Categories
Berita Sains

Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Lepas Ratusan Mahasiswa PKL ke Berbagai Instansi

Jember, nusanta.co.id

Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali melepas mahasiswanya dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Stadion Kampus Imam Nahrawi  pada Senin, (3/10/22).

Sebelumnya, Fakultas Syariah dalam mempersiapkan mahasiswa PKL telah mengadakan Program ‘Tilik Desa’, merupakan program kerja sama antara pihak Fakultas Syariah dengan Pengadilan Negeri Jember. Program ini bertujuan agar mahasiswa sebelum PKL sudah merasakan pengabdian di masyarakat dengan melayani dan mensosialisasikan gugatan secara online tanpa harus pergi ke pengadilan. Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa bertugas sebagai seorang konsultan hukum.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M., Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M. Fil. I,. serta segenap pimpinan Fakultas Syariah beserta jajaran turut hadir dalam memeriahkan acara tersebut.  

Demi menyukseskan kegiatan ini, Fakultas Syariah telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi terkait diantaranya, Pengandilan Negeri, Pengadilan Agama, Pengadilan TUN Surabaya, KPPU Kanwil IV Surabaya, Pemprov Jatim, Kantor Imigrasi Jember, Kantor Notaris, MUI Jawa Timur, KPU Jember, DPRD, Kantor Advokat, Kantor Pertanahan, dan Ombudsman Jatim.

Badrut Tamam, SH, MH. sebagai Ketua Panitia menyampaikan rasa syukur karena acara berjalan dengan lancar.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Tahun ini alhamdulillah dapat tempat di stadion kampus sehingga acara kami kemas dengan pelepasan balon secara simbolis oleh Bapak Rektor,” ujar Badrut Tamam sebagai Ketua Panitia

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM. dalam kesempatan yang sama menyampaikan kepada mahasiswa agar selalu aktif dan inovatif dalam segala kegiatan.

“Kegiatan PKL harus bisa dimanfaatkan mahasiswa dengan baik. Jadikan PKL ini sebagai ajang memberikan jawaban atas masalah yang ada di masyarakat menjadi tanda bentuk kualitas Kampus UIN KHAS Jember sebagai perguruan tinggi yang mempunyai kader intelektual yang unggul,” ujar Prof. Babun.

Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I. mengatakan kegiatan pelepasan ini merupakan upacara formal sebagai bentuk penghargaan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan tugas magang di tempat yang sudah ditentukan.

“Saya harap mahasiswa bisa serius belajar, karena berbeda antara ilmu di kelas dan di masyarakat. Program PKL ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi mahasiswa dalam menyusun penelitian dan relasi pun terjalin,“ ujar Prof. Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN).

Prof. Haris (sapaan akrabnya) turut memaparkan, persiapan untuk program PKL pun telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Sebelum program ini terlaksana, Fakultas juga telah menjalin kerja sama dengan Pengadilan Negeri Jember dalam bentuk Program Tilik Desa sehingga mahasiswa memiliki ilmu baru tentang tata cara pendaftaran perkara online di Pengadilan Negeri Jember. PKL dilaksanakan pada 3 Oktober hingga 25 November 2022.

Pelepasan tersebut diikuti oleh kurang lebih 483 mahasiswa yang akan tersebar di 57 instansi di Jawa Timur.

Reporter: Lutvi Hendrawan

Editor: Erni Fitriani

Categories
Sains

Dibiayai Dana Abadi Pesantren, 1.000 Kuota Beasiswa Santri Dibuka Awal Juli

Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama segera membuka pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), PBSB bersumber dari Dana Abadi Pesantren.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, perubahan skema penganggaran PBSB yang terintegrasi dengan program beasiswa dari LPDP Kemenkeu dimulai tahun ini. Skema ini diharapkan semakin membuka banyak peluang bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan dengan beasiswa.

“Ini merupakan kolaborasi yang diperlukan dalam rangka penguatan skema penggunaan dana abadi Pesantren dengan peningkatan SDM Pesantren. Insya Allah tahun ini dialokasikan Dana Abadi Pesantren sebesar 80 miliar untuk 1.000 Santri penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi,” terang M Ali Ramdhani di Jakarta, Sabtu (17/6/2023).

Penegasan M Ali Ramdhani ini didasarkan pada laporan hasil Rapat Koordinasi Penyelenggaraan PBSB yang berlangsung di Bogor, 13 – 15 Juni 2023. Rakor ini diikuti Tim Pengelola Dana Abadi Pesantren bersama 34 perwakilan perguruan tinggi mitra PBSB dalam negeri, perwakilan LPDP Kemenkeu, Majelis Masyayikh, dan Asosiasi Ma’had Aly (Amali).

“Jika tidak ada kendala, pendaftaran PBSB akan dibuka secara online pada 3 sampai 13 Juli 2023,” ujar Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati ini.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Pesantren pada 2023. Anggaran ini disiapkan melalui skema Dana Abadi Pesantren yang bersumber dari Dana Abadi Pendidikan. Dana Abadi Pesantren ini merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Selain untuk rekrutmen 2023, anggaran sebesar Rp250 miliar ini juga digunakan untuk beasiswa non gelar seperti short course kader ulama dan penguatan bahasa dan keterampilan usaha dan digitalisasi yang akan menunjang program kemandirian pesantren.

Pria yang akrab disapa Kang Dhani ini menegaskan, ada lima rumpun keilmuan yang menjadi fokus dalam rekrutmen PBSB 2023, di antaranya Ilmu Kesehatan, Teknologi, Ekonomi, Penguatan untuk literasi keuangan, Ilmu Keagamaan dan Ilmu Sosial.

“Ma’had Aly juga diskemakan untuk masuk kategori dalam penerima beasiswa, sebagai bagian untuk membentuk kader ulama,” terang Dhani sapaan akrabnya.

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan Beasiswa LPDP Agam Bayu Suryanto menambahkan, skema penggunaan Dana Abadi Pesantren 2023 memang diperuntukkan bagi kepentingan peningkatan SDM Pesantren. Anggaran ini sepenuhnya akan dialokasikan untuk pembiayaan program beasiswa gelar (degree) atau non gelar (non degree), untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik di dalam maupun di luar negeri, bagi kalangan pesantren.

“Teknisnya, LPDP menerima usulan program melalui Project Management Officer Kemenag. LPDP melakukan review dari program yang disarankan dengan melihat Term of Reference dan Anggaran biaya untuk program,” terang Agam Bayu Suryanto.

Dikatakan Agam Bayu, tanggung jawab pengelolaan manajemen PBSB tetap dipegang oleh Kementerian Agama. Oleh karena itu, dibentuk Project Management Officer (PMO). Tugas dari PMO adalah melakukan pengelolaan yang lengkap dan terpadu mulai dari perencanaan, rekrutmen, seleksi, pelaksanaan, pencairan beasiswa, hingga Pendampingan.

“LPDP menerima pengajuan dari PMO, kemudian melakukan telaah atau review terhadap dokumen tersebut. Oleh karena itu data para penerima beasiswa harus benar-benar valid, sesuai petunjuk teknis, dan jelas,” ujarnya.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono menambahkan, mekanisme pendaftaran online PBSB masih tetap sama dengan sebelumnya, yakni Pesantren lebih dulu melakukan registrasi dan memilih nama santri yang telah terdata pada Education Management Information System (EMIS). Sementara pilihan program studi serta komponen beasiswa yang disediakan lebih beragam dan berbeda dengan sebelumnya.

“Jika tidak ada kendala, pendaftaran PBSB secara online akan dibuka pada tanggal 3 hingga 13 Juli 2023. Oleh karenanya, santri calon pendaftar agar mempersiapkan diri dan mengikuti perkembangan informasi beasiswa ini melalui berbagai kanal media Kemenag,” tandasnya. Sumber: https://kemenag.go.id/pers-rilis/dibiayai-dana-abadi-pesantren-1-000-kuota-beasiswa-santri-dibuka-awal-juli-hjShy

Categories
Sains

Hidayah Masuk Islam Berkat Doa Ibu

Media Center Darul Hikam – Fenomena pindah agama merupakan proses perubahan sosial, spiritual, serta ideologi yang dialami dalam kehidupan seorang mualaf. Banyak faktor yang menjadikan seseorang berpindah agama seperti pernikahan sampai kepada mencari kebenaran karena menemukan kejanggalan pada agama yang dianut sebelumnya.

Kali ini, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, M.Fil.I dan Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.,M.H. menuntun seorang perempuan non muslim untuk mengucapkan kalimat syahadat (Minggu, 28/11). Perempuan itu bernama Erika yang semula mempertahankan agama neneknya yakni agama Kristen dan tidak rela menjadi muslim sebagaimana keyakinan ayah ibunya.

Erika adalah seorang anak perempuan yang lahir dari perkawinan orang tua dimana ayahnya adalah keturunan China dan ibunya asli Jember. Bapak Lie (ayah Erika) sebelum menikah dengan ibu Lie adalah seorang yang menganut agama Kristen. Namun ia menjadi mualaf ketika akan menjadi suami dari Ibu Lie dan berhijrah ke Jember tempat kelahiran istrinya.

Selang beberapa tahun dari pernikahannya, bapak Lie dan ibu Lie dikaruniai tiga anak dan semuanya itu beragama Kristen.

“Semenjak kecil, ketiga anak pak Lie sudah beragama kristen karena semenjak kecil telah di asuh oleh neneknya yang  beragama Kristen. Suatu ketika pernah ditawarkan oleh Ibu Lie untuk diajak masuk Islam, namun ditolak oleh ketiga anaknya. Dari itu Ibu Lie meminta suatu amalan kepada saya agar dimohonkan doa hidayah kepada ketiga anaknya, “ terang Nyai Robi yang juga Dosen Fakultas Syariah itu.

Dari pertemuan itu, Nyai Robi memberikan amalan kepada Ibu Lie untuk melaksanakan salat tahajud dan mendoakan ketiga anaknya agar diberikan hidayah masuk Islam. Dengan nurani ibu yang begitu kuat, Ibu Lie menjalankan amalan itu dengan istikamah dengan harapan ada hidayah Islam masuk kepada hati ketiga anaknya.

Setelah 7 tahun, Nyai Robi dan Ibu Lie bertemu pada suatu acara, dengan spontan Ibu Lie memeluk dan mengucapkan terimakasih kepada Ibu Nyai.

“Pada kejadian itu saya tidak tahu sebab Ibu Lie memeluk sambil berterimakasih kepada saya. Ternyata ucapan terimakasih itu tertuju karena anaknya Erika berniat untuk  masuk Islam berkat perantara amalan yang saya berikan 7 tahun yang lalu, ”tuturnya.

Pada akhirnya, pada tanggal 25 November 2021, Erika Putri dari Bapak dan Ibu Lie masuk Islam dengan dituntun oleh Kiai Haris tepatnya di kediamannya yaitu Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

“Alhamdulillah, Inilah bukti keajaiban doa ibu untuk hidayah anaknya sehingga bisa masuk Islam. Kami berupaya membimbing Erika dengan memberikan pemahaman agama secara bertahap. Semoga Allah meridai dan menjadikannya sebagai muslimah yang shalihah, ”pungkas Director of World Moslem Studies Center Bekasi itu.

Reporter: Siti Junita

Editor: Erni Fitriani

Categories
Sains

Guru Besar IAIN Jember Dorong Pemerintah Jokowi Aktif Back Up Perbankan Syariah

Jember, 12 Desember 2019.

Bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri, Fakultas Syariah IAIN Jember menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Menuju Sistem Ekonomi dan Perbankan Yang Berorientasi Kemaslahatan”, pada Kamis, 12 Desember 2019 di Auditorium Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember. Hadir sebagai Narasumber pada kesempatan itu, Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM (Rektor IAIN Jember), Ust Saptono, Lc, M.Si (Head of Complaince BSM Kantor Pusat Jakarta), dan Prof. Dr. Kiai M Noor Harisudin, M. Fil.I (Dekan Fakultas Syariah IAIN Jember). Acara yang dihadiri kurang lebih 600 mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah dan Fakultas Syariah ini berlangsung gayeng dengan moderator Bapak Ali Saifudin Zuhri, MEI.

Ust. Saptono menjelaskan tentang Perbankan Syariah yang berorientasi maslahah. “Kalau Bank Syariah insyaallah jelas maslahah. Beda dengan Bank Konvensional”, jelas kandidat doktor Universitas Brawijaya yang juga Head of Complaince Bank Syariah Mandiri Kantor Pusat Jakarta tersebut.

Sementara, Prof Kiai Haris melakukan testimoni teknologi BSM yang canggih. “Ketika di Sydney Australia, saya ambil uang dolar melalui ATM Prioritas BSM. Ini kan luar biasa”, pungkas Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur tersebut.

Hanya saja, Bank Syariah harus melakukan terobosan agar bisa naik dari 6 persen.”Ini kan aneh. Umat Islam mayoritas, pengguna bank Syariah minoritas. “Selain dukungan pemerintah Jokowi yang aktif back up Bank Syariah, terobosan harus dilakukan untuk mencapai penetrasi Bank Syariah hingga 30 persen”, lanjut Prof Kiai Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember tersebut.

Sebelumnya, acara yang dibuka Rektor IAIN Jember, Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM ini juga diteruskan dengan MoU antara Fakultas Syariah IAIN Jember dan Bank Syariah Mandiri Jember. (Media Center/Faris).

Categories
Sains

Sabbatical Leave 2019 Ladang Ilmu dan Percepatan Transformasi IAIN jadi UIN

RAKYATCIREBNON.CO.ID – IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sabbatical Leave 2019. Kegiatan ini bakal digelar selama dua pekan. Pembukaanya dilakukan Senin (4/11) di Gedung Rektorat.  Dua guru besar, Prof Dr Azis Farurrozi MA  dari UIN Jakarta dan Prof Dr M Noor Harisuddin MFilI  dari IAIN Jember didapuk sebagai pembicara.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, pihaknya telah instruksikan kepada  LPPM, LPM, fakultas,  jurusan dan pascasarjana untuk bisa memanfaatkan kehadiran dua guru besar tersebut. Menurutnya, ada banyak manfaat yang bisa diambil.

Manfaat yang dapat diserap dari kegiatan ini, lanjut dia, ialah terkait inovasi program pembelajaran, penelitian, pengelolaan lembaga, kajian keilmiahan, pendirian jurusan, pendirian fakultas, dan pendirian lembaga.  Pasalnya, ungkap Sumanta, kedua narasumber tersebut kaya akan pengalaman dan memiliki terobosan.

“Prof Haris itu profesor muda, beliau mempunyai inovasi yang dapat kita serap. Sedangkan Prof Azis ini lebih senior, beliau mempunyai banyak pengalaman dan seorang asesor,” ungkapnya kepada Rakyat Cirebon.

Bahkan pendirian program doktoral  di IAIN Cirebon salah satunya dibidani oleh guru besar Prof Azis.  “Jadi dia juga punya kontribusi dalam pendirian S3 kita. Sehingga strata kita lengkap, tidak hanya strata 1 dan 2 saja, tapi juga sampai strata 3. Yaitu, program sarjana, magister, dan doktor,” ungkapnya.

Secara teknis, Sabbatical Leave  juga sebagai salahsatu persiapan untuk transformasi IAIN menjadi UIN. Pasalnya, selain luas lahan dan jumlah mahasiswa, pengembangan jurusan  dan fakultas juga merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi.

“Karena secara otomatis transformasi menjadi UIN kan ada pengembangan prodi, pengembangan fakultas, penunjang infrastruktur, peningkatan akses, jumlah mahasiswa. Itu semua kan jadi syarat-syarat semua,” ucapnya.  (wan)

Categories
Dunia Islam Sains

Strategi Santri Raih Kesuksesan 

Cirebon, NU Online 

Guru Besar IAIN Jember, KH M Noor Harisudin mengatakan jika ingin sukses, seorang santri harus berani melakukan hal-hal di luar yang biasa dilakukan orang pada umumnya.

Kiai Haris yang juga Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur itu mengutip perkataan Ibnu Athailah Al Iskandari, “Kaifa takhruqu laka Al awaidu wa anta lam tukhriq min nafsika Al awaaida. Bagaimana mungkin kau bisa menjadi luar biasa, sementara yang kau lakukan biasa-biasa saja.”

Berbicara di depan sekitar 400 mahasantri putri Ma’had Al Jami’ah Syeikh Nurjati IAIN Cirebon, Jawa Barat, Jumat (1/11), Kiai MN Harisudin menegaskan para santri Syeikh Nurjati IAIN Cirebon harus memulai itu.

“Lakukan yang luar biasa dalam hidup. Dalam belajar, berinteraksi sosial, berdoa, dan sebagainya,” tukas Guru Besar yang sering diundang berceramah ke luar negeri tersebut.

Selain itu, santri juga harus berkhidmah kepada guru dan kiai. Kiai Haris mencontohkan teori suhbah, yaitu teori orang sukses karena mendampingi dan berkhidmat kepada kiai atau guru. Seorang bernama Ibnu Abbas mendapatkan doa mustajab dari Nabi Muhammad Saw. Allahumma faqihhu fiddin wa allimhut ta’wil. Karena Ibnu Abas mendampingi dan menyiapkan urusan Nabi.     

“Berkat doa ini, akhirnya, Ibnu Abas menjadi ahli tafsir hebat. Meskipun usianya masih muda, sahabat Abu Bakar, Umar, dan sebagainya kalau bertanya tafsir, ya kepada anak muda Ibnu Abas ini,” kata Kiai Haris yang juga Ketua Umum Asosiasi Penulis dan Peneliti Islam Nusantara Seluruh Indonesia.

Kiai Haris optimis dengan masa depan santri sekarang. Dalam bidang keilmuan, ia mengatakan akan ada banyak guru besar yang lahir dari latar pesantren.  

“Apalagi sudah  terbit UU Pesantren Nomor 18 Tahun 2019 yang menjadi peluang pada utamanya santri, untuk belajar dan bekerja dengan akses yang sama dengan warga yang lain,” ujarnya.        

Hadir pada kesempatan Warek I IAIN Syekh Nurjati Cirebon Syaifudin Zuhri dan Direktur Ma’had Al Jami’ah IAIN Syeikh Nurjati Cirebon, Kiai Amir.                                                               

Kontributor: Sohibul Ulum 

Editor: Kendi Setiawan

Categories
Sains

Kiai MN. Harisudin:  Mahasiswa UNU Yogyakarta Harus Jadi Pengusaha  

Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta didorong oleh Kiai MN. Harisudin untuk menjadi pengusaha kelas kakap di negeri ini. Demikian disampaikan oleh Kiai MN. Harisudin, Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember ketika memberi kuliah Umum dengan tema “Problematika Bisnis Kontemporer dalam Perspektif Hukum Islam”, Senin, 14 Mei 2018, di auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.  Hadir kurang lebih 200 mahasiswa Universitas Yogyakarta, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi. Acara yang dibuka oleh Warek I UNU Yogyakarta ini, Dr Abd Ghafar, MPA juga dihadiri Kaprodi Manajemen, Bu Febri, Kaprodi Akuntansi Bu Puji, Dr. Yogi, Aris Kusumo Diantoro, SE, MBA dan sejumlah dosen UNU Yogyakarta.  

“Adik-adik tahu nggak. Wapres Kita Yusuf Kalla pada tahun 2015, pernah mengatakan bahwa dari 40 orang kaya di Indonesia, ini yang muslim hanya 6 orang. Mohon maaf, ini bukan apa-apa, tapi lihat jumlah kita yang dua ratus juta lebih di negeri ini. Orang kayanya hanya 6 orang. Tentu sangat menyedihkan. Makanya, adik-adik mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta harus jadi pengusaha. Nanti bangun gedung untuk UNU Yogyakarta”, jelas Kiai MN. Harisudin yang juga pengusaha penerbitan dan percetakan di Surabaya.

Pada sisi lain, Kiai MN. Harisudin juga meniscayakan mahasiswa untuk memahami bisnis kontemporer. Terutama sejak revolusi teknologi digital, 4.0, ada banyak perubahan model bisnis kontemporer.”Adik-adik mahasiswa harus paham ini. Jangan sampai, tidak tahu macam-macam bisnis. Misalnya, sekarang lagi trend go-foodgo-cargo-jekgo-shop, dan sebagainya. Yang penting tidak go blok”, kata Kiai muda yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember tersebut disambut tertawa peserta seminar dan kuliah umum.

Namun, para mahasiswa juga paham, tidak semua bisnis dapat dikerjakan. Hanya bisnis yang sesuai syari’ah saja. “Makanya, sebagai seorang muslim, kita harus jeli. Bisnisnya apa dan menurut hukum Islam bagaimana. Apakah ada unsur yang dilarang seperti riba, maisir, gharar, spekulasi tinggi, dan sebagainya. Kalau bisnis ada unsur ini, maka bisnis itu ya dilarang. Kalau tidak, maka diperbolehkan. Dalam mu’amalah, berlaku kaidah: al-ashlu fil mua’amalti al ibahah hatta yadullad dalilu ala tahrimiha. Pada dasarnya, mu’amalah itu boleh sampai ada dalil yang mengharamkannya”, ujar Kiai MN. Harisudin yang juga Wasekjen Asosisi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swastya di Indonesia (ABPTSI) yang berkantor di Jakarta.

Kiai MN. Harisudin juga menyebut watak mutaghayirat fiqh mu’amalah. Artinya, fiqh mu’amalah itu sangat dinamis sesuai perkembangan zaman. Apa yang di zaman Nabi tidak ada bukan berarti dilarang. “Ibnu Rusyd dalam kitab Bidayatul Mujtahid mengatakan an-nushus mutanaahiyah wal waqai’ ghairu mutanaahiyah. Nas-nash al-Qur’an dan hadits sudah berhenti, sementara peristiwa terus berlangsung sampai sekarang. Karena itu, banyak hukum bisnis kontemporer yang merupakan hasil ijtihad para ulama di masa sekarang”, ujar Kiai MN. Harisudin yang juga Sekjen Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo. (Sohibul Ulum/Kontributor NU)

Categories
Sains

Belajar pada Perguruan Tinggi di Taiwan

Taipe, NU Online

Di sela-sela kesibukan berdakwah di negeri Formosa, sebutan negeri yang indah untuk Taiwan, Kiai MN. Harisudin, utusan Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya, menyempatkan diri berkunjung ke National Taiwan University of Science and Technology di Taipe.

Taipe sendiri merupakan ibu kota Taiwan yang indah dan menawan. Setelah berdiskusi tentang Sistem Bermadzhab dalam Islam dengan puluhan mahasiswa S2 dan S3 di universitas ini (29/12) Wakil Sekjen Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia (ABPTSI) menyampaikan bahwa perguruan tinggi di Indonesia harus banyak belajar ke Taiwan. 

Kiai MN Harisudin didampingi Ustadz Didik Purwanto, Sekretaris Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama  (PCI NU) Taiwan. Ustadz Didik Purwanto adalah salah satu mahasiswa S3 di National Taiwan University of Science and Technology. Sebelumnya, alumni Institut Teknologi Surabaya (ITS) ini juga menyelesaikan pendidikan S2 di perguruan tinggi ini. Dalam hitungan Ustad Didik Purwanto, ada kurang lebih 250 mahasiswa Indonesia, baik Muslim atau non-Muslim di kampus ini. Semunya kuliah S2 ataupun S3. 

Menurut Kiai MN Harisudin, pendidikan di Taiwan perlu ditiru.

“Kata Ustadz Didik tadi, bahwa perbandingan kuliah S1 dengan Pascasarjana (S2 dan S3) hampir sama. Jumlah mahasiswa S1 di National Taiwan University of Science and Technology tercatat 5.645 dan pasca sarjana berjumlah 4.744 (total yang S2 dan S3). Ini menarik karena ternyata pemerintah Taiwan memberi batas minimal kuliah adalah S2. Bandingkan dengan kita (Indonesia) yang S1-nya jumlahnya bisa 6-10 kali lipat pendidikan Pascasarjana. Juga pendidikan di negeri kita baru 9 tahun atau setara SMA”, tukas Sekretaris Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama Jember tersebut.

Selain itu, yang menarik adalah jumlah profesor yang banyaknya sebanyak jumlah laboratorium yang ada. Ada lebih dari 100 laboratorium, itu artinya ada 100 profesor lebih di kampus ini.

“Luar biasa. Satu profesor untuk satu laboratorium. Setiap hari, mereka bergumul dalam laboratorium dan mahasiswa S2 dan S3 waktunya banyak habis di laboratorium  untuk penelitian. Yang meluluskan mahasiswa uniknya bukan Fakultas atau Universitas, namun profesor itu tadi,” tukas Dosen Pascasarjana IAIN Jember tersebut.    

Karenanya ada banyak lagi hal yang perguruan tinggi di Indonesia perlu belajar di sini.

“Misalnya, mereka yang S2 sejak semester satu, sudah dibimbing profesor. Jadi betul-betul diarahkan. Mereka kuliahnya langsung ke laboratorium dalam bimbingan seorang profesor. Kuliah di kelas-kelas besar seperti laiknya di Indonesia, kalau di Taiwan tidak laku. Selain itu, laboratorium Profesor tadi langsung bekerjasama dengan perusahaan atau industri sehingga berkembang dengan pesat,” papar Kiai Harisudin. ABPTSI sendiri merupakan organisasi atau badan penyelenggara perguruan tinggi. ABPTSI adalah asosiasi tempat perhimpunan para owner seluruh perguruan tinggi swasta di Indonesia. Perhimpunan ini sudah berdiri sejak tahun 2003 dan telah berhasil mengusulkan beberapa hal penting dalam dunia perguruan tinggi, misalnya pencabutan UU Badan Hukum Pendidikan tahun 2009 melalui judicial review di MK, umur dosen yang ber-NIDN minimal 58 tahun dari yang sebelumnya hanya 50 tahun, dan kebijakan lain yang memihak perguruan tinggi swasta. ABPTSI saat ini dipimpin oleh Thomas Suyatno, seorang profesor di Universitas Atmajaya Jakarta. (Shohibul Ulum/Kendi Setiawan)

Categories
Sains

Katib Syuriyah NU Jember: Tanpa Resolusi Jihad, Tidak Ada 10 Nopember

Jember, NU Online

Ada banyak yang disembunyikan dalam sejarah, termasuk peran santri dalam merebut kemerdekaan RI. Para ahli sejarah sekarang yang mulai membuka tabir peran santri dalam kemerdekaan. Demikian disampaikan Katib Syuriyah NU Jember, Dr. Kiai MN. Harisudin, M.Fil.I dalam tausiyah Peringatan Hari Santri Nasional dan Khotmil Qur’an di Aula Universitas Islam Jember, Jum’at, 28 Oktober 2016, jam 09.00 Wib sd 10.30 WIB. Acara ini dihadiri rektor Universitas Islam Jember, Drs. H. Abdul Hadi, SH, MM, para dekan, dan seluruh pegawai dan dosen yang berjumlah kurang lebih 150 orang.

“Makanya, sekarang dengan adanya hari santri ini peran santri ini diakui. Ini bukan riya’, melainkan tahaduts bin ni’mah agar ke depan peran santri semakin meluas dalam kancah nasional”, ujar Kiai MN Harisudin yang juga Sekretaris Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama Jember yang menaungi Universitas Islam Jember.

Kini, lanjut Kiai M.N. Harisudin, orang mulai sadar bahwa tanpa resolusi Jihad NU tanggal 22 Oktober 1945, maka tidak mungkin ada peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya. “Jadi, betapa pentingnya santri dan kiai dalam merebut kemerdekaan RI”, ujar Kiai M.N. Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut.

Selanjutnya, dalam rangka mengisi hari santri, Kiai M.N. Harisudin mengajak menedalani para pahlawan yang menggunakan filosofi: bagaimana menggunakan umur bukan berapa umurnya.”Para kiai dan ulama serta santri yang dulu berjuang sekuat tenaga selalu menggunakan umur dengan sebaik-baiknya. Ada K.H. Wahid Hasyim yang umurnya pendek, namun amalnya luar biasa. Beliau jadi Mentri Agama di umur yang belia. Karyanya juga banyak sehingga hingga hari ini namanya diabadikan menjadi nama sekolah, madrasah, universitas dan lain-lain. Ini potret bagaimana menggunakan umur, bukan berapa jumlah umurnya. Inilah yang harus kita teladani dalam kehidupan”, kata Kiai MN Harisudin yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Jember, Drs. H Abdul Hadi, SH, MM dalam sambutannya menegaskan nilai-nilai santri seperti kemandirian, kesederhanaan dan keikhlasan yang seharusnya dipraktekkan di UIJ. “ Para santri itu selain mandiri, juga hidupnya sederhana. Makan apa adanya Tidak neka-neko. Selain itu mereka juga ikhlas. Ini yang bisa kita teladani. Oleh karena itu, saya instruksikan, nanti hari Senin, 31 Oktober, seluruh pimpinan, karyawan, dosen dan mahasiswa harus pakai baju santri, yaitu sarungan dan pakai bakiak tidak apa. Ini untuk memperingati hari santri tanggal 22 Oktober kemarin”, ujar Drs. H Abdul Hadi, MM disambut tertawa gembira seluruh hadirin.   

(Anwari/Humas NU)             

Categories
Sains

JECO Bagikan Ratusan Bingkisan dan Takjil Ramadlan

Jember, NU Online

Bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia, Jember Entrepreneur Community (JECO) yang diketuai Rueko Djoko Nugroho membagi-bagikan  kurang lebih tiga ratus bingkisan lebaran pada kaum dluafa dan fakir miskin.  Acara diselenggarakan di auditorium RRI Jember, Selasa, 28 Juni 2016, sore jam 16.00 Wib sd Maghrib. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Jeco, Rueko Djoko Nugroho,  Kasi LPU RRI, Mudiono dan Pembina Jeco, Dr. Yuli  Witono, S.Tp,M.P. Selain itu, juga hadir, penceramah Dr Kiai MN Harisudin, M. Fil. I yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember.  Sementara, para pengurus JECO juga ikut berpartisipasi mensukseskan acara tahunan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua JECO, Rueko, menyatakan bahwa ini adalah kegiatan tahunan para pengusaha yang tergabung di JECO. “Alhamdulillah, sekarang ini murni para pengusaha JECO. Kalau kemarin, masih dibantu artis yaitu Mas Anang Hermansyah. Sekarang, artisnya ya beliau-beliau yang ada di depan-depan ini”, tukas pak Rueko menunjuk Dr Yuli Witono, Mas Sigit, dan para pengusaha yang hadir di depan.

Sementara, Kasi LPU RRIJember, Mudiono, menyampaikan terima kasih pada JECO atas kerja samanya. Karena RRI selama ini menurutnya masih belum familiar di masyarakat. “Nah, JECO ini membuat RRI semakin terkenal dan bersahabat pada masyarakat. Ke depan perlu ada kerja sama yang lebih baik lagi”, jelas pak Mudiono mengapresiasi kerjasama JECO.

Acara diakhiri dengan tausiyah dari Dr. Kiai MN Harisudin, M.Fil. I. Dalam tausiyahnya, Kiai MN Harisudin menekankan pentingnya syukur. “Hari ini, bulan ini, kita bersyukur masih diberi kesempatan oleh Allah Swt. untuk melakukan ibadah puasa. Tahun kemarin, mungkin ada saudara, teman, atau anak, yang masih ikut bersama kita menjalankan puasa, sekarang mereka sudah tidak kita jumpai. Jadi, kita bersyukur masih bisa puasa”, tukas kiai muda yang juga Pengurus Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Jember tersebut.

Kiai MN. Harisudin juga menekankan pentingnya doa di bulan puasa. “Di dalam QS. Al-Baqarah tentang puasa ada dua ayat 185 dan 187 yang di tengah-tengahi dengan perintah berdoa. Waidza saalaka ‘ibadi anni fainni qarib.  (QS. Al-Baqarah: 186). Artinya: Ketika para hambaku minta padaku maka sesungguhnya Aku maha dekat. Makanya, mari kita doakan para pengusaha JECO ini agar tambah maju dan jaya. Mereka menjadi orang-orang terkaya di Indonesia sehingga lebih banyak manfaatnya. Juga, mari kita doakan RRI Jember, agar semakin lebih maju dan jaya. Apalagi, auditorium RRI ini sudah seperti hotel”, doa Kiai M.N. Harisudin yang diamini seluruh peserta yang hadir.

Pesan Ramadlan yang terakhir disampaikan Kiai MN Harisudin adalah terkait dengan ketaqwaan. “Tujuan puasa tidak lain adalah bertakwa. Jadi, mari kita fokuskan puasa agar kita menjadi bertakwa. Yaitu puasa tidak hanya sekedar tidak makan, tidak minum dan tidak senggama. Melainkan, agar kita lebih baik lagi perilaku dan sifat kita”, tukas Kiai M.N. Harisudin Wakil Ketua PW Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut mengakhiri yang disambung dengan do’a.

(Anwari/Kontributor NU Online)   

Categories
Sains

Mahasiswa Baru Universitas Islam Jember Meningkat 300 Persen

Jember, NU Online

Sekretaris YPNU Jember, Dr. Kiai MN. Harisudin, M.Fil.I, merasa bahagia karena minat masyarakat terhadap satu-satunya Universitas Islam Jember meningkat drastis. Ini menunjukkan bahwa trust yang dibangun di Universitas satu-satunya milik NU Jember ini, telah menunjukkan hasilnya. Dengan demikian, kerja keras yayasan dan segenap civitas akademika Universitas Islam Jember telah menuai hasilnya, meski harus tetap ditingkatkan. Demikian disampaikan Kiai MN Harisudin yang juga Katib Syuriyah NU Jember, di kantor UIJ, Jl. Kyai Mojo No. 101 Jember.

Pandangan yang demikian tidaklah berlebihan. Karena terdapat kenaikan 300 persen pendaftar mahasiswa baru pada gelombang pertama pendaftaran mahasiswa baru Universitas Islam Jember. “Kalau tahun 2015 kemarin tidak sampai ratusan. Biasanya gelombang kedua dan ketiga yang mencapai ratusan. Ini gelombang pertama pada tahun ini sudah mencapai ratusan. Tentu hal yang demikian patut kita syukuri. Ini kerja keras semua pihak. Terima kasih untuk semuanya”, tukas Kiai MN Harisudin yang juga Wakil Ketua LTN NU Jawa Timur tersebut.

Diakui, sejak YPNU Jember terlibat langsung mengelola UIJ tahun 2014, ada banyak perubahan baik menyangkut sarana prasarana, kurikulum, sistem tata kelola, peningkatan SDM maupun kesejahteraan pegawai. “Ini semua kita lakukan secara bertahap. Alhamdulillah, kita ikut bersyukur. Kesejahteraan pegawai meningkat 500 persen secara perlahan. Demikian juga dengan dosen. Mohon doa restu semuanya agar UIJ lebih baik lagi ke depan. UIJ menjadi universitas yang membanggakan warga NU baik di tingkat Jawa Timur maupun skala nasional”, kata Kiai M.N. Harisudin yang juga pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Sementara itu, Ketua YPNU Jember, Dr. KH. Abdullah Samsul Arifin MHI, merasa bahwa apa yang dicapai UIJ sekarang masih terus akan ditingkatkan. “Kita ingin agar tahun depan sudah ada Program Pasca Sarjana. Program Magister dan syukur-syukur program doktor. Secara SDM, kita sudah siap karena sekarang dosen-dosen UIJ sedang menempuh pendidikan S3. Sarana prasarana juga akan terus kita bangun agar semakin lengkap untuk pelayanan excellent mahasiswa. Setiap tahun pembangunan fasilitas kampus terus kita laksanakan sebanyak-banyaknya dan sebesar-besarnya”, kata kiai muda yang juga Ketua Tanfidziyah PCNU Jember.

Oleh karena itu, Kiai Abdullah SA meminta agar para pengurus NU di tingkat Cabang, MWC, ranting dan anak ranting juga membantu agar UIJ semakin besar dengan terus menerus mensosialisasikan Universitas milik NU ini di tegah-tengah masyarakat. (Kontributor NU Online/Anwari).

Categories
Sains

Adam Smith Vis A Vis Ibnu Khaldun

Oleh: Halimatus Sa’diyah

Jika kita mendengar kata-kata Ekonomi, tentunya yang ada dalam pikiran kita adalah seputar kegiatan produksi, konsumen, distribusi, dan tentunya yang berhubungan dengan uang. Memang betul ekonomi merupakan salah satu disiplin ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana setiap rumah tangga atau masyarakat mengelola sumber daya  yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Sejarah tentang pemikiran ekonomi menceritakan bahwasanya bapak ekonomi adalah Adam Smith. Adam Smith merupakan salah satu tokoh pemikir ekonomi klasik yang lahir sekitar abad ke-17 M, setelah runtuhnya masa ekonomi skolastik. Adam Smith terkenal dengan sistem ekonomi kapitalisnya, dengan sebuah karyanya yang berjudul The Wealth of Nation yang menjelaskan tentang kebebasan ekonomi.

Namun perlu diketahui juga, sebelum masa ekonomi klasik Adam Smith, pada abad ke-7 M sejarah mencatat bahwasanya pada masa itu ekonomi Islam mendapatkan masa kejayaannya. Rasulullah SAW merupakan pencetus dari ekonomi Islam. Ini artinya bapak Ekonomi Islam bukan Adam Smith, melainkan Rasulullah Saw. Jauh sebelumnya, Rasulullah sudah mengajukan bulir-bulir prinsip ekonomi Islam yang dikembangkan selanjutnya oleh sahabat, tabi’in, dan seterusnya.  

Tak banyak perbedaan antara ekonomi konvensional dengan ekonomi Islam, hanya saja yang membedakan dalam ekonomi Islam adalah perilaku manusia yang ditentukan berdasarkan aturan Islam. Selain itu jika didalam ekonomi konvensional hanya menitik beratkan pada profit oriented, maka ini berbeda dengan ekonomi Islam yang disamping memikirkan  profit oriented  tetapi juga mementingkan falah oriented. Profit oriented bersifat duniawi dan falah oriented bersifat ukhrawi.

Di dalam ekonomi klasik dijelaskan tentang adanya kebebasan ekonomi, yang mana pada sistem ini manusia dibebaskan untuk mencari kepuasan individu sesuai dengan cara yang mereka inginkan, begitu pula di dalam ekonomi Islam sistem kebebasan juga diterapkan sebagimana dalam ekonomi klasik, namun yang membedakan hanya jika didalam ekonomi Islam kebebasan individu untuk mencari kepuasan dirinya asalkan tidak menyalahi aturan yang diajarkan dalam Islam.

Pada masa itu  juga lahir beberapa tokoh pemikir ekonomi Islam, serta kontribusi karyanya terhadap perkembanga ekonomi Islam. Karya-karya mereka memiliki dasar argumentasi religius dan intelektual yang kuat. Banyak diantara tokoh pemikir ekonomi Islam ini yang futuristik dimana pemikir-pemikir Barat baru mengkajinya beberapa abad kemudian. Pemikiran ekonomi Islam di kalangan pemikir ekonomi muslim banyak mengisi khazanah pemikiran ekonomi dunia pada masa dimana barat masih dalam masa kegelapan. Pada masa itu, dunia Islam justru mengalami puncak kejayaan dalam berbagai bidang. Ada dua tokoh pemiikir ekonomi Islam yang sering disebut sebagai bapak ekonomi Islam, yaitu Ibnu Khaldun dan Ibnu Taimiyah.

Namun saat ini, teori ekonomi yang berkembang adalah pemikiran ekonomi dari pemikir-pemikir ekonomi Barat. Padahal, banyak pemikiran ekonomi mereka sesungguhnya telah dikaji terlebih dahulu oleh para pemikir ekonomi Islam sebelumnya. Hanya saja karena ekonomi Islam yang kembali jaya pada tahun 1970 an, membuat ekonomi Islam seolah-olah merupakan suatu ilmu pengetahun yang baru muncul. Padahal ekonomi Islam, merupakan peradaban ilmu yang sempat hilang.

Untuk itu, kita sebagai penerus intelektual muslim harus menjaga jangan sampai eksistensi khazanah keilmuan Islam seperti ekonomi Islam ini hilang.  Atau bahkan sampai diadopsi oleh orang-orang kafir yang membuat runtuhnya peradaban keilmuan Islam.

Wallahu’alam. **

Categories
Sains

LTN NU Jatim Luncurkan Program Indonesia Menulis

Surabaya, NU Online

Semakin kompetitifnya masyarakat dunia dalam persaingan global, mendorong seluruh pihak untuk meningkatkan sumber daya manusia. Terutama daya saing dalam bidang karya tulis ilmiah, yang hingga kini, Indonesia masih jauh dari Negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan sebagainya. Catatan merah ini menginisiasi PW Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur meluncurkan Program Indonesia Menulis.

Dr. Kiai MN Harisudin, M. Fil. I, Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jatim mengatakan pentingnya Program Indonesia Menulis untuk memacu kualitas karya guru, dosen dan mahasiswa di Indonesia. “ Kita masih kalah jauh dengan Negara tetangga. Maka, solusinya adalah melakukan percepatan-percepatan. Dalam rangka percepatan itu, PW LTN NU Jatim meluncurkan Program Indonesia Menulis”, tukas Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember, pada hari Jum’at, 18 Maret 2016 di kantor TV 9, Jl. Raya Darmo No. 96 Surabaya tersebut.

Menurut Kiai MN. Harisudin, untuk menghadapi tantangan yang berat ini, LTN NU Jatim memfasilitasi para stake holder di Indonesia, terutama di kalngan guru dan dosen, untuk mengikuti training penulisan karya ilmiah, menulis buku, pelatihan PTK dan sebagainya. “Intinya, kami ingin membantu masyarakat dengan memotivasi mereka dengan menulis dan menulis. Kami kampanyekan bahwa menulis itu mudah, mudah dan mudah. Ini juga membantu para guru untuk mendapat point publikasi ilmiah sebagaimana amanat undang-undang”, kata Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jatim yang juga Katib Suriyah PCNU Jember.

“Dan alhamdulillah, sudah banyak yang merespon. Lumajang, Cirebon, Kota Baru, Semarang, Demak, Jember dan banyak kota di seluruh Indonesia yang indent ingin menyelenggarakan kegiatan tersebut. Insyaallah yang dalam waktu dekat, diadakan di Lumajang pada tanggal 2 April 2016”, tukas Kiai Muda yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tersebut.

Oleh karena itu, Kiai M.N. Harisudin mengajak lebih luas lagi pada masyarakat dengan menulis buku yang banyak. Di sini, akan Nampak dinamika intelektual yang luar biasa dan menjadikan Indonesia kelak menjadi magnet peradaban dunia.

Sementara itu, Ketua PW Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur, Kiai Ahmad Najib AR, mendukung sepenuhnya Program Indonesia Menulis. “Kemarin kita sudah melaksanakan program unggulan seperti Madrasah Jurnalistik. Juga membentuk Asosiasi Penerbit NU. Dan sekarang ada Program Indonesia Menulis. Ini semua gagasan progresif kami di Lembaga Ta’lif wa an-Nayr NU Jawa Timur untuk memperkuat tradisi menulis di negeri ini” Kata Kiai Najib yang juga Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya tersebut. 

Wallahu’alam.**  

(Anwari/Kontributor NU Online)       

Categories
Sains

PCNU Jember, Terbitkan Buku Panduan Sholat Gerhana Matahari dan Bulan

Jember, NU Online.

Dalam rangka untuk mensyiarkan Sholat Gerhana Matahari, sebagaimana himbauan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama kepada warga NU di seluruh dunia beberapa hari yang lalu, maka PCNU Jember berupaya meresponnya dengan baik. Salah satunya dengan menerbitkan buku saku Panduan Sholat  Gerhana Matahari dan Bulan. Buku yang berisi pengertian, hukum dan tata cara Sholat Gerhana Matahari dan Bulan disusun oleh Dr. Kiai MN. Harisudin, M.Fil. I (Katib Syuriyah NU) dan Kiai Abd. Wahab MHI (Wakil Katib Syuriyah NU) .

Di kantor NU Jember, Jl. Imam Bonjol 41 A Jember, Dr. Kiai MN. Harisudin menekankan pentingnya praktek sholat Gerhana Matahari pada tanggal 9 Maret 2016. “Kami himbau kepada seluruh Pengurus NU Jember, mulai Ranting, MWC dan Cabang untuk melaksanakan Sholat Gerhana Matahari di tempat masing-masing. Ini sebagai Syiar Islam. Kalau di Bali, tanggal 9 Maret 2016 ada  nonton bareng Gerhana Matahari, kalau di Islam ya Sholat Bareng Gerhana Matahari”.

Menurut Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember tersebut, sholat Gerhana Matahari nyaris jarang dipraktekkan karena terjadinya Gerhana Matahari ataupun Bulan tidak terjadi harian, mingguan, bulanan atau tahunan. “Kalau dipelajari itu sesungguhnya tidak sulit. Namun, karena jarang terjadi, akhirnya ya jarang praktek. Jadi ya banyak yang belum bisa”, tukas Kiai Muda yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Jember yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan ini, Dr. KH. Abdullah Samsul Arifin, MHI sangat mendukung terbitnya buku saku ini. “Meski ini buku saku, insya’allah, kemanfatannya sangat besar bagi warga NU khususnya dan warga Jember pada umumnya. Dan buku ini merupakan bentuk khidmah PCNU Jember dalam melayani ummatnya”, ujarnya di sela-sela kegiatannya di Fakultas Tarbiyah IAIN Jember.

Di Kabupaten Jember sendiri, gerhana Matahari terjadi antara  6: 21: 42 sampai dengan 8: 40: 08 WIB dengan durasi gerhana 02: 18: 27. Gerhana Matahari ini terjadi dalam koordinat 113 o 42’ BT; -8o 10’ LS.   

(Kontributor NU Online/Anwari)

Categories
Sains

Presiden Tercinta

Sejak merdeka tahun 1945 hingga tahun 2015, usia Negara kesatuan kita sudah berusia kurang lebih 70 tahun. Pasang surut perjalanan bangsa ini sungguh memerlukan sikap yang benar-benar dewasa bagi kita sebagai penduduk Negeri. Perjalanan bangsa ini tidak mungkin dinafikan bahwa presiden sebagai Nahkoda Republik, tentunya  memiliki kebijakan yang mungkin tidak sepemahanan dengan kita. Oleh karenanya kedewasaan sikap sangat dibutuhkan agar kita tidak menilai “sebuah kebijakan” dari kacamata yang sempit sehingga membuat kita bersikap apatis.

Agustina Soebachan mengajak kita semua untuk sadar akan pentingnya persatuan bangsa melalui buku yang ditulisnya dengan judul “Spirit 7 Presiden RI, Pasang surut NKRI dari pak Karno Hingga pak Jokowi.”

Kehadiran buku ini lebih ingin mengajak pembaca untuk mengetahui plus minus kondisi riil Negeri ini di bawah kepemimpinan presiden yang telah dan sedang memimpin. Di samping itu, kehadiran buku ini juga ingin mengajak para pembaca untuk meneladani hal-hal yang baik dari mereka. Adapun hal-hal yang buruk ataupun blunder yang sekiranya ada, bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran supaya kita semua tidak terjebak pada kesalahan yang sama.

Pada kepemimpinan Seoekarno, segenap bangsa Indonesia kala itu masih termasuk ke dalam golongan negara miskin. Sebab masih baru saja merdeka, dan baru bisa menegakkan kepala di hadapan  negara-negara lain. Saat itu rakyat Indonesia bangga dan bersukacita dengan pemimpinnya yang tampak berani dan sejajar dengan para pemimpin lain yang sudah lebih maju. (Hal.17) 

Akhir kekuasaan soekarno diawali dengan pemberontakan G-30-S/PKI. Kekerasan terjadi dimana-mana. Sehingga 12 maret 1967 pertanggungjawaban Soekarno ditolak MPRS, kemudian Soeharto menjadi presiden menggantikan Soekarno berdasarkan hasil sidang umum MPRS (TAP MPRS/1968) pada tanggal 27 maret 1968. (Hal. 36). Soeharto mulai bergerak bebas menumpas pemberontakan G-30-S-PKI setelah Soekarno menurunkan surat perintah pada tanggal 11 maret yang dikenal dengan (supersemar atau suarat perintah sebelas maret). Hal 46)’

Tumbangnya rezim orde lama merupakan awal dari kekuasaan orde baru. Di mana kekuasaan presiden kedua ini dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia adalah rezim terlama berkuasa selama 32 tahun yakni mulai tahun 1966-1998.

Buah pena alumnus Universitas Satra Indonesia UGM ini, mengungkap prestasi yang diraih oleh 7 nahkoda bangsa ini berikut pula dengan ungkapan-ungkapan kekurangannya selama menjabat sebagai presiden. Sebagiamana prestasi dan kekurangan yang diraih oleh rezim terlama di dalam perjalanan bangsa kita tertuang kompleks dalam buku ini.

Mulai dari catatan HAM yang buruk seperti di bidang politik, Soeharto melakukan penyatuan partai politik sehingga pada masa orde baru partai politik hanya tiga partai : Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Pada awalnya memang efektif, namun dalam perjalanannya mencul ketimpangan dalam dunia politik bangsa ini, Muncullah istilah “Mayoritas Tunggal” dengan Golkar sebagai Partai utama dan mengebiri dua parpol lainnya dalam setiap penyelenggaraan pemilu. (Hal. 52)

Di samping itu, pada tahun 1996 HAM juga mencatat pelanggaran yang dilakukan oleh Soeharto dengan berusaha menyingkirkan Megawati Soekarno Putri dari kepemimpinan  PDI. Padahal PDI merupakan partai resmi yang ada di Indonesia. Karena megawati bukanlah sosok yang diinginkan Soeharto untuk menjadi pimpinan PDI. Sementara sebagian besar internal partai menginginkan Megawati menjadi pimpinan partainya. Namun demikaian, sebagai rakyat Indonesia tidak sepatutnya kita melihat sejarah perjalanan bangsa ini dengan sebelah mata, sebab di samping pelanggaran HAM tersebut, ada bebrabagai prestasi yang diraih Soeharto dalam mengantarkan Republik ini menjadi negeri yang diperhitungkan dalam kacamata Internasional.

Di antara sekian banyak prestasi yang diraih Soeharto sebagai presiden adalah tercapainya kondisi swasembada beras yang membuat wilayah paling akar benar-benar mengidolakan soeharto sampai sekarang. Program pembangunan yang ditawarkan Soeharto memang memukau. karena memang beliau adalah seorang perencana yang ulung.  Tahapannya jelas, visi dan misinya jelas, targetnya jelas. Ada GBHN (Garis-Garis Besar Haluan Negara) yang menjadi pedoman dalam pembangunan negara. Ada tahapan pembangunan jangka panjang, yang pada pelaksanannya dijabarkan  ke dalam tahap-tahap pembangunan jangka pendek. Yaitu Repelita/Pelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun/Pembangunan Lima Tahun). Dan setiap pelita titik beratnyapun sudah ditentukan dengan pasti.

Di bidang kesehatan ada program Keluaga berencana (KB) dengan maksimal 2 anak demi menanggulangi membludaknya pertumbuhan penduduk yang mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari masalah kelaparan, penyakit, ketersediaan lapangan kerja, hingga kerusakan lingkunan hidup. Di bidang pendidikan Soeharto menjadi pelopor proyek wajib belajar 9 tahun. Yang bertujuan untuk meningkatkan rata-rata taraf tamatan sekolah anak Indonesia. Bahkan tahap-tahap perencanaan pembangunan Soeharto, yakni repelita/pelita menjadi rujukan negara berkembang lainnya sebab dinilai efektif.

Presiden ketiga adalah B.J. Habiebie setelah Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya sebagai presiden pada tanggal 21 Mei 1998 tepatnya pukul 09.00 WIB (Hal.61), sesaat kemudian  Soeharto menyerahkan tampuk kekeuasannya kepada Habiebie yang waktu itu Habiebie merupakan wakil presiden  Soeharto. Agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan. (Hal.76).

Memang jabatan Habiebie sebagai presiden terlampau singkat. Namun keberhasilan beliau dari bidang ekonomi mampu membawa nilai tukar rupiah ke posisi Rp.7000 per dolar dari yang semula di awal masa jabatannya Rp. 15.000 per dolar. Indeks IHSG pun dari 200 poin menjadi 588 poin setelah 17 bulan kepemimpjnan Habiebie. (Hal.79). Di samping tu, Habiebie juga disebut sebagai bapak Demokrasi (Hal.82) karena Habiebie berhasil mengembangkan sebuah konsep pemerintahan yang lebih jelas. Di antaranya adalah : kebebasan multpartai dalam pemilu (UU No.2 tahun 1999), Undang-Undang Anti Monopoli (UU No.5 Tahun 1999), dan berbagai kebebasan seperti kebebasan berkumpul dan berbicara (demokrasi), Kebebasan BI dari pengaruh presiden (UU No.23 Tahun 1999).

Namun demikian ada kelemahan Habiebie yang dipandang sebelah mata oleh semua pihak. Yang paling memilukan adalah keputusan Habiebie memberikan opsi referendum bagi rakyat Timur Leste yang berakhir dengan kemerdekaan provinsi tersebut.(Hal.97). Selain itu, Habiebie dianggap kurang sereus menangani kasus yang melibatkan orang-orang terdekat Habiebie dalam skandal Bank Bali. Konon Habiebie dari kacamata politk dianggap terlulu polos menanganinya.

Presiden ke-4 adalah KH. Abdurrahman Wahid yang beken dikenal dengan Gus Dur. Presiden ke-4 ini juga tidak lama menahkodai republik ini. Dimulai tanggal 20 Oktober 1999 dan berakhir pada sidng istimewa MPR tahun 2001. Presiden yang dianggap nyleneh dan kontrofersi ini di samping mendulang prestasi yang gemilang juga memiliki kelemahan-kelemahan semasa menjabat sebagai orang nomor satu di republik kita tercinta ini. Gus Dur disebut sebagai presiden pembela kaum minoritas  di mana pada bulan Januari 2001 menetapkan tahun baru Cina (Imlek) sebagai hari libur Nasional. Sehingga pada tanggal 10 Maret 2001 beliau diangakat sebagai Bapak Tionghoa oleh beberapa tokoh Tionghoa. (Hal.119).

Selain itu, pada awal pemerintahan Gus Dur dalam reformasi, pemerintahannya ditempuh dengan dua jalan. Pertama, membubarkan Departemen penerangan, yakni senjata utama rezim Soeharto dalam menguasai media. Kedua, adalah membubarkan Departemen Sosial yang korup. Dari sektor ekonomi Gus Dur berhasil menempatkan seorang yang kompeten dalam menjalankan tugas kenegaraan yaitu Dr. Rizal Romli yang sempat menduduki tiga jabatan kunci. Yaitu kepala Badan Urusan Logistik (April-Agustus 2000), Menko Perekonomian (Agustus 2000-Juni 2001), dan Manteri Keuangan (Juni-Juli 2001) dan terakhir Gus Dur mengangkat Dr.Rizal Romli  sebagai pimpinan Bulog. Dengan terobosan, gagasan dan ide barunya pada Agustus 2001 Dr. Rizal Romli berhsil meningalkan kas Bolug triliunan rupiah.

Di samping prestasinuya, Gus Dur juga banyak menuai protes dari kalangan elite politik. Berawal dari pengunduran diri Menko Pengentasan kemiskinan Hamzah Haz (November 1999) karena dtuding melakukan tipikor oleh Gus Dur selema berada di Amerka, namun pihak lain menduga mengunduran diri Hamzah Haz karena ketidak senangannya pada Gus Dus yang dekat dengan Israel. Bulan Mei pemerintahan Gus Dur menandatangani kesepamahan dengan GAM, dan mengusulkan mencabut TAP MPRS No.XXIX/MPR/1966 Marxisme Leninisme dicabut (Hal. 131), Bulan April sebelumnya Gus Dur memecat Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan Jusuf Kalla dan Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi, dengan tuduhan terlibat korupsi. (Hal.132)

Pada tahun 2000 muncul dua skandal Buloggate, selain itu Gus Dur dituduh menyimpan 2 juta dollar AS untuk dirinya sendiri di mana uang tersebut bantuan dari Brunei (Hal.133). Pada bulan Maret Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihsa Mahendra dicopot dari jabatannya karena mengumumkan permintaan agar Gus Dur Mundur. Menteri Kehutanan Nur Mahmudi Ismail juga dicopot  dengan alasan berbeda visi dengan Gus Dur dalam pengambilan kebijakan dan dianggap tidak dapat mengendalikan partai PKS yang pada saat itu masanya ikut dalam aksi  menuntut Gus Dur mundur.

Kemudian beliau meminta Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyatakan keadaan darurat. Namun Susilo menolak hingga Gus Dur mencopot jabatannya. Akhirnya pada tanggal 20 Juli 2001 Amien Rais menyatakan Sidang Istimewa dimajukan tanggal 23 Juli. TNI pun mengerahkan 40000 tentara di Jakarta lengkap dengan Tank yang moncongnya dihadapkan ke Istana Negara sebagai bentuk penunjukan kekuasaan.

Gus Dur kemudian mengumumkan pemberlakuan Dekrit sebagai bentuk perlawanan terhadap sidang Istimewa MPR. Yang berisi: pembubaran MPR/DPR, mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dengan mempercepat pemilu dalam waktu satu tahun, membekukan partai Golkar, akan tetapi Dekrit tersebut tidak mendapat dukungan sama sekali. Pada tanggal 23 Juli 2001, MPR secara resmi melengserkan Presiden Dus Dur dan menggantinya dengan Megawati, Namun Gus Dur pada saat itu bersikeras dan tetap menganggap dirinya sebagai Presiden, akan tetapi pada tanggal 25 Juli Gus Dur pergi ke Amerika dengan alasan kesehatan.

Presiden Indonesia ke-5 adalah Megawati Soekrano Putri, anak presiden yang menjadi presiden.  Terlepas dari fakta bahwa naiknya Megawati ke kursi kepresidenan adalah skenario kelompok elite politik untuk melengserkan Gus Dur, namun ada harapan besar yang dititipkan rakyat kepada Megawati. Di antaranya Rakyat ingin kondisi perekonomian segera pulih, keamanan segera beres, praktek KKN ditekan, keadilan ditegakkan, dan kesejahteraan rakyat naik. (Hal.153)

Prestasi yang diraih presiden Megawati selama 3 tahun menahkodai republik kita tercinta ini antara lain: tidak membiarkan pemerintahannya terkooptasi oleh konflik kepentingan konglomerat yaitu dengan tidak mengangkat pengusaha bermasalah pada bagian pemerintahannya sehingga tidak terjadi state capture corpuration, melakukan pembangunan infrastuktur yang vital, diantaranya Tol Cipularang, Jembatan Suramadu, Rel ganda Serpong- Jakarta, Rel Ganda Jakarta-Bandung. Menyelesaikan masalah BLBI yang sejak 1998 tidak terselesaikan dengan berhasil menangkap dua pengempleng BLBI David Nusa Wijaya dan Hendrawan dan jebloskan ke penjara.  Melakukan pemerataan pembangunan dengan membentuk provinsi baru berdasarkan kebutuhan, yaitu Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulbar, dan Papua Barat.

Namun kekurangannya juag dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia. Di antaranya adalah kesepakatan kerja sama Indonesia dan IMF tidak kunjung menunjukan harapan segera terbebasnya Indonesia dari terpaan krisis ekonomi. Memilki hutang kepada CGI (Lembaga Donor andalan orde baru) yang terus membengkak hingga Rp.1260 triliun atau sebesar 75% dari PBD (Pendapatan Domestik Bruto) negeri ini. Di bidang ekonomi pemerintahan Megawati tampak memanjakan kekuatan asing. Perusahaan negara yang strategis malah diobral murah satu per satu,. Sebut saja Indosat, Telkom, Metrosel, Astra, Indofood, sejumlah stasiun TV, dan Garuda Indonesia. Kekuatan bisnis asingpun berebut untuk memilikinya.

Presiden Indonesia ke-6 adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Merupakan presiden pertama yang langsung dipilih oleh rakyat, beliau adalah presiden yang berkuasa selama dua periode, sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014. (hal. 162). Susilo Bambang Yudhoyono akrab disapa SBY.

Prestasi selama pemerintahan SBY meliputi berhasilnya merdakan konflik Aceh dan maluku. Selaian itu SBY juga berhasil menata kembali kehidupan masyarakat Aceh setelah porak poranda dihantam gelombang tsunami yang super dahsyat. Penghematan nasional pengguanaan bahan bakar (migas) menjadi gas Elpiji. Di samping itu, pada tahun 2009 pemerintahan SBY berhasil menanggulangi kemiskinan eksiting Klaster I berupa bantuan dan jaminan atau perlindungan sosial, Klaster II berupa pemberdayaan masyarakat melalui program Nasioanal Pemberdayaan masyarakat dengan adanya Program PMPN Mandiri, Klasters III tentang koperasi usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) dan Klaster IV adalah program murah 8 ntuk rakyat.

Transformasi dan perlindungan sosial yang diimplementasikan dengan diluncurkannya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Pengembangan Livelihood, pemberdayaan, akses berusaha dan kredit, dan pengembangan kawasan berbasis potensi lokal. Di bidang penegakan hukum juga patut diacungi jempol termasuk ketika besannya Aulia Pohan terkena kasusu korupsi SBY tetap menjalankan prosedur hukum sebagaimana mestinya. (Hal. 178)

Kekurangan SBY selama menjadi presiden adalah kelambanannya dalam bertindak setiap merespon permasalan yang kerap kali membuat rakyat gemas dan geram dengan sikap seperti ini. (Hal.164) Selain itu, yang membuat rakyat merasa gemas terhadap presiden lulusan Akmil terbaik 1973 ini adalah sikap galau dan sensitifnya. SBY pernah mengeluhkan ancaman/teror yang diterima oleh beliau dan keluarganya. Sementara soal sensitivitas, terlihat ketika ada komentar yang menyangkut keluarganya.( Hal.166). Hal-hal demikian seharusnya tidak diperlihatakan di depan publik mengingat seorang presiden adalah publik figur secara Nasional.

Presiden ketujuh adalah presiden yang terkenal dengan blusukannya, yakni Joko Widodo yang panggilan akrabnya Jokowi.  Rasanya terlalu dini untuk membincang prestasi yang dilakukan Jokowi sebab pada saat buku ini ditulis Jokowi belum genap enam bulan menjabat sebagai presiden. (Hal. 190).  Kebijakan jokowi menakikan BBM tentunya sangat beralasan yakni subsidi dihapus untuk memperbaiki anggaran negara. Sebenarnya, untuk mendukung pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan, Jokowi memprogramkan adanya kartu Indonesia Sehat dan kartu Indonesia Cerdas, namun tampaknya belum maksimal pencapainnya

Sebuah kosekuensi yang wajar dari sebuah kebijakan. Apapun kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah tentunya berasalan sekali. Oleh di dalam buku ini mengajak segenap elemen masyarakat (Rakyat) untuk tetap mendukung kebijakan yang diberlakukan oleh Jokowi, sebab Jokowi sangat membutuhkan dukungan dari rakyat yang memilihnya, meski sulit dirasa bagi rakyat kecil tapi penting untuk dilakukan demi negaranya.(Hal 193).. Di sisi lain seorang Jokowi mesti sadar diri bila tak ingin ditinggal oleh pemilih dan pendukungnya. Pencitraanpun rasanya sudah tidak dibutuhkan lagi. (Hal. 194).

Begitulah lika-liku perjalanan negara Indonesia di bawah kebijakan seorang pemimpin yang memiliki visi dan misi yang berbeda. Yang perlu kita lakukan sebagai warga rakyat adalah tetap bersikap dewasa dan legowo dengan program-progran yang diberlaakukan oleh sang presiden sebagai nahkoda bangsa yang bdipilih lima tahuan sekali demi tercapainya stabilitas sebuah negara yang masih terus mencari jati diri dalam perjalanannya.

Peresensi

M. Sofiatul Iman,

Mahasiswa Fakultas Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Jember

Categories
Sains

Isi Liburan Kampus dengan Khataman Kitab Tasawuf  

Di masa liburan kampus IAIN Jember Januari-Pebruari 2016 ini, Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tidak ikut-ikutan liburan. Bahkan, Ponpes Darul Hikam menyediakan pengajian Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali. Ini berbeda dengan yang biasa diajarkan di pondok pesantren mahasiswa ini. Biasanya, yang diajarkan di pondok ini kitab-kitab Nahwu, Sharaf, Fiqh, Ushul Fiqh dan Qawaid al-Fiqhiyah.  

Humas Ponpes Darul Hikam, Ust. Muhyidin mengatakan bahwa program khataman Kitab Bidayatul Hidayah ini merupakan tradisi baru di Pesantren Darul Hikam. “Untuk mengisi kekosongan kegiatan selama liburan semester, maka Ponpes Darul Hikam sengaja mengajak mahasiswa untuk tidak pulang, tapi mengisinya dengan kegiatan positif seperti pengajian kitab ini”, ujar humas Ponpes Darul Hikam yang juga alumni jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Jember.   

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Dr. Kiai MN. Harisudin, M. Fil. I, mengatakan bahwa pilihan mengaji kitab ini adalah agar maha santri tidak terlalu melihat dari aspek legal-formal saja dan juga tidak hitam putih halal dan haram, namun agar punya sense of humanity yang digali dari kitab tasawuf.   

“Saya kira, pas jika yang dikaji kitab Tasawuf karya Imam Ghazali. Ini kitab dasar tasawuf yang cocok untuk maha santri Ponpes Darul Hikam yang 100 persen mahasiswa IAIN Jember. Biar mereka lebih punya “rasa tasawuf” dalam kehidupan sehari-hari”, tukas kiai muda yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember. 

Apalagi, di tengah-tengah persaingan global dan budaya modern yang nyaris meluluhlantakkan bangunan agama, maka nilai spritualitas yang dibawa kitab tasawuf sangat penting dihadirkan dalam kehidupan ini. “Kritik Imam Ghazali dalam kitab ini, saya kira, masih relevan. Misalnya orientasi mencari ilmu untuk pangkat, jabatan dan kekayaan –ini kan sesuai dengan kondisi sekarang yang hanya berorientasi ijasah”, kata Doktor Ushul Fiqh jebolan IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Harapannya, lanjut Kiai Harisudin, agar maha santri Ponpes Darul Hikam dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kitab Bidayatul Hidayah ini. Ini sesuai dengan moto ponpes Darul Hikam: “Ilmu yang Diamalkan. Dan Amal yang berdasarkan Ilmu”. (Muhyidin/Kontributor NU Online). 

Jember, NU Online

Di masa liburan kampus IAIN Jember Januari-Pebruari 2016 ini, Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tidak ikut-ikutan liburan. Bahkan, Ponpes Darul Hikam menyediakan pengajian Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali. Ini berbeda dengan yang biasa diajarkan di pondok pesantren mahasiswa ini. Biasanya, yang diajarkan di pondok ini kitab-kitab Nahwu, Sharaf, Fiqh, Ushul Fiqh dan Qawaid al-Fiqhiyah.  

Humas Ponpes Darul Hikam, Ust. Muhyidin mengatakan bahwa program khataman Kitab Bidayatul Hidayah ini merupakan tradisi baru di Pesantren Darul Hikam. “Untuk mengisi kekosongan kegiatan selama liburan semester, maka Ponpes Darul Hikam sengaja mengajak mahasiswa untuk tidak pulang, tapi mengisinya dengan kegiatan positif seperti pengajian kitab ini”, ujar humas Ponpes Darul Hikam yang juga alumni jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Jember.   

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darul Hikam, Dr. Kiai MN. Harisudin, M. Fil. I, mengatakan bahwa pilihan mengaji kitab ini adalah agar maha santri tidak terlalu melihat dari aspek legal-formal saja dan juga tidak hitam putih halal dan haram, namun agar punya sense of humanity yang digali dari kitab tasawuf.   

“Saya kira, pas jika yang dikaji kitab Tasawuf karya Imam Ghazali. Ini kitab dasar tasawuf yang cocok untuk maha santri Ponpes Darul Hikam yang 100 persen mahasiswa IAIN Jember. Biar mereka lebih punya “rasa tasawuf” dalam kehidupan sehari-hari”, tukas kiai muda yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember. 

Apalagi, di tengah-tengah persaingan global dan budaya modern yang nyaris meluluhlantakkan bangunan agama, maka nilai spritualitas yang dibawa kitab tasawuf sangat penting dihadirkan dalam kehidupan ini. “Kritik Imam Ghazali dalam kitab ini, saya kira, masih relevan. Misalnya orientasi mencari ilmu untuk pangkat, jabatan dan kekayaan –ini kan sesuai dengan kondisi sekarang yang hanya berorientasi ijasah”, kata Doktor Ushul Fiqh jebolan IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Harapannya, lanjut Kiai Harisudin, agar maha santri Ponpes Darul Hikam dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kitab Bidayatul Hidayah ini. Ini sesuai dengan moto ponpes Darul Hikam: “Ilmu yang Diamalkan. Dan Amal yang berdasarkan Ilmu”. (Muhyidin/Kontributor NU Online). 

Categories
Sains

Menulis Itu Membuat Awet Muda !!!

Sesungguhnya, ada banyak manfaat orang menulis. Salah satunya adalah membuat para penulis menjadi awet muda. Demikian disampaikan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, MHI, pada hari Ahad, 31 Januari 2016, di kantor Graha Pena Salsabila, Jl. Mataram C.7 No. 6 RT 04 RW 010  Perum Pesona Surya Milenia  Mangli Kaliwates Jember.  

“Sesungguhnya, ada banyak manfaat orang menulis. Salah satunya adalah membuat orang yang menulis itu awet muda. Ini saya juga berdasarkan referensi tokoh penulis seperti Fatimah Mernisi  dari Maroko”, kata Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, MHI selaku Direktur Eksekutif  Penerbit Pena Salsabila.  

Hanya sayangnya, masih banyak yang belum memahami ini. Karena itu, lulusan Pasca sarjana yang juga Pengasuh Putri Ponpes Darul Hikam Mangli Jember itu memotivasi berbagai kalangan untuk menulis apa saja. 

Ada banyak motivasi dalam menulis. Selain awet muda, menulis juga menjadi bagian dari menyalurkan hobi, mendapatkan popularitas, mendapatkan materi (honor penulis) dan sebagainya. Semua ini motivasi yang menurut Ibu Nyai Robi akan menjadikan seseorang tergerak untuk menulis apa saja. “Kiai Cholil Bisri Rembang almarhum dulu menulis, salah satu motivasinya adalah ekonomi”, katanya menceritakan tokoh penulis di masa dulu.      

“Silahkan menulis dengan motivasi apapun. Itu baik sekali. Penerbit kami memfasilitasi berbagai kalangan agar termotivasi untuk menulis baik dalam bentuk cerpen, novel, majalah, jurnal, buku dan sebagainya. Pokoknya, menulis, menulis, dan menulis. Kami akan membantu kebutuhan menulis tersebut”, kata Ibu Nyai Robi, penulis buku Edward W. Said di Mata Santri yang diterbitkan STAIN Press Jember tersebut.

(Sohibul Ulum/Humas Pena Salsabila). 

Categories
Sains

Lomba Cerpen Islami

Penerbit Pena Salsabila Jember mengundang adik-adik remaja di seluruh Indonesia untuk menulis cerpen (cerita pendek) Islami dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Cerpen harus orisinil, tidak mengandung unsur SARA, dan inspiratif untuk para remaja khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
  2. Tema cerita pendek berkaitan dengan remaja, percintaan dan Islam.
  3. Tulisan dalam bentuk cerita pendek  panjang antara 3 sd 6 halaman spasi satu dengan menggunakan Font Times New Roman ukuran 12 margin 3 cm dari kanan kiri bawah dan atas.
  4. Dari sekian cerita pendek yang masuk, akan dipilih 20 cerpen terbaik untuk diterbitkan menjadi buku.
  5. Dari 20 besar  cerpen yang masuk, akan dipilih 3 juara. Yaitu juara 1 (Hadiah 1.000.000 + Piagam + buku), Juara II  (Hadiah 750.000 + Piagam + buku), Juara III (Hadiah 500.000 + Piagam + buku). 17 penulis lainnya akan diberi hadiah Piagam + buku.
  6. Tulisan bisa dikirim mulai tanggal 1 Februari sampai dengan 30 Mei 2016.
  7. Bisa diemail: cvsalsabilaputrapratama@gmail.com atau langsung ke kantor Graha Darul Hikam, Jl. Mataram Perum Pesona Surya Milenia C.7 No. 6 Mangli Kaliwates Jember.  Contact  Person: Muhyidin 087757566639. Shohibul Ulum 082331575640. Siradj. 087757322188. 
  8. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Penerbit Pena Salsabila, Ponpes Darul Hikam Mangli Jember dan Komunitas Baca Averrous Jember.      
Categories
Sains

Program Indonesia Menulis

Penerbit Pustaka Radja Jember mengadakan PROGRAM INDONESIA MENULIS 2016:

1. Pelatihan menulis di Jurnal Ilmiah-ber ISSN

2. Pelatihan PTK

3. Pelatihan Akselerasi Karir Guru

4. Pelatihan menulis buku ber-ISBN.

Anda yang ingin sukses dan cepat berkarir sebagai guru, kami bantu mewujudkan cita-cita anda. Hub kami: 082331575640. 085257806348. Email: cvsalsabilaputrapratama@gmail.com.

Categories
Sains

Bersama HH. Atmanivedena Swami dari London, Universitas Islam Jember Promosikan Islam Damai

Pada hari Sabtu, 5 Desember 2015, Universitas Islam Jember yang menjadi tuan rumah kunjungan HH. Atmanivedena Swami dari Institute Isckon London Inggris.  HH. Atmanivedena Swami yang tokoh Bhaktivedanta agama Hindu itu hadir bersama sejumlah rombongan Sakkhi tepat jam 09.00 Wib. Sementara, dari kalangang UIJ, hadir sekretaris  YPNU Jember, Dr. Kiai MN. Harisudin, M. Fil. I., Drs. H. Moh Qurthubi, M.Pd.I (Wakil Rektor UIJ Bidang Akademik), Drs. H. Saiful Bahri, M.Si (Wakil Rektor Bidang Sumberdaya Manusia) dan Drs. H. Lukman Yasir, M.Si  (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan). Tak kurang, 200 orang hadir dalam dialog agama tersebut.  Acara meriah ini dilaksanakan di auditorium Universitas Islam Jember.

Dalam sambutannya, Sekretaris  Yayayasn Pendidikan Nahdlatul Ulama Jember, Dr. Kiai MN. Harisudin, M. Fil. I menyatakan bangga dan terima kasih atas kunjungan HH. Atmanivedena Swami dari London ini. “Atas nama Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama Jember, mewakili keluarga besar Universitas Islam Jember,  kami mengucapkan selamat datang atas kehadiran HH. Atmanivedena Swami dan rombngan Sakkhi. Kami insya’allah sama misinya pada dengan anda”.

“Dalam ajaran Islam kami, seperti yang disampaikan oleh KH. Achmad Shidiq, Rois ‘Am PBNU (1984-1989) yang berasal dari Jember, ada Trilogi Ukuhuwah yang dikembangkan di Nahdlatul Ulama. Pertama, ukuhwah Islamiyah, yaitu persaudaraan yang didasarkan atas sama-sama Islam. Kedua, ukhuwah Wathaniyah, yaitu persaudaraan atas dasar satu bangsa dan Negara. Dan ketiga,  ukhuwah Basyariyah. Dalam misi perdamaian ini, kita menggunakan ukuhwah basyariyah ini ”, kata Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember ini.

Sementara, Kiai Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember ini juga menyitir syair Ibnu Arabi dalam Tarjuman al-Aswaq. “ Adinu bidinil hubbi aina tawajahat rakaibuhu fal hubbu dini waimani. Saya beragama dengan agama cinta. Kemana saja berlabuhnya kendaraan cinta, maka cinta adalah agama dan iman saya. Berawal dari cinta inilah, kami orang-orang Islam dan juga agama lain termasuk hindu, mari kita ciptakan perdamaian di dunia”, kata Dr. Kiai MN. Harisudin, M. Fil. I yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember tersebut.

Sementara itu, HH. Atmanivedena Swami ini menekankan keharmonisan dan kedamaian untuk membangun peradaban manusia.” Di tengah-tengah peradaban manusia yang diambang kehancurannya ini, sudah selayaknya kita menyuguhkan keadaan sosial yang dipenuhi harmoni dan kedamaian. Kita melihat, dunia yang dipenuhi konflik: antar negara, antar agama, antar suku, makanya agama Hindu dan saya kira juga Islam ingin menghadirkan keadaan damai pada dunia”, kata HH. Atmanivedena Swami yang berasal dari Institut Isckon London tersebut.   

“Kita sesungguhnya hanya beda nama. Seperti kita menyebut benda ini dengan Orange dalam bahasa Inggris, sementara orang India menyebut dengan Musambi dan orang Indonesia menyebutnya dengan jeruk. Sesungguhnya  kita sama, hanya beda nama. Karena itu, mari atas kesamaan ini, kita bangun dan ciptakan dunia yang lebih harmoni  dan lebih damai. Jangan perbesar perbedaan, namun kuatkan persamaan-persamaan kita sebagai manusia”, pungkas HH. Atmanivedena Swami tersebut.

Di akhir acara, Drs. H. Lukman Yasir, M.Si, selaku Wakil Rektor III Univ. Islam jember menguatkan pandangan HH. Atmanivedena Swami bahwa dalam Islam dianut ajaran Islam rahmatan lil alamin. “Termasuk di UIJ ini, tidak mungkin ada yang ekstrem seperti di Timur Tengah’, kata Lukman Yasir mengakhiri dialog tersebut setelah sebelumnya peserta banyak berdialog dengan HH. Atmanivedena Swami.

Acara dialog inipun ditutup dengan doa oleh sekretaris YPNU Jember, Dr. Kiai MN. Harisudin, M. Fil. I.

(Anwari/Kontributor NU Online).

Categories
Sains

Terorisme Dan Radikalisme Itu Bukan Pengalihan Isu Pemerintah

Adanya pemberitaan Terorisme dan Radikalisme yang muncul kepermukaan saat ini ada yang berpendapat bahwa itu pengalihan isu pemerintah terhadap kondisi pemerintahan yang sedikit memiliki problem dibidang politik dan ekonomi. Pendapat itu dibantah oleh KH. Misbahus Salam, saat menjadi peserta Internasional Conference on Terrorism & ISIS  di JIEXPO Kemayoran Jakarta, 23 Maret 2015.

KH. Misbah yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Raudlah Darus Salam Sukorejo Bangsalsari Jember ini berpendapat bahwa Terorisme dan Radikalisme itu sudah ada di Indonesia terbukti dengan adanya pengeboman dan pelaku bom bunuh diri yang terjadi dibeberapa tempat di Indonesia, pembunuhan terhadap aparat dan masyarakat  di Poso, dan adanya tantangan dan ancaman dari Abu Jandal al-Indonesi terhadap Panglima TNI, Polisi, Banser dan penentang Khilafah dan Daulah Islamiyah, termasuk sekian orang Indonesia yang sudah direkrut oleh jaringan ISIS.

Maraknya   pengikut haluan haram atau terorisme dan radikalisme ini kata Kyai Misbah yang juga dikenal orang dekatnya KH. Hasyim Muzadi dan sahabat Dhahir Farisi (suami Ning Yeni Wahid) ini disebabkan antara lain ; Pemahaman tentang ajaran Islam yang leterlek, dangkal dan sempit, terjadinya Arab Spring / Konstelasi politik Timur Tengah, termasuk Okupasi/kekejaman Israil, porak porandanya Negara Irak, Lybia dan Negara lainnya yang terus menerus diterpa konflik.

Kemudian meningkatnya jumlah individu / ormas islam setelah reformasi, dan memiliki jaringan teroris internasional dan mengobar semangat membentuk Negara Islam di Indonesia. Dan penyebab adanya terorisme dan radikalisme itu juga adanya ketidak adilan dalam berbagai sektor kehidupan ; kemiskinan, kebodohan, serta kecanggihan tehnologi informasi yang dimanfaatkan oleh mereka.

Untuk menyikapi gerakan terorisme dan radikalisme kata Kyai Misbah, perlu meluruskan dan meningkatkan pemahaman tentang Islam dan ajaran agama yang benar, damai, sejuk, cinta kasih melalui lembaga-lembaga yang berkompeten (NU, Muhammadiyah, Pondok Pesantren, Yayasan,  LSM dll). Terapkan hukum positif secara optimal (melengkapi Undang-Undang tentang terorisme dan radikalisme) dan wujudkan keadilan disemua sektor, tandas tokoh muda NU yang juga pernah ikut Diskusi terbatas dengan Densus 88 dan BNPT di Hotel Rits Calrton Jakarta 11 Maret 2015.

Dan yang tidak kalah pentingnya untuk menangkal terorisme dan radikalisme ini optimalkan program deradikalisasi dan menfaatkan IT dan media, serta tingkatkan kerjasama pemerintah Indonesia dengan pemerintah dari Negara-negara yang menjadi basis gerakan terorisme dan radikalisme. (HMS).

Categories
Sains

Katib Syuriyah NU Jember Dukung PMII Kembali ke NU

Kamis, 18/12/2014 17:23

Jember, NU Online
Dukungan kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk kembali ke NU terus mengalir. Kali ini dukungan berasal dari Katib Syuriyah PCNU Jember, MN Harisudin.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Jember ini setuju jika Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom NU. Menurut kiai muda NU ini, independensi PMII sudah tidak lagi relevan dengan situasi di masa sekarang.

Menurut katib Syuriyah yang pernah menjadi Mabincab PMII Jember 2009-2011 ini, Deklarasi Munarjati di Malang tahun 1972 itu berkaitan dengan situasi sosial saat itu dimana kekuatan Orde baru menancapkan gurita kekuasaannya di segala lini kehidupan.

Waktu itu, gerakan mahasiswa diberangus. Pers dibungkam. Dengan demikian, saat  itu, Orde Baru menjadi common enemy civil society, termasuk  di dalamnya PMII.  Selain itu, posisi NU yang menjadi partai, juga sangat tidak menguntungkan PMII sehingga PMII harus menjaga independensinya.

“Saya kira, itulah ‘illat mengapa PMII harus independen saat itu. Situasi sekarang sungguh berbeda. Orde baru sudah roboh. NU kembali menjadi ormas sejak tahun 1984. Musuh bersama sekarang adalah gerakan radikal, Islam Wahabi, dan sebagainya. Tentunya, kalau PMII cerdas membaca sejarah, mereka sekarang harus mengubah strateginya menjadi bagian dari NU,” tandas Dr. MN. Harisudin. (Anwari/Anam)