sidang Majelis Umum PBB.

“Upaya Pak Prabowo untuk menciptakan perdamaian dunia itu sangat keren. Dukungan beliau untuk Palestina juga luar biasa dan disampaikan dengan sangat jelas,” ujar Prof. Noor Harisudin, Rabu (24/9/2025).

Menurutnya, gaya penyampaian Prabowo yang tegas namun meneduhkan membawa suasana nostalgia akan sosok Presiden Soekarno, yang dahulu juga dikenal karena pidato-pidatonya yang berpengaruh di panggung dunia.

“Cara beliau berpidato memukau, dan membuat banyak orang teringat pada figur Bung Karno di masa lalu,” tambah Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Prof. Haris menilai kehadiran langsung Presiden Prabowo di forum tertinggi dunia itu menjadi simbol kembalinya Indonesia ke posisi penting dalam diplomasi global. Terlebih, pidato Prabowo disampaikan pada urutan ketiga, sejajar dengan dua negara besar, Brazil dan Amerika Serikat, posisi yang jarang diraih Indonesia dalam sejarah keikutsertaan di PBB.

Lebih jauh, Prof. Haris yang juga Ketua KP3 MUI Jawa Timur itu menilai isi pidato Prabowo yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan merupakan refleksi nyata dari prinsip Pancasila yang dipegang teguh bangsa Indonesia.

“Pesan tentang kemanusiaan dan pentingnya hidup berdampingan dengan damai menunjukkan bahwa Indonesia tetap konsisten membawa suara perdamaian di tengah dunia yang penuh perbedaan,” tutur Guru Besar yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (PP APHTN-HAN).

Ia juga menilai, kehadiran sejumlah menteri yang mendampingi Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.

“Pidato ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan arah baru diplomasi Indonesia, berpihak pada perdamaian, kemanusiaan, dan nilai-nilai universal,” pungkas Prof. M. Noor Harisudin.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Direktur Womester Desak Israel Lepaskan Armada Global Sumud Flotilla

Depok, 3 Oktober 2024

Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. HM. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil.I, CLA, CWC mengecam keras penangkatan Armada Global Sumud Flotilla (GSF) oleh Israel.  Prof Haris juga mengecam keras pimpinan Israel yang juga menyebut Armada Global Sumud Flotilla ini sebagai teroris. World Moslem Studies Center  yang juga disingkat Womester berkantor di Jl Palikali Beji Depok Jawa Barat.  

“Ini kan keterlaluan. Mereka mau membawa bantuan kemanusian ke Gaza, malah dianggap teroris. Ini menunjukkan ‘tidak sehatnya akal’ pejabat Israel.”, tutur Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.   

Prof. Haris juga mendukung gerakan masyarakat dunia untuk membebaskan Armada Global Sumud Flotilla (GSF). Selain itu, Prof. Haris mendesak agar PBB lebih keras menekan Israel untuk melepaskan seluruh armada tersebut sesegera mungkin.

“PBB tidak boleh diam. Secara hukum internasional, Armada Global Sumud Flotilla (GSF) sudah on the right track. Jadi PBB harus desak semua armada agar dibebaskan secepatnya juga”, kata Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. 

Sebagaimana dimaklumi, bahwa Armada Global Sumud Flotilla (GSF), salah satu misi laut terbesar yang mencoba menembus blokade Gaza, dicegat oleh Angkatan Laut Israel. Hampir semua kapal yang membawa ratusan aktivis dari berbagai negara berhasil dihentikan. 

Israel menyatakan seluruh kapal telah diamankan kecuali Marinette, kapal berbendera Polandia dengan enam penumpang yang masih berada di laut lepas. Para aktivis yang ditahan, termasuk tokoh iklim Greta Thunberg, mantan wali kota Barcelona Ada Colau, serta anggota Parlemen Eropa Rima Hassan, dibawa ke Israel.

Armada yang terdiri dari lebih dari 45 kapal sipil berangkat sejak akhir Agustus dari pelabuhan di Spanyol dan Italia. Mereka membawa bantuan simbolis berupa makanan, pasokan medis, serta kebutuhan pokok untuk warga Gaza.

Pada Rabu malam, kapal-kapal Israel menaiki armada sekitar 70 mil laut (130 km) dari pantai Gaza. Penyelenggara melaporkan pasukan Israel memutus komunikasi, mengganggu sinyal darurat, serta menghalangi siaran langsung serangan.

“Lebih dari 200 orang dari 37 negara ikut serta, termasuk 30 orang dari Spanyol, 22 dari Italia, 21 dari Turki, dan 12 dari Malaysia,” kata juru bicara armada, Saif Abukeshek, seperti dikutip Al Jazeera.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor: M. Irwan Zamroni Ali




Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Realisasikan Program Wakaf Pembangunan Tangga Pesantren  Darul Hikam  Jember

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pesantren dan lembaga pendidikan di Indonesia. Salah satu realisasi program terbarunya adalah Wakaf Pembangunan Pesantren dan Lembaga Pendidikan dengan membantu pembangunan tangga menuju lantai 2 di Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra Ajung Jember.

Pembangunan tangga ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan nyata santri dan pengurus pesantren. Sebelum adanya tangga permanen, akses menuju lantai 2 belum ada. Padahal, lantai 2 digunakan untuk ruang belajar tambahan serta asrama santri. Dengan adanya tangga baru yang kokoh dan representatif, aktivitas santri kini lebih mudah, nyaman, dan terjamin keamanannya.

Pengasuh PP Darul Hikam Putra, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H. M.Fil.I., CLA., CWC. menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas terealisasinya program wakaf ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Lazawa Darul Hikam dan para donatur. Tangga ini tampak sederhana, tetapi manfaatnya sangat besar bagi kelancaran aktivitas pesantren. Santri bisa lebih leluasa dalam belajar maupun tinggal di asrama,” ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga wujud nyata dari nilai kepedulian umat. “Inilah makna wakaf sesungguhnya, yaitu memberi manfaat jangka panjang. InsyaAllah, pahala akan terus mengalir bagi semua pihak yang telah berkontribusi,” tambah Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, dalam kesempatan terpisah menegaskan bahwa pihaknya akan terus memprioritaskan realisasi wakaf untuk kebutuhan yang mendukung keberlangsungan pendidikan Islam.

“Program wakaf kami bukan hanya pembangunan masjid atau mushalla, tetapi juga fasilitas penunjang pendidikan di pesantren. Tangga di Darul Hikam Putra ini adalah contoh kecil bagaimana wakaf bisa memberi dampak nyata. Setelah ini, kami akan terus menyalurkan amanah wakif di tempat-tempat lain yang membutuhkan,” ungkap Irwan yang juga Dosen Fakultas Syari’ah UIN KHAS Jember.

Realisasi program wakaf ini disambut positif oleh para santri dan pengurus pesantren. Mereka merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas di lantai dua. Harapannya, pembangunan tangga ini menjadi awal dari pengembangan fasilitas lain yang lebih memadai.

Salah seorang mahasantri PP Darul Hikam Putra, M. Leigar Al-Faris, turut merasakan manfaat pembangunan tangga baru tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan tangga sangat membantu mobilitas santri setiap hari.

“Dulu kami belum punya akses ke lantai dua karena memang tidak ada tangganya. Sekarang dengan adanya tangga baru, kami bisa naik turun ke lantai dua. Semoga proses pembangunan ini terus berkembang dan cepat selesai,” tuturnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Prof Haris Ajak Mahasiswa Unib Situbondo Bangun Tradisi Ilmiah Menuju Indonesia Emas 2045

Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan Makmur pada Tahun 2045. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., .S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, Direktur World Moslem Studies Center dalam Studium Generale di Auditorium Pesantren Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo pada Kamis siang, 25 September 2025.

“Target kita jelas, Indonesia 2045 masuk jajaran lima negara maju dunia. Dalam Islam dikenal baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan mendapatkan ampunan dari Allah,” jelas Prof Haris di hadapan mahasiswa baru Universitas Ibrahimy.

Guru Besar UIN KHAS Jember itu menuturkan, ada empat pilar utama yang menjadi penopang terwujudnya Indonesia Emas 2045. “Empat pilar itu adalah pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan,” jelas Prof Haris yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Jember.

Ia menegaskan, keberhasilan Indonesia Emas tidak mungkin tercapai tanpa hadirnya masyarakat ilmiah yang terdidik dengan baik. “Tidak ada peradaban tanpa masyarakat ilmiah. Tidak ada Indonesia Emas tanpa masyarakat ilmiah yang well educated. Dan mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah bangsa,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur.

Lebih lanjut, Prof Haris menjelaskan pentingnya membangun budaya ilmiah di kalangan mahasiswa. Menurutnya, budaya ilmiah adalah kebiasaan yang tumbuh dari nilai-nilai keilmuan, seperti membaca, meneliti, dan berpikir objektif. “Kebiasaan membaca buku, berdiskusi dengan sehat, serta terbuka terhadap perbedaan adalah bagian dari budaya ilmiah yang harus terus ditumbuhkan,” pungkasnya.

Selain itu, Prof Haris yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (PP APHTN-HAN) menekankan pentingnya mahasiswa membiasakan diri dengan pola pikir kritis atau critical thinking. “Berpikir kritis berarti mampu bersikap skeptis, analitis, dan praktis. Mahasiswa harus bisa mengenali prasangka, berita bias, propaganda, kebohongan, dan misinformasi. Dengan begitu, kalian bisa memiliki pandangan dan kesimpulan sendiri, bukan sekadar ikut arus,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa inovasi merupakan tahap lebih tinggi dalam berpikir. “Inovasi adalah hasil dari berpikir out of the box dan tidak cepat puas dengan apa yang sudah dicapai. Inovasi lahir dari keberanian menembus batas,” jelas Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Menurutnya, proses menemukan inovasi tidak bisa dilakukan sendirian. “Kita perlu berinteraksi dengan banyak pihak, baik dari dalam maupun luar. Bahkan, belajar inovasi akan lebih cepat jika kalian bertemu dan belajar dari dunia luar, termasuk luar negeri,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Ibrahimy Situbondo, Dr. Minhaji, M. Pd. I dalam sambutannya mewakili Rektor menuturkan bahwa Studium Generale ini memang dipersiapkan khusus untuk mahasiswa baru. Hanya saja, kegiatan sempat tertunda karena beberapa kendala teknis. “Alhamdulillah, meski sempat diundur, acara ini akhirnya bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Noor Harisudin yang merupakan salah satu alumni terbaik Universitas Ibrahimy dan kini sukses menjadi Guru Besar di UIN KHAS Jember. “Terima kasih Prof Haris telah datang menyapa adik-adik kita semua. Kami berharap kehadiran beliau dapat membawa inspirasi dan motivasi, tidak hanya bagi mahasiswa baru, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Ibrahimy,” ungkapnya.

Studium Generale ini dihadiri seribu lebih mahasiswa baru Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo. Para pimpinan dan dosen di lingkungan Universitas Ibrahimy ini juga hadir menyimak acara yang berakhir jam 4 sore tersebut.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Gelar Program MUSEMMA Perdana di Jember, Padukan Spiritualitas dan Kesehatan

Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menyelenggarakan Program MUSEMMA (Muslim Sehat, Masjid Makmur) untuk pertama kalinya di Masjid Roudhotul Muchlisin Jember pada Minggu pagi (14/9/2025). Acara ini juga merupakan kegiatan kolaborasi Lazawa Darul Hikam dengan Takmir Masjid Raudhatul Mukhlisin Jember.

Program ini merupakan terobosan baru yang dirancang Lazawa Darul Hikam untuk menghadirkan nuansa dakwah yang lebih segar. Tidak hanya menguatkan jamaah dengan pesan rohani, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan serta layanan pemeriksaan medis gratis.

Adapun rangkaian acaranya meliputi sholat shubuh berjamaah, ceramah Islam dan kesehatan, konsultasi hidup sehat, konsultasi ZISWAF, cek kesehatan gratis, hingga sarapan bersama jamaah.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, hadir langsung memberikan tausiyah bersama tenaga kesehatan RSD dr. Soebandi, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep. Keduanya tampil sebagai narasumber utama dalam program perdana ini.

Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur menegaskan, bahwa kehadiran tenaga kesehatan dalam kegiatan keagamaan sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran umat.

“Jika sholat adalah perbuatan yang wajib dilakukan oleh seorang Muslim, maka menjaga kesehatan untuk dapat sholat juga merupakan perbuatan wajib. Tidak ada gunanya ibadah kita jika tubuh dibiarkan sakit karena lalai menjaga pola hidup,” tegas Prof. Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Guru Besar UIN KHAS Jember itu juga menjelaskan bahwa program MUSEMMA bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan akan dikembangkan secara berkesinambungan.

“Jadi selain jamaah dibekali pesan rohani, juga dibekali pesan jasmani. Nantinya akan ada cek kesehatan gratis yang meliputi cek tensi (tekanan darah) , gula darah, asam urat, dan kolesterol. InsyaAllah kami akan terus melanjutkan program ini di masjid-masjid lain. Harapan kami, program ini menjadi gerakan bersama untuk memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan umat,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris menambahkan bahwa kolaborasi antara ulama dan tenaga kesehatan merupakan bentuk sinergi yang perlu terus dipupuk.

“Ulama menyampaikan nasihat agama, dokter dan perawat menyampaikan nasihat kesehatan. Keduanya sama-sama mengajak umat pada kebaikan, sehingga insyaAllah hidup jamaah semakin seimbang,” tambah Prof Haris yang juga dikenal sebagai da’i internasional.

Sementara itu, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep mengingatkan jamaah agar menjaga pola makan dan gaya hidup. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi sehari-hari berpengaruh langsung terhadap kesehatan tubuh.

“Makanan yang kurang sehat menjadi salah satu penyebab penyakit seperti hipertensi atau darah tinggi, serta diabetes melitus. Karena itu, mari kita mulai menjaga asupan makanan agar tubuh tetap sehat. Jangan menunggu sakit baru menjaga diri,” ujar Yoyok dari RSD dr. Subandi Jember

Selain itu, Ketua Takmir Masjid Roudhotul Muchlisin, Dr. KH. Mahrus, M.Pd.I., juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lazawa Darul Hikam.

“Program ini sangat baik karena menyentuh kebutuhan masyarakat dari dua sisi sekaligus, yakni kesehatan rohani dan kesehatan jasmani. Saya berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menyebar ke banyak masjid lainnya,” tambah Dr. KH. Mahrus yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Program perdana MUSEMMA ini mendapat sambutan hangat dari ratusan jamaah Masjid Roudhotul Muchlisin Jember. Banyak di antara mereka yang menyatakan senang karena bisa mengikuti sholat berjamaah sekaligus mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Acara yang dimulai jam 4.30 subuh itu selesai jam 8 pagi.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Fasya UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan World Moslem Studies Center Tandatangani Perjanjian Internasionalisasi Tri Dharma

UIN Siber Cirebon – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi menjalin kerja sama strategis dengan World Moslem Studies Center (WMSC) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Penguatan Internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperluas jejaring akademik UIN ) Siber Syekh Nurjati Cirebon ke ranah global.

Penandatanganan berlangsung pada Kamis (11/09/2025) dan ditandatangani langsung oleh Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. selaku Direktur WMSC sebagai Pihak Pertama, serta Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA., Dekan Fakultas Syariah UIN ) Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Pihak Kedua.

Melalui kesepakatan ini, kedua pihak berkomitmen memperkuat internasionalisasi dalam tiga pilar utama perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk memperluas cakrawala akademik dan riset Fakultas Syariah ke level global. Kolaborasi dengan WMSC membuka peluang besar bagi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan keilmuan syariah yang relevan dengan isu-isu kontemporer dunia,” ujar Dr. Edy Setyawan.

Prof. Noor Harisudin menambahkan bahwa kemitraan ini diharapkan mempererat sinergi lembaga pendidikan Islam dengan pusat kajian internasional.

“Kami siap mendukung Fakultas Syariah UIN Siber Cirebon dalam berbagai program penelitian, publikasi ilmiah, hingga pelatihan yang memperkuat peran Islam wasathiyah dalam percaturan global,” tuturnya.

Ruang Lingkup Kolaborasi

Dalam naskah perjanjian, ruang lingkup kerja sama meliputi:

  • Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan berbasis internasional.
  • Penelitian bersama di bidang hukum Islam, hukum internasional, fatwa kontemporer, dan studi perbandingan hukum.
  • Publikasi hasil penelitian di jurnal bereputasi.
  • Pelaksanaan pengabdian masyarakat, seminar, workshop, dan pelatihan di dalam maupun luar negeri.
  • Konsultasi hukum Islam kepada masyarakat serta program pemberdayaan berbasis nilai Islam wasathiyah.

Kesepakatan ini berlaku selama tiga tahun sejak penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Wujudkan Visi “Unggul Mendunia”

Dekan Fakultas Syariah menegaskan, kerja sama ini selaras dengan visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang “Unggul Mendunia”. Melalui kemitraan global, Fakultas Syariah ingin menghasilkan lulusan yang kompetitif, inovatif, serta berperan dalam pembangunan peradaban Islam di era digital.

Kolaborasi UIN ) Siber Syekh Nurjati Cirebon dan WMSC juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas dan inklusif, serta mendukung penguatan moderasi beragama dalam skala internasional.

Dengan penandatanganan ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin memperkokoh langkahnya sebagai pusat pengembangan keilmuan syariah yang berorientasi global, modern, dan responsif terhadap tantangan zaman.

Sumber : https://info.uinssc.ac.id/fasya-uin-siber-syekh-nurjati-cirebon-dan-world-moslem-studies-center-tandatangani-perjanjian-internasionalisasi-tri-dharma/

Categories
Berita

Fatayat NU Jember Gelar Maulid Nabi di Unej, Ribuan Jamaah Perempuan Khusuk Dengarkan Taushiyah Ustadzah Halimah Alaydrus

Jember, NU Online

Pada Kamis, 4 September 2025, tidak biasanya Auditorium Universitas Jember penuh sesak oleh ribuan  jamaah perempuan. Mereka hadir pada pengajian akbar bersama Ustazah Halimah Alaydrus dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Pengajian akbar ini diselenggarakan oleh PC Fatayat NU Jember bekerja sama dengan Pemkab Jember dan PP Al-Inaroh Jenggawah Jember.  

Dalam sambutannya, istri Bupati Jember, Ghyta Eka Puspita –sering disebut Ning Ghyta, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan untuk membumikan sholawat di masyarakat Jember.

“Acara ini sungguh luar biasa. Semoga acara ini menjadi barokah dan berkah kepada Jember baru Jember maju” sesuai dengan temanya Resolusi Cinta Membangun bangsa dengan cahaya al- Musthofa. Saya minta meminta doa para jamaah agar mendokan Gus Fawait sehat dan amanah dalam menjalankan pemerintahan. Kami mendukung setiap kegiatan  untuk membumikan sholawat”, ujar Ning Ghyta yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember 2024-2029.

Sementara itu, penceramah pengajian utama, Ustadzah Halimah Alidrus dalam acara ini mempertegas dan memperluas maksud tema yang diusung panitia. Selain itu, Ustadzah Halimah menyampaikan empat hal penting untuk seorang perempuan muslim.

“Pada maulid nabi, mari pertama kita meninggalkan dosa. Misalnya dengan menggunjing, adu domba, dan sebagainya.  Karena dosa akan membuat hina pelakunya. Jadi tidak kemana-mana, namun kembali hanya kehinaan pada diri sendiri”, ujar Ustadzah Halimah.

Lebih lanjut, ustadzah Halimah menyebut yang kedua yaitu mengerjakan ketaatan. Salah satu mengerjakan ketaatan adalah dengan menjaga sholat perempuan muslimah dan anggota keluarganya. Setiap mengerjakan ketaatan berarti dia telah mengambil cahaya Nabi Muhammad sekaligus mengambil cinta Allah Swt.

Ketiga, mari bersihkan hati sebab nilai kita terdapat pada hati (kalbu). Kalau hati kita bersih, tenang, dan damai, maka akan menjadi nyaman semuanya. Kalau hatinya kotor, maka akan keruh semuanya. Sungguh tidak ada yang bisa menjaga hatimu, selain dirimu sendiri. Oleh karena itu, hindari su’udlan ”, jelas Ustadazh Halimah didengarkan ribuan jamaah dengan penuh khusuk dan khidmah.  

Keempat, ustadzah Halimah mengajak perempuan muslimah untuk cinta kepada nabi muhammad melalui hatinya.

“Kalau hati kita dekat dan punya cinta pada Nabi Muhammad, maka Nabi akan menyayangimu. Tidak hanya itu. Nabi juga akan membelamu dari dunia sampai di akhirat ”, katanya.

Sementara itu, Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, MHI, Wakil Ketua II PC Fatayat NU Jember, mengatakan bahwa pengajian akbar ini adalah progam unggulan bidang dakwah Fatayat NU Jember.

“ Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Kegiatan ini adalah program unggulan Bidang Dakwah PC Fatayat NU kerja sama dengan Pemkab dan Al-Inaroh. Oleh karena itu, terima kasih pada bupati dan Ibu Nyai Masrurah yang support sehingga lancar. Terima kasih pada penanggung jawab, yaitu Ning Wahida. Juga Ketua Panitia Ning Hulwa dan tim semuanya ”, tegasnya Ibu Nyai  Robiatul Adawiyah yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Jember.  

Sementara, Ketua Panitia, Ning Rifqi Qonita Hulwana mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu susksesnya acara.

” Dibalik suksesnya acara ini tentunya dengan kerja sama tim panitia yang luar biasa. Sekali lagi terima kasih. Karena mereka telah perlu mengorbankan tenaga waktu dan fikiran dalam acara ini”, kata Ning Hulwa.

Selain itu, Rifqi Qonita Hulwana juga berkali kali memohon maaf  kepada seluruh para jamaah yang hadir jika keberatan dengan peraturan yang berlaku. “Semoga ke depan akan lebih baik lagi”, katanya Ning Hulwa yang sedang kuliah S2 di UIN Sunan Ampel Surabaya.

Acara peringatan maulid Nabi SAw berjudul “Resolusi Cinta: Membangun Bangsa dengan Cahaya Al Musthofa” itu sukses menghadirkan lebih dari 6.000 jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur.  

Para tokoh perempuan hadir: Nurul Hidayati, S.Pd,I (Ketua PC Fatayat NU Jember), Ibu Nyai Kamilah Rosyidi (Ketua Muslimat NU), Prof. Dr. Mukniah, M.Pd..I (Guru  Besar UIN Jember), Ibu Nyai Masruroh Ahmad (PP Al Inaroh), Ibu Nyai Solihah (Ibunda dari Ibu Nyai Masruroh Ahmad), Ning Ilut (Ketua BNN Jember) dan Ibu Nyai Kamalia (Pembaca Doa).

Selain dihadiri kader Fatayat dan Muslimat NU, pengajian akbar ini juga melibatkan akademisi, ibu nyai pesantren, tokoh pengusaha, dan konten kreator. Acara ini juga diramaikan dengan sejumlah brand lokal seperti Kedai Forrest, Ajeeba, Pitexku, Dira Cafe, CV. Sinar Jaya, Rikas Cosmetic, Personal Beauty, dan Nafas Collection. Semuanya turut memberikan dukungan.

Reporter: Iklil Naufal Umar
Editor: Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Bedah Buku “NU dan Diaspora Indonesia di Bumi Sakura”, Prof. Haris Soroti Budaya Malu Jepang

World Moslem Studies Center (Womester) bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Jepang menggelar bedah buku NU dan Diaspora Indonesia di Bumi Sakura secara daring, Jumat, 5 September 2025 jam 18.30-20.30 WIB,. Acara ini menjadi rangkaian Konfercabis III PCI NU Jepang yang digelar 13-14 September mendatang.

Bedah buku menghadirkan penulis sekaligus Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Sementara, hadir sebagai pembanding, Ketua PCI NU Jepang, Kiai Achmad Gazali, Ph.D. Para pengurus PCI NU Jepang; Gus Miqdam Musawa (Wakil Ketua), Pak Kristian (Wakil Ketua), Ust Indra (Sekretaris), Masendra (Ketua Panitia Konfercabis III), dan beberapa Ketua MWCI NU serta warga NU di Jepang juga hadir dalam acara tersebut.

Sementara dari Womester, hadir juga KH. Cecep Romli (Deputi), Abd. Kamil Rizani (Sekretaris), Muchimah, MHI, Abdur Rauf, MH, M. Irwan Zamroni, MH, Wildan Rofikil Anwar, MH., MT Haris, MH dan sebagainya. Para tokoh juga hadir misalnya Dr. KH. Heri Kuswara (Instruktur Nasional PD PKPNU dan PMKNU) dan Dr Ikhwanudin (Asesor Ma’had Aly se-Indonesia).

Dalam buku ini, Prof. Haris menekankan pentingnya belajar dari kehidupan masyarakat Jepang yang mayoritas non-Muslim namun mampu mengamalkan nilai-nilai universal yang sejalan dengan ajaran Islam. Salah satunya adalah budaya menjaga kebersihan.

“Tokyo termasuk salah satu dari tujuh kota terbersih dunia. Hampir tidak ditemukan sampah sedikit pun. Ini sangat ironis jika dibandingkan dengan negara Muslim seperti Bangladesh yang justru termasuk negara paling kotor di dunia, padahal Islam mengajarkan an-nadhafatu minal iman,” ujar Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Prof. Haris menambahkan, di Indonesia ajaran tentang kebersihan sering dipajang di ruang publik, tetapi praktiknya masih jauh dari harapan. Di kota-kota kita, hadits itu sering dipampang, tapi sampah tetap berserakan, kata Prof. Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Periode 2019-2023.

Lebih jauh, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur itu menyoroti prinsip hidup masyarakat Jepang, hito ni meiwaku o kakenai, yang berarti tidak merugikan orang lain. Prinsip ini diterapkan sejak anak-anak hingga kehidupan sehari-hari di ruang publik.

“Di kereta cepat Shinkansen, suasana selalu hening. Tidak ada kebisingan yang mengganggu. Anak-anak sejak dini diajari untuk tidak menyusahkan, tidak mengganggu dan juga tidak mendzalimi orang lain. Dalam kereta api shinkansen, saya telpon keluarga di Indonesia langsung didatangi polisi”, jelas Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan (KP3) MUI Jawa Timur.

Ia kemudian membandingkan dengan fenomena ‘merugikan orang lain’ di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dengan maraknya penggunaan sound horeg atau pengeras suara dengan volume tinggi yang memicu pro dan kontra di masyarakat.

Selain itu, Prof. Haris menekankan pentingnya budaya malu atau haji no bunka yang menjadi bagian integral dalam kehidupan orang Jepang. Mereka malu membuang sampah sembarangan, malu tidak antre, malu berbohong. Bahkan para pejabat pun malu jika tidak amanah, hingga lebih memilih mundur ketika terjerat kasus. Padahal, Islam punya al hayau minla iman, bahwa malu itu sebagian dari iman, tegasnya.

Prof. Haris juga menyampaikan geliat NU Jepang yang luar biasa.”Di Negeri Sakura ada kota Koga yang menjadi ‘Jombang’nya Jepang. Pusat gerakan NU Jepang di Koga. Tepatnya di Masjid NU at Taqwa Koga. Kita menyaksikan yang hidup di negeri sakura; ada lima belas MWCI NU dari 47 prefektur (propinsi) di Jepang. Semuanya hidup”, ujar Prof Haris yang sudah keliling 22 negara dunia.

Sementara itu, Kiai Achmad Gazali, Ph.D. sangat mengapresiasi buku ini. “ Ini buku yang saya rekomendasikan dibaca oleh orang Indonesia maupun orang Jepang. Buku ini juga mengalir, mudah dibaca, dan dapat dinikmati semua kalangan”, ujar alumni UIN Maliki Malang.

Meski ada sedikit masukan –misalnya jumlah MWCI NU sudah 17 hingga sekarang–, menurut Achmad Gazali, Ph.D, buku ini bisa menjadi teladan bagi umat Islam dan NU. “ Yang menarik dalam buku ini, Prof. Haris selalu mengkaitkan ini dengan Islam dan Indonesia. Saya kira, ini catatan penting untuk kita semua. Apalagi ini buku yang beliau tulis saaf safari Ramadlan di Jepang 1-15 Maret 2025 yang lalu. Hanya lima belas hari sudah jadi buku. Saya tujuh tahun di sini, tapi belum menulis buku tentang Jepang”, tukas Kiai Achmad Gazali, Ph.D.

Acara yang dimoderatori Alnus Meinata, M.Sc. (Ketua Lakpesdam PCI NU Jepang) dihadiri hampir seratus peserta dari Indonesia, Jepang dan berbagai negara dunia. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme peserta hingga tak terasa sudah dua jam lebih.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Akhmad Kamil Rizani

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Ikut Sukseskan Road to FeSyar Samara 2025 di Bondowoso

Bondowoso – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam turut ambil bagian dalam acara Road to Festival Syariah (FeSyar) Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (Samara) 2025. Acara digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada 29-31 Agustus 2025, di Alun-Alun Raden Bagus Assra, Bondowoso.

Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Regional”, acara ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari kalangan pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, semuanya dilibatkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur, khususnya di wilayah Sekarkijang (Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang).

Salah satu agenda utama dalam gelaran tersebut adalah pembukaan Gerai Ziswaf & Sertifikasi Halal. Gerai ini menjadi pusat layanan yang ditujukan bagi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah lembaga turut hadir membuka layanan, di antaranya Lazawa Darul Hikam, Baznas Bondowoso, Wakaf RIZKI, serta Halal Center Universitas Jember.

Di Gerai Ziswaf & Sertifikasi Halal, masyarakat mendapatkan berbagai layanan pendukung. Layanan tersebut antara lain konsultasi mengenai zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), showcase produk binaan lembaga amil zakat, konsultasi perizinan dan sertifikasi halal, hingga pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, baik melalui jalur self declare maupun reguler. Tak hanya itu, juga tersedia konsultasi pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) halal untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.

Kepala KPwBI Jember, Gunawan, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi syariah di daerah. “Potensi besar industri halal dan sistem keuangan syariah dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, baik regional maupun nasional,” ujarnya.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, menambahkan, partisipasi lembaganya dalam FeSyar adalah bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat Bondowoso. “Kami hadir untuk memberikan layanan ZISWAF dan berterima kasih kepada KPwBI Jember atas kesempatan ini. Kami yakin kegiatan ini akan mendorong ekonomi syariah di daerah,” ungkapnya.

Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember menambahkan, kegiatan semacam ini tidak hanya memberi manfaat bagi pelaku UMKM yang membutuhkan legalitas usaha dan sertifikasi halal, tetapi juga membuka ruang sinergi antar-lembaga. Dengan adanya kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan perbankan, penguatan ekonomi berbasis syariah di daerah diharapkan semakin kokoh.

“Partisipasi Lazawa Darul Hikam bersama lembaga lainnya menjadi bukti nyata bahwa ZISWAF dan industri halal memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata, melainkan berlanjut pada penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berdaya saing di Bondowoso dan sekitarnya,” jelasnya.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Road to FeSyar Samara 2025. Ia menegaskan bahwa Lazawa siap menjadi bagian dari ekosistem syariah yang dibangun bersama berbagai pihak.

“Sebagai direktur, kami mendukung penuh kegiatan Bank Indonesia karena ini bagian dari ekosistem syariah yang harus dibangun bersama-sama. Lazawa Darul Hikam sebagai lembaga filantropi Islam juga berkomitmen mendukung bangunan ekonomi syariah, agar setiap elemennya dapat berperan dan berkontribusi dalam memajukan ekonomi umat,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur menambahkan, sinergi antar-lembaga sangat penting untuk memperkuat ekonomi syariah di daerah. “Ke depan, kami ingin lebih bersinergi lagi dengan BI Jember dan lembaga lainnya untuk memajukan ekonomi syariah, khususnya di wilayah Sekarkijang dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Muthiurrahman
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Fokus Masjid Ramah Lansia dan Difabel, Lazawa Darul Hikam Kembali Salurkan Wakaf Kursi di Kediri

Media Center, 28 Agustus 2025

Lazawa (Lembaga Zakat dan Wakaf) Darul Hikam terus gencar dengan gerakan masjid ramah lansia dan difabel. Buktinya, pada Kamis 28 Agustus 2025, lembaga filantropi kebanggaan umat Islam ini kembali membagikan wakaf  kursi sholat di Jawa Timur. Wakaf kursi adalah salah satu program unggulan Lazawa Darul Hikam yang inovatif. Program wakaf ini juga yang membedakan Lazawa Darul Hikam dengan lembaga filantropi yang lain.

Fokus penyaluran wakaf kursi hari itu adalah Masjid Al Falah di Jalan Dahlia Raya RT 14 RW 07 Perumnas Ngronggo Kota Kediri. Lazawa Darul Hikam membagikan 10 kursi wakaf pada Masjid Al Falah Ronggo Kediri. Hadir pada kesempatan itu Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I (Direktur), Robiatul Adawiyah, SHI, MH (Bendahara) dan Muthirrahman, SH (Divisi Media). Sementara dari pihak Masjid Al Falah hadir Dr.  H. Mu’min Firmahsyah, MHI (Ketua Takmir) dan Arif (Bendahara). Sementara, hadir puluhan ibu-ibu jamaah pengajian yasin tahlil Masjid al Falah yang dipimpin Bunda Yasin.

Ketua Takmir, Dr.  H. Mu’min Firmahsyah, MHI, pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. “ Terima kasih Prof. Haris dan Tim Lazawa Darul Hikam atas pemberian wakaf kursi sholat ini. Kami mohon maaf ,karena masjid kami baru dibangun. Tapi justru ini sekaligus untuk menjadian masjid kami sebagai Masjid Ramah Lansia dan Difabel. Mimpi kami selaras dengan program Lazawa Darul Hikam”, kata Dr. H. Mu’min Firmansyah yang juga Dosen Universitas Islam (UIN) Negeri Syekh Wasil Kediri.

Sementara, Prof. Haris menyampaikan tentang program wakaf kursi Lazawa Darul Hikam. “Alhamdulillah, kami sudah keliling Jawa Timur dengan program unggulan kami. Ini yang kelima kalinya kami berkunjng ke Jawa Timur dengan program praying chair. Lima kota itu adalah Jember, Bondowoso, Lumajang, Malang dan sekarang Kediri”, kata Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Harapannya, lanjut Prof. Haris, gerakan Masjid Ramah Lansia dan Difabel menjadi konsen umat Islam di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya. “ Kami berharap Masjid Al Falah ini bisa menjadi pioner sebagai Masjid Ramah Lansia dan Difabel yang bisa dituru oleh masjid-masjid yang lain di Kediri. Apalagi sebagian bangunannya sudah ramah lansia dan difabel”, tukas Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan (KP3) MUI Jawa Timur.

Selain itu, Prof. Haris juga mendorong ibu-ibu pengajian yasin dan tahlil untuk ikut andil dan berbagi dengan wakaf. “Selain zakat dan infak, ibu-ibu dapat mengalokasikan anggaran untuk wakaf. Misalnya Wakaf Pembangunan Masjid Al-Falah agar ke depan dapat lebih makmur lagi”, ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Terkahir, Prof. Haris meminta doa agar lembaganya dan para donaur diberi kesehatan dan kelimpahan rizki. “Dan yang terakhir, saya minta doa. Agar Lazawa Darul Hikam semakin besar dan terasa manfaatnya pada masyarakat. Juga para donatur; semoga diberi kesehatan, kemudahan rizki dan kelancaran karir serta usahanya”, tukas Prof. Haris menutup sambutan.

Acara dimulai jam 16.00 dan diakhiri jam 17.00. Acara ditutup dengan doa dan dengan foto bersama Lazawa Darul Hikam, Takmir Masjid Al Falah dan jamaah pengajian Yasin dan Tahlil Masjid al-Falah Ngronggo Kediri.

Reporter: Muthiurrahman
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Kolaborasi Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil Kediri, Womester Gelar Bedah Buku Pedoman Fikih di Luar Negeri

Kediri – World Moslem Studies Center bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri menggelar acara bedah buku “Pedoman Fikih di Luar Negeri”. Acara bedah buku diselenggarakan di Ruang Peradilan Semu Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri pada Kamis 28 Agustus 2025 jam 10.00 – 12.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut penulis buku yang juga narasumber;  Direktur Womester (Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC), Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Kediri (KH. Muhamad Makmun Mahfudz), Dosen UIN Syeikh Wasil Kediri (Dr Husnul Yaqin) dan  Dekan Fakultas Syariah UIN Syekh Wasil Kediri (Dr. H. Khamim).  Selain juga dihadiri Warek I UIN Syeikh Wasil, Dr. H. Subakir, puluhan dosen hadir memenuhi undangan sebagai peserta acara bedah tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. H. Subakir menyampaikan terima kasih pada Fakultas Syariah, Womester dan PCNU Kab Kediri. “Mewakili rektor UIN Syeikh Wasil, saya mengucapkan terima kasih pada semua pihak. Ini kegiatan yang menarik. Apalagi temanya Pedomna Fikih di Luar Negeri. Bagaimana para dosen UIN Syeikh Wasil ini keluar negeri ke depan. Karena tahun ini tidak bisa berangkat sebab efisensi. Doakan saya. Insyaallah Oktober ini ke Belanda dan tiga negara Eropa, meski bukan dana dari kampus”, kata Dr H Subakir yang juga pengurus MUI Jawa Timur.

Nara sumber bedah buku, Prof. Haris menyampaikan bahwa belum adanya buku saku yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam praktik hidup keseharian berislam terutama bagi diaspora Indonesia di luar negeri menjadi latar belakang utama penulisan buku ini. Secara umum, Harisudin menyampaikan prinsip-prinsip pedoman fikih yang berkaitan erat dengan problematika kehidupan muslim di negara minoritas.

“Segmen buku ini adalah para diaspora Indonesia di luar negeri; student, pekerja migran Indonesia, orang yang bekerja di kedutaan, dan lain sebagainya. Jadi dikemas dalam buku sederhana yang mudah dipahami banyak orang. Kalau buku saya Fikih Aqalliyat versi akademis, kami buat lebih tebal dan tentu saja serius sekali”, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam pandangan Prof. Haris, dua puluh masalah yang terdapat dalam buku Pedoman Fikih Luar Negeri adalah masalah riil yang dihadapi diaspora Indonesia di luar negeri.

“Mereka menghadapi masalah yang berbeda dengan kita yang ada di Indonesia. Misalnya najis mughaladzah yang sulit dipraktikkan di negara minoritas muslim seperti Hongkong, Taiwan, Jepang dan sebagainya. Sehingga kami mengambil qaul cara bersucinya salah satunya tidak dengan dicampur dengan debu, namun dengan sabun”, ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi, Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Pembedah buku ini, KH. Muhamad Makmun Mahfudz menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terbitnya buku ini. Dengan lahirnya buku ini, KH Makmun berharap ada pendampingan terutama kepada para pekerja migran Indonesia mengingat implementasi fikih ini hanya berlaku di luar negeri dengan konteks fikih minoritas.

“Saya hanya memberi masukan. Menurut saya, perlu ada pendampingan, bagaimana keadaan Islam di luar negeri bisa menjadi ideal di masa yang akan datang”, ujar KH. Makmun yang juga salah satu Pengasuh Pondok Ploso Kediri.

Sementara itu, pembedah buku yang lain, Dr. Husnul Yaqin juga menyambut baik hadirnya buku ini. Lebih lanjut ia berharap adanya penyusunan buku fikih lokalitas mengingat adanya beberapa daerah di Indonesia dengan jumlah komponen masyarakat muslim sebagai minoritas.

“Kita juga harus memahami bahwa praktik keagamaan di daerah minoritas seperti Manado, Toraja, Ambon, dan Papua hanya sekitar lima persen muslimnya. Ini juga sangat perlu penyusunan fikih lokalitas,” kata Dr. Husnul Yaqin yang pernah hidup belasan tahun di Papua.

Diskusi berlangsung dengan menarik disertasi tanya jawab yang gayeng menjadikan waktu dua jam  bedah buku terasa kurang. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Dekan Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil, Dr. H. Khamim berharap bahwa ilmu fikih dapat semakin dipahami oleh para muslim serta menjadi pedoman praktis khususnya bagi para diaspora muslim di luar negeri. Semoga.(/**)

sumber : https://jurnal9.tv/kolaborasi-fakultas-syariah-uin-syeikh-wasil-kediri-womester-gelar-bedah-buku-pedoman-fikih-di-luar-negeri/

Categories
Berita

Kawal Mutu Pendidikan Pesantren, Pengasuh Darul Hikam Jember Dilantik Jadi Asesor Mahad Aly

Tangerang Pengasuh Ponpes Darul Hikam Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC dilantik resmi menjadi asesor Mahad Aly seluruh Indonesia. Pelantikan ini dilakukan setelah lulus Pelatihan Asesor Penjaminan Mutu Eksternal Pendidikan Pesantren Jenjang Mahad Aly. Pelatihan yang digelar pada 1822 Agustus 2025 diselenggarakan di Hotel Novotel Tangcity Superblock, Kota Tangerang, Banten.

Pelatihan yang diselenggarakan Majelis Masyayikh ini bertujuan mencetak asesor profesional yang bertugas menilai dan menjamin mutu Mahad Aly di berbagai daerah. Para peserta, –yang terdiri dari akademisi, kiai, dan praktisi Ma’had Aly–, dibekali instrumen evaluasi serta standar akreditasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan mutu pendidikan Ma’had Aly sebagai pendidikan tinggi khas di pesantrem semakin terjamin.

Prof. Haris menilai penunjukan dirinya sebagai asesor merupakan amanah besar. Saya alumni Mahad Ali Angkatan Ketiga tahun 19961999 di Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Guru Besar UIN KHAS Jember dan Pengasuh Ponpes Darul Hikam Jember. Tentu menjadi kebanggaan, kalau saya bisa menjadi asesor Mahad Ali sebagai bagian dari upaya penjaminan mutu Mahad Ali, ungkap Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) Pusat.

Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur itu menambahkan, penjaminan mutu menjadi kunci agar Mahad Aly tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan kekhasan pendidikan pesantren. Menurutnya, peningkatan mutu tidak hanya menyentuh aspek kurikulum dan capaian pembelajaran, tetapi juga mencakup tata kelola, dosen, hingga atmosfer akademik yang kondusif.

“Alhamdulillah, kami full mengikuti pelatihan asesor. Dan tanggal 22 Agustus 2025, kami dilantik menjadi Asesor Ma’had Aly. Dari pelatihan ini ini kami tahu bahwa asesor Ma’had Aly bukan hanya sebagai penilai, namun juga evaluator dan jembatan komunikasi Majlis Masyayikh dengan Ma’had Aly di seluruh Indonesia, tambah Prof. Haris yang juga Dewan Pakar PB IKA PMII Periode 2025-2030.

Keterlibatan Prof. Haris di tingkat nasional menegaskan peran Ponpes Darul Hikam dalam menyumbangkan SDM berkualitas bagi pengembangan pendidikan pesantren. Sebagai pengasuh pesantren sekaligus akademisi, Prof. Haris dinilai layak dalam menilai dan melakukan pendampingan mutu pendidikan.

Selain itu, pengalaman panjangnya di dunia akademik dan pesantren memperkuat keyakinan bahwa pendidikan tinggi Islam perlu menggabungkan tradisi dengan inovasi. Saya melihat Mahad Aly memiliki posisi strategis dalam melahirkan ulama yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, tetapi juga mampu menjawab tantangan kebangsaan, jelas Prof. Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember 2019-2023.

Pelatihan asesor yang diikuti Prof. Haris berlangsung intensif selama lima hari. Para peserta difokuskan pada praktik penjaminan mutu eksternal, diskusi instrumen, serta simulasi asesmen. Hasil dari pelatihan ini diharapkan melahirkan asesor yang independen, objektif, berintegritas, dan profesional.

Ke depan, peran asesor akan sangat menentukan arah mutu Mahad Aly. Kementerian Agama RI menargetkan setiap Mahad Aly dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan agar mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, tanpa meninggalkan kekhasan pesantren. Acara pelatihan asesor ini dibuka oleh Dr. KH. Abd Ghafar Rozin, (Ketua Majlis Masyayikh) dan ditutup oleh Dr. KH. Ach. Muhyidin Khotib, MA. (Sekretaris Majlis Masyayikh).

Reporter : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan; Prof. Haris Sebut Fiqh Nusantara Perkuat NKRI dan Pancasila

Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur secara resmi meluncurkan Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan melalui webinar nasional yang dihadiri lebih dari lima ratus peserta. Acara bertajuk “Negara Pancasila dan Fiqh Kenegaraan: Meneguhkan Islam Nusantara dalam Demokrasi Konstitusional” ini menjadi wadah integrasi pemikiran hukum, politik, dan keislaman secara komprehensif. Jum’at, (22/8/2025).

Gagasan pendirian sekolah ini dicetuskan oleh Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Tata Negara yang konsisten mengembangkan pemikiran konstitusi. Prof. Hufron menekankan bahwa sekolah ini merupakan laboratorium gagasan strategis untuk menjawab dinamika global. “Sarjana NU tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus besar hukum dan politik bangsa. Kita harus menjadi motor penggerak yang menanamkan nilai Islam Nusantara sekaligus menjaga marwah Pancasila,” tegas Prof. Hufron.

Plt Ketua Umum PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. M. Afif Hasbullah, S.H., M.Hum., menjelaskan visi strategis sekolah ini dalam penguatan nilai kebangsaan. “ISNU hadir sebagai pengawal nilai di tengah arus globalisasi, tantangan ideologi, hukum dan moral. Sarjana NU harus meneguhkan bahwa Islam Nusantara adalah wajah Islam yang ramah, berbudaya, dan sejalan dengan Pancasila,” jelasnya. Sekolah ini dirancang untuk mencetak kader yang mampu menjawab tantangan kontemporer dengan pendekatan Islam Nusantara.

Keynote speaker Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., selaku Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang diwakili oleh Prof. Dr. H. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag., memaparkan integrasi maqashid syariah dalam kurikulum sekolah. “Pancasila bukan sesuatu yang asing, justru ia adalah pengejawantahan nilai-nilai maqashid syariah dalam konteks kebangsaan dan kenegaraan Indonesia,” ujar Prof. Agus. Pendekatan ini akan menjadi fondasi utama dalam pengembangan materi pembelajaran.

Dr. (HC) KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag., Wakil Rais Aam PBNU, menjelaskan penerapan metodologi fiqh dalam pembelajaran di sekolah kebangsaan. “Negara bukan tujuan, melainkan alat (wasilah). Tujuan yang sesungguhnya adalah tegaknya keadilan, terwujudnya kemaslahtan dan terlaksananya maqāṣid al-sharī‘ah,” ungkapnya. Pendekatan ini menekankan pada substansi rather than forma belaka.

Prof. Dr. KH. Moh. Noor Harisuddin, M.Fil.I., Guru Besar Ilmu Ushul Fiqh UIN KHAS Jember, memaparkan implementasi nilai kebangsaan dalam kurikulum sekolah. “NKRI sudah syariah, maka tidak perlu disyariahkan lagi. Fiqh Nusantara tidak dimaksudkan untuk mengganti Pancasila atau NKRI, melainkan menguatkan keduanya,” paparnya. Pendekatan ini akan diimplementasikan melalui studi kasus dan diskusi kontekstual.

Prof. Dr. Moh. Fadli, S.H., M.Hum., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, menjelaskan integrasi regulasi dalam pembelajaran. “Sila pertama dan kedua memberikan landasan moral, sila ketiga dan keempat menjadi metode kerja dalam membangun persatuan serta musyawarah demokratis, sedangkan sila kelima adalah tujuan puncak berupa keadilan sosial,” ungkap Prof. Fadli. Kerangka ini akan menjadi panduan dalam analisis kebijakan publik.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Hufron, S.H., M.H., menyampaikan model pembelajaran yang akan diterapkan. “Islam, Pancasila, dan sistem hukum nasional tidak berdiri bertentangan, melainkan saling menopang. Kehadiran negara adalah sebuah keniscayaan, negara dipahami sebagai wasilah untuk mewujudkan kemanusiaan, kemaslahatan, dan keadilan,” tegas Prof. Hufron. Sekolah akan menggunakan metode dialog interaktif dan studi kasus aktual.

Webinar ini menandai komitmen PW ISNU Jawa Timur dalam pengembangan pemikiran kebangsaan. Kegiatan Sekolah Hukum dan Politik Kebangsaan akan berlangsung rutin setiap bulan dengan melibatkan berbagai universitas mitra.

sumber: https://ruang.co.id/sekolah-hukum-politik-kebangsaan-fiqh-nusantara/

Categories
Berita

Wakaf Kursi Sholat Tembus Masjidil Haram, Aksi Keren Lazawa Darul Hikam Bikin Haru!

Mekkah – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masjid ramah lansia dan difabel. Pada Senin, 4 Agustus 2025, Lazawa Darul Hikam menyalurkan wakaf berupa lima unit kursi sholat ke Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Penyaluran kursi sholat tersebut diterima langsung oleh petugas perempuan Masjidil Haram dan diserahkan oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Selain Prof Haris, hadir juga mendampingi Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC.

Prof. Haris menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya Lazawa Darul Hikam dalam mewujudkan masjid ramah lansia dan difabel, tidak hanya di tingkat nasional (Indonesia), tetapi juga di tingkat internasional.

“Program Wakaf kursi sholat adalah program Lazawa Darul Hikam yang sudah berjalan baik di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Kami ingin kembangkan di luar negeri” ujar Prof. Haris Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Masjidil Haram harus bisa diakses semua kalangan (accesable), termasuk lansia dan difabel. Karena itu, Lazawa Darul Hikam mendukung program keren di Masjidil Haram yang sudah berjalan bertahun-tahun.

Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan internasionalisasi program wakaf dan zakat yang tengah digalakkan oleh Lazawa Darul Hikam. Menurut Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur ini, kiprah lembaga ini tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tapi juga sudah menembus panggung global.

“Tahun 2024, Lazawa Darul Hikam sebelumnya telah mengirim dai untuk berdakwah di Jerman dan Belanda. Tahun 2025, kami menyalurkan hewan kurban di Rusia. Sekarang, kami hadir di Mekkah, membagikan kursi sholat untuk Masjidil Haram,” jelas Prof Haris Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Sementara itu, Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali menyampaikan terima kasih pada donatur wakaf kursi sholat.

“Insyaallah, wakaf ini akan memberikan manfaat luar biasa bagi para jamaah yang membutuhkan, terutama mereka yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik, yang sedang beribadah di Masjidil Haram,” tutur Irwan yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Penyaluran lima kursi ini diharapkan menjadi langkah awal program praying chair untuk lebih banyak kontribusi di tingkat global. Lazawa Darul Hikam juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri, untuk memperluas dampak sosial dan spiritual program-program wakaf dan zakat di masa yang akan datang.

Kontributor : Iklil Naufal Umar

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Kolaborasi HKTI Jawa Timur, Fatayat NU Jember Gaungkan Green Lifestyle Lewat Sarasehan

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember bekerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur menyelenggarakan Sarasehan Kesehatan bertajuk “Green Lifestyle for Healthy Living” pada Ahad (27/07/2025).

Acara yang berlangsung di Padepokan H. Arum Sabil, Tanggul, Jember ini dihadiri sekitar 207 peserta dari 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Jember.Ketua PC Fatayat NU Jember, Nurul Hidayah, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan komitmen Fatayat terhadap isu-isu lingkungan dan kesehatan.

“Acara ini merupakan bentuk komitmen PC Fatayat NU Jember dalam kegiatan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab individu terhadap sampah masing-masing sebagai bentuk kesadaran ekologis sehari-hari.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan pembacaan istigosah yang dipimpin oleh Ilma Nabila Islamiah, S.K.M., dilanjutkan pembacaan qiraat dan sholawat Nahdliyah oleh Sahabat Dina dari PAC Balung. Peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Mars Fatayat NU yang dipandu oleh Muhimatul Lailiya, S.Pd.

Selain sambutan dari Ketua PC Fatayat NU Jember, acara juga diisi sambutan dari Ketua HKTI Jawa Timur, H.M. Arum Sabil. Keduanya mengapresiasi peran Fatayat NU sebagai pelopor gerakan perempuan yang menyatukan nilai spiritual dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sarasehan menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pemaparan dari berbagai perspektif. Dr. Azizah, S.H., M.Kes menjelaskan pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim oleh individu dan komunitas.

Dilanjutkan oleh dr. Hj. Faida, MMR yang membahas pola makan sehat berbasis nabati sebagai penunjang keseimbangan tubuh dan lingkungan.

Sesi ditutup oleh Prof. Dr. M. Noor Harisuddin, M.Fil.I yang menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah wujud keimanan dan tanggung jawab spiritual.

Sarasehan dipandu oleh Faiqoh Nurul Hikmah, M.Si sebagai moderator dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis.

Setelah sesi diskusi, peserta menerima penjelasan mengenai pembuatan eco-enzyme dan konsep urban gardening sederhana dari H.M. Misbahus Salam, M.Pd.I dan Dr. Ir. Mahfudz Muchtar, M.P.

Peserta tampak antusias mencoba langsung cara-cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengolah limbah dapur dan memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan sehat.

Sebagai penutup diisi dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen “Fatayat NU Go Green” sebagai simbol tekad untuk menjalankan gaya hidup ramah lingkungan dan meneruskan semangat perubahan di komunitas masing-masing.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana hangat dan penuh semangat. (Fita/red)

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Santunan Anak Yatim, Lazawa Darul Hikam Launching Majelis Taklim Padang Ati

Jember – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Darul Hikam Putra Ajung pada Kamis sore (24/7), saat Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim sekaligus Launching Majelis Taklim Padang Ati. Acara yang dimulai selepas Ashar itu dihadiri oleh 20 anak yatim beserta para pendamping nya, pengurus Lazawa Darul Hikam, Kepala Dusun Klanceng, para mahasantri, serta perwakilan donatur.

Ketua panitia kegiatan, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim.

“Ini adalah ajaran langsung dari Rasulullah SAW, yang selalu memuliakan anak yatim. Kita percaya bahwa berbagi bukan hanya mempererat tali persaudaraan, tapi juga menjadi wasilah untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahan,” ujarnya penuh semangat.

Irwan juga menambahkan bahwa Lazawa Darul Hikam senantiasa hadir di tengah-tengah anak yatim, tidak hanya di momentum seperti ini. “Seperti bulan Ramadan lalu, kami mengajak anak-anak yatim belanja baju lebaran di Roxy Square Jember. Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya,” tuturnya.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. “Terima kasih kepada para donatur yang telah mengulurkan tangan. Semoga Allah memudahkan rezeki Anda, melancarkan urusan, memberi kesehatan dan keberkahan hidup,” ungkapnya dengan tulus.

Prof. KH. Haris juga memberikan motivasi langsung kepada anak-anak yatim yang hadir. “Adik-adik semua, jangan pernah merasa kecil atau minder. Masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri. Teruslah belajar, semangat, dan jangan bergantung pada siapa pun selain Allah SWT. Kunci kesuksesan itu ada pada kerja keras dan doa,” Ujar Prof. KH. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga secara resmi meluncurkan Majelis Taklim Padang Ati, sebuah forum dakwah yang akan menjadi media syiar Islam baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

“Majelis ini insyaallah akan menjadi cahaya dakwah. Seperti yang sudah kami lakukan di Jepang, Belanda, Jerman, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Malaysia, Taiwan dan beberapa negara lain, kini kami hadir kembali untuk memperkuat basis dakwah khususnya di tanah air,” terang Prof. KH. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan Yasin dan Tahlil secara bersama-sama, yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan. Para peserta tampak larut dalam kekhusyukan doa, menyatukan harapan agar anak-anak yatim mendapat tempat terbaik dalam kehidupan, serta agar Majelis Taklim Padang Ati menjadi wasilah tersebarnya nilai-nilai Islam yang damai dan rahmatan lil ‘alamin.

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata peran strategis Lazawa Darul Hikam dalam membina generasi muda, memperkuat solidaritas sosial, dan menyemai nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.

Reporter : Achmad Muthiurrahman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Hari Terakhir! Seleksi Wawancara BIB Kemenag Sasar Calon Awardee S1 Dalam Negeri

JAKARTA | duta.co —Seleksi wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag Tahun 2025, telah memasuki hari terakhir. Wawancara telah dimulai sejak 14 Juli hingga 23 Juli 2025 dan diikuti oleh 3.900-an calon awardee.

Seleksi wawancara terakhir dikhususnya untuk Program S1 Dalam Negeri. Sebelumnya telah dilakukan wawancara Program S1, untuk program Beasiswa Santri Prestasi (PBSB), dan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Ruchman Basori di tengah memantau pelaksanaan seleksi wawancara di Pusdiklat Keagamaan Ciputat, (23/07).

Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini menerangkan bahwa program layanan beasiswa S1 Dalam Negeri, merupakan program yang distingtif, yang tidak ada pada layanan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kemenkeu.

Ruchman menegaskan layanan beasiswa S1 penting dilakukan karena keluarga besar Kementerian Agama memiliki calon mahasiswa didikan Madrasah Aliyah, Pendidikan Diniyah Formal Ulya, Mu’adalah Tingkat Ulya dan sederajat yang cerdas dan pintar, namun mengalami keterbatasan ekonomi.

“BIB diberikan kepada orang yang pintar dan cerdas, bukan semata-mata anak-anak yang kurang mampun secara ekonomi, sehingga dapat studi pada perguruan tinggi terbaik di negeri ini”, terang Ruchman.

Di hari terakhir ini Ruchman mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pewawancara dari akademisi dan profesor dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia. Juga Tim Liasion Officer (LO) yang bertugas mulai dari pagi hingga malam.

Ruchman Basori berharap, seleksi BIB tahun 2025 nantinya mampu menjaring calon awardee yang berkualitas, cerdas intelektual dan luhur karakternya. “Belasan ribu orang telah mengambil kesempatan beasiswa ini dan 3.900-an telah melakukan wawancara, saatnya berdoa untuk yang terbaik”, katanya.

Giat wawancara didampingi langsung oleh para Ketua Tim Puspenma, Siti Maria Ulfa, Amiruddin Kuba, Sendy Tria Santoso, Hendro Dwi Antoro dan Kasubbag TU, Sri Agustin Maswidaniyah. (Hps)

Sumber : https://duta.co/hari-terakhir-seleksi-wawancara-bib-kemenag-sasar-calon-awardee-s1-dalam-negeri

Categories
Berita

Womester dan Sejumlah Kampus di Indonesia Akan Ikut Konferensi Internasional di Belanda

Depok, 17 Juli 2025 — World Moslem Studies Center (Womester) bersama rombongan dari beberapa kampus di Indonesia akan mengikuti konferensi internasional dengan tema “Harmony in Turbulence: The Intersection of Faith, Climate Justice, and Global Peace” di Groningen, Belanda, pada 30 September–3 Oktober 2025. Acara ini diselenggarakan oleh PCINU Belanda dan akan diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Delegasi dari Indonesia yang akan berangkat bersama Womester terdiri dari perwakilan UIN Syeikh Wasil Kediri, IAIN Madura, Universitas Islam Lamongan, dan Universitas Yudharta Pasuruan. Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari program internasionalisasi pendidikan yang sudah lama digagas oleh Womester.

Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., mengatakan bahwa program ini bertujuan mengajak kampus-kampus di Indonesia untuk aktif dalam kegiatan akademik di tingkat global.

“Womester punya program internasionalisasi pendidikan. Kami mengajak teman-teman perguruan tinggi untuk ikut dalam forum-forum resmi yang diselenggarakan oleh kampus-kampus dunia. Ini sudah menjadi fokus utama kami sejak awal,” kata Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Menurutnya, konferensi ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan gagasan dan pemikiran Islam moderat dari Indonesia kepada dunia. Selain itu, acara ini juga menjadi ruang bertemu dan berdiskusi dengan para akademisi dari berbagai negara.

“Kami ingin menularkan semangat internasionalisasi kepada kampus-kampus Islam. Penting bagi kita untuk tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Prof. Haris berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang tukar pemikiran dan menjalin kerja sama jangka panjang yang bermanfaat bagi pendidikan tinggi di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Panitia Konferensi Internasional, Azam Ph.D sangat berterima kasih pada Womester.

“Dari PCI NU Belanda, kami mengucapkan terima kasih pada Womester yang telah membantu dan berkolaborasi dengan kami. Acara ini dimulai tanggal 30 September hingga 3 Oktober 2025,” tutur Azam yang juga mahasiswa Ph.D Universitas Groningen dalam rapat koordinasi dengan Womester Kamis, 17 Juli 2025.

Womester sendiri sudah memiliki jaringan kerja sama di lima benua, yaitu Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Melalui jaringan ini, Womester terus mendorong kampus-kampus untuk membuka diri dan menjalin kerjasama dengan institusi luar negeri.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember Ikuti TOT Calon Pengajar Diklat BPIP 2024

Jakarta, 10 Juli 2025 — Salah satu Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., turut berpartisipasi dalam Training of Trainers (TOT) Calon Pengajar Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) Kualifikasi Utama Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 8–10 Juli 2025 di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, ini menjadi forum strategis nasional untuk menyiapkan pengajar-pengajar profesional dalam bidang ideologi kebangsaan. Sebanyak 126 peserta terpilih mengikuti TOT ini, terdiri dari 88 calon pengajar untuk Diklat PIP Kualifikasi Maheswara dan 38 calon pengajar untuk Kualifikasi Penceramah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran pengajar dalam menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila secara holistik.

“Diklat PIP merupakan proses pembelajaran dalam meningkatkan kecerdasan karakter bangsa yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Maheswara ujung tombak sekaligus teladan dalam membangun sistem nasional Diklat PIP,” ucap Yudian dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Dalam laporan kegiatan, Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Dr. Surahno, menyampaikan harapan besar agar Kepala BPIP dapat hadir langsung untuk membuka kegiatan tersebut secara resmi.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan pemahaman yang sama bagi para pengajar Diklat PIP, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap, agar mampu menginternalisasi nilai-nilai Pancasila secara utuh kepada peserta diklat,” ujar Surahno.

Sementara itu, Prof. M Noor Harisudin yang menjadi peserta Diklat BPIP mengatakan urgensi kegiatan ini.

“TOT ini menjadi momentum penting untuk memperluas pengaruh akademik dalam membumikan Pancasila secara metodologis dan substantif, khususnya di lingkungan kampus dan masyarakat luas,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Prof. Haris menilai bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menghadirkan Pancasila tidak hanya sebagai dokumen historis, tetapi sebagai etos kehidupan berbangsa yang hidup di tengah-tengah masyarakat multikultural.

“Penguatan Pancasila harus dilakukan secara dialogis dan partisipatif. Peran para guru besar dan penceramah sangat vital untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kerangka berpikir dan bertindak masyarakat,” tegas Prof Haris yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember.

Sebelumnya pada periode tahun 2024, Angkatan I telah menghasilkan Pengajar Diklat PIP, total khusus Maheswara sebanyak 124 orang dan Penceramah sebanyak 4 orang dan telah tersertifikasi tahun 2023. Sedangkan Angkatan II tahun 2024 yang saat ini menjalani proses ToT diikuti oleh 89 Maheswara Utama dan 39 Penceramah Utama.

Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan ini Prof. Dr. M. Amin Abdullah selaku Anggota Dewan Pengarah BPIP, Wakil Kepala BPIP Dr. Rima Agristina, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, S.H., M.H., MS., dan Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Dr. Surahno, S.H., M.Hum.

Dengan pelatihan ini, BPIP berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengajar agar mampu menjadi garda terdepan dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Reporter: Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Ma’had Aly Situbondo dan Womester Jalin Kerja Sama Internasionalisasi Pendidikan Tinggi Pesantren

Situbondo, 5 Juli 2025 – Ma’had Aly Situbondo hari ini secara resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan World Moslem Studies Center (Womester).

Penandatanganan ini merupakan langkah penting dalam upaya internasionalisasi pendidikan tinggi pesantren, membuka jalan bagi Ma’had Aly untuk lebih dikenal di kancah global.

Acara penandatanganan berlangsung di Ruang Pimpinan Ma’had Aly pada Sabtu, 5 Juli 2025. Dari pihak Womester, hadir Direktur Prof. Dr. HM. Noor Harisudin S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA., CWC. Sementara itu, dari Ma’had Aly diwakili oleh Sekretaris Ma’had Aly Marhalah Ula, Achmad Alif Saiful Arif, SH., M.Ag.

Kerja sama ini menandai komitmen Ma’had Aly Situbondo untuk terus mengembangkan sayapnya di bidang pendidikan, khususnya dalam konteks studi keislaman. Melalui kolaborasi dengan Womester, diharapkan Ma’had Aly dapat memperluas jaringan, meningkatkan kualitas riset, pengabdian serta membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam program-program berskala internasional.

“Kerja sama dengan Womester ini sangat strategis bagi kami,” ujar Achmad Alif Saiful Arif.

“Ini adalah langkah konkret Ma’had Aly dalam mewujudkan visi internasionalisasi pendidikan tinggi pesantren, yang nantinya akan membawa dampak positif bagi perkembangan keilmuan Islam dan kontribusi pesantren di tingkat global, ” lanjutnya.

Senada dengan itu, Prof. Dr. HM. Noor Harisudin menyampaikan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.

“Kami percaya Ma’had Aly Situbondo memiliki potensi besar untuk menjadi pusat studi Islam yang unggul. Womester siap mendukung Ma’had Aly Situbondo dalam mencapai cita-cita internasionalisasi ini,” pungkas Prof. Harisudin yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

“Apalagi saya dengar Ma’had Aly Situbondo sudah mau buka Marhalah Tsalitsah (program doktoral). Jadi internasionalisasi pendidikan menjadi sebuah keniscayaan”, ujar Prof. Harisudin yang juga Dewan Pakar PB IKA PMII masa bakti 2025-2030.

Selama ini, Womester telah melakukan berbagai program di luar negeri seperti Australia, Malaysia, Hongkong, Jepang, Belanda, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Amerika Serikat. Wujud kegiatan berupa pendidikan, penelitian dan juga pengabdian masyarakat.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi Ma’had Aly Situbondo untuk terus berkiprah dan memberikan sumbangsih nyata dalam dunia pendidikan tinggi pesantren, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Reporter: Saifir Rohman
Editor: Maulana Nur Rahman

Categories
Berita

Womester dan Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil Kediri MoU Program Internasionalisasi Pendidikan

Kediri – Upaya internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia kembali mendapat energi baru. World Muslim Studies Center (WOMESTER) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil Kediri. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan MoU yang berlangsung khidmat di Fakultas Syariah dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga pada Rabu, 18 Juni 2025 .

Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., hadir langsung dalam agenda tersebut bersama timnya. Sementara dari pihak tuan rumah, turut hadir Dekan Fakultas Syariah, Dr. Khamim, M.Ag., Wakil Dekan Dr. Ulin Na’mah, M.HI, serta para pejabat fakultas lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari misi Womester untuk membangun jaringan kolaboratif lintas kampus dan lintas negara. Ia menekankan pentingnya internasionalisasi sebagai strategi utama untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ini bukan kerja sama pertama kami. Womester telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, dan kini UIN Syeikh Wasil Kediri. Kami juga menggandeng mitra dari kementerian strategis seperti Kementerian Agama RI, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran, dan kedutaan di berbagai negara” ungkap Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara.

Sebagaimana maklum, Womester aktif menginisiasi kegiatan global, mulai dari webinar internasional, penelitian lintas negara, hingga pengabdian masyarakat di luar negeri seperti Belanda, Hong Kong, Jerman, Jepang, dan Malaysia. Tahun ini, Womester bahkan akan melaksanakan program konferensi internasional di Belanda pada 1–3 Oktober 2025.

“Kami mengajak UIN Syeikh Wasil Kediri untuk ambil bagian dalam berbagai agenda tersebut. Ini bukan hanya soal mobilitas akademik, tapi juga transformasi mutu kelembagaan secara menyeluruh,” tegas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil Kediri, Dr. Khamim, MHI menyambut hangat peluang kolaborasi ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada Womester yang telah menginisiasi kerja sama tersebut. Dr Khamim berharap sinergi ini dapat membawa manfaat konkret bagi pengembangan akademik di lingkungan Fakultas Syariah.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan Womester. Ini menjadi langkah awal yang baik, tidak hanya untuk memperluas jaringan kerja sama, tetapi juga untuk memperkuat akreditasi seluruh program studi kami dan menyiapkan SDM unggul yang siap bersaing di kancah global,” ujar Dr. Khamim.

Kerja sama antara Womester dan Fakultas Syariah UIN Syeikh Wasil Kediri ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi Islam di Indonesia pada umumnya, dan di UIN Syeikh Wasil Kediri khususnya.

“Ke depan, berbagai program kolaboratif dirancang untuk melibatkan dosen, mahasiswa, dan mitra luar negeri dalam menciptakan atmosfer akademik yang terbuka, progresif, dan mendunia,” pungkasnya.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Ma’had Aly Didorong Jadi Pilar Keilmuan Islam Berbasis Pesantren

Tangerang – Penyusunan standar mutu Ma’had Aly jenjang Marhalah Tsaniyah (M2) dan Marhalah Tsalitsah (M3) terus dimatangkan Majelis Masyayikh melalui tim task force nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini berlangsung pada 23–25 Juni 2025 di Kota Tangerang Selatan, diikuti oleh tim penyusun, para pakar, dan unsur pemerintah melalui Kementerian Agama RI.

Kegiatan yang dikemas secara intensif dan kolaboratif dalam format Konsinyering Percepatan Draf Dokumen Standar Mutu Pendidikan Pesantren Pada Ma’had Aly ini merupakan bagian dari upaya strategis Majelis Masyayikh dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi pesantren di Indonesia sebagaimana amanat UU Pesanren.

Ketua tim task force, K.H. Muhyiddin Khotib yang juga Sekretaris Majelis Masyayikh, menegaskan pentingnya menjadikan Ma’had Aly sebagai entitas keilmuan yang tidak hanya mengandalkan pendekatan akademik, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai adab dan sanad dalam tradisi pesantren.

“Ma’had Aly bukan sekadar institusi. Ia adalah entitas ilmu; simbol warisan otoritas keilmuan yang bersambung melalui sanad. Di sini, ilmu bukan sekadar dipelajari, tapi diwarisi dengan adab dan makna,” tegasnya.

Menurutnya, setiap jenjang pendidikan di Ma’had Aly harus memiliki karakter keilmuan yang khas. Marhalah Ula menjadi fase tadrīb (latihan metodologis dasar), Marhalah Tsaniyah sebagai fase taqwiyah (penguatan dan sintesis), dan Marhalah Tsalitsah sebagai fase tamkīn (kematangan berpikir dan kontribusi berbasis ilmu).

K.H. Muhyiddin juga mengingatkan pentingnya harmonisasi dalam penyusunan standar mutu. Ia menekankan tiga dimensi koherensi: horizontal antar-standar dalam jenjang yang sama, vertikal antar-jenjang, dan diagonal antara nilai-nilai filosofis dan indikator teknis.

“Standar mutu harus berpijak pada epistemologi turats: teks, sanad, manhaj, dan adab. Kita tidak ingin standar yang kering dan kehilangan ruh karena terlalu administratif,” tambahnya.

Sementara itu, anggota divisi Ma’had Aly Majelis Masyayikh Tgk. Faisal Ali, menekankan bahwa Ma’had Aly memiliki peran strategis dalam memperkuat sumber daya manusia Indonesia yang berakar pada nilai Islam dan budaya bangsa.

“Kita tidak sedang meniru model universitas umum. Kita justru sedang meneguhkan jati diri pesantren sebagai penyelenggara pendidikan tinggi yang khas, berbasis kitab kuning dan nilai-nilai adab,” ujar Abu Faisal.

Ia menambahkan bahwa standar yang disusun harus memberi ruang bagi keragaman takhassus dan tradisi pesantren yang hidup. Selain itu, Ma’had Aly harus mampu menjadi rumah keilmuan Islam yang diwariskan melalui sanad, serta menjadi kompas dalam membimbing umat di tengah dinamika zaman.

Majelis Masyayikh menegaskan bahwa penyusunan standar mutu ini bukan hanya penguatan kualitas kelembagaan, melainkan bagian dari cita-cita besar menjaga keberlanjutan ulama sebagai pewaris tradisi keilmuan berbasis pesantren. Dengan standar yang kokoh dan berakar, Ma’had Aly diharapkan tampil sebagai pilar keilmuan yang mampu merespons zaman tanpa meninggalkan akar warisan pesantren.

sumber : https://www.majelismasyayikh.id/artikel/berita/ma-had-aly-didorong-jadi-pilar-keilmuan-islam-berbasis-pesantren

Categories
Berita

Deteksi dan Antisipasi Aliran Sesat di Era AI, KP3 MUI Siapkan Buku Saku untuk Masyarakat

Media Center, 13 Juni 2025

Kehadiran artificial intelligence (AI) di masa sekarang, diakui, bagaikan pedang bermata dua. Pada satu sisi, AI membawa banyak kemalahatan untuk agama. Misalnya konten-konten agama dapat disebarluaskan melalui AI. Demikian juga, AI dapat digunakan untuk membantu melakukan penelitian teks-teks agama dan membuka wawasan baru agama yang inklusif dan wasatiyah. Tentu masih banyak kegunaan AI yang positif bagi agama.

Namun, pada sisi lain, AI juga digunakan dengan tujuan-tujuan yang tidak benar dan bahkan membawa kemadlaratan bagi manusia. Salah satunya adalah kemunculan video-video hasil AI yang diduga merupakan aliran sesat agama.

Oleh karena itulah, Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan (KP3) MUI Jawa Timur menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) diskusi dengan Tema  “ Deteksi dan Antisipasi Terhadap Aliran Sesat di Era Artificial Intelligence”. Acara diskui ini dihadiri Prof. Dr. KH.  Thohir Luth, MA (Wakil Ketua MUI dan Pembina KP3 MUI Jawa Timur), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, .Fil.I, CLA, CWC (Ketua), Dr. Listiyonso Santoso, MSi (Sekretaris), Dr. KH. Ahmad Subakir, Dr. KH. Abu Dzarin, M.Ag, Dr. KH. Sofiyullah, MA,  Dr. H. Munawar, M.Si, Dr. KH. Abdul Wached, M.Ag dan beberapa pengurus komisi pengkajian ini di Kantor MUI Jawa Timur pada Hari Rabu, 12 Juni 2025. Acara dimulai jam 13.00 hingga 16.00 sore.

Prof. Dr. HM. Thohir Luth, dalam pengantarnya mengatakan tantangan agama yang semakin kompleks di masa yang akan datang. Terutama dengan hadirnya artificial intelligence yang semakin masif di masa kini.

“Tantangan kita berat. Kita lihat di media social bagaimana AI dapat menghadirkan video-video yang mudah diindikaskan masuk dalam kategori 10 aliran sesat Majlis Ulama Indonesia”, terang Prof. Dr. KH Thohir Luth yang juga Guru Besar Universitas Brawijaya.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menyampaikan keberadaan aliran sesat yang terus akan bermunculan ke depan.

“Dalam film Bid’ah, tokoh Walid merupakan sosok tokoh yang menggambarkan bagaiman aliran sesat itu diproduksi. Dalam film ini, agama digunakan sebagai ‘bungkus’ untuk melakukan berbagai kejahatan. Kita harus hati-hati; secara praktik agama, hampir sama. Wiridnya, sholatnya, dan praktik agamanya sama. Namun, di sela-sela itu ada hal yang bertentangan dengan agama Islam”, tukas Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Shidiq Jember tersebut.

Dalam rangka itu, Prof. M Noor Harisudin mengusulkan buku yang dijadikan guidance untuk penangangan aliran sesat di Indonesia.

“Fenomena aliran sesat tentu akan berulang kali. Oleh karena itu, mendesak kita memiliki buku pedoman penanganan untuk internal MUI dan para stake holder. Selain itu juga untuk kalagan luas masyarakat”, ujar Prof. M. Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara masa bakti 2025-2030 tersebut.

Dr. Listiyono, Sekretaris KP3 MUI Jawa Timur,  mengatakan bahwa buku ini sangat penting.

“Saya kira buka ini sangat penting. Pengalaman kita selama ini di KP3 dapat dijadikan referensi untuk pembuatan buku tersebut, Usulan saya buku ini adalah buku saku dengan gaya bahasa yang popular dan dipahami oleh semua orang”, ujar Dr. Listiyono yang juga Wadek 1 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga.  

Pengurus yang lain, Dr. KH. Abdul Wachid menguatkan apa yang sudah disampaikan tentang pentingnya buku kini ini untuk digunakan di masa yang akan datang.

”Menurut saya, ada buku untuk pengurus MUI dan adab buku untuk masyarakat luas. Saya kira, dua-duanya penting. Ini sebagai bentuk legacy kita di akhir kepengurusan. Nanti penyusunan buku, marin kita bagi bersama”, kata Dr. KH. Abdul Wachid yang juga dosen IAIN Madura. 

FGD ini ini merekomendasikan bahwa MUI harus terus melakukan kajian tentang AI dan agama dan mengarahkan AI untuk hal yang positif dimasa yang akan datang. Selain itu, FGD ini juga merekomendasikan KP3 MUI untuk membuat buku saku tentang Deteksi Dini Aliran Sesat sebagai legacy MUI dalam kepengurusan sekarang.  ***

Reporter: M. Irwan Zamroni Ali
Editor: Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Direktur Womester Sebut Pencegatan Kapal Madleen oleh Israel Sebagai Pelanggaran Berat Hukum Internasional

Jakarta, 11 Juni 2025 – Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., mengecam keras  tindakan angkatan laut Israel yang mencegat kapal bantuan kemanusiaan Madleen pada Senin dini hari, 9 Juni 2025, saat hendak merapat ke Pantai Gaza.

Kapal Madleen yang merupakan bagian dari Freedom Flotilla Coalition (FFC) membawa 12 relawan internasional dan pasokan bantuan vital seperti susu formula, tepung, beras, dan perlengkapan medis. Kapal tersebut dicegat dan dikawal secara paksa menuju pelabuhan Ashdod oleh otoritas Israel. Para relawan dilaporkan ditahan dan belum seluruhnya dibebaskan hingga saat ini.

Prof. Harisudin menilai aksi militer Israel ini bukan hanya bentuk intimidasi terhadap misi kemanusiaan, tetapi juga pelanggaran nyata terhadap ketentuan hukum internasional, khususnya hukum laut internasional dan hukum humaniter.

“Israel sekali lagi menunjukkan sikap arogansi hukum dengan mencederai prinsip dasar kemanusiaan dan melanggar kebebasan navigasi di perairan internasional. Relawan kemanusiaan yang seharusnya dilindungi dalam konteks hukum internasional justru menjadi korban penculikan oleh kekuatan militer yang tak berperikemanusiaan,” tegasnya.

Menurut Ketua PP Asosiasi Pengajar HTN-HAN tersebut, tindakan Israel itu secara terang-terangan melanggar Konvensi Jenewa serta prinsip-prinsip Piagam PBB yang menjamin penghormatan terhadap hak-hak kemanusiaan, terutama di zona konflik.

Blokade yang diberlakukan Israel terhadap Gaza selama hampir dua dekade telah mengakibatkan penderitaan luar biasa bagi warga sipil, dan kini bantuan pun turut dihalangi masuk oleh tindakan koersif yang tak berdasar hukum.

“Kita menyaksikan bagaimana pembatasan terhadap akses kemanusiaan digunakan sebagai senjata politik dan militer oleh Israel. Ini adalah bentuk hukuman kolektif yang secara tegas dilarang dalam hukum humaniter internasional,” tambah Prof. Harisudin yang juga Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Bagi Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur, Israel telah melecehkan norma dan konvensi internasional yang seharusnya menjamin keselamatan dan kebebasan para relawan.

“Hal ini menambah daftar panjang pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh rezim Zionis tanpa sanksi yang tegas dari komunitas global,” ujar Guru Besar UIN KHAS Jember tersebut.

Prof. Harisudin menyerukan agar pemerintah Indonesia bersama negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), ASEAN, dan komunitas internasional lainnya segera menyampaikan nota protes keras dan menggalang resolusi Dewan Keamanan PBB atas tindakan Israel ini. Ia juga mendorong agar jalur laut ke Gaza segera dibuka secara permanen sebagai bentuk pemenuhan hak asasi manusia atas bantuan dan kehidupan yang layak.

“Kita tidak boleh diam. Dunia harus mendesak Israel untuk menghentikan segala bentuk blokade dan memberikan akses penuh bagi distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Kejahatan terhadap relawan kemanusiaan adalah kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri,” pungkasnya.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

LAZAWA Darul Hikam Kembali Salurkan Daging Kurban untuk Para Dluafa

Jember – Dalam semangat Idul Adha 1446 H, Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam kembali menyalurkan hewan kurban dari para donatur kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini, LAZAWA Darul Hikam menyembelih satu ekor sapi atas nama Sahra binti Yusuf, Buang bin Hodri, dan Ririn Chusniah binti Ahlul Hikam, serta satu ekor kambing atas nama Wildan Rofikil Anwar. Penyembelihan ini menjadi wujud komitmen lembaga dalam mengelola amanah kurban secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Penyembelihan dilakukan pada Sabtu, 07 Juni 2025 di lingkungan Pondok Pesantren Darul Hikam Putra, Ajung, Jember, Jawa Timur, dengan melibatkan para pengurus LAZAWA Darul Hikam dan para mahasantri. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada 120 orang mustahik, terdiri dari warga kurang mampu, santri, dan kaum dhuafa di wilayah Jember, khususnya di Kecamatan Ajung, Kaliwates, dan Sumbersari.

Nazhir LAZAWA Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H menyampaikan bahwa proses penyembelihan hingga distribusi kurban berjalan dengan lancar dan sesuai syariat. Ia menekankan bahwa amanah dari para donatur adalah tanggung jawab besar yang harus dikelola secara amanah dan transparan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dipercaya menyalurkan hewan kurban dari para donatur. Kami pastikan setiap tahapan dilakukan sesuai syariat Islam, mulai dari penyembelihan hingga pendistribusian. Semoga setiap tetes darah hewan kurban ini menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujar Irwan.

Menurutnya, LAZAWA Darul Hikam tidak hanya menjalankan fungsi sosial semata, tetapi juga sebagai lembaga yang terus mendorong nilai-nilai kepedulian dan kebersamaan dalam masyarakat. Penyembelihan kurban ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas umat, terutama dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Sementara itu, Direktur LAZAWA Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC., menyampaikan apresiasinya kepada para donatur yang telah mempercayakan ibadah kurban melalui lembaga yang ia pimpin. Ia menyebut bahwa kurban bukan hanya ibadah ritual, melainkan sarana membangun kepedulian sosial secara konkret.

“Kurban adalah bentuk nyata solidaritas umat Islam. Melalui LAZAWA Darul Hikam, kami ingin memastikan bahwa semangat ibadah ini benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Terima kasih kepada para donatur yang telah menunaikan ibadah kurban bersama kami. Semoga Allah lipatgandakan pahalanya dan menjadikannya wasilah keberkahan hidup,” ungkap Prof. Haris.

Ia menambahkan bahwa LAZAWA Darul Hikam akan terus memperluas jangkauan distribusi kurban dan program sosial lainnya, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Dengan sistem pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang semakin profesional, Prof. Haris optimistis lembaga ini akan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat.

Program kurban tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dakwah sosial yang secara rutin dilakukan oleh LAZAWA Darul Hikam. Selain distribusi daging kurban, lembaga ini juga aktif dalam pemberdayaan umat, dakwah, hingga pembangunan sarana ibadah dan pendidikan.

Dengan semangat “Berbagi untuk Kebaikan”, LAZAWA Darul Hikam terus mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam membangun peradaban yang lebih adil dan sejahtera melalui zakat dan wakaf.

Reporter : Iklil Naufal Umar

Editor : Ravi Maulana

Categories
Berita

Seminar Internasional di UIN Bukittinggi, Prof. Harisudin Bahas UU Sekuler Perspektif Maqashid Syariah

Media Center Darul Hikam – Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. HM. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, menyampaikan gagasan strategis mengenai pentingnya pendekatan Maqashid Syariah dalam memahami dan menilai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Gagasan tersebut disampaikan dalam “5th International Seminar on Islamic Law” yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah Syekh M. Djamil Djambek, UIN Bukittinggi, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Pengaturan Undang-Undang di Indonesia dalam Perspektif Maqashidus Syariah”, Prof. Haris menegaskan bahwa pendekatan Maqashid Syariah harus menjadi landasan penting dalam menilai dan mengkaji substansi regulasi yang berlaku di Indonesia. Menurutnya, meskipun Indonesia bukan negara agama atau negara Islam, tetapi juga bukan negara sekuler. Indonesia adalah negara Pancasila, dan nilai-nilai Pancasila sejatinya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar syariat Islam.

“Indonesia adalah negara Pancasila, dan Pancasila sendiri sesuai dengan syariah Islam. Artinya, produk hukum yang dihasilkan dalam sistem hukum nasional bisa dan harus ditelaah melalui pendekatan maqashid,” tegas Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center (Womester).

Lebih jauh, Prof. Haris menjelaskan bahwa sebagian peraturan perundang-undangan di Indonesia sejatinya bersumber dari fiqh Islam yang telah melalui proses taqnin (kodifikasi) dan pada akhirnya menjadi bagian dari positive law. Namun, banyak pula undang-undang yang tidak secara langsung berasal dari hukum Islam.

Dalam konteks ini, ia menyarankan penggunaan Maqashid Syariah sebagai alat analisis normatif dan filosofis terhadap hukum positif, untuk menguji sejauh mana suatu peraturan mengandung nilai keadilan, maslahat, dan kebijaksanaan.

Sebagai Ketua Umum PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara sekaligus Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur, Prof. Haris menyampaikan bahwa dalam sistem legislasi Indonesia, kewenangan pembuatan undang-undang berada di tangan DPR dan Presiden. Namun, produk hukum yang dihasilkan tidak boleh lepas dari prinsip-prinsip moralitas publik dan maqashid syariah.

Ia juga memaparkan mengenai hierarki peraturan perundang-undangan di Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011. Dalam penjelasannya, ia menekankan pentingnya memahami prinsip-prinsip hukum seperti lex superior derogat legi inferiori, lex specialis derogat legi generali, lex posteriori derogat legi priori, dan asas bahwa suatu peraturan hanya dapat dicabut oleh peraturan yang sederajat atau lebih tinggi. Prinsip-prinsip ini, menurutnya, sejalan dengan struktur berpikir dalam hukum Islam yang rasional, sistematis, dan maslahat-oriented.

Dalam kerangka maqashid, Prof. Haris menguraikan pemikiran tokoh-tokoh besar Islam seperti Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah, Imam al-Ghazali, dan Jamaludin Atiyah. Ia menyampaikan bahwa maqashid tidak hanya menyangkut kepentingan individu, tetapi juga mencakup kepentingan keluarga, umat, dan kemanusiaan secara luas. Dalam konteks ini, hukum yang berlaku harus mampu menjaga agama (hifz al-din), jiwa (hifz al-nafs), akal (hifz al-‘aql), harta (hifz al-mal), dan keturunan (hifz al-nasl).

Prof. Haris yang juga Pengasuh PP. Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menyoroti bahwa undang-undang yang telah ditelaah dari perspektif maqashid dan terbukti mengandung kemaslahatan, meskipun pada asalnya bersifat mubah (boleh), dapat menjadi wajib untuk ditaati oleh umat Islam. Ia mengutip pendapat Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, bahwa pemerintah berwenang menjadikan suatu perbuatan yang mubah menjadi wajib jika hal itu mengandung kemaslahatan umum.

“Perbuatan yang mubah jika ditetapkan pemerintah menjadi wajib, maka umat wajib mengikutinya demi kemaslahatan umum. Ini adalah bentuk ketaatan terhadap otoritas syar’i dan negara,” jelasnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa penentuan maslahat dalam suatu peraturan tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan melalui proses ijtihad kolektif (ijtihad jama’i) oleh lembaga yang berkompeten dan berdasarkan data ilmiah serta pertimbangan teknologi.

Pemaparan Prof. Haris ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para peserta seminar yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, peneliti, serta praktisi hukum dari dalam dan luar negeri. Banyak yang menilai bahwa pendekatan maqashid yang dikembangkan dalam konteks hukum nasional merupakan terobosan konseptual yang penting di era modern, khususnya dalam kerangka integrasi hukum Islam dengan sistem hukum negara.

Selain Prof M Noor Harisudin, seminar internasional ini dihadiri para nara sumber bereputasi internasional seperti Ass. Profesor Dr Wan Mohd Yusof Wan Chik (Univ Sultan Zainal Abidin Malaysia), Prof. Dr. Abd Qadir Haron (International Islamic University Islamabad Pakistan), dan Prof. Dr. Busyro (UIN Bukittinggi). Sebelumnya, Dekan Fakultas Syariah UIN Bukittinggi, Prof. Dr. H. Ismail juga hadir membuka dan menyampaikan sambutan pembukaan. Seminar Internasional yang dimulai jam 08.00 dan selesai jam 12.10 WIB via zoom meeting berlangsung seru dan khidmat.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Ingin Dampak Nyata, Lazawa Darul Hikam Belajar Inovasi Wakaf ke Yayasan Masjid Salman ITB

Bandung, 28 Mei 2025
Meski telah mencapai sejumlah pencapaian penting dalam satu tahun terakhir, Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam tak lantas berpuas diri. Demi menjaga relevansi dan daya saing di tengah perkembangan zaman, Lazawa Darul Hikam terus berinovasi—termasuk dengan belajar langsung ke Yayasan Masjid Salman ITB, Bandung.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Mei 2025, pukul 09.00–12.00 WIB. Rombongan Lazawa dipimpin oleh Direktur Wakaf Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., SH., M.Fil.I., CLA., CWC., bersama Dewan Pengawas KH. Moh. Romli, M.Pd.I., dan Bendahara Robiatul Adawiyah, SHI., MH. Mereka disambut hangat oleh Pembina Salman ITB, KH. Achmad Nasir Budiman, SH, Direktur Utama Wakaf Ir. Hari Utomo, MBA serta General Manager Bayu R. Ardiansyah.

Di awal pertemuan, KH. Achmad Nasir Budiman mengisahkan sejarah berdirinya Masjid Salman yang begitu ikonik di lingkungan kampus ITB.

“Selamat datang di Wakaf Salman ITB. Saya ingin berbagi sedikit tentang sejarah masjid ini. Aktivis Masjid Salman adalah perpaduan antara kalangan priyayi dan santri, sebuah kekuatan yang membentuk karakter pergerakan masjid ini. Dari sinilah lahir berbagai inovasi,” ujar Kiai Nasir yang juga dikenal sebagai kader Bang Imad, seorang ideolog Islam terkemuka di Masjid Salman.

Ia menambahkan, Masjid Salman merupakan salah satu masjid kampus paling legendaris di Indonesia. Meski pendiriannya sempat menghadapi tantangan, pada akhirnya masjid tersebut berdiri dengan restu Presiden Ir. Soekarno. Rektor ITB kala itu, Prof. Ir. O. Kosasih, turut memberi dukungan, sehingga pada 5 Mei 1972 Masjid Salman secara resmi menggelar salat Jumat perdana.

Sementara itu, Direktur Utama Wakaf Salman, Ir. Hari Utomo, MBA menjelaskan struktur manajerial lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid Salman ITB.

“Kami beroperasi di bawah Yayasan Masjid Salman ITB. Unit zakat kini sudah berdiri sendiri dengan nama Rumah Amal, namun tetap berada dalam koordinasi yayasan. Dulu, kami juga belajar ke berbagai tempat, seperti halnya Darul Hikam hari ini,” ujar Hari Utomo.

Didirikan pada tahun 2017, Wakaf Salman kini berkembang pesat dan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

“Saat ini kami memiliki 30 karyawan. Pada tahun 2024 lalu, kami berhasil menghimpun dana wakaf sebesar Rp26 miliar. Dana ini kami salurkan untuk berbagai program inovatif,” jelas Hari yang juga dikenal sebagai seorang pengusaha.

Menutup sesi diskusi, General Manager Bayu R. Ardiansyah memaparkan sejumlah program unggulan Wakaf Salman.

“Salah satu program andalan kami adalah pembangunan masjid wakaf. Ada masjid yang kami danai 100 persen, seperti di Kampung Badui, dan ada pula yang didanai sebagian sesuai kebutuhan. Termasuk juga masjid yang kami bantu di Palestina,” ungkap Bayu, alumnus ITB.

Ia juga menyoroti program wakaf sumur sebagai bentuk inovasi lainnya.

“Kami mengembangkan berbagai proyek wakaf sumur yang menjangkau daerah terpencil, dari Aceh hingga Papua. Skemanya beragam, mulai dari pipanisasi, pembangunan MCK, hingga pemberdayaan masyarakat lokal,” tambahnya.

Menanggapi kunjungan tersebut, Prof. M. Noor Harisudin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan dan ilmu yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dan sesi berbagi yang inspiratif ini. Banyak wawasan baru yang kami peroleh dan insyaaAllah akan segera ditindaklanjuti. Kami juga membuka peluang kerja sama ke depan,” ungkap Prof. Haris, yang juga dikenal sebagai dai internasional.

Bagi tim Lazawa Darul Hikam, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga. Ilmu dan wawasan dari Salman ITB menjadi bekal penting dalam memperkuat peran wakaf di Darul Hikam Jember. Semoga Lazawa Darul Hikam terus tumbuh menjadi lembaga zakat dan wakaf yang maju dan berdampak luas.

Reporter: Wildan Rofikil Anwar
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Direktur Womester Kecam Rencana Relokasi Warga Gaza dan Dukung Sikap Tegas Prancis, Inggris, dan Kanada

Jember — Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, mengecam keras rencana relokasi warga Gaza yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan didukung oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Prof Haris juga menyatakan dukungannya terhadap sikap tegas tiga negara Eropa—Prancis, Inggris, dan Kanada—yang menentang tindakan Israel di Jalur Gaza.

Dalam pernyataannya, Prof. Haris mengkritik rencana Trump yang ingin memindahkan sekitar dua juta warga Gaza ke negara-negara lain, seperti Libya, dengan dalih pembangunan kembali wilayah tersebut. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk pengusiran paksa yang melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional.

“Warga Gaza berhak untuk tetap tinggal di tanah kelahiran mereka. Relokasi paksa adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan,” tegas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Rencana relokasi ini mendapat dukungan dari Netanyahu, yang menjadikannya sebagai syarat untuk mengakhiri konflik di Gaza. Netanyahu menyebut rencana Trump sebagai ‘brilian’ dan berpotensi mengubah wajah Timur Tengah. Namun, rencana ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, yang menegaskan bahwa Gaza adalah bagian dari wilayah Palestina dan warganya tidak boleh dipindahkan secara paksa.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur mengapresiasi sikap tegas yang diambil oleh Prancis, Inggris, dan Kanada dalam menanggapi tindakan Israel di Gaza. Ketiga negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam perluasan operasi militer Israel dan memblokade bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mereka juga mengancam akan mengambil ‘tindakan konkret’ jika Israel tidak menghentikan ofensifnya dan membuka akses bantuan.

“Kami mendukung langkah-langkah tegas yang diambil oleh Prancis, Inggris, dan Kanada. Tindakan Israel yang memblokade Gaza dan menghalangi bantuan kemanusiaan telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi warga Palestina. Komunitas internasional harus bersatu untuk menekan Israel agar menghentikan tindakan-tindakan yang melanggar hukum internasional,” ujar Prof. Haris.

Prof. Haris juga mengajak masyarakat internasional, termasuk negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), untuk tidak tinggal diam melihat krisis kemanusiaan ini. Ia menekankan pentingnya langkah-langkah nyata dalam membantu rakyat Palestina, baik melalui diplomasi maupun bantuan langsung.

“Kita tidak boleh hanya diam. Dunia harus menunjukkan bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara atau politik,” pungkasnya.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Tuntaskan Tahap Satu Penyaluran Wakaf Uang untuk Tanah Pesantren 85,2 Juta

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam kembali menyalurkan amanah wakaf dari para donatur. Kali ini, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC secara simbolis menyerahkan wakaf uang sebesar Rp. 85.200.000 kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC, pada Selasa siang, 13 Mei 2025.

Acara serah terima ini berlangsung di Kantor Lazawa Darul Hikam, yang berlokasi di Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 6, Mangli, Kaliwates, Jember. Acara ini disaksikan langsung oleh Divisi Penghimpunan, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., serta Divisi Administrasi dan Keuangan, Ravi Maulana, S.T.

Irwan menjelaskan bahwa penyerahan wakaf ini merupakan bagian dari Program Wakaf Uang untuk Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan Tahap I. Sebelumnya, pada tahap I, Lazawa Darul Hikam telah menyerahkan wakaf uang sebesar Rp. 300.000.000 pada tahun 2024, sehingga total – setelah ditambah Rp. 85.200.000 pada bulan ini–keseluruhan tahap I kini mencapai Rp. 385.200.000.

“Alhamdulillah, serah terima ini adalah bentuk kelanjutan dari amanah para wakif (pemberi wakaf). Kami bersyukur bisa menyalurkan wakaf ini untuk pembelian tanah pesantren. Ini adalah investasi akhirat yang manfaatnya terus mengalir,” ujar M. Irwan, yang juga merupakan dosen UIN KHAS Jember.

Irwan menambahkan bahwa Program Wakaf Pembelian Tanah kini telah memasuki Tahap II, dengan target penghimpunan sebesar Rp. 614.800.000. Beberapa donatur sudah mulai berkontribusi pada tahap ini.

“Sekarang, donatur juga bisa berdonasi lebih mudah melalui platform digital: https://apps.satuwakaf.id, yang merupakan hasil kerja sama kami dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember,” lanjutnya.

Selain wakaf tanah, sejumlah program wakaf lainnya juga tersedia di platform tersebut, seperti wakaf kursi sholat untuk jamaah lansia dan difabel, wakaf sumur, dan program wakaf produktif lainnya.

“Di kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua donatur. Semoga setiap rupiah wakaf yang diberikan menjadi jalan keberkahan, kesehatan, dan pahala yang terus mengalir hingga akhir hayat,” tutup Irwan dengan penuh harap.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC menyampaikan terima kasih kepada Lazawa Darul Hikam dan para donatur yang telah berkontribusi dalam Program Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan.

“Atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Darul Hikam, kami menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah menunaikan wakafnya melalui Lazawa Darul Hikam. Semoga menjadi amal jariyah yang terus memberi manfaat, dan menjadi sumber keberkahan bagi kehidupan mereka sekeluarga,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Perkuat Ketahanan Keluarga, Lazawa Darul Hikam Salurkan Bantuan Zakat di Jember

Jember – Komitmen Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam dalam menebar manfaat bagi sesama terus diwujudkan melalui berbagai program sosial. Salah satunya adalah penyaluran bantuan zakat kepada keluarga dhuafa melalui program bertajuk “Zakat untuk Kaum Dhuafa”, yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Mei 2025.

Kali ini, bantuan diberikan kepada keluarga Ibu Fauziyah Nur Hikmah yang bermukim di Perumahan PTPN XII, Dusun Krajan, RT 01/RW 05, Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Ibu Fauziyah adalah seorang ibu rumah tangga tangguh yang menghidupi keluarganya dengan berjualan ikan pepes dan telur bebek di Pasar Pelita Kaliwates Jember. Sang suami bekerja sebagai mandor di salah satu pabrik milik PTPN.

Namun, ujian berat datang menimpa keluarga sederhana ini. Anak pertama mereka divonis menderita anemia dan gangguan pernapasan, sementara suaminya mengalami penyakit jantung dan terpaksa harus berhenti bekerja demi menjalani pengobatan intensif. Sejak Februari 2025, Ibu Fauziyah pun menghentikan aktivitas berdagang untuk merawat anak dan suaminya yang sama-sama terbaring sakit.

Kondisi ini tentu menjadi beban yang tidak ringan secara fisik, mental, dan ekonomi. Melihat kenyataan tersebut, LAZAWA Darul Hikam tergerak untuk hadir membawa secercah harapan melalui bantuan zakat yang diberikan langsung kepada keluarga Ibu Fauziyah.

Direktur LAZAWA Darul Hikam, Prof. Haris, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk nyata kepedulian lembaga terhadap sesama, sekaligus bagian dari upaya menguatkan solidaritas sosial umat.

“Program ini merupakan bentuk ikhtiar kami untuk meringankan beban keluarga Ibu Fauziyah. Ketika anak dan suami sakit bersamaan, tentu menjadi situasi yang sangat sulit. Semoga zakat yang kami salurkan bisa menjadi wasilah kebaikan dan memberi semangat baru bagi mereka,” tutur Prof. Haris.

Prof. Haris, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, menambahkan bahwa ke depan LAZAWA berencana memperluas program bantuan tidak hanya dalam bentuk finansial, tetapi juga di bidang kesehatan, dengan menjalin kolaborasi bersama rumah sakit dan tenaga medis.

“Bantuan ini diharapkan bisa menjadi langkah awal. Ke depannya, kami ingin menjalin sinergi lebih luas, khususnya dalam bidang kesehatan, agar semakin banyak saudara kita yang bisa terbantu,” tambahnya.

Guru Besar UIN KHAS Jember itu juga mengungkapkan rencana pengembangan program bantuan berbasis keluarga.

“Kami akan terus memperluas cakupan bantuan, tidak hanya menyasar komunitas besar, tetapi juga keluarga-keluarga secara individu yang membutuhkan. Pendekatan berbasis keluarga ini penting, terutama di tengah kondisi sosial ekonomi yang masih penuh tantangan,” tegasnya.

Di sisi lain, Ibu Fauziyah tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Di saat seperti ini, ternyata masih ada yang peduli kepada keluarga kami. Semoga LAZAWA senantiasa diberi keberkahan dan dapat terus membantu orang-orang yang mengalami kesulitan seperti kami,” ujarnya penuh harap.

Ia juga berharap LAZAWA Darul Hikam terus tumbuh menjadi lembaga yang kokoh dan istiqamah dalam menyebarkan manfaat.

“Semoga LAZAWA semakin maju, dilimpahi rezeki dan bisa terus menebar kebaikan bagi yang membutuhkan, terutama bagi orang-orang kecil seperti kami,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah kecil penuh kepedulian seperti ini, LAZAWA Darul Hikam terus menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga jembatan kebaikan yang mampu menghidupkan harapan dan menguatkan solidaritas antar umat.

Penulis: Wildan Rofikil Anwar

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Direktur Womester Kecam Pembunuhan di Masjid Prancis, Desak Macron Tegakkan Keadilan

Jakarta— Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kecaman keras terhadap aksi pembunuhan seorang Muslim bernama Aboubakar Cisse di sebuah masjid di Prancis (25/4/2025). Tindakan kekerasan yang terjadi di tempat ibadah itu dinilainya sebagai tragedi yang tidak hanya melukai hati umat Islam, tetapi juga mencederai prinsip dasar kemanusiaan dan kebebasan beragama.

“Tindakan ini patut dikecam keras karena tidak hanya menghina Tuhan umat Islam, tetapi juga dilakukan di dalam masjid—tempat suci umat Muslim untuk beribadah,” tegas Prof. Haris dalam keterangannya kepada awak media pada Sabtu (26/4).

Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebencian berbasis agama masih menjadi ancaman nyata bagi umat beragama, terutama Muslim di negara-negara yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia, termasuk Prancis. Karena itu, ia menilai penting untuk memastikan bahwa pelaku kekerasan ini tidak hanya dihukum, tetapi juga menjadi peringatan tegas terhadap semua bentuk intoleransi, kebencian dan Islamphobia.

Sebagai Direktur World Moslem Studies Center (WOMESTER), Prof. Haris mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron agar segera menegakkan keadilan dalam kasus ini secara terbuka dan tanpa diskriminasi. Ia menekankan bahwa penegakan hukum yang adil adalah langkah penting untuk mengembalikan rasa aman umat Islam di Prancis dan menunjukkan komitmen negara terhadap kebebasan beragama.

“Saya mendesak Presiden Macron untuk segera mengadili pelaku secara adil dan transparan. Jika tidak ditindak tegas, kekerasan terhadap umat Islam bisa terus berulang dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember periode 2019-2023.

Prof. Haris juga menyoroti pentingnya sikap tegas Pemerintah Prancis dalam memberantas segala bentuk rasisme dan Islamofobia yang semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, kebebasan yang dijunjung tinggi oleh negara tersebut seharusnya berlaku untuk semua warga negara tanpa diskriminasi atas dasar agama, ras, atau etnis.

“Prancis dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan. Karena itu, tidak seharusnya ada tempat bagi tindakan rasis maupun kebencian terhadap agama, termasuk terhadap Islam,” tegasnya lagi.

Ia menambahkan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi semua warga negaranya dalam menjalankan keyakinan agama masing-masing tanpa rasa takut. Tidak boleh ada ruang bagi intimidasi, diskriminasi, maupun ancaman terhadap umat beragama, termasuk Muslim yang saat ini menjadi sasaran Islamphobia di beberapa wilayah Eropa.

“Negara harus hadir untuk melindungi warganya dalam menjalankan agamanya. Tidak boleh ada ketakutan, intimidasi, atau bentuk ancaman apa pun. Pemerintah Prancis wajib menjamin hal ini sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusionalnya,” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Peristiwa pembunuhan Aboubakar Cisse ini pun memicu keprihatinan luas dari komunitas Muslim internasional, yang menuntut agar pemerintah Prancis tidak hanya bertindak secara reaktif, tetapi juga mengambil langkah strategis untuk menanggulangi Islamofobia dan menjamin kebebasan beragama di negaranya.

Reporter: Siti Junita

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Siap Kolaborasi Bank Indonesia Memimpin Gerakan Perubahan Sosial Melalui Wakaf

Lazawa Darul Hikam akan menjadi agen perubahan sosial yang progresif dan berdampak luas di tengah masyarakat. Melalui program wakaf kursi, kami ingin memantik gerakan kebaikan yang berkelanjutan dan mendorong lahirnya semangat filantropi yang lebih besar.

Demikian disampaikan oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, M. Fil.I., CLA., CWC., dalam acara Grand Launching Gerakan Sadar Wakaf oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember) pada 29 April 2025 di Ruang Rapat Lantai II Kantor BI Jember.

“Kami melihat Lazawa Darul Hikam bukan sekadar lembaga, tapi sebagai motor penggerak perubahan sosial di masyarakat. Lewat inisiatif seperti program wakaf kursi, kami ingin membangun budaya berbagi yang terus tumbuh dan menginspirasi semangat kepedulian yang lebih luas,” tutur Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ke depan, lanjut Prof Haris, Lazawa Darul Hikam juga akan memberi perhatian khusus pada program-program sosial yang selama ini kurang mendapat sorotan dari pemerintah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok-kelompok rentan yang kerap terabaikan dalam pembangunan.

“Kami juga ingin hadir di ruang-ruang sosial yang selama ini luput dari perhatian, terutama untuk membantu kelompok-kelompok rentan yang sering terpinggirkan dalam proses pembangunan,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Menurut Prof Haris, literasi wakaf tidak kalah penting untuk terus dibumikan di seluruh lapisan masyarakat, agar pemahaman terhadap potensi dan manfaat wakaf semakin meluas.

Dengan edukasi yang tepat, masyarakat tidak hanya akan memahami konsep wakaf secara teoritis, tetapi juga terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program wakaf produktif. Hal ini diharapkan dapat membentuk budaya filantropi yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan sosial.

“Kami di Lazawa Darul Hikam sudah kerap kali melakukan literasi wakaf dalam bentuk khutbah jumat hingga seminar internasional, baik di dalam negeri hingga di luar negeri. Seperti Malaysia, Jerman, Belanda dan Jepang,” tutur Prof Haris yang juga Ketua KP3 MUI Jawa Timur.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jember, Ahmad menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya melalui edukasi di masyarakat seperti khutbah dan semacamnya.

“Salah satu bentuk edukasi yang dapat dilaksanakan adalah dengan menyusun buku khutbah yang fokus pada topik wakaf. Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi antara takmir masjid dan Dewan Masjid Indonesia, guna memastikan pesan-pesan tentang pentingnya wakaf dapat tersampaikan dengan lebih luas kepada jamaah, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program sosial tersebut,” ujar Ahmad yang juga Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jember.

KPwBI Jember meluncurkan lima program wakaf prioritas yakni, 4 Program dari Lazawa Darul Hikam meliputi; Wakaf Sumur, Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Kursi Sholat untuk Difabel dan Lansia, Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan, dan 1 Program dari Lembaga Wakaf RIZKI yaitu Wakaf Rumah Singgah.

Hadir dalam acara tersebut Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Timu, Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, MA., Ph.D. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember, Dr. Akhyar Tarfi, S.SiT., M.H., Kepala Badan Wakaf Indonesia Jember dan Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember, Prof. Prof. Dr. H. Miftah Arifin M.Ag., NU dan Muhammadiyah Jember, pimpinan Bank Syariah di Kabupaten Jember dan pihak terkait lainnya.

Reporter : Ravi Maulana
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Grand Launching Gerakan Sadar Wakaf, Lazawa Darul Hikam Komitmen Sebagai Agen Perubahan Sosial

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, M. Fil.I., CLA., CWC., bersama Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. menghadiri Grand Launching Gerakan Sadar Wakaf oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember) pada 29 April 2025 di Ruang Rapat Lantai II Kantor BI Jember.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Gunawan menuturkan upaya komitmennya BI bersama-sama dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Wilayah Sekarkijang (Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang)). Eks Karesidenan Besuki adalah Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan di Jember, tetapi juga di seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 46 kantor perwakilan, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten dan kota, yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Gunawan.

Dalam kesempatan itu, Prof Haris sebagai narasumber menyampaikan bahwa Lazawa Darul Hikam akan menjadi agen perubahan sosial, salah satunya melalui program wakaf kursi.

“Lazawa Darul Hikam akan menjadi agen perubahan sosial yang progresif dan berdampak luas di tengah masyarakat. Melalui program wakaf kursi, kami ingin memantik gerakan kebaikan yang berkelanjutan dan mendorong lahirnya semangat filantropi yang lebih besar,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ke depan, lanjut Prof Haris, Lazawa Darul Hikam juga akan memberi perhatian khusus pada program-program sosial yang selama ini kurang mendapat sorotan dari pemerintah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok-kelompok rentan yang kerap terabaikan dalam pembangunan.

“Kami juga ingin hadir di ruang-ruang sosial yang selama ini luput dari perhatian, terutama untuk membantu kelompok-kelompok rentan yang sering terpinggirkan dalam proses pembangunan,” ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

“Karenanya, mari kita bersama-sama dalam program ini untuk satu tujuan—membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi sesama. Dengan langkah kecil namun konsisten, kita bisa menciptakan perubahan besar yang dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan,” tambah Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

KPwBI Jember meluncurkan lima program wakaf prioritas yakni, 4 Program dari Lazawa Darul Hikam meliputi; Wakaf Sumur, Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Kursi Sholat untuk Difabel dan Lansia, Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan, dan 1 Program dari Lembaga Wakaf RIZKI yaitu Wakaf Rumah Singgah.

Hadir dalam acara tersebut Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Timu, Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, MA., Ph.D. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember, Dr. Akhyar Tarfi, S.SiT., M.H., Kepala Badan Wakaf Indonesia Jember dan Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember, Prof. Prof. Dr. H. Miftah Arifin M.Ag., NU dan Muhammadiyah Jember, pimpinan Bank Syariah di Kabupaten Jember dan pihak terkait lainnya.

Reporter : Ravi Maulana
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Empat Program Wakaf Lazawa Siap Terintegrasi di satuwakaf.id Bersama BI Jember

Jalinan mitra antara Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember) semakin erat. Setelah Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. menjadi narasumber dalam Focus Group Discusion (FGD) Gerakan Sadar Wakaf yang diselenggarakan oleh KPwBI Jember pada Selasa Pagi, 22 April 2025.

Acara FGD yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 4 KPwBI Jember turut mengundang sejumlah pihak terkait, diantaranya; Perwakilan Kemenag Jember sekaligus Badan Wakaf Indonesia Jember, LAZDA Rizki, Bank Syariah Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank Nano Syariah, Bank Muamalat, BTN Syariah, Bank Jatim Syariah.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jember, Bapak Ahmad menyampaikan bahwasanya dengan adanya hubungan antara inklusivitas keuangan dan pembiayaan pada sektor sosial maupun produktif dengan sektor Wakaf, Bank Indonesia berencana untuk kolaborasi dengan seluruh mitra strategis terkait dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong aksesibilitas kemudahan bagi masyarakat berwakaf.

“Karenanya dibutuhkan adanya Gerakan Sadar Wakaf yang salah satunya dengan meluncurkan program Satu Wakaf Indonesia, sebuah platform digital yang mengintegrasikan berbagai badan/lembaga wakaf dan amil zakat di Indonesia,” ujarnya.

Di waktu yang sama, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menjelaskan jika nantinya akan ada empat program yang akan diintegrasikan ke platform satuwakaf.id diantaranya; Program Wakaf Kursi Sholat untuk Jamaah Lansia dan Difabel, Program Wakaf Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan, Wakaf Sumur, Wakaf Sawah Produktif.

“Selain dapat diakses di platform satuwakaf.id, Program Lazawa Darul Hikam lainnya, baik program zakat maupun infak, juga dapat diakses di web resmi kami yaitu www.wakafdarulhikam.org dan www.zakatdarulhikam.org ,” ujar Irwan yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Irwan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank Indonesia Jember yang telah mendukung Lazawa Darul Hikam dengan memberikan kesempatan untuk memperkenalkan program kami kepada para perwakilan Bank Syariah di Kabupaten Jember.

“Dukungan dari Bank Indonesia Jember benar-benar memberikan semangat baru bagi kami. Kesempatan untuk mempresentasikan program kami di hadapan para perwakilan Bank Syariah  di Jember adalah momen yang sangat berharga dan tidak kami sia-siakan,” ujar Irwan.

Dirinya juga berharap melalui kegiatan FGD tersebut, dapat memberikan hasil yang bermanfaat dan dapat segera ditindaklanjuti, salah satunya menjadi mitra nazhir wakaf di sejumlah Bank Syariah yang beroperasi di Jember.

“Fundrising Wakaf di Kabupaten Jember tentu memiliki banyak tantangan, tentu dengan dukungan dan kerja sama dengan sejumlah pihak terkait, seperti perusahaan dan perbankan dapat memudahkan kami untuk terus bergerak menjalankan visi kami,” tambahnya.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Kuliah Umum Syariah UIN Samarinda: Guru Besar UIN Jember Kupas Fikih Nusantara dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia

Fikih Nusantara adalah bagian dari Islam Nusantara. Islam Nusantara adalah Islam yang dipraktikkan, tumbuh dan berkembang di Nusantara. Dalam Islam Nusantara, ada tasawuf  Islam Nusantara, Dakwah Islam Nusantara, Budaya Islam Nusantara, dan sebagainya.

Demikian disampaikan oleh Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. dalam Kuliah Umum “Fiqh Nusantara, Pancasila dan Sistem Hukum Nasional di Indonesia” yang digelar oleh Fakultas Syariah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda pada Selasa, 23 April 2025.

“Istilah Islam Nusantara merujuk pada pengertian Islam yang ada di Nusantara, bukan Islam untuk Nusantara, atau Islam dari Nusantara. Kesalahpahaman orang memahami Islam Nusantara berawal dari makna penggabungan kata yang keliru ini,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Sedangkan fikih nusantara adalah pemahaman, pengamalan, dan penerapan Islam dalam segmen fikih mu’amalah sebagai hasil dialektika antara nash, syari’at, dan ‘urf, budaya, dan realita di bumi Nusantara (Indonesia).

Lebih lanjut, Prof Haris menjelaskan bahwa fikih nusantara memiliki empat metode dalam pengambilan hukum yaitu metode maslahah; metode urf atau mempertimbangkan kearifan lokal atau ‘urf di tempatnya masing-masing; metode Sad Dzari’ah Sebagai Metode Preventif, dan metode Tahqiqul Manath  dalam Metode Ilmu Dan Sains.

“Fikih Nusantara menguatkan Pancasila sebagai Dasar Negara. Di Indonesia, Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum. Selain Pancasila, ada sumber hukum lain. Agama misalnya adalah sumber hukum karena Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa. Tapi, hukum agama bukan merupakan hukum jika belum dijadikan UU. Dalam hal ini, hukum agama menjadi sumber hukum materiil, bukan sumber hukum formal yang berlaku,” jelas Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu Prof Haris menegaskan bahwa Fikih Nusantara terbukti telah menjadi bagian penting dalam legislasi hukum (taqnin) di Indonesia. Proses pengubahan fikih ini menjadi qanun atau undang-undang disebut dengan taqnin.

“Sementara, qanun adalah hasil dari positivasi hukum tidak tertulis menjadi hukum tertulis. fikih dan fatwa antara lain fatwa DSN MUI dalam konteks keindonesiaan termasuk hukum tidak tertulis, namun bisa dikembangkan menjadi hukum tertulis berdasarkan peraturan perundangan,” tutur Prof Haris yang juga dikenal sebagai Direktur World Moslem Studies Center (Womester).

Sebelumnya, dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Prof. Alfitri, M.Ag., LLM., Ph.D menuturkan kegiatan ini penting untuk pencerahan mahasiswa sebagai tambahan wawasan dan pengetahuan karena tema yang diangkat berkaitan dengan semua Program Studi di Fakultas Syariah UIN Samarinda.

“Topik yang diangkat dalam kegiatan ini sangat relevan dan lintas disiplin, sehingga menjadi bekal penting bagi seluruh mahasiswa di berbagai program studi. Ini merupakan bentuk ikhtiar akademik untuk memperluas cakrawala keilmuan mereka,” ujarnya.

“Prof. Haris merupakan narasumber yang sangat kompeten; beliau adalah Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum Islam, dikenal luas melalui berbagai karya ilmiahnya, serta aktif dalam sejumlah organisasi keilmuan. Dengan latar belakang tersebut, beliau sangat tepat untuk membahas materi ini secara mendalam dan komprehensif. Nanti akan dimoderatori langsung Dr. H. Akhmad Haries, MHI,” tambah Prof. Alfitri.

Diketahui Kuliah umum ini disertai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Syariah UINSI Samarinda dengan World Moslem Studies Center (WOMESTER) dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kualitas internasionalisasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Hentikan Genosida Palestina, Direktur Womester Dukung Fatwa Ulama Dunia

Gaza, 7 April 2025 — Terbitnya fatwa jihad dari sejumlah ulama terkemuka dunia, yang dimotori oleh Syeikh Ali Al-Qaradaghi, menjadi oase di tengah kebuntuan upaya mengakhiri genosida Israel terhadap Palestina. Fatwa ini muncul setelah 17 bulan perang brutal yang menghancurkan Gaza dan menewaskan lebih dari 50.000 rakyat Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.

Mandulnya peran pemimpin Arab dan ketidakberdayaan dunia internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam menghentikan serangan Israel menjadi alasan utama diterbitkannya fatwa tersebut. Dalam fatwa berisi 15 poin itu, para ulama menyerukan keterlibatan aktif negara-negara Islam untuk mengambil tindakan militer, ekonomi, dan politik guna menghentikan genosida yang mengerikan di Palestina.

Merespons kenyataan ini, Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menyatakan dukungannya atas diterbitkannya fatwa tersebut. Menurutnya, fatwa jihad melawan Israel oleh Syeikh Ali Al-Qaradaghi  dan 14 ulama yang lain adalah sangat signifikan dan urgen.

“Keputusan fatwa Syeikh Ali Al-Qaradaghi memiliki bobot yang signifikan terhadap 1,7 milyar penduduk muslim dunia dalam situasi saat ini. Dunia Islam perlu bersatu dan bertindak nyata untuk menghentikan genosida di Palestina,” tegas Prof. Haris.

Menurut Prof. Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember itu menjelaskan, setidaknya terdapat empat alasan kuat yang menopang pentingnya fatwa tersebut:

Pertama, sejak 7 Oktober 2023, Israel melakukan penghancuran sistematis di Palestina. Dengan dalih menghancurkan Hamas, Israel menyerang Gaza, menewaskan lebih dari 50.523 orang, melukai ratusan ribu, dan membuat jutaan warga mengungsi.

Kedua, Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag pada 19 Juli 2024 menyatakan pendudukan Israel di Palestina ilegal dan melanggar hukum internasional.

Ketiga, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menetapkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, sebagai penjahat perang, bersama Komandan Hamas, M. Deif (yang telah meninggal). ICC juga menerbitkan surat penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant, namun belum ada tindak lanjut.

Keempat, Israel melanggar gencatan senjata dengan Hamas. Setelah kesepakatan gencatan Januari 2025 berakhir pada 18 Maret 2025, Israel kembali menyerang Gaza, menewaskan lebih dari 1.000 warga. Aksi ini dinilai sebagai upaya membumihanguskan rakyat Palestina secara terang-terangan.

Meski tidak mengikat secara hukum, lanjut Prof Haris, fatwa jihad tersebut berdampak besar secara sosial, menyasar hampir dua miliar umat Muslim di 55 negara, dan mempertegas solidaritas global terhadap Palestina.

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 mewajibkan umat Islam mendukung kemerdekaan Palestina dan mengharamkan segala bentuk dukungan terhadap agresi Israel.

“Bentuk dukungan meliputi pengumpulan zakat, infak, sedekah, penggalangan dana kemanusiaan, doa kemenangan, dan Salat Gaib untuk para syuhada. MUI juga mendorong langkah diplomatik pemerintah di PBB dan OKI serta mengimbau umat menghindari transaksi dengan produk yang mendukung penjajahan dan zionisme,” ujar Prof Haris Guru Besar UIN KHAS Jember.

Dirinya menambahkan, Fatwa jihad tersebut perlu dibaca dalam spektrum makro, sebagai gerakan moral global yang memperkuat konsolidasi negara-negara Muslim untuk membela Palestina melalui langkah konkret, dengan tetap di bawah kendali negara.

Dengan kata lain, warga harus tunduk dalam kendali negara untuk melakukan jihad terhadap Israel. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban, mencegah kekacauan, serta memastikan bahwa aksi jihad dilakukan secara terorganisasi, sah secara hukum, dan tidak menimbulkan masalah baru di kancah internasional.

“Secara eksternal, fatwa ini menjadi seruan moral lintas agama yang menegaskan perjuangan melawan ketidakadilan dan genosida, bukan serangan terhadap agama tertentu,” pungkasnya.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Kolaborasi Program Satu Wakaf, Lazawa Darul Hikam Jalin Kemitraan dengan Perwakilan BI Jember

Baru-baru ini Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam yang berkantor di Perum Pesona Surya Milenia C7. No. 6 Mangli Kaliwates Jember, semakin mendapatkan kepercayaan dari banyak pihak. Salah satunya oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember).

Sebelumnya, Lazawa Darul Hikam telah diundang menjadi narasumber dan peserta dalam acara ‘Capacity Building Pondok Pesantren Binaan dan Nazhir di Wilayah Kerja KpwBI Jember’ oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember pada Rabu-Kamis, 19-20 Maret 2025 di Hotel Kokoon Banyuwangi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Jember dan Deputi Kepala Perwakilan. Dengan narasumber Kepala Kementrian Agama Kab. Jember, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Badan Wakaf Jawa Timur, Badan Wakaf Kab. Jember, Lazawa Darul Hikam Jember, dan Pondok Pesantren Al Musyaffa Jawa Tengah. Kegiatan Capacity Building dilanjutkan dengan kunjungan studi tiru ke PP. Salafiyah Safi’iyah Situbondo.

Lazawa Darul Hikam mengutus Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menjadi narasumber dengan membawakan materi Peran Nazhir dalam Pengelolaan Wakaf Profesional dan Amanah. Sedangkan Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC turut hadir sebagai peserta selama 2 hari pada acara tersebut.

“Dalam acara tersebut, kami mendapatkan banyak materi, seperti literasi Ekonomi Keuangan Sayriah (Eksyar), literasi wakaf dan nazhir, termasuk literasi kemandirian usaha pesantren,” tutur Irwan.

Turut hadir sejumlah Pondok Pesantren dan Nazhir Wakaf di Wilayah Kerja KpwBI Jember. Peserta berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Sitobondo, Lumajang, Bondowoso dan Jember.

Tidak hanya berhenti di situ, BI Jember kemudian menjalin kerjasama kelembagaan bersama Lazawa Darul Hikam dalam program Gerakan Sadar Wakaf dan Perluasan Nazhir melalui platform SatuWakaf BWI. Kerjasama kelembagaan ini berlangsung di Kantor Lazawa Darul Hikam pada Selasa, 25 Maret 2025.

Platform Satu Wakaf Indonesia adalah aplikasi digital yang diluncurkan pada Oktober 2023 oleh Bank Indonesia (BI) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk mengintegrasikan berbagai badan/lembaga wakaf dan amil zakat di Indonesia. Tujuannya adalah mempermudah masyarakat dalam menunaikan wakaf secara online, kapan saja dan di mana saja, serta meningkatkan inklusi keuangan syariah secara berkelanjutan.

Platform Satu Wakaf Indonesia dapat diakses melalui situs web resmi https://apps.satuwakaf.id/ dan aplikasi mobile yang tersedia di App Store dan Google Play Store.

Kerja sama antara Lazawa Darul Hikam dan BI Jember mendapat apresiasi tinggi dari Prof. Haris. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar langkah maju, tetapi juga pencapaian monumental yang membuktikan semakin besarnya kepercayaan publik terhadap Lazawa Darul Hikam.

“Kerja sama antara Lazawa Darul Hikam dan BI Jember bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga bukti nyata bahwa lembaga ini semakin dipercaya dan diakui kredibilitasnya. Ini adalah pencapaian luar biasa yang patut disyukuri,” pungkas Prof. Haris Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Reporter : Ravi Maulana

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Menjadi Nara Sumber Bank Indonesia, Guru Besar UIN KHAS Jember Sampaikan Manfaat Wakaf Produktif di Pesantren

Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC mengatakan bahwa wakaf memiliki sejumlah manfaat. Diantaranya wakaf mampu menyejahterakan umat Islam.

“Di pesantren, bahwa wakaf selain bisa membantu menyejahterakan umat, juga dapat membantu anak-anak muda kita untuk belajar dan praktik berwakaf secara langsung. Tidak hanya itu, wakaf juga bisa menopang kebutuhan keuangan lembaga pesantren atau Yayasan,” ujar Prof. KH. M Noor Harisudin dalam acara Capacity Building Pondok Pesantren Binaan dan Nadzir di Wilayah Kerja KPwBI Jember oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember 19-20 Maret 2025 di Hotel Kokoon Banyuwangi.

Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu menuturkan perbedaan antara wakaf dengan zakat. Menurut Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur ini, wakaf dapat menjadi aset dan bersifat produktif, sementara zakat sifatnya konsumtif.

“Harta wakaf yang kita peroleh nantinya menjadi aset yang harus kita jaga nilainya sembari digunakan manfaatnya, sedangkan harta zakat, ya dikasihkan semua,” jelas Prof. Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Seperti wakaf tanah, lanjut Prof. Haris, di mana wujudnya tetap dan menjadi aset, namun bisa kita ambil manfaatnya dengan digunakan untuk pembangunan masjid, rumah sakit, madrasah atau sekolah dan hal bermanfaat lainnya. Sedangkan harta zakat, ya harus dikasihkan semua harta zakat tersebut kepada mustahik.

Menurut Prof. Haris, hadirnya sejumlah regulasi wakaf yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, merupakan bentuk pembaharuan hukum Islam dalam bidang Wakaf. Salah satunya dengan menambahkan Nazhir sebagai rukun wakaf.

“Dalam kitab-kitab klasik, semisal Fathul Mu’in disebutkan bahwa rukun wakaf ada empat hal, yakni wakif (orang yang berwakaf), mauquf (benda yang diwakafkan), mauquf alaih (orang yang menerima manfaat, dan shighat (ikrar atau lafadz). Sedangkan dalam Undang-Undang Wakaf, rukun wakaf ditambah nazhir (pengelola wakaf),” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dirinya juga memberikan sejumlah catatan penting tentang praktik wakaf di Indonesia. Salah satunya rendahnya literasi wakaf di masyarakat dan minimnya peran pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan mutu kelembagaan organisasi wakaf.

“Lembaga wakaf juga membutuhkan trust untuk survive di tengah masyarakat selain jangkauan donatur yang luas. Selain itu, lembaga wakaf harus bekerja secara profesional dan amanah dalam mengelola dan mengembangkan dana wakaf,” pungkas Prof. M. Noor Harisudin yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember periode 2019-2023.

Kontributor : M. Irwan Zamroni Ali
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Zakat Anti Oligarki Menjadi Bahan Pengajian Dialogis di Masjid Nusantara Akihabara Tokyo

Tokyo, 10 Maret 2025
Selain untuk mensucikan harta, zakat mal juga berfungsi sebagai media anti oligarki. Demikian disampaikan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S. Ag, SH, M. Fil.I, CLA, CWC, Direktur Womester dalam pengajian di Masjid Nusantara Akihabara Tokyo Jepang (10/3/2025).

Menurut Prof Haris, tujuan berzakat adalah kai la yakuuna duulatan bainal aghniya minkum (QS. Al Hasyr: 7). Artinya agar harta itu tidak hanya berputar diantara orang kaya kalian saja. Dalam bahasa lain, zakat itu sangat anti oligarki.

“Kita tidak dilarang menjadi kaya. Tapi setelah kaya harus ditasarufkan untuk perjuangan dan dakwah Islam. Yang dilarang adalah kekayaan yang tidak punya manfaat pada manusia dan hanya menjadi oligarki”, ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Lebih lanjut, Prof Haris menyebut dua macam sodaqah. Pertama shodaqoh wajib yang disebut juga zakat. Kedua, shodaqoh sunah berupa wakaf yang pahalanya terus mengalir dan sodaqah biasa yang pahalanya tidak mengalir.

“Saya yakin. Dua instrumen ini: zakat dan wakaf ini akan menjadikan umat Islam maju dan sejahtera. Makanya, mari kita kelola keduanya dengan amanah, transparan dan profesional”, kata Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Selanjutnya, dalam ceramahnya, Prof Haris membedakan zakat mal dan zakat fitrah.

“Dalam zakat mal, tidak semua harta kita ada zakatnya. Namun hanya harta tertentu yang sudah ditentukan. Misalnya zakat pertanian, binatang ternak, emas perak, perdagangan termasuk zakat profesi. “, ujar Pengasuh PP Darul Hikam Mangli tersebut.

Selain itu zakat mal harus memenuhi syarat haul (satu tahun), juga harus memenuhi satu nishab.

” Nishabnya zakat perdagangan itu 85 gram emas. Zakatnya sebesar 2,5 persen. Kalau kita punya uang 1 milyar, maka zakatnya 25 juta rupiah. “, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jatim tersebut.

Kalau zakat fitrah, menurut Prof Haris, syaratnya ada tiga. Pertama, Islam. Kedua, bertemu dengan akhir Ramadhan dan awal Syawal.

” Ketiga, ada kecukupan makanan dia dan keluarganya pada malam Idul Fitri. Disini, kalau orang fakir menerima zakat fitrah, dia tetap harus mengeluarkan zakat fitrahnya dia dan keluarganya jika malam id ada kelebihan makanan “, tukas Prof Haris yang juga Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Jember.

Hadir pada pengajian tersebut Muhammad Anwar (Direktur Masjid Nusantara Akihabara), KH. Dadan Jaelani (Mustasyar PCI NU Jepang), Kiai Mahmud Sulaiman (Rois Syuriah PCI NU Jepang) dan Kristianto (Wakil Ketua Tanfidziyah), Nur Hidayat (Ketua MWCI NU Tokyo) dan Ust. Mustapid (Rois Syuriah MWCI NU Tokyo) serta sejumlah jama’ah masjid.

Reporter: Siti Junita
Editor: M Irwan Zamroni

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember Apresiasi Pemakaman Muslim di Jepang

Hiroshima, 9 Maret 2025

Guru Besar UIN KHAS Jember  yang juga Direktur Womester, Prof. Dr. HM. Noor Hari sudin, S. Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC apresiasi pemakaman Muslim Jepang. Prof. Haris mengapresiasi pemakaman Muslim karena pada umumnya pemakaman muslim sangat sulit di negara minoritas Muslim, termasuk Jepang.

Pernyataan Prof Haris disampaikan dalam Pengajian Dialogis yang diselenggarakan di Masjid Mihara Hiroshima Jepang (9/3/2025).

 ” Di Jepang umumnya pemakaman muslim sulit. Apalagi ada pandangan kalau penguburan mayat akan mencemari tanah dan lingkungan. Tapi alhamdulillah, saya mendengar sudah ada beberapa pemakaman muslim, diantaranya di Hongo Hiroshima, Honju Saitama dan juga di Ibaraki “, ujar Prof Harisudin yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur. 

Padahal, lanjut Prof Haris, di negara minoritas muslim, sesungguhnya diaspora muslim Jepang sudah diberikan rukhsah (dispensasi) untuk dikubur bersama non-Muslim.

” Dalam Fikih Aqalliyat, muslim yang seharusnya dikubur bersama muslim lain, boleh dikubur bersama non-Muslim jika kesulitan mendapatkan pemakaman muslim”, tukas Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember tersebut.

Fikih Aqalliyat adalah hukum fikih yang berhubungan dengan muslim yang tinggal di negeri-negeri minoritas muslim.

“Jepang, Taiwan, Cina, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Rusia, Belanda, Jerman, Amerika Serikat adalah negara-negara dengan penduduk minoritas muslim”, jelas penulis buku Fikih Aqalliyat terbitan Pustaka Compas Jakarta tersebut.

Ke depan, Prof Haris mengatakan bahwa Fikih Minoritas akan menjadi isu Human Rights (Hak Asasi Manusia).

“Ke depan ini akan menjadi isu human Rights. Pemerintah di negara minoritas muslim  harus mengakomodir kebutuhan beragama masyarakatnya, khususnya umat Islam”, tukas Dai Internasional Lima Benua tersebut.

Negara-negara maju selama ini mengklaim telah mengatur manusia dengan baik. Nah sudah saatnya, mereka juga peduli terhadap kebutuhan muslim.

“Makanya ke depan bisa jadi sudah tidak ada Fikih Aqalliyat lagi. Karena semua negara telah memfasilitasi kebutuhan umat Islam di negara masing-masing”, ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Oleh karenanya, isu Fikih Minoritas harus diperjuangkan dalam negara-negara maju tersebut.

Acara pengajian berlangsung seru dengan berbagai pertanyaan. Acara yang dimulai jam 16.00-18.00 waktu Jepang ini dihadiri H. Tirmidzi (Direktur Masjid Mihara), Septian Adi Wibowo (Ketua MWCI NU Hiroshima), Riki Have  Nugroho (Wakil Ketua) dan Ira Hestiani (Bendahara).

Selain itu hadir pula Bariq Ghazala (Ketua KMIH Jepang), Duhaul Biqal (Ketua PPIH), Ir. M Muntaha,ST,.IP (Ketua Lazisnu PCI NU Jepang) serta hampir seratus lebih jama’ah dari kota Mihara dan sekitarnya.

Reporter: M. Irwan Zamroni Ali

Editor: Siti Junita

Categories
Berita

Masjid Menjamur di Jepang, Prof. Haris Dorong Masyarakat Gunakan Wakaf Produktif

Nagano, 9 Maret 2025

“Berkembangnya Islam dengan kemunculan berbagai masjid di banyak kota dan prefektur di Jepang patut disyukuri. Untuk pembiayaan, bisa menggunakan skema wakaf produktif”.

Demikian disampaikan Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S. Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC di Masjid Indonesia Ueda Prefektur Nagano pada Tabligh Akbar, 8 Maret 2025. Masjid iini rencananya diresmikan Dubes RI di Jepang, Heri Akhmadi, pada tanggal 16 Maret 2025.

Prof. Haris mengaku senang dengan banyaknya Masjid di Jepang dalam lima tahun terakhir. Karena banyaknya masjid ini menunjukkan bagaimana geliat perkembangan Islam di bumi Sakura tersebut.

“Tinggal bagaimana memakmurkannya. Allah SWT berfirman: Hanya saja orang-orang yang memakmurkan masjid adalah orang yang beriman pada Allah dan hari akhir, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan hanya takut pada Allah SWT”, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Warga muslim di Ueda Nagano dan sekitarnya, kata Prof Haris, diharapkan dapat memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan. Di samping itu, jamaah masjid juga dapat berperan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tentu tetap dalam koordinasi Dewan Kemakmuran Masjid Indonesia Ueda Nagano.

“Muslim yang banyak uang monggo donasikan uangnya. Muslim yang punya tenaga silahkan berikan tenaganya. Muslim yang bisa masak silahkan bantu masaknya. Muslim yang bisa bersih-bersih, silahkan bersih-bersih dan begitu seterusnya”, kata Prof Haris yang juga Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Jember.

Pada sisi lain, Prof. Haris juga mendorong DKM memanfaatkan masjid agar difungsikan sebagaimana mestinya.

“Kalau disebut masjid, maka berlaku hukum masjid. Bisa digunakan itikaf, perempuan haid dilarang masuk, pahala sholat di masjid, dan sebagainya. Kalau rumah atau mushola disebut bukan masjid  sehingga tidak bisa itikaf”, ujar Prof. Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.

Lebih jauh, Prof. Haris mendorong agar Dewan Kemakmuran Masjid  bisa menggunakan wakaf untuk kegiatan di masjid.

“Untuk pembelian lahan masjid, pembangunan dan pengembangan masjid, sebaiknya pakai wakaf. Karena wakaf itu produktif. Beda dengan zakat dan infak yang bersifat konsumtif”, ujar Prof. Haris yang juga dikenal dengan Dai Internasional lima benua tersebut.

Sebelumnya Prof Haris menjelaskan tentang zakat sebagai ibadah yang wajib bagi muslim. Sebagai seorang Muslim, lanjut Prof. Haris, selain menjalankan puasa di bulan Ramadhan, seorang Muslim juga diwajibkan menunaikan zakat fitrah dan zakat mal.

” Jika zakat fitrah wajib untuk semua orang Muslim yang pada malam Id ada kecukupan makan untuk dirinya dan keluarganya, maka zakat mal hanya tertentu pada muslim yang hartanya mencapai satu nishab. Kalau zakat mal tertentu pada orang kaya”, ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur tersebut.

Hadir pada kesempatan itu 150 lebih jamaah Masjid Indonesia Ueda. Selain dihadiri Katib  Syuriyah MWCI NU Nagano, Ust. Bambang Hari Yunanto, hadir juga Ketua Tanfidziyah Ust. Jimmy Ibrahim Ramadhan dan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid, Ust. Ariestya Kurnia.

Acara Tablig Akbar berlangsung seru mulai jam 8.30 hingga jam 10 malam waktu Jepang setelah sholat Isya dan tarawih. Para jamaah juga banyak bertanya. Sebelum tabligh akbar, jamaah disuguhi buka bersama dengan menu masakan Nusantara yang mengundang selera.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Berita

Prof Haris: Islam Mengintegrasikan Diaspora Indonesia menjadi Masyarakat Jepang Modern

Ibaraki Jepang, 7 Maret 2025
Saya kagum dengan PCI NU Jepang yang dipimpin oleh Kiai Achmad Ghozali, Ph.D. Demikian disampaikan oleh Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, ClA, CWC di Masjid Al Ikhlas Kandatsu Ibaraki Jepang (Kamis, 6/3/2025).

PCI NU Jepang memiliki banom yang hidup seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Pagar Nusa dan ISNU. Sementara lembaga di bawah PCI NU juga banyak misalnya Lembaga Perekonomian, Lembaga Da’wah, Lembaga Ta’lif wan Nasyr, Lakpesdam, Lazisnu, Badan Administrasi, Mualaf Center, Lesbumi dan Lembaga Takmir Masjid. Organisasi mahasiswa ada KMNU. Tidak hanya itu, lanjut Prof Haris, yang luar biasa adalah PCI NU juga memiliki MWCI (Majlis Wakil Cabang Istemewa) NU di 15 propinsi (prefektur) di Jepang. Jepang sendiri memiliki 47 prefektur di negara sakura tersebut.

“Kalau ada banom Muslimat, Fatayat, Ansor, Pagar Nusa dan ISNU mungkin sudah banyak. Tapi kalau yang punya MWCI NU ini insyaallah PCI NU Jepang yang pertama”, tukas Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tersebut.

Prof Haris juga mengapresiasi banyak masjid NU yang berdiri di bawah PCI NU Jepang. “Juga soal masjid yang keren di bawah PCI NU Jepang. Bahkan PCI NU juga memiliki pesantren NU at-Taqwa yang terletak di Koga Ibaraki”, jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam ceramah setelah tarawih itu, Prof. Haris menekankan pentingnya diaspora Indonesia untuk menyatu dalam masyarakat Jepang modern.

“Diaspora Indonesia harus berintegrasi dengan masyarakat Jepang modern. Apalagi ternyata banyak tradisi Jepang yang sesuai dengan ajaran Islam. Bahkan Islam itu sendiri yang mengajarkannya”, tukas Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur tersebut.

Tradisi kebersihan misalnya. Tentu ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad Saw: an nadlaafatu minal imaan. Artinya kebersihan itu sebagian dari iman. “Karena itu, niati itu melaksanakan ajaran agama Islam. Demikian juga soal kejujuran, kedisiplinan dan tidak mengganggu orang lain yang diperintahkan dalam Islam”, kata Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Jember.

Dalam Islam, jelas Prof. Haris, dikenal kaidah Ats Tsaabitu bil ‘Urfi kats tsabiti bin nasshi ma lam yukhaalif syar’an. Artinya sesuatu yang ditetapkan berdasarkan tradisi sama dengan sesuatu yang ditetapkan berdasarkan Nash (al-Quran dan al- Hadits).

“Namun ada catatan disitu. Maa lam yukhaalif syar’an. Selama tidak bertentangan dengan syariat. Kalau tradisi bunuh diri, minum bir, judi dan sebagainya, tentu harus dijauhi Diaspora Indonesia”, ujar Prof Haris yang juga terkenal dengan dai internasional lima benua tersebut.

Prof. Haris hadir bersama Ketua PCI NU Jepang, Kiai Achmad Gazali, Ph.D dan Petani Sukses asal Jepang, Cak Yuanas. Sementara dari DKM Masjid al Ikhlas, hadir Pak Ali, Pak Oim, Gus Ridlo dan sejumlah pengurus. Jamaah yang hadir hampir seratus orang yang memenuhi masjid. Mereka senang dan atunsias dengan acara tersebut. ***

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Berita Dunia Islam

Proses Rukyah Hilal di Malaysia Tetapkan Awal Ramadhan Jatuh pada 2 Maret 2025

Malaysia – Umat Islam di Malaysia dipastikan akan memulai ibadah puasa Ramadhan 1446 H pada hari Ahad, 2 Maret 2025. Keputusan ini diambil setelah proses cerapan hilal (anak bulan) pada 28 Februari 2025 tidak berhasil melihat bulan baru. Hal ini berbeda dengan umat Islam di Indonesia yang telah memulai puasa sehari lebih awal, yakni pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

“Berdasarkan hasil rukyah yang dilakukan di berbagai lokasi yang telah ditentukan, hilal tidak tampak pada 28 Februari 2025. Oleh karena itu, bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari dan awal Ramadhan jatuh pada 2 Maret 2025,” ujar Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja Malaysia Tan Sri Syed Danial Syed Ahmad dalam pengumumannya.

Di Malaysia, penentuan tanggal 1 Ramadhan dilakukan melalui serangkaian proses yang melibatkan otoritas agama dan astronomi. Proses pertama adalah rukyat hilal atau pencarian anak bulan yang dilakukan di berbagai lokasi strategis, seperti observatorium atau tempat tinggi yang memungkinkan pengamatan hilal.

Malaysia juga menggunakan kriteria yang telah disepakati dalam MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Kriteria ini mencakup dua faktor utama, yaitu ketinggian hilal yang harus minimal 3 derajat di atas ufuk dan elongasi atau jarak antara matahari dan bulan yang harus minimal 6,4 derajat. Jika hilal tidak memenuhi syarat, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

“Di Malaysia tetap berpedoman pada kriteria MABIMS dalam menentukan awal Ramadhan. Jika hilal tidak memenuhi syarat, maka mereka menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari,” jelas Wakil Direktur World Moslem Studies Center (Womester) Depok, KH. Moh. Romli saat menjalankan safari dakwah di Malaysia.

Setelah melalui proses rukyah, lanjut Ustad Moh Romli yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat,  jika hilal tidak dapat terlihat, maka Penyimpan Mohor Besar Raja-Raja akan mengumumkan bahwa bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

“Dengan demikian, awal bulan Ramadhan akan dimulai pada hari berikutnya setelah Syaban mencapai 30 hari. Sebaliknya, jika hilal terlihat, maka hari pertama Ramadhan akan diumumkan. Dengan keputusan ini, umat Islam di Malaysia akan menjalankan ibadah puasa secara serentak dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Brunei, yang juga telah menetapkan awal Ramadhan pada tanggal yang sama,” tambah Moh Moh Romli yang juga Wakil Ketua PCNU kota Bogor.

Diketahui KH. Moh. Romli bersama Dr. KH. Mas`ud Ali mewakili Womester tengah menjalankan program Safari Ramadhan di berbagai daerah di Malaysia. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Malaysia.

Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan sosial dan keagamaan kepada umat Islam di Malaysia, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar sesama umat Muslim Indonesia yang berada di Malaysia.

“Safari Ramadhan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan dakwah bagi umat Islam di Malaysia, khususnya bagi komunitas Muslim Indonesia yang tinggal di sini,” ungkap Kyai Abd. Pari, Rais Syuriah PCI NU Malaysia.

Para Pengurus Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia, termasuk Kyai Abd. Pari, Kyai Umar, Gus Yafik, dan Pak H. Kusnan, menyambut hangat kedatangan tim dari Womester. Diharapkan pengabdian di negeri jiran ini membawa berkah dan manfaat bagi seluruh umat Islam.

“Semoga bulan Ramadhan tahun ini menjadi momentum bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat ukhuwah Islamiyah,”: tambah Kyai Umar.

Bulan Ramadhan selalu menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia untuk meningkatkan spiritualitas, memperbanyak ibadah, serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial di tengah komunitas Muslim.

Kontributor : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Berita Dunia Islam

PCI NU Malaysia Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi dan Kepedulian bagi Pekerja Migran

Semenyih, Kuala Lumpur, 3 Maret 2025 – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Malaysia menggelar acara buka puasa bersama (Bukber) yang dihadiri oleh ratusan kader dan pengurus NU di Malaysia.

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran dua tamu dari World Moslem Studies Center (Womester) Indonesia, KH Moh. Romli dan Dr. KH Mas’ud. Kegiatan yang berlangsung di Kantor PCI NU di Semenyih, Kuala Lumpur, ini tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat peran NU dalam mendukung Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

Dalam suasana penuh kehangatan, mereka berbagi pengalaman dan berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi PMI serta bagaimana NU dapat menjadi solusi dalam berbagai aspek, baik agama, sosial, maupun ekonomi. Acara ini juga dihadiri dari ratusan peserta yang terdiri dari jajaran Mutasyar, Syuriah, Tanfidziyah, MWC, Ranting, dan Banom.

“Buka bersama seperti ini menjadi momen penting bagi kita untuk terus menjaga silaturahmi, berbagi pengalaman, dan menguatkan semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di Malaysia. Selain itu, NU harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh Pekerja Migran Indonesia,” ujar KH Moh. Romli yang juga anggota Komisi Fatwa MUI Pusat dan Wakil Ketua PCNU Kota Bogor.

KH Moh. Romli menegaskan bahwa kehadiran NU di Malaysia tidak hanya menjadi wadah ibadah, tetapi juga sebagai penjaga moral dan sosial bagi para PMI. Ia mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW:

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahmi.” (H.R. Bukhari)

Banyak PMI yang awalnya datang ke Malaysia hanya untuk bekerja dan mencari penghidupan lebih baik, tetapi kemudian menemukan panggilan baru sebagai bagian dari perjuangan NU di tanah rantau.
“Ini luar biasa. Di tengah kesibukan mencari nafkah, mereka masih mau mengurus NU dan ikut serta dalam kegiatan sosial serta keagamaan,” tambahnya.

Selain tausiyah agama, acara ini juga diisi dengan diskusi santai mengenai perkembangan terbaru program-program PCI NU Malaysia. Para kader didorong untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah yang diselenggarakan selama bulan suci Ramadan 1446 H, termasuk program bantuan bagi sesama PMI yang membutuhkan.

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran berbagai hidangan khas Nusantara, seperti bakwan, kolak, sate, dan takjil yang menggugah selera. Acara ini menjadi bukti bahwa PCI NU Malaysia tidak hanya berperan sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai wadah kebersamaan yang mampu menginspirasi, membina, dan menggerakkan kader-kadernya untuk menebarkan kebaikan di tanah rantau.

Kontributor : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Dunia Islam

Prof. Haris: Sama dengan Tradisi Jepang, Islam Ajarkan Muslim Tak Ganggu Orang Lain

Ibaraki, 3 Maret 2025

Islam sangat support dengan tradisi di Jepang. Salah satunya, ajaran Islam tidak mengganggu orang lain. Demikian disampaikan Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin di Depan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Merah Putih, 3 Maret 2025. Prof Haris jadi bersama Ketua PCI NU Jepang, Kiai Ahmad Ghazali, Ph.D.

Kalau di Jepang, orang tidak boleh mengganggu orang lain, maka Islam juga mengajarkan hal yang sama.

“La dlarara walaa dliraara. Sabda Rasulullah Saw. “, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

La dlarara, lanjut Prof. Haris, berarti bahwa Islam melarang orang untuk melakukan sesuatu yang membahayakan atau merusak diri sendiri. 

“Minum arak, konsumsi ganja, makan racun, dan sebagainya adalah perbuatan yang membahayakan diri sendiri. Harakiri atau bunuh diri termasuk perbuatan yang membahayakan dan merusak diri sendiri”, ujar Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur tersebut.

Sementara wala dliraara berarti bahwa Islam melarang untuk melakukan sesuatu yang membahayakan dan juga merugikan orang lain.

“Orang lain harus dihargai. Islam melarang orang untuk berbuat jahat yang membahayakan dan merugikan pada orang lain, termasuk pada non-muslim sekalipun. Ini yang saya sebut Islam support dengan tradisi Jepang”, ujar Prof Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Jember.

Pada sisi lain, Islam mendorong kohesi sosial terjadi di antara umat Islam. Sesama Muslim tidak boleh menyakiti.

“Rasulullah Saw bersabda. Al muslimu man salimal muslimuun min lisaanihi wayadihi. Seorang Muslim sejati adalah mereka yang lisan dan tangannya tidak mengganggu sesama muslim”, tukas aktivis Islamic Global Community tersebut.

Oleh karena itu, internal umat Islam di negara sakura harus kuat. Persatuan adalah hal penting dan utama. Di samping itu, umat Islam harus mengintegrasikan pada budaya dan kepentingan nasional negara Jepang tersebut. Tentu ada catatannya: selama tidak bertentangan dengan Syariat Islam.

Reporter: M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Kajian Ramadhan, YPI Darul Hikam Bahas Puasa Perspektif Fiqh dan Kesehatan

Media Center Darul Hikam – Memasuki bulan suci Ramadhan 1446 H, seluruh umat Muslim dunia tengah menjalankan ibadah puasa. Yaitu, salah satu ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkannya, mulai fajar hingga matahari terbenam.

Sebagai salah satu ibadah wajib seorang Muslim, penting kiranya untuk mengkaji lebih lanjut tentang puasa dari berbagai perspektif. Maka dari itu, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menggelar Webinar Nasional dengan tema “Puasa Perspektif Fiqh & Kesehatan” yang berlangsung secara online via zoom meeting pada Senin Sore, 03 Februari 2024.

Webinar kali ini mendatangkan 2 narasumber ternama yang ahli di bidangnya masing-masing, diantaranya; dr. Retno Warasati (Kepala Puskesmas Klabang Bondowoso) dan Ust. Suwardi S.HI., M.H (Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember & Pengajar PP. Darul Hikam).

Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, perlu memahami secara utuh makna puasa dari berbagai perspektif, seperti kesehatan dan fiqih.

 “Misalnya hadis yang berbunyi ‘Shumu Tashihhu’ adalah hadis yang artinya “puasalah niscaya kamu akan sehat”. Nah, sehat yang dimaksud dalam hadis ini sehat yang bagaimana menurut ilmu kesehatan, termasuk maqash id syariahnya jika ditinjau dari fiqh nya,” ujar Prof Haris yang saat ini diundang PCI NU Jepang untuk Dakwah Internasional 28 Februari – 14 Maret 2025.

Kepala Puskesmas Klabang Bondowoso, dr. Retno Warasati menjelaskan bahwa puasa memiliki banyak manfaat salah satunya adalah bisa menurunkan kadar insulin dan berat badan.

“Banyak orang saat ini yang obesitas sehingga menimbulkan sejumlah penyakit baru, seperti penyumbatan aliran darah, jantung koroner, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh berat badan yang lebih,” jelasnya.

Manfaat lainnya juga yaitu memberikan efek yang bagus terhadap masa pertumbuhan dan optimalisasi pembakaran lemak.

“Ketika tubuh tidak bergantung lagi pada karbohidrat, secara otomatis lemak-lemak kita akan terbakar sebagai energi, sehingga kolesterol, lemak jahat, asam urat serta hal negatif lainnya berkurang,” tambah dr. Retno.

Di kesempatan yang sama, Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember dan Pengajar PP. Darul Hikam, Ust. Suwardi S.HI., M.H. menyampaikan bahwa puasa merupakan penyanggah agama Islam. Ia mengutip salah satu hadis yang berbunyi ‘Buniyal islamu ala khomsin artinya Islam dibangun di atas lima perkara, salah satunya puasa.

Menurut Ust. Suwardi, Puasa diwajibkan hanya bagi orang yang beriman, tidak cukup Islam saja. Sehingga dalam al-Quran salah satu dalilnya yang berbunyi “Kutiba alaikumus siam” adalah bagian dari ayat Al-Qur’an yang artinya “diwajibkan atas kamu berpuasa”.

“Jadi langsung menggunakan kata ‘Kutiba’ artinya diwajibkan, maka biasanya hal-hal yang diwajibkan itu pasti berat pelaksanaannya atau bertentangan dengan selera manusia pada umumnya seperti pada ibadah mahdhah lainnya,” jelas Ust. Suwardi.

Orientasi puasa, lanjut Ust. Suwardi yaitu La allakum tattaqun adalah frasa dalam Al-Qur’an yang artinya “agar kamu bertakwa”. Frasa ini terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 183. 

“Takwa memang maknanya menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, tetapi ada hal dibalik itu semua yaitu kadar keimanan kita. Semakin kuat iman seseorang maka semakin takwa seseorang, karena keimanan berbanding lurus dengan ketakwaan,” pungkasnya.

Reporter : M. Syafiq Abdur Raziq

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Direktur World Moslem Studies Center: Fiqh Aqalliyat Cocok untuk Muslim Jepang

Niigata – Praktik Fiqh Aqaliyat atau fikih minoritas menjadi solusi bagi umat Islam yang tinggal di negara dengan penduduk mayoritas non-Muslim, termasuk Jepang. Hal ini menjadi salah satu topik pembahasan Direktur World Moslem Studies Center, Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin, S.Ag. SH., M.Fi.I dalam kajian yang digelar di Masjid Nusantara Kota Tsubame, Prefektur Niigata, Jepang, pada Minggu, 02 Maret 2025.

Masjid Nusantara Tsubame merupakan masjid baru. Masjid ini mulai digunakan untuk kegiatan shalat Jumat sejak tanggal 31 Januari 2025. Masjid dua lantai dengan luas 420 meter persegi ini menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi diaspora Indonesia di Tsubame dan kota-kota sekitarnya. Pada akhir pekan, saat banyak pekerja migran libur, masjid ini semakin ramai dikunjungi umat Islam.

Kajian Fiqh Aqalliyat dimulai pada pukul 16.30 hingga 17.30 waktu setempat. Prof. Haris, yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, membuka pembahasan dengan menjelaskan konsep masyaqat atau kesulitan dalam menjalankan ibadah.

“Pahala itu bergantung pada masyaqat-nya. Jika menjalankan ibadah di Jepang lebih sulit, maka pahalanya pun lebih besar. Prinsipnya, semakin sulit, semakin banyak pahala,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Menurut Prof Haris, seorang Muslim yang tinggal di Jepang dapat menerapkan Fiqh Aqalliyat dalam praktik keseharian Islam. Fiqh Aqalliyat adalah fiqh yang dirancang khusus untuk komunitas Muslim di negara-negara minoritas muslim. Di negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Taiwan, China, dan negara sejenis, minoritas muslim lain dapat menggunakan fiqh aqalliyat yang juga juga dikenal dengan fiqh rukshah (dispensasi) tersebut.

Dalam pandangan Prof Haris, fiqh aqaliyat juga disebut fiqh dispensasi karena dalam fiqh aqalliyat berlaku hukum pengecualian karena alasan keadaan sulit (masyaqqat) bagi umat Islam.

“Jika fiqh umumnya mewajibkan muslim dikubur dalam satu pemakaman dengan muslim yang lain, maka ini tidak bisa dilakukan di Jepang yang pada umumnya tidak ada pemakaman muslimnya. Oleh karena, Fiqh Aqalliyat membolehkan kuburan muslim berbaur dengan pemakaman non-muslim. Demikian juga, mensucikan najis mughaladlah pada umumnya pada tujuh kali basuhan salah satunya dengan debu. Ini juga sulit bagi muslim minoritas karena mereka tinggal di lantai tinggi apartemen dimana mereka sangat susah ke bawah cari debu dan apalagi jika dimarahi majikan. Maka dalam Fiqh Aqalliyat tidak pakai debu, tapi dicampur dengan sabun”, ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Demikian juga dengan sholat Jum’at yang sulit dilakukan bagi sebagain muslim. Sebagai contoh, banyak pekerja migran Indonesia yang harus bekerja dari pukul 08.00 hingga 17.00, sehingga kesulitan melaksanakan salat Jumat di masjid. Kalau ingin jumatan, mereka harus tidak masuk kerja. Sebaliknya, kalau mereka kerja, mereka tidak bisa sholat Jum’at.

Menurut Prof. Haris, tantangan yang dihadapi Muslim di Jepang tidak hanya terbatas pada akses ke masjid, tetapi juga ketersediaan makanan halal, pemakaman Muslim, serta regulasi pemerintah yang tidak selalu mendukung praktik keagamaan Muslim. Ia menambahkan bahwa dalam kondisi sulit seperti ini, Muslim diaspora Jepang mendapatkan rukhsah atau keringanan dalam menjalankan ajaran Islam, sehingga tetap bisa beribadah dengan baik meskipun berada di lingkungan yang berbeda dari negara-negara Muslim mayoritas.

Seperti di negara-negara minoritas Muslim lainnya, keterbatasan ini mengharuskan umat Islam untuk cerdas mencari solusi dengan menerapkan Fiqh Aqaliyat, jelas Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tersebut.

Apa yang disampaikan Prof. Haris senada dengan pengalaman H. Suratman yang sudah tinggal puluhan tahun di Jepang. Dulu, H. Suratman harus meminta izin tidak masuk kerja agar bisa melaksanakan shalat Jumat. Lambat laun, ia mengubah strategi dengan cara menunaikan salat Jumat di perusahaan dengan meminta tempat pada perusahaan, meski jumlah jamaah kurang dari 40 orang.

“Alhamdulillah, sekarang kami sudah ada masjid sehingga tidak pernah meninggalkan sholat Jum’at,” kata H. Suratman, salah satu peserta kajian yang juga Pengelola Masjid Nusantara Tsubame Niigata Jepang.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCI NU Niigata Jepang, Alfian mengatakan bahwa mereka yang kerja di lapangan sulit melakukan sholat Jum’at. Karena kerja di lapangan pada umumnya menyesuaikan dengan target perusahaan.

“Kalau kita yang di lapangan harus ikut pada target perusahaan, sehingga kita seringkali sulit Jum’atan di Jepang. Akhirnya, ya kita qadla karena dilakukan di luar waktu Jum’at. Karena saat kerja, tidak cukup waktu sholat Jum’at dan juga sholat Ashar”, kata Alfian yang asal Bandar Lampung Indonesia. ***

Reporter : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember: Puasa Berdampak Sosial pada Diaspora Muslim Jepang

Ibaraki, Jepang – Puasa di bulan Ramadan memiliki dampak sosial yang besar, terutama bagi komunitas Muslim di perantauan. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA.,CWC dalam kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid NU At-Taqwa, Koga, Ibaraki, Jepang, pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Acara ini dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai latar belakang, baik warga Indonesia maupun Muslim dari negara lain. Kultum disampaikan tujuh menit setelah salat Magrib, kemudian dilanjutkan dengan salat Tarawih dan Witir sebanyak 23 rakaat.

Dalam ceramahnya, Prof. Haris, yang tengah diundang PCI NU Jepang untuk kegiatan Dakwah Internasional pada 28 Februari – 14 Maret 2025, menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan akan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Ibnu Atha’illah Al-Iskandari mengatakan, ‘man wajada tsamrata ‘amalihi ‘ajilan fahuwa daliilun ala qabuulihi ajilan.’ Artinya: ‘Barang siapa yang menemukan buah amalnya di dunia, maka itu bukti akan diterima amalnya kelak di akhirat.’ Buah amal ini tampak dari perubahan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Prof. Haris, yang juga Direktur World Muslim Studies Center.

Lebih lanjut, Prof. Haris menjelaskan bahwa seorang Muslim yang menjalankan puasa dengan baik akan menunjukkan sikap baik tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga terhadap makhluk lain, seperti hewan, tumbuhan, dan lingkungan sekitar.

Dalam konteks ini, ia mengutip Al-Qur’an QS. Al Baqarah: 183 yang menyebutkan bahwa tujuan puasa adalah membentuk pribadi bertakwa (la’allakum tattaqun).

” Ibarat hewan, tattaqun adalah kupu-kupu yang indah nan elok dilihat dan menyenangkan setelah seekor ulat melakukan puasa menjadi kepompong “, ujar Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Menurutnya, jika Muslim di Jepang mampu menunjukkan akhlak yang baik dan unggul, hal ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat Jepang. Keberadaan diaspora Muslim dapat menjadi solusi bagi masyarakat Jepang yang mengalami dahaga spiritual.

Reporter: Siti Junita
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Khutbah di Masjid NU at Taqwa Ibaraki, Prof Haris Imbau Muslim Jepang Persiapkan Diri Sambut Ramadhan

Ibaraki – Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof KH M Noor Harisudin mengimbau Muslim Jepang mempersiapkan diri menyambut Ramadhan 1446 Hijriah.

“Senyampang menjumpai Ramadhan tahun 1446 H/2025, mari kita persiapkan diri dengan baik,”ujarnya saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid at-Taqwa NU Ibaraki Jepang, Jumat (28/2/2025).

Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember ini diundang PCINU Jepang dalam acara Dakwah Internasional mulai 28 Pebruari hingga 14 Maret 2025.

Kata dia, tentu sangat disayangkan jika bulan yang penuh berkah ini lewat begitu saja. Meski tanpa menafikan tantangan yang dihadapi seorang Muslim di Jepang sendiri, Prof Haris menyampaikan lima hal persiapan menjelang Ramadhan.

“Pertama, dengan ilmu. Apa yang kita lakukan harus didasarkan pada ilmu. Puasa kita, itikaf kita, dan sebagainya harus pakai ilmu. Waman bighairi ilmin ya’malu, a’maaluhu marduudatun la tuqbalu. Barangsiapa yang beramal tidak menggunakan ilmu, maka amalnya akan ditolak,” kata Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Kedua, lanjut Prof Haris, adalah  manajemen amal. Eman sekali, jika seorang muslim tidak  memperbanyak amal di bulan Ramadlan. Rasulullah bersabda “Man alima wa amila, ‘allamallahu ma lam ya’lam. Barang siapa mengetahui dan mengamalkan ilmu yang diketahuinya, maka ia akan diberi ilmu yang tidak diberikan pada manusia yang lain.

Selain dua hal tersebut, hal lain yang perlu disiapkan adalah pensucian jiwa. “Ketiga, hati yang bening kita siapkan dalam menyambut Ramadlan 1446 H. Allah Swt berfirman dalam QS, as-Sayms 9-10:  Qad aflaha man zakkaaha. Waqad khaaba man dassaaha. Artinya: Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwa dan merugi orang yang mengotori jiwa,” ujar Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur tersebut. 

Keempat, persiapan lainnya adalah finansial. Ibadah seperti zakat, infak dan wakaf juga perlu dilakukan di bulan Ramadlan.  Ibadah Maliyah ini sangat penting menjadi penyempurna ibadah puasa muslim. 

Dan terakhir (kelima), persiapan fisik. “Karena ibadah puasa menggunakan fisik. Ibadah yang lain mengiringi puasa juga pakai fisik. Termasuk ibadah malam untuk malam lailatul qadar. Apalagi Muslim Jepang di tengah aktivitas kerja rutin,” tukas Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Jember ini mengakhiri sambutannya.

Hadir ratusan jamaah yang merupakan warga negara Indonesia, Pakistan, India, Turki, Sri Langka, Bangladesh dan sebagainya yang memenuhi masjid tersebut. Khutbah berjalan khusyuk dan khidmah mulai jam 12.00-12.30 waktu setempat.

Khutbah disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Indonesia mengingat jamaah non-Indonesia yang hampir 50 persen jamaah Jumat hari itu. 

Kontributor: M Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Berita

Belajar Manajemen Ziswaf, Yaspenda Zainul Ilah Madura Studi Banding ke Lazawa Darul Hikam

Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA., CWC menerima kunjungan silaturahmi dari Yayasan Pendidikan dan Dakwah Zainul Ilah Madura, pada Sabtu, 22 Februari 2025. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam ini membahas kolaborasi untuk kemaslahatan umat melalui zakat, infak dan wakaf –selain juga belajar bagiaman pengelolaan manajemen zakat, infak dan wakaf di lembaba yang berdiri sejak 2024 yang silam.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA, CWC (Direktur), Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H.M.H., CWC (Nazhir Wakaf Darul Hikam), Ravi Maulana, S.T (Staf Keuangan) dan Achmad Mutiurrahman (Staf Media). Sementara, dari Yayasan Pendidikan dan Dakwah Zainul Ilah Madura hadir Dr. H. Atiqullah, S.Ag., M.Pd. (Ketua), K. Abdur Rahem (Ketua Takmir) dan bersama rombongan.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Haris menjelaskan bahwa Lazawa Darul Hikam didirikan untuk kesejahteraan dan kemaslahatan umat Islam.

“Dari semua aset yang ada di Lazawa Darul Hikam, tahun 2024 kemarin, kami telah berhasil menghimpun dana kurang lebih 1 miliar rupiah dari para donatur, baik berupa tanah hingga uang. Itu semua adalah amanah dari kami untuk digunakan sesuai peruntukannya,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Hanya saja yang paling penting, lanjut Prof Haris, yaitu menjaga trust umat. Prof Haris yakin dengan potensi zakat dan wakaf yang akan menjadi kekuatan umat Islam dalam meraih kesejahteraan dan kemaslahatan ummat.

“Filantropi Islam itu memiliki banyak manfaat. Salah satu contohnya Wakaf Kursi Sholat yang menjadi salah satu inovasi di Lazawa Darul Hikam. Karena itu, kami terus berupaya dengan menghadirkan program inovatif dalam kota dan lintas kota bahkan luar negeri. Misalnya dakwah dalam dan luar negeri, santunan yatim, wakaf kursi salat, kurban, dan lainnya,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur.

Sementara itu, Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menjelaskan mekanisme pengajuan untuk menjadi Nazhir Wakaf Uang di BWI yang melibatkan serangkaian persyaratan yang kompleks. Salah satunya lembaga tersebut harus terdaftar resmi di Kemenkum HAM dan memiliki surat keterangan domisili dari kelurahan.

“Selain itu, minimal dua orang yang terdaftar harus memiliki sertifikat kompeten sebagai nazhir,” jelas Ustadz Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Pada sisi lain, Ketua Yayasan Pendidikan dan Dakwah Zainul Ilah Madura hadir Dr. H. Atiqullah, S.Ag., M.Pd. mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Lazawa Darul Hikam menerima kunjungannya dalam rangka silaturahmi sekaligus studi banding.

“Ada banyak hal perlu kita lakukan untuk kesejahteraan umat. Salah satunya memaksimalkan dana zakat, infak dan wakaf,” ujar Dr. Atiqullqh yang juga Direktur Pascasarjana IAIN Madura.

Hasil pertemuan ini, lanjut Dr. H. Atiqullah, harus segera direalisasikan agar cita dan harapan kami untuk mengabdi ke masyarakat melalui pendidikan dan layanan sosial dapat terwujud.

“Saat ini kami juga tengah mengelola masjid dan pendidikan. Harapan kami dengan kunjungan ke Lazawa Darul Hikam ini dapat memberikan wawasan baru mengenai manajemen zakat, infak dan wakaf,” jelasnya.

Reporter : Ravi Maulana, S.T
Editor : Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H

Categories
Berita

Soroti Revisi RUU KUHAP, PK2BH YPI Darul Hikam Gelar Seminar Nasional

Jember – Rapat Paripurna DPR RI pada tanggal 18 Februari 2025 menyepakati Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menjadi usul inisiatif DPR. Sejumlah akademisi dan praktisi hukum banyak berasumsi bahwa harus ada keterlibatan masyarakat untuk memastikan bahwa regulasi yang dihasilkan mencerminkan kebutuhan masyarakat dan menjamin Hak Asasi Manusia (HAM).

Pandangan sejumlah akademisi dan praktisi mengenai revisi RUU KUHAP ini disampaikan dalam Seminar Nasional ‘Kesetaraan Peran dan Kewenangan Dalam RUU Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)’ pada Kamis (20/2/2025). Acara berlangsung di Aula Perpustakaan UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember pada pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Guru Besar UIN KHAS Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H. M.Fil.I, CLA., CWC. menyatakan bahwa ada terdapat beberapa pokok pembahasan yang menjadi sorotan masyarakat sipil terhadap RUU KUHAP ini.

“Kami menilai KUHAP yang sudah diberlakukan sejak 1981 ini harusnya diselesaikan tanggal 1 Januari hingga 20 Maret 2025. Terkesan terburu-buru sehingga berpotensi menjadi problematika di kemudian hari. Kemudian untuk menjaga transparansi, seharusnya perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat sehingga kami benar-benar bisa menilai apakah revisi RUU tersebut sudah sesuai atau perlu adanya penyempurnaan ulang,” ucapnya yang juga Ketua PP APHTN .

Prof Haris juga menyebutkan beberapa kritik terhadap beberapa keputusan dalam KUHAP, diantaranya diferensiasi fungsional Aparat Penegak hukum (APH).

“Di sini APH ada diferensiasi fungsional, tapi yang diusulkan itu ada posisinya masing-masing. Ini diduga ada ketimpangan yang begitu signifikan, salah satunya ada APH yang fungsinya lebih dominan, seperti Jaksa,” tutur Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negera.

“Dalam RUU ini juga dihilangkan pasal penyelidikan, ini pertanda tidak ada upaya untuk menjaga HAM. Mekanisme penyelidikan ini diharapkan ada agar lebih efektif dari praperadilan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jember, Prof. Dr. M. Arief Amrullah, S.H., M.Hum, menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam RUU KUHAP merupakan hal krusial.

“Dalam sejarah berdirinya KUHAP pada tahun 1981 sebagai karya agung yang dipuji oleh bangsa Indonesia. Sehingga wajar jika setiap perubahannya masyarakat begitu antusias, karena dinamika politik yang terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Prof Arief menyebutkan gagasannya bahwa adanya digitalisasi dalam sistem peradilan pidana (SPP).

“Jangan sampai ada tumpang tindih dan terlalu lama. Saat ini kita sudah di era teknologi, maka mari gunakan itu untuk memperkuat sistem  peradilan terpadu agar masyarakat juga bisa mengontrol dan masalah bisa selesai dengan cepat dan mudah diakses”,  tambah Prof Arief.

Di sisi lain, tokoh praktisi yang turut menjadi narasumber, Zaenal Abidin, S.H., M.H., turut menyatakan pandangannya. Menurut Mas Aby panggilannya, terdapat beberapa pasal yang menjadi sorotan masyarakat, salah satunya adalah tidak dimuatnya restorative justice.

“Seharusnya perlu ada kewenangan Polri sebagaimana penegak hukum. Poin lain yang saya anggap penting adalah advokat tidak hanya bertugas untuk melihat dan mendengar pemeriksaan, tapi juga dimintai keterangan. Ada beberapa pemeriksaan kepada beberapa orang yang tidak terlalu bisa menyampaikan apa yang dimaksud. Nah ini seharusnya menjadi ranah advokat sebagai perwakilan dari terdakwa,” ujarnya yang juga direktur LKBHI UIN KHAS Jember.

“Saya menyambut baik adanya perubahan RUU KUHAP, selama perubahan tersebut benar-benar dilakukan secara matang, adanya dialog dari aparat hukum terkait. Sebab dinamika politik selalu ada dan itu sebuah keniscayaan,” jelasnya.

Ketua Panitia, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. menjelaskan bahwa, kegiatan Seminar Nasional tersebut digelar oleh Pusat Kajian Keislaman dan Bantuan Hukum (PK2BH) YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember bekerjasama dengan LKBHI UIN KHAS Jember dan PC Fatayat NU Jember.

“Terima kasih kepada para peserta yang sudah hadir, saya berharap kegiatan ini menambah wawasan kita semua serta menjadi usulan kepada pejabat yang berwenang,” jelas Irwan.

Seminar berlangsung secara interaktif dengan diikuti oleh seribu lebih peserta secara online maupun offline, mulai dari para akademisi, praktisi, politisi, hingga mahasiswa dan mahasantri.

Reporter : Siti Junita, S.Pd., M.Pd.

Editor : Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H

Categories
Berita

Ketua PP Asosiasi Dosen Pergerakan Dukung Fathan Subkhi Menjadi Ketum PB IKA PMII Pada Munas VII di Jakarta

Menjelang pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) pada Jumat, 21 Februari 2025, sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon Ketua Umum.

Munculnya beberapa kandidat Ketua Umum (Ketum) menjadi fenomena menarik, menunjukkan alumni PMII kayak akan Sumber Daya Manusia yang unggul dan mumpuni.

Di antara kandidat yang muncul adalah Fathan Subkhi (Pengurus DPP PKB dan Anggota BPK), Nusron Wahid (Menteri ATR/BPN), Purnomo (Anggota DPR RI Fraksi Golkar), serta Zaeni Rahman (Mantan Anggota DPR RI).

Fathan Subkhi sendiri saat ini telah didukung oleh Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) se-DKI Jakarta sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII dalam Munas VIII yang akan berlangsung pada 21-23 Februari 2025.

Pernyataan dukungan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi IKA PMII DKI Jakarta di Restoran Al Jazeerah Sentral, Jalan Pramuka, pada Selasa lalu (18/2). Acara ini dihadiri jajaran pengurus PW dan PC IKA PMII serta para alumni PMII se-DKI Jakarta.

Tidak hanya itu, Ketua Pengurus Pusat (PP) Asosiasi Dosen Pergerakan IKA PMII, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC turut menyatakan dukungannya kepada Fathan Subkhi.

Menurutnya, Fathan Subkhi merupakan sosok yang layak menjadi Ketua Umum PB IKA PMII didasarkan pada rekam jejaknya yang solid serta komitmennya dalam mengabdi kepada organisasi.

“Banyak pengalaman organisasi Mas Subkhi selama ini, baik di PMII, NU, MUI hingga sebagai anggota legislatif (DPR RI) dan Badan Pemeriksa Keuangan, ini merupakan gambaran bagaimana ia menjadi sosok yang layak untuk menjadi Ketua Umum selama 5 tahun ke depan,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember pada saat diwawancarai di kediamannya pada 21/02/2025.

Menurut Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur, Fathan Subkhi memiliki gagasan yang sangat menarik daripada kandidat yang lain. Seperti gagasannya tentang potensi alumni di berbagai jalur, mulai dari jalur akademisi, politisi, birokrat, kiai dan sebagainya.

“Potensi-potensi ini belum maksimal digerakkan menjadi sebuah kekuatan lokomotif bernama IKA PMII, karenanya kita masih sering kalah dengan organisasi yang lain,” tambah Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center (Womester) Depok.

Potensi di bidang politik dan birokrasi, lanjut Prof Haris sudah cukup lumayan, hanya potensi ekonomi yang belum dikuatkan, misalnya pada bidang pengusaha.

“Bidang itulah yang harus dikuatkan di masa yang akan datang, saya rasa ini gagasan yang sangat keren dari sahabat Fathan, ” lanjut Prof Haris.Musyawarah Nasional (Munas) IKA PMII akan diikuti oleh 34 wilayah dan lebih dari 280 cabang dari seluruh Indonesia.

Acara pembukaan dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Jumat (21/2) siang.

Profil Singkat Fathan Subchi

Fathan Subchi lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 11 Februari 1970. Ia merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang telah dua kali terpilih sebagai Anggota DPR RI, mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II (Kabupaten Kudus, Jepara, dan Demak) pada periode 2014-2019 dan 2019-2024. Selama bertugas di DPR, Fathan pernah menjadi anggota Komisi XI serta menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI dan Sekretaris Fraksi PKB DPR.

Pada 17 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia periode 2024-2029. Sebagai Anggota VI BPK, ia bertanggung jawab atas pemeriksaan pengelolaan keuangan negara di berbagai sektor, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BPJS Kesehatan, BPOM, serta keuangan daerah di Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Di bidang organisasi, Fathan memiliki rekam jejak panjang, di antaranya pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Cabang PMII DKI Jakarta (1995-1996), Ketua Pengurus Besar PMII (1997-1998), serta Ketua PW IKA PMII DKI Jakarta (2019-2024). Selain itu, ia juga aktif dalam Pengurus Pusat MUI sebagai Anggota Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Umat (2005-2009) serta di Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (2005-2009).

Dengan pengalaman yang luas dan dedikasi tinggi dalam berbagai bidang, Fathan Subchi dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin PB IKA PMII dan melanjutkan program strategis organisasi ke depan.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Ke-4 Kalinya, Lazawa Darul Hikam Kembali Bagikan Kursi Sholat Di Masjid Baitur Rahim Lumajang

Lumajang – Menjalani ibadah dengan nyaman merupakan impian setiap Muslim, tidak terkecuali bagi jamaah masjid lansia dan difabel. Untuk program ini, Lembaga Zakat dan Wakaf  (Lazawa) Darul Hikam untuk ke-4 kalinya kembali menyerahkan 10 Wakaf Kursi Sholat di Masjid Jami’ Baitur Rahim Desa Ranubedali Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang pada Senin (17/2/2025).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA, CWC  (Direktur), Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H.M.H., CWC (Nazhir Wakaf Darul Hikam), Ust. Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H (Divisi SDM dan Fundraising), Ravi Maulana, S.T (Staf Keuangan) dan  Achmad Mutiurrahman (Staf  Media). Sementara, dari takmir Masjid hadir Ust. M. Nur Khotibul Umam, MH. (Ketua Yayasan Nurul Falah Al-Ghozali) dan Ust. M. Said Rohmat, S.E.I (Ketua Takmir Masjid Jami’ Baitur Rahim). Hadir juga Dr. Farhanudin Soleh, M.Pd.I (Warek I IAI Miftahul Ulum Lumajang) dan puluhan jamaah juga bergabung dalam acara yang penuh khidmah tersebut.

Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA, CWC menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan seluruh masjid di Indonesia menjadi ramah lansia dan difabel.

“Kursi ini diperuntukkan bagi orang yang udzur (kesulitan) berdiri karena lansia atau pun difabel. Lazawa Darul Hikam menggalakkan program ini agar masjid menjadi ramah lansia dan difabel, sehingga mereka nyaman untuk beribadah di masjid,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Program wakaf kursi sholat ini, lanjut Prof Haris, merupakan program inovatif  Lazawa Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember. Selama ini, Lazawa Darul Hikam mengusung berbagai program inovatif yang memang belum diperhatikan oleh lembaga filantropi yang lain atau juga pemerintah.

“Kalau menunggu perhatian pemerintah, mau menunggu sampai kapan?. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?,” lanjut Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, program wakaf kursi sholat lazawa ini sampai sekarang sudah berlangsung 4 kali. Kita mulai dari Bondowoso, Jember, Malang dan sekarang ini Lumajang.

Pada kesempatan itu, Prof Haris juga memberikan masukan, agar Masjid Jami’ Baitur Rahim yang saat ini tengah pembangunan, mulai dipikirkan untuk memperhatikan para jamaah yang lansia dan difabel.

“Wakaf kursi sholat ini hanya simbol, masih ada banyak hal lain yang dapat dilakukan untuk menjadi perhatian lebih kepada para jamaah lansia dan difabel, misalnya ketersediaan kamar mandi atau tempat wudhu bagi jamaah lansia dan difabel, termasuk tangga atau jalur khusus,” tukas Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Ketua Takmir Masjid Jami’ Baitur Rahim Ranubedali Lumajang, Ust. M. Said Rohmat, S.E.I menuturkan bahwa ia bersama pengurusnya akan menindaklanjuti masukan tersebut.

“Kami menyadari bahwa masukan dari Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam sangatlah penting dan berarti bagi masyarakat Muslim yang memiliki keterbatasan, baik lansia maupun difabel. Insyaallah, Masjid Baitur Rahim yang saat ini dalam proses pembangunan mulai dicanangkan untuk menjadi masjid ramah lansia dan difabel,” ujar Gus Said –demikian panggilannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nurul Falah Al-Ghozali, Ust. M. Nur Khotibul Umam, M.H. menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam. Menurutnya, wakaf kursi sholat menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian di masjid-masjid.

“Tentu kami sangat bersyukur dengan adanya wakaf kursi sholat ini, mengingat selama ini Masjid Baitur Rahim belum menyediakan kursi sholat. Terima kasih khususnya kepada para donatur. Semoga menjadi amal jariyah,” ucapnya yang juga aktif sebagai dosen di IAI Miftahul Ulum Lumajang.

Reporter : Ravi Maulana, S.T

Editor :  Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H

Categories
Berita

Prof. M. Noor Harisudin: RUU KUHAP Jangan Hapus Pasal Penyelidikan

Jember, 1 Februari 2025

Prof. Dr. HM. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (PP APHTN-HAN) ikut angkat bicara tentang wacana penghapusan kewenangan  atau pasal penyelidikan Polri dalam RUU KUHAP yang akan dibahas di DPR. 

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), dijelaskan dalam Pasal 1 angka 5, penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyelidik untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini.

“Tujuan penyelidikan untuk mengumpulkan “bukti permulaan” atau “bukti yang cukup” agar dapat dilakukan tindak lanjut penyidikan. Penyelidikan juga berarti “tindak pengusutan” sebagai usaha mencari dan menemukan jejak berupa keterangan dan bukti-bukti suatu peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana,” kata Guru Besar Universirtas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember ini.

Ia juga  menyatakan pentingnya penyelidikan sebagai bagian dari perlindungan dan jaminan HAM. Selain itu, hal ini juga merupakan bentuk pelayanan pada masyarakat.

“Ya, seperti kita tahu, penyelidikan itu merupakan akomodasi kepentingan dan keinginan masyarakat untuk mencapai keadilan yang tidak harus di Pengadilan. Artinya bisa melalui musyawarah mufakat, perdamaian atau restorative justice”, jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa penyelidikan merupakan bagian dari ketatnya proses acara di pengadilan. “Adanya persyaratan dan pembatasan yang ketat dalam dimulainya proses penyidikan yang kemudian melekat kewenangan dapat dilakukan-nya upaya paksa seperti penangkapan, penggeledahan, penyitaan dst”, ujarnya.

Apalagi, selain penyelidikan merupakan amanah dari putusan Mahkamah Konstitusi RI, penyelidikan juga menjadi alarm bahwa tidak semua yang dilaporkan oleh masyarakat adalah  merupakan tindak pidana.

“Jadi ini semacam alarm. Tidak semua yang dilaporkan menjadi tindak pidana. Ada screening dulu”, imbuhnya.

Sebagaimana maklum, RUU KUHAP yang baru akhir-akhir ini menjadi perhatian banyak pihak khususnya karena menjadi Prioritas Prolegnas RI tahun 2025 ini. RUU KUHAP inipun menjadi perdebatan para ahli dan publik yang luas.

Reporter : Ravi Maulana

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Direktur Womester Tuntut Pemerintah Malaysia Usut Insiden Penembakan WNI

Media Center, 29 Januari 2025

Sebagaimana diberitakan, baru-baru ini Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembak lima Warga Negara Indonesia (WNI) yang beraktivitas melalui kapal di Perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia. Lima orang ini sempat melakukan perlawanaan. Satu diantaranya meninggal dan empat lainnya luka-luka. Dalam keterangan resminya, diduga mereka melakukan aktivitas kapal yang ilegal di perairan Malaysia yang menyebabkan APMM melakukan penembakan tersebut. (27/1/2025).

Kecaman keras datang dari Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini. Amelia mengecam peristiwa yang menewaskan satu orang WNI dan empat orang luka-luka tersebut.

“Kami sangat mengecam peristiwa penembakan WNI oleh APMM Malaysia, karena masih banyak tindakan alternatif yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan pelanggaran,” kata Amelia, saat dikonfirmasi, Senin (27/1/2025).

Kecaman serupa juga disampaikan oleh Direktur World Moslem Studies Center (Selasa, 28/1/2025). Prof. Dr. HM. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC yang juga Direktur Womester sangat menyayangkan peristiwa tersebut. “Saya kira masih banyak cara untuk melakukan tindakan terhadap WNI kita”, tukasnya.

Oleh karena itu, Prof Haris juga menuntut pemerintah Malaysia untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Kasus penembakan ini serius. Kami menuntut pemerintah Malaysia melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden penembakan warga negara Indonesia tersebut” ujar Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) tersebut.

Selain itu, Prof Haris juga meminta pemerintah Malaysia melakukan investigasi mendalam atas dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh APMM.

“Jadi ada dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh APMM. Ini yang juga harus dilakukan investigasi mendalam oleh pemerintah Malaysia”, ujar Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember tersebut.

Terakhir, Prof Haris mendukung Menteri Luar Negeri RI –melalui KBRI Malayasia—dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk melakukan langkah-langkah hukum. Langkah hukum ini juga untuk memastikan bahwa hak-hak WNI yang berada di bawah yurisdiksi hukum Malaysia tetap terlindungi dengan baik.

“Sebagai WNI, mereka berhak mendapat perlindungan hukum. Kami mendukung langkah cepat Menteri P2MI dan KBRI Malaysia untuk melakukan pendampingan kekonsuleran dan hukum terhadap WNI yang terdampak.”, ujar Prof Haris di sela-sela kesibukan Pasaca Harlah NU ke-102 dan Rakerwil PWNU Jawa Timur di Probolinggo. ***

Reporter : Ravi Maulana. Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Awal Tahun 2025, Yayasan Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo Bencmarking ke Lembaga Wakaf Darul Hikam

Media Center- Yayasan Al Mashduqiah Kraksaan Probolinggo yang dipimpin oleh Dr. KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A. melakukan benchmarking ke Lembaga Wakaf Darul Hikam pada Rabu, 22 Januari 2025.

Bertempat di Kantor Lembaga Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC.,  (Direktur), M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC (Nadzir Wakaf), Wildan Rofikil Anwar, MH (Divisi Fundrising dan SDM), Ravi Maulana (Staf Keuangan) dan Muthiurrahman (Divisi Medsos dan Digital Marketing).  Sementara peserta studi banding dari Yayasan Al Mashduqiah adalah Ust Atiqurrahman (Nadzir), Ust Abdul Ghafur (Nadzir), M.Ilyasa (IT) dan Defly Okta H (IT).

Dalam sambutannya, Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam,  Prof. Haris menyampaikan bahwa lembaga wakaf di Jawa Timur itu tidak banyak. Lembaga Wakaf Darul Hikam termasuk yang pertama.

“Tidak banyak lembaga wakaf di Jawa Timur. Kami merupakan salah satu lembaga wakaf yang pertama di Jember dan Jawa Timur. Kami ikut pelatihan nadzir di Jakarta dan 2024 sudah dapat izin SK tepatnya tanggal 24 Januari 2024. Alhamdulilah, lembaga kami sudah berjalan baik. Terbukti kita sudah punya donasi 417 juta (tahun 2024), dan mendapat wakaf tanah 1.861 m² di Bangkalan, Madura.” ujar Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Dalam satu tahun berdirinya lembaga wakaf, lanjut Prof. Haris, Darul Hikam ini akan terus belajar tentang managemen wakaf dalam menopang kesejahteraan ummat.

“Satu tahun sudah berdirinya lembaga wakaf ini. Kami akan terus belajar dan menebar banyak manfaat ke penjuru masyarakat yang ada di Indonesia, bahkan dunia” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara tersebut.

Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur itu menyebut bahwa  Lembaga Wakaf Darul Hikam tidak hanya berfokus pada program wakaf saja melainkan juga pada program zakat dengan me-launching website zakat pada 17 Januari 2024 lalu.

“Bukti keseriusan kita dalam mengelola lembaga ini adalah juga dibuktikan dengan me-launching website www.zakatdarulhikam.org pada saat PublicExpose Wakaf 2024 pada bulan Januari 2025. Ini dilakukan  untuk membesarkan lembaga demi mensejahterakan masyarakat yang lebih luas,” jelas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Nadzir Yayasan Al Mashduqiah, Ustadz Atiqur Rahman menyampaikan sambutan mewakili kunjungan studi banding ke Lembaga Wakaf Darul Hikam.

“Sebagai lembaga baru, kita perlu banyak belajar ilmu dan pengalaman bagi lembaga yang sudah lebih dulu berdiri. Sehingga kami memilih lembaga wakaf Darul Hikam. Terimakasih telah mengizinkan kami untuk belajar dan sharing dalam peningkatan mutu kompetensi lembaga wakaf kami,” ungkapnya.

Dalam acara itu, Nadzir Lembaga Wakaf Darul Hikam, Ustadz Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., menyampaikan bahwa program di Lembaga Wakaf Darul Hikam tertuju pada beberapa aspek kesejahteraan masyarakat.

“Program kami di Lembaga Wakaf Darul Hikam berfokus pada aspek kesejahteraan masyarakat yang meliputi, wakaf tanah pesantren, wakaf pendidikan integrasi, wakaf kursi sholat, infaq buka puasa bersama santri dan zakat mal. Kami terus belajar dan memberikan manfaat yang lebih banyak,” tutur Ust. M. Irwan Zamroni yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Acara dilanjutkan dengan sharing session, diskusi dan tanya jawab terkait pendaftaran e Nadzir, program-program lembaga wakaf, website, rencana kerja, wakaf uang, strategi fundraising beserta penyalurannya.

Reporter : Ravi Maulana

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Public Expose 2024, LW Darul Hikam Peroleh Wakaf Uang 417 Juta dan Tanah 1861 Meter Persegi

Media Center Darul Hikam – Lembaga Wakaf Darul Hikam untuk pertama kalinya menggelar Public Expose Pencapaian Kinerja Tahun 2024 pada Jumat, 17 Januari 2025 di Cafe Rollas Jember dengan mengundang sejumlah awak jurnalis media massa, media online dan tokoh masyarakat.

Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC,  menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka Harlah ke-1 Lembaga Wakaf Darul Hikam yang jatuh pada 24 Januari.

“Kami baru satu tahun berdiri terhitung sejak dikeluarkannya SK Nazhir Wakaf dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) tahun lalu, hari ini kami mengadakan Public Expose sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kami khususnya pada para donatur dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Haris menjelaskan, Lembaga Wakaf Darul Hikam yang berada di Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 8 Mangli Kaliwates Jember tersebut, di tahun 2024 berhasil menghimpun dana wakaf uang sebesar Rp 417,12 juta dan Tanah 1.861 Meter Persegi yang berada di Galis, Bangkalan.

Adapun rincian perolehan wakaf uang tersebut, meliputi Wakaf Tanah Pesantren Rp 350,3 Juta, Infaq Buka Bersama Rp 15,5 Juta, Qurban Rp 12 Juta, Infaq Pengembangan Lembaga Rp 11,8 Juta, Infaq Dakwah Islam Rp 11,6 Juta, Wakaf Kursi Sholat Difabel Rp 5,1 Juta, Zakat Mal Rp 5 Juta, dan Infaq Anak Yatim Rp 4,4 Juta.

“Selebihnya terkumpul di sejumlah program dengan perolehan masing-masing di bawah 1 persen dari total dana yang terhimpun, seperti Wakaf Pembangunan Ponpes, Sumur, Infaq Palestina, Infaq Kesejahteraan Guru Ngaji, Wakaf Sawah, dan lainnya,” imbuhnya.

Prof Haris menambahkan, dari dana yang terhimpun telah berhasil disalurkan sebesar Rp 360,31 juta (86,3 persen). Rinciannya, untuk Wakaf Tanah Pesantren Tahap 1, Rp 300 Juta, Qurban Rp 12 Juta, Pengembangan Lembaga Wakaf Rp 11,8 Juta, Dakwah Ke Belanda Dan Hongkong Rp 11,6 Juta, Buka Bersama Santri Rp 10,3 Juta, Wakaf Kursi Sholat Difabel Rp 5,1 Juta, Zakat Rp 5 Juta, Dan Santunan Anak Yatim Rp 4,4 Juta.

“Kurang lebih sekitar 3.025 jiwa penerima manfaat yang mencakup para santri, anak yatim, kaum miskin dan dhuafa, para jamaah masjid dan lansia, kaum muslimin sekitar dan luar negeri. Saat ini masih terdapat sejumlah yang belum terserap dari beberapa program sebesar Rp 56,8 Juta,” jelas Prof Haris yang Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H juga menjelaskan, di tahun 2024 pihaknya berhasil melakukan capaian krusial, seperti diraihnya sertifikat Nazhir Wakaf untuk Nazhir dan Lembaga Wakaf Darul Hikam oleh BWI, mendapat ijin UPZ dari Baznas Jember, Penyaluran Wakaf Uang sebesar 300 Juta untuk tanah pesantren, serah terima wakaf tanah di Galis, Bangkalan, hingga Kerjasama Internasional.

“Karenanya ke depan kami juga mulai menyiapkan sejumlah program inovatif yang akan kami tawarkan kepada para calon donatur, khususnya melalui Lembaga Zakat Darul Hikam,” ujar Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Ia menambahkan, tujuan dari dibentuknya UPZ Darul Hikam tersebut karena tingginya permintaan masyarakat agar Darul Hikam bisa memperluas manfaatnya untuk umat.

“Program yang telah kami siapkan misalnya, Program Senyum Tukang Becak, Pemulung Berdaya, Janda Miskin Bahagia, Green Mosque, UMKM Unggul, Baju Lebaran Yatim, Muallaf Mengaji dan sebagainnya,”

Pada kesempatan ini pula, Lembaga Wakaf Darul Hikam melaunching website Lembaga Zakat Darul Hikam www.zakatdarulhikam.org yang nantinya akan fokus pada pengelolaan dana zakat. Kegiatan berlangsung meriah dan khidmah yang juga dihadiri oleh para staf lembaga wakaf Mas Wildan, Mas Ravi, Mas Muthi.

Reporter : Ravi Maulana, S.T

Editor : Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H

Categories
Berita

Sebar Pesantren ke Seluruh Dunia, Womester Gagas Webinar Pesantren Internasional Indonesia

Media Center Darul Hikam – Untuk misi rahmatan lil alamin, kita harus berani mensebarkan pesantren di berbagai belahan dunia. Ini yang kami sebut dengan Pesantren Internasional Indonesia. Demikian disampaikan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M,Fil.I, CLA, CWC, Direktur World Moslem Studies Center, dalam Webinar berjudul “Peluang dan Tantangan Pesantrean Internasional Indonesia di Luar Negeri”. Webinar diselenggarakan oleh World Moslem Studies Center, pada Hari Kamis, 26 Desember 2024 jam 19.30 hingga jam 21.30 WIB.

Nara sumber ini adalah Prof. Dr. KHM. Noor Harisudin, S,Ag, SH, M. Fil. I, (Direktur Womester), Dr. KH. Basnang Said, M.Ag, Direktur PD Pontren Kemenag RI, dan Achmad Gazali, Ph.D. (Kepala Pesantren NU At Taqwa Jepang). Sementara moderatornya adalah KH. Cecep Romli, Deputi Direktur Womester.

Hadir pada ksempatan itu serratus lebih peserta yang terdiri dari pengurus PCI NU Canada-AS, PCI NU Belanda, para akademisi, pengurus RMI Jawa Timur, pengasuh pesantren, para dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Diskusi berlangsung gayeng dan seru.

Pesantren adalah lembaga berbasis masyarakat yang didirikan oleh perorangan atau organisasi untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan pada Allah Swt. menyampaikan akhalqul karimah serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil alamin yang tercermin dalam sikap rendah hati, toleran, keseimbangan, moderat dan nilai luhur bangsa Indonesia lainnya.

Pesantren Internasional Indonesia, menurut Prof Haris, masih tema yang baru yang belum ada modelnya. “Pesantren yang didirikan di luar negeri oleh masyarakat Indonesia untuk misi Islam yang rahmatan lil alamin dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tukas Prof Haris yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jembder tersebut.

Terma ”Keranga NKRI” ini menjadi penting, karena sesuai dengan UU. No. 18 tahun 2019 tentang Pesantren Pasal 5. ”Apapun pesantrennya, harus dalam kerangka NKRI. Ownernya NKRI. Selain itu, misinya jelas; membawa Islam rahmatan lil alamin ke dunia,” kata Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jatim bidang pemberdayaan pesantren.

Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren NU at-Taqwa Jepang, Kiai Achmad Gazali, Ph.D., menyampaikan best practice pesantren NU di Jepang, ”Setidaknya ada empat peluang pesantren di Jepang. Yaitu,  banyaknya komunitas masyarakat Indonesia di Jepang, tidak adanya pendidikan agama di sekolah jepang; pesatnya perkembangan dakwah di Jepang dan banyaknya anak Indonesia yang lahir di Jepang. Ini semua menjadi peluang pesantren di Jepung,” kata Kiai Gazali yang asal Madura.

Adapun tantangan membangun pesantren di Jepang adalah belum adanya role model. ”Tantangan yang lain banyak. Misalnya pesantren di Jepang belum diakui sebagai pendidikan formal, minimnya SDM pengajar, minimnya fasilitas dan pendanaan, serta jam sekolah di Jepang yang panjnag,” tukas Kiai Achmad Gazali.

Kiai Achmad Gazali membaikan bahwa PCINU telah membangun Pesantren NU at-Taqwa. Pesantren ini terletak di Kota Koga, Provinsi Ibaraki. Pesantren ini dibangun di lahan 910 meter persegi yang diatasnya terdapat 1 bangunan lengkap. 

Dalam struktur pesantren ada majlis masyayikh, kepala dan wakil pesantren, sekretaris  dan wakil, bendahara dan wakil serta bidang-bidang. Di kota ini terdapat Masjid NU Attaqwa, bangunan pesantren lengkap dapur, toilet, kamar mandi, bilik ustadz, panggung kegiatan, taman bermain dan area parkir. Sementara itu

Direktur PD Pontren Kemenag RI, Dr. KH Basnang Said mengapresiasi pesantren NU di Jepang. ”Ini mungkin yang pertama kali. Kami dari PD Pontren sangat mengpresiasi. Ini pesantren internasioanl Indonesia yang pertama. Nanti bisa masuk sistren kami,” kata Dr KH Basnang Said yang tinggal di Depok.

Model pendidikan di Jepang, lanjut Dr KH Basnang Said, nanti disesuaikan. ”Apa ikut mu’adalah, atau yang lain. Saya kira, lebih tepat mu’adalah. Harapannya nanti dapat direplikasi di tempat yang lain,” ujar KH. Basnang Said yang asal Sulawesi Selatan tersebut.

Dr Kiai Basnang Siad juga menyampaikan banyaknya bantuan beasiswa untuk para santri di luar negeri. “Khususnya yang non-degree, bantuan beasiswa diberikan ke keluar negeri. Ini hal yang belum dilakukan di masa-masa sebelumnya. Demikian bantuan kemandirian banyak dilakukan oleh PD Pontren Kemenag RI,”  tukas Kiai Basnang Said yang juga Pengurus PBNU.

Model Pesantren Internasional Indonesia adalah model baru yang diharapkan menjadi bagian dari 42.000 pesantren di Indonesia. Tentu, dengan perlakukan khusus dan regulasi yang berbeda dengan umumnya pesantren di Indonesia. Semoga. 

Reporter : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Berikan Kuliah Umum di STQK Depok, Prof Haris Dorong Mahasiswa Jadi Pejabat Publik

Depok – Islam sudah sempurna sejak masa Rasulullah SAW, dan agama ini tetap relevan hingga kini, bahkan di tengah perkembangan zaman yang pesat. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., dalam Kuliah Umum bertema ‘Islam dan Tantangan Beragama di Dunia’, yang digelar oleh Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) di Aula Masjid Depok, Kamis malam (28/11/2024).

Turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Depok, KH. M. Yusron Shidqi, Lc., M.A., Ketua Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al Hikam, Depok, Dr. Subur Wijaya, M.Pd.I. Dekan Fakultas Syariah Institut Agama Islam Nasional (IAI) Laa Roiba Bogor, KH. Moh. Romli, M.Pd.I serta ratusan mahasiswa dan mahasantri Al Hikam Depok.

Prof. Haris menjelaskan bahwa Islam, sebagai agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, merupakan wadlun ilahiyun yang menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Islam terdiri dari tiga unsur utama: tauhid, syariat, dan tasawuf atau akhlak. Ketiga unsur ini, menurutnya, merupakan pondasi utama yang tidak terpisahkan dalam ajaran Islam.

“Tauhid adalah keyakinan pada Allah, syariat adalah hukum Islam yang konkret, dan akhlak adalah perilaku muslim yang mendarah daging, yang dilakukan secara reflektif,” ungkap Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Ia kemudian mengajak untuk merenung, apakah Islam benar-benar rahmatan lil alamin, yakni kasih sayang bagi seluruh umat manusia. Prof. Haris menyoroti tantangan yang muncul setelah wafatnya Rasulullah SAW, termasuk perkembangan teknologi dan situasi sosial yang tidak ada di masa beliau, seperti internet dan telekomunikasi.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa kontekstualisasi Islam sangat penting agar ajaran Islam tetap relevan dan dapat diterapkan dalam setiap keadaan. “Islam tidak hanya dapat dipahami secara tekstual, tetapi juga harus mampu diadaptasi dengan situasi zaman yang terus berkembang, seperti melalui ijtihad,” jelas Kiai kelahiran Demak itu.

Menurut Prof. Haris, kontekstualisasi Islam dapat dilihat dari berbagai fatwa yang dihasilkan oleh para ulama, termasuk di Indonesia. Salah satunya adalah fatwa mengenai pernikahan beda agama yang melarang pernikahan antara seorang Muslim dengan non-Muslim, meskipun beberapa ulama luar membolehkan pernikahan antara pria Muslim dengan wanita ahli kitab.

Contoh lain, katanya, adalah fatwa MUI yang membolehkan makan kepiting meskipun dalam fikih klasik, hewan yang hidup di dua alam seperti kepiting diharamkan. Ia juga mencontohkan implementasi rukhsah (keringanan) dalam berwudhu di luar negeri, di mana umat Islam di negara dengan minoritas Muslim terkadang terpaksa membasuh sepatu sebagai pengganti air wudhu.

Prof. Haris menambahkan bahwa Islam dapat diimplementasikan di berbagai kondisi, meskipun tidak selalu sesuai dengan praktik tradisional. “Inilah yang saya maksudkan dengan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Islam bisa diterapkan di mana saja dan kapan saja, serta bisa dikontekstualisasikan sesuai kebutuhan zaman,” ujar Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Di akhir kuliah umum, Prof. Haris juga mengingatkan pentingnya mendoakan para ulama, termasuk KH. Ahmad Hasyim Muzadi dan KH. Abdul Muchith Muzadi, dua tokoh besar di Nahdlatul Ulama yang telah banyak berjasa dalam membentuk dan membawa perubahan bagi umat Islam.

Dalam penutupnya, Prof Haris berpesan kepada mahasiswa dan mahasantri Al Hikam Depok untuk selalu optimis dan percaya diri dalam menuntut ilmu Al-Qur’an yang kini mereka tekuni. Menurutnya, pengkajian al-Quran secara mendalam, serta banyaknya tokoh nasional yang merupakan ahli al-Qur’an, seperti Dr. H. Jazilul Fawaid, S.Q., M.A., Wakil Ketua MPR RI periode 2019–2024 yang merupakan alumni Institut Ilmu Al-Qur’an Universitas Negeri Jakarta dan Mochammad Afifuddin Ketua KPU yang alumni Tafsir Hadir UIN Jakarta dapat menjadi motivasi bagi mereka.

“Ada banyak tokoh regional dan nasional lainnya yang juga memiliki latar belakang Al-Qur’an sebagai landasan dalam kiprah mereka, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik semuanya,” tutupnya.

Ketua Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al Hikam, Depok Dr. Subur Wijaya, M.Pd.I, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kehadiran Prof. Haris di kampusnya. “Kami sangat senang bisa mengadakan kuliah umum dengan mengundang Prof. Haris, seorang guru besar termuda dari UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember yang masih berusia 39 tahun,” katanya.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Prof. Haris: Tolak Pemukim Israel di Gaza, Pendudukan Israel Harus Dihentikan

Media Center Darul Hikam – Direktur World Moslem Studies Center Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fili., CLA., CWC. menanggapi keinginan pemukim Israel yang akan pindah ke Gaza. Menurutnya, perang yang terjadi antara Israel dengan Palestina telah menunjukkan keinginan Israel yang sesungguhnya untuk menduduki dan menguasai Palestina, bukan hanya sekedar melawan Hamas.

“Kelihatan sekali bahwa tujuan Israel genosida Israel adalah menguasai Gaza dan Palestina, sehingga mereka berencana bermukim di sana,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember,.

Serangan teroris Israel di Gaza yang semakin merajalela, telah menggambarkan tujuan pemerintah sayap kanannya untuk merebut tanah Palestina yang diklaim sebagai tanah orang Yahudi berdasarkan sejarah mereka.

“Mereka ingin menguasai Gaza tanpa peduli dengan komunitas internasional, karena mereka menganggap bahwa ini adalah tugas ilahi mereka. Fakta ini bisa kita lihat dari suara-suara di Israel,” tutur Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Karena itu, lanjut Prof Haris, apapun alasan mereka untuk menduduki tanah Gaza, merupakan perbuatan ilegal yang melanggar hukum internasional.

 “Kita semua warga dunia menolak pandangan itu dan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangga untuk bersikap lebih tegas kepada Israel. Pendudukan atas Palestina adalah ilegal. Kalau mereka mau pindah dan mukim ke Gaza, perbuatan  ilegal mana lagi yang diinginkan teroris Israel ,” jelas Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Pandangan Prof Haris selaras dengan putusan Mahkamah Internasional alias International Court Justice di Den Haag, Jumat (19/7/2024) beberapa bulan yang silam, yang menyebut pendudukan Israel di wilayah Palestina selama puluhan tahun sebagai perbuatan ilegal, karenanya mesti diakhiri.

Indonesia, sebagai negara yang mendukung kemerdekaan Palestina menyambut baik keputusan ini. Menurutnya keputusan ICJ yang menyatakan pendudukan Israel ilegal telah mewujudkan keadilan bagi rakyat Palestina.

“Fatwa hukum tersebut telah memenuhi aspirasi Indonesia dan masyarakat internasional untuk mewujudkan keadilan bagi Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya di platform X, Sabtu.

Sebagaimana dilansir berbagai media, keinginan pemukim Israel untuk menduduki Gaza ini disampaikan dalam konferensi tentang perbatasan Israel dengan Gaza yang disebut oleh penyelenggara sebagai “perayaan untuk persiapan penyelesaian Gaza”. Konferensi berlangsung di dekat Reim kibbutz, dengan suara pemboman Israel yang sedang berlangsung di Gaza utara terdengar di latar belakang dan dengan asap membubung di cakrawala beberapa kilometer ke arah barat.

Dilansir dari https://aceh.tribunnews.com, Daniella Weiss yang merupakan pemimpin pemukim Israel mengatakan pada konferensi tersebut bahwa Palestinians akan “menghilang” dari wilayah tersebut dan mengatakan bahwa ribuan orang siap pindah ke sana “dari utara ke selatan”

“Kami datang ke sini dengan satu tujuan yang jelas: tujuannya adalah untuk menetap di seluruh Jalur Gaza, bukan hanya sebagian saja, bukan hanya beberapa pemukiman, seluruh Jalur Gaza dari utara ke selatan,” kata Weiss Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir dan anggota Knesset dari partai Likud Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Masjid dan Pasar di Lebanon Hancur Diserang Israel

Jakarta, NU Online

Sebuah masjid tua di Lebanon bagian selatan hancur akibat serangan udara Israel yang dibombardir di area tersebut pada Ahad (13/10/2024). Masjid tersebut terletak di sebuah desa di Kfar Tebnit.

Kabar tersebut dilansir Al Jazeera mengutip Kantor Berita Lebanon. Tidak ada laporan kematian atas serangan tersebut.

Sementara itu, serangan Israel lainnya juga menghancurkan sebuah pasar di selatan Kota Nabatieh pada Sabtu (12/10/2024) malam. Menurut informasi dari Palang Merah Lebanon, serangan tersebut mengakibatkan sejumlah korban meninggal dan kebakaran hebat. Pasar pun dikabarkan hancur total.

Adapun berkaitan dengan jumlah korban, belum ada informasi lebih lanjut. “Kebakaran itu sangat parah sehingga layanan darurat tidak dapat masuk dan melihat apakah ada mayat di reruntuhan,” kata Imran Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari Hasbaiyya di provinsi Nabatieh.

Laura Khan dari Al Jazeera, melaporkan dari ibu kota Beirut, mengatakan bahwa Palang Merah Lebanon masih berusaha mencari orang yang selamat dan berusaha menyelamatkan mereka yang terluka.

“Banyak orang telah menggunakan media sosial. Mereka telah mengirim video yang hampir tampak seperti pemandangan apokaliptik – seluruh jalan hancur,” katanya.

Sedikitnya, 15 orang tewas dan 37 orang terluka dalam serangan di Lebanon tengah dan utara saat pasukan Israel menyerang sedikitnya tiga wilayah di luar benteng tradisional kelompok Lebanon, Hizbullah.

Fuad Yassin, kepala desa setempat yang terletak 8 km dari perbatasan, mengaku kehilangan sebuah tempat yang menyatukan masyarakat. “Itu sebuah tempat penting karena keluarga-keluarga menggunakannya untuk berkumpul di alun-alun, tepat di sebelahnya digelar acara khusus,” ujarnya sebagaimana dilansir Al Arabiya mengutip AFP. Editor: Patoni Penulis: Muhammad Syakir NF

Sumber: https://nu.or.id/internasional/masjid-dan-pasar-di-lebanon-hancur-diserang-israel-GLiv6

Categories
Berita

Halaqah di PP Nurul Jadid Probolinggo, Prof Haris Jelaskan Urgensi Pesantren Ramah Anak

Media Center Darul Hikam – Penguatan pesantren ramah anak menjadi penting dan strategis dalam menunjang peningkatan pendidikan dan pengembangan profesionalisme bagi para pembimbing dan atau pengurus dalam memberikan layanan terbaik untuk para santri, terkhusus layanan psikologis dan pendampingan psikis, psikososial dan pembentukan lingkungan.

Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. dalam acara Halaqah Pesantren Ramah Santrioleh oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo di Aula I Pondok Pesantren Nurul Jadi pada Senin, 14 Oktober 2024.

“Berdasarkan laporan Kementerian Agama tahun 2021, jumlah pesantren di seluruh Indonesia mencapai 32.208 Pesantren dengan jumlah santri 4.353.982 santri. Rata-rata yang menjadi santri adalah rentang usia anak-anak, yakni di bawah 18 tahun,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Haris juga mengutip salah satu rumusan pasal yang terdapat dalam UUD 1945 tepatnya pada Pasal 28B Ayat 2 yang menjelaskan bahwa setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Kalau sudah disebut di dalam UUD 1945, artinya negara memberikan perhatian yang besar. Tidak semua diatur dalam UUD, hanya hal-hal yang besar dan penting yang dibahas di dalamnya, termasuk hak anak yang dilindungi oleh negara,” ujar Prof Haris yang Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menjelaskan, dalam mewujudkan pesantren ramah anak, pesantren juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pesantren yang masih belum terbuka atau tertutup tentang pentingnya pesantren ramah anak.

“Selain itu, pesantren masih takut dan terbuka menyampaikan kepada publik, ditambah kesadaran yang masih rendah serta penegakan hukum yang masih lemah,” tambahnya.

Karena itu ke depan, lanjut Prof Haris, pesantren dapat melakukan sejumlah hal untuk mewujudkan pesantren ramah anak di Indonesia, mulai dari membuat regulasi yang lebih efesien dan efektif, serta membangun awarness dengan kampanye anti bullying dan anti kekerasan seksual di pesantren.

“Pesantren juga bisa menyediakan tempat pelaporan dan penanganan terhadap tindakan bullying dan kekerasan seksual, serta menyelenggarakan penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu,” tutur Prof Haris yang juga Ketua KP3 MUI Jatim

Sebagaimana diketahui acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional 2024. Halaqah Pesantren Ramah Santri ini, akan digelar di banyak pesantren di Jawa Timur.

Menurut Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hamid Wahid, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan komunitas pesantren yang bebas dari bullying dan perundungan, serta membangun lingkungan ramah bagi seluruh santri.

KH Abd Hamid Wahid, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa Halaqah ini dilaksanakan di lima titik pesantren besar di Jawa Timur. Diantaranya, di PP Nurul Jadid (Probolinggo), PP Lirboyo (Kediri), PP Syaikhona Kholil (Bangkalan), PP Darul Musthofa (Malang), dan PP Matholiul Anwar (Lamongan). 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita merespon isu bullying dan perundungan di lingkungan pesantren dan menjadikannya sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi santri,” jelas pria yang populer disapa Gud Hamid ini.

Selain Prof. Haris, narasumber lainnya meliputi Prof. Dr. Rifa Hidayah, M.Si (Psikolog anak dan remaja – UIN Maliki Malang); Ny. Hj. Khodijaatul Qodriyah, A.P., S.Ag., M.M.Pub. M.Si (Ahli Pendidikan pesantren – PP. Nurul Jadid); AKB Imam Munadi, S.Sos, M.S.I  Kanit Renakta (Remaja, anak dan Wanita)

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Menjadi Nara Sumber di UiTM Malaysia, Prof. Haris Serukan Inovasi Wakaf Global

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka pengembangan wakaf, Indonesia telah memiliki sejumlah regulasi khusus yang mengatur tentang wakaf seperti Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Peraturan Badan Wakaf Indonesia dan sebagainya.

Demikian disampaikan oleh Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. dalam Forum Antarbangsa Wakaf Pendidikan Tinggi  Malaysia-Indonesia bertajuk “Peranan Wakaf dalam Memperkasa Institusi Pendidikan Tinggi: Perspektif Malaysia & Indonesia” pada Kamis, 10 Oktober 2024 di Studio TV, Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media, UiTM CNS Kampus Rembau Negeri Sembilan Malaysia.

Regulasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah untuk mempermudah praktik wakaf di Indonesia. Misalnya kebolehan wakif berwakaf dengan dibatasi oleh waktu tertentu atau disebut mu’aqqat, kebolehan wakaf uang, sehingga orang mudah tidak harus berwakaf dengan dana yang besar.

“Berdasarkan UU No. 41 tahun 2004, wakif boleh berwakaf sawah atau tanah dengan rentang waktu tertentu, sehingga nanti bisa diambil lagi jika sudah jatuh tempo. Wakif juga tidak perlu berwakaf dengan barang atau dana yang besar, seperti sawah, masjid dan sebagainya, namun wakif bisa mulai dengan barang yang sederhana atau uang,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Dalam UU. Wakaf di Indonesia, Nazhir memiliki posisi yang sangat penting, bahkan menjadi rukun wakaf.

“Nazhir inilah nanti yang akan mengelola dana wakaf. Demikian sejumlah regulasi yang diatur di negeri kami, Indonesia,” tambah Prof Haris Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Ia berharap agar wakaf produktif di Indonesia semakin berkembang, sehingga dapat membantu pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, termasuk pemberdayaan ekonomi umat, dan sebagainya.

“Saya kira perguruan tinggi bisa syiar wakaf, meneliti tentang inovasi dan bisnis-bisnis apa yang memiliki potensi untuk pengembangan wakaf produktif,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur.  

Sebelumnya, dalam sambutannya, Prof. Madya Dr. Siti Sara Ibrahim, Timbalan Rektor III UiTM Cawangan Negeri Sembilan pada saat membuka acara sebelumnya menyampaikan, kegiatan ini akan memberi impact pengayaan kajian wakaf dari dua negara, Indonesia dan Malaysia.

“Indonesia dengan mayoritas muslim, tentu ada hal yang tidak dimiliki Malaysia dan begitu sebaliknya, karenanya kegiatan ini sangat penting dan sangat bermanfaat sekali”, tutur Siti Sara.

Nara sumber pertama, Dr. Mohd Asyran Safwan Kamaruzaman (UiTM CNS, Malaysia) menjelaskan, dalam sejarahnya, wakaf telah memiliki peranan penting dalam keberlangsungan institusi pendidikan, sebagaimana terjadi pada Kampus Al Azhar Kairo, Mesir.

Di era 80-90 an, biaya pendidikan di Kampus Al Azhar Kairo, Mesir sangatlah kecil, para mahasiswa hanya cukup menyiapkan untuk biaya hidup saja, biaya pendidikan boleh sekedarnya saja.

“Hal ini disebabkan kemanfaatan dari dana wakaf yang disumbangkan untuk pendidikan di Mesir sangatlah besar, sehingga pada masa itu tidak lagi membutuhkan bantuan dari kerajaan Mesir,” ujar Dr. Mohd Asyran Safwan Kamaruzaman.

Selain itu, Dr. Mohd Asyran Safwan Kamaruzaman juga menjelaskan perbedaan dan persamaan dari wakaf, zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, dari perspektif hukum, wakaf, infak, dan sedekah adalah hukum sunnah yang jumlah, waktu, dan penerimanya tidak ditentukan. Sebaliknya, zakat adalah hukum wajib yang jumlah, waktu, dan penerimanya sudah ditentukan.

Dari segi objek pemberian, zakat, infak, dan sedekah harus diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak (mustahiq). Di sisi lain, harta wakaf harus dijaga, dipelihara, diabadikan, dan dikelola dengan cara yang akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Wakaf, zakat, infak, dan sedekah sama-sama merupakan pemberian (tabarru’) dengan harapan mendapatkan pahala dan ridha Allah,” tuturnya.

Rektor Institut Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang, Indonesia, Mochammad Hisan,  S.Ps.I,. M.Sos menjelaskan, sejauh ini wakaf memiliki peran penting dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di Kabupaten Lumajang.

Hal ini disebabkan Kabupaten Lumajang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan  dikelilingi oleh kabupaten-kabupaten dengan tingkat pendapatan daerah yang lebih besar daripada Lumajang, sehingga menjadi potensi tersendiri untuk mengembangkan wakaf di kabupaten tersebut.

“Sayangnya, perhatian umat terhadap wakaf masih sangat kecil, masyarakat lebih memilih untuk berinfak atau bersedekah, karenanya literasi wakaf harus kami sosialisasikan sebagai bagian dari perguruan tinggi yang ada di Lumajang,” ujar Mochammad Hisan.

Di samping para narasumber dan Timbalan Rektor III, kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat UiTM Cawangan Negeri Sembilan diantaranya Timbalan Rektor I UiTM Cawangan Negeri Sembilan, Penolong Rektor UiTM Kampus Rembau dan para pejabat lainnya. Forum Antar Bangsa Waqaf Pendidikan Tinggi Malaysia-Indonesia ini dipandu moderator, Dr. Mohd Kamel Mat Saleh, Lecture UiTM Cawangan Negeri Sembilan Malaysia.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Kenalkan Skripsi Sejak Dini, Darul Hikam Tambah Kegiatan Literasi

Media Center Darul Hikam – Dalam menempuh jenjang pendidikan tingkat perguruan tinggi atau perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk mengerjakan berbagai hal. Tentunya skripsi menjadi tuntutan bagi mahasiswa sebagai syarat kelulusan gelar sarjana. Oleh karena itu, mahasiswa perlu adanya program bimbingan atau kegiatan yang mendukung mahasiswa dalam mengerjakan atau memulai tulisan skripsi mereka.

Pondok Pesantren Darul Hikam merupakan salah satu pondok literasi yang memiliki kegiatan jurnalistik. Guna mendukung kebutuhan mahasiswa dalam mengerjakan skripsi, pondok pesantren Darul Hikam menggelar bimbingan skripsi kepada para mahasiswa yang juga sebagai santri (mahasantri). Acara tersebut digelar pada Jum’at, 04 September 2024 secara offline. Acara tersebut berlokasi di Pondok Darul Hikam cabang putra, Ajung, Jember.

Tentunya dalam kegiatan bimbingan skripsi tersebut mengundang narasumber yang ahli di bidangnya, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. sebagai narasumber pada kegiatan bimbingan skripsi tersebut. Dengan membawa materi “pengenalan skripsi” acara tersebut tentu dihadiri belasan mahasantri Cabang Putra.

Dalam materinya, Wildan (sapaan akrabnya) menjelaskan bahwa di bangku perkuliahan terdapat di berbagai macam tugas menulis. Di antaranya skripsi untuk mahasiswa sarjana, tesis untuk mahasiswa magister, dan disertasi untuk mahasiswa doktor.

“Bedanya 3 tulisan ini terletak pada tujuannya. Skripsi bertujuan untuk mendeskripsikan, tesis untuk menganalisis, dan disertasi untuk menemukan,” jelas Wildan.

Adapun Wildan menjelaskan bahwa skripsi memiliki 5 bab serta memiliki isi tersendiri. “Dalam bab pertama atau pendahuluan memuat tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan masalah, definisi istilah, dan sistematika pembahasan.” Jelas Wildan yang merupakan mahasiswa lulusan S2 itu.

Menurut Wildan dalam menulis bab pertama atau pendahuluan, latar belakang penelitian menjadi bagian penting pada bab tersebut. Menyadari hal tersebut, Wildan menjelaskan bahwa dalam menulis latar belakang dapat menggunakan sistematika penulisan piramida terbalik.

“Kalau mau nulis latar belakang, bisa menggunakan piramida terbalik atau penulisan masalah dari yang umum ke khusus. Terlebih untuk mahasiswa di UIN KHAS Jember. Jadi membahas masalah atau hal yang umum terlebih dulu sebelum pada akhirnya menuju pada masalah yang lebih khusus.” Ujar Wildan yang juga merupakan salah satu musyrif Pondok Pesantren Darul Hikam.

Terakhir, dalam sesi tanya jawab dengan mahasantri Wildan memberi saran kepada para mahasantri bahwa dalam menentukan judul penelitian perlu adanya beberapa hal sebagai kunci. Hal tersebut ialah, banyaknya literatur atau referensi bacaan dan contoh permasalahan yang diangkat banyak. “Selain hal tersebut, dalam menentukan judul tentu kita harus menentukan melalui materi apa yang kita sukai atau materi apa yang kita kuasai.” ucap Wildan.

Salah satu mahasantri Darul Hikam, Agift mengatakan bahwa kegiatan ini tentunya sangat bermanfaat dan dapat mendidik baik untuk semester muda dan tua. “Intinya belajar terus aja dan punya kemauan, seperti melalui kegiatan-kegiatan seperti ini. Insyaallah cepat lulus.” ujar Agift yang juga PIC (Person In Charge) kegiatan bimbingan skripsi itu.

Acara berlangsung dengan banyaknya antusias dari mahasantri. Acara tersebut juga berjalan dengan lancar.

Reporter: Agift Akmal Maulana

Editor: M. Alif Syaihoni

Categories
Berita

Dorong Internasionalisasi Dosen, WOMESTER Undang Prof. Imam Suprayogo

Media Center, 2 Oktober 2024

World Moslem Studies Center atau yang dikenal dengan WOMESTER, kembali menggelar kegiatan ilmiah, yaitu Discussion Talk dengan tema ‘Peluang & Tantangan Penelitian Serta Pengabdian Masyarakat Muslim Dunia’ pada Selasa, 01 Oktober 2024 secara daring.

Diskusi kali ini mengundang salah satu Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo. Dosen UIN SAIZU Purwokerto, Muchimah, M.H yang juga pengurus WOMESTER turut serta sebagai MC bersama Muhammat Taufik, Ph.D sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Direktur WOMESTER, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. mengenalkan sejumlah program WOMESTER sebagai salah satu lembaga NGO yang bergerak di bidang penelitian, pengabdian, publikasi, hingga kerjasama internasional, telah sukses dijalankan.

“Sebagai pusat studi, maka WOMESTER ini berfokus pada kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat luar negeri,” ujar Prof Haris UIN KHAS Jember tersebut.

Sebagaimana diketahui, lanjut Prof Haris, WOMESTER telah melakukan berbagai serangkaian acara ke luar negeri. Misalnya Australia, New Zealand, Belanda, Jerman dan Hongkong.

“Ini dilakukan WOMESTER bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengabdian masyarakat di berbagai negara mulai tahun 2019,” ujar Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut.

Sementara, berbagai penelitian juga dilakukan di berbagai negara. Misalnya Malaysia, Brunei, Australia, Taiwan, dan sebagainya. “Ke depan, penelitian ini akan lebih masif lagi,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP APHTN-HAN tersebut.

Sementara itu, Prof. Dr. KH. Imam Suprayogo mendorong para dosen PTKIN/PTKIS untuk berani mengambil langkah berani dan keluar dari zona nyaman mereka.

“Para dosen PTKIS harus memiliki keberanian untuk menjelajahi peluang di luar negeri. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, dan bersaing secara sehat dengan dosen-dosen dari berbagai belahan dunia,” ujar Prof. KH. Imam Suprayogo yang juga Rektor UIN Malang 1997-2013.

Prof. KH. Imam Suprayogo mengingatkan bahwa penting bagi setiap peneliti atau dosen untuk membuka diri dan menjalin hubungan dengan berbagai kalangan, baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan bergaul dengan beragam komunitas, para akademisi dapat memperluas wawasan dan memperkaya pengalaman mereka.

“Keterlibatan dalam komunitas internasional dapat memberikan akses kepada kolaborasi penelitian yang lebih luas, serta membuka jalan untuk pengabdian masyarakat yang lebih berdampak,” jelasnya

Namun, sebelum pengabdian di luar negeri, ada alur yang harus dilalui. “Dimulai dari ta`aruf (perkenalan), kemudian lalu ke tafahum (saling memahami antara satu dengan lainnya), kemudian, setelah proses tadlamun (saling menghargai) terjalin, akan muncul hubungan yang lebih mendalam, yaitu tarahum (saling menyayangi).

“Ketika kita sudah mencapai level tarahum, hubungan kita akan semakin erat. Dari ikatan hati ini, akan muncul taawun, yaitu saling tolong-menolong dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Prof. KH. Imam Suprayogo yang juga Ketua Jamiyatul Islamiyah yang beranggotakan lima benua.

Kalau sudah pada level taawun, maka apa yang tidak akan diberikan oleh masyarakat dunia. “Semua akan diberikan, namun ya itu. Semu itu ada prosesnya. Kuncinya ada pada komunikasi dan diplomasi,” tegas Prof. KH. Imam Suprayogo

Menurut Prof. KH. Imam Suprayogo, jikalau sudah terjalin ini, maka mereka akan membutuhkan kita. “WOMESTER ini sudah bagus, Prof Haris sudah keluar dari sangkarnya. Mengundang Dubes Colombia dan Dubes Havana Cuba,” kata Prof. KH. Imam Suprayogo.

Menurut Prof. KH. Imam Suprayogo, kita jangan sampai sarangnya terlalu kecil. NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, dan sebagainya. “Mestinya para doktor dan guru besar PTKIS sudah melampaui ini semua. Untuk memberikan kontribusi pada masyarakat,” tegas Prof. KH. Imam Suprayogo.

Acara Discussion Talk ini berlangsung gayeng mulai jam 19.30 hingga 21.30 WIB diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Ahmad Kamil Rizani

Categories
Berita

Israel Serang Lebanon, Direktur Womester Serukan Perdamaian di Timur Tengah

Konflik Israel dengan Lebanon memasuki babak baru. Israel setidaknya telah melancarkan sejumlah serangan Udara ke Lebanon dalam 24 jam terakhir. Kejadian ini mengakibatkan tewasnya 558 warga Lebanon. Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, di antara korban tewas ditemukan 50 anak-anak dan 94 wanita, sementara sekitar 2.000 orang terluka. Lebih dari 10.000 orang telah dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam serangan paling ganas yang pernah dialami Lebanon sejak perang saudara tahun 1975-1990.

Serangan Israel pertama di Lebanon dilaporkan pada Senin, 23 September pukul 6:30 pagi, menghantam daerah tak berpenghuni dekat Byblos, sebelah utara Beirut. Serangan tersebut kini masih terus berlangsung.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, Israel mengatakan bahwa mereka menyerang Hizbullah agar dapat mengembalikan warganya yang mengungsi ke utara. Pada Rabu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan pengerahan kembali “pasukan, sumber daya, dan energi” ke wilayah utara dan Hizbullah saat perang memasuki “fase baru”, yang tampaknya menyiratkan bahwa perang di Gaza telah berakhir.

Menurut Gallant, ini adalah bagian dari upaya untuk memulangkan 65.000 warga Israel yang telah diperintahkannya untuk dievakuasi pada hari-hari awal konflik untuk mengantisipasi serangan Hizbullah terhadap rumah-rumah mereka di dekat perbatasan Lebanon.

Saling serang ini sangat berbahaya karena aliansi Israel dan Hizbullah dapat membawa negara lain ke dalam pusaran konflik. China sendiri berjanji akan membela Beirut dari Israel yang dimulai dengan langkah-langkah diplomatik. China lalu menyerukan gencatan senjata permanen segera dan penarikan pasukan Israel sepenuhnya dari wilayah Palestina.

Di sisi lain, Amerika Serikat, sekutu Israel, mengumumkan akan mengirimkan tentara tambahan ke wilayah tersebut, tetapi tidak menyebutkan jumlah atau tujuan mereka. Saat ini, AS menempatkan sekitar 40.000 tentara di daerah tersebut.

Sebagaiman diketahui, Hizbullah dan Iran telah bekerja sama sejak berdirinya Hizbullah sebagai respons terhadap invasi Israel ke Lebanon pada tahun 1982. Israel telah melancarkan pertempurannya dengan kelompok-kelompok seperti Hamas dan Hizbullah sebagai bagian dari pertempuran yang lebih luas melawan Iran.

Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. K.H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC yang mengutuk keras serangan Israel ke Libanon tersebut. Menurutnya, tindakan Israel dapat membahayakan perdamaian dunia karena telah memperluas zona konfliknya bersama Palestina.

“Kami mendorong agar komunitas internasional seperti PBB untuk memberikan langkah-langkah yang konkret dan cepat untuk perdamaian di Timur Tengah,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PW NU Jawa Timur Periode 2024-2029 tersebut.

Selain itu, Prof. Kiai Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat (PP) Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara menyerukan partisipasi lebih luas untuk mendorong perdamaian Palestina – Israel dan sejumlah negara yang terlibat.

“Sebagai langkah kongkret, saya mengajak masyarakat dunia, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk terus berjuang menyerukan perdamaian di Timur Tengah,” tambah Guru Besar yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Periode 2019-2023 tersebut.

Reporter: Agift Akmal Maulana

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Lembaga Wakaf Darul Hikam Undang Ketua Jeco Bicara Digital Marketing

Menggeliatnya pemasaran online yang terjadi di tengah-tengah masyarakat direspons oleh Lembaga Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dengan menggelar Training Digital Marketing pada Jumat pagi 27 September 2024 jam 09.30 sd 11.00 di Kantor YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Para peserta terdiri dari pengurus Lembaga Wakaf Darul Hikam, yakni Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., dan Rico Aldy Munafan, S.H., dengan menghadirkan narasumber Ketua Jember Entrepreneur Community (JECO) dan Owner DKM Cakes and Cookies, Rizki Prasetya Adi Murdani.

Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam yang juga Ketua YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menjelaskan, pihaknya menggelar kegiatan tersebut untuk dapat membangun, meningkatkan, dan mempertahankan reputasi Lembaga Wakaf Darul Hikam secara online, pada semua platform digital.

“Kita ingin meningkatkan trust masyarakat, sehingga ujungnya nanti diharapkan jumlah donatur semakin banyak, agar manfaatnya juga semakin luas untuk umat,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Dalam pelatihan ini, Rizki sapaannya menjelaskan bahwa, konten yang menarik dapat menjadi pusat perhatian audiens dan membuat mereka tertarik untuk berinteraksi lebih lanjut dengan merek.

“Karenanya yang paling penting pertama adalah brand awareness yaitu kesadaran konsumen terhadap merek suatu produk. Kesadaran merek ini diukur dari seberapa baik konsumen mengenali logo, nama, produk, dan aset merek lainnya,” ujar Rizki.

Untuk meningkatkan digital marketing, lanjut Rizki, diperlukan konten yang ‘bernyawa’, yaitu konten yang menarik perhatian dan relevan bagi audiens.

Konten juga harus dilaksanakan secara konsisten (istiqomah). Konsisten dalam frekuensi publikasi, kualitas konten, termasuk nada dan gaya.

“Selain itu, mendorong interaksi (engagement) melalui like, komentar, share, polling, atau konten yang mengundang diskusi dapat memperkuat hubungan dengan audiens, meningkatkan loyalitas, dan memperluas jangkauan,” jelasnya.

Selain itu, manajemen tim/talent memiliki peran yang tidak kalah penting. Secara keseluruhan, tim digital marketing berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan dan inovasi dalam perusahaan di era digital.

“Tim digital marketing penting bagi perusahaan karena mereka mengelola strategi pemasaran online, meningkatkan visibilitas merek, dan menganalisis data untuk memahami audiens. Mereka juga merancang kampanye untuk meningkatkan konversi dan menjaga hubungan dengan pelanggan, memastikan perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat di pasar digital,” tambah Rizki.

Staf Lembaga Wakaf Darul Hikam, Rico Aldy Munafan, S.H., mengaku acara tersebut menjadi tambahan wawasan yang luar biasa untuk peningkatan trust Lembaga Wakaf Darul Hikam ke depan.

“Dengan memiliki keahlian digital marketing, kita bisa mensosialisasikan misi dan program kita jauh lebih luas, menggalang dana dengan lebih efektif, dan memudahkan donasi dari berbagai sumber,” ujar Rico yang juga Mahasiswa Magister Hukum di Universitas Jember.

Reporter : M. Alif Syaihoni

Editor : Agift Akmal Maulana

Categories
Berita

Gus Kikin Bentuk “Kabinet Pelangi” PWNU Jatim 2024-2029

Surabaya Kompas.TV Jawa Timur – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus KH Kikin A Hakim) membentuk “kabinet pelangi” dalam kepengurusan PWNU Jatim 2024-2029 yang mendapatkan Surat Keputusan (SK) PBNU Nomor 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 pada 9 September 2024.

“Tidak mudah membentuk ‘kabinet’ PWNU Jatim 2024-2029, karena mempertimbangkan kebersamaan sesuai amanah Konferwil PWNU Jatim yang lalu. Kami betul-betul mempertimbangkan regenerasi, kaderisasi, apresiasi, dan akomodasi daerah,” katanya dalam Ta’aruf PWNU Jatim 2024-2029 di Gedung PWNU Jatim, Surabaya, Selasa.

Dalam acara ta’aruf dan penyerahan SK PBNU yang dihadiri Rais Syuriyah PWNU Jatim 2024-2029 KH Anwar Manshur dan sejumlah Wakil Rais Syuriyah itu, Gus Kikin yang merupakan pengasuh Pesantren Tebuireng ke-8 (2020-sekarang) atau cicit “Sang Kiai” itu menjelaskan beberapa pertimbangan yang ada itu dibahas melalui musyawarah yang teliti.

“Ada regenerasi dan kaderisasi, kami pertimbangan beberapa nama baru. Sedangkan untuk apresiasi dan akomodasi daerah dipertimbangkan melalui kebutuhan pembidangan kinerja ke depan,” katanya.

Dalam ta’aruf juga dihadiri beberapa Wakil Rais Syuriyah, seperti KH. Abd. Matin Djawahir, KH Moh Hasan Mutawakkil, dan KH. Agoes Ali Masyhuri.

Menurut Gus Kikin yang pernah menjabat Wakil Ketua PWNU Jatim (2008-2022) itu, nomenklatur pembidangan yang diprioritaskan antara lain keagamaan/dakwah, pendidikan/kebudayaan, organisasi/kelembagaan/ZIS, kaderisasi/SDM, pendampingan ekonomi umat, pemberdayaan pesantren, media/komunikasi, advokasi/HAM, saintek, lingkungan, dan kesehatan.

“Pembidangan yang ada itu bertujuan mengembalikan Jatim sebagai barometer NU dan merancang kerja nyata yang terukur-adaptif-produktif, karena itu saya ucapkan terima kasih atas kesediaan para pengurus syuriyah dan tanfidziyah untuk bergabung. Kita kembalikan NU 1926 yang akomodatif/pelangi, musyawarah/kebersamaan, pendampingan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah KH. Abd. Matin Djawahir dalam sambutan mewakili Rais Syuriah KH Anwar Manshur menegaskan NU itu bukan sekadar organisasi, tapi karomah dari Allah yang akan menjaga hingga kiamat, namun ikhtiar tetap harus ada.

“Ibarat perang Badar yang tetap harus ada sebagai ikhtiar, tapi kehendak Allah yang membuat jumlah kecil bisa menang, karena itu SK yang kita terima itu bukan anugerah tapi amanah dari Allah, apalagi akhir-akhir ini ada tiga tantangan yakni fitnah NU versus PKB, fitnah NU versus Jatman/intern, dan fitnah NU versus Yaman/Habaib,” katanya.

SK Nomor 2350/PB.01/A.II.01.44/99/09/2024 itu ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU Drs H Saifullah Yusuf, yang tanggal pengesahan pada 9 September 2024 hingga 9 September 2029.

Komposisi dan personalia PWNU Provinsi Jawa Timur masa khidmat 2024-2029, yang terdiri dari Mustasyar (Dewan Penasihat), Syuriyah, A’wan (Dewan Pakar), dan Tanfidziyah atau pengurus harian.

Syuriah :
Rais: KH Anwar Manshur
Wakil Rais: KH Abd Matin Djawahir
Wakil Rais: KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah
Wakil Rais: KH Agoes Ali Masyhuri
Wakil Rais: KH Abdul Adzim Kholili
Wakil Rais: KH Ali Maschan Moesa
Wakil Rais: KH Hadi Muhammad Mahfudz
Wakil Rais: KH Ahmad Azaim Ibrahimy Dhofir
Wakil Rais: KH A Jazuli Nur
Wakil Rais: KH Husnan Dimyati
Wakil Rais: KH Mustaqim Basyari
Wakil Rais: KH Romadlon Chotib
Wakil Rais: Habib Achmad Edrus Al-Habsyi
Wakil Rais: KH Ahmad Khoir Zad Maddah

Katib: H Ahsanul Haq
Wakil Katib: KH Mughits Al-Iroqi
Wakil Katib: KH Mas Cholil Nawawi
Wakil Katib: Abdullah Sodiq
Wakil Katib: KH Sholeh Hayat
Wakil Katib: KH Mohammad Shofiyullah
Wakil Katib: Misbahul Munir
Wakil Katib: KH Mohammad Yahya Badrus Sholeh
Wakil Katib: KH M Adibussholeh Anwar
Wakil Katib: KH Iffatul Lathoif Zainuddin
Wakil Katib: KH Ahmad Faris Idrisa
Wakil Katib: KH Ishari Shofwan
Wakil Katib: H Ilhamullah Sumarkan
Wakil Katib: KH Muadz Harist Dimyathi

Tanfidiyah
Ketua: KH Kikin A Hakim
Wakil Ketua: KH Muh Balya Firjaun Barlaman
Wakil Ketua: Akh Muzakki
Wakil Ketua: KH Abdul Hamid Wahid
Wakil Ketua: H Taufiq Djalil
Wakil Ketua: H Noor Shodiq Askandar
Wakil Ketua: KH Taufik
Wakil Ketua: dr Muhammad S Niam
Wakil Ketua: H Ahmad Hakim Jayli
Wakil Ketua: H Kacung Marijan
Wakil Ketua: H Maskuri Bakri
Wakil Ketua: H Suparto Wijoyo
Wakil Ketua: H Mustain

Sekretaris: H Muhammad Faqih
Wakil Sekretaris: KH M Wafiyul Ahdi
Wakil Sekretaris: H Babun Suharto
Wakil Sekretaris: Haikal Atiq Zamzami
Wakil Sekretaris: H Ahmad Fahruddin
Wakil Sekretaris: H Fatchul Aziz
Wakil Sekretaris: H M Noor Harisuddin
Wakil Sekretaris: dr R Hardadi Airlangga
Wakil Sekretaris: H Edy M Ya’kub
Wakil Sekretaris: H M Idham Kholid
Wakil Sekretaris: H Alfian Futuhul Hadi
Wakil Sekretaris: Muhammad Koderi
Wakil Sekretaris: H Moh Nurul Huda
Wakil Sekretaris: H Muhammad Taufik

Bendahara: H Yoke Candra Katon
Wakil Bendahara: H Yahya Taufik Alhabsyi
Wakil Bendahara: Fauzi Priambodo
Wakil Bendahara: H Rasidi
Wakil Bendahara: H Yusuf Adnan
Wakil Bendahara: Ahmad Suroso.

Sumber : https://jatim.kompas.tv/regional/539033/gus-kikin-bentuk-kabinet-pelangi-pwnu-jatim-2024-2029?page=all

Categories
Berita

Mengkaji Solusi Fiqih Muslim Indonesia di Luar Negeri

Banyumas, Arina.id – Selama ini praktik pelaksanaan ibadah umat Islam di dalam negeri (Indonesia) hampir tanpa kendala sebab mayoritas warga negara Indonesia beragama Islam. Fasilitas, iklim, lingkungan, waktu bekerja serta banyak aspek lainnya mendukung peribadatan umat Islam di Indonesia.

Namun bagaimana pelaksanaan ibadah umat Islam Indonesia yang tinggal di luar negeri seperti Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Belanda, Australia dan negara-negara lainnya?

Para peneliti dan penulis dari World Moslem Studies Center (Womester) mencoba mengulas persoalan tersebut dalam buku Pedoman Fikih di Luar Negeri. 

Mematangkan penyajian dan konten buku ini, Womester mengadakan rangkaian Focus Discussion Group (FGD), di antaranya dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri KH Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto di Banyumas Jawa Tengah, Selasa (10/9/2024).

Mohammad Romli, salah satu penulis buku tersebut mengungkapkan FGD penting diadakan untuk menerima masukan perbaikan terhadap draf buku, terkait bagaimana penerapan fiqih bagi Muslim Indonesia berada di luar negeri.

“Mengapa harus ada fikih luar negeri karena ketika mereka (Muslim Indonesia) sampai di luar negeri ada satu kegelisahan yang luar biasa; tidak hanya mereka mencari uang tetapi bagaimana mereka yang biasa menjalankan ibadahnya dengan nyaman di Indonesia. Ketika sampai di sana ada sesuatu yang meragukan (dalam pelaksanaan ibadah). Maka kita mencoba di Womester mengkaji ke arah itu,” ujarnya.

Sementara itu, Prof M Noor Harisudin, penulis lainnya mengungkapkan di beberapa negara yang pernah ia kunjungi dalam kegiatan dakwah, sering ditemukan keadaan toilet kering, sehingga ini menyulitkan umat Islam yang akan berwudlu.

“Akhirnya mereka mengangkat kaki ke wastafel atau ke lubang closet saat berwudlu,” kata Guru Besar UIN KHAS Jember ini. 

Persoalan lainnya di luar negeri misalnya seorang sopir yang tidak bisa menjalankan shalat Jumat karena harus mengikuti peraturan majikan atau perusahannya. 

Guru Besar UIN SAIZU, Prof H Ansori menanggapi positif penulisan buku tersebut. Pihaknya juga mengulas dan memberikan masukan beberapa bab atau kajian dari rancangan buku. Menurutnya fikih di negara-negara yang minoritas Islam dapat memudahkan umat Islam dalam beribadah. 

Dia juga memberikan masukan agar penyertaan dalil-dalil fikih yang diadaptasi dapat disesuaikan agar tidak menimbulkan salah paham.

Sementara Durotun Nafisah, dosen UIN SAIZU yang telah berpengalaman melakukan pendampingan khususnya para buruh migran di Hong Kong, Taiwan dan Singapura menanggapi bahwa dirinya menemukan banyak persoalan lainnya yang dihadapi buruh migran Muslim asal Indonesia, yang belum diulas dalam rancangan buku.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding kerja sama antara Fakultas Syariah UIN SAIZU dan Womester terkait internasionalisasi perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Syariah UIN SAIZU, H Supani menyambut baik FGD dan kerja sama ini.

“Mudah-mudahan silaturahmi Womester dengan Fakultas Syariah UIN SAIZU ini membawa manfaat dan berkah untuk kita sekalian,” harapnya.

Editor: Kendi Setiawan

Sumber: https://arina.id/berita/ar-MGuJS/mengkaji-solusi-fiqih-muslim-indonesia-di-luar-negeri

Categories
Berita

Perkuat Internasionalisasi, Fakultas Syariah UIN Purwokerto Kerjasama Dengan Womester

Media Center Darul Hikam – Zaman sekarang adalah zaman kolaborasi. Kolaborasi merupakan hal yang urgen di masa sekarang. Untuk menopang kemajuan lembaga, maka semua harus dilakukan dengan berkolaborasi bersama pihak lain, termasuk misalnya dalam program internasionalisasi di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Dalam rangka untuk memperkuat program internasionalisasi, Fakultas Syariah UIN Prof KH. Saifudin Zuhri Purwokerto melakukan kerjasama dengan World Moslem Studies Center (Womester) pada Selasa 10 September 2024 di aula UIN Fakultas Syariah SAIZU.

Dekan Fakultas Syariah UIN Purwokerto, Dr. KH. Supani, M.A menerima langsung kedatangan Womester.

“Saya dan civitas akademika UIN SAIZU mengucapkan terima kasih atas acara kerja sama ini. Insyaallah, kerja sama ini sangat bermanfaat bagi kampus kami, khususnya dalam program internasionalisasi,” ujar Dr. KH Supani.

Selama ini, lanjut Dr. Supani, UIN SAIZU sudah melakukan kegiatan internasionalisasi dengan mengirim mahasiswa ke berbagai negara, seperti Thailand dan Malaysia.

“KKN mahasiswa kami sudah ke Thailand dan Malaysia. Ke depan, kegiatan ini terus akan kami lanjutkan dan tingkatkan di masa-masa yang akan datang. Apalagi Womester ini bagian dari jaringan yang kita butuhkan,” ujar Dr. KH Supani yang juga aktif sebagai Badan Wakaf Indonesia Purwokerto.   

Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA., CWC. menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Fakultas Syariah UIN Prof KH. Saifudin Zuhri Purwokerto.

“Saya atas nama Womester mengucapkan banyak terima kasih. Saya bersama KH. Moh. Romli (Wakil Direktur), Abdul Kamil Rizani, (Sekretaris), dan M. Khanif (Bendahara Womester),” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Womester, lanjut Prof Haris, adalah NGO yang bergerak dalam studi Muslim di berbagai belahan dunia.

“Kami melakukan sejumlah kajian tentang negara-negara di dunia, khususnya bagaimana kehidupan umat Muslim di negara tersebut. Tidak hanya sebatas kajian, kami juga melakukan riset mendalam, pengabdian masyarakat, publikasi dan juga advokasi terhadap muslim dunia,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Prof. Haris mengajak semua civitas akademika UIN SAIZU untuk senantiasa berkontribusi positif kepada umat atau dunia.

“Ada banyak kontribusi kita. Bisa  mulai dari menyusun buku Pedoman Fikih Luar Negeri. Sebelumnya juga terbit buku Belanda, Negeri yang Islami. Dan bentuk kontribusi lainnya,” ujar Prof haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Perjanjian Kerjasama antara World Moslem Studies Center dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto terdokumentasi Dengan Nomor: 091/Womester/IX/2025 Tentang Penguatan Internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Womester sendiri telah melakukan berbagai penelitian dan pengabdian masyarakat di luar negeri seperti  Australia, New Zealand, Taiwan, Singapura, Malaysia, Hongkong, Belanda dan juga Jerman. Demikian juga berbagai kajian tentang muslim dunia dilakukan dalam sesi-sesinya. Harapannya, Fakultas Syariah dapat melakukan kolaborasi dengan kegiatan tersebut.

Reporter: Dwi Agus Prasetyo

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Sekolah Manajemen Masjid, Prof. Haris: Perguruan Tinggi Harus Berkontribusi Pada Masyarakat

Media Center Darul Hikam – Perguruan Tinggi harus punya kontribusi pada masyarakat. Kalau perguruan tinggi tidak punya kontribusi pada pengembangan masyarakat (masjid), maka sebaiknya ‘dibubarkan’ saja. Riset-riset (skripsi, tesis dan disertasi) harus diarahkan salah satunya untuk pengembangan kualitas masjid.

Demikian disampaikan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH., M.Fil.I, CLA, CWC dalam Sekolah Manajemen Masjid yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Sosial al-Falah Jember pada Minggu, 8 September 2024 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Sebaliknya, Prof Haris mengapresiasi Organisasi Filantropi seperti YDSF yang telah menginisiasi pergerakan masjid di daerah Jember khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“YDSF sudah mulai inisiasi gerakan masjid. Biasanya kalau sudah bagus, nantinya diambil pemerintah seperti zakat, sertifikat halal, dan sebagainya”, ujar Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tersebut mengkritik pemerintah.

Sebagaimana kita tahu, masjid secara bahasa berarti tempat sujud. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), masjid adalah rumah atau bangunan tempat umat Islam beribadah. Secara istilah syar’i, masjid adalah tempat yang diwakafkan untuk shalat dengan niat menjadikannya masjid. Ini berbeda dengan musholla yang didefinisikan sebagai tempat shalat secara mutlak, baik berupa wakaf, milik pribadi, hibah, dan lain sebagainya. Dari definisi ini, jelas bahwa masjid sudah pasti wakaf, sedangkan mushala belum tentu wakaf.

Geliat masjid di Indonesia khususnya di Jember ini, menurut Prof. Haris, luar biasa. Setidaknya terdapat empat model atau tipe masjid dilihat dari perspektif kemakmuran masjid.

“Tipe A,B, C dan D. Tipe D itu yang terendah, baru buka menjadi masjid dan memulai ketakmiran. Sebaliknya, Tipe A adalah ideal. Masjid Tipe A sistem dan manajemen sudah berjalan. Memiliki Taman Pendidikan al-Qur’an, Sekolah Dasar, dan usaha bisnis yang mandiri”, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU masa bakti 2018-2024. 

Dalam sesi dasar-dasar manajemen masjid, Prof Haris menyebut teori lama manajemen yang meliputi planning, organizing, actuating dan controlling.

“Umumnya pakai ini untuk sampai pada tujuan organisasi. Kita patut bertanya pada diri sendiri: apa kita sudah menggunakan ini? Apa ada perencanaan yang matang rencana kerja masjid tiap tahun?,” ujar Prof Haris yang menulis lebih dari tiga puluh buku tersebut.

Kalau menurut standard Kemenag RI, ada tiga bidang manajemen masjid. Pertama, bidang idarah yang meliputi tata administrasi, perkantoran, dan sebagainya. Kedua, bidang imarah yang fokus pada kemakmuran masjid seperti jamaah sholat lima waktu, sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha. Demikian juga pengajian di masjid.

“Kemudian ketiga, bidang riayah dan pengembangan. Bidang ini terkait sarana prasarana dan maintenance-nya serta bagaimana mengembangkannya,” tukas Prof haris yang juga pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Namun, kalau ingin seperti masjid Jogokarian di Yogyakarta, maka bisa dimulai dengan empat tahapan manajemen, yaitu pemetaan, pelayanan, pemberdayaan dan pertanggungjawaban.

“Pemetaan ini berbasis kebutuhan jamaah masjid masing-masing. Semua masjid punya kekhasan yang tidak dimiliki oleh masjid lain. Selain pemetaan masjid juga pemetaan jamaah masjid,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Sementara, dalam pelayanan, lanjut Prof Haris, takmir selayaknya memperluas cakupan bukan hanya layanan ibadah, melainkan juga dengan layanan kesehatan, layanan sosial, dan sebagainya.

“Jadi tempatkan masjid bukan sebagai tempat ibadah saja, melainkan juga sosial dan kesehatan”, ujar Prof Haris yang sering berdakwah ke luar negeri,

Dalam pemberdayaan, lanjut Prof Haris, Takmir masjid juga dapat melakukan berbagai pelatihan atau training untuk memberdayakan jama’ah masjid. Narasumbernya juga orang-orang berkompeten dari masjid. Misalnya sekolah bisnis UMKM, pelatihan soft skill, dan sebagainya.

“ Terakhir, pertanggungjawaban. Pertanggungjawaban ini bisa dengan dilaporkan di masjid sebelum khutbah Jum’at, atau juga papan pengumuman masjid. Kalau untuk laporan juga bisa menggunakan Buletin,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Dosen Pergerakan Ikatan Keluarga Alumni PMII.

Dalam penutupnya Prof Haris menyampaikan manajemen baru dari Peter Drucker. “Kalau masjid anda ingin hebat, pakai ini. Yaitu manajemen Peter Drucker: Marketing, speed, dan innovation. Ketiga ini akan membuat perkembangan masjid anda melaju keras,” ujar Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur. 

Acara yang dimoderatori Ust. H. Agus Salim ini berlangsung seru dimulai pagi jam 08.00. Pertanyaan dari peserta terkait dengan permasalahan masjid masing-masing menjadi fokus pembahasan yang menarik. Misalnya saldo nol yang malah menjadi fitnah, dan lain sebagainya, Acara sesi pertama tidak terasa selesai jam 10.00 pagi.

Reporter: Dwi Agus Prasetyo

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Pembukaan Pembelajaran Darul Hikam Ganjil 2024, Prof Kiai Haris Ingatkan Pentingnya Ilmu

Media Center Darul Hikam  – Tujuan utama Mahasantri Darul Hikam ke Jember adalah menuntut ilmu. Bukan yang lain. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil, I, CLA, CWC dalam Pembukaan Pembelajaran Pondok Pesantren Darul Hikam Tahun Akademik 2024/2025 di Aula Pondok Cabang Putra Ajung Jember pada Kamis, 5 September 2024.

“Jangan sampai organisasi mengalahkan ilmu. Jangan sampai bisnis meninggalkan ilmu. Kalian datang ke sini, untuk tujuan ilmu,”  tegas Prof Kiai Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Jika orang menggunakan ilmu, lanjut Prof Haris, insyaallah dia akan diangkat derajatnya oleh Allah Swt. “Kalian sebelum ingin menjadi politisi, akademisi, birokrat, pengasuh pesantren (kiai/nyai), yang utama adalah kalian harus punya ilmu dan cinta ilmu dulu,” tandas Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Kiai Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur menjelaskan tentang pentingnya ilmu pengetahuan. Misalnya dalam Al-Qur’an, ketika Allah bertanya kepada semua makhluk “Alastu birabbikum?” (Bukankah Aku ini Tuhanmu?), jawabannya adalah “Bala”(Benar).

Menurutnya, kata “Bala” memiliki makna yang lebih tepat dalam konteks ini dibandingkan dengan kata “Naam” (Ya). Jika kita menggunakan “Naam” sebagai pengganti “Bala”, dapat menyebabkan perubahan makna yang serius dan berpotensi membuat seseorang terjerumus dalam kekafiran menurut Ibnu Abbas.

“Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menggunakan kata-kata dengan benar dalam teks-teks agama. Dan tentu demikian ini pakai ilmu,” tambah Prof Haris yang juga Direktur Womester.

Sementara itu, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, SHI, MH menyampaikan pentingnya memiliki kesadaran akan dicintai Nabi Muhammad Saw. Menurutnya, Rasulullah SAW sangat mencintai umatnya.

“Memahami dan merasakan cinta Allah serta Rasul-Nya adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim, dan kesadaran ini dapat memperdalam hubungan spiritual dan iman kita. Dari sini, kita berniat untuk melaksanan ajaran-ajaran Nabi Muhammad Saw,” ujar Ibu Nyai Robi yang juga Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri KHAS Jember.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Pondok Pusat, Lum’atul Muniroh, memaparkan sejumlah aturan yang  telah ditetapkan di Pesantren Darul Hikam.

“Aturan yang ada di pesantren ini wajib dipatuhi oleh semua mahasantri. Tentunya, aturan tersebut disusun demi kebaikan seluruh mahasantri,” ujar Lum`ah yang juga mahasiswa Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora  UIN KHAS Jember.

Di tahun ajaran kali, Pesantren Darul Hikam akan melakukan kajian sejumlah kitab kuning dan kegiatan inovatif lainnya. Seperti kajian Kitab Kifayatul Akhyar, Imrithi, Sulamut Taufiq, dan Kitab Ta’limul Muta’allim. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Alifah Rahmah Putri, Ketua Pondok Cabang Putri Darul Hikam.

“Tahun ini Darul Hikam sudah menyusun kurikulum yang akan menjadi pedoman pembelajaran di pesantren ini. Selain kajian kitab kuning, ada juga program tahfidz, jurnalistik, manasik haji/umrah, pelatihan perawatan jenazah dan lain-lain,” jelasnya.

Acara yang dipimpin oleh Agift Akmal Maulana dan Azza Naqdan Mufti yang keduanya merupakan mahasantri putra Darul Hikam ini berjalan dengan khidmah, seru dan lancar. Apalagi diisi ice breaking Siska Dwi Santika dan Siti Faiqatul Janah dan Tim Sholawat Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya, acara tersebut dibuka dengan acara buka puasa bersama.

Reporter: Dwi Agus Prasetyo

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Sejajarkan dengan Lembaga Wakaf Nasional, Darul Hikam Adakan Benchmarking ke Dompet Dluafa Republika Jakarta

Media Center, 28 Agustus 2024
Sebagai Lembaga wakaf yang terus berkembang, Darul Hikam terus menerus berbenah diri. Darul Hikam juga terus meng- update berbagai layanan dan program filantropi untuk masyarakat luas Indonesia. Oleh karena itu, pada tanggal 27 Agustus 2024, Lembaga Wakaf Darul Hikam mengirim dua utusan untuk melakukan benchmarking pada Dompet Dluafa Republika yang berkantor di Jakarta.

Dompet Dluafa Republika sendiri merupakan Lembaga filantropi yang sudah tiga puluh satu tahun berkhidmah untuk Indonesia. Sebagaimana maklum, Dompet Dhuafa Republika merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang telah berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf).

Dimulai sejak April 1993, Koran Republika menyelenggarakan promosi untuk surat kabar yang baru terbit tiga bulan itu di stadion Kridosono, Yogyakarta.Acara di stadion itu juga dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat Yogya untuk membeli saham koran umum Harian Republika. Hadir dalam acara itu Pemimpin Umum/Pemred Republika Parni Hadi, Dai Sejuta Umat, (alm) Zainuddin MZ dan Raja Penyanyi Dangdut H. Rhoma Irama serta awak pemasaran Republika.

Pada tanggal 2 Juli 1993, sebuah rubrik di halaman muka Harian Umum Republika dengan tajuk Dompet Dhuafa pun dibuka. Kolom kecil tersebut mengundang pembaca untuk turut serta pada gerakan peduli yang diinisiasi Harian Umum Republika. Tanggal ini di kemudian hari ditetapkan sebagai hari jadi Dompet Dhuafa Republika. Rubrik Dompet Dhuafa di Koran Republika mendapat sambutan luar biasa. Hal ini ditandai dengan adanya kemajuan yang signifikan dari pengumpulan dana masyarakat. Oleh karenanya, muncul berbagai kebutuhan untuk memformalkan aktivitas yang dikelola Keluarga Peduli di Republika.

Pada tanggal 4 September 1994, Yayasan Dompet Dhuafa Republika pun didirikan. Profesionalitas Dompet Dhuafa kian terasah seiring meluasnya program kepedulian dari yang semula hanya bersifat lokal menjadi nasional, bahkan internasional. Tidak hanya berkhidmat pada bantuan dana bagi kalangan tak berpunya dalam bentuk tunai, Dompet Dluafa juga mengembangkan bentuk program yang lebih luas seperti bantuan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan bantuan bencana.

Pada tanggal 10 Oktober 2001, Dompet Dhuafa Republika oleh pemerintah dikukuhkan untuk pertama kalinya sebagai Lembaga Zakat Nasional (Lembaga Amil Zakat) oleh Departemen Agama RI. Pembentukan yayasan dilakukan di hadapan Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal 14 September 1994, diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL. Melihat besarnya khidmah dan kontribusinya untuk Indonesia, maka Lembaga Wakaf Darul Hikam merasa penting untuk melakukan studi banding ke lembaga bonafid tersebut.

Pada Hari Selasa, tanggal 27 Agustus 2024, Prof. MN. Harisudin bersama Abdul Kamil Rizani ditemui Mbak Fani, bidang komunikasi Dompet Dluafa Republika, berkunjung dalam rangka Benchmarking ke kantor Dompet Dluafa di Jakarta. Acara benchmarking berlangsung secara khidmah, mendalam dan fokus di dalam meeting room yang mewah dan asri milik Dompet Dluafa Republika. Ada empat fokus benchmarking, antara lain: manajemen sumber daya manusia, manajemen fundrising, manajemen program, dan manajemen pengembangan wakaf.

Pada sesi pertama, manajemen Sumber Daya Manusia, Ustadz Widodo mengatakan bahwa perencanaan merupakan hal penting dalam tata Kelola ziswaf di Dompet Dluafa Republika. Dimulai dari perencanaan kebutuhan sumber daya insani Dompet Dluafa menyebutnya—, lalu dianggarkan dan dilaksanakan. Setelah memperoleh sumber daya insani, mereka dilatih secara berjenjang, ujar Ustadz Widodo, Manager Pengembangan Sumber Daya Insani Dompet Dluafa.

Jika sumber daya insani sudah establish, maka yang dilakukan adalah penguatan dan refresh sumber daya insani setiap tahunnya. Selain itu, jenjang karir juga diperhatikan. Ada empat level karir di Dompet Dluafa dibawah Direktur., pungkas alumni Institut Teknologi Surabaya tersebut.

Pada sesi kedua, manajemen fundrising, Ustadzah Utami mengatakan bahwa di bagian ini sangat penting.Jumlah fundriser lebih banyak karena ini pondasi utama filantropi. Rata-fata, kenaikan hasil fundrising per tahun ditargetkan sampai 15 persen (optimis), 10 persen (moderat) dan 7 persen (realistis), ujar Ustadzah Utami yang juga Manager Penghimpunan ZIS Partnership Dompet Dluafa.

Dompet Dluafa sangat memperhatikan trust. Kalau donatur mendapatkan reward, mereka malah tidak mau. Demikian juga, jika acara Dompet Dluafa diadakan di hotel, mereka nanti malah bertanya: uangnya dari mana? Jadi, uang harus digunakan tepat sasaran. Akhirnya, kalau mereka mau evaluasi program ke daerah, ya ikut Dompet Dluafa. Mereka malah untuk ikut senang meskipun harus berbayar sekalian wisata bersama keluarga atau orang terdekat, lanjut Ustadzah Utami. Ustadzah Utami adalah manager fundrising Dompet Dluafa.

Dalam sesi tiga, yaitu manajemen program, Ustadz Udhi Tri Kurniawan meng-highlight program-program yang berdampak luas pada masyarakat Indonesia. Secara umum, program mencakup lima kegiatan, yaitu sosial kemanusiaan, pendidikan, kesehatan. ekonomi dan dakwah budaya. Hanya di disini, kami akan menghighligh program -program yang paling diminati masyarakat, pungkasnya yang juga Deputi Program Ekonomi Dompet Dluafa.

Misalnya Desa Kopi Sinjai, Kopi Solok, Desa Tani, dan program-program lain yang sangat bermanfaat pada masyarakat. Untuk kesuksesan program ini, kami menerjunkan apa yang disebut dengan local leader. Merekalah yang membantu Dompet Dluafa sehingga program bisa sukses dan yang lebih penting berkelanjutan (sustainable) , pungkas Ustadz Udi.

Sustainibilty menjadi hal penting lain dalam setiap program Dompet Dluafa Republika. Kegiatan Dompet Dluafa dianggap sukses kalau terus berlanjut. Kalau hanya setahun hingga dua tahun berjalan, itu namanya masih belum sustainable. Tentu, itu perlu ditinggkatkan lagi, jelas Ustadz Udi panjang lebar dan bersemangat.

Sementara, pada akhir diskusi sesi manajemen pengembangan wakaf, Ustadz Ali Bastoni, General Manajer Penghimpunan dan Literasi Wakaf Dompet Dluafa mengatakan bahwa fundrising wakaf Dompet Dluafa sama dengan manajemen zakat, infak dan sedekah. Hanya conten-nya saja yang berbeda, ujar Ustadz Ali.

Sebagaimana kita ketahui, wakaf Dompet Dluafa telah berhasil membangun sejumlah rumah sakit di Indonesia. Misalnya RS KH. Hasyim Asyari di Tebuireng Jombang, RS Achmad Wardi di Banten, dan sejumlah RS yang lain. Kalau ini, biasanya blended finance. Selain disupport dana wakaf, maka juga dana lain yang halal dan relevan tentunya, kata Ustadz Ali.

Prof. Haris sangat berterima kasih pada Dompet Dluafa Republika yang telah banyak berbagi pengalaman. Dompet Dluafa Republika telah banyak menginspirasi dan memberi kontribusi pada Indonesia. Lembaga Wakaf Darul Hikam harus bisa meniru Dompet Dluafa nantinya. Ini sudah banyak yang dipelajari, namun saya yakin masih lebih banyak lagi yang belum dipelajari, ujar Prof. Haris yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Benchmarking ke Dompet Dluafa berlangsung serius, namun tetap khidmah. Gelak tawa kadang mengiringi diskusi ziswaf tersebut. Acara benchmarking dimulai jam 09.00 pagi hingga jam 16.30 sore. Tak terasa, dua utusan Darul Hikam harus undur diri setelah menimba banyak ilmu dari Dompet Dluafa di Jakarta.

Reporter: Riko Aldi Munafan

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

CPNS Resmi Dibuka 20 Agustus 2024, Cek Jadwal dan Persyaratannya

Jakarta, NU Online Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengumumkan pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Berdasarkan surat edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) nomor: 5419/B-KS.04.01/SD/K/2023, seleksi CPNS akan dibuka pada 20 Agustus sampai 6 September 2024 mendatang.
“Berkenaan dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 293 Tahun 2024 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah, bersama ini kami sampaikan jadwal seleksi pengadaan CPNS TA 2024 sebagaimana terlampir,” tulis surat edaran yang dikutip NU Online, Rabu (14/8/2024).

Pendaftaran CASN seluruhnya akan dilakukan secara online melalui https://sscasn.bkn.go.id/. Berdasarkan penelusuran NU Online, Rabu (14/8/2024), akan tetapi sampai saat ini halaman tersebut masih belum dapat digunakan.

Jadwal seleksi CPNS 2024

  1. Pengumuman, Pendaftaran, dan Seleksi Administrasi: 20 Agustus sampai 17 September 2024
  2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS: 16 Oktober sampai 19 November 2024
  3. Pengumuman Hasil SKD CPNS: Minggu kedua November 2024
  4. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS dengan CAT dan Non-CAT: 20 November sampai 20 Desember 2024
  5. Pengumuman Kelulusan Akhir CPNS: 5 sampai 12 Januari 2025
  6. Usulan Penetapan Nomor Induk (NIP) CPNS: 22 Februari sampai 23 Maret 2025

Syarat-syarat peserta CPNS 2024

Sesuai dengan Permen PAN & RB No. 27 Tahun 2021 (https://peraturan.bpk.go.id/Details/170593/permen-pan-rb-no-27-tahun-2021). Syarat-syarat yang dibutuhkan adalah lulusan SMA hingga S1 yang memenuhi syarat CPNS 2024, peserta yang telah berusia 40 tahun juga diperkenankan untuk mendaftar. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi diantaranya;

  1. Warga Negara Indonesia (WNI);
  2. Tidak pernah dipidana penjara selama 2 tahun atau lebih;
  3. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, TNI, Polri, atau pegawai swasta;
  4. Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, TNI, atau Polri; Pelamar tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  5. Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
  6. Pelamar sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar; Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI atau negara lain yang ditentukan oleh instansi pemerintah;
  7. Pelamar berusia 18-35 tahun pada saat melamar kecuali dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter pendidik klinis, dosen, peneliti, dan perekayasa yang boleh melamar CPNS dengan batas usia paling tinggi 40 tahun.

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/cpns-resmi-dibuka-20-agustus-2024-cek-jadwal-dan-persyaratannya-8RLMy

Categories
Berita

Pendudukan Israel di Palestina Ilegal, Direktur WOMESTER Desak Tindak Lanjut Putusan Mahkamah Internasional

Media Center Darul HikamInternational Court of Justice (ICJ) atau Mahkamah Internasional telah mengeluarkan putusan yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal. Putusan tersebut dibacakan oleh Presiden Mahkamah Internasional, Nawaf Salam pada Jumat (19/7/2024) di Den Hag Belanda.

Putusan ini menandai langkah penting dalam upaya internasional untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade di Palestina.

Direktur World Moslem Studies Center (WOMESTER) Depok,  Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC mendukung putusan pengadilan tinggi PBB yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina yang berlangsung selama puluhan tahun ini adalah ilegal.

“Pendudukan ini harus segera diakhiri dan Israel sudah selayaknya mematuhi keputusan dari pengadilan tinggi PBB tersebut. Jangan mengingkari, tapi harus menerima dan melaksanakan segera keputusan ini,” ujar Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara pada Sabtu, (20/07/2024) di kediamannya.

Prof. Haris juga mengatakan bahwa seluruh masyarakat dunia menyatakan dukungan penuh terhadap putusan yang telah diambil terkait konflik Israel-Palestina.

Putusan tersebut dianggap proporsional dan sesuai dengan prinsip keadilan, mengingat tindakan Israel di tanah Palestina yang telah dinilai ilegal sejak dahulu hingga sekarang.

“Kita semua (masyarakat dunia) harus mendukung keputusan ini karena sudah proporsional dan semestinya melihat apa yang dilakukan Israel di tanah Palestina adalah ilegal sejak dulu sampai sekarang,“ tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Dalam hal ini, Prof. Haris mendesak agar keputusan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Terdapat tindak lanjut dan nyata dari pihak terkait untuk memastikan keputusan tersebut dapat dijalankan dengan efektif, sehingga dapat membawa perubahan positif bagi rakyat Palestina.

“Dengan adanya dukungan internasional yang kuat, diharapkan perdamaian dan keadilan di wilayah tersebut dapat segera terwujud. Masyarakat dunia berharap agar keputusan ini menjadi langkah awal menuju solusi yang adil dan damai bagi konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Kaliwates Jember.

Tak hanya itu, Prof. Haris juga menekankan bahwa perhatian harus beralih pada tindak lanjut untuk memastikan keputusan ini betul-betul dilaksanakan di tanah Palestina.

“Warga dunia harus mendukung putusan pengadilan. Saya juga menyerukan langkah-langkah konkret untuk mengawal pelaksanaan putusan ini. Di sini diperlukan pengawasan dan dukungan berkelanjutan dari warga dunia untuk memastikan bahwa keputusan ini tidak hanya berhenti di atas kertas,” ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar  UIN  Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu.

Menurut Prof Haris, diperlukan langkah-langkah tindak lanjut yang diusulkan termasuk pembentukan tim pengawas internasional yang akan memantau implementasi keputusan di lapangan.

“Tekanan diplomatik dan sanksi internasional terhadap Israel juga dipertimbangkan jika terdapat indikasi ketidakpatuhan,” pungkasnya.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor           : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember Minta Pemuda Melek Digital Hadapi Berbagai Ancaman Negara

Media Center Darul Hikam – Warga negara khususnya generasi muda di era digital dalam hal bela negara masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Komenwa Mahasurya Jawa Timur bekerjasama dengan Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur menggelar Sarasehan Pertahanan dengan tema ‘Peran Generasi Muda Dalam Pertahanan Negara Di Era Digital’ pada 18 Juli 2024 di Hotel Mercure Surabaya.

Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Freddy Purnomo, S.H., M.H mengaku siap untuk memfasilitasi kegiatan yang mendukung peran pemuda dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Adik-adik harus semakin berkualitas dan berintegritas agar bangsa kita semakin besar dan maju serta menjadi kebanggaan kita semua,” pesan Dr. Freddy Purnomo dalam Keynote Speechnya.

Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyampaikan, bahwa saat ini dunia menghadapi ancaman dari kombinasi peperangan generasi keempat (4GW) dan kelima (5GW).

Perbedaan utama antara 4GW dan 5GW terletak pada penggunaan teknologi dan taktik. Peperangan generasi keempat lebih fokus pada perang asimetris dan dukungan populasi, sementara peperangan generasi kelima lebih fokus pada serangan digital, informasi, dan teknologi canggih untuk mencapai tujuan strategis.

“Gabungan ancaman ini menciptakan lingkungan konflik yang sangat kompleks, di mana batas antara perang dan damai menjadi kabur, dan metode tradisional untuk mengidentifikasi dan merespons ancaman menjadi kurang efektif,” ujar Fahmi.

Pemuda, lanjut Fahmi juga memiliki peran dalam menghadapi ancaman tersebut. Salam satunya dengan melakukan penguatan di bidang pendidikan dan literasi digital.

“Memasukkan materi tentang keamanan siber, literasi digital, dan pentingnya pertahanan negara dalam kurikulum sekolah dan universitas. Termasuk mengadakan workshop, seminar, dan diskusi tentang isu-isu pertahanan dan keamanan nasional di era digital,” jelasnya lagi.

Sementara itu, Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menyoroti peran pemuda untuk ikut turut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan. Ia menilai, bela negara tidak hanya menjadi tugas TNI/Polri, namun seluruh elemen masyarakat.

Prof Haris mengungkapkan bahwa setiap warga negara, termasuk pemuda memiliki kewajiban untuk ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan, baik melalui pelatihan militer, pengabdian masyarakat, atau partisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung stabilitas nasional.

“Bela negara dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat melalui bidang pekerjaan dan ilmu terapan yang dikuasai, untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan negara,” kata Prof Haris

Prof Haris menjelaskan, ancaman negara dapat dibagi ke dalam berbagai macam, diantaranya; ancaman militer, ancaman non militer dan ancaman hibrida.

“Ancaman dapat berwujud agresi, terorisme, pemberontakan bersenjata, bencana alam, pencurian sumber, penyalahgunaan narkoba, serangan siber, serangan nuklir, serangan biologi, atau wujud ancaman yang membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia, dan keselamatan segenap bangsa,” jelas Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara (PP APHTN-HAN).

Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menerangkan bahwa bela negara di era digital saat ini bukan lagi melawan sekutu dengan mengangkat senjata, melainkan melawan berita bohong atau hoaks, hacker, phising, ransomware, kebocoran data, penipuan, serangan siber, ujaran kebencian, pencurian data pribadi, cyberbullying hingga pornografi.

“Maka dari itu pemuda harus melek digital. Melek digital ini dapat digunakan untuk tujuan ketahanan negara, untuk persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

Acara berlangsung sangat seru dan menarik dengan diikuti oleh ratusan peserta yang dipimpin oleh Ahmad Reza Alfian berperan sebagai moderator.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Menambah Wawasan Hingga Bantu Biaya Kuliah, Darul Hikam Dampingi Ratusan Peserta Lulus Program Prakerja

Media Center Darul Hikam – Kolaborasi Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember bersama LPK Career Development Center PPM Aswaja Nusantara Yogyakarta dalam menyelenggarakan pelatihan program Prakerja, kini semakin menunjukkan hasil.

Koordinator Program Prakerja Darul Hikam, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. mengatakan bahwa, sekitar 300 peserta yang tergabung dari gelombang 63  hingga gelombang 70 telah menerima insentif dari program tersebut.

“Darul Hikam berkomitmen untuk membantu orang lain memenuhi kebutuhan mereka, terutama dalam mendapatkan insentif dari program Prakerja. Komitmen ini tidak hanya mencakup masyarakat di Jember, tetapi juga seluruh Indonesia,” ucap Wildan yang juga tenaga pengajar PP Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Pelayanan yang diberikan, lanjut Wildan, meliputi berbagai tahapan, mulai dari pelatihan pembuatan akun, BIMTEK pembuatan akun, pendaftaran gelombang, pembelian pelatihan, hingga pencairan insentif.

“Pelayanan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta dapat merasakan manfaat maksimal dari program Prakerja,” ujar Wildan yang juga peraih penghargaan Skripsi Terbaik Fakultas Syariah Tahun 2021 lalu.

Wildan juga mengatakan, meskipun program ini mungkin tidak sepenuhnya membantu 100%, namun setidaknya masyarakat dapat menikmati manfaat dari program yang dibuat oleh pemerintah. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membantu masyarakat dalam meningkatkan keterampilan serta memperoleh insentif yang layak

“Program ini bukan hanya sekedar memberikan pelatihan dan insentif, tetapi juga memberikan harapan baru bagi banyak orang yang mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Wildan yang juga Managing Editor Jurnal Constitution Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Dampak tersebut betul-betul dirasakan misalnya oleh Pak Nawawi, peserta Prakerja yang bergabung ke tim YPI Darul Hikam tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingannya selama ini.

“Kami mendapatkan banyak manfaat. Saya dan istri kini lebih memahami cara membuat penulisan berita yang benar dan baik, serta penggunaan tata bahasa yang tepat. Hal ini membuat berita yang kami tulis lebih mudah dipahami oleh publik,” jelasnya.

Pak Nawawi juga mengatakan bahwa selain mendapatkan manfaat pelatihan, dalam program Prakerja ini juga mendapatkan insentif yang sangat berarti bagi kesejahteraan keluarga.

“Insentif ini sangat membantu menopang kebutuhan keluarga kami. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih kepada YPI Darul Hikam atas bimbingan dan dukungannya,” kata Pak Nawawi.

Tidak ketinggalan Ekik Filang Pradana, S.H., seorang santri yang juga menjadi peserta Prakerja Darul Hikam tersebut, memanfaatkan program Prakerja sebaik mungkin, khususnya untuk biaya masa akhir studi S1-nya di UIN KHAS Jember.

“Insentif Prakerja ini sangat berarti, saya menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan kuliah, membayar persyaratan sidang skripsi, serta membeli buku-buku kuliah yang sangat diperlukan,” ungkap Ekik.

Ekik melanjutkan bahwa dukungan ini bukan hanya soal uang, tapi soal harapan dan kesempatan.

“Tanpa insentif ini, saya mungkin tidak bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu. Melalui insentif yang diberikan ini dapat menjadi motivasi dan harapan baru bagi saya yang berjuang untuk masa depan yang lebih baik. Saya benar-benar berterima kasih kepada YPI Darul Hikam dari program Prakerja,” tambah Ekik.

Anjani, peserta Prakerja yang juga mahasiswi UIN Walisongo Semarang, turut merasakan dampak positif dari program Prakerja yang ada di Darul Hikam. Menurutnya, mengikuti Prakerja merupakan pengalaman baru yang berharga bagi dirinya.

“Prakerja sendiri memberikan banyak manfaat bagi saya dari segi ilmu pengetahuan dan segi dunia pekerjaan. Prakerja juga memberi keuntungan bagi saya, salah satunya mendapatkan insentif yang dapat membantu kebutuhan saya sebagai mahasiswa,” ujarnya.

Anjani menambahkan, bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat materiil tetapi juga training yang melatih dirinya dalam menghadapi dunia pekerjaan.

“Program ini dapat melatih diri saya dalam terjun dunia pekerjaan, memberi gambaran seperti apa dunia pekerjaan sebenarnya,” jelasnya.

Begitupun dengan Anjani. Insentif yang diterimanya juga sangat membantu kesejahteraannya sebagai mahasiswa.

“Insentif ini saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan saya sebagai mahasiswa, salah satunya membeli buku. Insentif sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan saya,” pungkas Anjani.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Bedah Buku Diplomasi Tiga Zaman, Dr. Priyo Motivasi Mahasiswa UIN Jakarta Jadi Dubes RI

Media Center Darul Hikam – Duta Besar RI untuk Kolombia (2017-2021), Dr. (H.C) Priyo Iswanto, S.Hum., M.H. menjelaskan, karya bukunya yang berjudul ‘Diplomasi Tiga Zaman’ terinspirasi dari perjalanan kariernya sebagai seorang diplomat yang diwarnai oleh tiga zaman yang berbeda.

“Tiga zaman yang dimaksud adalah Era Bipolar di mana Barat dan Uni Soviet berkonflik di Perang Dingin. Selanjutnya, Era Unipolar dengan dominasi Amerika Serikat yang mengarah pada globalisasi setelah Uni Soviet bubar. Kemudian Era multipolar saat kekuatan Amerika Serikat mulai kendur pada abad ke-21  dan munculnya peran negara-negara menengah atas seperti Cina, Rusia, Brazil, Turki, dan Indonesia,” ujar Dr. Priyo dalam acara Bedah Buku Diplomasi Tiga Zaman yang diselenggarakan oleh World Moslem Studies Center bersama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Rabu, 03 Juli 2024.

“Selama 36 tahun berkarier sebagai diplomat, saya mengalami berbagai pengalaman unik yang belum tentu dialami oleh diplomat lain seperti negara bubar dan suksesi negara, pengakuan negara baru, tiga kudeta, membuka kantor kedutaan baru, kunjungan kenegaraan, ekstradisi gembong mafia Italia, pernah disekap perampok selama 4 jam di dalam taksi, dan gagasan-gagasan ke depan. Saya berharap buku ini dapat memberikan perspektif baru tentang diplomasi yang menarik bagi masyarakat umum, mahasiswa, dan akademisi di bidang hubungan internasional dan hukum internasional,” tambah Dr. Priyo.

Ia juga menjelaskan peluang dan tantangan dalam diplomasi bilateral dan multilateral. Menurutnya, diplomasi bilateral hasilnya lebih membumi dan akan lebih mudah dilakukan jika negara memiliki posture yang kuat terlebih bila mampu menerapkan tangan di atas lebih baik seperti investasi, alih pengetahuan/teknologi, dan hibah/donasi.

“Komponen tersebut dapat meningkatkan citra dan daya ungkit lebih tinggi karena negara akreditasi yang akan mencari kita,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa di negara kecil, pertemuan diplomat dengan pejabat tinggi seperti menteri luar negeri akan lebih mudah dibandingkan di negara negara besar.

Sementara itu, dalam diplomasi multilateral, ia menekankan bahwa bidang ini memerlukan individu yang kompeten, terbuka, dan pandai bergaul.

“Karena informasi dan posisi kita akan lebih diterima jika kita bisa berkawan. Akan lebih mudah mencari kesesuaian antara posisi kita dengan posisi teman-teman kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembahasa pertama, Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menilai buku tersebut dapat menjadi guidance bagaimana menjadi seorang diplomat hingga Duta Besar. Karena di dalamnya terdapat 18 topik menarik yang berisi teori dan praktik baik seorang diplomat dan duta besar RI Kolombia.

“Menjadi diplomat adalah impian bagi sebagian kalangan anak muda yang memiliki cita-cita tinggi namun mereka tidak tahu cara mendapatkan dan berproses menjadi diplomat. Oleh karena itu, buku ini menjadi bacaan wajib calon diplomat. Apalagi, beliau kalua di pesantren disebut dengan ar-rasikhuna fil ilmi. (orang-orang yang ilmunya mandarah daging), khususnya dalam ilmu diplomasi,” jelas Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN).

Prof Haris juga menyampaikan, Dr. (HC) Priyo Iswanto penulis buku tersebut adalah seorang diplomat yang meniti karir dengan background pendidikan Bahasa Inggris (S1) dan Hukum Bisnis Internasional (S2), dengan kunci “terus update belajar” yang akhirnya menjadi Duta Besar di Kolombia.

“Bagaimana dengan mahasiswa PTKIN? Bagaimana peluang menjadi diplomat dan juga  Duta Besar RI?, khususnya untuk mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta. Insyaalah peluangnya besar. Apalagi sudah ada alumni UIN Jakarta yang jadi Dubes seperti Pak Gatot dan Dr. Abd. Azis,” kata Prof. Haris di hadapan ratusan peserta di Ruang Teater Lt. 2 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pembahas kedua, Dr. Atep A. Rofiq, M.Si, Dosen FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyebut, buku tersebut layak untuk dimiliki dan dipahami oleh mahasiswa hubungan internasional atau hukum internasional sebagai salah satu referensi yang lengkap dengan akumulasi teori dan praktik.

“Tidak banyak diplomat yang mencapai puncak karir dari bawah dan mau menuliskannya ke dalam bentuk buku. Buku ‘Diplomasi Tiga Zama’ ini menjadi refleksi dan modal yang kuat dalam melakukan tugas-tugas diplomasi di era digital saat ini,” pungkasnya.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Akhmad Kamil Rizani

Categories
Berita

Gelar Bedah Buku Dubes Kolombia, Womester Gandeng FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Media Center Darul Hikam – World Moslem Studies Center (Womester) bersama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sukses menggelar Bedah Buku ‘Diplomasi Tiga Zaman’ Karya Duta Besar RI untuk Kolombia (2017-2021) Dr. (H.C) Priyo Iswanto, S.Hum, M.H yang bertempat di Ruang Teater Lt. 2 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu siang, 3 Juli 2024.

Adapun para narasumber yang hadir, antara lain; Dr (H.C) Priyo Iswanto, S.Hum, MH (Penulis Buku Diplomasi 3 Zaman Duta Besar Untuk Kolombio 2017-2021), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC (Direktur Womester); Dr. Atep A. Rofiq, M.Si (Dosen FSH UIN Syarif Hidayatulah Jakarta).

Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor  UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Muhammad Maksum, SH, MA, MDC, serta sejumlah civitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Prof. Maksum dalam sambutannya menuturkan, kegiatan Bedah Buku Diplomasi Tiga Zaman menjadi penting dilakukan, untuk membuka cakrawala pengetahuan bagi mahasiswa khususnya konsentrasi peminatan hukum internasional.

“Kehadiran Dr. (HC) Priyo di tengah kita dapat dijadikan sebagai tekad dan motivasi yang kuat dalam belajar. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya terlebih bagi yang bercita-cita menjadi seorang diplomat di masa yang akan datang,” ucap Prof. Maksum Dekan FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di waktu yang sama, Wakil Direktur Womester, KH. Moh Romli menjelaskan, Womester merupakan lembaga hukum yang bergerak di bidang penelitian, pengabdian serta pendampingan Muslim di luar negeri. Salah satu kegiatan yang baru saja dilakukannya yaitu pengiriman dai/mubalig ke Belanda dan Hong Kong.

“Alhamdulillah Bulan Ramadhan kemarin, tepatnya  pada 1 -17 Romadhan 1445 H (12-26 Maret 2024), kami Womester sukses melaksanakan dakwah di luar negeri yaitu di Belanda dan Hong Kong,” ujar KH. Romli.

Selain itu, kegiatan Womester yang lain misalnya, melakukan liputan sejumlah kegiatan serba-serbi bulan Romadhan di luar negeri bekerjasama dengan LT PBNU di berbagai negara, seperti Belanda, Hongkong, Korea, Australia, Inggris, Jerman, Prancis, Firlandia dan Amerika.

“Kami juga sudah berhasil menerbitkan sejumlah buku, yaitu Buku Fiqh Aqliyat (fikih Minoritas ) bagi  Muslim yang tinggal di negara-negara non-Muslim dan buku pedoman fiqh luar negeri, termasuk juga menggelar Seminar bersama Diplomat dan Kemenlu,” jelasnya lagi.

Womester merupakan salah satu NGO di Indonesia. Pembentukannya dirintis oleh sekelompok dosen dan peneliti dari kultur Islam progresif -tradisional yang intens berdiskusi dan mengembangkan pemikiran ke arah yang lebih terbarukan dan toleran dengan isu-isu global. Meski tujuannya untuk masyarakat Indonesia dan negara Indonesia.

Diskusi berlangsung gayeng setelah banyak pertanyaan yang dilemparkan oleh sejumlah peserta. Acara bedah buku yang dimoderatori oleh Sekretaris Womester, Akhmad Kamil Rizani, S.H., M.H diikuti oleh ratusan peserta secara daring via zoom meeting.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Moh. Abd Rauf

Categories
Berita

PCI NU Belanda Sambut Gembira Terbitnya Buku Belanda Negeri Yang Islami

Amsterdam, 22 Juni 2024 – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Belanda dengan gembira menyambut terbitnya buku berjudul “Belanda, Negeri Yang Islami?” oleh M. Noor Harisudin, seorang guru besar di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Buku ini merupakan hasil kerjasama dari Lembaga Dakwah dan Bahtsul Masail (LDBM) PCI NU Belanda, World Moslem Studies Center (Womester) dan penerbit Pena Salsabila. Buku ini merupakan catatan perjalanan seorang pendakwah Muslim dari Indonesia ke Belanda dan Jerman, yang menawarkan perspektif unik tentang kehidupan masyarakat di dua negara tersebut.

Buku ini mengisahkan pengalaman penulis selama 15 hari di Eropa Barat, di mana ia berusaha mengenali lebih dekat masyarakat asing yang berbeda latar belakang agama dan budaya. Melalui pengamatannya, penulis tidak hanya menerima rumor-rumor yang beredar, tetapi juga berusaha memahami kenyataan kehidupan di Belanda dan Jerman dengan objektif. Sebagai seorang Muslim yang taat, penulis merujuk pada ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk saling mengenal dan belajar dari satu sama lain.

Dalam berbagai babnya, penulis mengeksplorasi banyak aspek kehidupan di Belanda dan Jerman, mulai dari metode penentuan awal Ramadan, pengalaman beribadah selama Ramadan, hingga observasi tentang pendidikan, sistem transportasi, dan kondisi penjara yang kosong di Belanda. Melalui kesaksiannya, ia mencatat bahwa masyarakat di Belanda dan Jerman, meskipun tidak menempatkan agama sebagai hal yang krusial dalam kehidupan sehari-hari, berhasil mewujudkan ajaran-ajaran yang terkait dengan kemaslahatan bersama dalam kehidupan mereka.

Noor Harisudin, lahir di Demak pada 25 September 1978, adalah akademisi dan pendakwah di Indonesia. Beliau menyelesaikan S1 di IAI Ibrahimy Situbondo, S2 dan S3 di IAIN Sunan Ampel Surabaya, serta S1 Ilmu Hukum di Universitas Moh. Seruji Jember. Kini Guru Besar di UIN KHAS Jember ini aktif mengajar, menulis, dan berdakwah. Beberapa jabatan pentingnya termasuk Asesor Ma’had Aly Kementerian Agama RI dan Ketua Komisi Pengkajian MUI Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ketua PCI NU Belanda, Nur Ahmad, M.A., mengapresiasi usaha penulis dan menganggap buku ini sebagai ajakan untuk saling belajar dengan keterbukaan, mengakui keunggulan Barat dalam banyak hal. “Buku ini mendorong pembaca untuk kembali menghidupkan sikap kosmopolitanisme Islam dan tidak merasa jumawa atau anti terhadap Barat,” terangnya.

Program safari dakwah Ramadhan 1445 H yang diselenggarakan oleh PCINU Belanda bersama World Moslem Studies Center (Womester), di mana penulis buku ini menjabat sebagai direktur, merupakan salah satu langkah nyata dalam upaya tersebut. Program ini memungkinkan para Muslim untuk belajar langsung dari masyarakat Eropa dan kemudian berbagi pengalaman tersebut dengan masyarakat di tanah air.

PCI NU Belanda berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca untuk lebih mendalami kehidupan keislaman yang relevan dengan permasalahan nyata dan tidak hanya berkutat pada ranah dogma semata. Semoga buku ini menjadi sumbangan berharga dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kerjasama antara masyarakat Muslim dan non-Muslim di seluruh dunia.

Sumber: https://nubelanda.nl/2024/06/25/pcinu-belanda-sambut-gembira-terbitnya-buku-belanda-negeri-yang-islami/

Categories
Berita

Perluas Manfaat, Lembaga Wakaf Darul Hikam Undang Syahril Imron Paparkan Strategi Raih Beasiswa LPDP

Media Center Darul Hikam – Di tahun 2024, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali memberikan kesempatan emas bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan membuka program beasiswa yang komprehensif.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Awardee Beasiswa LPDP Santri 2021 Master of Food Technology di Wageningen University, Belanda, Muhammad Syahril Imron dalam acara Webinar Scholarship bertajuk “Strategi Meraih Beasiswa LPDP di Eropa” secara daring, pada Sabtu (22/06/2024).

“LPDP memberikan prioritas pada berbagai bidang studi yang dianggap strategis untuk pembangunan bangsa, antara lain engineering, science, agriculture, law, economics, finance, medicine, religious affairs, dan socio-culture,” tutur Syahril Imron yang juga aktivis PCI NU Belanda.

Syahril Imron juga menyebutkan, LPDP menawarkan berbagai jenis beasiswa yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi calon penerima. Salah satunya adalah Beasiswa LPDP Regular, yang merupakan beasiswa reguler untuk Program S2 dan S3 baik di dalam maupun luar negeri.

“Terdapat juga Beasiswa LPDP Afirmasi yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu namun berprestasi, serta BIB (Beasiswa Indonesia Bangkit) yang memberikan kesempatan bagi para calon mahasiswa untuk mengejar gelar S1, S2, dan S3 di dalam dan luar negeri,” tambahnya.

Dalam mendukung perjalanan pendidikan, lanjut Syahril Imron, LPDP tidak hanya mencakup biaya pendidikan seperti biaya pendaftaran, SPP, dan tunjangan buku, tetapi juga biaya pendukung seperti transportasi, asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, dan tunjangan keluarga khusus untuk program doktor.

“Hal ini bertujuan untuk memastikan para penerima beasiswa dapat fokus pada studi mereka tanpa terbebani oleh masalah keuangan,” ucap Syahril Imron yang juga Aktivis PC PMII Jember Periode 2021-2022

Syahril Imron juga menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk menghadapi berbagai tahapan seleksi administratif, termasuk tes bakat skolastik dan tes wawasan kebangsaan.

“Penting juga untuk menyiapkan motivation letter atau essay yang berkualitas, sertakan sertifikat-sertifikat yang relevan, dan bangun personal branding yang kuat,” tambahnya.

Terakhir, Syahril Imron berharap dengan adanya berbagai jenis beasiswa LPDP, para calon mahasiswa dapat mewujudkan impian mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Beasiswa LPDP ini kesempatan emas, bukan hanya bagi orang yang berprestasi tapi juga semua yang mau konsisten berusaha untuk meraih pendidikan tinggi baik di dalam maupun luar negeri,” jelas Syahril Imron yang juga alumni Ponpes Salafiyah Kajen Pati Jawa Tengah

Webinar yang diselenggarakan oleh Lembaga Wakaf Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember bekerjasama dengan STAIM Lumajang tersebut menyita banyak perhatian masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan santri di seluruh Indonesia.

Dengan dimoderatori langsung oleh Rico Aldy Munafan, S.H. selaku Fundraiser Wakaf Darul Hikam, webinar kali ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis, tetapi juga menginspirasi dan mendorong para peserta untuk terus berjuang dalam meraih pendidikan tinggi di Eropa.

Reporter: Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Hadirkan Awardee LPDP, Lembaga Wakaf Darul Hikam Ajak STAIM Lumajang Webinar Scholarship di Eropa

Media Center Darul Hikam – Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Mangli Kaliates Jember bersama STAI Miftahul Ulum Lumajang menggelar acara scholarship berupa webinar ‘Strategi Meraih Beasiswa LPDP di Eropa’ pada Sabtu, 22 Juni 2024 secara daring.

Beasiswa LPDP sendiri merupakan program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi terbaik di dalam dan di luar negeri.

Webinar kali ini dengan menghadirkan narasumber Muhammad Syahril Imron, yang merupakan Awardee Beasiswa LPDP Santri 2021 Master of Food Technology, Wageningen University.

Pengasuh Pondok Putri PP Darul Hikam, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., Ketua STAIM Lumajang, Mochammad Hisan, S.Psi., M.Sos., dan seluruh staff Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam serta dosen STAIM Lumajang turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutan pembuka, Ibu Nyai Hj. Robi menyampaikan, webinar kali ini merupakan salah satu dari serangkaian webinar yang diselenggarakan oleh Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, dengan fokus pada tema beasiswa.

“Kami juga ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada mitra kami STAIM  Lumajang atas kerja sama yang telah terjalin dalam kegiatan ini,” ucap Ibu Nyai Hj. Robi yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember itu.

Dirinya berharap, selain kegiatan ini, sejumlah kegiatan lain yang telah digelar oleh Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, seperti Program Pelatihan dan Pendampingan Prakerja, dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia.

“Tentunya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi para peserta khususnya, termasuk demi kemajuan pendidikan di Indonesia,” tambahnya.

Di samping itu, Ketua STAIM Lumajang, Mochammad Hisan, S.Psi., M.Sos mengatakan, STAIM Lumajang sangat berkomitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan kami, serta mewujudkan mimpi-mimpi para mahasiswa untuk melanjutkan studi hingga ke Eropa.

“Kerjasama yang telah terjalin dengan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam selama ini sungguh berarti bagi kami, dan kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan,” tutur Hisan.

Hisan juga mengatakan sebagai Ketua STAIM Lumajang, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam dunia pendidikan.

“Kami percaya bahwa interaksi dan silaturahmi antar bangsa dalam bidang pendidikan adalah langkah yang sangat penting untuk mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik dan global,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Hisan, STAIM Lumajang akan berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kerjasama dan kesempatan belajar bagi mahasiswa, sehingga para mahasiswa dapat tumbuh dan berkembang tidak hanya secara akademis tetapi juga sebagai warga dunia yang terampil dan peduli.

“Kami berharap dapat terus berkolaborasi untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang lebih tinggi lagi di masa depan,” tuturnya.

Acara berlangsung sangat seru dan menarik dengan banyaknya para peserta yang ingin tau lebih banyak tentang beasiswa LPDP. Webinar kali ini dipimpin oleh Rico Aldy Munafan, S.H yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk santri, mahasiswa, dan dosen dari Jember hingga Lumajang.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

.

Categories
Berita

Berbagi Keberkahan, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Salurkan Daging Kurban Ke Sejumlah Daerah

Media Center Darul Hikam – Hari Raya Idul Adha adalah waktu yang dinantikan oleh umat Islam untuk mengambil hikmah dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Tahun ini, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih empat ekor kambing pada Rabu, (19/06/2024), di Pondok Cabang Putra Ajung Jember.

Acara ini dihadiri oleh santri, masyarakat setempat, dan para panitia kurban. Hewan kurban berasal dari para donatur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, yaitu Rasila Bibi bt Sardak Ali, Emma Sarah bt. Amar Ng., M. Irwan Zamroni Ali, dan Alim Rois. Prosesi penyembelihan dilakukan dengan khidmat sesuai syariat Islam.

Penyembelihan hewan kurban oleh Lembaga Wakaf Darul Hikam  ini dilakukan dengan penuh khidmat dan sesuai dengan prosedur syariat Islam secara ketat.

Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., selaku Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam menyatakan, persiapan untuk penyembelihan hewan kurban ini telah dilakukan sejak satu bulan sebelumnya.

“Ketua panitia, Wildan Rofikil Anwar, bersama tim lainnya telah menyusun perencanaan yang matang. Semua perencanaan telah disiapkan dengan baik dalam waktu satu bulan sebelumnya,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Tujuan utama, lanjut Prof Haris adalah untuk meneladani kisah dan praktik melaksanakan ajaran Nabi Ibrahim A.S., yang menunjukkan ketaatan kepada Allah dengan bersedia menyembelih Nabi Ismail, yang akhirnya diganti dengan domba.

“Tujuan kedua adalah mendidik para santri agar mengetahui cara penyembelihan hewan kurban. Tujuan ketiga adalah syiar dan mendorong orang-orang kaya agar segera berkurban. Tujuan keempat adalah memberikan daging kurban kepada masyarakat”, tambah Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Terakhir, Prof. Haris menyampaikan  harapan dari kegiatan ini adalah agar jumlah lembaga wakaf seperti Darul Hikam semakin bertambah, sehingga manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas juga semakin besar.

“Semakin banyak lembaga seperti ini, semakin banyak orang yang bahagia karena pemberian dari Lembaga Wakaf Darul Hikam,” tutup Prof. Haris yang saat ini sedang melaksanakan haji.

Dalam kesempatan yang sama, Lutvi Hendrawan selaku Panitia Pelaksana menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran proses penyembelihan. Selama proses hingga selesai penyembelihan hewan kurban berjalan dengan baik dan lancar.

“Koordinasi dan peran antar anggota panitia saling melengkapi dan bekerja dengan sigap satu sama lain. Kami sangat bersyukur atas kelancaran proses ini. Setiap anggota panitia telah menunjukkan dedikasi dan kerja sama yang luar biasa,” ungkap Lutvi.

Ia juga menyebutkan bahwa meskipun terdapat kekurangan tenaga saat proses pemotongan dan distribusi di setiap daerah yang sudah ditentukan, semangat gotong royong dan kerja sama selalu menjadi solusi.

“Dengan semangat gotong royong dan kerja sama, kami selalu bisa mengatasi kendala tersebut,” tambahnya,” tambahnya

Acara penyembelihan hewan kurban ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan partisipasi yang semakin banyak, sehingga dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tukang becak, penjual asongan, buruh tani dan masyarakat yang membutuhkan lainnya.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : Lumatul Muniroh

Categories
Berita

Israel Serang Kamp Pengungsi Neseirat, Prof Haris Usulkan Pasukan Perdamaian dari PBB

Media Center Darul Hikam – Direktur World Moslem Studies Center (WOMESTER) Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, mengecam keras penyerangan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap terhadap pengungsi Palestina di kamp Nuseirat, Gaza Palestina.(9/6/2024). Prof.  Haris juga menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk kebiadaban yang tidak dapat diterima.

“Saya mengutuk keras penyerangan ke kampung pengungsi warga Palestina. Itu menunjukkan barbarnya tentara Israel yang menyerang sejumlah pengungsi dan anak-anak, bukan Hamas. Hal ini jelas menunjukkan kebiadaban tentara Israel,” terang Prof. Haris pada Selasa, (11/06/2024) di Arab Saudi saat menunaikan haji.

Dilansir dari news.detik.com, sebelumnya kantor media Pemerintah Hamas menyebut sedikitnya 210 orang tewas dalam serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, Palestina, pada Sabtu kemarin. Ratusan warga Palestina lainnya terluka.

“Jumlah korban pembantaian pendudukan Israel di kamp Nuseirat telah meningkat menjadi 210 orang syahid dan lebih dari 400 orang terluka,” kata kantor pers dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Minggu (9/6/2024).

Peristiwa ini terjadi setelah tentara Israel mengumumkan operasi penyelamatan empat sandera Israel di Nuseirat pada Sabtu pagi, yang menurut mereka terjadi “di bawah serangan”.

Merespons peristiwa tersebut, Prof. Haris mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  untuk segera merespons dengan cepat. “PBB harus segera menindaklanjuti dengan bukan hanya genjatan senjata, tapi mendatangkan pasukan perdamaian ke Gaza. Pasukan perdamaian ini yang mengamankan dan melindungi warga rakyat Palestina,” tambah Prof  Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Lebih lanjut, Prof. Haris juga menyerukan agar International Criminal Court (ICC) segera mengambil tindakan hukum terhadap pemimpin Israel yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut.

“ICC harus menindaklanjuti keputusan Presiden Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Galant untuk segera diseret ke pengadilan internasional karena telah melakukan upaya genosida kepada rakyat Palestina,” tegas Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Di samping itu, beliau juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dunia untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dunia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan segera mempercepat proses kemerdekaan rakyat Palestina dan secepatnya merdeka,” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Prof. Haris mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan bahwa WOMESTER akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk keadilan dan kemerdekaan.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor: M. Irwan Zamroni

Categories
Berita

Kapan Idul Adha 2024 di Arab Saudi? Simak Perkiraan Tanggalnya

Jakarta – Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah segera diperingati. Mengingat perayaan Idul Adha bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, Makkah, maka perlu diketahui pula kapan tanggal perayaan Idul Adha 2024 di Arab Saudi.

Berikut informasi terkait prakiraan tanggal perayaan Idul Adha 1445 Hijriah (H) atau 2024 Masehi (M) menurut pemerintah Arab Saudi hingga di Indonesia:

Prakiraan Idul Adha 2024 di Arab Saudi

Untuk diketahui, pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum menetapkan secara resmi tanggal perayaan Idul Adha 1445 Hijriah tahun 2024 Masehi. Namun jika merujuk pada jadwal perjalanan haji dan prakiraan dari para astronom, maka Idul Adha dapat jatuh pada Minggu, 16 Juni 2024.

Merujuk pada jadwal rangkaian ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, maka tanggal Idul Adha 2024 atau 10 Zulhijah 1445 Hijriah dijadwalkan pada Minggu, 16 Juni 2024. Mengutip jadwal Rencana Perjalanan Haji 1445 H/2024 M oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Selain itu, dilansir Time Out Riyadh, para astronom telah memprakirakan bahwa Hari Arafah akan jatuh pada Sabtu, 15 Juni 2024, yang berarti hari raya Idul Adha akan dimulai pada Sabtu malam atau Minggu, 16 Juni 2024. Kemudian musim haji akan berakhir pada Rabu, 19 Juni 2024.

“Hari Arafah diperkirakan akan jatuh pada hari Sabtu, 15 Juni 2024, yang berarti hari libur keagamaan akan dimulai pada Sabtu malam. Idul Adha 2024 kemungkinan akan membawa hari libur nasional selama tiga hari di Saudi yang dimulai pada hari Minggu, 16 Juni 2024,” demikian keterangannya.

Dilansir Al Arabiya, pemerintah Arab Saudi telah menugaskan pihak terkait untuk melakukan pemantauan hilal pada Kamis, 6 Juni 2024. Jika hilal sudah terlihat maka 1 Zulhijah 1445 H jatuh pada Jumat, 7 Juni 2024, dengan demikian maka Idul Adha akan jatuh pada Minggu, 16 Juni 2024.

Prakiraan Idul Adha 2024 di Indonesia

Adapun di Indonesia, pemerintah melalui Kemenag RI dan lembaga terkait akan menetapkan 1 Zulhijah 1445 H berdasarkan pemantauan hilal yang dilakukan melalui rangkaian sidang isbat yang digelar pada Jumat, 7 Juni 2024. Hasil sidang isbat menentukan tanggal Idul Adha 1445 H/2024 M.

Sementara itu, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan bahwa tanggal Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah adalah pada Senin, 17 Juni 2024. Penetapan ini berdasarkan perhitungan hisab hakiki wujudul hilal, yang hasilnya dilansir Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024.

Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2024

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan tanggal merah untuk hari libur nasional dan cuti bersama dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. Untuk hari libur nasional ditetapkan pada Senin, 17 Juni 2024. Untuk cuti bersama ditetapkan pada Selasa, 18 Juni 2024.

  • Senin, 17 Juni 2024: Libur nasional Idul Adha 1445 H
  • Selasa, 18 Juni 2024: Cuti bersama Idul Adha 1445 H.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-7377435/kapan-idul-adha-2024-di-arab-saudi-simak-perkiraan-tanggalnya.

Categories
Berita

Jelang Idul Adha, YPI Darul Hikam Siap Salurkan Daging Kurban

Media Center Darul Hikam – Berkurban merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan merelakan harta benda yang dimiliki, kita menunjukkan ketulusan dan ketaatan kepada Allah. Daging kurban yang dibagikan pun menjadi simbol kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Pada momentum tersebut, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Kaliwates Jember siap untuk menyalurkan daging hewan kurban kepada lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Jember dan sekitarnya.

Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC. Menyampaikan, di tahun 1445 Hijriah atau 2024 ini, Darul Hikam kembali menyelenggarakan kegiatan rutin penyaluran daging kurban dengan dua tujuan utama. Pertama, memberikan edukasi dan pengalaman kepada masyarakat tentang tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat Islam, dan kedua membagikan daging kurban kepada umat yang membutuhkan.

“Melalui kegiatan ini, Darul Hikam dan Lembaga Wakaf Hikam berharap dapat membawa kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan dan memberikan manfaat yang luas bagi sesama, ” tutur Prof. Haris pada Senin (05/06/2024) di Mekah, Saudi Arabia.

Pada kesempatan itu, Prof. Haris yang juga Ketua YPI Darul Hikam, berharap doa dan dukungan kepada masyarakat agar Darul Hikam dapat terus istiqomah melaksanakan ibadah kurban pada tahun ini.

“Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dan memberikan manfaat yang lebih besar di masa depan,” tambah Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Di samping itu, Ketua Panitia Pelaksana, Ust. Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. menjelaskan, penyaluran kurban di YPI Darul Hikam telah menjadi tradisi tahunan.

“Sejak berdirinya, YPI Darul Hikam selalu berkomitmen untuk berbagi kebahagiaan di momen istimewa ini,” ujar Wildan yang juga tenaga pengajar di Ponpes Darul Hikam.

Pada tahun sebelumnya, lanjut Wildan, YPI Darul Hikam telah berhasil menyalurkan hewan kurban kepada ratusan keluarga di berbagai daerah, seperti di Perumahan Pesona Surya Milenia Kaliwates, Kecamatan Ajung, dan Kecamatan Silo Jember.

“Tahun ini, kami ingin menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Wildan yang juga Managing Editor Jurnal Constitution Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Wildan juga mengatakan, YPI Darul Hikam menargetkan untuk menyalurkan 2-3 ekor sapi dan sejumlah ekor kambing pada Idul Adha tahun ini. Selain itu, mereka juga membuka program penerimaan hewan kurban dalam bentuk uang. Bagi donatur yang ingin berkurban melalui YPI Darul Hikam, bisa memberikan sumbangan sebesar Rp 3 juta untuk kambing dan Rp 25 juta untuk sapi.

“Semua hewan kurban yang kami terima akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, dengan memprioritaskan kaum duafa, anak yatim piatu, dan janda,” tambah Wildan yang juga lulusan magister di Fakultas Hukum Universitas Jember.

Terakhir, Wildan menyampaikan harapannya agar penyaluran kurban di PP Darul Hikam dapat meningkat setiap tahunnya, agar dapat bermanfaat bagi semua orang.

“Dengan peningkatan jumlah dan jangkauan penyaluran, diharapkan lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan kurban ini,” pungkas Wildan.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan hewan kurban dari YPI Darul Hikam atau ingin berkurban melalui lembaga ini, dapat menghubungi contact person yang tertera yaitu 081455045941  (Rico Aldy Munafan, S.H) dan dapat mengunjungi website Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam yaitu  (www.wakafdarulhikam.org)


Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : Lumatul Muniroh

Categories
Berita

Pendaftaran Mahasantri Baru

Categories
Berita

Raja Saudi Undang Haji Keluarga Syuhada Palestina, Direktur Womester: Ini Dukungan Kemerdekaan Palestina

Media Center Darul Hikam – Raja Arab Saudi,  Salman bin Abdulaziz al-Saud mengundang 1.000 jemaah dari keluarga syuhada Palestina untuk menunaikan haji pada tahun 2024 ini.

Undangan untuk keluarga syuhada Palestina berhaji ini merupakan bagian dari Program Tamu Penjaga Dua Masjid Suci untuk Haji, Umrah dan Kunjungan yang dilakukan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Arab Saudi. Dilansir pada Detik.com pada Rabu (29/5/2024), program  ini akan dilaksanakan setiap tahun.

Tak hanya warga Palestina, Raja Salman juga mengundang 1.300 jemaah dari 88 negara untuk menunaikan haji tahun ini. Selain itu, program ini mencerminkan kepedulian dan upaya Saudi atas persatuan dan persaudaraan umat Islam di seluruh dunia.

Direktur World Moslem Studies Center (WOMESTER), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud atas undangannya kepada seribu keluarga syuhada Palestina untuk menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Saya mengapresiasi langkah Raja Salman yang mengundang seribu keluarga syuhada Palestina untuk menunaikan ibadah haji tahun ini. Ini adalah bentuk penghormatan yang luar biasa terhadap para syuhada dan keluarga mereka yang telah berkorban demi Palestina,” terang Prof. Haris pada Kamis, (30/05/2024) di Arab Saudi saat menunaikan haji.

Prof. Haris juga menambahkan bahwa undangan ini semakin bermakna mengingat jumlah korban jiwa di Palestina yang mencapai 35 ribu orang.

“Angka ini menunjukkan betapa besar pengorbanan rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Ini menunjukkan betapa besar pengorbanan para syuhada dan keluarga Palestina,” tambah Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Meskipun kelihatannya terdapat perbedaan pandangan mengenai posisi politik Arab Saudi dalam konteks global, terutama terkait Israel, Palestina, dan Amerika Serikat, Prof. Haris menegaskan bahwa undangan ini merupakan wujud nyata komitmen dan kepedulian Arab Saudi terhadap para pejuang Palestina yang berjuang melawan genosida yang dilakukan oleh Israel.

“Undangan ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan semangat juang rakyat Palestina dan memperkuat solidaritas global terhadap perjuangan mereka,” ucap Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Prof. Haris berharap langkah ini menjadi awal dari kebijakan-kebijakan progresif lainnya dari Arab Saudi yang menunjukkan komitmen terhadap persaudaraan Islam universal dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Langkah-langkah seperti ini akan semakin memperkuat solidaritas antara negara-negara Islam dan memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina di kancah internasional,” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Israel Blokade Bantuan Kepada Gaza, Direktur Womester: PBB Tidak Boleh Tinggal Diam!

Media Center Darul Hikam – Direktur World Moslem Studies Center (WOMESTER)  Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. mengecam keras aksi blokade bantuan kemanusiaan oleh sebagian warga Israel di Gaza. Ia juga prihatin atas perlakuan tidak terhormat terhadap bantuan makanan, di mana bantuan tersebut diinjak-injak dan dibuang ke jalanan.

“Saya mengecam keras karena aksi ini jelas-jelas membuat orang-orang di Palestina tidak bisa mengakses bantuan tersebut, padahal bantuan ini sudah sangat dibutuhkan,” terang Prof. Haris pada Jumat, (18/5/2024) di Arab Saudi saat menunaikan haji.

Warga Israel melakukan blokade bantuan kemanusiaan berupa makanan yang diperuntukkan bagi warga Gaza pada Senin, (15/05/2024) di Gaza, Palestina. Dilansir pada Kompas.com peristiwa blokade tersebut memicu kemarahan besar masyarakat internasional.

Peristiwa ini berakar kuat pada konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas. Gaza, yang dikuasai Hamas, telah diblokade oleh Israel dan Mesir sejak tahun 2007, sehingga pasokan bantuan barang maupun makanan menjadi sangat terbatas.

Blokade ini ditambah dengan seringnya konflik militer, telah menyebabkan kondisi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, di mana sebagian besar penduduknya sangat bergantung pada bantuan internasional​.

Prof. Haris menegaskan, tidak boleh ada blokade atau penghentian bantuan di tengah jalan atas nama apapun. Alasan bantuan jatuh ke tangan Hamas pun tidak dapat dibenarkan.

“Bantuan ini bukan untuk Hamas, tetapi untuk masyarakat atau warga Gaza yang terdampak akibat perang Israel-Palestina. Bantuan ini wajib disalurkan kepada para korban tersebut,” tambah Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Tak hanya itu, Prof. Haris  juga mendorong pemerintah Israel untuk menghentikan aksi blokade ini dan menghukum orang-orang yang terlibat, karena tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip kemanusiaan universal.

“Saya mendorong agar Israel menghentikan aksi ini, dan menghukum orang-orang yang terlibat karena tindakan ini. Kalau terpaksa perang harus terjadi, maka yang penting warga sipil harus diselamatkan. Warga sipil yang terdampak harus diberi bantuan, korban kemanusiaan dalam keadaan apapun harus diperhatikan. Ini yang menjadi pegangan kita,” lanjut Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Terakhir, Prof. Haris mengimbau kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan agar tidak ada hambatan dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza yang terdampak perang tersebut.

“PBB harus bertindak dan juga seluruh masyarakat Indonesia, untuk  terus-menerus mengkampanyekan bantuan kepada orang-orang di Palestina, khususnya di Gaza. Bantuan ini tidak boleh berhenti, harus terus-menerus untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina ketika kondisi seperti ini,” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosisasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : Lum`atul Muniroh

Categories
Berita

AS Loloskan RUU Anti-Semitisme, Direktur Womester: Sangat Disayangkan Dan Memalukan!

Media Center  Darul Hikam – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) meloloskan Rancangan Undang-Undang anti-Semitisme yang bisa memperluas makna dari anti semitisme di tingkat federal pada Rabu, 1 Mei 2024.  RUU tersebut akan mengkodifikasikan definisi anti-Semitisme yang dibuat oleh International Holocaust Remembrance Alliance (IHRA) dalam Judul VI Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964.

RUU tersebut mendapat tantangan besar dari kelompok kebebasan sipil di Amerika Serikat, karena dipandang sebagai reaksi terhadap protes anti-perang yang sedang berlangsung di kampus-kampus universitas AS. Kini, usulan tersebut diserahkan ke Senat untuk dipertimbangkan.

Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., turut menyesalkan atas diloloskannya RUU anti-Semitisme. Menurutnya, AS yang disebut sebagai negara dan bangsa yang “eksepsional” (istimewa), bahkan juga dikenal sebagai negara adidaya, justru menunjukkan bahwa AS kini berada di bawah dominasi kekuatan Israel.

“Resolusi ini justru membuktikan bahwa AS mengecilkan diri di hadapan negara Israel, sungguh sangat disayangkan dan memalukan,” ujar Prof Haris yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji tahun 2024.

Perlu diketahui, definisi anti-Semitisme menurut IHRA adalah “persepsi tertentu terhadap orang Yahudi, yang dapat diungkapkan sebagai kebencian terhadap orang Yahudi. Manifestasi retoris dan fisik anti-Semitisme ditujukan kepada individu Yahudi atau non-Yahudi dan/atau properti mereka, terhadap institusi komunitas Yahudi dan fasilitas keagamaan”.

Di mana dalam perundang-undangan Amerika tersebut, lanjut Prof Haris dinyatakan bahwa mengeritik, apalagi menyerang negara, bangsa dan pemerintahan Israel merupakan anti semitisme yang telah ditetapkan sebagai kejahatan (crime) di Amerika Serikat.

“Bagaimana bisa warga negara yang mengeritik negaranya sendiri dianggap hal wajar bahkan disebut sebagai kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi, sedangkan jika di Amerika terdapat orang yang mengeritik, mengingkari dan menyerangnya secara terbuka dianggap sebagai ‘crime’ kejahatan dan pelanggaran terhadap perundang-undangan,” jelasnya.

Menurut Guru Besar UIN KHAS Jember itu, genosida dan pembunuhan massal yang dilakukan oleh rezim Israel di Gaza, termasuk dihalanginya bantuan kemanusiaan dan obat-obatan, sehingga mengakibatkan ancaman kelapangan massal, sungguh tidak bisa masuk di akal, jika perbuatan tersebut dilakukan atas nama ajaran suatu agama.

“Maka dari itu, negara/bangsa tidak logis jika disamakan dengan agama/keyakinan, termasuk Israel disamakan dengan Yahudi.  Keduanya sangat berbeda, negara itu Negara itu ‘naturally earthly’ (memilki tabiat bumi/manusiawi). Sementara agama itu ‘naturally heavenly’ (bertabiat langit/suci),” pungkasnya.

Reporter: M. Irwan Zamroni Ali

Editor: Akhmad Kamil Rizani

Categories
Berita

Gelar Halal Bihalal, Womester Bahas Konflik Timur Tengah

Media Center Darul Hikam – World Moslem Studies Center (Womester) menggelar acara Halal Bihalal dan Diskusi interaktif tentang Perdamaian di Timur Tengah bersama Narasumber dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pada Selasa, 30 April 2024, 20.00 WIB secara daring.

Dalam acara tersebut hadir para pengurus Womester, diantaranya, Diplomat dan ASN di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Mohammad Nur Salim, LC., M.Si sebagai narasumber, Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Wakil Dikretur Womester, KH. Moh. Romli, Sekretaris Womester Akhmad Kamil, dan puluhan anggota lainnya.

Sebelumnya, Womester di tahun 2024 berhasil melakukan pengabdian internasional di dua Benua, yaitu Benua Asia di Hong Kong dan Benua Eropa di Belanda. Pengabdian tersebut dilakukan pada 09-26 Maret 2024.

Dalam kesempatan itu, Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menyampaikan jika pihaknya telah berhasil melakukan sejumlah kegiatan, seperti penyusunan buku pedoman fiqih di luar negeri, hingga pengabdian di luar negeri.

“Kami sudah berhasil melakukan sejumlah kegiatan internasional, ke depan kegiatan semacam ini harus terus kita lakukan untuk kemaslahatan umat,” ujar Guru Besar UIN KHAS Jember.

Misalnya, lanjut Prof Haris, di Hong Kong lebih dari 95% tenaga kerja asal Indonesia merupakan perempuan, sedangkan di Belanda jumlah laki-laki dan perempuan WNI hampir seimbang. Oleh karena itu, jangan sampai WNI yang ada di luar negeri tidak mendapatkan perhatian, baik dari sisi Hak Asasi Manusia-nya hingga menjalakan kegiatan keagamaan.

“Selain itu, kami juga melakukan liputan Islam dunia kerja sama Womester dan Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr PBNU. Bentuk kerja samanya dalam  serba serbi Ramadhan di beberapa negara, baik itu di Hong Kong, Belanda, Australia, Jerman, Amerika Serikat dan sebagainya. Bahkan reportase ini dapat dilihat dari berita online, seperti NU Online dan lainnya,” tambah Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Dalam diskusi yang dipimpin oleh Muchimah tersebut, Diplomat dan ASN di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Mohammad Nur Salim, LC., M.Si menjelaskan, konflik Israel dan Palestina tidak dipahami dengan menggunakan satu pendekatan saja, namun perlu dilakukan kajian dengan pendekatan yang sangat kompleks.

“Memahami isu Israel dan Palestina ini kita tidak bisa hanya menggunakan satu pendekatan saja. Akan tetapi harus menggunakan banyak pendekatan, seperti pendekatan agama, pendekatan geopolitik, pendekatan kemanusiaan dan lain-lain,” tutur Ustad Nur Salim

“Harus multilayer, karena begitu rumitnya konflik yang terjadi antara Israel dan Palastina. Misalnya, kita melihat dari pendekatan historisnya, bagaimana sejarah yang terjadi pada 3000 tahun yang lalu,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Womester, sebagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap isu global yang tengah terjadi. 

“Saya kira kegiatan ini bagus, karena kita berusaha mencari lebih tahu sejelas mungkin tentang informasi isu yang terjadi sebenarnya. Karena banyak di luar sana disinformasi yang beredar luas. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah salah satunya mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Palestina,” pungkasnya.

Penting diketahui pula, Womester merupakan salah satu NGO di Indonesia yang bergerak di bidang penelitian, pendidikan, pengabdian masyarakat dan juga kerja sama. Pembentukannya dirintis oleh sekelompok dosen dan peneliti dari kultur Islam progresif -tradisional yang intens berdiskusi dan mengembangkan pemikiran ke arah yang lebih terbuka dan toleran dengan isu-isu global. Meski tujuannya untuk masyarakat Indonesia dan negara Indonesia.

Reporter: M. Irwan Zamroni Ali

Editor: Moh Kamil

Categories
Berita

Menjadi UPZ BAZNAS Jember, YPI Darul Hikam Siap Menyalurkan Zakat Umat

Media Center Darul Hikam – Zakat, salah satu rukun Islam, memiliki peran penting dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat. Potensi zakat di Indonesia sangatlah besar, namun belum sepenuhnya tersalurkan secara optimal. Di sinilah BAZNAS hadir sebagai lembaga resmi pemerintah yang mengelola zakat secara profesional dan akuntabel.

Di Kabupaten Jember, BAZNAS terus berupaya meningkatkan potensi pengumpulan zakat. Salah satu strateginya adalah menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga dan organisasi yang memiliki potensi besar untuk menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Salah satunya, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Jember yang kini resmi menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan di Kantor BAZNAS Jember, Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 46, Jember, Jawa Timur, pada hari Jumat, 26 April 2024.

Sekretaris BAZNAS Jember, Abdul Ghofar Zaen, S.H., menjelaskan alasan terpilihnya YPI Darul Hikam sebagai UPZ dikarenakan terdapat beberapa faktor yang mendasari terpilihnya YPI Darul Hikam sebagai UPZ BAZNAS Jember.

Pertama, YPI Darul Hikam berstatus sebagai yayasan, yang termasuk salah satu pihak yang diizinkan untuk mendirikan UPZ BAZNAS Jember. Kedua, YPI Darul Hikam memiliki jaringan luas dan basis massa yang besar, sehingga potensi pengumpulan zakatnya pun besar.

“Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam termasuk dalam kategori ini. Oleh karena itu, Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam memiliki kewenangan untuk menjadi UPZ secara resmi dari BAZNAS Kabupaten Jember,” ungkap Ustadz Ghofar.

Selain itu Ustadz Ghofar mengatakan, proses pendirian UPZ YPI Darul Hikam terbilang mudah dan efisien, yaitu cukup mengajukan beberapa pengurus yang mau di SK menjadi amil, minimal terdiri dari ketua, penasehat, sekretaris, dan bendahara.

“Setelah pengajuan diajukan ke BAZNAS Jember, dilakukan verifikasi dan pembuatan SK Amil kepada UPZ YPI Darul Hikam,” jelas Sekretaris BAZNAS Jember.

Terakhir, Ustadz Ghofar berharap semakin banyaknya UPZ di sejumlah daerah dan sektor, dapat memudahkan para muzakki untuk berzakat sesuai dengan syariat Islam.

“Harapan BAZNAS Jember ke depannya adalah agar UPZ ini dapat memudahkan para muzakki untuk berzakat sesuai dengan syariat Islam. Hal ini karena UPZ tersebut telah resmi diberi Surat Keputusan (SK) Amil oleh pemerintah,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris UPZ YPI Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., menyampaikan, Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam telah resmi menjadi UPZ BAZNAS Kabupaten Jember. Dengan ini, menunjukkan bahwa YPI Darul Hikam berupaya untuk semakin bermanfaat kepada banyak umat.

“Sebelumnya, YPI Darul Hikam menerima donasi berupa dana wakaf, infak, dan sedekah, namun dengan ditetapkannya sebagai UPZ BAZNAS, YPI Darul Hikam juga menerima zakat dari para donatur,” tutur Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selanjutnya Irwan mengatakan, tujuan dari YPI Darul Hikam mendaftarkan diri sebagai UPZ BAZNAS Kabupaten Jember dikarenakan beberapa hal.

“Pertama, karena tingginya tingkat kepercayaan masyarakat yang begitu besar, hal ini terlihat dari banyaknya jumlah zakat mal yang masuk, terutama pada bulan Ramadan kemarin. Kedua, besarnya permintaan masyarakat, agar Darul Hikam dapat memperluas kebermanfaatannya,” pungkasnya.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : Lum`atul  Muniroh

Categories
Berita

Jelang Lebaran, YPI Darul Hikam Salurkan Puluhan Paket Zakat Kepada Kaum Duafa

Media Center Darul Hikam – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam merupakan salah satu lembaga pendidikan ternama yang berdiri di Kabupaten Jember, tepatnya di Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 6 Mangli Kaliwates Jember.

Sebagai lembaga yang berdiri dengan misi mulia untuk menyebarkan pendidikan Islam yang berkualitas serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, YPI Darul Hikam hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menebarkan manfaat yang luas bagi umat, salah satu aktivitasnya, yaitu menyalurkan zakat kepada 30 orang jamaah Masjid Al Baitul Amien, Kauman pada Selasa (8/4/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Ramadan 1445 H yang dilaksanakan oleh YPI Darul Hikam, dimana sebelumnya YPI Darul Hikam juga menggelar buka bersama ratusan mahasantri selama bulan Ramadhan.

Hal ini semakin meneguhkan komitmen lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2015 ini sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam mencetak kader pemimpin umat yang ahli agama dan ahli bidang sains.

Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., dengan penuh rasa syukur menyampaikan, bahwa YPI Darul Hikam kembali menyalurkan zakat kepada para kaum duafa di tahun ini.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat kembali menyalurkan zakat kepada para kaum duafa di tahun ini. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi mereka dan meringankan beban hidup mereka,” ucap Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Lebih lanjut, Prof. Haris menjelaskan, zakat yang disalurkan ini merupakan hasil dari dana yang dihimpun oleh Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam.

“Dana zakat ini berasal dari para donatur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan mereka,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Negara.

Prof. Haris juga berharap program penyaluran zakat ini dapat terus dilaksanakan setiap bulan dan juga rutin setiap tahun.

“Kami menginginkan agar program ini dapat membantu para kaum duafa dan meringankan beban hidup mereka. Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk berzakat dan juga berwakaf melalui YPI Darul Hikam, sehingga program ini dapat terus berkelanjutan, kata Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Penyaluran zakat ini disambut dengan antusias oleh para kaum duafa dan pengurus Masjid Al-Baitul Amin Jember yang mengaku sangat senang menerima bantuan ini.

“Saya senang sekali dengan pemberian sedekah untuk jamaah Masjid Al-Baitul Amin dari YPI Darul Hikam. Saya berdoa, semoga donatur tambah berkah dan lembaga wakaf tambah maju dan tambah bermanfaat di masa yang akan datang,” ungkap Jarot jamaah Masjid Al-Baitul Amin.

Diketahui pula, saat ini YPI Darul Hikam terus berupaya untuk menebarkan manfaat seluas-luasnya untuk umat, salah satu program yang tengah gencar dilakukan yaitu menyelenggarakan pelatihan bagai para peserta Program Prakerja baik dari Jember hingga seluruh Indonesia.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Tumbuhkan Kecintaan Al-Qur’an, Ponpes Darul Hikam Menjadi Tuan Rumah Semaan bil Ghoib Santri Situbondo

Media Center Darul Hikam – Sejumlah santri dari Pondok Salafiyah Safiiyah Sukorejo Situbondo menunjukkan kemampuan mereka dalam menghafal Al-Quran melalui khataman bil ghoib di Pondok Cabang Putra Darul Hikam Ajung Jember, Selasa (2/4/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Semaan Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Majelis Sema’an Al-Qur’an Darul Mujtahid Jember.

Acara ini dihadiri oleh Pengasuh PP Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., Pengasuh Putri PP Darul Hikam, Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H. dan dihadiri puluhan santri Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Sukorejo Situbondo.

Ahmad Fahrur Rozi, Ketua Majelis Sema’an Al – Qur’an Darul Mujtahid Jember mengatakan acara diawali dengan pembacaan tawasul dan ayat suci Al-Quran. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan Al-Quran juz 30 secara serentak oleh para santri. Suasana semakin haru saat para santri melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan merdu dan penuh penghayatan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan hafalan para santri dan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” ujar Rozi yang juga Mahasiswa Universitas Ibrahimy Situbondo.

Terakhir Rozi menambahkan bahwa Khataman bil ghoib sendiri merupakan proses membaca Al-Qur’an sampai khatam tanpa melihat mushaf. Menurut Fahrur, metode ini berbeda dengan membaca Al-Qur’an binnadhor yang menggunakan mushaf.

“Khataman bil ghoib melatih hafalan dan mental para santri. Mereka dituntut untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar dan benar meskipun tanpa melihat mushaf,” tambahnya.

Iklil Naufal Umar, tuan rumah Semaan Al-Qur’an bil ghoib yang diselenggarakan di Pondok Cabang Putra Darul Hikam Ajung Jember, mengungkapkan tujuan diadakannya kegiatan ini.

“Tujuan khataman bil ghoib ini adalah untuk melatih mental dan memperkuat hafalan para santri, serta sebagai pengabdian kepada masyarakat,” ujar Iklil.

Iklil berharap khataman bil ghoib ini dapat menarik minat masyarakat untuk mengajarkan dan membimbing anak-anaknya agar dapat menghafalkan Al-Quran sampai khatam.

“Semoga dengan kegiatan ini, generasi muda Islam semakin cinta terhadap Al-Quran dan menjadikannya pedoman hidup mereka,” harap Iklil.

Sementara itu, Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., Pengasuh Putri PP Darul Hikam, menyampaikan harapan khusus terkait penyelenggaraan Semaan Al-Qur’an ini.

“Kami berharap berkah dari Kiai Assad Shamsul Arifin, pengasuh Pondok Sukorejo Situbondo, bisa mengalir ke Pondok Pesantren Darul Hikam. Hal ini karena pengasuh kami merupakan salah satu santri dan alumni dari Pondok Sukorejo,” tutur Ibu Nyai Robi yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Terakhir, Ibu Nyai Robi juga berharap semangat para santri Darul Hikam bisa meningkat ketika melihat para santri Sukorejo membacakan samaan bil ghoib di pesantren.

“Ini diharapkan dapat memotivasi para santri untuk selalu menghafalkan Al-Quran,” pungkas Nyai Robi.

Kegiatan semaan Al-Qur’an bil ghoib ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi pesantren-pesantren lain untuk melakukan kegiatan serupa. Hal ini sebagai upaya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mencetak generasi muda yang qurani.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara

Editor          : M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC.  

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Belajar Wakaf, STAIM Lumajang Kunjungi Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam

Media Center Darul Hikam Setelah sekian banyak lembaga yang berkunjung ke Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, kini giliran Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Lumajang melakukan Benchmarking atau studi banding ke Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember pada hari Rabu, (03/04/2024) kemarin.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua STAIM  Lumajang, Mochammad Hisan, S.Psi., M.Sos., bersama dengan Wakil Ketua I, Farhanuddin, S.Pd., M.Pd.,I., Kaprodi Hukum Keluarga Islam, Ahmadi, S.H., MH., dan Dr. Ahmad Zarkasi, M.Pd.

Di samping itu, Ketua YPI Darul Hikam yang juga Direktur Lembaga Wakaf, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA. CWC. bersama Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC yang juga Nazhir wakaf turut membersamai dalam acara Benchmarking atau studi banding.

Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof Haris menuturkan, wakaf sebagai salah satu bentuk filantropi Islam yang dikelola dengan baik memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan sosial, termasuk memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Keberadaan lembaga wakaf yang dikelola dengan manajemen yang baik dan modern akan menjadi suplemen yang sangat besar bagi Perguruan Tinggi untuk meningkatkan Tri Dharma di tengah-tengah masyarakat,” tutur Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Lebih lanjut, Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center menjelaskan, sebelum membentuk dan melegalkan lembaga wakaf, konsep, teknis, dan cara kerjanya harus benar-benar dimatangkan.

“Mengelola wakaf berbeda dengan mengelola zakat, infaq, maupun sedekah. Bila wakaf produktif (uang), maka diperlukan perencanaan pengelolaan agar uang wakaf bisa menghasilkan keuntungan. Dan hasil keuntungannya itu yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan gerakan-gerakan filantropi,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Di kesempatan yang sama, Ust. Irwan menjelaskan bahwa dalam kunjungan tersebut, STAIM Lumajang belajar tentang manajemen wakaf dan infak.

 “Semua berjalan dengan lancar. Kita sama-sama belajar tentang manajemen wakaf dan infak. Hal ini penting mengingat wakaf dan infak dapat membantu perekonomian umat. Manfaatnya sungguh besar dan luas,” papar Ust. Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selain itu, Ust. Irwan mengatakan dalam proses untuk mendapatkan bukti Nazhir wakaf uang yang harus mengikuti aturan di Badan Wakaf Indonesia (BWI). Mulai dari kesiapan pelaporan bulanan dan 6 bulanan, memiliki NPWP, Dokumen Rekomendasi LKSPWU, dan sebagainya. Semua itu wajib dipenuhi untuk mendapatkan bukti Nazhir wakaf uang dari BWI.

“Selain itu, yang paling penting adalah lembaga harus memiliki minimal dua Nazhir wakaf kompeten. Nazhir dinyatakan kompeten jika sudah selesai mengikuti pelatihan Nazhir wakaf dan lolos asesmen,” imbuhnya.

Ketua STAIM Lumajang, Mochammad Hisan mengungkapkan, mengelola Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam hal pendanaan yang berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baik umum maupun keagamaan

“Semoga rencana kerjasama ini akan menjadi sumbangsih positif untuk pengembangan STAIM ke depan. Tentunya kita akan terus meminta bimbingan dan arahan dari Prof. Haris,” ujar alumnus Psikologi UINSA ini.

Kunjungan STAIM Lumajang ke YPI Darul Hikam diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru dalam mengelola wakaf produktif untuk pengembangan pendidikan Islam di Jawa Timur.

Reporter: Akhmal Duta Bagaskara

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Darul Hikam Targetkan Lebih Banyak Peserta Setelah Sukses Dampingi Program Prakerja

Media Center Darul Hikam – Pasca Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember berkolaborasi bersama LPK Career Development Center PPM Aswaja Nusantara, berupa penyediaan pelatihan program kartu prakerja pada Kamis (22/02/ 2024) lalu, kini kolaborasi tersebut mulai menunjukkan hasil yang signifikan.

YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember kini sukses menyelenggarakan pelatihan bagi para peserta Program Prakerja mulai dari gelombang 63, 64, dan hingga 65. Pelatihan sekaligus pendampingan ini dilakukan secara daring via Zoom Meeting terakhir kali pada Senin, 25 Maret 2024.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC menyampaikan apresiasi kepada segenap tim koordinasi Program Prakerja Pondok Pesantren Darul Hikam atas suksesnya pendampingan yang dilakukan sejak awal.

“Segenap tim sudah luar biasa dan menjalankan tugas dengan maksimal. Program Pelatihan Prakerja yang berkolaborasi dengan PPM Aswaja sangatlah penting, karena dapat meningkatkan kompetensi angkatan kerja di Indonesia,” ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Haris juga berharap, hingga bulan Oktober mendatang, program ini dapat melibatkan lebih banyak peserta agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat umum.

“Sampai bulan Oktober mendatang, kami berharap dapat melibatkan lebih banyak peserta agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat umum, baik dari segi keterampilan, teori, maupun aspek lainnya,” tutur Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Di lain sisi, Tim Koordinator Program Prakerja Darul Hikam, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., menjelaskan jika pihaknya telah berhasil mendampingi peserta hingga lolos.

“Kurang lebih ada ratusan peserta yang berhasil kami dampingi, kami hanya membantu para peserta dari awal, mulai dari bimbingan teknis pembuatan akun, masuk gelombang, pembelian pelatihan, hingga tahap pencairan insentif,” ujar Wildan yang juga tenaga pengajar PP Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Selain mendapatkan insentif, lanjut Wildan, para peserta juga berkesempatan mendapatkan ilmu dari para instruktur yang ahli di bidangnya.

“Pelatihan yang diberikan meliputi pembuatan Use Case Diagram, Microsoft Office, keterampilan memasak, dan bahasa asing,” tambah Wildan yang juga peraih penghargaan Skripsi Terbaik Fakultas Syariah Tahun 2021 lalu.

Wildan juga menjelaskan metode yang digunakan dalam program ini meliputi pembuatan akun, bergabung dalam gelombang, pembelian pelatihan, serta mengikuti dengan sungguh-sungguh seluruh materi pelatihan.

“Para peserta yang telah mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir akan mendapatkan insentif sebesar 600 ribu rupiah. Sementara itu, 100 ribu rupiah diberikan kepada peserta yang telah mengisi jurnal kepuasan terkait tema yang dipilih dalam program ini,” tutur Wildan yang juga alumni magister Ilmu Hukum Universitas Jember.

Wildan juga berharap, Ponpes Darul Hikam selalu memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk bekerja, baik sebagai wirausaha maupun pegawai.

“Ponpes Darul Hikam bukan hanya sekadar pondok yang hanya bisa bermanfaat untuk para santri saja, melainkan juga untuk masyarakat luas,” tegas Wildan.

Maka dari itu, program ini tidak hanya dibuka untuk masyarakat Jember, melainkan juga di seluruh Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk mendampingi para peserta yang mendaftar dalam program ini, khususnya yang mendaftar melalui Ponpes Darul Hikam,” tambahnya.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Ramadhan Di Hong Kong, Womester Ajak Pekerja Migran Indonesia Membumikan Al-Quran

Media Center Darul Hikam Bulan Ramadhan juga dikenal dengan Syahrul Quran, karena di dalamnya terdapat peristiwa bersejarah, yaitu waktu dimana Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Momen ini sangat penting dalam sejarah Islam sebagai tanda dimulainya wahyu Ilahi yang berkelanjutan.

Demikian ini disampaikan oleh Wakil Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Ustad Romli dalam acara buka bersama PCI NU Hong Kong dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia, bersama para Pekerja Migran di Indonesia, pada Minggu lalu, 24 Maret 2024  di Gedung Ramayana KJRI  Causeway Bay Hong Kong.

“Selama bulan Ramadhan, seluruh umat Islam meningkatkan aktivitas keagamaan mereka, seperti membaca, menghafal, dan mempelajari Al-Quran dengan lebih intensif. Hal ini bertujuan semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ustad Romli, di bulan suci Ramadhan ini umat Islam berupaya menggunakan waktu yang penuh berkah ini untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pesan-pesan Allah SWT dan menerapkan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Quran adalah kitab suci dalam agama Islam yang diyakini umat Muslim sebagai wahyu langsung dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam ajarannya, Al-Quran mengandung prinsip-prinsip fundamental Islam, termasuk konsep rahmatan lil alamin, yang berarti ‘rahmat bagi seluruh alam’ atau ‘rahmat untuk semua makhluk’,” tambah ustad Romli yang juga pengajar di PP Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Dalam kesempatan itu, Ustad Romli yang tengah berdakwah di negeri Mutiara dari Timur (julukan Kota Hong Kong) juga menyampaikan lima ajaran penting yang terkandung dalam al-Qur`an, diantaranya;

Pertama, ajaran tentang kasih sayang dan keadilan, artinya Al-Quran mempromosikan pesan kasih sayang, perdamaian, dan keadilan untuk semua makhluk Allah. Ayat-ayatnya mendorong umat Muslim untuk memperlakukan orang lain dengan penuh kebaikan, belas kasih, dan toleransi.

Kedua, universalitas ajaran, yaitu ajaran Al-Quran tidak hanya ditujukan kepada umat Muslim, tetapi juga kepada seluruh manusia.

“Al-Quran menekankan pentingnya kerjasama, persaudaraan, dan toleransi antara umat beragama dalam membangun masyarakat yang adil dan damai,” ucapnya.

Ketiga, perlindungan terhadap lemah dan terpinggirkan, yaitu Al-Quran mengajarkan perlindungan terhadap orang-orang yang lemah dan terpinggirkan dalam masyarakat. Kitab suci ini mendorong umat Muslim untuk memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk yatim piatu, janda, dan kaum miskin.

Keempat, penekanan pada kebaikan dan kemanusiaan, yakni Al-Quran mendorong umat Muslim untuk berperilaku baik, membantu sesama, dan menghindari perbuatan yang merugikan. Ajaran-ajaran ini bertujuan untuk membangun masyarakat yang penuh kasih, aman, dan harmonis antar sesama.

Kelima, keterlibatan aktif dalam kesejahteraan masyarakat, maksudnya Al-Quran mendorong umat Muslim untuk terlibat secara aktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Seperti memberikan zakat, infaq, dan sedekah, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Dalam acara ini,  hadir kurang lebih 100 orang yang terdiri dari pengurus PCI NU Hong Kong, KJRI dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Berita

Ceramah di KJRI Hamburg Jerman, Begini Penjelasan Guru Besar UIN KHAS Jember tentang Dzikir dalam Islam

Media Center Darul Hikam – Umat Islam di Jerman harus banyak bersyukur. Karena di Jerman relatif tidak banyak masalah, lebih makmur dan lebih sejahtera dibandingkan dengan negara lain dunia. Demikian pernyataan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil, dalam pengajian menjelang berbuka puasa di Konsulat Jenderal RI Hamburg Jerman, Sabtu, 23 Maret 2024. Hadir Konsul Jenderal RI Jerman, Renata Siagian, Konsul I Nanang dan tiga ratusan jamaah yang memadati Gedung KJRI tersebut.  

Prof. Haris mengutip hadits: ‘Ajaban liamril mu’min idza ashabathu sarra syakara wa idza ashabathu dlarra’ shabara. Betapa mengagumkan orang-orang mukmin. Ketika mereka itu mendapat kesenangan dan kebahagiaan, mereka bersyukur. Dan ketika mereka dikenai bencana, maka mereka itu bersabar. Orang Jerman pasti lebih banyak bersyukur berada di tengah-tengah negara Jerman yang banyak memberikan fasilitas pada warganya dengan baik.

Sebagai bentuk rasa syukur, maka umat Islam Jerman harus banyak-banyak melaksanakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya. Salah satunya perintah Allah Swt dalam bentuk puasa di bulan Ramadhan ini.

“Puasa ini diwajibkan pada umat Islam sebagaimana diwajibkan pada umat sebelum kita agar kita bertakwa. Nah, ibarat kupu-kupu yang indah dan disenangi banyak orang, kita puasa dari ulat menjadi kupu-kupu dengan cara menjadi kepompong. Untuk menjadi kupu-kupu, ulat harus puasa selama 1-2 minggu,” ujar Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Untuk menjadi bertakwa, lanjut Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawab Timur, umat Islam dianjurkan untuk berbanyak dzikir atau ingat pada Allah Swt. Dzikir dianjurkan dalam kehidupan muslim seperti membaca istigfar, hamdalah, bismillah, tasbih, tahlil dan sebagainya. Waktunya bisa pagi, sore atau malam. Bacaannya juga banyak, sehingga kita tinggal memilih sesuai dengan kemampuan kita.

“Silahkan berbanyak dzikir pada Allah Swt. Itu pointnya. Jangan setelah sholat lima waktu, kita langsung cepat pulang tanpa dzikir pada Allah Swt.”, ujar Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur tersebut.

Ada tiga manfaat dzikir. Pertama, menghilangkan kesempitan. Allah Swt berfirman: Barang siapa yang berpaling dari dzikir padaku, maka baginya kehidupan yang sempit. (QS. Thaha: 124). Kedua, membuat tenang jiwa. Allah berfirman: Ingatlah. Dengan dzikir pada Allah Swt, hati menjadi tenang. (QS. Ar-Rad: 28). Ketiga, mensucikan jiwa. Allah berfirman: Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwa. Dan sungguh merugi orang yang mengotori jiwa. (QS. as-Syams: 9). Maksudnya mensucikan jiwanya dengan berdzikir pada Allah Swt.

Selanjutnya, lanjut Prof. Haris, ada minimal empat level orang berdzikir pada Allah Swt. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Athilah al-Iskandari dalam Kitab Hikam:

“Jangan kau tinggalkan dzikir karena kamu belum hadir dihadapan Allah Swt. Karena kelalaianmu dari dzikir itu lebih buruk daripada kelalaianmu pada wujud dzikir tersebut. Barangkali Allah mengangkatmu dari dzikir yang lalai menuju dzikir yang sadar. Dari dzikir yang sadar menuju dzikir yang hudur di hadapan Allah. Dari dzikir yang hudlur menjadi dzikir disertai tidak ada yang diingat selain Allah Swt yang kita dzikiri tersebut,” ujar Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut.

Dengan kata lain, lanjut Prof. Haris, ada empat tingkatan dalam dzikir. Pertama, dzikir dengan kelalaian. Kedua, dzikir dengan kesadaran. Ketiga, dzikir dengan hadirnya hati. Keempat, dzikir dengan hanya mengingat Allah Swt dan tidak ada yang lain. 

“Dalam konteks Eropa, banyaknya orang bunuh diri dengan menabrak ke kereta api atau lainnya, ini karena mereka terasing. Kendati mereka Sejahtera dan berkecukupan, namun jiwanya gersang. Ini karena mereka tidak punya ajaran dzikir yang mengarahkan hidup ini sampai ke akhirat nanti,” ujar Prof. Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember. 

Reporter: M. Irwan Zamroni Ali

Editor: Siti Junita

Categories
Berita

Ceramah Di KMI Bremen Jerman, Gubes UIN KHAS Jember Dorong Peningkatan Kualitas Muslim Eropa

Media Center Darul Hikam  – Seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa meningkatkan kualitas keislamannya. Termasuk Muslim Eropa agar terus meningkatkan kualitas Islam-nya. Demikian disampaikan Guru Besar UIN KH. Ahmad Shiddiq (KHAS) Jember Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, dalam ceramah menjelang berbuka puasa yang diselenggarakan oleh Keluarga Muslim Indonesia (KMI) Bremen Jerman, Jum’at, 22 Maret 2024. Acara yang diselenggarakan di Musholla ar-Raudlah ini dihadiri puluhan muslim berbagai negara; Indonesia, Jerman, Turki dan sebagainya. Hadir juga Ketua KMI Bremen Gery Vidjaja dan segenap jajarannya.

Peningkatan kualitas seorang muslim, lanjut Prof. Haris, dimulai dari komitmennya untuk terus menambah pengetahuan muslim. “Ini yang disebut dengan knowing. Jadi, dimulai dari tahu dulu (knowing). Waman bighairi ‘ilmin ya’malu. A’maaluhu marduudatun la tuqbalu. Barangsiapa yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya ditolak dan tidak diterima. Katanya Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad. Saya pernah bertemu dengan anak muda semangat tinggi sholat dua rakaat setelah subuh. Setelah selesai sholat, saya tanya sholat apa. Dia menjawab dengan tenang, sholat ba’diyah Subuh. Mana ada ba’diyah Subuh ya”, jelas Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur tersebut.

Ilmulah, kata Prof. Haris, yang menjadi pondasi keberislaman seseorang.  Ilmu juga yang menjadi kebanggaan seorang muslim, bukan pangkat, jabatan, kedudukan ataupun popularitas. La tafrahanna illa biziyaadati ‘ilmin wa ‘amalin shaalihin. Jangan kau bangga, kecuali karena ilmu dan amal shalih. Demikian pernyataan Imam al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah. Mengapa? Karena ilmu dan amal shalih yang mengantarkan seseorang sampai pada Allah Swt.    

Kalau sudah ada ilmu, maka selanjutnya ilmu itu harus diamalkan. “Suatu saat, Kiai Hamid Pasuruan (Allahu yarhamu), berhenti mengaji kitab kuning padahal baris kitab yang dibaca masih sedikit. Biasanya membaca 15 baris dan saat itu dibaca 4 baris. Biasanya beliau membaca kitab satu jam, saat itu beliau hanya membaca kitab seperempat jam. Para jamaah heran. Mereka dari berbagai tempat: Pasuruan, Malang, Bangil, Surabaya, Jember dan sebagainya. Lalu sebagian santri senior berinisiatif untuk bertanya ke dalem (rumah) Kiai Hamid, mengapa pengajian hari itu sebentar. Kiai Hamid mengatakan, bahwa dia tidak apa-apa. Hanya, beliau belum mengamalkan baris yang dibaca sehingga pengajian dihentikan dulu”, tukas Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut.

Disini, adanya amal –seperti yang dilakukan Kiai Hamid Pasuruan–menjadi penting dilakukan setelah mendapat ilmu. Setelah knowing adalah doing atau mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Seperti yang dilakukan oleh seorang sahabat Rasulullah Saw. Ketika disampaikan ayat. Lan tanaalul birra hatta tunfiquu mimmaa tuhibbuun. Sekali-kali, kau tidak akan mendapat kebajikan hingga kau menginfakkan apa yang kau cintai. Sahabat ini berhari-hari tidak dapat tidur hingga ia akhirnya menemukan yang dicintainya pada Rasulullah Saw. “Wahai Rasul, ini barang yang aku cintai. Kebun kurma. Saya berikan untuk dakwah dan syiar Islam”, ujar Prof. Haris menirukan perkataan sahabat tersebut pada Rasulullah Saw.

Amal yang dilakukan berulang-ulang (repeatedly) akan menghasilkan being. Being artinya menjadi. Orang yang berulang kali sedekah akan menjadi ahli sedekah. Orang yang berulang kali ibadah akan menjadi ahli ibadah. Orang yang berulang kali puasa sunah akan menjadi ahli puasa. “Dalam hadits Rasulullah Saw disebutkan kaana khuluquhu al-Qur’an. Akhlaq Rasulullah adalah al-Qur’an. Mengapa? Karena seluruh isi al-Qur’an sudah dipraktikkan semua oleh Rasulullah. Nabi juga mengulang-ulangnya hingga al-Qur’an mendarah daging dalam kepribadian beliau”, jelas Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan Majlis Ulama Indonesia Jawa Timur.

Dalam konteks ini, lanjut Prof. Haris, maka umat Islam –khususnya di Eropa—dapat meningkatkan keislamannya dengan tiga hal diatas. “Dari dulu hingga sekarang, kita sering berdoa untuk al-ulama al-amilin yaitu orang-orang alim yang mengamalkan ilmunya. Karena disini kedahsyatan ‘ulama yang ‘amilin. Bukan hanya ilmu saja, namun juga mempraktikkan ilmu hingga menjadi bagian dari diri orang tersebut”, ujar Prof. Harisudin yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan.

Oleh karena itu, Prof.  Haris mendorong keluarga muslim Indonesia untuk sering-sering ke Musholla ar-Raudhah Bremen untuk mengikuti majlis taklim sehingga mendapatkan ilmu keislaman yang dapat digunakan menjadi bekal meningkatkan ketakwaan pada Allah Swt.

 

Reporter: M Irwan Zamroni Ali

Editor: Siti Junita

Categories
Berita

Ceramah Di Masjid Al Hikmah Den Haag, Prof. Haris Jelaskan Karakteristik Beragama Di Eropa

Media Center Darul Hikam – Beragama di Belanda, lebih banyak pahalanya. Demikian disampaikan Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, dalam safari dakwah kerjasama World Moslem Studies Center (Womester) dengan Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda di Masjid Al-Hikmah Den Hag Belanda (19/Maret 2024).

Menurut Prof Haris, pahala itu bergantung pada kadar kepayahan seseorang. Tentu kadar kesulitan dan kepayahan beragama di Belanda lebih berat daripada di negara Indonesia. Ini salah satu ciri khas beragama di negara Belanda dan negara Eropa lainnya.

Acara ceramah agama dimulai jam 17.30 hingga jam 18.45 waktu buka puasa. Hadir pada kesempatan itu KH Hasyim Subadi (Rois Syuriyah PCI NU Belanda), Kiai Nur Ahmad, Ph.D (Ketua Tanfidziyah PCI NU Belanda), para pengurus Masjid Al Hikmah dan ratusan jamaah masjid. Ratusan orang hadir menyimak ceramah guru besar UIN KHAS Jember tersebut.   

Mengapa? Karena  di sini lebih masyaqat dibanding di Indonesia. Padahal, pahala itu bergantung pada kadar kepayahan orang. “Al-ajru biqadrit ta’abi. Pahala itu bergantung pada kadar kepayahan. Kalau kepayahan orang puasa di Belanda 17 jam, tentu lebih banyak dari puasa yang hanya 14 jam seperti di Indonesia,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Selanjutnya, Prof Haris menjelaskan tentang tingkatan beragama. Dalam beragama, ada tingkatannya seperti tingkatan dalam berfikih ada yang pakai taqlid, ittiba dan ijtihad.

“Kalau praktik beragama itu, ya tiga itu. Taqlid, ittiba dan ijtihad. Jadi, jangan dicaci orang awam yang beragama secara taqlid. Namun, orang yang punya kapasitas harus didorong untuk melakukan ijtihad. Kalau tidak bisa ijtihad sendiri, maka dilakukan ijtihad jama’i,” terang Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Dari aspek tauhid, beragama juga bertingkat, yaitu tauhidnya orang awam, orang filosof dan orang ahli ma’rifat sebagaimana disebut dalam kitab ihya Ulumudin.

“Tauhidnya orang awam ya ikut pada ustad, kiai atau ulama tentang keyakinan pada Allah. Sementara, tauhidnya orang filosof atau ahli teologi butuh dalil. Dan tauhidnya orang ahli makrifat, mereka langsung melihat langsung hadirat Allah Swt,” ujar Prof Haris yang berdakwah di Eropa sejak tanggal 10 sampai dengan 26 Maret 2024 ini.

Demikian juga dalam hal puasa. Ada tingkatan orang berpuasa. Tingkatan puasa orang awam. Selanjutnya tingkatan puasa orang khawas. Dan terakhir tingkatan orang khawasul khawash.

“Seperti disampaikan Kiai Subadi dalam kitab Durratun Nasihin, tingkatan ini ada. Dan paling banyak tingkatan orang awam. Makanya, kalau bisa, kita menaikkan tingkatan puasa kita dari awam ke khawash,” ujar Prof. Harisudin yang telah berdakwah ke berbagai negara seperti Taiwan, Australia, Singapura dan New Zealand.   

Cara untuk menaikkan kelas, salah satunya adalah dengan puasa orang khawas. Puasanya dengan puasa yang tidak hanya tidak makan dan tidak minum. Sabda Navi Muhammad Saw: Rubba shaimin laisa lahu min shiyamihi illal jua’ wal athas. Banyak sekali orang berpuasa tidak mendapat apa-apa dalam puasanya, kecuali lapar dan dahaga.

“Puasa khawas belajar tidak hanya sekedar itu. Namun puasa mata dari melihat yang tidak bermanfaat. Puasa telinga dari mendengar yang tidak berguna. Puasa bicara dari bicara yang tidak bermanfaat. Puasa pikiran dari pikiran kotor. Kita belajar puasa ini biar naik kelas”, ujar Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

 

Reporter :M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Berita

Prof Haris: Fikih Aqalliyat Menjadi Solusi Berislam Di Eropa

Media Center Darul Hikam – Ada fikih rukhshah (dispensasi) untuk orang-orang Muslim di luar negeri. Karena keadaan mereka menghadapi berbagai persoalan yang tidak didapati di Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, Direktur World Moslem Studies Center yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember di Auditorium Waginengin University, Belanda.

Acara ini diselenggarakan oleh Pengajian Waginengen dengan jumlah hampir 100 mahasiswa yang saat ini sedang kuliah di kampus Waginengen. Acara pengajian diselenggarakan pada Selasa, 19 Maret 2024 ini dimulai jam 17.30 hingga 18.45.  Acara berlangsung ‘gayeng’ dengan beberapa pertanyaan peserta setelah penyampaian materai selesai.  

Umat Islam di Belanda misalnya, lanjut Prof. Haris, kesulitan berwudhu. Di Belanda dan negara Eropa yang lain tidak menyiapkan sarana wudhu di tempat-tempat publik. Sehingga, umat Islam harus berwudhu di wastafel dan mengangkat kaki ketika membasuh kaki. Padahal, orang-orang di Belanda menganggap demikian ini sebagai tidak sopan hal tersebut selain juga kelihatan becek yang tidak disenangi orang Belanda.

“Dalam konteks inilah, maka berlaku hukum rukhsah. Rukhsah adalah ma syuria li udzrin syaqqin fi halatin khasatin. Sesuatu yang disyariatkan karena udzur masyaqat dalam keadaan tertentu. Dalam konteks wudhu di atas, maka solusinya adalah mashul khuffain atau mengusap dua kaos kaki tanpa harus membuka kaos kaki tersebut,” tukas Prof Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur tersebut.

Keadaan serupa didapati Muslim dalam menjalankan sholat lima waktu. Bagi mahasiswa misalnya ada yang merasa kesulitan melakukan sholat lima waktu secara ada’an karena ada ujian, maka mereka bisa mengambil rukhsah menjama’ sholat tersebut tanpa sholat qasar. Karena mereka dihadapkan sistem kampus yang mengharuskan mereka mengikuti ujian dengan cara tersebut.

Sholat Jum’at adalah kesulitan lain yang dialami Muslim Eropa. Mereka dihadapkan pada sistem pekerjaan pada perusahaan yang tidak memungkinkan untuk keluar pada jam sholat Jum’at. Dengan terpaksa, mereka harus memilih; tetap bekerja dan meninggalkan sholat atau pilihan kedua, sholat Jum’at dan mereka tidak bekerja.    

Demikian juga kesulitan mencari makanan yang benar-benar halal, ketika berada di luar rumah. “Maka yang demikian ini dibolehkan mencari yang ada karena tidak ada pilihan lain. Ini berlaku hukum darurat atau hajat,” ujar Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Dalam konteks inilah, maka dibutuhkan fikih rukhsah yang disebut dengan Fikih Aqaliyat. Fikih Aqalliyat adalah al-ahkamu al-fiqhiyatu al-mutaaliqatu bil muslimi al-ladzi yaisyu fi biladil Islam. Artinya hukum fikih yang berkaitan dengan muslim yang tinggal di luar negara Islam.

“Bagi orang muslim Eropa ini, maka mereka dapat mempraktikkan Fikih Aqalliyat. Dan Fikih Aqalliyat ini base on maqashid syariah”, ujar Prof Haris, Guru Besar UIN KHAS Jember yang juga Satgas Gerakan Keluarga Maslahat NU Jawa Timur tersebut.

Sebelum panjang lebar menyampaikan Fikih Aqaliyat, Prof Haris menjelaskan Islam yang terdiri dari tiga unsur yaitu Iman (tauhid), Ihsan (tasawuf) dan Islam (syariah).

“Nah, kita bahas bagian dari Islam yang bernama Syariah atau Fikih. Fikih adalah ilmu tentang hukum syar’i yang bersifat amaly yang digali dari dalil terperinci. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali, kita dalam teropong hukum Fikih,” ujar Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Belajar tentang Islamic Studies, nanti kembalinya pada tiga hal ini. Misalnya ilmu Qur’an ya Kembali pada tiga hal ini. Demikian juga ilmu Hadits ya Kembali pada tiga hal ini.  

“Juga ilmu-ilmu yang lain, nanti kembali pada tiga hal ini dan ujungnya adalah aklahakul karimah,” pungkas tukas Prof. Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat  Asosiasi Dosen Pergerakan.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Berita

Khutbah Jum’at Di Masjid Al-Ikhlas Amsterdam, Prof Haris Dorong Umat Islam Kembangkan Wakaf Di Eropa

Media Center Darul Hikam – Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC, Direktur World Moslem Studies Center (Womester), mengajak umat Muslim di Eropa untuk mengembangkan wakaf. Wakaf ini digunakan untuk pengembangan Pendidikan dan kesejahteraan umat.

Demikian pernyataan Prof Haris, Guru Besar UIN KHAS Jember, dalam khutbah Jum’atnya di Masjid Al-Ikhlas PPME Amsterdam, Belanda pada Jumat, 15 Maret 2024. Hadir pada kesempatan itu tiga ratus lebih jamaah terdiri dari orang Indonesia, Belanda, Maroko. Turki, Lebanon, Suriname, dan sebagainya. Sholat Jum’at dimulai jam 13.00 dan diakhiri jam 14.30 waktu Amsterdam.  

Sebelumnya, Prof Haris mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT di bulan suci Ramadhan 1445 H. “Mari kita tingkatkan ketakwaan pada Allah Swt di bulan Ramadhan, bulan dimana para setan dibelenggu dan pintu neraka ditutup. Sebaliknya, bulan dimana pintu kebaikan dan pintu surga dibuka seluas-luasnya “, tukas Prof Haris memulai khutbah Jum’atnya. Khutbah Jumat disampaikan dalam dua Bahasa; Bahasa Indonesia dan Bahasa Belanda.  

Prof Haris yang juga Dewan Pakar PW Lembaga Ta`lif wa  an Nasyr NU Jawa Timur menyampaikan, Islam selalu mengajarkan umatnya untuk bertauhid, dan hanya menghamba pada Allah Swt. Seorang Muslim tidak boleh menghamba pada selain Allah Swt. Islam juga mengajarkan untuk tidak boleh mencinta pada selain-Nya, karena cinta pada selain-Nya hanya akan menjadikan penghambaan padanya.

“Cinta harta hanya akan menjadikan budak harta, cinta jabatan akan menjadikan kita budak jabatan, cinta popularitas akan menjadikan kita budak popularitas,” jelas Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

“Dalam kitab Hikam, Ibnu Athailah Iskandari mengatakan: Ma ahbabta syaian illa kunta lahu abdan, wahuwa la yuhibbu an takuna lighairihi abdan. Artinya: kamu tidak mencintai sesuatu kecuali kamu akan menjadi budaknya. Sementara, Allah Swt. ingin agar kita menjadi hambanya, bukan hamba selainnya,” tambah Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur.

Oleh karena itu, agar Muslim tidak mencintai dunia, Prof Haris mengajak umat Islam untuk menggerakkan filantropi dalam berbagai bentuk, baik dalam bentuk sedekah wajib (zakat) maupun sedekah sunah (waqaf dan sedekah biasa).

“Sedekah wajib Zakat ada zakat mal dan zakat fitrah. Jika sedekah biasa seperti memberi takjil, sedekah buka bersama dan sedekah sahur, maka wakaf seperti wakaf uang pada masjid al-Ikhlas untuk pengadaan tanah, pembangunan, dan sebagainya,” jelas Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Mangli Jember.

Wakaf, sebagaimana dikemukakan Prof. Haris, harus ada atensi lebih daripada bentuk filantropi lainnya seperti sedekah dan zakat. Terutama di bulan Ramadlan ini, mobilisasi dana wakaf dapat digunakan untuk pengembangan Pendidikan dan kesejahteraan masyarakat muslim di Belanda khususnya dan juga Eropa pada umumnya. Potensi dana wakaf yang produktif dan dengan prinsip ‘keabadian’nya, memungkinkannya menjadi sumber keuangan finansial dana umat Islam untuk membangun peradaban ke depan.   

Lebih lanjut, menurut Prof Haris, filantropi Islam memiliki banyak manfaat sebagaimana telah dijelaskan dalam al Qur`an. Seperti, agar tidak terjadi kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin. (kay la yakunan dulatan bainal aghniya minkum: QS al hasyr, 7), sebagai jalan untuk menyucikan dan membersihkan diri individu (khudz min amwalihin shadaqatan tuthahiruhum wa tuzakkihim: QS At-Taubah: 103).

Kemudian, filantropi Islam juga bisa memperoleh pahala kebaikan yang abadi (shadaqatin jariyatin: hadits), melipatgandakan rezeki (man dzalladzi yuqridlullaha qardlan hasanan fayudlaifahu adl’afan katsirat wallahu yaqbidlu wayabsitu. Wa Ilahi turjaun: QS al-Baqarah: 245), memudahkan urusan (faamma man a’ta wat taqa washaddaqahu bil husna fasanuyassiruhu lil yusra: QS. Al-Lail 7), dan menolak bala (as-sadaqatu tadfaul bala: hadits). 

“Mari di bulan ramadhan, kita jangan lupa kewajiban; zakat mal dan zakat fitrah. Tidak hanya itu, mari kita lengkapi dengan sedekah dan juga wakaf untuk pengembangan pendidikan dan kesejahteraan umat di Masjid al Ikhlas PPME Belanda ini khususnya dan masjid-masjid Eropa pada umumnya,” pungkas Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur mengakhiri khutbahnya.

Reporter : Lumatul Muniroh

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Lembaga Wakaf Darul Hikam Inisiasi Buka Bersama Para Mahasantri

Media Center Darul Hikam – Berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan dengan mengadakan kegiatan buka bersama (Bukber) juga dilakukan oleh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember. Kegiatan Bukber selama Bulan Ramadhan tersebut, merupakan salah satu Program Infak yang ada di Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Ratusan mahasantri dari pondok cabang putra di Ajung, pondok cabang putri dan pondok pusat di Mangli, berkumpul untuk mengikuti acara tersebut.

Tidak hanya sekedar berbuka puasa, kegiatan yang sudah berlangsung sejak awal puasa, yaitu 12 Maret 2024, juga diisi dengan acara khotmil quran dan tahlil bersama, yang dipimpin langsung oleh Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H.

Menurut Nyai Robi, panggilannya, kegiatan bukber di Darul Hikam, merupakan metode mengajak para santri untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca dan khataman Al-Qur’an.

“Tujuannya adalah untuk meraih berkah Al-Qur’an, syafaat Rasulullah, keberkahan Ramadan, serta malam Lailatul Qadar. Dengan demikian, acara ini dirancang untuk mempererat hubungan spiritual dengan Allah,” ucap Nyai Robi yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Di Pesantren Darul Hikam, kegiatan khataman Al-Qur’an dilakukan secara intensif selama bulan Ramadan. Melalui acara buka bersama, para santri dan pengasuh menyatukan diri dalam kegiatan ini. Suasana istimewa tercipta karena semua santri diperlakukan sama rata.

“Bahkan, pengasuh pun ikut serta, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kuat di antara semua peserta. Saat berkumpul untuk makan bersama dan berbuka puasa, keakraban antar santri dan pengasuh terasa begitu nyata,” tambahnya.

“Di Darul Hikam, santri-santri diwajibkan untuk membaca Al-Qur’an sampai khatam dan berdoa bersama mencari ridha Allah melalui keberkahan Al-Qur’an dan syafaat Rasulullah di bulan Ramadan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang sedang berpuasa, maka baginya pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun” (HR. Tirmizi, 807. Ibnu Majah, 1746. Ibn Hibban, 8/216. Al-Bany dalam Al-Jami’, 6415),” tambahnya.

Di samping itu, Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC menuturkan, Program Bukber di Lembaga Wakaf merupakan program khusus di Bulan Ramdhaan 1445 H. Di dalamnya dikemas dengan khotmil quran dan tahlil bersama.

“Di program ini dikemas dalam bentuk khataman quran, tahlil, dan doa bersama untuk bangsa dan juga untuk para donatur khususnya,” ujar Prof Haris yang kini tengah berdakwah di Belanda

Kami, lanjut Prof Haris, sangat berterima kasih kepada para donatur atas infaknya, semoga amal baik ini diganti oleh Allah Swt.

“Para mahasantri jangan lupa untuk berdoa kepada para donatur dan bangsa ini, semoga bangsa ini ke depan semakin makmur, maju, dan maslahat,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Putra Darul Hikam ini.

Kegiatan bukber yang dikemas dalam bentuk khataman qur`an, tahlil dan doa bersama ini menuai respons positif dari banyak kalangan, terlebih para mahasantri yang mengikuti kegiatan ini.

Ketua Pondok Pusat, Miftahus Syifa’ mengatakan, kegiatan buka bersama ini momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan keimanan santri dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai sarana untuk memupuk rasa persaudaraan antar-santri serta mempererat hubungan antara para santri,” ucapnya.

Ketua Pondok Cabang Putri, Alifah Rahma Putri Anabila mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat rasa kebersamaan, mungkin dengan salah satu bacaan khataman bersama

“Pastinya ada kegiatan interaksi antar santri. Dan interaksi juga bisa dimulai dari saat duduk bersama pada saat buka bersama,” ungkap Alifa yang juga mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember itu. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pondok Cabang Putra, Lutvi Hendrawan, juga mengatakan bahwa kegiatan bukber yang diinisiasi oleh Darul Hikam, sangat baik dan patut untuk diistiqomahkan.

“Tentunya hal seperti ini sangat baik dan dapat selalu diistiqomahkan agar senantiasa memberikan manfaat yang sangat luar biasa ke depannya,” tutur Lutvi yang juga mahasiswa FEBI UIN KHAS Jember itu.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Jangan Telat! Mau Daftar Jadi Anggota KPU Minimal Umur 30 Tahun, Ini Syarat Lainnya

Media Center Darul Hikam – Bagi anda yang berminat menjadi penyelenggara atau Anggota KPU jangan telat dan siapkan persyaratannya.

Tim Seleksi (Timsel) Zona Jawa Timur membuka pendaftaran bakal calon anggota KPU untuk lima kabupaten/kota, salah satunya Banyuwangi

Bagi masyarakat yang berminat untuk menjadi penyelenggara pemilihan umum, bisa melengkapi berkas persyaratan selama proses pendaftaran yang dibuka mulai tanggal 8 hingga 19 Maret 2024.

Timsel telah mensosialisasikan pendaftaran bakal calon anggota KPU tersebut di Aula Kantor KPU Banyuwangi pada Kamis (7/3/2024).

Sosialisasi ini sekaligus untuk memberi keterbukaan dan transparansi terhadap seluruh proses tahapan seleksi.

“Tujuan sosialisasi ini untuk menjaring minat publik berpartisipasi dan mendaftar sebagai bakal calon anggota KPU Banyuwangi, Jember Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo,” kata Sekretaris Timsel, M. Noor Harisudin.

Secara bergantian timsel memaparkan detail persyaratan dan jadwal pendaftaran bakal calon anggota KPU untuk periode 2024-2029.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar diantaranya, harus warga negara Indonesia (WNI), kemudian berusia minimal 30 tahun, setia kepada Pancasila dan UUD RI 1945.

Selain itu, calon anggota harus mempunyai integritas, berkepribadian yang kuat, jujur, adil, dan memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu, ketatanegaraan, dan kepartaian.

Syarat lainnya, berpendidikan minimal SLTA untuk KPU tingkat kabupaten/kota, berdomisili di wilayah setempat yang dibuktikan dengan e-KTP, mampu secara jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. 

Calon anggota KPU kabupaten/kota juga harus mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik sekurang-kurangnya 5 tahun pada saat mendaftar sebagai calon, mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan/atau BUMD/BUMN pada saat mendaftar sebagai calon.

Lalu, bersedia mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum apabila telah terpilih menjadi anggota KPU, yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

“Calon anggota KPU kabupaten/kota juga harus memenuhi syarat belum pernah menjabat sebagai anggota KPU selama dua kali periode dalam jabatan yang sama,” sambungnya.

Dia mengatakan, penghitungan 2 kali masa jabatan sebagaimana dimaksud itu dihitung berdasarkan jumlah pelantikan dalam jabatan yang sama selama 5 tahun atau lebih dari dua setengah tahun pada setiap masa jabatan.

“Selain itu, calon anggota KPU kabupaten/kota harus memenuhi syarat tidak pernah dikenai sanksi pemberhentian tetap dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” tegasnya. 

Dokumen persyaratan harus diunggah melalui laman siakba.kpu.go.id dan menyerahkan dokumen fisik sebanyak 1 rangkap asli dan 1 rangkap salinan secara langsung atau melalui jasa ekspedisi. 

“Dokumen persyaratan dalam bentuk fisik dikirimkan ke Sekretariat Timsel di Hotel Samator Surabaya,” tambahnya.

Sumber: https://www.adatah.com/politik/24412086195/jangan-telat-mau-daftar-jadi-anggota-kpu-minimal-umur-30-tahun-ini-syarat-lainnya

Categories
Berita

Pendaftaran Komisioner KPU Jember hingga Banyuwangi Dibuka, Segini Gajinya

Media Center Darul Hikam – Pendaftaran bakal calon anggota KPU Kabupaten Banyuwangi, Jember, Lumajang, Situbondo dan Bondowoso, Jawa Timur dibuka sejak 8-19 Maret 2024 mendatang.

Sekretaris Tim Seleksi KPU Jawa Timur II Prof M Noor Harisudin menjelaskan sosialisasi pendaftaran anggota KPU itu sudah dilakukan di kabupaten lain, seperti Banyuwangi.

“Ada beberapa tahapan, mulai pendaftaran, seleksi administrasi dan tes kesehatan, lalu psikologi hingga di akhir hasilnya muncul 10 nama dari kami yang diberi ke KPU RI,” kata dia di aula KPU Jember Jumat (8/3/2024).

Dari 10 yang nama yang diberikan Timsel tersebut, selanjutnya akan dipilih lima orang untuk menjadi komisioner KPU. 

Dia menjelaskan syarat umur minimal 30 tahun untuk KPU Kabupaten, tidak menjabat dua kali, tidak terkena sanksi dari DKPP.

Kemudian, Pendidikan minimal SMA/sederajat serta mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik minimal 5 tahun.

Selanjutnya, bebas narkoba dan memiliki surat keterangan sehat dari rumah sakit milik pemerintah.  

Dia menambahkan persyaratan pendaftaran sudah diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 7 Tahun 2018 tentang seleksi anggota KPU provinsi dan anggota KPU kota/kabupaten.

“Kalau sekarang pendaftaran disiapkan secara online, berkasnya juga dikirim ke Surabaya,” tutur dia.

Dia mengaku Tim Sel dipilih secara independen sehingga akan menjalankan proses pendaftaran secara profesional.

Menurut dia, untuk memastikan transparansi dan keakuratan, kelengkapan dokumen persyaratan dapat diunggah secara elektronik melalui laman website KPU.

Selain itu, pendaftaran calon anggota KPU juga bisa diikuti oleh ASN, namun harus mengajukan pemberhentian sementara. Sedangkan, PPPK mengajukan pemutusan hubungan kerja.

Gaji para anggota KPU ini berkisar dari Rp 10 juta hingga Rp12 juta. “Gaji ketua KPU Rp12 juta, anggota Rp10 juta,” pungkas dia.

Dikutip: https://bangsapedia.com/posts/pendaftaran-komisioner-kpu-jember-hingga-banyuwangi-dibuka-segini-gajinya

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Menjadi Teladan, Kini Giliran PPK Alif Lam Mim Surabaya Kunjungi Lembaga Wakaf Darul Hikam

Media Center Darul Hikam – Setelah berhasil mendapatkan Surat Tanda Bukti Pendaftaran Nazhir dengan nomor 3.3.00428, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menjadi pusat perhatian sejumlah lembaga atau yayasan untuk melakukan kunjungan dan studi banding.

Salah satunya Yayasan Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya yang berkunjung ke YPI Darul Hikam pada Minggu, 3 Maret 2024 dalam rangka studi banding lembaga wakaf di Darul Hikam.

Hadir Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC,  dan Pengasuh Pondok Pesantren Putri, Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H.  Sedangkan dari Yayasan Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya, dihadiri langsung oleh Ahmad Syarif Saputra sebagai Kepala Pesantren dan Gufron Hidayatullah sebagai Wakil Bidang al-Quran.

Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Haris menyambut kunjungan tersebut dengan antusias. Dalam sambutannya, Prof. Haris menekankan pentingnya peran lembaga wakaf dalam mendukung sosial dan pendidikan.

“Punya lembaga wakaf itu memang misinya adalah untuk sosial artinya sosial dan itu bisa menjadi support bagi lembaga pendidikan, pesantren yang bergerak di bidang sosial,” tutur Prof. Haris yang juga Ketua Timsel KPU Jawa Timur Wilayah VII (2019-2024).

Prof. Haris juga menekankan, lembaga wakaf memiliki peran yang krusial dalam mendukung pendidikan dan sosial di masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa manajemen lembaga wakaf Darul Hikam telah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan legalitas dari Badan Wakaf Indonesia sejak 24 Januari 2024.

Prof. Haris menjelaskan, lembaga mereka terus berkembang maju dengan dukungan dari banyak pihak, termasuk beberapa pejuang wakaf di lingkungan sekitar.

“Sekarang ini sedang proses memiliki in house training dan proses memiliki website sendiri yang bisa diakses oleh seluruh orang di seluruh penjuru dunia sehingga wakaf bisa dilakukan di mana saja kapan saja,” tambah Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim, Ahmad Syarif Saputra, mengungkapkan tujuan kedatangan mereka adalah untuk belajar tentang pendirian, manajemen, dan tata kelola lembaga wakaf di pesantren.

 “Kami juga belajar langsung kepada Prof banyak hal yang berkaitan dengan pesantren, pendidikan, keislaman, dan sebagainya,” ujar Ahmad Syarif Saputra.

Tak hanya itu, PPK Alif Laam Miim berencana membuka lembaga wakaf yang bertujuan untuk kemaslahatan santri, pesantren, dan masyarakat umum. Mereka berharap bisa bekerja sama dengan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam untuk melaksanakan program-program yang bermanfaat untuk umat.

 “Kami juga berharap agar bisa lebih profesional, amanah, transparan dalam mengelola lembaga wakaf di Alif Lam Mim nantinya,” tambah Ahmad Syarif Saputra.

Studi banding ini menjadi langkah awal bagi Yayasan Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya untuk mengembangkan lembaga wakaf mereka dengan lebih baik, mengikuti jejak keberhasilan dan pengalaman dari Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Ikuti In-House Training, Lembaga Wakaf Darul Hikam Siap Luncurkan Website Wakaf

Media Center Darul Hikam – Lembaga Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember kembali melakukan sejumlah kegiatan progresif, yaitu In-House Training Pembuatan Website Lembaga Wakaf Darul Hikam bersama Wakaf Mulia Institut Jakarta. Kegiatan tersebut dimulai pada Minggu, 3 Maret 2024, dan akan dilakukan pendampingan selama lima tahun secara online, berupa pelatihan pengelolaan website dan iklan di media sosial.  

Melalui kegiatan tersebut, kini Lembaga Wakaf Darul Hikam memiliki website resmi yaitu https://www.wakafdarulhikam.org/  website tersebut dapat digunakan untuk memudahkan transaksi para donatur ke Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, SH, MH, CWC, menjelaskan, kegiatan tersebut nantinya akan menghasilkan website dan pengelolaan media sosial dalam rangka meningkatkan jumlah donatur.

“Saat ini kami sudah memiliki website, masyarakat yang ingin berdonasi nantinya bisa langsung mengakses website yang kami sediakan. Selain itu, melalui kegiatan ini ke depan kami juga akan meningkatkan aktivitas iklan di sejumlah media sosial, seperti di Facebook, Instagram, Tik Tok dan semacamnya,” jelas Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA, CWC mengatakan, in-house training yang dilakukan oleh Lembaga Wakaf Darul Hikam diharapkan dapat meningkatkan banyak pengetahuan baru, seperti manajemen wakaf, marketing wakaf dan pengelolaan website wakaf.

“Semua tim yang ada di lembaga kami, diharapkan semakin paham tentang manajemen wakaf, marketing wakaf, khususnya pengelolaan website lembaga wakaf kami, sehingga nantinya dapat meningkatkan syiar wakaf di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar Prof Haris yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) dan Ketua Tim Akreditasi MUI Jatim (2022) itu menyebut, in-house training menjadi penting dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Lembaga Wakaf Darul Hikam.

“Lembaga ini harus tambah maju, tambah berdaya saing tinggi, dan punya banyak manfaat kepada umat. Karena itu, SDM-nya harus kuat, profesional, bagus dan memahami secara mendalam tentang manajemen wakaf dan marketing wakaf melalui media sosial, seperti di website, facebook ads dan instagram ads,” tutur Prof Haris Guru Besar UIN KHAS Jember

Target ke depan, tambah Prof Haris, Lembaga Wakaf Darul Hikam dapat meningkatkan jumlah donatur, meningkatkan kebermanfaatan umat, hingga membuka cabang di dalam dan luar negeri.

“Targetnya adalah perolehannya semakin banyak misalnya, 5-10 miliar untuk tahun 2024, termasuk membuka cabang di luar negeri, di mana hal itu telah menjadi salah satu impian kami selama ini. Itu semua adalah demi meningkatkan dan memperluas kemanfaatan kita untuk umat,” tambah Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center Depok.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : Akhmal Duta Bagaskara

Categories
Berita

Profil Prof Haris, Guru Besar UIN KHAS Jember Yang Menjadi Timsel KPU Jawa Timur

Media Center Darul Hikam – Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA, CWC, kembali ditetapkan sebagai Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur untuk yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pernah menjadi Ketua Timsel KPU Jawa Timur Wilayah VII (2019-2024).

Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tersebut, kembali ditetapkan sebagai Timsel KPU Jawa Timur 2 pada 28 Februari 2024, berdasarkan Surat Pengumuman Nomor 28/SDM.12-Ppu/04/2024 tentang Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kota Pada 37 Kabupaten/Kota  Di 2 (Dua) Provinsi Periode 2024-2029.

Sebagai Timsel Jawa Timur 2, Prof Haris  bersama timnya, yaitu Aditya Wardhono, Didik Suhariyanto, Asmuni dan Zikrie Pramudia Alfarhisi, memiliki satu kerja di KPU Kabupaten Banyuwangi, KPU Kabupaten Bondowoso, KPU Kabupaten Jember, KPU Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Situbondo.

Sebagaimana diketahui, tim seleksi KPU umumnya berasal dari unsur akademisi, unsur professional dan unsur tokoh masyarakat dengan mempertimbangkan 30% keterwakilan perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan ilmu sosial, pemerintahan, hukum, ekonomi jurnalistik dan psikologi.

Terpilih sebagai Timsel KPU Jawa Timur untuk kedua kalinya tersebut, Prof Haris yang juga Dewan Pakar ABPTSI Wilayah Jawa Timur (2022-2026) mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya karena kembali menjadi Timsel KPU Jawa Timur.

“Terimakasih kepada semua pihak, berkat doa dan dukungannya saya kembali dipercaya sebagai Timsel KPU Provinsi Jawa Timur untuk yang kedua kalinya, kalau dulu saya zona tujuh, sekarang di zona dua yang membawahi 5 kabupaten,” ujar Prof Haris yang juga Ketua Mabincab PMII Jawa Timur.

Prof Haris merupakan Guru Besar termuda di lingkungan PTKIN. Lahir di Demak, pada 25 September 1978. Saat ini, ia merupakan Satgas Wilayah Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) Jawa Timur (Jatim), aktif di Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jatim, PW Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTNNU) Jatim, Ketua Komisi Pengkajian dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim.

Prof Haris yang juga Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam menuturkan, ditetapkannya sebagai Timsel KPU Jawa Timur merupakan salah satu bentuk kontribusi dan dedikasinya kepada masyarakat agar terpilih KPU yang kompeten dan berintegritas.

“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat agar bisa mengembang amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Prof Haris Direktur World Moslem Studies Center (Womester).

Saat ini, Prof Harisudin juga menjadi Mabinda PMII Korcab Jatim, Ketua PP Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP), dan Ketua Tim Akreditasi MUI Jatim (2022). Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (2021-2025)

Selain aktif sebagai dosen di UIN KHAS Jember, dirinya juga menjadi penguji disertasi program doktor di beberapa kampus ternama, mulai Pascasarjana UIN KHAS Jember, Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Pascasarjana UIN Walisongo Semarang, hingga Pascasarjana Universitas Jember.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Seminar Internasional di STAIM Lumajang, Prof. Haris Tekankan Strategi Wakaf dalam Mewujudkan SDGs

Media Center Darul Hikam – Wakaf adalah menahan hak milik atas materi benda (al-‘Ain) untuk tujuan menyedekahkan manfaat atau faidahnya. Demikian disampaikan oleh Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Jember, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., dalam acara International Seminar dengan tema “Productive Waqf Management in Realizing Sustainable Development Goals” di STAIM Lumajang, pada 29 Februari 2024.

Selain Prof Haris, hadir nara sumber lain seperti Dr. Siti Sara Ibrahim (Deputy Rector UiTM Malaysia) dan Khoirus Sholeh, LC, MH (Dosen STAIM Lumajang). Selain dihadiri ratusan peserta, juga hadir pimpinan seperti Mochammad Hesan, S.Psi, M.Sos (Ketua STAIM), Farhanuddin Sholeh M.Pd.I (Wakil Ketua I Bidang Akademik), Imam Zarkasi S.Pd,. M.M (Wakil Ketua II Bidang Perencanaan dan Keuangan), dan Dr .H. Zainuddin M.Pd.I. (Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan), dan jajaran pimpinan yang lain.

Menurut Undang-Undang No. 41 tahun 2004 tentang wakaf, lanjut Prof. Haris, Wakaf adalah perbuatan hukum wakaf untuk mensahkan dan atau menyerahkan sebagian harga benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum menurut syariah.

“Oleh karena itu, seorang manusia ketika telah meninggal dunia, maka amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mau mendoakannya,” terang Prof Haris yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Prof. Haris juga mendorong wakaf untuk dijadikan gaya hidup (life style). Tidak hanya sekedar memberikan ide tersebut, Prof Haris juga membagikan langkah-langkah untuk menerapkan wakaf sebagai bagian dari gaya hidup.

“Kita perlu meningkatkan promosi dan pemahaman tentang wakaf, membangun ekosistem wakaf, meningkatkan profesionalisme lembaga wakaf, dan memperkuat regulasi pemerintah yang mendukung,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Prof. Haris mengatakan dalam program wakaf meliputi dua jenis, Wakaf Sosial yang pengelolaannya untuk kegiatan sosial, terutama dalam pembangunan fisik seperti masjid, makam, pesantren, asrama yatim piatu, rumah jompo, dan program-program sosial lainnya. Dan Wakaf Produktif: Ini melibatkan pengelolaan aset wakaf untuk mendapatkan keuntungan melalui investasi di instrumen keuangan syariah atau dalam kegiatan usaha seperti pendidikan, produksi barang dan jasa, perdagangan, dan lain-lain.

“Dengan demikian, melalui Program Wakaf ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan umum dan memajukan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ungkap Prof. Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat (PP) Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Prof. Haris juga menekankan peran penting wakaf dalam mengembangkan kesejahteraan umum dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. keberhasilan wakaf produktif sangat bergantung pada manajemen yang profesional, sumber daya manusia (SDM) nadzir yang kuat, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip hukum Islam dalam pengelolaan harta wakaf.

“Untuk mencapai tujuan wakaf produktif, terdapat beberapa strategi sukses, yakni dimulai dari usaha yang kecil, bermitra dengan lembaga bisnis yang amanah dan profesional, mendapatkan dukungan regulasi dari pemerintah, dan memperkuat pemahaman nadzir terhadap wakaf produktif,” tambah Prof. Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur

Terakhir, Prof. Haris juga menyoroti keterkaitan antara Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan prinsip-prinsip Maqashid Syariah.

“Dengan adanya 17 tujuan SDGs, setiap tujuan SDGs dapat dijadikan sebagai mauquf ‘alaih dalam upaya mencapai kesejahteraan umum yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkas Direktur World Moslem Studies Center Depok.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor: M. Irwan Zamroni Ali, SH, MH

Categories
Berita

Kolaborasi dengan PPM Aswaja Nusantara, YPI Darul Hikam Tawarkan Pelatihan dengan Insentif Setengah Juta Lebih

Media Center Darul Hikam – Program Kartu Prakerja merupakan program pemerintah berupa bantuan biaya pelatihan bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki atau meningkatkan keterampilannya.

Maka dari itu, sebagai bentuk peran aktif menyukseskan program pemerintah untuk melahirkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember telah dipercaya menjadi mitra resmi untuk berkolaborasi menyediakan pelatihan secara online selama lima hari kepada peserta Program Kartu Prakerja.

Kolaborasi tersebut dilakukan bersama LPK Career Development Center PPM Aswaja Nusantara dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. yang ditandatangani pada Kamis, 22 Februari 2024 di Kantor YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Ketua LPK Career Development Center PPM Aswaja Nusantara, Kiai Muhammad Mustafid menuturkan, Program Kartu Prakerja diluncurkan sebagai salah satu program ideologis Pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja di Indonesia.

“Ini sesuai dengan Pasal 27 ayat 2 UUD 1945. Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Bahwa warga negara harus mendapatkan pekerjaan yang layak yang itu menjadi amanah konstiusi kita”, jelas Prof haris yang juga Ketua Pengurus Pusat (PP) Asosiasi Dosen Pergeakan yang ada di bawah naungan PB IKA PMII. 

Di dalam program tersebut cukup banyak pelatihan “Misalnya sediakan program jurnalisme digital, manajemen SDM, pertanian organik, peternakan organik, fotografi digital, pengelolaan sampah organik, teknologi informasi dan sebagainya,” ujar Kiai Mustafid.

Semengtara itu, Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, S.H, M. Fil.I, CLA, CWC, menjelaskan, kolaborasi yang dilakukan dengan LPK Career Development Center PPM Aswaja Nusantara  merupakan salah satu bentuk peran YPI Darul Hikam kepada masyarakat untuk senantiasa berbagi ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan.

“Melalui program ini kami hanya ingin membantu masyarakat luas untuk mendapatkan skill sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya di bidang masing-masing,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Pasca pendantanganan MoU, lanjut Prof Haris, YPI Darul Hikam langsung menindaklanjuti dengan membentuk tim panitia program prakerja tersebut, sehingga para masyarakat luas dapat langsung ikut mendaftarkan diri.

“Silahkan bagi yang ingin mengikuti program ini, kami terbuka untuk masyarakat luas, baik di Kabupaten Jember, se-Provinsi Jawa Timur, hingga se-Indonesia”, ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur.

Dalam program tersebut, sejumlah benefit menarik telah disiapkan bagi para peserta pelatihan. Mulai dari ilmu yang bermanfaat, sertifikat, hingga insentif 600 – 700 ribu rupiah. Namun, juga terdapat persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu usia 18-40 tahun, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), belum memperoleh kartu Prakerja/mengikuti Prakerja dan bersedia mengikuti bimtek.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Mendapat Legalitas BWI, Darul Hikam Terima Kunjungan YPI Raden Rahmat Sunan Ampel Jember

Media Center Darul Hikam  – Pasca diresmikannya Lembaga Wakaf Darul Hikam sebagai Nazhir Wakaf Uang oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Rabu, 24 Januari 2024, Lembaga Wakaf yang berada di bawah naungan YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tersebut, lantas semakin dikenal dan dipercaya oleh berbagai pihak.

Karenanya, sejumlah pesantren besar di Jember mulai berbondong-bondong ke YPI Darul Hikam untuk belajar bersama mengenai lembaga wakaf. Salah satunya, Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel Jember dalam rangka benchmarking dengan Lembaga Wakaf Darul Hikam pada Selasa sore (13/02/2024).

Ketua YPI Raden Rahmat Sunan Ampel Jember  Kiai Ahmad Nafi’, bersama istri, disambut langsung di Kantor YPI Darul Hikam oleh Ketua YPI Darul Hikam sekaligus Direktur Lembaga Wakaf, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA. CWC. bersama Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC yang juga Nadhir Lembaga Wakaf.

Dalam kesempatan itu, Prof. Haris menuturkan, sejak tahun 2022, perjalanan wakaf Darul Hikam telah dimulai. Awalnya, kami memulai dengan langkah-langkah praktis, fokus pada implementasi sebelum mengurus legalitasnya di Badan Wakaf Indonesia. Dalam sejarah perjalanannya, kami juga telah mendirikan pesantren yang berada di tiga tempat, dua di Mangli dan satu di Ajung.

“Salah satu solusi yang kami temukan adalah lembaga wakaf dapat mendukung kegiatan di pesantren. Melalui pendekatan ini, kami berhasil mengumpulkan dana yang kemudian digunakan untuk pembelian tanah dan pembangunan Pesantren Darul Hikam,”ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Intinya, lanjut Prof. Haris, kami telah memilih untuk mengambil langkah-langkah praktis terlebih dahulu sebelum mengurus legalitas di Badan Wakaf Indonesia.

“Alhamdulillah, kami memiliki dua Nazhir, yaitu saya sendiri dan ustad M. Irwan Zamroni Ali. Pada bulan Januari, legalitas lembaga wakaf kami telah resmi diterbitkan oleh Badan Wakaf Indonesia dengan nomor 3.300428,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Di kesempatan yang sama, Ust. Irwan menjelaskan, mekanisme pengajuan untuk menjadi Nazhir Wakaf Uang di Badan Wakaf Indonesia memang melibatkan serangkaian persyaratan yang kompleks. Salah satunya lembaga tersebut harus terdaftar resmi di Kemenkum HAM dan memiliki surat keterangan domisili dari kelurahan.

“Selain itu, minimal dua orang yang terdaftar harus memiliki sertifikat kompeten sebagai Nazhir,” ucap Ust. Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selanjutnya, ia menuturkan proses pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi e-service nazhir dengan alamat website https://layanan.bwi.go.id/ . Setelah semua persyaratan terpenuhi, lembaga atau yayasan akan dijadwalkan untuk mempresentasikan profil dan rencana kerjanya kepada Badan Wakaf Indonesia. Presentasi ini kemudian akan dievaluasi, dan mungkin akan diminta untuk melakukan revisi sesuai dengan masukan dari BWI.

“Setelah proses evaluasi dan revisi selesai, lembaga nantinya akan mendapatkan Surat Bukti Nazhir Wakaf Uang dari BWI melalui aplikasi e-service nazhir. Proses ini menunjukkan betapa pentingnya kepatuhan terhadap persyaratan yang ditetapkan Badan Wakaf Indonesia untuk memastikan transparansi, keandalan, dan keberlanjutan lembaga wakaf,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Kiai Nafi’ mengatakan, saat ini Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel Jember tersebut tengah pengembangan lembaga dengan pendirian sekolah formal, yakni PAUD, TK dan SD.

“Pengembangan lahan menjadi 1,5 hektar menunjukkan komitmen dalam meningkatkan infrastruktur dan fasilitas. Namun, untuk melanjutkan proyek ini, diperlukan dana tambahan selain yang sudah tersedia,” ucap Kiai Nafi’.

Reporter : Akhmal  Duta Bagaskara
Editor: Lum`atul Muniroh

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Sementara Wakaf Uang & Infak

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Perjuangan Dua Tahun, Darul Hikam Raih Sertifikat Nazhir Wakaf Uang Dari BWI

Media Center Darul Hikam – Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf menjelaskan,  lembaga wakaf sebagai pranata keagamaan yang memiliki potensi dan manfaat ekonomi perlu dikelola secara efektif dan efisien untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Oleh karena itu, dalam undang-undang tersebut, calon Nazhir Wakaf Uang wajib mendaftarkan diri kepada BWI dengan memenuhi persyaratan sebagai Nazhir sesuai peraturan dari Badan Wakaf Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pendaftaran Nazhir Wakaf Uang.

Lembaga Wakaf Darul Hikam, yang berada di bawah naungan YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, secara resmi menjadi Nazhir Wakaf Uang di Badan Wakaf Indonesia dengan Nomor 3.3.00428, setelah mendapatkan sertifikat pada Selasa, (06/02/2024).

Atas capaian tersebut, Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Setelah mendapatkan legalitas dari Badan Wakaf Indonesia, Kami sangat senang melihat perjalanan lembaga wakaf YPI Darul Hikam selama dua tahun terakhir dan saat ini, Tentu ini merupakan hasil perjuangan yang melelahkan, namun kami bersyukur atas keberhasilannya,” ucap Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Proses mendapatkan legalitas tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, dengan memenuhi persyaratan sebagai Nazhir sesuai peraturan dari Badan Wakaf Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pendaftaran Nazhir Wakaf Uang.

 “Dalam proses mendapatkan sertifikat legalitasnya, kami telah menempuh berbagai langkah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kami juga terus mengoptimalkan upaya untuk memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan,” tambah Guru Besar UIN KHAS Jember tersebut.

Menyusul pemberian legalitas ini, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam berkomitmen untuk menjadi lebih progresif dalam menghimpun dana wakaf dan sedekah dari masyarakat. Prof Haris menyebut, lembaga wakaf tersebut akan mengembangkan program-program inovatif yang membedakan YPI Darul Hikam dari lembaga wakaf lainnya.

“Ke depan, YPI Darul Hikam akan semakin progresif dalam menghimpun dana masyarakat melalui wakaf dan sedekah untuk kemakmuran umat. Kami akan menghadirkan program-program inovatif yang membedakan kami dari lembaga wakaf lainnya,” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Salah satu Nazhir Wakaf Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, turut menyampaikan rasa syukur atas perolehan sertifikat tersebut.
“Setelah proses yang memakan waktu kurang lebih satu tahun lamanya demi mendapatkan legalitas Nazhir Wakaf Uang dari Badan Wakaf Indonesia, akhirnya kemarin kami secara resmi mendapatkan Surat Tanda Bukti tersebut,” ungkap Ustadz Irwan yang juga salah satu Pengajar di Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember itu.

Selain itu, Ustadz Irwan menjelaskan, ada banyak proses yang telah dilalui, seperti ujian kompetensi bagi para Nazhir Wakaf di Jakarta, Presentasi Kelembagaan dan Rencana Kerja di hadapan BWI, serta memenuhi segara persyaratan yang ada.

“Setelah mendapatkan sertifikat wakaf kompeten pada Desember 2023, kami langsung diundang untuk presentasi rencana kerja lembaga kami secara online kepada Badan Wakaf Indonesia. Kemudian, kami melakukan revisi dan penyempurnaan sebelum akhirnya kemarin resmi mendapatkan Surat Tanda Bukti tersebut,” pungkasnya.


Reporter  : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : Lum`atul Muniroh

Categories
Berita

Di Hadapan Wisudawan UNIRA Malang, Prof Haris Ingatkan Mabadi Khaira Ummah untuk Indonesia Emas 2045

Malang, Media Center Darul Hikam.

Di usianya yang ke-100 pada tahun 2045, Indonesia memiliki peluang menjadi lima besar sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia. Demikian disampaikan oleh Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Dr. H M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., dalam acara Wisuda Ke-7 Universitas Islam Raden Rahmat Malang Tahun Akademik 2023/2024 diselenggarakan di Ijen Suites Resort & Convention Malang, pada Sabtu (03/02/2024).

“Untuk mencapai proyeksi tersebut, semua pihak perlu bergandengan tangan mewujudkannya,” tegas Prof Haris di depan ratusan wisudawan UNIRA Malang. Hadir pada kesempatan itu, Kepala LLDIKTI, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E.,M.M, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., Rektor UNIRA, K.H Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si dan jajaran pimpinan UNIRA serta wali mahasiswa.

Menurut Prof Haris yang juga Pengurus Ikatan Sarjana NU Jawa Timur, ada banyak hal yang perlu disiapkan sebelum tahun 2045, meliputi tata kelola yang baik, keunggulan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang mumpuni, tata ruang wilayah yang teratur, sumber daya manusia yang berkualitas, efisiensi kemitraan, pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan, konektivitas daerah, dan kesiapan infrastruktur.

“Lantas pertanyaannya sekarang adalah, di mana letak para alumni UNIRA Malang? Akankah ia akan bersaing dengan para competitornya? Bagaimana agar para alumninya menjadi pemenang, the winner?,” ucapnya di hadapan ratusan wisudawan Universitas Islam Raden Rahmat Malang.

Dalam kesempatan itu, Prof Haris juga mengingatkan agar para wisudawan Universitas Islam Raden Rahmat Malang senantiasa memiliki kepribadian yang dikenal dengan Mabadi Khaira Ummah, yakni, Ash-shidqu, Al-amanah wal wafa bil ahdi, Al-adalah, At-taawun, dan Istiqamah.

“Dengan bersikap jujur, adil, tekun, kerja sama dan dapat diandalkan, bias meningkatkan kualitas para alumni Universitas Islam Raden Rahmat Malang,” tutur Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Dalam konteks keunggulan alumni di perguruan tinggi, lanjut Prof Haris, mereka diukur dengan kriteria yang terukur (measurable), dapat dilaksanakan (aplicable), dan dapat dicapai (acheivable).

“Hal ini mencakup pencapaian prestasi yang dapat diukur secara objektif, keterampilan yang dapat diterapkan secara efektif, serta tujuan yang realistis dan dapat dicapai oleh alumni setelah lulus,” tambah Prof Haris yang juga Dewan Pakar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) Pusat.

Dirinya juga memberikan lima kunci sukses hidup ke pada para wisudawan, di antaranya integritas, kinerja, adaptasi, passion, dan spiritualitas.

“Dengan mengedepankan integritas, menjunjung tinggi kinerja, mampu beradaptasi dengan perubahan, memiliki passion yang tinggi dalam menjalani kehidupan, dan memperkuat dimensi spiritual, generasi emas diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia”, jelas Prof. Haris Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur.

“Ada sebuah kalimat luar biasa dari Ibnu Athaillah al-Iskandari dalam kitab Hikam, kaifa takhruqu laka al awaidu wa anta lam tukhriq min nafsika al awaida, bagaimana mungkin anda luar biasa sementara yang kau lakukan biasa-biasa saja. Saya yakin, alumni UNIRA tambah keren, dan menjadi pemimpin hebat di masa yang akan datang,” tambah Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Periode 2019-2023 tersebut.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Lailatul Ijtima Ranting NU Lambangsari Bekasi, Prof. Haris Dorong Pengurus NU Untuk “Naik Kelas”

Bekasi, Media Center Darul Hikam

Ada yang baru dalam lailatul ijtima NU Ranting Lambang Sari Bekasi. Karena Prof. Kiai MN Harisudin, Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember hadir dalam acara rutinan bulanan di kediaman Dr. KH. M. Faisal, yang juga Ketua PBNU Bidang OKK. Pada kesempatan itu, hadir sejumlah tokoh seperti Dr Yasir Fadli (Wakil Ketua PP ISNU), KH Ali Anwar (Pengasuh Ponpes Yapink Tambun Bekasi), Dr. KH Ali Usman Hakim (Wakil Ketua PCNU Bekasi), Dr. KH. Heri Kuswara (Instruktur Nasional PBNU dan Ketua PP Pergunu), Dr. KH. Ayi Nurdin, SH,MH (Katib Syuriyah PCNU Kota Bekasi), Kiai Deden (Ketua MWCNU Tambun Selatan), Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Ranting NU Lambangsari serta ratusan jamaah dari Ranting NU Lambangsari Kecamatan Tambun Selatan Bekasi. (23/1/2024).

Kiai Faisal, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih pada para hadirin dan khususnya tamu Istimewa yang hadir yaitu Prof Haris. “Terima kasih Prof. Harisudin yang juga Wakil PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur dan Ketua Asosiasi Dosen Pergerakan yang berkenan hadir pada malam ini. Mohon nanti dapat memberi tausiyah setengah hingga satu jam untuk kami yang ada di sini”, tukas Kiai Faisal yang juga Dosen Universitas Negeri Jakarta tersebut.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Prof. M.N Harisudin menyatakan pentingnya ber-NU dengan niat memperbaiki diri. “Bahasa KH. Munasir Ali, Ndadani Awak atau memperbaiki diri. Karena itu, kita merasa kotor, bodoh dan sebagainya sehingga perlu berkumpul di NU dalam bimbingan ulama dalam rangka memperbaiki diri”.

Niat ini, lanjut Prof. Haris, selanjutnya ditindaklanjuti dengan menambah ilmu dan amal soleh. “La tafrahanna illa biziyadati ilmin waamalin shalihin. Jangan bangga benar, kata Imam al-Ghazali, kecuali karena tambah ilmu dan amal. Kalau dua hal ini, kita perlu bangga. Tapi kalau tambah mobil, tidak bangga. Tambah naik jabatan, jangan bangga. Dan lain lain, jangan bangga”, ujar Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Kalau sudah mendapatkan ilmu, lalu diamalkan dan diistiqomahkan, maka tidak berhenti disini. Pengurus NU seharusnya berpikir naik kelas. “Berislam itu berkelas-kelas. Ibaratnya ada yang kelas SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Tugas pengurus NU “naik kelas”, ujar Prof Haris, Guru Besar termuda di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri pada tahun 2018.

Dalam tauhid, menurutnya, ada tiga tingkatan, yaitu tingkatan imanul awam (iman orang awam), imanul mutakallimin (imannya para teolog dan filosof) dan imanul Arifin (imannya ahli ma’rif). “ Pengurus NU jangan berhenti di imannya orang awam, tapi harus naik minimal ke kelasnya iman para filosof. Jika iman orang awam tidak perlu bukti, makai man orang filosof harus berdasar dalil dan bukti”, ujar Prof Haris yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember.

Demikian juga dalam berfiqh, ada tingkatan taqlid, ittiba dan ijtihad. “Kalau taqlid, kita beragama cukup bersandar pada ustadz tanpa tahu dalil. Kalau ittiba’, kita beragama dengan tahu dalilnya. Kalau ijtihad, kita beragama dengan mencari dalilnya sendiri”, ujar Prof. Haris yang juga aktif berdakwah di luar negeri.

Sementara, menghadapi Ramadlan dua bulan lagi, Prof. Haris juga mengingatkan tiga kelas tingkatan puasa. “Insyaallah, kita semua hafal; puasa awam, khawas dan khawasul khawash. Yang belum adalah mempraktikkannya. Bertahun-tahun, kita puasa awam. Kita harus berpikir puasa di atas orang awam, yaitu puasa khawas,”.

Puasa khawash tidak sekedar puasa dengan tidak makan dan tidak minum, namun puasa dengan menutup mata, menutup telinga, menutup mulut, menutup pikiran dari sesuatu yang tidak bermakna atau tidak bermanfaat.

Disinilah, para pengurus NU harus mulai berpikir “naik kelas”. “Saya kita, keberagama Pengurus NU disini lima atau sepuluh tahun yang lalu sudah berbeda dengan sekarang. Artinya sudah meningkat. Tentu meningkatnya ada yang pelan, tapi juga ada yang drastis. Semoga Ramadlan nanti momentum naik kelas kita semua”, ujar Prof Haris mengakhiri pengajian pada malam Rabu tersebut.

Kontributor: M. Irwan Zamroni Ali

Editor: Akhmad Kamil Rizani

Categories
Berita

Susun Buku Pedoman Fiqh di Luar Negeri, Womester Jalin Kerjasama dengan Kemlu RI

Jakarta Pusat, 24 Januari 2024
Media Center Darul Hikam – World Moslem Studies Center atau dikenal dengan Womester melakukan kunjungan kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri RI dalam rangka sosialisasi buku pedoman fiqih di luar negeri. Kerjasama tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 23 Januari 2024.

Womester merupakan salah satu NGO di Indonesia. Womester bergerak di bidang penelitian, pendidikan, pengabdian masyarakat dan juga kerja sama. Pembentukannya dirintis oleh sekelompok dosen dan peneliti dari kultur Islam progresif -tradisional yang intens berdiskusi dan mengembangkan pemikiran ke arah yang lebih terbukan dan toleran dengan isu-isu global. Meski tujuannya untuk masyarakat Indonesia dan negara Indonesia.

Dalam acara kerja sama tersebut, pihak Womester yang terdiri dari Direktur Womester, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil.I, CWC., bersama para anggotanya, Khanif, SH., M.Kn., Moh. Romli, M.Pd.I. dan Moh. Abdur Rauf, SH, M.H.,.diterima langsung oleh Kementerian Luar Negeri yang terdiri dari, Direktur Direktorat Diplomasi Publik, Ani Nigeriawati, Koordinator Dialog Lintas Agama Kemlu RI, Mohammad Nur Salim dan Bapak Yasfi Yahya.

Dalam pertemuan kerjasama tersebut, Womester dan Kemlu RI berkolaborasi untuk menyusun dan mensosialisasikan buku pedoman fiqh di luar negeri. “Buku pedoman ini sangat penting dan dibutuhkan masyarakat Indonesia di luar negeri dengan berbagai profesinya”, jelas Prof Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur.

Selain program penyusunan, lanjut Prof Haris, juga akan ditindaklanjuti dengan program sosialisasi buku tersebut ke luar negeri. “ Tidak hanya penyusunan, nanti juga akan ditindaklanjuti dengan sosiaslisasi ke luar negeri. Isi buku ini adalah bentul lain dari moderasi Islam yang selama ini juga menjadi program dari Kemlu RI dan Kementrian Agama RI”, tukas Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Sementara itu, Ibu Ani Negeriawati, Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI sangat menyambut baik program ini. “Ini program baik dan bisa dikolaborasikan dengan Kemlu RI. Saya harap, draft buku segera diselesaikan dan lalu kita diskusikan di Kementrian Luar Negeri. Tepatnya di ruang ini”, ujar Bu Ani.

Tidak hanya itu, Bu Ani berharap buku ini juga dikolaborasikan dengan Kementrian Agama RI. “Di sana ada Balitbang Kemenag RI. Kita bersama-sama menangani isu moderasi beragama khususnya bagi WNI di luar negeri”, tukas Bu Ani Nigerawati.

Sementara itu, Mohammad Nur Salim, Koordinator Dialog Lintas Agama Kemlu RI turut mendukung penyusunan buku ini. “Pengalaman saya ketika bertugas di Bangkok dan beberapa negara lain, muslim yang di luar negeri sangat butuh buku pedoman fiqh ini. Masih banyak yang belum tahu dan buku ini sangat membantu muslim ketika berada di luar negeri”, tukas alumni S1 al Azhar Mesir tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, ada banyak prestasi Kemlu RI yang menjadikan kebanggaan Indonesia. Misalnya, telah menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional UNESCO, Kementerian yang paling aktif promosikan moderasi beragama di kancah internasional dan terutama peran Indonesia dalam perdamaian Palestina. Belum dengan prestasi-prestasi lain yang membanggakan Indonesia di kancah internasional.

Sementara, Womester sendiri selama ini telah banyak melakukan kegiatan baik seminar-seminar, focus groups discussion, penelitian dan pengabdian masyarakat di luar negeri. Buku pedoman fiqh di luar negeri ini tentu menjadi pintu masuk untuk membawa manfaat lebih banyak lagi khususnya masyarakat diaspora yang ada di luar Negeri. **

Kontributor: M. Irwan Zamroni Ali
Editor: Akhmad Kamil Rizani

Categories
Berita

Anggota BNSP Dukung Sertifikasi Kompetensi Profesi Diaspora yang Diinisiasi World Moslem Studies Center

Jakarta – Direktur World Moslem Studies Center (WMSC), Prof. Dr. HM. Noor Harisudin, S.Ag, S.H., M.Fil, melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam kunjungan kerja ini, Direktur WMSC diterima langsung oleh 2 (dua) orang Anggota Komisioner BNSP, yaitu Prof Amilin dan Muhammad Nur Hayid, S.Th.I, M.M. (23/01/24).

Prof. Amilin, merupakan Putra Indramayu Asli, selain sebagai Komisioner BNSP, saat ini masih menjabat sebagai Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sedangkan KH. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I, M.M., selain menjabat sebagai Komisioner BNSP, juga statusnya sebagai ulama, dakwah-nya yang sering di berbagai media, termasuk di media TV nasional. Selanjutnya, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil, saat ini, selain menjabat sebagai Direktur World Moslem Studies Center, juga tercatat sebagai Guru Besar, dan menjabat sebagai Dekan pada Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember (2019-2023).

Banyak hal positif yang dihasilkan dari pertemuan ini, salah satunya adalah eksplorasi tentang peluang-peluang kegiatan pengembangan ketrampilan SDM yang tersertifikasi kompetensi BNSP bagi para diaspora Indonesia, yang nantinya dapat dikolaborasikan antara WMSC dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terlisensi BNSP. Kolaborasi ini tentu bertujuan untuk memberikan pengakuan keahlian yang tersertifikasi BNSP bagi para diaspora Indonesia yang berkarir baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dalam kunjungan ini, Prof. M. Noor Harisudin mendapat penjelasan dari Prof Amilin, mengenai hasil pertemuannya mewakili BNSP dalam kerjasama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Federal Jerman pada tanggal 8 Januari 2024 terkait Proyek Green Jobs Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT).

Mengutip pernyataan CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai, Prof. Amilin menyatakan “akibat climate change, pada tahun 2025 akan banyak muncul pekerjaan baru yang berhubungan dengan Green Job”. Diprediksi akan ada lebih dari 20.000 jenis pekerjaan baru terkait industri dan energi bersih. Informasi ini penting untuk disikapi agar Indonesia segera menyiapkan SDM kompeten di berbagai sektor untuk menangani pekerjaan berbasis Green Job.

Selain itu, Prof Amilin juga menceritakan hasil kunjungan kerjanya ke Hongkong pada bulan Desember 2023 lalu. “Dalam kunjungan kami, diperoleh informasi dari Departemen Imigrasi Hong Kong bahwa per tanggal 30 November 2023, terdapat 146.954 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Hongkong pada sektor domestik. Data ini juga menjadi peluang bagi WMSC untuk bekerja sama dengan LSP terlisensi BNSP dalam rangka meningkatkan kualifikasi keahlian para diaspora Indonesia yang ada di Hong Kong”, ujar Prof Amilin.

Selanjutnya, hasil kunjungan kerja Komisioner BNSP, Nur Hayid, ke Korea Selatan pada tanggal 29-31 Desember 2023, diperoleh data mengenai jumlah jenis jabatan yang ditawarkan oleh Negara tersebut kepada Indonesia.

Kiai Nur Hayid menyatakan “Pihak Pemerintah Korea Selatan menawarkan 118 jenis jabatan pekerjaan untuk skema khusus kepada para profesional Indonesia agar dapat bekerja di Korea Selatan”. Pola kerja sama ini tidak bersifat resiprokal. “Dari 118 jenis pekerjaan tersebut, sekitar 80%-nya berhubungan dengan pekerjaan yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi”, ujar Hayid yang juga Kiai Muda NU.

Selanjutnya, Prof. Harisudin menjelaskan “World Moslem Studies Center memiliki jejaring yang sangat luas dengan para diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai negara”. Oleh karena itu, ini menjadi peluang yang sangat bagus untuk program pengakuan kompetensi bagi pada diaspora melalui sertifikasi BNSP.

“WMSC melalui jaringannya yang sangat luas di berbagai negara, dapat mensosialisasikan kepada para diaspora, tentang pentingnya sertifikasi kompetensi profesi”, ujar Prof Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur. Sedangkan, LSP terlisensi BNSP, dapat melakukan proses pengujian sertifikasi kompetensi kepada para diaspora Indonesia melaljui jejaring MWSC di seluruh dunia, sehingga kolaborasi ini sangat strategis dan penting untuk direalisasikan.

Reporter: Akhmal Duta Bagaskara
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Seleksi Penerimaan Fundraiser Profesional

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan fundraising Lembaga Wakaf Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, dibutuhkan 3 Staff Fundraiser dengan ketentuan sebagai berikut:

KETENTUAN UMUM

  1. Minimal Pendidikan SMA/SLTA Sederajat
  2. Loyal dan berintegritas
  3. Dapat Bekerjasama Dengan Tim
  4. Sehat Jasmani dan Rohani
  5. Memiliki Sepeda Motor dan SIM C

WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Waktu Pendaftaran     : 17 Januari – 01 Februari 2024 (09.30-16.00 WIB)

Tempat Pendaftaran   : Kantor Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 8 Mangli Kaliwates Jember

TAHAPAN SELEKSI

NoTahapanPelaksanaan
1Pengumuman dan Penerimaan Berkas Lamaran17 Januari – 01 Februari 2024
2Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi02 Februari 2024
3Pelaksanaan Tes Wawancara03 Februari 2024
4Pengumuman Hasil Akhir05 Februari 2024

DOKUMEN ADMINISTRASI

  1. Surat Lamaran
  2. Daftar Riwayat Hidup
  3. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai
  4. Fotocopy KTP dan SIM C
  5. Pas Foto 4×6
  6. Dokumen Pendukung Lainnya Yang Berkaitan Dengan Pekerjaan

KETENTUAN LAIN-LAIN

  1. Selama proses seleksi, pelamar tidak dipungut biaya dan panitia tidak menanggung biaya yang telah dikeluarkan pelamar.
  2. Keputusan Panitia seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.
  3. Setiap lamaran yang masuk dan memenuhi persyaratan akan segera diproses untuk tahap seleksi berikutnya.
  4. Pengumuman hasil seleksi akan diposting di media sosial YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.
  5. Keterangan lebih lanjut bisa ditanyakan langsung di tempat pendaftaran atau melalui Contact Person yang tersedia. (Irwan 0823-3823-7677 atau Bagas 0821-4663-6176).

Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Categories
Berita

Diundang MWCNU Tarumajaya Bekasi, Prof Haris Ajak Refleksi Awal Tahun Baru

Media Center Darul Hikam – Periode awal tahun seringkali menjadi momen seseorang untuk meningkatkan progres dalam berbagai aspek kehidupannya. Sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, dalam acara “Ngaji Bersama” oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Kamis, (11/01/2024).

Dalam ceramahnya, Prof Haris setuju dengan pernyataan Kiai Mustofa Bisri tentang kelas-kelas dalam Islam. Meski Tuhannya sama, berimannya sama, tapi kualitas atau kelas imannya beda-beda. “Iman kepada Allahnya sama, tapi kualitas iman saya dengan anda beda-beda. Demikian juga dengan keberislaman. Tingkatan Islamnya ada yang SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi”, tukas Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center Depok.

Pada sisi lain, denga nada kelas berislam, Prof Haris mengajak pengurus MWC NU Tarumajaya untuk instropeksi dan juga selalu meningkatkan kualitas diri.

“Sebagai anggota NU dan pengurus NU, tahun baru adalah momen yang strategis bagi para pengurus NU untuk introspeksi, mengevaluasi, dan juga meningkatkan diri guna memberikan kontribusi lebih besar kepada NU dan Indonesia,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

“Hasibu anfusakum qabla antuhasabu,” ucap Prof Haris sembari mengingatkan tentang urgensi introspeksi diri. Menurutnya, evaluasi terhadap diri sendiri, pengakuan terhadap kesalahan yang telah terjadi, dan perencanaan perbaikan untuk masa depan adalah langkah-langkah yang tidak boleh diabaikan.

Namun demikian, tidak cukup dengan instropeksi. Seorang muslim mestinya menjadikan tahun baru sebagai momentum untuk peningkatan kualitas diri.

“ Dalam hadits disebutkan Man kana yaumuhu khairan min amsihi fahuwa rabihun, barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka dia orang yang beruntung.Makanya, orang NU harus lebih baik dari yang kemarin. Sukur-sukur bisa meninggalkan legacy untuk umat”, ujar kiai milenial yang sering berceramah di TV tersebut.

Pada sisi lain, Prof Haris menekankan Kembali dakwah Nahdlatul Ulama yang penuh kasih sayang. Ulama NU adalah mereka yang alim (berilmu), abidan (ahli ibadah), dan zahidan (zuhud atau tidak terikat dengan dunia) serta mengetahui kemaslahatan manusia.

“Ulama dikenal sebagai alim, yang berarti mereka memiliki pengetahuan agama Islam yang mendalam, mereka ahli ibadah, tidak terikat dengan dunia material, dan mengetahui apa yang terbaik untuk ummat,” ucap Prof. Haris yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.  

Selain itu, ulama NU dalam pandangan Prof Haris adalah para kiai yang melihat umat dengan pandangan kasih sayang (bianir rahmah).

“Ini yang membedakan dakwah NU yang sejuk dan santun. Berbeda dengan Sebagian yang ekstrem dan kasar”, tukas Prof Haris mengakhiri dengan contoh dakwah pada umat melalui strategi pelayanan pada saat ada keluarga jamaah yang meninggal.   

Selain dihadiri para pengurus dan warga NU, acara ini dihadiri para tokoh KH Cecep Romli (Pengurus MUI Pusat), Kiai Lahmudin (Rois Syuriyah MWC NU Tarumajaya) dan KH Abid (Syuriyah PCNU Kabupaten Bekasi) dan Kiai Rifal Mahalli (PCNU Kota Bekasi).

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Program Infak Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam

Kami Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember mengajak Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian menjadi donatur Program Infak yang akan diperuntukkan kepada:

  1. Beasiswa Santri
  2. Kesejahteraan Guru Ngaji/Ustadz
  3. Anak Yatim
  4. Bedah Rumah Fakir/Miskin
  5. Korban Bencana Alam
  6. Pengembangan Lembaga Wakaf
  7. Dakwah Islam
  8. Dan lain-lain

Pembayaran Infak dapat ditransfer ke Norek 4467764444 BSI Jember atau scan QRIS atas nama Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam. Sebagaimana diketahui, sejak Desember 2023, YPI Darul Hikam telah memiliki dua Nazhir Wakaf resmi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), KH. M. Noor Harisudin, CWC dan Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, CWC.

Semoga Allah SWT melipatgandakan dan memberkahi harta serta menganugerahi kesehatan pada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari. Jazakumullah Khairal Jaza.

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lembaga Wakaf Darul Hikam Mencapai Babak Baru, Kini Jajaki Kerjasama Dengan BWI

Jakarta – Komitmen Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dalam rangka meningkatkan peran kelembagaanya di bidang wakaf, kini mencapai babak baru.

Setelah sebelumnya, dua Nazhir wakaf YPI Darul Hikam dinyatakan lolos asesmen Nazhir Wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kini, lembaga wakaf yang diketuai oleh Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, tersebut berhasil menjajaki kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia pada Jumat, (12/01/2024).

Dalam pertemuan tersebut, anggota Badan Wakaf Indonesia, Raji Reza Ilahi, S.Ap menerima kunjungan YPI Darul Hikam yang diwakili oleh Prof Haris sebagai Ketua YPI Darul Hikam sekaligus Ketua Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Reza menyoroti pentingnya memetik pelajaran dari lembaga-lembaga wakaf ternama seperti Salman ITB, Sinergi Foundation, dan rumah wakaf lainnya yang telah sukses berkembang pesat.

Dalam pandangannya, belajar dari pengalaman lembaga-lembaga besar tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam.

“YPI Darul Hikam dapat mengambil pelajaran berharga dari lembaga-lembaga besar ini untuk mempercepat pengembangan lembaga wakafnya,” tutur Reza Anggota Badan Wakaf Indonesia.

Selain itu, Reza memberikan penekanan terhadap pentingnya menambahkan elemen non-wakaf, khususnya melalui program infaq dan sedekah. Menurutnya, integrasi infaq dan sedekah yang langsung diberikan kepada masyarakat memiliki potensi besar untuk meningkatkan dampak positif dalam pengembangan wakaf.

“Kami percaya dengan menggabungkan infaq dan sedekah serta wakaf, dapat meningkatkan kontribusi dan manfaat Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam kepada ummat,” tambahnya.

Di waktu yang sama, Prof. Haris menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). Ia pun bertekad bahwa dalam waktu dekat, Surat Keputusan (SK) Nadzir Wakaf YPI Darul Hikam akan segera dikeluarkan. Hal ini tentu menjadi langkah awal yang strategis untuk memulai fase baru dalam pengembangan wakaf Darul Hikam.

“Insyaallah, dalam waktu dekat SK Nadzir Wakaf terbit, dan Lembaga Wakaf Darul Hikam akan lari kencang gaspol untuk bermanfaat kepada ummat,”ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Prof. Haris menegaskan, wakaf tidak hanya menjadi aset bagi pesantren, lembaga pendidikan, dan madrasah, tetapi juga memiliki dampak signifikan untuk masyarakat luas.

Kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia dianggap sangat penting untuk menjadikan Lembaga Wakaf Darul Hikam sebagai entitas yang transparan, kredibel, dan amanah.

“Kita butuh kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia, khususnya dalam persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional. Untuk tahun mendatang, Darul Hikam akan melakukan maksimalisasi target pasar, target minimalnya berjumlah 1 miliar dan  target maksimalnya berjumlah 1,3 miliar”, tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember : Capres dan Cawapres Belum Berpihak Kepada Diaspora Indonesia

Prof Haris Bersama Dubes Colombia 2017-2021 Dr. HC. Priyo Iswanto di CITOS Jakarta Selatan

Media Center Darul Hikam – Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara, Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., mengungkapkan, minimnya pembahasan dari Debat Ketiga Pilpres 2024, pada Minggu (07/01/2024), terhadap isu yang berkaitan dengan kehidupan, kesejahteraan, dan perlindungan diaspora Indonesia.

Menurutnya, pembahasan mengenai keberpihakan terhadap diaspora Indonesia masih belum mencapai titik yang memadai di dalam visi para Calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Pembahasannya terhadap isu diaspora warga Indonesia jauh dari ideal. Bagaimana kehidupan mereka, kesejahteraan mereka, perlindungan terhadap mereka, ini tidak ada pembahasan yang tuntas di hampir semua Capres,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember dalam sebuah kesempatan.

Prof Haris juga menekankan perlunya pemimpin bangsa untuk memiliki pandangan yang lebih holistik terkait diaspora.

“Hingga saat ini, kita menganut satu kewarganegaraan. Ke depan, pemimpin kita seharusnya mempertimbangkan posisi mereka kepada masyarakat yang berada di luar negeri. Termasuk usulan dwi kewarganegaraan seperti negara-negara maju yang lain,” tambah Direktur World Moslem Studies Center (Womester) Depok.

Prof Haris juga menyoroti segmen pekerja migran, pelajar, dan orang-orang yang menjadi wakil negara Indonesia di luar negeri (duta besar) sebagai bagian integral dari diaspora. Salah satu segmen yang disoroti adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang jumlahnya signifikan terutama di negara seperti Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan.

“Pekerja migran telah menjadi tulang punggung ekonomi kita dengan memberikan kontribusi besar dalam bentuk devisa. Namun, perlindungan yang diberikan oleh negara terhadap mereka masih belum memadai,” tambah Direktur Womester yang sering keluar negeri tersebut.

Prof Haris menambahkan, pemerintah perlu lebih serius dalam membahas isu-isu konkrit terkait keberpihakan terhadap para pekerja migran.

“Bagaimana bisa menjadi negara maju, sementara pekerja migran yang telah memberikan kontribusi signifikan masih menghadapi kendala dan kurangnya perlindungan negaara. Inilah yang perlu menjadi salah satu fokus perhatian dari presiden dan wakil presiden terpilihan nanti,” ucap Wakil Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah NU Jawa Timur.

Dikatakan Prof Haris, meskipun banyak warga Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari negara, namun besaran nominal yang diberikan masih kurang memadai. Menurutnya, hanya ada satu atau dua beasiswa yang memadai, yaitu beasiswa dari Kementerian Keuangan, seperti beasiswa LPDP.

“Para pelajar ini adalah aset berharga bangsa, namun jumlah nilai beasiswa yang diberikan masih belum memadai. Mereka harus bekerja di luar negeri untuk membiayai pendidikan mereka, menghadapi kesulitan yang seharusnya tidak mereka alami,” tambah Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI)  Pusat.

Selain itu, Prof. Haris mendukung percepatan kedutaan besar RI di luar negeri untuk menjadi corong promosi budaya Indonesia, termasuk pariwisata dan kebudayaan.

“Diplomasi budaya melalui kedutaan besar RI menjadi investasi jangka panjang untuk mempromosikan Indonesia di ranah global,” tambah Prof Haris yang memiliki jaringan ke berbagai negara dunia.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita Madrasah Diniyah Awwaliyah

Hurriyatul Qowimah, Mahasantri Putri Raih Juara 1 Lomba Baca Kitab Kuning Tingkat Awaliyah

Media Center Darul Hikam Menjadi berilmu dan berprestasi merupakan impian setiap orang. Dengan berbekal semangat yang tinggi, sosok gadis cantik dan sholihah, Hurriyatul Qowimah telah berhasil meraih juara 1 lomba kitab kuning Tingkat awaliyah di Pondok Pesantren Darul Hikam pada Jumat-Sabtu, (15-16/12).  

Hurriyatul (sapaan akrabnya) adalah putri dari pasangan H. Afif Ubaidillah dan Ummi Kulsum yang lahir di Desa Sruni Karang Kokap, Jenggawah, Jember. Hurriyatul merupakan mahasantri dari pondok cabang putri yang bertempat di Desa Karangmluwo Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.

Hurriyatul yang juga mahasiswa Semester 6 jurusan ilmu hadis Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu memulai pendidikannya dengan bersekolah di SD Negeri 02, kemudian melanjutkan di Madrasah Tasanawiyah (MTs) Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah, dan lalu melanjutkan di Madrasah Aliyah (MA) Jalaluddin Ar Rumi Jatisari Jenggawah.

“Pengalaman mondok, dulu sewaktu di MTs (Madinatul Ulum, red), saya banyak belajar kitab seperti kitab tafsir jalalain, jami’us shagir, dan kitab kitab klasik lainnya. Setelah lulus MTs, saya melanjutkan mondok di pesantren Jalaluddin Ar Rumi Jatisari Jenggawah dan mengikuti program kitab menggunakan metode Al-Miftah Sidogiri,” tukasnya yang juga adik kandung dari Rif’ah Hasanah.

Perjalanan Hurriyatul dimulai ketika ia memutuskan untuk kuliah dan memilih kampus UIN KHAS Jember. Alasannya memilih kuliah di kampus Islam yaitu mata kuliahnya menarik karena dipadukan dengan ilmu agama dan pilihannya jatuh kepada Bahasa Arab dan Ilmu Hadist melalui Jalur SPAN-PTKIN.

“Saat itu saya ambil 2 pilihan jurusan, Bahasa Arab dan Ilmu Hadist. Alhamdulillah saya diterima di ilmu hadistnya. Alasan saya dulu tertarik ambil ilmu hadist karena sewaktu di pondok saya sangat menyukai kitab ilmu hadist yaitu ulumul hadist,” ungkapnya.

Dalam ujian baca kitab kuning akhir semester, Hurriyatul terpilih sebagai juara 1 tingkat Madin Awaliyah dengan total nilai 178. Hurriyatul mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama ini. Prestasi ini akan saya jadikan motivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Hurriyatul Qowimah mengaku sangat senang bisa belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam. Ia mengatakan bahwa pondok pesantren tersebut memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang berharga baginya.

“Saya sangat senang bisa belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam. Banyak sekali ilmu agama dan pengalaman berharga yang saya dapatkan. Pesan Kiai yang selalu saya ingat yaitu untuk terus mempertahankan semangat belajar,” tandasnya.

Hurriyatul Qowimah memilih mondok di Pondok Darul Hikam karena ingin mengembangkan ilmu agamanya secara mendalam. Ia juga ingin mendapatkan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan beribadah.

“Saya kira Darul Hikam adalah pondok yang bisa merangkul mahasiswanya untuk belajar agama namun tidak mengesampingkan kuliah. Diniyah di pondok dibuat serius namun santai, waktunya juga fleksibel mengikuti kampus,” katanya ketika diwawancarai oleh Tim Media Center Darul Hikam.

Penulis: Azza Naqdan Mufti

Editor: Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita Madrasah Diniyah Wusto

Istiqomah, Basyir Mahasantri Asal Pasuruan Sabet Juara 1 Lomba Kitab Kuning Tingkat Wustha

Media Center Darul Hikam – Ketika keistiqomahan mampu dilakukan serta didasari dengan niatan tulus dan ikhlas maka semangat dalam beribadah akan terus tertanam dalam jiwa terutama bagi seorang santri. Hal ini menjadi salah satu prinsip yang dipegang mahasantri Darul Hikam Asal Pasuruan Muhammad Al-Basyir yang jauh meninggalkan kampung halamannya untuk menimba ilmu di kota Pandhalungan ini.

Basyir (sapaan akrabnya), menempuh pendidikan formalnya mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Tratee Putera dilanjutkan dengan Pendidikan Madrasah tsanawiyah (MTs) Pandaan dan Madrasah Aliyah (MA) Pandaan. Saat ini Basyir sedang melanjutkan studi S-1 nya di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora dengan Prodi Ilmu Hadist semester 5.

Santri asal Pasuruan ini merupakan Putra dari pasangan bapak M. Romli Mahfudz dan ibu Khoirun Nisak, anak kedua dari lima bersaudara lahir di Gresik  03 Juli 2003.

Awal kisah Basyir menjadi seorang mahasantri di Pondok Pesantren Darul Hikam ialah karena ia tertarik dengan program kegiatan belajar di Darul Hikam diantaranya ialah Program Baca Kitab Kuning, Jurnalistik, Entrepeunur, Tahfid dan masih banyak lagi. Tak hanya itu Basyir juga mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Darul Hikam juga memberikan fasilitas bersih dan nyaman bagi santri yang menetap.

“Pada awalnya saya ingin lebih menekuni pada bidang pendalaman kitab kuning, karena Darul Hikam memiliki pengajar-pengajar yang ahli dalam setiap bidangnya, disisi lain Darul Hikam juga memiliki fasilitas pondok yang bersih dan nyaman setingkat dengan hotel,” Ujar Basyir yang juga sebagai Ketua Bidang Keilmuan HMPS Ilmu Hadist UIN KHAS Jember Periode 2023-2024

Disisi lain, Basyir juga dikenal sebgai sosok yang inspiratif  dan selalu semangat dalam mendampingi mahasantri Darul Hikam untuk belajar membaca kitab kuning, akan tetapi disamping banyak kelebihan yang ia punya Basyir tetap tawaddu’ dan memiliki sifat rendah hati.

“Keberhasilan bukanlah sebuah kebetulan, semua itu perlu kerja keras, ketekunan, belajar, berkorban, dan yang paling penting ialah keistiqomahan,” Tutur Basyir

Atas ketekunan dan keistiqomahan Basyir selama belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam tersebut, Basyir berhasil meraih Predikat Juara 1 pada ujian baca Kitab Kuning Tingkat Wustha selama dua semester terakhir, Prestasi membanggakan tersebut, berhasil ia raih pada pegelaran Penutupan Ta’lim Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Darul Hikam yang berlangsung selama 2 (dua) hari pada bulan Desember kemarin.

Terakhir, Basyir berpesan kepada seluruh mahasantri yang ada di pondok Pesantren Darul Hikam agar tetap semangat dalam menempuh masa kuliah serta mondok di Darul Hikam.

“Intinya cara terbaik untuk meramalkan masa depan ialah dengan cara menciptakannya, dan segala kesulitan dalam mencari ilmu tidak datang untuk menghancurkan kita, akan tetapi kesulitan itu membantu menyadari potensi yang kita miliki,” pungkasnya.

Penulis: Lutvi Hendrawan

Editor: Erni Fitriani

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Sementara Wakaf Uang Periode Januari 2024

Categories
Artikel Kegiatan Berita Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Siap Bermanfaat Untuk Umat, Dua Nazhir Wakaf Darul Hikam Dinyatakan Kompeten Dan Lulus Asesmen Oleh BWI

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Nazhir wakaf, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember langsung mendelegasikan dua Nazhir (pengelola dana wakaf) nya untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf yang diselenggarakan oleh Wakaf Mulia Institute.

Dua Nazhir tersebut diantaranya, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H, M.Fil.I, CLA bersama Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H yang juga tenaga pengajar di Pesantren Darul Hikam.

Diketahui, kegiatan Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf tersebut berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai dari 20-24 Desember 2023, yang terbagi ke dalam beberapa sesi. Sesi Pelatihan Online Via Zoom berlangsung pada Rabu-Kamis, 20-21 Desember 2023. Sesi Pra Asesmen Online Via Zoom pada Jumat, 22 Desember, dan Sesi Asesmen Offline di Hotel Binairung Jakarta pada Minggu, 24 Desember 2023.

Ustad Irwan panggilannya, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan inovatif tersebut. Selain para peserta asesi mendapat banyak ilmu pengetahuan tentang pengelolaan dan pengembangan dana wakaf langsung dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), para asesi juga mendapat Gelar Non Akademik, CWC (Certified Waqf Competent) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BWI.

“Materinya lengkap, mulai dari pengenalan wakaf, urgensi laporan keuangan Nazhir, menyusun laporan penerimaan, pengelolaan harta benda wakaf, penyaluran manfaat wakaf, manajemen risiko operasional, monitoring dan evaluasi kemitraan serta materi lainnya,” tutur Irwan.

“Kita juga dididik untuk menjadi Nazhir yang tidak hanya sesuai menurut syar`i, melainkan juga sesuai dengan regulasi,” tambahnya.

Di samping itu, Prof Kiai Haris yang juga mengikuti acara tersebut merasa bangga, karena para Nazhir yang diutus YPI Darul Hikam dinyatakan kompeten sebagai Nazhir Wakaf oleh para asesor.

“Alhamdulillah, dua utusan ini dinyatakan lulus dan kompeten dalam bidang perwakafan oleh para komite BWI,” ungkap Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Menurut pengakuannya Prof Kiai Haris, YPI Darul Hikam termasuk yang pertama di Jember yang mendelegasikan pengurus Nazhir Wakaf untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf oleh BWI.

“Saat ini Darul Hikam telah memiliki dua Nazhir yang kompeten, artinya apa yang telah kami capai sekarang dalam rangka penguatan lembaga wakaf yang ada di Darul Hikam,” jelasnya.

“Kami hanya berharap lembaga wakaf Darul Hikam dapat membantu pembiayaan yayasan pada khususnya dan kepentingan umat pada umumnya,” pungkasnya.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Pelatihan Fasilitator Pendidikan Maslahah Pra Nikah, Prof Haris: Perkawinan Dini Memiliki Banyak Madharat Daripada Maslahat

Media Center Darul Hikam – Islam memegang teguh prinsip kemaslahatan. Sebagaimana pandangan Islam tentang pernikahan di bawah umur (pernikahan dini), Islam benar-benar menjadikan maslahat sebagai barometernya.

Demikian disampaikan oleh Pengurus Satgas Gerakan Keluarga Maslahat NU Jawa Timur, Prof. Dr. H M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., dalam acara ‘Pelatihan Fasilitator Pendidikan Maslahat Pra-nikah Untuk Mencegah Pernikahan Din Bagi Remaja Melalui IPNU Dan IPPNU Kabupaten Jember’.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU) dengan PC IPNU dan PC IPPNU Jember di Masjid Nasrul Fatah Perum. Alam Hijau Blok G3 Nomor 03 Jember, Botosari, Dukuh Mencek, Sukorambi, pada Rabu (20/12/2023).

Menurut Prof Haris, meski para ulama klasik seperti Imam Malik, Imam Syafii, Imam Hanafi, dan Imam Hambali, tidak membatasi usia minimal di bolehkannya kawin, bukan berarti pernikahan dini dianjurkan di dalam Islam. Justru, pernikahan di usia dewasa yang dianjurkan karena banyak mengandung kemaslahatan.

“Pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Siti Aisyah di usia yang relatif mudah (6-7 tahun), harus dilihat sebagai umur minimalis. Kita harus melihat fakta lain, bahwa Nabi Muhammad menikahi istri-istrinya di usia dewasa,” terang Prof Haris yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Apalagi, lanjut Prof Haris, ada banyak regulasi di Indonesia yang menekan pernikahan di bawah umur, guna menghindari kemafsadatan dari pernikahan tersebut.

“Indonesia melalui UU No 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan Pasal 7 ayat 1 membatasi usia perkawinan minimal 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Sebelum dilakukan perubahan, UU Perkawinan tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) membatasi usia minimal kawin 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki,” tambah Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Sebaliknya, Prof Haris menegaskan pernikahan dewasa yang sesuai dengan regulasi pemerintah, mengandung banyak kemaslahatan.

“Maslahah dalam konteks Islam bukan hanya sekadar penarikan manfaat atau penolakan madharat, tetapi lebih pada tujuan syar’i untuk memelihara agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara di hadapan ratusan anggota IPNU dan IPPNU Jember

Menurutnya, pernikahan dewasa membawa banyak kemaslahatan, termasuk kesiapan mental, kekuatan ekonomi, kesehatan reproduksi yang matang, dan keturunan yang unggul.

“Beberapa kemaslahatan pernikahan dewasa disorot, termasuk kesiapan mental, kekuatan ekonomi, kesehatan reproduksi yang matang, dan keturunan yang unggul, serta minimal pendidikan hingga tingkat MA/ SMA/SMK,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Meski ada dispensasi nikah untuk mereka yang di bawah umur pernikahan sesuai dengan regulasi atau undang-undang, namun menurut Prof Haris, dispensasi tersebut berbayar dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu ysng ketat dan tidak mudah di Pengadilan Agama.


Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Penutupan Ta’lim Diniyah Darul Hikam, Koordinator Dakwah PP Muslimat NU Beber Kiat Menjadi Sukses

Media Center Darul Hikam –  Pondok pesantren merupakan asrama tempat santri belajar mengaji (tafaqquh fid din), membina kepribadian Islami, yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Selain itu pondok merupakan tempat yang juga berisi beragam kegiatan sosial dan kebersamaan.

Pondok pesantren Darul Hikam Mangli Jember kembali menyelenggarakan penutupan majelis ta’lim Madrasah Diniyah pada Senin (18/12/23). Acara tersebut bertempat di Pondok Cabang Putri, yang beralamat di Jalan Jumat Karangmluwo Mangli Jember.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., Ibu Nyai Rabiatul Adawiyah, M.H., Ibu Nyai Hj. Hanik Rofiqh, SHI (Koordinator Bidang Dakwah Pimpinan Pusat muslimat NU)  yang sekaligus dihadiri puluhan mahasantri dan segenap ustadz-ustadzah Pondok Pesantren Darul Hikam.

Sebelum malam penutupan ta’lim, mahasantri telah berpartisipasi selama 2 hari berturut-turut dalam kegiatan lomba ujian baca kitab yang sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing yaitu Diniyah Awaliyah dan Diniyah Wustho.

Acara penutupan dimulai dengan buka puasa bersama, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan acara inti.

Kiai Haris dalam sambutannya mengungkapkan bahwa terdapat berbagai macam pembelajaran yang diajarkan pada mahasantri di Pondok Darul Hikam seperti tahfidz, jurnalistik, dan program pengembangan Bahasa asing (Arabic dan English).

“Program-program kita sudah jelas dipaparkan jelas di website Darul Hikam. Semua terekam baik disana,” ujar Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Kiai Haris juga menyebutkan tujuan dari pembelajaran-pembelajaran dan kegiatan-kegiatan tersebut ialah untuk menyokong kebutuhan serta tambahan ilmu pada perkuliahan mahasantri di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

“Tujuan kegiatan-kegiatan yang ada di pondok adalah untuk membantu menguatkan pembelajaran di UIN KHAS Jember. Misalnya praktik ujian baca kitab kemarin, itu hanya ada di Pondok Darul Hikam karena di fakultas tidak menguji kitab gundulan langsung,” tutur Kiai Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Terakhir, Kiai Haris mengungkapkan bahwa kegiatan lomba membaca kitab tidak hanya terkait memeriahkan penutupan semester, namun juga menjadi sarana evaluasi pondok. Dalam akhir sambutan, Kiai Haris juga memohon agar mahasantri terus berdoa guna memperlancar kegiatan serta prospek pondok pesantren Darul Hikam kedepannya.

“Saya harapkan malam ini menjadi evaluasi bersama terkait materi dan sebagainya. Alhamdulillah, serta mohon doanya dari seluruh mahasantri, ustadz dan ustadzah karena Darul Hikam berencana akan membuka Taman Kanak-kanak (TK) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) tahun depan. Semoga diberi kelancaran dan keberkahan,” ungkap Kiai Haris yang juga Ketua PP Asosiasi  Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Sementara itu, Hj. Hanik Rafiqoh, SHI, Koordinator Bidang Dakwah Pimpinan Pusat muslimat NU, mengatakan bahwa ia bisa seperti ini karena barokah pondok. “Di sini mengingatkan saya Ketika di Pondok Zaenab Siddiq Jember puluhan tahun yang silam. Barakahnya pesantren itu luar biasa, sehingga dimanapun alumninya bertempat-tinggal pasti dibutuhkan oleh masyarakat di sekitarnya, boleh jadi itulah jawabannya mengapa alumni pesantren bisa menjadi tokoh dimana-mana, baik di tingkat lokal, nasional bahkan dunia,” jelas ibu Nyai Hj. Hanik Rafiqoh, SHI di hadapan ratusan mahasantri PP Darul Hikam.   

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pemenang lomba baca kitab baik dari Diniyah Awaliyah maupun Diniyah Wustho. Pada lomba baca kitab tingkat awaliyah posisi 1,2 dan 3 diraih oleh Hurriyatul Qowimah sebagai juara 1, Fathia az Zahra sebagai juara 2, dan Agift Akmal Maulana sebagai juara 3. Sedangkan untuk lomba baca kitab pada tingkat wustho posisi 1,2, dan 3 diraih oleh M. Al Basyier sebagai juara 1, Lutfiyah Tsamrotul sebagai juara 2, dan Siti Fitriatus Sholihah sebagai 3.

Acara tersebut dimulai pada pukul 17.00-20.00 WIB, berlangsung dengan meriah, antusias, dan penuh tawa oleh para mahasantri, ustadz, ustadzah, dan pengasuh.

Reporter: Agift Akmal Maulana

Editor: Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Konferensi Internasional Di STAI Darul Hikmah Aceh, Prof Haris Ungkap Langkah Penting Lawan Politik Uang

Media Center Darul Hikam – Tahun 2024 nanti kita akan menghadapi wabah. Namanya Wabah Politik Uang. Mulai Pemilu, Pilkada hingga Pilkades, politik uang selalu mengabaikan visi-misi dan program calon (Presiden, DPR RI, DPD RI, Gubernur, DPRD Propinsi, Bupati/Walikota, DPRD Kab/Kota, Kepala Desa)

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum Zona VII Provinsi Jawa Timur Tahun 2019, Prof. Dr. H M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., dalam acara The 3rd International Conference On Dayah Studies yang bertajuk “Fenomena Politik Uang dalam Pemilu dan Pemilihan tahun 2024, Ditinjau Dari Perspektif Islam” secara virtual, pada Sabtu-Minggu (16-17/12/2023).

“Politik uang juga diartikan sebagai jual beli suara pada proses politik  dan kekuasaan dan tindakan membagi-bagikan uang baik milik pribadi atau partai untuk mempengaruhi suara pemilih (voters),” tutur Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Selanjutnya, Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu membagi jenis-jenis politik uang, antara lain: pembelian suara, pemberian pribadi, pelayanan dan aktivitas, barang-barang kelompok, dan proyek-proyek pork barrel.

“Selain itu, politik uang juga melibatkan pemberian uang dan materi lainnya melalui penyelenggaraan beragam aktivitas dan pelayanan untuk pemilih, seringkali terkait dengan acara perayaan komunitas,” ucap Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, donasi untuk keuntungan bersama bagi kelompok sosial tertentu dan proyek-proyek pemerintah yang didanai dengan dana publik juga termasuk dalam jenis politik uang.

Prof Haris juga menegaskan bahwa tindak pidana politik uang telah diatur di dalam undang-undang, sebagaimana telah diatur dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bersifat lex spesialis. Dalam konteks ini, pelanggaran terhadap aturan pemilu, khususnya terkait politik uang, harus diperlakukan melalui proses penegakan hukum yang mengacu pada UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Pidana politik uang terutama diuraikan dalam Buku Kelima Bab I, yang mencakup Pasal 476 sampai dengan Pasal 487. Pemilihan untuk menempatkan aturan terkait politik uang dalam buku khusus dan bab tertentu menegaskan kekhususan (lex specialis) UU Pemilu dalam menangani pelanggaran terkait tindak pidana pemilu,” tutur Prof. Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Dengan demikian, lanjut Prof Haris, UU Pemilu berperan sebagai aturan khusus (lex specialis) yang berlaku dalam konteks pemilihan umum, melengkapi ketentuan umum (lex generalis) yang terdapat dalam KUHAP.

Prof. Haris juga mengemukakan lima langkah penting untuk melawan politik uang. Dalam pandangannya, KPU perlu secara maksimal memberikan edukasi politik kepada masyarakat dengan melibatkan mahasiswa dan civil society, guna mencegah tindak pidana politik uang. Ia menekankan bahwa peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak hanya sebagai mitra KPU, tetapi juga sebagai garda depan dalam menjaga integritas pemilu, serta mendukung partisipasi aktif masyarakat.

“Tidak cukup hanya melalui Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), melainkan juga melibatkan prinsip hukum (Ius contitendum) untuk memberikan efek jera yang lebih kuat terhadap pelaku politik uang,” pungkas Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tersebut.

Reporter: Akhmal Duta Bagaskara

Editor:  M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Kegiatan Semester Ganjil Berakhir, Pesantren Darul Hikam Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Media Center Darul Hikam – Kegiatan pembelajaran semester ganjil Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember kini telah berakhir. Pembelajaran ditutup dengan menggelar lomba akhir semester dengan ‘Membaca Kitab Gundulan’ yang dilaksanakan pada Jumat – Sabtu (15-16 Desember 2023) di masing-masing pondok, meliputi; Pondok Pusat Putri, Pondok Cabang Putri, dan Pondok Cabang Putra  Darul Hikam Mangli Jember.

Kegiatan lomba tersebut diikuti oleh seluruh mahasantri Pondok Pesantren Darul Hikam, yang terbagi ke dalam dua tingkat yang berbeda, yaitu tingkat pertama, kelas Madrasah Diniyah Awaliyah yang terdiri dari lomba membaca Kitab Fathul Qarib (Thaharah, Tayamum, Muamalah) dan Kitab Ibanah Wal Ifadhah.

Kemudian, tingkat kedua, kelas Madrasah Diniyah Wustha yang terdiri dari lomba membaca Kitab Fathul Mu’in (Bab Puasa), Kitab Bulughul Maram (Hadis 1-25), dan Kitab Ibanah Wal Ifadhah.

Pengasuh PP Darul Hikam, Prof. Dr. K.H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., mengungkapkan lebih lanjut tentang fokus pembelajaran yang ada di Pondok Pesantren Darul Hikam.

“Pendidikan di sini berlangsung selama tiga tahun, dan setiap tahun mahasantri mempelajari kitab yang berbeda. Ini termasuk dalam level Diniyah Wustha dan Awaliyah. Mereka banyak belajar kitab kuning, seperti Fathul Mu’in, Alfiah, Fathul Qorib, dan Jurmiyah,” ungkap Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Kiai Haris juga mengatakan, pembelajaran di pondok pesantren ini tidak hanya terbatas pada kitab kuning, melainkan juga fokus pada program lainnya, seperti program pengembangan bahasan asing (Arabic dan English), jurnalistik, dan literasi.

“Namun, fokus utama kami tetap pada pembacaan kitab kuning. Bukan seperti lembaga pendidikan lain yang orientasinya kurang jelas. Kami berkomitmen untuk memberikan pembelajaran kitab kuning dan melakukan evaluasi melalui lomba dan ujian akhir semester,” tambah Prof Kiai Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Terakhir, Prof Kiai Haris mengatakan, pegelaran lomba tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi para pengurus dan tenaga pengajar Darul Hikam, sehingga tingkat pengetahuan dan potensi yang dimiliki oleh para mahasantri dapat terukur.

“Lomba ini bukan hanya ujian, tetapi juga ajang untuk melihat aktivitas dan partisipasi para mahasantri. Diadakannya lomba ini juga bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran di Pondok yang tidak tegang dan membosankan,” tutur Prof Kiai Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Pada kesempatan yang sama Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam (Putri) turut menjelaskan, pentingnya pengembangan keilmuan melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba dan ujian.

“Di pesantren Darul Hikam, kami menetapkan minimal satu tahun untuk para santri. Tujuannya tidak sekadar agar mereka menghuni tempat ini, melainkan agar mereka memahami dan mengetahui perkembangan ilmiah mereka. Ketika mereka masuk hingga keluar, kami ingin melihat perubahan signifikan dari ilmu yang mereka miliki,” ungkap Nyai Robiatul yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selain itu, Nyai Robi mengatakan, kegiatan tersebut juga dapat memberikan porsi penting pada evaluasi perkembangan belajar para mahasantri. Namun, pendekatan mereka tidak hanya sebatas itu. Yakni dengan mengadakan lomba di akhir tahun. Lomba ini tidak semata-mata menjadi ujian, tetapi juga bentuk evaluasi yang lebih dinamis.

“Salah satu lomba yang kami lakukan saat ini adalah Lomba Membaca Kitab Gundulan, yang merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning para mahasantri,” tambah Nyai Robi.

Keilmuan di Pondok Pesantren Darul Hikam tidak hanya berhenti pada kegiatan di pesantren itu sendiri. Nyai Robiatul menjelaskan bahwa ada program-program lain seperti pengajian dan Sekolah Diniyah.

“Untuk itu, kami menyelenggarakan pengajian dan sekolah diniyah agar mereka terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dan terus berkembang dalam ilmu agama Islam,” tuturnya.

Terakhir, Nyai Robi mengatakan manfaat bagi santri yang berpartisipasi dalam lomba akhir semester ini.

“Manfaatnya sangat banyak. Pertama, santri dapat mengetahui di mana letak kekurangan mereka, terutama dalam membaca kitab kuning. Kedua, lomba ini memberikan semangat baru kepada mahasantri untuk mengikuti kegiatan lainnya yang ada di pesantren Darul Hikam,” pungkasnya.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Studi Banding, TPA-KB dan TK Al Baitul Amien Jember Jadi Inspirasi Pendirian Pendidikan Formal Darul Hikam Mangli Jember

Media Center Darul Hikam – Hajat besar Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Jember untuk mendirikan pendidikan formal, seperti Taman Kanak-Kanak (TK), bukanlah hanya sebatas angan saja. Sejumlah pengurus yayasan Darul Hikam langsung ‘Tancap Gas’ dengan melakukan studi banding ke TPA-KB dan TK Al Baitul Amien Jember, pada Selasa pagi (5 Desember 2023).

Rombongan dari Darul Hikam terdiri dari Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA dan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H, Ust M. Irwan Zamroni Ali, Ust Wildan Rofikil Anwar, Ust M Syafiq Abdurraziq, Ustadzah Alifah Rahma Putri Anabilla, Ustadzah Lum’atul Muniroh, dan Ustadzah Siska Dwi Santika.

Hadir pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Pendidikan Al Baitul Amien Jember, Ir. H. Akhmad Hafid, Kepala Sekolah Kelompok Bermain (KB) Al Baitul Amien Jember, Maratul Afifah, S. Pd., Kepala Sekolah TK Al Baitul Amien Jember, Endang Suprihatin, S.Pd., M.M., dan sejumlah civitas Al Baitul Amien Jember.

Prof Haris yang juga Ketua YPI Darul Hikam tersebut menuturkan, pihaknya melakukan kunjungan ke Al Baitul Amien Jember sebagai langkah pengembangan pendidikan yang ada di Darul Hikam.

“Kami ingin belajar untuk memulai pengembangan pendidikan yang ada di Darul Hikam. Saat ini kami sudah ada madrasah diniyah awwaliyah dan madrasah diniyah wustha. Kami ingin bermanfaat banyak ke masyarakat, salah satunya dengan menambah pendidikan formal di lembaga kami,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia pun berharap, agar studi banding yang dilakukan saat ini bisa memberikan kesempatan kepada Darul Hikam untuk dapat magang di Al Baitul Amien Jember sebagai proses pembelajaran.

“Kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena telah diterima di sini untuk belajar banyak hal tentang pendidikan yang ada di Al Baitul Amien Jember. Harapannya, pihak kami dapat belajar/magang di sini, sebagai tindak lanjut dari studi banding ini,” tambah Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara Se-Indonesia.

Di waktu yang sama, Direktur Lembaga Pendidikan Al Baitul Amien Jember, Ir. H. Akhmad Hafid, mengaku siap untuk berbagi pengalaman dengan pengurus YPI Darul Hikam Mangli Jember.

“Harapan saya pertemuan ini berkah. Insyaallah untuk seterusnya kita selalu siap untuk berbagi pengalaman dengan Darul Hikam. Pertemuan ini juga diharapkan terus berlanjut untuk pertemuan berikutnya. Saya juga menunggu kabar baik atas pendirian lembaga formal yang ada di Darul Hikam,” tuturnya.

Selain itu, Kepala Sekolah TK Al Baitul Amien Jember, Endang Suprihatin, S.Pd., M.M., mengungkapkan, strategi yang bisa dilakukan di awal pada saat merintis, misalnya dengan pemberian seragam secara gratis bagi para siswanya.

“Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengisi rombongan belajar, seperti gratis biaya pendaftaran hingga pemberian seragam secara cuma-cuma. Untuk awal-awal, boleh seperti itu, selanjutnya tinggal dimusyawarahkan dengan wali murid,” jelasnya.

“Tentu kami siap untuk menerima pihak Darul Hikam untuk magang di sini, semoga pilihan magang di Al Baitul Amien Jember, adalah pilihan yang tepat,” tambahnya lagi.

Kepala Sekolah Kelompok Bermain (KB) Al Baitul Amien Jember, Maratul Afifah, S. Pd., turut membeberkan sejumlah program rutin yang ada di Kelompok Bermain (KB) Al Baitul Amien Jember, seperti jam masuk, jam istirahat dan lainnya.

“Kami jam 07.30 WIB sudah masuk, namun biasanya para wali murid sudah menghantarkan mulai dari 07.00 WIB. Sebelum KBM Jam 08.00 WIB, kami melakukan morning circle, atau Peraturan Baris Berbaris (PBB), serta baca solawat. Jam 08.00-09.00 WIB Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), jam 09.00-09.30 WIB kelas kami istirahat, kemudian dilanjutkan jam 09.30-10.30 WIB kegiatan religi dan setelah itu para murid bisa pulang,” ucapnya.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Forum BPHN, Prof Haris Jadi Narasumber Kegiatan Dengar Pendapat (Hearing) RUU Pembinaan Hukum Nasional

Media Center Darul Hikam – Badan Pembinaan Hukum Nasional tengah menyusun Rancangan Undang-Undang tentang Pembinaan Hukum Nasional (RUU PHN). Dalam proses penyusunannya, dibutuhkan partisipasi masyarakat sebagai elemen kunci untuk menciptakan sistem hukum yang lebih adil dan efektif.

Sejumlah tokoh dan pakar hukum hadir untuk memberikan pandangan terhadap perumusan RUU tersebut, dalam sebuah kegiatan Dengar Pendapat (Hearing) yang digelar pada Jumat, (24/11/2023) di Lantai III Auditorium Rektor Universitas Jember.

Di antaranya Kepala Pusat Perencanaan Hukum Nasional BPHN, Arfan Faiz Muhlizi , Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara, Prof. Dr. H M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., Ketua LKBH IKADIN, Jani Takarianto, S.H., M.H, Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H. dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H.

Kepala Pusat Perencanaan Hukum Nasional BPHN, Arfan Faiz Muhlizi, menyampaikan, penyusunan RUU PHN memerlukan partisipasi masyarakat dalam prosesnya. Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No 13 Tahun 2022 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Partisipasi masyarakat perlu dilakukan secara bermakna (meaningful participation), dalam arti bahwa masyarakat berhak untuk didengarkan pendapatnya (right to be heard), berhak untuk dipertimbangkan pendapatnya (right to be considered), dan berhak untuk mendapatkan penjelasan atau jawaban atas pendapat yang diberikan (right to be explained),” jelas Arfan

Pada kesempatan yang sama Prof. Haris menyoroti perihal pembinaan hukum agama. Dirinya menekankan agar fokus utama salah satunya adalah memperkuat posisi hukum Islam agar dapat terintegrasi dalam ranah hukum nasional dan sejajar dengan hukum lainnya seperti Hukum Eropa dan Hukum Adat.

“Oleh karena itu, perlu diarahkan agar hukum Islam dapat menjadi entitas mandiri dan nilai-nilainya dapat diakomodasi untuk berlaku secara universal,” tutur Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Dalam sistem hukum nasional, pembinaan hukum agama perlu dilakukan dari awal hingga evaluasi. Prof Haris menyoroti peran penting Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) dalam membimbing hukum agama.

“Pembinaan sebaiknya mempertimbangkan konteks pembentukan, seperti melibatkan kajian living law oleh organisasi masyarakat untuk membuat hukum Islam yang inklusif,” jelas Prof Haris yang juga seorang Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Haris juga menyoroti pentingnya melibatkan partisipasi masyarakat dalam pembinaan hukum Islam, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Peraturan perundang-undangan menekankan perlunya peran aktif dari berbagai pihak, tokoh, atau organisasi masyarakat untuk memberikan masukan dalam pembinaan hukum agama,” ungkap Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center (WOMESTER)

“Perlunya pengkaji hukum Islam terus memperkaya pengembangan hukum Islam dengan memasukkan kajian perspektif Maqashid Syariah, menjadikan hukum Islam modern dan sesuai dengan tuntutan zaman,” tambahnya.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini Analis Hukum Ahli Madya Bambang Iriana Djajaatmadja, Penyuluh Hukum Ahli Utama Kartiko Nurintias, Penyuluh Hukum Ahli Utama Djoko Pudjiraharjo, Kepala Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum Sofyan.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Hadirkan Profesor Muda Amerika, Pesantren Darul Hikam Ingin Santrinya Dapat Beasiswa Luar Negeri

Media  Center Darul Hikam – Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember semakin mengukuhkan dirinya sebagai Pondok Literasi. Setelah sebelumnya sejumlah tokoh nasional hingga internasional berkunjung ke pesantren tersebut, kini Profesor Muda Amerika, Lailatul Fitriyah, Ph.D hadir sebagai narasumber dalam acara ‘Tadarus Ilmiah’ dengan tema Pengalaman Studi di Amerika.

Pengasuh Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH, M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil., C.LA, mengungkapkan, sejumlah tokoh penting seperti Rais Aam PBNU, Kiai Afifudin Muhajir, Prof Nadirsyah Hosen (Australia), Ustad Malik (Australia) dan lainnya sudah berkunjung ke Darul Hikam untuk berdiskusi dan sharing keilmuan bersama para mahasantri.

“Sudah ada tokoh dari dua benua yang berkunjung langsung ke Darul Hikam, bukan secara online, melainkan offline. Saya sangat senang atas kehadiran beliau-beliau untuk memberikan motivasi kepada para mahasantri kami,” ungkap Prof Haris dalam sambutannya di Aula Pondok Pesantren Putra Ajung Jember pada Rabu malam (22/11/2023).

Semangat darul hikam, lanjut Prof Haris, adalah semangat al-Quran. Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Menurut Prof Haris, Ilmu adalah nomor satu, sisanya bisa jabatan/kedudukan dan kekayaan.

“Karena itu di Darul Hikam yang ditekankan adalah keilmuan, seperti adanya madin awwaliyah, madin wustha, kegiatan ngaji kitab kuning, bahasa inggris, media center/pelatihan jurnalistik, tahfidz/sema`an al-Quran dan banyak lainnya. Semua itu untuk meningkatkan kecintaan para mahasantri terhadap ilmu,” tutur Prof Haris yang juga Ketua PP APHTN-HAN.

Di samping itu, Visiting Professor University of Toronto, Canada, Prof Lailatul Fitriyah, Ph.D yang merupakan narasumber, memberikan sejumlah motivasi dan kisah perjuannya selama belajar di Amerika. Prof Laili mengungkapkan, sejak 2010 – 2013 sembari bekerja ia juga melamar beasiswa di universitas luar negeri kurang lebih dari 100 aplikasi atau para donor, namun masih gagal.

“Baru di akhir tahun 2013 saya melamar beasiswa ke universitasnya langsung di empat universitas berbeda, meski semuanya lulus, saya hanya memilih University of Notre Dame karena bersedia untuk menanggung beasiswa saya 100%,” ungkapnya.

Perjalanan dirinya selama studi di luar negeri tidaklah mudah, ia perlu untuk belajar lebih maksimal karena keterbatasan bahasa inggris. “Saya belajar bahasa inggris secara otodidak, misalnya dengan mendengarkan lagu bahasa inggris kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia,” tutur Prof Laili.

“Di University of Notre Dame saya kelimpungan, karena semuanya berbahasa inggris, diskusi, dosen yang menjelaskan, bahan bacaan dan semuanya. Saya harus melakukan strategi khusus untuk mengejar ketinggalan di kelas, salah satunya dengan tidur maksimal 3 jam dalam sehari, untuk saya gunakan belajar,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.HI, M.H yang juga pengasuh Pondok Putri Darul Hikam menambahkan, para mahasantri terlebih mahasantri baru diharuskan untuk mengikuti kegiatan semaan al-quran yang akan dilaksanakan pada Minggu mendatang.

“Mari para mahasantri semangat untuk mengikuti kegiatan pondok, salah satunya semaan al-quran yang insyaallah akan kita laksanakan pada minggu depan ini. Selain penting untuk memperkuat hafalan para mahasantri, juga untuk mempersiapkan ujian BTQ di kampus UIN KHAS Jember,” pungkasnya.

Reporter : M. Irwan Zamroni Ali

Editor : Siti Junita

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Menemukan Makna Islam dan Hijab di Negara Paman Sam

(Wawancara Eklusif dengan Prof. Lailatul Fitriyah, Ph. D. Profesor Muda di Claremont School of Theology, Los Angeles, USA, dan Visiting Professor, University of Toronto, Canada)

Media Center Darul Hikam – Melanjutkan pendidikan ke luar negeri merupakan impian setiap orang. Terlebih kuliah di negara yang memiliki sistem pendidikan yang sangat maju dan telah melahirkan banyak cendekiawan di seluruh dunia.

Prof. Lailatul Fitriyah, Ph.D. ialah sosok muslimah dari Kota Jember Jawa Timur yang berhasil menempuh pendidikan S2 dan S3 di luar negeri, tepatnya di Universitas Notre Dame, yaitu salah satu perguruan tinggi katolik roma terkemuka yang terletak di Indiana Amerika Serikat. Saat ini, Prof Laili menjadi Asistant Profesor Claremont School of Theology, Los Angeles, USA, dan Visiting Profesor, Universitas of Toronto Canada. Selain itu, ia ingin berusaha mengubah pandangan masyarakat luas bahwa muslimah juga mampu menjadi sosok perempuan yang berprestasi dan berdaya setara dengan laki-laki untuk membangun peradaban.

Apa ketertarikan Prof Laili memilih negara Amerika sebagai negara tujuan untuk studi S2 ?

Tentu ada banyak pertimbangan, saya mengambil keputusan untuk kuliah di Amerika karena menurut saya, Amerika adalah negara yang konsisten mengamalkan teori politik dengan baik, lain halnya dengan Paris atau Perancis yang hanya bergulat menciptakan teori politik saja. Jadi, ke Amerika karena memang di sana terdapat kampus yang memiliki prodi hubungan internasional yang bagus.

Bagaimana bisa menemukan makna dan nilai Islam di Amerika?

Dalam menemukan makna dan nilai keislaman, saya berusaha menguak pertanyaan yang selama ini ada di dalam diri saya terkait alasan perlunya berhijab. Karena selama ini, ia merasa berhijab adalah perintah dari orang tua dan dilarang oleh Allah. Saya belum menemukan makna atau hakikat dari hijab itu sendiri.

Saya temukan jawabannya itu ketika di Amerika. Karena Amerika adalah negara yang cukup rasis. Mereka menilai seseorang dari luar/fisiknya, misalnya kulit hitam dan kulit putih, termasuk muslimah yang berhijab.  

Menurut saya, setiap orang memiliki pertanyaan sendiri, dimana ia harus berjuang untuk mendapatkan jawabannya menurut pengalaman dan ilmu yang didapatkan. In sya Allah, ihdinash shirotol Mustaqim. Allah akan memberikan petunjuk dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan hamba-hambanya dengan sebaik-baiknya petunjuk. Keimanan dalam diri setiap orang perlu diuji. Bahkan dalam Alquran terdapat perintah pertama adalah iqra. Perintah disini bukan hanya membaca teks, namun juga merenungi fenomena yang terjadi sebagai bahan belajar dan pembelajaran.

Mengapa di Pesantren yang kental dengan ajaran Islam, Prof Laili merasa bahwa hijab itu masih dipaksakan. Justru di negara yang minoritas Muslim ingin selalu memakai hijab?

Ini adalah kritik bagi kita para pengajar islam seperti misalnya kiai, bu nyai, ustadz dan ustadzah bahwa mengajar agama itu tidak bisa dipaksakan. Disiplin itu salah satu bagian dari agama seperti sholat 5 waktu tapi ada hal hal yang memang tidak bisa dipaksakan. Seperti, mengapa aku harus sholat? mengapa harus berhijab? dan mengapa harus berpuasa? Orang itu harus mencari tahu sendiri mengapa dia harus melakukan itu. Saya sejak kecil sudah didisiplinkan oleh abah saya untuk memakai hijab sejak 5 tahun. Sampai saya di pondok pun masih belum ketemu jawabannya.

Akhirnya, saya melahirkan asumsi bahwa jangan menyalahkan pertanyaannya karena itu adalah tantangan kita untuk menemukan jawabannya. Bukankah dalam wahyu pertama, Allah memerintahkan kita untuk membaca, bukan hanya teks tetapi juga fenomena dan renungan alam semesta yang holistik.

Maka, justru saya menemukan jawaban itu ketika berada di Amerika, tempat dimana saya menjadi mahasiswi Muslim satu satunya di semua jurusan, karena universitas saya kan katolik. Waktu S3, saya itu merupakan mahasiswi Muslim pertama yang menjadi mahasiswa di Departemen Teologi, mereka tidak pernah menerima mahasiswa muslim seperti saya.

Jadi saya menemukan jawabannya, yaitu saya harus menggunakan hijab, karena di lingkungan masyarakat yang rasis itu, mereka harus melihat keimaman saya secara umum. Kalau saya tidak berhijab, orang Amerika tidak akan pernah tahu saya Muslim. Tapi kalau saya berhijab, identitas kemusliman saya itu terpampang secara umum. Orang bisa melihat bahwa saya harus memakai ini karena saya harus merepresentasikan nilai Islam dalam kehidupan saya, membuat orang itu bisa melihat bahwa ada perempuan Muslim yang bisa S3, bisa bahasa Perancis dan Italia. Perempuan Muslim yang bisa menjadi ilmuwan selevel dengan ilmuwan lainnya di Amerika

Apakah Prof Laili pernah merasakan takut dengan adagium yang mengatakan bahwa wanita yang berpendidikan dan berkarir tinggi akan sulit didekati oleh laki laki?

Kalau menurut saya, ada laki-laki yang takut dengan wanita yang berpendidikan tinggi berarti laki-laki itu tidak berhak untuk menikahi perempuan itu. Jodoh saya adalah laki-laki yang tidak takut dengan saya, cara berpikir saya, dengan apa yang harus saya lakukan dan alhamdulillah sekarang suami saya seperti itu. Dia orang Pakistan Canada, dan dia secara level pendidikan lebih rendah, dia S2 saya S3, tapi dia sama sekali tidak takut dan dia mendukung karir saya.

Maka bagi wanita, jangan takut untuk melanjutkan pendidikan dan berjuang pada karir yang diimpikan. Sebab kita berhak menjadi yang terbaik dan tentu memilih yang terbaik.

Reporter: Siti Junita & Erni Fitriani

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Sains

Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Lepas Ratusan Mahasiswa PKL ke Berbagai Instansi

Jember, nusanta.co.id

Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali melepas mahasiswanya dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Stadion Kampus Imam Nahrawi  pada Senin, (3/10/22).

Sebelumnya, Fakultas Syariah dalam mempersiapkan mahasiswa PKL telah mengadakan Program ‘Tilik Desa’, merupakan program kerja sama antara pihak Fakultas Syariah dengan Pengadilan Negeri Jember. Program ini bertujuan agar mahasiswa sebelum PKL sudah merasakan pengabdian di masyarakat dengan melayani dan mensosialisasikan gugatan secara online tanpa harus pergi ke pengadilan. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa bertugas sebagai seorang konsultan hukum.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M., Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M. Fil. I,. serta segenap pimpinan Fakultas Syariah beserta jajaran turut hadir dalam memeriahkan acara tersebut.  

Demi menyukseskan kegiatan ini, Fakultas Syariah telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi terkait diantaranya, Pengandilan Negeri, Pengadilan Agama, Pengadilan TUN Surabaya, KPPU Kanwil IV Surabaya, Pemprov Jatim, Kantor Imigrasi Jember, Kantor Notaris, MUI Jawa Timur, KPU Jember, DPRD, Kantor Advokat, Kantor Pertanahan, dan Ombudsman Jatim.

Badrut Tamam, SH, MH. sebagai Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur karena acara berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Tahun ini alhamdulillah dapat tempat di stadion kampus sehingga acara kami kemas dengan pelepasan balon secara simbolis oleh Bapak Rektor,” ujar Badrut Tamam sebagai Ketua Panitia

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM. dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada mahasiswa agar selalu aktif dan inovatif dalam segala kegiatan.

“Kegiatan PKL harus bisa dimanfaatkan mahasiswa dengan baik. Jadikan PKL ini sebagai ajang memberikan jawaban atas masalah yang ada di masyarakat menjadi tanda bentuk kualitas Kampus UIN KHAS Jember sebagai perguruan tinggi yang mempunyai kader intelektual yang unggul,” ujar Prof. Babun.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. mengatakan kegiatan pelepasan ini merupakan upacara formal sebagai bentuk penghargaan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan tugas magang di tempat yang sudah ditentukan.

“Saya harap mahasiswa bisa serius belajar, karena berbeda antara ilmu di kelas dan di masyarakat. Program PKL ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi mahasiswa dalam menyusun penelitian dan relasi pun terjalin,“ ujar Prof. Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN).

Prof. Haris (sapaan akrabnya) turut memaparkan, persiapan untuk program PKL pun telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Sebelum program ini terlaksana, Fakultas juga telah menjalin kerja sama dengan Pengadilan Negeri Jember dalam bentuk Program Tilik Desa sehingga mahasiswa memiliki ilmu baru tentang tata cara pendaftaran perkara online di Pengadilan Negeri Jember. PKL dilaksanakan pada 3 Oktober hingga 25 November 2022.

Pelepasan tersebut diikuti oleh kurang lebih 483 mahasiswa yang akan tersebar di 57 instansi di Jawa Timur.

Reporter: Lutvi Hendrawan

Editor: Erni Fitriani