Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Terima Kunjungan FOZ Jember, Siap Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember, pada Rabu 14 Januari 2026, di Kantor Lazawa Darul Hikam, Perum Pesona Surya Milenia, Jember.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama antar lembaga filantropi Islam di Kabupaten Jember, khususnya di bidang pengelolaan zakat.

Hadir dari pihak Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. selaku Direktur, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. selaku Nazhir, serta Iklil Naufal Umar selaku staf bidang administrasi dan keuangan. Sementara dari pihak FOZ Jember diwakili oleh Ustadz Darmawan dan Ustadz Eko selaku Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bahagia atas kunjungan pengurus FOZ Jember ke Lazawa Darul Hikam.“Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan kehadiran pengurus FOZ Jember.

Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dalam pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Haris juga memaparkan perjalanan Lazawa Darul Hikam sejak berdiri. Ia menjelaskan bahwa Lazawa Darul Hikam telah beroperasi sejak 17 Januari 2022 dan memperoleh SK Nazhir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Januari 2024.

“Pada awalnya Lazawa Darul Hikam fokus pada pengelolaan dana wakaf. Namun seiring berjalannya waktu dan tingginya permintaan umat agar kami juga mengelola zakat, pada April 2024 Lazawa Darul Hikam resmi menjadi UPZ BAZNAS Jember,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan komitmen Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi Islam lainnya.

“Darul Hikam siap bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi lain yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi umat,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan, Ustadz Darmawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Lazawa Darul Hikam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Lazawa Darul Hikam. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan manfaat bagi pengelolaan zakat di Jember,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini FOZ Kabupaten Jember telah menaungi 16 lembaga pengelola zakat, termasuk Lazawa Darul Hikam nantinya.

Menurutnya, FOZ Jember bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran dana zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi kekuatan baru bagi Forum Zakat Kabupaten Jember dalam mengoptimalkan peran zakat untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Lazawa Darul Hikam dan FOZ Jember dalam membangun ekosistem zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Garap Program Wakaf Pesantren, Prof. MN Harisudin Launching Darul Hikam Peduli Bogor

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam resmi meluncurkan program baru bertajuk Darul Hikam Peduli Bogor. Acara launching ini dilaksanakan secara online pada Jumat, 09 Januari 2026, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan pelayanan dan kemanfaatan Lazawa Darul Hikam di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Launching Darul Hikam Peduli Bogor merupakan peresmian unit program baru di bawah naungan Lazawa Darul Hikam yang nantinya akan memiliki agenda dan program tersendiri. Salah satu program prioritas yang direncanakan adalah pembebasan lahan wakaf di Kota Bogor sebagai bagian dari pengembangan dakwah dan pendidikan Islam.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, staf bidang fundraising Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., staf bidang keuangan Iklil Naufal Umar, serta KH. Moh. Romli selaku Koordinator Darul Hikam Peduli Bogor.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan harapannya agar hadirnya Darul Hikam Peduli Bogor dapat memperluas manfaat Lazawa Darul Hikam sekaligus membuka ruang partisipasi donatur baru, khususnya dari wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Kami berharap Darul Hikam Peduli Bogor dapat memperluas manfaat Lazawa Darul Hikam dan menambah donatur, tidak hanya yang selama ini sudah ada, tetapi juga donatur baru, khususnya dari Bogor dan sekitarnya,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa Darul Hikam Peduli Bogor akan dipimpin langsung oleh KH. Moh. Romli dan diberi keleluasaan untuk menyusun program-program sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bogor.

“Tentu nanti Darul Hikam Peduli Bogor akan memiliki program tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” tambah Prof Haris yang juga Direktur Womester.

Prof. Haris berharap, launching Darul Hikam Peduli Bogor dapat membawa keberkahan dan manfaat yang lebih luas bagi umat.

“Semoga launching Darul Hikam Peduli Bogor ini membawa keberkahan dan kemanfaatan yang besar,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Sementara itu, KH. Moh. Romli menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazawa Darul Hikam kepadanya untuk mengelola Darul Hikam Peduli Bogor.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan Lazawa Darul Hikam untuk membuka Darul Hikam Peduli Bogor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Darul Hikam Peduli Bogor akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya untuk mewujudkan cita-cita pendirian pesantren di Kota Bogor.

“Melalui Darul Hikam Peduli Bogor, insyaallah salah satu tujuan besarnya adalah mendirikan pesantren di Bogor. Mendirikan pesantren di kota besar tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pembebasan tanah wakaf,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan Lazawa Darul Hikam diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan tersebut.

“Melalui Lazawa Darul Hikam, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua. Dengan doa para masyayikh, demi kemaslahatan bersama, insyaallah Allah akan memberikan jalan,” lanjut KH. Romli.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kegiatan fundraising di kota besar memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kepercayaan donatur melalui pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.

“Fundraising di kota besar menuntut kepercayaan yang tinggi. Karena itu, penggunaan dana harus dilakukan secara transparan agar amanah para donatur benar-benar terjaga,” pungkasnya.

Selama ini, Lazawa Darul Hikam terus berupaya memudahkan para donatur dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Donasi dapat dilakukan melalui laman resmi www.lazawadarulhikam.org
, platform https://apps.satuwakaf.id/
, serta melalui rekening BSI 4467764444 a.n. Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam dan Bank Jatim 0032804357 a.n. YPI Darul Hikam MKJ.

Dengan diluncurkannya Darul Hikam Peduli Bogor, Lazawa Darul Hikam optimistis dapat memperluas peran filantropi Islam dalam mendukung pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan umat di wilayah perkotaan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Dari Jember ke Gunungkidul, Lazawa Darul Hikam Berkolaborasi dengan Wakaf Mulia Institut Bangun Greenhouse Melon Premium

Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Wakaf Mulia Institut dalam pelaksanaan Program Cluster Wakaf Greenhouse Melon Premium tahap ke-2.

Kegiatan peresmian kolaborasi ini dilaksanakan secara daring pada Rabu, 5 November 2025, dan dihadiri oleh perwakilan dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), Wakaf Mulia Institut dan pengurus Lazawa Darul Hikam.

Program Wakaf Greenhouse Melon Premium merupakan bentuk inovasi wakaf produktif yang menggabungkan potensi ekonomi syariah dengan pemberdayaan masyarakat. Setelah sukses pada tahap pertama, kini program tersebut memasuki tahap kedua dengan pembangunan tiga unit greenhouse melon premium di kawasan Kota Wakaf Gunungkidul.

Direktur Wakaf Mulia Institut, Eko Priyato, SE., CWC., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem wakaf produktif nasional.

“Kami ingin menjadikan program ini sebagai model kolaborasi antara regulator, nazhir, pelaksana, dan masyarakat untuk mewujudkan ekonomi umat berbasis wakaf yang mandiri dan produktif. Program ini tidak hanya memproduktifkan aset wakaf berupa tanah, tetapi juga memberikan kemanfaatan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Eko.

Komisioner Badan Wakaf Indonesia (BWI), Ir. Arief Rohman Yulianto, MM, menyampaikan apresiasi dan harapan atas bergabungnya Lazawa Darul Hikam. Ia menilai sinergi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat gerakan wakaf produktif di tanah air.

“Selamat bergabung Prof. Haris bersama Pengurus Lazawa Darul Hikam. Terima kasih atas partisipasinya, insyaallah kolaborasi ini akan mempercepat perkembangan wakaf di Indonesia”, ujar Arief Rohman Yulianto dalam sambutannya dari Malaysia.

Sementara itu, Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., menyampaikan bahwa keterlibatan pihaknya dalam program ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan wakaf produktif di lingkungan pesantren dan lembaga keagamaan.

“Alhamdulillah, bulan ini kami mulai berkolaborasi dalam program wakaf produktif pertanian melon bersama Wakaf Mulia. Ini terobosan baru bagi Lazawa Darul Hikam tahun ini,” tutur Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi dasar wakaf, yaitu menjaga pokoknya dan menyalurkan hasilnya untuk kemaslahatan umat.

“Program ini masih pertama bagi Lazawa Darul Hikam, dan kami ingin menjadi bagian dari ekosistem wakaf produktif di Indonesia bersama BWI, Bank Indonesia, dan Wakaf Mulia Institute. Ke depan, kami berharap akan semakin banyak alokasi wakaf produktif dari kami yang hasilnya bisa digunakan untuk kemaslahatan umat. Pelan tapi pasti, manfaatnya akan semakin luas untuk masyarakat,” ungkapnya.

Program Cluster Wakaf Greenhouse Melon Premium merupakan hasil sinergi berbagai pihak, antara lain: Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama RI, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul selaku regulator, Platform Satu Wakaf Marketplace sebagai agregator, Wakaf Mulia Institute sebagai inisiator dan nazhir wakaf uang, PC NU Kabupaten Gunung Kidul sebagai nazhir wakaf tanah, PT Nusa Farm sebagai pelaksana program, Nazhir Amal Produktif dan masyarakat sebagai investor wakaf.

Peresmian kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi Lazawa Darul Hikam untuk memperluas jangkauan dan dampak gerakan wakaf produktif. Melalui kolaborasi strategis seperti ini, Lazawa berharap dapat melahirkan lebih banyak inisiatif wakaf yang tidak hanya memberdayakan, tetapi juga menumbuhkan kemandirian ekonomi umat di berbagai daerah.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Gelar Program MUSEMMA Kedua, Atunsiasme Jamaah Masjid Milenia Membludak

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam kembali melanjutkan kiprah dakwah inovatifnya melalui Program MUSEMMA (Muslim Sehat, Masjid Makmur) yang diselenggarakan untuk kedua kalinya di Masjid As-Salam Perum Milenia Mangli, Kaliwates, Jember, pada Sabtu pagi (8/11/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lazawa Darul Hikam dan Takmir Masjid As-Salam Perum Milenia Mangli, dengan semangat untuk menguatkan jamaah secara spiritual sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup sehat.

Program MUSEMMA merupakan terobosan Lazawa Darul Hikam yang memadukan dakwah dan edukasi kesehatan. Tidak hanya menghadirkan tausiyah keagamaan, tetapi juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi ZISWAF, serta pendampingan gaya hidup sehat bagi masyarakat.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 04.30 WIB dengan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan tausiyah Islam dan kesehatan, konsultasi ZISWAF, cek kesehatan gratis (tensi darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol), serta sarapan pagi bersama jamaah.

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, dan tenaga kesehatan dari RSD dr. Soebandi, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep, kembali tampil sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, Prof. Haris, yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli, menyampaikan bahwa seorang Muslim akan selalu berada dalam dua keadaan saat beribadah—sehat dan sakit.

“Ketika sehat, ia harus bersyukur karena diberi kemampuan untuk beribadah dengan sempurna. Namun ketika sakit, ia juga harus bersabar karena sabar itu bagian dari ibadah,” tutur Prof. Haris.

Beliau menegaskan, menjaga kesehatan bukan hanya kewajiban jasmani, melainkan juga bagian dari tanggung jawab spiritual.

“Tubuh yang sehat memudahkan kita menegakkan shalat, berpuasa, dan beribadah lainnya. Karena itu, menjaga kesehatan sejatinya adalah bentuk syukur kepada Allah. Islam selalu mengajarkan keseimbangan antara kesehatan rohani dan jasmani,” tegasnya.

Prof. Haris menambahkan, MUSEMMA bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi akan terus dikembangkan secara berkelanjutan di berbagai masjid.

“Program ini InsyaAllah akan menjadi gerakan bersama untuk memakmurkan masjid dan meningkatkan kualitas hidup umat Islam,” ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Sementara itu, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep, dalam sesi edukasi kesehatannya menyampaikan bahwa puasa merupakan salah satu cara alami yang sangat efektif untuk menjaga kesehatan tubuh.

“Puasa bukan hanya ibadah spiritual, tapi juga terapi medis alami. Banyak penelitian membuktikan bahwa puasa dapat membantu menormalkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, menstabilkan gula darah, dan mengeluarkan racun dari tubuh,” jelas Yoyok.

Ia menambahkan bahwa dengan berpuasa secara teratur, tubuh diberi kesempatan untuk beristirahat dari proses pencernaan yang berat.

“Puasa bisa menjadi obat bagi berbagai penyakit seperti darah tinggi, asam urat, kolesterol, dan diabetes. Jadi, selain berpahala, puasa juga menyehatkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Yoyok juga mengingatkan jamaah agar memperhatikan pola makan dan menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.

“Kesehatan itu bukan hanya urusan medis, tetapi gaya hidup. Jika kita menjaga makanan dan memperbanyak aktivitas ibadah, insyaAllah tubuh akan tetap sehat,” pesannya.

Program MUSEMMA kedua ini mendapat antusiasme luar biasa dari jamaah Masjid As-Salam. Puluhan warga Perum Milenia Mangli hadir sejak Subuh untuk mengikuti kegiatan hingga selesai pada pukul 07.00 WIB.

Para jamaah mengaku senang karena bisa mendapatkan manfaat ganda: penguatan spiritual dan pelayanan kesehatan gratis dalam satu kegiatan yang penuh makna.

Reporter: Wildan Rofikil Anwar
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Gelar Program MUSEMMA Perdana di Jember, Padukan Spiritualitas dan Kesehatan

Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menyelenggarakan Program MUSEMMA (Muslim Sehat, Masjid Makmur) untuk pertama kalinya di Masjid Roudhotul Muchlisin Jember pada Minggu pagi (14/9/2025). Acara ini juga merupakan kegiatan kolaborasi Lazawa Darul Hikam dengan Takmir Masjid Raudhatul Mukhlisin Jember.

Program ini merupakan terobosan baru yang dirancang Lazawa Darul Hikam untuk menghadirkan nuansa dakwah yang lebih segar. Tidak hanya menguatkan jamaah dengan pesan rohani, tetapi juga memberikan edukasi kesehatan serta layanan pemeriksaan medis gratis.

Adapun rangkaian acaranya meliputi sholat shubuh berjamaah, ceramah Islam dan kesehatan, konsultasi hidup sehat, konsultasi ZISWAF, cek kesehatan gratis, hingga sarapan bersama jamaah.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, hadir langsung memberikan tausiyah bersama tenaga kesehatan RSD dr. Soebandi, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep. Keduanya tampil sebagai narasumber utama dalam program perdana ini.

Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur menegaskan, bahwa kehadiran tenaga kesehatan dalam kegiatan keagamaan sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran umat.

“Jika sholat adalah perbuatan yang wajib dilakukan oleh seorang Muslim, maka menjaga kesehatan untuk dapat sholat juga merupakan perbuatan wajib. Tidak ada gunanya ibadah kita jika tubuh dibiarkan sakit karena lalai menjaga pola hidup,” tegas Prof. Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Guru Besar UIN KHAS Jember itu juga menjelaskan bahwa program MUSEMMA bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan akan dikembangkan secara berkesinambungan.

“Jadi selain jamaah dibekali pesan rohani, juga dibekali pesan jasmani. Nantinya akan ada cek kesehatan gratis yang meliputi cek tensi (tekanan darah) , gula darah, asam urat, dan kolesterol. InsyaAllah kami akan terus melanjutkan program ini di masjid-masjid lain. Harapan kami, program ini menjadi gerakan bersama untuk memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan umat,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris menambahkan bahwa kolaborasi antara ulama dan tenaga kesehatan merupakan bentuk sinergi yang perlu terus dipupuk.

“Ulama menyampaikan nasihat agama, dokter dan perawat menyampaikan nasihat kesehatan. Keduanya sama-sama mengajak umat pada kebaikan, sehingga insyaAllah hidup jamaah semakin seimbang,” tambah Prof Haris yang juga dikenal sebagai da’i internasional.

Sementara itu, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep mengingatkan jamaah agar menjaga pola makan dan gaya hidup. Menurutnya, makanan yang dikonsumsi sehari-hari berpengaruh langsung terhadap kesehatan tubuh.

“Makanan yang kurang sehat menjadi salah satu penyebab penyakit seperti hipertensi atau darah tinggi, serta diabetes melitus. Karena itu, mari kita mulai menjaga asupan makanan agar tubuh tetap sehat. Jangan menunggu sakit baru menjaga diri,” ujar Yoyok dari RSD dr. Subandi Jember

Selain itu, Ketua Takmir Masjid Roudhotul Muchlisin, Dr. KH. Mahrus, M.Pd.I., juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lazawa Darul Hikam.

“Program ini sangat baik karena menyentuh kebutuhan masyarakat dari dua sisi sekaligus, yakni kesehatan rohani dan kesehatan jasmani. Saya berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut dan menyebar ke banyak masjid lainnya,” tambah Dr. KH. Mahrus yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Program perdana MUSEMMA ini mendapat sambutan hangat dari ratusan jamaah Masjid Roudhotul Muchlisin Jember. Banyak di antara mereka yang menyatakan senang karena bisa mengikuti sholat berjamaah sekaligus mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Acara yang dimulai jam 4.30 subuh itu selesai jam 8 pagi.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Ikut Sukseskan Road to FeSyar Samara 2025 di Bondowoso

Bondowoso – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam turut ambil bagian dalam acara Road to Festival Syariah (FeSyar) Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang (Samara) 2025. Acara digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada 29-31 Agustus 2025, di Alun-Alun Raden Bagus Assra, Bondowoso.

Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Regional”, acara ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari kalangan pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, semuanya dilibatkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur, khususnya di wilayah Sekarkijang (Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang).

Salah satu agenda utama dalam gelaran tersebut adalah pembukaan Gerai Ziswaf & Sertifikasi Halal. Gerai ini menjadi pusat layanan yang ditujukan bagi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah lembaga turut hadir membuka layanan, di antaranya Lazawa Darul Hikam, Baznas Bondowoso, Wakaf RIZKI, serta Halal Center Universitas Jember.

Di Gerai Ziswaf & Sertifikasi Halal, masyarakat mendapatkan berbagai layanan pendukung. Layanan tersebut antara lain konsultasi mengenai zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), showcase produk binaan lembaga amil zakat, konsultasi perizinan dan sertifikasi halal, hingga pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, baik melalui jalur self declare maupun reguler. Tak hanya itu, juga tersedia konsultasi pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) halal untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.

Kepala KPwBI Jember, Gunawan, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi syariah di daerah. “Potensi besar industri halal dan sistem keuangan syariah dapat menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, baik regional maupun nasional,” ujarnya.

Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, menambahkan, partisipasi lembaganya dalam FeSyar adalah bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat Bondowoso. “Kami hadir untuk memberikan layanan ZISWAF dan berterima kasih kepada KPwBI Jember atas kesempatan ini. Kami yakin kegiatan ini akan mendorong ekonomi syariah di daerah,” ungkapnya.

Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember menambahkan, kegiatan semacam ini tidak hanya memberi manfaat bagi pelaku UMKM yang membutuhkan legalitas usaha dan sertifikasi halal, tetapi juga membuka ruang sinergi antar-lembaga. Dengan adanya kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan perbankan, penguatan ekonomi berbasis syariah di daerah diharapkan semakin kokoh.

“Partisipasi Lazawa Darul Hikam bersama lembaga lainnya menjadi bukti nyata bahwa ZISWAF dan industri halal memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial semata, melainkan berlanjut pada penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berdaya saing di Bondowoso dan sekitarnya,” jelasnya.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Road to FeSyar Samara 2025. Ia menegaskan bahwa Lazawa siap menjadi bagian dari ekosistem syariah yang dibangun bersama berbagai pihak.

“Sebagai direktur, kami mendukung penuh kegiatan Bank Indonesia karena ini bagian dari ekosistem syariah yang harus dibangun bersama-sama. Lazawa Darul Hikam sebagai lembaga filantropi Islam juga berkomitmen mendukung bangunan ekonomi syariah, agar setiap elemennya dapat berperan dan berkontribusi dalam memajukan ekonomi umat,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur menambahkan, sinergi antar-lembaga sangat penting untuk memperkuat ekonomi syariah di daerah. “Ke depan, kami ingin lebih bersinergi lagi dengan BI Jember dan lembaga lainnya untuk memajukan ekonomi syariah, khususnya di wilayah Sekarkijang dan umumnya di Indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Achmad Muthiurrahman
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Fokus Masjid Ramah Lansia dan Difabel, Lazawa Darul Hikam Kembali Salurkan Wakaf Kursi di Kediri

Media Center, 28 Agustus 2025

Lazawa (Lembaga Zakat dan Wakaf) Darul Hikam terus gencar dengan gerakan masjid ramah lansia dan difabel. Buktinya, pada Kamis 28 Agustus 2025, lembaga filantropi kebanggaan umat Islam ini kembali membagikan wakaf  kursi sholat di Jawa Timur. Wakaf kursi adalah salah satu program unggulan Lazawa Darul Hikam yang inovatif. Program wakaf ini juga yang membedakan Lazawa Darul Hikam dengan lembaga filantropi yang lain.

Fokus penyaluran wakaf kursi hari itu adalah Masjid Al Falah di Jalan Dahlia Raya RT 14 RW 07 Perumnas Ngronggo Kota Kediri. Lazawa Darul Hikam membagikan 10 kursi wakaf pada Masjid Al Falah Ronggo Kediri. Hadir pada kesempatan itu Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I (Direktur), Robiatul Adawiyah, SHI, MH (Bendahara) dan Muthirrahman, SH (Divisi Media). Sementara dari pihak Masjid Al Falah hadir Dr.  H. Mu’min Firmahsyah, MHI (Ketua Takmir) dan Arif (Bendahara). Sementara, hadir puluhan ibu-ibu jamaah pengajian yasin tahlil Masjid al Falah yang dipimpin Bunda Yasin.

Ketua Takmir, Dr.  H. Mu’min Firmahsyah, MHI, pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. “ Terima kasih Prof. Haris dan Tim Lazawa Darul Hikam atas pemberian wakaf kursi sholat ini. Kami mohon maaf ,karena masjid kami baru dibangun. Tapi justru ini sekaligus untuk menjadian masjid kami sebagai Masjid Ramah Lansia dan Difabel. Mimpi kami selaras dengan program Lazawa Darul Hikam”, kata Dr. H. Mu’min Firmansyah yang juga Dosen Universitas Islam (UIN) Negeri Syekh Wasil Kediri.

Sementara, Prof. Haris menyampaikan tentang program wakaf kursi Lazawa Darul Hikam. “Alhamdulillah, kami sudah keliling Jawa Timur dengan program unggulan kami. Ini yang kelima kalinya kami berkunjng ke Jawa Timur dengan program praying chair. Lima kota itu adalah Jember, Bondowoso, Lumajang, Malang dan sekarang Kediri”, kata Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Harapannya, lanjut Prof. Haris, gerakan Masjid Ramah Lansia dan Difabel menjadi konsen umat Islam di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya. “ Kami berharap Masjid Al Falah ini bisa menjadi pioner sebagai Masjid Ramah Lansia dan Difabel yang bisa dituru oleh masjid-masjid yang lain di Kediri. Apalagi sebagian bangunannya sudah ramah lansia dan difabel”, tukas Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan (KP3) MUI Jawa Timur.

Selain itu, Prof. Haris juga mendorong ibu-ibu pengajian yasin dan tahlil untuk ikut andil dan berbagi dengan wakaf. “Selain zakat dan infak, ibu-ibu dapat mengalokasikan anggaran untuk wakaf. Misalnya Wakaf Pembangunan Masjid Al-Falah agar ke depan dapat lebih makmur lagi”, ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Terkahir, Prof. Haris meminta doa agar lembaganya dan para donaur diberi kesehatan dan kelimpahan rizki. “Dan yang terakhir, saya minta doa. Agar Lazawa Darul Hikam semakin besar dan terasa manfaatnya pada masyarakat. Juga para donatur; semoga diberi kesehatan, kemudahan rizki dan kelancaran karir serta usahanya”, tukas Prof. Haris menutup sambutan.

Acara dimulai jam 16.00 dan diakhiri jam 17.00. Acara ditutup dengan doa dan dengan foto bersama Lazawa Darul Hikam, Takmir Masjid Al Falah dan jamaah pengajian Yasin dan Tahlil Masjid al-Falah Ngronggo Kediri.

Reporter: Muthiurrahman
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Santunan Anak Yatim, Lazawa Darul Hikam Launching Majelis Taklim Padang Ati

Jember – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Pondok Pesantren Darul Hikam Putra Ajung pada Kamis sore (24/7), saat Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menggelar kegiatan Santunan Anak Yatim sekaligus Launching Majelis Taklim Padang Ati. Acara yang dimulai selepas Ashar itu dihadiri oleh 20 anak yatim beserta para pendamping nya, pengurus Lazawa Darul Hikam, Kepala Dusun Klanceng, para mahasantri, serta perwakilan donatur.

Ketua panitia kegiatan, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kasih sayang dan kepedulian nyata terhadap anak-anak yatim.

“Ini adalah ajaran langsung dari Rasulullah SAW, yang selalu memuliakan anak yatim. Kita percaya bahwa berbagi bukan hanya mempererat tali persaudaraan, tapi juga menjadi wasilah untuk membuka pintu-pintu rezeki dan keberkahan,” ujarnya penuh semangat.

Irwan juga menambahkan bahwa Lazawa Darul Hikam senantiasa hadir di tengah-tengah anak yatim, tidak hanya di momentum seperti ini. “Seperti bulan Ramadan lalu, kami mengajak anak-anak yatim belanja baju lebaran di Roxy Square Jember. Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya,” tuturnya.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program ini. “Terima kasih kepada para donatur yang telah mengulurkan tangan. Semoga Allah memudahkan rezeki Anda, melancarkan urusan, memberi kesehatan dan keberkahan hidup,” ungkapnya dengan tulus.

Prof. KH. Haris juga memberikan motivasi langsung kepada anak-anak yatim yang hadir. “Adik-adik semua, jangan pernah merasa kecil atau minder. Masa depan kalian ada di tangan kalian sendiri. Teruslah belajar, semangat, dan jangan bergantung pada siapa pun selain Allah SWT. Kunci kesuksesan itu ada pada kerja keras dan doa,” Ujar Prof. KH. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga secara resmi meluncurkan Majelis Taklim Padang Ati, sebuah forum dakwah yang akan menjadi media syiar Islam baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

“Majelis ini insyaallah akan menjadi cahaya dakwah. Seperti yang sudah kami lakukan di Jepang, Belanda, Jerman, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Malaysia, Taiwan dan beberapa negara lain, kini kami hadir kembali untuk memperkuat basis dakwah khususnya di tanah air,” terang Prof. KH. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan Yasin dan Tahlil secara bersama-sama, yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kekeluargaan. Para peserta tampak larut dalam kekhusyukan doa, menyatukan harapan agar anak-anak yatim mendapat tempat terbaik dalam kehidupan, serta agar Majelis Taklim Padang Ati menjadi wasilah tersebarnya nilai-nilai Islam yang damai dan rahmatan lil ‘alamin.

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata peran strategis Lazawa Darul Hikam dalam membina generasi muda, memperkuat solidaritas sosial, dan menyemai nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat.

Reporter : Achmad Muthiurrahman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Ingin Dampak Nyata, Lazawa Darul Hikam Belajar Inovasi Wakaf ke Yayasan Masjid Salman ITB

Bandung, 28 Mei 2025
Meski telah mencapai sejumlah pencapaian penting dalam satu tahun terakhir, Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam tak lantas berpuas diri. Demi menjaga relevansi dan daya saing di tengah perkembangan zaman, Lazawa Darul Hikam terus berinovasi—termasuk dengan belajar langsung ke Yayasan Masjid Salman ITB, Bandung.

Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 28 Mei 2025, pukul 09.00–12.00 WIB. Rombongan Lazawa dipimpin oleh Direktur Wakaf Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., SH., M.Fil.I., CLA., CWC., bersama Dewan Pengawas KH. Moh. Romli, M.Pd.I., dan Bendahara Robiatul Adawiyah, SHI., MH. Mereka disambut hangat oleh Pembina Salman ITB, KH. Achmad Nasir Budiman, SH, Direktur Utama Wakaf Ir. Hari Utomo, MBA serta General Manager Bayu R. Ardiansyah.

Di awal pertemuan, KH. Achmad Nasir Budiman mengisahkan sejarah berdirinya Masjid Salman yang begitu ikonik di lingkungan kampus ITB.

“Selamat datang di Wakaf Salman ITB. Saya ingin berbagi sedikit tentang sejarah masjid ini. Aktivis Masjid Salman adalah perpaduan antara kalangan priyayi dan santri, sebuah kekuatan yang membentuk karakter pergerakan masjid ini. Dari sinilah lahir berbagai inovasi,” ujar Kiai Nasir yang juga dikenal sebagai kader Bang Imad, seorang ideolog Islam terkemuka di Masjid Salman.

Ia menambahkan, Masjid Salman merupakan salah satu masjid kampus paling legendaris di Indonesia. Meski pendiriannya sempat menghadapi tantangan, pada akhirnya masjid tersebut berdiri dengan restu Presiden Ir. Soekarno. Rektor ITB kala itu, Prof. Ir. O. Kosasih, turut memberi dukungan, sehingga pada 5 Mei 1972 Masjid Salman secara resmi menggelar salat Jumat perdana.

Sementara itu, Direktur Utama Wakaf Salman, Ir. Hari Utomo, MBA menjelaskan struktur manajerial lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid Salman ITB.

“Kami beroperasi di bawah Yayasan Masjid Salman ITB. Unit zakat kini sudah berdiri sendiri dengan nama Rumah Amal, namun tetap berada dalam koordinasi yayasan. Dulu, kami juga belajar ke berbagai tempat, seperti halnya Darul Hikam hari ini,” ujar Hari Utomo.

Didirikan pada tahun 2017, Wakaf Salman kini berkembang pesat dan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

“Saat ini kami memiliki 30 karyawan. Pada tahun 2024 lalu, kami berhasil menghimpun dana wakaf sebesar Rp26 miliar. Dana ini kami salurkan untuk berbagai program inovatif,” jelas Hari yang juga dikenal sebagai seorang pengusaha.

Menutup sesi diskusi, General Manager Bayu R. Ardiansyah memaparkan sejumlah program unggulan Wakaf Salman.

“Salah satu program andalan kami adalah pembangunan masjid wakaf. Ada masjid yang kami danai 100 persen, seperti di Kampung Badui, dan ada pula yang didanai sebagian sesuai kebutuhan. Termasuk juga masjid yang kami bantu di Palestina,” ungkap Bayu, alumnus ITB.

Ia juga menyoroti program wakaf sumur sebagai bentuk inovasi lainnya.

“Kami mengembangkan berbagai proyek wakaf sumur yang menjangkau daerah terpencil, dari Aceh hingga Papua. Skemanya beragam, mulai dari pipanisasi, pembangunan MCK, hingga pemberdayaan masyarakat lokal,” tambahnya.

Menanggapi kunjungan tersebut, Prof. M. Noor Harisudin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan dan ilmu yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dan sesi berbagi yang inspiratif ini. Banyak wawasan baru yang kami peroleh dan insyaaAllah akan segera ditindaklanjuti. Kami juga membuka peluang kerja sama ke depan,” ungkap Prof. Haris, yang juga dikenal sebagai dai internasional.

Bagi tim Lazawa Darul Hikam, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga. Ilmu dan wawasan dari Salman ITB menjadi bekal penting dalam memperkuat peran wakaf di Darul Hikam Jember. Semoga Lazawa Darul Hikam terus tumbuh menjadi lembaga zakat dan wakaf yang maju dan berdampak luas.

Reporter: Wildan Rofikil Anwar
Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Siap Kolaborasi Bank Indonesia Memimpin Gerakan Perubahan Sosial Melalui Wakaf

Lazawa Darul Hikam akan menjadi agen perubahan sosial yang progresif dan berdampak luas di tengah masyarakat. Melalui program wakaf kursi, kami ingin memantik gerakan kebaikan yang berkelanjutan dan mendorong lahirnya semangat filantropi yang lebih besar.

Demikian disampaikan oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, M. Fil.I., CLA., CWC., dalam acara Grand Launching Gerakan Sadar Wakaf oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember) pada 29 April 2025 di Ruang Rapat Lantai II Kantor BI Jember.

“Kami melihat Lazawa Darul Hikam bukan sekadar lembaga, tapi sebagai motor penggerak perubahan sosial di masyarakat. Lewat inisiatif seperti program wakaf kursi, kami ingin membangun budaya berbagi yang terus tumbuh dan menginspirasi semangat kepedulian yang lebih luas,” tutur Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ke depan, lanjut Prof Haris, Lazawa Darul Hikam juga akan memberi perhatian khusus pada program-program sosial yang selama ini kurang mendapat sorotan dari pemerintah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok-kelompok rentan yang kerap terabaikan dalam pembangunan.

“Kami juga ingin hadir di ruang-ruang sosial yang selama ini luput dari perhatian, terutama untuk membantu kelompok-kelompok rentan yang sering terpinggirkan dalam proses pembangunan,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Menurut Prof Haris, literasi wakaf tidak kalah penting untuk terus dibumikan di seluruh lapisan masyarakat, agar pemahaman terhadap potensi dan manfaat wakaf semakin meluas.

Dengan edukasi yang tepat, masyarakat tidak hanya akan memahami konsep wakaf secara teoritis, tetapi juga terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program wakaf produktif. Hal ini diharapkan dapat membentuk budaya filantropi yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan sosial.

“Kami di Lazawa Darul Hikam sudah kerap kali melakukan literasi wakaf dalam bentuk khutbah jumat hingga seminar internasional, baik di dalam negeri hingga di luar negeri. Seperti Malaysia, Jerman, Belanda dan Jepang,” tutur Prof Haris yang juga Ketua KP3 MUI Jawa Timur.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jember, Ahmad menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, salah satunya melalui edukasi di masyarakat seperti khutbah dan semacamnya.

“Salah satu bentuk edukasi yang dapat dilaksanakan adalah dengan menyusun buku khutbah yang fokus pada topik wakaf. Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi antara takmir masjid dan Dewan Masjid Indonesia, guna memastikan pesan-pesan tentang pentingnya wakaf dapat tersampaikan dengan lebih luas kepada jamaah, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program sosial tersebut,” ujar Ahmad yang juga Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jember.

KPwBI Jember meluncurkan lima program wakaf prioritas yakni, 4 Program dari Lazawa Darul Hikam meliputi; Wakaf Sumur, Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Kursi Sholat untuk Difabel dan Lansia, Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan, dan 1 Program dari Lembaga Wakaf RIZKI yaitu Wakaf Rumah Singgah.

Hadir dalam acara tersebut Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Timu, Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, MA., Ph.D. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember, Dr. Akhyar Tarfi, S.SiT., M.H., Kepala Badan Wakaf Indonesia Jember dan Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember, Prof. Prof. Dr. H. Miftah Arifin M.Ag., NU dan Muhammadiyah Jember, pimpinan Bank Syariah di Kabupaten Jember dan pihak terkait lainnya.

Reporter : Ravi Maulana
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Grand Launching Gerakan Sadar Wakaf, Lazawa Darul Hikam Komitmen Sebagai Agen Perubahan Sosial

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, M. Fil.I., CLA., CWC., bersama Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. menghadiri Grand Launching Gerakan Sadar Wakaf oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember) pada 29 April 2025 di Ruang Rapat Lantai II Kantor BI Jember.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Gunawan menuturkan upaya komitmennya BI bersama-sama dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Wilayah Sekarkijang (Eks Karesidenan Besuki dan Lumajang)). Eks Karesidenan Besuki adalah Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Jember.

“Program ini tidak hanya dilaksanakan di Jember, tetapi juga di seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 46 kantor perwakilan, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten dan kota, yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Gunawan.

Dalam kesempatan itu, Prof Haris sebagai narasumber menyampaikan bahwa Lazawa Darul Hikam akan menjadi agen perubahan sosial, salah satunya melalui program wakaf kursi.

“Lazawa Darul Hikam akan menjadi agen perubahan sosial yang progresif dan berdampak luas di tengah masyarakat. Melalui program wakaf kursi, kami ingin memantik gerakan kebaikan yang berkelanjutan dan mendorong lahirnya semangat filantropi yang lebih besar,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ke depan, lanjut Prof Haris, Lazawa Darul Hikam juga akan memberi perhatian khusus pada program-program sosial yang selama ini kurang mendapat sorotan dari pemerintah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok-kelompok rentan yang kerap terabaikan dalam pembangunan.

“Kami juga ingin hadir di ruang-ruang sosial yang selama ini luput dari perhatian, terutama untuk membantu kelompok-kelompok rentan yang sering terpinggirkan dalam proses pembangunan,” ujar Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

“Karenanya, mari kita bersama-sama dalam program ini untuk satu tujuan—membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan kebermanfaatan yang nyata bagi sesama. Dengan langkah kecil namun konsisten, kita bisa menciptakan perubahan besar yang dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan,” tambah Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

KPwBI Jember meluncurkan lima program wakaf prioritas yakni, 4 Program dari Lazawa Darul Hikam meliputi; Wakaf Sumur, Wakaf Sawah Produktif, Wakaf Kursi Sholat untuk Difabel dan Lansia, Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan, dan 1 Program dari Lembaga Wakaf RIZKI yaitu Wakaf Rumah Singgah.

Hadir dalam acara tersebut Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Timu, Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, MA., Ph.D. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd., Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jember, Dr. Akhyar Tarfi, S.SiT., M.H., Kepala Badan Wakaf Indonesia Jember dan Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Jember, Prof. Prof. Dr. H. Miftah Arifin M.Ag., NU dan Muhammadiyah Jember, pimpinan Bank Syariah di Kabupaten Jember dan pihak terkait lainnya.

Reporter : Ravi Maulana
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Empat Program Wakaf Lazawa Siap Terintegrasi di satuwakaf.id Bersama BI Jember

Jalinan mitra antara Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember (KPwBI Jember) semakin erat. Setelah Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. menjadi narasumber dalam Focus Group Discusion (FGD) Gerakan Sadar Wakaf yang diselenggarakan oleh KPwBI Jember pada Selasa Pagi, 22 April 2025.

Acara FGD yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai 4 KPwBI Jember turut mengundang sejumlah pihak terkait, diantaranya; Perwakilan Kemenag Jember sekaligus Badan Wakaf Indonesia Jember, LAZDA Rizki, Bank Syariah Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank Nano Syariah, Bank Muamalat, BTN Syariah, Bank Jatim Syariah.

Deputi Perwakilan Bank Indonesia Jember, Bapak Ahmad menyampaikan bahwasanya dengan adanya hubungan antara inklusivitas keuangan dan pembiayaan pada sektor sosial maupun produktif dengan sektor Wakaf, Bank Indonesia berencana untuk kolaborasi dengan seluruh mitra strategis terkait dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong aksesibilitas kemudahan bagi masyarakat berwakaf.

“Karenanya dibutuhkan adanya Gerakan Sadar Wakaf yang salah satunya dengan meluncurkan program Satu Wakaf Indonesia, sebuah platform digital yang mengintegrasikan berbagai badan/lembaga wakaf dan amil zakat di Indonesia,” ujarnya.

Di waktu yang sama, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menjelaskan jika nantinya akan ada empat program yang akan diintegrasikan ke platform satuwakaf.id diantaranya; Program Wakaf Kursi Sholat untuk Jamaah Lansia dan Difabel, Program Wakaf Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan, Wakaf Sumur, Wakaf Sawah Produktif.

“Selain dapat diakses di platform satuwakaf.id, Program Lazawa Darul Hikam lainnya, baik program zakat maupun infak, juga dapat diakses di web resmi kami yaitu www.wakafdarulhikam.org dan www.zakatdarulhikam.org ,” ujar Irwan yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Irwan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bank Indonesia Jember yang telah mendukung Lazawa Darul Hikam dengan memberikan kesempatan untuk memperkenalkan program kami kepada para perwakilan Bank Syariah di Kabupaten Jember.

“Dukungan dari Bank Indonesia Jember benar-benar memberikan semangat baru bagi kami. Kesempatan untuk mempresentasikan program kami di hadapan para perwakilan Bank Syariah  di Jember adalah momen yang sangat berharga dan tidak kami sia-siakan,” ujar Irwan.

Dirinya juga berharap melalui kegiatan FGD tersebut, dapat memberikan hasil yang bermanfaat dan dapat segera ditindaklanjuti, salah satunya menjadi mitra nazhir wakaf di sejumlah Bank Syariah yang beroperasi di Jember.

“Fundrising Wakaf di Kabupaten Jember tentu memiliki banyak tantangan, tentu dengan dukungan dan kerja sama dengan sejumlah pihak terkait, seperti perusahaan dan perbankan dapat memudahkan kami untuk terus bergerak menjalankan visi kami,” tambahnya.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Ke-4 Kalinya, Lazawa Darul Hikam Kembali Bagikan Kursi Sholat Di Masjid Baitur Rahim Lumajang

Lumajang – Menjalani ibadah dengan nyaman merupakan impian setiap Muslim, tidak terkecuali bagi jamaah masjid lansia dan difabel. Untuk program ini, Lembaga Zakat dan Wakaf  (Lazawa) Darul Hikam untuk ke-4 kalinya kembali menyerahkan 10 Wakaf Kursi Sholat di Masjid Jami’ Baitur Rahim Desa Ranubedali Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang pada Senin (17/2/2025).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA, CWC  (Direktur), Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H.M.H., CWC (Nazhir Wakaf Darul Hikam), Ust. Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H (Divisi SDM dan Fundraising), Ravi Maulana, S.T (Staf Keuangan) dan  Achmad Mutiurrahman (Staf  Media). Sementara, dari takmir Masjid hadir Ust. M. Nur Khotibul Umam, MH. (Ketua Yayasan Nurul Falah Al-Ghozali) dan Ust. M. Said Rohmat, S.E.I (Ketua Takmir Masjid Jami’ Baitur Rahim). Hadir juga Dr. Farhanudin Soleh, M.Pd.I (Warek I IAI Miftahul Ulum Lumajang) dan puluhan jamaah juga bergabung dalam acara yang penuh khidmah tersebut.

Direktur Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA, CWC menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan seluruh masjid di Indonesia menjadi ramah lansia dan difabel.

“Kursi ini diperuntukkan bagi orang yang udzur (kesulitan) berdiri karena lansia atau pun difabel. Lazawa Darul Hikam menggalakkan program ini agar masjid menjadi ramah lansia dan difabel, sehingga mereka nyaman untuk beribadah di masjid,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Program wakaf kursi sholat ini, lanjut Prof Haris, merupakan program inovatif  Lazawa Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember. Selama ini, Lazawa Darul Hikam mengusung berbagai program inovatif yang memang belum diperhatikan oleh lembaga filantropi yang lain atau juga pemerintah.

“Kalau menunggu perhatian pemerintah, mau menunggu sampai kapan?. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?,” lanjut Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Sebagaimana diketahui, program wakaf kursi sholat lazawa ini sampai sekarang sudah berlangsung 4 kali. Kita mulai dari Bondowoso, Jember, Malang dan sekarang ini Lumajang.

Pada kesempatan itu, Prof Haris juga memberikan masukan, agar Masjid Jami’ Baitur Rahim yang saat ini tengah pembangunan, mulai dipikirkan untuk memperhatikan para jamaah yang lansia dan difabel.

“Wakaf kursi sholat ini hanya simbol, masih ada banyak hal lain yang dapat dilakukan untuk menjadi perhatian lebih kepada para jamaah lansia dan difabel, misalnya ketersediaan kamar mandi atau tempat wudhu bagi jamaah lansia dan difabel, termasuk tangga atau jalur khusus,” tukas Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Ketua Takmir Masjid Jami’ Baitur Rahim Ranubedali Lumajang, Ust. M. Said Rohmat, S.E.I menuturkan bahwa ia bersama pengurusnya akan menindaklanjuti masukan tersebut.

“Kami menyadari bahwa masukan dari Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam sangatlah penting dan berarti bagi masyarakat Muslim yang memiliki keterbatasan, baik lansia maupun difabel. Insyaallah, Masjid Baitur Rahim yang saat ini dalam proses pembangunan mulai dicanangkan untuk menjadi masjid ramah lansia dan difabel,” ujar Gus Said –demikian panggilannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nurul Falah Al-Ghozali, Ust. M. Nur Khotibul Umam, M.H. menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam. Menurutnya, wakaf kursi sholat menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian di masjid-masjid.

“Tentu kami sangat bersyukur dengan adanya wakaf kursi sholat ini, mengingat selama ini Masjid Baitur Rahim belum menyediakan kursi sholat. Terima kasih khususnya kepada para donatur. Semoga menjadi amal jariyah,” ucapnya yang juga aktif sebagai dosen di IAI Miftahul Ulum Lumajang.

Reporter : Ravi Maulana, S.T

Editor :  Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Awal Tahun 2025, Yayasan Al-Mashduqiah Kraksaan Probolinggo Bencmarking ke Lembaga Wakaf Darul Hikam

Media Center- Yayasan Al Mashduqiah Kraksaan Probolinggo yang dipimpin oleh Dr. KH. Mukhlisin Sa’ad, M.A. melakukan benchmarking ke Lembaga Wakaf Darul Hikam pada Rabu, 22 Januari 2025.

Bertempat di Kantor Lembaga Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC.,  (Direktur), M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC (Nadzir Wakaf), Wildan Rofikil Anwar, MH (Divisi Fundrising dan SDM), Ravi Maulana (Staf Keuangan) dan Muthiurrahman (Divisi Medsos dan Digital Marketing).  Sementara peserta studi banding dari Yayasan Al Mashduqiah adalah Ust Atiqurrahman (Nadzir), Ust Abdul Ghafur (Nadzir), M.Ilyasa (IT) dan Defly Okta H (IT).

Dalam sambutannya, Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam,  Prof. Haris menyampaikan bahwa lembaga wakaf di Jawa Timur itu tidak banyak. Lembaga Wakaf Darul Hikam termasuk yang pertama.

“Tidak banyak lembaga wakaf di Jawa Timur. Kami merupakan salah satu lembaga wakaf yang pertama di Jember dan Jawa Timur. Kami ikut pelatihan nadzir di Jakarta dan 2024 sudah dapat izin SK tepatnya tanggal 24 Januari 2024. Alhamdulilah, lembaga kami sudah berjalan baik. Terbukti kita sudah punya donasi 417 juta (tahun 2024), dan mendapat wakaf tanah 1.861 m² di Bangkalan, Madura.” ujar Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Dalam satu tahun berdirinya lembaga wakaf, lanjut Prof. Haris, Darul Hikam ini akan terus belajar tentang managemen wakaf dalam menopang kesejahteraan ummat.

“Satu tahun sudah berdirinya lembaga wakaf ini. Kami akan terus belajar dan menebar banyak manfaat ke penjuru masyarakat yang ada di Indonesia, bahkan dunia” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara tersebut.

Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur itu menyebut bahwa  Lembaga Wakaf Darul Hikam tidak hanya berfokus pada program wakaf saja melainkan juga pada program zakat dengan me-launching website zakat pada 17 Januari 2024 lalu.

“Bukti keseriusan kita dalam mengelola lembaga ini adalah juga dibuktikan dengan me-launching website www.zakatdarulhikam.org pada saat PublicExpose Wakaf 2024 pada bulan Januari 2025. Ini dilakukan  untuk membesarkan lembaga demi mensejahterakan masyarakat yang lebih luas,” jelas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Nadzir Yayasan Al Mashduqiah, Ustadz Atiqur Rahman menyampaikan sambutan mewakili kunjungan studi banding ke Lembaga Wakaf Darul Hikam.

“Sebagai lembaga baru, kita perlu banyak belajar ilmu dan pengalaman bagi lembaga yang sudah lebih dulu berdiri. Sehingga kami memilih lembaga wakaf Darul Hikam. Terimakasih telah mengizinkan kami untuk belajar dan sharing dalam peningkatan mutu kompetensi lembaga wakaf kami,” ungkapnya.

Dalam acara itu, Nadzir Lembaga Wakaf Darul Hikam, Ustadz Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., menyampaikan bahwa program di Lembaga Wakaf Darul Hikam tertuju pada beberapa aspek kesejahteraan masyarakat.

“Program kami di Lembaga Wakaf Darul Hikam berfokus pada aspek kesejahteraan masyarakat yang meliputi, wakaf tanah pesantren, wakaf pendidikan integrasi, wakaf kursi sholat, infaq buka puasa bersama santri dan zakat mal. Kami terus belajar dan memberikan manfaat yang lebih banyak,” tutur Ust. M. Irwan Zamroni yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Acara dilanjutkan dengan sharing session, diskusi dan tanya jawab terkait pendaftaran e Nadzir, program-program lembaga wakaf, website, rencana kerja, wakaf uang, strategi fundraising beserta penyalurannya.

Reporter : Ravi Maulana

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Public Expose 2024, LW Darul Hikam Peroleh Wakaf Uang 417 Juta dan Tanah 1861 Meter Persegi

Media Center Darul Hikam – Lembaga Wakaf Darul Hikam untuk pertama kalinya menggelar Public Expose Pencapaian Kinerja Tahun 2024 pada Jumat, 17 Januari 2025 di Cafe Rollas Jember dengan mengundang sejumlah awak jurnalis media massa, media online dan tokoh masyarakat.

Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC,  menyampaikan bahwa kegiatan tersebut digelar dalam rangka Harlah ke-1 Lembaga Wakaf Darul Hikam yang jatuh pada 24 Januari.

“Kami baru satu tahun berdiri terhitung sejak dikeluarkannya SK Nazhir Wakaf dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) tahun lalu, hari ini kami mengadakan Public Expose sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kami khususnya pada para donatur dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Haris menjelaskan, Lembaga Wakaf Darul Hikam yang berada di Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 8 Mangli Kaliwates Jember tersebut, di tahun 2024 berhasil menghimpun dana wakaf uang sebesar Rp 417,12 juta dan Tanah 1.861 Meter Persegi yang berada di Galis, Bangkalan.

Adapun rincian perolehan wakaf uang tersebut, meliputi Wakaf Tanah Pesantren Rp 350,3 Juta, Infaq Buka Bersama Rp 15,5 Juta, Qurban Rp 12 Juta, Infaq Pengembangan Lembaga Rp 11,8 Juta, Infaq Dakwah Islam Rp 11,6 Juta, Wakaf Kursi Sholat Difabel Rp 5,1 Juta, Zakat Mal Rp 5 Juta, dan Infaq Anak Yatim Rp 4,4 Juta.

“Selebihnya terkumpul di sejumlah program dengan perolehan masing-masing di bawah 1 persen dari total dana yang terhimpun, seperti Wakaf Pembangunan Ponpes, Sumur, Infaq Palestina, Infaq Kesejahteraan Guru Ngaji, Wakaf Sawah, dan lainnya,” imbuhnya.

Prof Haris menambahkan, dari dana yang terhimpun telah berhasil disalurkan sebesar Rp 360,31 juta (86,3 persen). Rinciannya, untuk Wakaf Tanah Pesantren Tahap 1, Rp 300 Juta, Qurban Rp 12 Juta, Pengembangan Lembaga Wakaf Rp 11,8 Juta, Dakwah Ke Belanda Dan Hongkong Rp 11,6 Juta, Buka Bersama Santri Rp 10,3 Juta, Wakaf Kursi Sholat Difabel Rp 5,1 Juta, Zakat Rp 5 Juta, Dan Santunan Anak Yatim Rp 4,4 Juta.

“Kurang lebih sekitar 3.025 jiwa penerima manfaat yang mencakup para santri, anak yatim, kaum miskin dan dhuafa, para jamaah masjid dan lansia, kaum muslimin sekitar dan luar negeri. Saat ini masih terdapat sejumlah yang belum terserap dari beberapa program sebesar Rp 56,8 Juta,” jelas Prof Haris yang Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H juga menjelaskan, di tahun 2024 pihaknya berhasil melakukan capaian krusial, seperti diraihnya sertifikat Nazhir Wakaf untuk Nazhir dan Lembaga Wakaf Darul Hikam oleh BWI, mendapat ijin UPZ dari Baznas Jember, Penyaluran Wakaf Uang sebesar 300 Juta untuk tanah pesantren, serah terima wakaf tanah di Galis, Bangkalan, hingga Kerjasama Internasional.

“Karenanya ke depan kami juga mulai menyiapkan sejumlah program inovatif yang akan kami tawarkan kepada para calon donatur, khususnya melalui Lembaga Zakat Darul Hikam,” ujar Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Ia menambahkan, tujuan dari dibentuknya UPZ Darul Hikam tersebut karena tingginya permintaan masyarakat agar Darul Hikam bisa memperluas manfaatnya untuk umat.

“Program yang telah kami siapkan misalnya, Program Senyum Tukang Becak, Pemulung Berdaya, Janda Miskin Bahagia, Green Mosque, UMKM Unggul, Baju Lebaran Yatim, Muallaf Mengaji dan sebagainnya,”

Pada kesempatan ini pula, Lembaga Wakaf Darul Hikam melaunching website Lembaga Zakat Darul Hikam www.zakatdarulhikam.org yang nantinya akan fokus pada pengelolaan dana zakat. Kegiatan berlangsung meriah dan khidmah yang juga dihadiri oleh para staf lembaga wakaf Mas Wildan, Mas Ravi, Mas Muthi.

Reporter : Ravi Maulana, S.T

Editor : Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Peningkatan Kualitas, Lembaga Wakaf Darul Hikam Undang Wakil Direktur LAZISNU PBNU

Jember, 12 Desember 2024

Meski telah banyak menorehkan prestasi di tahun ini, Lembaga Wakaf Darul Hikam tidak pernah berpuas diri. Termasuk dengan ilmu-ilmu yang diperoleh dari berbagai lembaga filantropi yang besar seperti Dompet Dluafa Republika dan Yayasan Dana Sosial al-Falah.

Kini, Lembaga Wakaf Darul Hikam mengundang Wakil Direktur Bidang Fundraising, Humas dan IT NU Care-LAZISNU PBNU,  Anik Rifqof, pada Kamis, 12 Desember 2024 jam 10.00 sd 11.30.

Acara dihadiri seluruh Pegawai Lembaga Wakaf Darul Hikam dan juga Lembaga Amil Zakat AZKA Al Baitul Amin Jember. Acara ini dikemas dalam Diskusi “Strategi Penghimpunan dan Kemitraan ZISWAF”.

Prof. KH. M. Noor Harisudin dalam sambutannya mengatakan pentingnya terus update ilmu dan praktik filantropi

“Sebagai lembaga wakaf, kita harus berkembang. Perolehan kita sudah banyak. Namun, kita masih belum apa-apa disbanding mereka yang telah lebih dulu berkonstribusi untuk Indonesia. Seperti Lazisnu PBNU,” ujar Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr.  HM. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC.

Anik Rifqoh, Wakil Direktur Lazisnu PBNU mengapresiasi lembaga filantropi seperti Darul Hikam dengan berbagai program inovatifnya.

“Ini programnya keren dan inovatif. Juga belum dilakukan oleh banyak lembaga filantropi. Saya kira, tinggal bagaimana mengembangkan ke depan”, ujar Anik Rifqoh yang pengalaman di berbagai lembaga filantropi.

Anik Rifqoh menyampaikan data-data menarik. Misalnya bahwa di era digital, anak-anak muda lebih senang berwakaf. Berdasarkan data Forum Wakaf Produktif, jumlah orang yang wakaf adalah 48 % orang berusia 24 sampai  35 tahun, 35 persen umur 35-55 tahun, dan 11 persen berusia 55 tahun.

“Indonesia hingga saat ini adalah negara paling dermawan dunia. Jika melihat data Forum Wakaf Produktif, maka sesungguhnya masih banyak peluang besar untuk pengembangan wakaf ke depan”, ujarnya.

Baik wakaf maupun zakat, lanjut Anik, dalam manajemennya sesungguhnya tidak jauh beda.

“Kini untuk memperkuat zakat maupun wakaf, ada nadzir dan amil zakat yang harus tersertifikasi oleh BNSP. Makanya, lembaga wakaf harus punya ini sehingga menambah trust pada lembaga filantropi kita,” tukas Wakil Direktur Bidang Fundraising, Humas dan IT NU Care-LAZISNU PBNU.

Dalam hal fundrising, Anik Rifqoh menekankan pentingnya inovasi program lembaga. Selain itu, harus dibangun trust dengan banyak hal. Misalnya legalitas lembaga dengan telah mendapat mendapat SK dari Badan Wakaf Indonesia dan Baznas.

“Selain itu, tentu program dijalankan dengan amanah, transparan dan profesional, menjadikan lembaga kita akan selalu dilihat oleh masyarakat luas dan tentunya berdampak pada masyarakat luar,” tuturnya.  

Di akhir, Anik Rifqoh memberi masukan agar dibedakan manajemen dan website wakaf dengan zakat. “Ke depan, saya kira, harus dibedakan antara zakat dan wakaf. Insyaallah, akan berkembang dengan pesat Lembaga Wakaf Darul Hikam”, ujarnya.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Wujudkan Masjid Ramah Lansia dan Difabel, Lembaga Wakaf Darul Hikam Kembali Serahkan Wakaf Kursi Sholat

Media Center Darul Hikam – Komitmen Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia untuk menciptakan masjid ramah lansia dan difabel bukanlah sekedar wacana. Melalui program wakaf kursi sholat, lembaga filantropi ini kembali menyerahkan kursi sholat di Masjid Darus Salam Sukorejo, Bangsalsari, Jember pada Senin Malam, 25 November 2024 jam 19.00-20.00 WIB.  Kursi sholat yang berjumlah 10 kursi tersebut merupakan hasil fundraising dari sejumlah donatur dari berbagai kalangan yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Sebulan sebelumnya, Lembaga Wakaf  Darul Hikam menyerahkan kursi sholat di sebuah masjid di Kabupaten Bondowoso.

Hadir pada kesempatan tersebut dari Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA., CWC (Direktur). M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. (Nadzir) dan  Rico Aldy Munafan, S.H., M.H. (Staf), dan Muhammad Alif Syaihoni, S.H. (Staf).  Sementara, dari pihak masjid, hadir KH. Misbahus Salam, M.Pd.I (Ketua Takmir), dan segenap jajaran takmir masjid. Selain itu, hadir para jamaah lansia yang berjumlah puluhan orang tersebut.

Di hadapan jamaah Masjid Darus Salam, Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA., CWC. menyampaikan bahwa wakaf dapat menyejahterakan umat, tidak hanya dalam bentuk wakaf tanah untuk masjid pada umumnya, melainkan juga tanah untuk rumah sakit, lembaga pendidikan, hotel, apartemen dan sebagainya.

“Insyaallah dengan cara seperti itu, umat Islam tambah maju dan semakin sejahtera, tidak ada orang fakir dan miskin, semuanya berkecukupan,” ucap Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Prof Haris juga menjelaskan, bahwa kalau zakat fitrah dan zakat maal sudah jelas aturan dan ketentuannya misalnya nisab dan haul (dimiliki selama satu tahun). Sementara, kalau sedekah dan infak aturannya lebih fleksibel juga bebas mau melakukannya kapan saja dan dimana saja.

“Nah, untuk wakaf, kalau pemberiannya ada beberapa ketentuan dan bedanya pahalanya terus mengalir sampai hari kiamat. Seperti wakaf kursi di Masjid Darus Salam ini tujuannya agar pahalanya dapat mengalir sampai hari kiamat nanti,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur 2024-2029 tersebut.

Dalam wakaf, lanjut Prof Haris, masyarakat boleh berwakaf dengan batasan waktu tertentu. Misalnya kita wakaf tanah dalam jangka waktu 5 tahun, setelah lima tahun, tanahnya bisa diambil lagi. Ini yang dikenal dengan istilah mu’aqqat sebagaiman disebut dalam UU No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf.

“Mari semuanya bapak ibu selain berzakat, bersedekah, berinfak, juga bisa berwakaf baik untuk Masjid Darus Salam ataupun untuk lainnya yang ditujukan kesejahteraan umat,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Ketua Takmir Masjid Darus Salam, K.H. M. Misbahus Salam, M.Pd.I mengucapkan terima kasih atas bantuan kursi sholat yang diberikan kepada jamaah lansia dan difabel di Masjid Darus Salam, sehingga para jamaah dapat sholat dengan nyaman.

Insyaallah para jamaah yang memiliki uzur karena sepuh, sakit atau difabel nantinya tetap dapat melaksanakan ibadah fardu dan sunah di masjid ini dengan nyaman,” ujar KH Misbah yang juga pengurus LAZISNU Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Salah satu jamaah yang hadir pada acara penyerahan tersebut, Hj. Ike Nurjannah mengungkapkan rasa syukur yang mendalam dengan adanya wakaf kursi sholat tersebut.

“Terima kasih kepada Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia yang telah memilih masjid di tempat kami untuk mendapatkan wakaf kursi sholat. Tidak lupa kepada para donatur wakaf kursi sholat ini, semoga bermanfaat dan barokah di dunia dan akhirat,” tuturnya.

Kebutuhan Masjid Darus Salam terhadap kursi sholat betul-betul dirasakan oleh para jamaah yang membutuhkannya, khususnya para jamaah lansia. Hal ini tergambarkan dengan  langsung digunakannya kursi sholat tersebut untuk sholat jamaah Isya setelah acara penyerahan wakaf kursi tersebut.

Reporter : Agift Akhmal Maulana

Editor : Lum`atul Muniroh

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Dipercaya Masyarakat, Lembaga Wakaf Darul Hikam Terima Tanah Wakaf untuk Anak Yatim di Bangkalan Madura

Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia terus mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak untuk mengelola harta wakaf dari umat. Kali ini, Lembaga Wakaf Darul Hikam menerima wakaf tanah seluas 1.861 M2 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Wakaf ini diperuntukkan menjadi lembaga pendidikan atau lembaga sosial khususnya anak yatim.

Acara penyerahan wakaf tanah berlangsung di KUA Galis dengan dihadiri langsung Ibu Chalijah  (Wakif), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.H., M.Fil.I., CLA., CWC (Direktur Wakaf Darul Hikam), Ibu Nyai Hj, Robiatul Adawiyah, S.H., M.H (Bendahara Darul Hikam), Ustad Subaidi, MHI (Kepala KUA Galis),  Ustad Kholilur Rohman, Lc (Staf KUA Galis),  Fifi Januar (putri Bu Chalijah), R Hendra Kusuma, S.Psi (keluarga Bu Chalijah) dan sejumlah tokoh masyarakat yang lain. Acara serah terima wakaf diselenggarakan di lokasi wakaf, Desa Lengkok Galis Bangkalan, pada 12 November 2024 jam 10.00 sd 12.00 WIB.

Nazhir Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof Haris mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kepercayaan wakif kepada Darul Hikam.

“Sebagai lembaga wakaf yang telah mendapat ijin resmi dari Badan Wakaf Indonesia awal tahun 2024, tentu demikian ini menjadi prestasi tersendiri karena telah mendapatkan kepercayaan untuk mengelola tanah wakaf yang akan digunakan untuk pendidikan, pesantren atau panti asuhan anak yatim,”  ungkap Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Kendatipun demikian, lanjut Prof. Haris, keberadaan tanah wakaf ini merupakan amanah yang berat yang harus diwujudkan.

“Ini bukan berarti Lembaga Wakaf Darul Hikam bersuka cita mendapatkan tanah begitu saja, melainkan kami harus mengelola aset ini sebaik mungkin yang nantinya diperuntukkan kepada anak yatim,” jelas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Senada dengan Prof. Haris, Kepala KUA Galis, Ustadz Subaidi, MHI juga menjelaskan bahwa tanah wakaf ini bukan sekedar mendapatkan tanah, melainkan juga amanah yang harus dikelola dengan sebaik mungkin.

“Peruntukan wakaf tanah yang digunakan untuk anak yatim di kecamatan ini, insyaallah sangat tepat, karena di daerah ini masih belum ada lembaga pesantren atau panti asuhan untuk anak yatim,” ujarnya.

Sementara Ibu Chalijah, wakif tanah tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia yang telah membantu mewujudkan mimpinya berupa mewakafkan tanah untuk anak yatim sejak tiga tahun yang lalu.

“Keinginan kami untuk mewakafkan tanah yang diperuntukkan anak yatim adalah mimpi kami tiga tahun yang lalu. Alhamdulillah sekarang akhirnya sudah terwujud,” ujarnya.

Ibu Chalijah juga menjelaskan, keputusan untuk mewakafkan tanah ini merupakan bentuk pengabdiannya kepada umat dan mendapat ridlo Allah Swt.

“Semoga wakaf tanah ini dapat digunakan untuk kepentingan anak yatim, terutama dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan lebih maju. Ini adalah bagian dari amanah untuk mewariskan kebaikan kepada generasi mendatang,” ujar ibu Chalijah yang tinggal di Malang tersebut.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Lembaga Wakaf Darul Hikam Dukung Masjid Ramah Lansia dan Difabel melalui Wakaf Kursi Sholat

Media Center Darul Hikam – Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia yang mengunjungi Masjid KH Hasyim Asyari, Bondowoso. Acara kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan Wakaf Kursi Sholat untuk Jamaah Masjid Lansia dan Difabel.

Para pengurus Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia yang terdiri dari Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, M. Irwan Zamroni Ali., S.H., M.H., CWC., Rico Aldy Munafan, S.H. dan Moh Alif Syaihoni, disambut langsung oleh Ketua Takmir Masjid KH Hasyim Asyari, Dr. KH. Mas`ud Ali, M.H.I bersama Sekretarisnya, Bapak Mukid, pada Senin, 21 Oktober 2024.

Diketahui, Wakaf Kursi Sholat untuk Jamaah Masjid Lansia dan Difabel berjumlah 10 kursi yang diperoleh dari hasil fundrising selama kurang lebih 1 minggu sejak diluncurkan. Penyerahan dilaksanakan setelah sholat jamaah ashar yang dihadiri oleh ratusan jamaah.

Prof Haris yang juga Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam berharap dengan adanya Wakaf Kursi Sholat, Masjid KH Hasyim Asyari tambah berkah dan makmur, serta lebih ramah lansia dan difabel.

“Kalau hari ini kami masih hadir di Masjid KH Hasyim Asyari Bondowoso, semoga dengan bertambahnya para donatur di Lembaga Wakaf Darul Hikam, kami bisa menyalurkannya ke sejumlah daerah, di jawa atau luar jawa, dan semakin luas manfaatnya,” ujar Prof Haris di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan itu Prof Haris juga menjelaskan, banyak umat fokus melaksanakan sedekah dan zakat, padahal terdapat amal yang juga tidak kalah penting, yaitu wakaf, di mana pahalanya tetap abadi selama hartanya masih bermanfaat.

“Misalnya kita sedekah uang seratus ribu, maka pahalanya akan habis ketika uang tersebut sudah terpakai. Kalau uang seratus ribu kita wakafkan dalam bentuk kursi sholat, maka pahalanya akan terus mengalir selama masih dipakai,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Karena itu, lanjut Prof. Haris, kami mengajak para jamaah Masjid KH Hasyim Asyari untuk berlomba-lomba berwakaf, tanpa meninggalkan amalan sedekah dan zakat, khususnya untuk Masjid KH Hasyim Asyari.

“Bisa digunakan untuk perluasan tanah, pembangunan dan semacamnya. Apalagi berwakaf sekarang sudah lebih mudah dibolehkannya berwakaf dengan dibatasi oleh waktu tertentu atau disebut mu’aqqat,” tambah Prof Haris Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Ketua Takmir Masjid KH Hasyim Asyari, Dr. KH. Mas`ud Ali, M.H.I. mengaku sangat bersyukur dengan datangnya wakaf kursi untuk jamaah masjid lansia dan difabel. Menurutnya, kursi lipat tersebut sangat meringankan bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk melaksanakan sholat lima waktu.

“Saya sangat berterima kasih kepada Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia, khususnya para donatur yang juga ikut memikirkan para jamaah yang ada di Bondowoso,” tutur Dr. KH. Mas`ud Ali.

Dari sini, lanjut Dr. KH. Mas`ud Ali, berharap agar Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia dapat semakin luas manfaatnya, tidak hanya masjid yang ada di Bondowoso melainkan juga di kota-kota besar lainnya, sehingga bisa terlayani dan terbantu.

“Mudah-mudahan Lembaga Wakaf Darul Hikam Indonesia ini terus dipercaya oleh masyarakat luas, sehingga dapat berkontribusi untuk kepada para jamaah, baik berupa wakaf kursi, atau bentuk lainnya. Semoga Allah membalas kebaikan bapak-ibu semuanya,” pungkasnya.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : Agift Akmal Maulana

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Menjadi Nara Sumber di UiTM Malaysia, Prof. Haris Serukan Inovasi Wakaf Global

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka pengembangan wakaf, Indonesia telah memiliki sejumlah regulasi khusus yang mengatur tentang wakaf seperti Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Peraturan Badan Wakaf Indonesia dan sebagainya.

Demikian disampaikan oleh Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. dalam Forum Antarbangsa Wakaf Pendidikan Tinggi  Malaysia-Indonesia bertajuk “Peranan Wakaf dalam Memperkasa Institusi Pendidikan Tinggi: Perspektif Malaysia & Indonesia” pada Kamis, 10 Oktober 2024 di Studio TV, Fakulti Komunikasi dan Pengajian Media, UiTM CNS Kampus Rembau Negeri Sembilan Malaysia.

Regulasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah untuk mempermudah praktik wakaf di Indonesia. Misalnya kebolehan wakif berwakaf dengan dibatasi oleh waktu tertentu atau disebut mu’aqqat, kebolehan wakaf uang, sehingga orang mudah tidak harus berwakaf dengan dana yang besar.

“Berdasarkan UU No. 41 tahun 2004, wakif boleh berwakaf sawah atau tanah dengan rentang waktu tertentu, sehingga nanti bisa diambil lagi jika sudah jatuh tempo. Wakif juga tidak perlu berwakaf dengan barang atau dana yang besar, seperti sawah, masjid dan sebagainya, namun wakif bisa mulai dengan barang yang sederhana atau uang,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Dalam UU. Wakaf di Indonesia, Nazhir memiliki posisi yang sangat penting, bahkan menjadi rukun wakaf.

“Nazhir inilah nanti yang akan mengelola dana wakaf. Demikian sejumlah regulasi yang diatur di negeri kami, Indonesia,” tambah Prof Haris Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Ia berharap agar wakaf produktif di Indonesia semakin berkembang, sehingga dapat membantu pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, termasuk pemberdayaan ekonomi umat, dan sebagainya.

“Saya kira perguruan tinggi bisa syiar wakaf, meneliti tentang inovasi dan bisnis-bisnis apa yang memiliki potensi untuk pengembangan wakaf produktif,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur.  

Sebelumnya, dalam sambutannya, Prof. Madya Dr. Siti Sara Ibrahim, Timbalan Rektor III UiTM Cawangan Negeri Sembilan pada saat membuka acara sebelumnya menyampaikan, kegiatan ini akan memberi impact pengayaan kajian wakaf dari dua negara, Indonesia dan Malaysia.

“Indonesia dengan mayoritas muslim, tentu ada hal yang tidak dimiliki Malaysia dan begitu sebaliknya, karenanya kegiatan ini sangat penting dan sangat bermanfaat sekali”, tutur Siti Sara.

Nara sumber pertama, Dr. Mohd Asyran Safwan Kamaruzaman (UiTM CNS, Malaysia) menjelaskan, dalam sejarahnya, wakaf telah memiliki peranan penting dalam keberlangsungan institusi pendidikan, sebagaimana terjadi pada Kampus Al Azhar Kairo, Mesir.

Di era 80-90 an, biaya pendidikan di Kampus Al Azhar Kairo, Mesir sangatlah kecil, para mahasiswa hanya cukup menyiapkan untuk biaya hidup saja, biaya pendidikan boleh sekedarnya saja.

“Hal ini disebabkan kemanfaatan dari dana wakaf yang disumbangkan untuk pendidikan di Mesir sangatlah besar, sehingga pada masa itu tidak lagi membutuhkan bantuan dari kerajaan Mesir,” ujar Dr. Mohd Asyran Safwan Kamaruzaman.

Selain itu, Dr. Mohd Asyran Safwan Kamaruzaman juga menjelaskan perbedaan dan persamaan dari wakaf, zakat, infak, dan sedekah. Menurutnya, dari perspektif hukum, wakaf, infak, dan sedekah adalah hukum sunnah yang jumlah, waktu, dan penerimanya tidak ditentukan. Sebaliknya, zakat adalah hukum wajib yang jumlah, waktu, dan penerimanya sudah ditentukan.

Dari segi objek pemberian, zakat, infak, dan sedekah harus diberikan langsung kepada masyarakat yang berhak (mustahiq). Di sisi lain, harta wakaf harus dijaga, dipelihara, diabadikan, dan dikelola dengan cara yang akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat secara keseluruhan.

“Wakaf, zakat, infak, dan sedekah sama-sama merupakan pemberian (tabarru’) dengan harapan mendapatkan pahala dan ridha Allah,” tuturnya.

Rektor Institut Agama Islam Miftahul Ulum Lumajang, Indonesia, Mochammad Hisan,  S.Ps.I,. M.Sos menjelaskan, sejauh ini wakaf memiliki peran penting dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di Kabupaten Lumajang.

Hal ini disebabkan Kabupaten Lumajang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan  dikelilingi oleh kabupaten-kabupaten dengan tingkat pendapatan daerah yang lebih besar daripada Lumajang, sehingga menjadi potensi tersendiri untuk mengembangkan wakaf di kabupaten tersebut.

“Sayangnya, perhatian umat terhadap wakaf masih sangat kecil, masyarakat lebih memilih untuk berinfak atau bersedekah, karenanya literasi wakaf harus kami sosialisasikan sebagai bagian dari perguruan tinggi yang ada di Lumajang,” ujar Mochammad Hisan.

Di samping para narasumber dan Timbalan Rektor III, kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat UiTM Cawangan Negeri Sembilan diantaranya Timbalan Rektor I UiTM Cawangan Negeri Sembilan, Penolong Rektor UiTM Kampus Rembau dan para pejabat lainnya. Forum Antar Bangsa Waqaf Pendidikan Tinggi Malaysia-Indonesia ini dipandu moderator, Dr. Mohd Kamel Mat Saleh, Lecture UiTM Cawangan Negeri Sembilan Malaysia.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Perluas Manfaat, Lembaga Wakaf Darul Hikam Luncurkan Program Inovatif di Bulan Kemerdekaan RI

Lembaga Wakaf Darul Hikam yang beroperasi di Kabupaten Jember terus menunjukkan perkembangan yang signifikan, setelah kemarin menjalankan sejumlah programnya, seperti doa bersama dan santunan anak yatim, menerima kunjungan dari Yayasan Masjid Baiturrahmah Denpasar Bali, penyerahan dana wakaf ke pesantren senilai Rp 300 juta rupiah, dan kegiatan lainnya.

Kini Lembaga Wakaf Darul Hikam yang telah memiliki sertifikasi Nazhir Wakaf Uang resmi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) dengan Nomor Nazhir: 3.300428, dengan bangga mengumumkan peluncuran tiga program barunya dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Program-program tersebut adalah Wakaf Lembaga Pendidikan Terintegrasi, Wakaf Mobil Operasional, dan Wakaf Sumur.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I, CLA, CWC., saat dihubungi oleh tim redaksi di Kantor Lembaga Wakaf Darul Hikam pada Jumat, 23 Agustus 2024.

“Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia di bulan Agustus ini, Lembaga Wakaf Darul Hikam meluncurkan tiga program inovatif, yaitu Wakaf Lembaga Pendidikan Terintegrasi, Wakaf Mobil Operasional, dan Wakaf Sumur,” ujar Prof Haris.

Menurutnya, ketiga program tersebut merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan umat dan memperluas manfaat sosial.

“Program ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan penggunaan dana wakaf dalam berbagai sektor penting yang akan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat,” jelas Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember

Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan  Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. menjelaskan,  Program Wakaf Lembaga Pendidikan Terintegrasi merupakan sebuah program yang dirancang untuk memperkuat dan memperluas fasilitas pendidikan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi.

“Program ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan lembaga pendidikan yang menyatukan kurikulum akademik dengan pendidikan karakter dan keterampilan hidup, sehingga nantinya diharapkan dapat menciptakan peluang pendidikan yang lebih baik dan menyeluruh untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Irwan, Wakaf Mobil Operasional dirancang untuk mendukung mobilitas dan efisiensi operasional lembaga dan kegiatan sosial lainnya.

“Dengan adanya kendaraan operasional, diharapkan dapat mempermudah akses ke daerah-daerah yang sulit dijangkau dan memperlancar distribusi bantuan serta pelaksanaan berbagai program sosial. Kendaraan ini juga akan digunakan untuk kegiatan pengumpulan dana, penyuluhan, dan kegiatan lainnya yang mendukung tujuan sosial Lembaga Wakaf Darul Hikam,” ucap Irwan.

Begitu juga dengan Wakaf Sumur, menurut Irwan, program tersebut dirancang untuk mendirikan sumur-sumur baru di daerah-daerah yang mengalami kekurangan air bersih.

“Krisis air bersih masih menjadi tantangan besar bagi banyak komunitas, terutama di daerah-daerah terpencil. Dengan wakaf sumur ini, kami berharap dapat memberikan solusi jangka panjang yang akan membawa perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Lembaga Wakaf Darul Hikam mengundang seluruh elemen masyarakat, baik individu maupun perusahaan, untuk berpartisipasi dalam mendukung ketiga program ini melalui donasi. Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program-program ini.

“Program-program ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan dampak sosial dan pendidikan yang kami berikan kepada masyarakat, kami percaya bahwa dengan dukungan dari semua pihak, kita dapat bersama-sama menciptakan perubahan positif yang signifikan,” tambah Irwan.

Donasi dapat disalurkan melalui transfer ke Nomor Rekening BSI 4467764444 an Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam atau ke Nomor Rekening Bank Jatim 0032804357 an YPI Darul Hikam MKJ. Adapun konfirmasi donasi bisa menghubungi No. WhatsApp 081455045941. Informasi lebih lanjut bisa mengunjungi situs web resmi Lembaga Wakaf Darul Hikam www.wakafdarulhikam.org.

Kontributor : Rico Aldy Munafan

Editor : Akhmal Duta Bagaskara

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Mendapat Trust Umat, Lembaga Wakaf Darul Hikam Salurkan Tiga Ratus Juta Untuk Tanah Pesantren

Media Center Darul Hikam – Nazhir Lembaga Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC menyerahkan wakaf berupa uang sejumlah Rp. 300.000.000 kepada Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I. CLA, CWC.

Wakaf diserahkan secara simbolik yang disaksikan oleh Muhammad Yusuf dan Herdian Aries di Kantor Lembaga Wakaf Darul Hikam yang beralamat di Perum Pesona Surya Milenia C7 No 8 Mangli Kaliwates Jember pada Kamis pagi, 15 Agustus 2024

“Dana ini diperoleh dari para donatur yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri, baik dari kalangan para akademisi, politisi, praktisi dan segmen lainnya,” tutur Irwan yang juga dosen di UIN KHAS Jember.

Irwan menjelaskan, penyerahan dana wakaf tersebut merupakan penyerahan tahap pertama yang diperuntukkan untuk Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan.

“Dana wakaf yang kami terima dari wakif (orang/pihak yang berwakaf), tentu kami distribusikan sesuai dengan peruntukannya. Nah, untuk dana ini memang wakif mengalokasikannya untuk Wakaf Pembelian Tanah Pesantren dan Lembaga Pendidikan,” jelasnya lagi.

Ada banyak program wakaf yang ada di Darul Hikam, lanjut Irwan, para donatur bisa memilih program wakaf yang lain, seperti Wakaf Pengadaan Sawah Produktif dan Wakaf Pembangunan Pesantren dan Lembaga Pendidikan.

“Sebentar lagi kami akan meluncurkan program wakaf yang baru, yaitu wakaf sumur, wakaf mobil operasional, dan wakaf lembaga pendidikan terintegrasi. Di luar itu, kita juga ada program infak dan zakat, masyarakat bisa langsung akses di website resmi www.wakafdarulhikam.org ,” ucap Irwan.

Lebih dari itu, menurut Irwan, donasi wakaf sejumlah 300 juta rupiah itu telah menunjukkan betapa besar trust masyarakat kepada Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Sementara itu, Prof. Haris mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pengelola Lembaga Wakaf Darul Hikam dan para donatur yang telah berbagi rezeki untuk wakaf.

“Kami doakan yang terbaik untuk para donatur. Semoga diberikan kelimpahan rezeki, kesehatan dan keberkahan hidup,” ujar Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ke depan Prof Haris berharap agar donasi ini terus berlangsung untuk wakaf, sehingga semua tahapan demi tahapan dapat terpenuhi dengan lancar agar dapat membantu secara penuh pengadaan tanah dan pesantren.

“Insyaallah dengan berwakaf, pahala yang diterima tidak akan pernah putus selama harta yang diwakafkan tersebut masih terus memberikan manfaat untuk umat,” pungkas Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Provinsi Jawa Timur.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : Akhmal Duta Bagaskara

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Belajar Pengelolaan Wakaf, Yayasan Masjid Denpasar Bali Kunjungi Lembaga Wakaf Darul Hikam

Media Center Darul Hikam – Satu hari setelah menggelar acara santunan anak yatim, Lembaga Wakaf Darul Hikam langsung kedatangan tamu istimewa dari Yayasan Masjid Baiturrahmah Denpasar Bali pada Senin, 05 Agustus 2024.

Sebagaimana diketahui, Masjid Baiturrahmah merupakan salah satu masjid dengan jamaah Islam terbanyak di Bali. Kunjungannya ke Lembaga Wakaf Darul Hikam, tentu dalam rangka studi banding manajemen pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Sekretaris Yayasan Masjid Baiturrahmah Denpasar, Ust. Nur Wahyudi bersama anggotanya Alfiyan Syaifullah, S.Pd, diterima langsung oleh Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC bersama pengurusnya Ust M. Irwan Zamroni, MH, CWC dan Rico Aldi Munafan, SH.

Dalam momen tersebut, Prof. Kiai Haris menjelaskan bahwa Lembaga Wakaf Darul Hikam telah mendapatkan SK resmi Badan Wakaf Indonesia sejak 24 Januari tahun 2024. Dana yang dihimpun saat ini tengah mendekati angkat 400 juta rupiah dari seluruh program yang ada, mulai dari wakaf, infak dan zakat.

“Kami di sini sudah resmi menjadi Nazhir wakaf yang ditandatangani langsung oleh Badan Wakaf Indonesia di Jakarta. Kegiatan yang kami lakukan tentu sudah cukup banyak, mulai dari wakaf pembelian tanah pesantren, santunan anak yatim, dakwah Islam di luar negeri, penyembelihan hewan kurban dan masih banyak lainnya,” jelas Prof. KH. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof. Kiai Haris juga menuturkan jika pihaknya sangat terbuka kepada siapapun untuk belajar wakaf demi kepentingan umat.

“Silahkan Ustadz Wahyudi bisa belajar di lembaga wakaf kami untuk dapat disesuaikan dengan kebutuhan umat Islam di Bali. Karena wakaf memiliki potensi yang sangat besar untuk kesejahteraan umat, namun masih kurang dimaksimalkan di sejumlah daerah. Apalagi Masjid Baiturrahmah adalah masjid terbesar di Bali,” tambah Prof. Kiai Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Berkaitan dengan hal itu, Sekretaris Yayasan Masjid Baiturrahmah Denpasar, Ustadz Nur Wahyudi, menuturkan bahwa lembaganya akan terus menjalin komunikasi lebih lanjut dengan Lembaga Wakaf Darul Hikam.

“Tentu kami akan segera berkoordinasi dengan para pengurus berkaitan dengan hal-hal yang bisa dapat segera kita tindak lanjuti di Masjid Baiturrahmah Denpasar, Bali,” ujar Ustadz Wahyudi yang juga Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Bali.

Ustadz Wahyudi memiliki cita-cita untuk membentuk lembaga wakaf yang dapat beroperasi di Provinsi Bali. Terlebih, Provinsi Bali juga memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan wakaf ummat.

“Saya harap kerjasama ini terus berlanjut agar kami bisa banyak belajar ke Lembaga Wakaf Darul Hikam,” tambahnya penuh semangat.

Kontributor : M. Irwan Zamroni Ali
Editor : Rico Aldy Munfan

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Santuni Puluhan Anak Yatim, Ini Harapan Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam

Media Center Darul Hikam  – Lembaga Wakaf Darul Hikam menggelar acara Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim dalam rangka memperingati Bulan Muharam 1446 H. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan anak yatim ini berlangsung pada Sabtu, 3 Agustus 2024, di Pondok Pesantren Putra Darul Hikam Ajung, Jember.

Acara ini merupakan wujud kepedulian Lembaga Wakaf Darul Hikam terhadap anak-anak yatim. Bulan Muharam memang dikenal oleh umat Islam sebagai bulan yang istimewa bagi anak yatim, di mana banyak pihak berlomba-lomba untuk memberikan santunan dan kebahagiaan untuk mereka.

Dalam sambutannya, Panitia Pelaksana, Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang telah berpartisipasi dalam acara ini.

“Pertama, saya mewakili kepanitiaan mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur Lembaga Wakaf Darul Hikam, khususnya para donatur anak yatim. Semoga para donatur diberikan kesehatan dan dimudahkan segala hajatnya,” ucap Irwan yang juga Nazhir Wakaf Darul Hikam.

Ia juga menambahkan bahwa Lembaga Wakaf Darul Hikam yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam juga memiliki pesantren yang beroperasi sejak tahun 2015.

“Pesantren kami berlokasi di tiga tempat, yaitu Pondok Pusat Putri di Perum Pesona Surya Milenia, Pondok Cabang Putri di barat kampus UIN KHAS Jember, dan Pondok Cabang Putra di Ajung, Jember,” jelasnya.

Perdetik ini, lanjut Irwan, Lembaga Wakaf Darul Hikam telah mengumpulkan donasi 378 juta lebih dari seluruh program yang ada, mulai dari program wakaf, infak, zakat dan kurban.

“Tentu capaian tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan cita dan harapan kami ke depan, yaitu memberikan manfaat yang seluas-luasnya dan sebesar-besarnya kepada umat,” ucap Irwan yang juga dosen UIN KHAS Jember.

Direktur Lembaga Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari program tahunan lembaga untuk memberikan santunan kepada anak yatim, terutama di bulan Muharam.

“Secara khusus, bulan Muharam memang merupakan bulan anak yatim. Oleh karena itu, kami membuat agenda berupa santunan untuk anak yatim. Namun, tidak menutup kemungkinan santunan anak yatim juga diberikan pada bulan selain Muharam,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Dalam hal inovasi, Prof Haris mengatakan bahwa dalam memberikan santunan juga menjadi perhatian Lembaga Wakaf Darul Hikam. Tidak hanya berupa uang, santunan juga dikemas dalam bentuk kegiatan yang memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak yatim.

“Mungkin di masa depan, anak-anak yatim ini jarang atau bahkan tidak pernah ke tempat liburan seperti tempat permainan, berenang, atau kegiatan lain yang biasanya dinikmati oleh anak-anak pada umumnya. Karena itu, kita bisa mengajak mereka ke tempat bermain, memberikan santunan di sana, dan membuat mereka bahagia,” ungkap Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Terakhir, Prof. Haris menekankan bahwa Lembaga Wakaf Darul Hikam menyadari pentingnya keterlibatan donatur dalam kegiatan sosial ini. Dengan semakin banyaknya donatur yang turut berkontribusi, dampak positif yang diberikan kepada anak-anak yatim dan keluarganya pun semakin besar.

“Ini adalah langkah awal bagi lembaga wakaf. Harapannya, ke depan semakin banyak donatur dan semakin luas jangkauannya, seperti ke Jember, Bondowoso, Lumajang, Banyuwangi, dan wilayah lainnya,” tutup Prof. Haris yang juga Direktur WOMESTER Depok.

Kontributor : Akhmal Duta Bagaskara
Editor : Rico Aldy Munfan

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Tingkatkan Mutu Lembaga, YPI Darul Hikam Kunjungi YDSF Surabaya

Media Center Darul Hikam – Hajat besar Lembaga Wakaf Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Jember untuk mengembangkan lembaga wakaf, bukanlah hanya sebatas angan saja. Dalam rangka menunjukkan keseriusan tersebut, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember melakukan studi banding ke Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya, pada Selasa, 15 Mei 2024.

Perwakilan dari Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam diwakili oleh Nadhir Wakaf YPI Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., dan Fundriser Wakaf YPI Darul Hikam, Rico Aldy Munafan, S.H. Kedatangan perwakilan dari Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam disambut hangat oleh pihak YPSF, yang dihadiri oleh Kadiv Penghimpunan YDSF Widodo AS, Kepala Divisi Pendayagunaan Imron Wahyudi, dan Khairul Anam serta sejumlah pimpinan YDSF Surabaya.

Ust. Irwan menyebut bahwa pihaknya telah banyak belajar ke YDSF Surabaya. Kesempatannya untuk berkunjung ke YDSF menjadi pengalaman baru untuk membawa Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam lebih progresif.

“Kunjungan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi kami, di mana kami mendapatkan banyak ilmu dan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan lembaga wakaf kami,” ucap Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selama kunjungan, lanjut Irwan, kami berkesempatan untuk mempelajari berbagai aspek pengelolaan lembaga wakaf, mulai dari manajemen penggalangan dana, manajemen SDM, hingga manajemen keorganisasian. Berbagai ilmu yang kami dapatkan di YDSF Surabaya akan menjadi bekal berharga bagi kami untuk memajukan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam ke arah yang lebih baik.

“Tentu kamu harus terus berbenah, mengupgrade diri dan melakukan berbagai perbaikan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam,” tambah Irwan yang juga Editor In Chief Jurnal Sakinah Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Di waktu yang sama,  Kadiv Penghimpunan YDSF Widodo AS, mengatakan untuk mendapatkan donatur tetap dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, pihaknya terus menjaga hubungan dengan para donatur melalui berbagai layanan, seperti pelatihan dan konsultasi penghitungan zakat dan wakaf secara gratis.

“Interaksi yang baik tidak hanya dilakukan dengan mengirimkan surat, tetapi juga melalui tayangan video yang dibagikan di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Kami juga menyadari pentingnya promosi lembaga,” terang Widodo.

Untuk mencari data donatur potensial, YDSF menjalin kerjasama dengan berbagai pihak melalui event-event. Dalam event tersebut, kami memanfaatkan kesempatan untuk mempromosikan lembaga dan mengumpulkan data donatur

“Kami berharap dapat terus menjaga hubungan baik dengan donatur serta meningkatkan jumlah donatur yang berpartisipasi dalam program-program YDSF,” tambahnya.

Secara terpisah Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. Mengatakan, YDSF telah berdiri kurang lebih 40 tahun lamanya untuk berkhidmat kepada umat, mereka banyak strategi, ilmu dan taktik sehingga sampai sekarang terus survive dan besar.

“Kami harus segera menerapkan ilmu-ilmu yang telah dibagikan kepada kami, secepatnya bisa menjadi strategi akselerasi bagi kami, ke depan kami ingin sebesar YDSF berskala internasional salah satu caranya dengan studi banding,” ujar Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam yang saat ini tengah menjalankan ibadah haji.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor: Lum`atul Muniro

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Belajar Wakaf, STAIM Lumajang Kunjungi Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam

Media Center Darul Hikam Setelah sekian banyak lembaga yang berkunjung ke Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, kini giliran Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Lumajang melakukan Benchmarking atau studi banding ke Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember pada hari Rabu, (03/04/2024) kemarin.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua STAIM  Lumajang, Mochammad Hisan, S.Psi., M.Sos., bersama dengan Wakil Ketua I, Farhanuddin, S.Pd., M.Pd.,I., Kaprodi Hukum Keluarga Islam, Ahmadi, S.H., MH., dan Dr. Ahmad Zarkasi, M.Pd.

Di samping itu, Ketua YPI Darul Hikam yang juga Direktur Lembaga Wakaf, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA. CWC. bersama Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC yang juga Nazhir wakaf turut membersamai dalam acara Benchmarking atau studi banding.

Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof Haris menuturkan, wakaf sebagai salah satu bentuk filantropi Islam yang dikelola dengan baik memiliki peran besar dalam mendukung pembangunan sosial, termasuk memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Keberadaan lembaga wakaf yang dikelola dengan manajemen yang baik dan modern akan menjadi suplemen yang sangat besar bagi Perguruan Tinggi untuk meningkatkan Tri Dharma di tengah-tengah masyarakat,” tutur Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Lebih lanjut, Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center menjelaskan, sebelum membentuk dan melegalkan lembaga wakaf, konsep, teknis, dan cara kerjanya harus benar-benar dimatangkan.

“Mengelola wakaf berbeda dengan mengelola zakat, infaq, maupun sedekah. Bila wakaf produktif (uang), maka diperlukan perencanaan pengelolaan agar uang wakaf bisa menghasilkan keuntungan. Dan hasil keuntungannya itu yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan gerakan-gerakan filantropi,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Di kesempatan yang sama, Ust. Irwan menjelaskan bahwa dalam kunjungan tersebut, STAIM Lumajang belajar tentang manajemen wakaf dan infak.

 “Semua berjalan dengan lancar. Kita sama-sama belajar tentang manajemen wakaf dan infak. Hal ini penting mengingat wakaf dan infak dapat membantu perekonomian umat. Manfaatnya sungguh besar dan luas,” papar Ust. Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selain itu, Ust. Irwan mengatakan dalam proses untuk mendapatkan bukti Nazhir wakaf uang yang harus mengikuti aturan di Badan Wakaf Indonesia (BWI). Mulai dari kesiapan pelaporan bulanan dan 6 bulanan, memiliki NPWP, Dokumen Rekomendasi LKSPWU, dan sebagainya. Semua itu wajib dipenuhi untuk mendapatkan bukti Nazhir wakaf uang dari BWI.

“Selain itu, yang paling penting adalah lembaga harus memiliki minimal dua Nazhir wakaf kompeten. Nazhir dinyatakan kompeten jika sudah selesai mengikuti pelatihan Nazhir wakaf dan lolos asesmen,” imbuhnya.

Ketua STAIM Lumajang, Mochammad Hisan mengungkapkan, mengelola Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) memiliki banyak keterbatasan, terutama dalam hal pendanaan yang berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baik umum maupun keagamaan

“Semoga rencana kerjasama ini akan menjadi sumbangsih positif untuk pengembangan STAIM ke depan. Tentunya kita akan terus meminta bimbingan dan arahan dari Prof. Haris,” ujar alumnus Psikologi UINSA ini.

Kunjungan STAIM Lumajang ke YPI Darul Hikam diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru dalam mengelola wakaf produktif untuk pengembangan pendidikan Islam di Jawa Timur.

Reporter: Akhmal Duta Bagaskara

Editor: M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Berbagi Kebahagiaan Ramadhan, Lembaga Wakaf Darul Hikam Inisiasi Buka Bersama Para Mahasantri

Media Center Darul Hikam – Berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan dengan mengadakan kegiatan buka bersama (Bukber) juga dilakukan oleh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember. Kegiatan Bukber selama Bulan Ramadhan tersebut, merupakan salah satu Program Infak yang ada di Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Ratusan mahasantri dari pondok cabang putra di Ajung, pondok cabang putri dan pondok pusat di Mangli, berkumpul untuk mengikuti acara tersebut.

Tidak hanya sekedar berbuka puasa, kegiatan yang sudah berlangsung sejak awal puasa, yaitu 12 Maret 2024, juga diisi dengan acara khotmil quran dan tahlil bersama, yang dipimpin langsung oleh Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H.

Menurut Nyai Robi, panggilannya, kegiatan bukber di Darul Hikam, merupakan metode mengajak para santri untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca dan khataman Al-Qur’an.

“Tujuannya adalah untuk meraih berkah Al-Qur’an, syafaat Rasulullah, keberkahan Ramadan, serta malam Lailatul Qadar. Dengan demikian, acara ini dirancang untuk mempererat hubungan spiritual dengan Allah,” ucap Nyai Robi yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Di Pesantren Darul Hikam, kegiatan khataman Al-Qur’an dilakukan secara intensif selama bulan Ramadan. Melalui acara buka bersama, para santri dan pengasuh menyatukan diri dalam kegiatan ini. Suasana istimewa tercipta karena semua santri diperlakukan sama rata.

“Bahkan, pengasuh pun ikut serta, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kuat di antara semua peserta. Saat berkumpul untuk makan bersama dan berbuka puasa, keakraban antar santri dan pengasuh terasa begitu nyata,” tambahnya.

“Di Darul Hikam, santri-santri diwajibkan untuk membaca Al-Qur’an sampai khatam dan berdoa bersama mencari ridha Allah melalui keberkahan Al-Qur’an dan syafaat Rasulullah di bulan Ramadan Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang memberi makan kepada orang yang sedang berpuasa, maka baginya pahala yang sama tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun” (HR. Tirmizi, 807. Ibnu Majah, 1746. Ibn Hibban, 8/216. Al-Bany dalam Al-Jami’, 6415),” tambahnya.

Di samping itu, Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, SH, M.Fil.I, CLA, CWC menuturkan, Program Bukber di Lembaga Wakaf merupakan program khusus di Bulan Ramdhaan 1445 H. Di dalamnya dikemas dengan khotmil quran dan tahlil bersama.

“Di program ini dikemas dalam bentuk khataman quran, tahlil, dan doa bersama untuk bangsa dan juga untuk para donatur khususnya,” ujar Prof Haris yang kini tengah berdakwah di Belanda

Kami, lanjut Prof Haris, sangat berterima kasih kepada para donatur atas infaknya, semoga amal baik ini diganti oleh Allah Swt.

“Para mahasantri jangan lupa untuk berdoa kepada para donatur dan bangsa ini, semoga bangsa ini ke depan semakin makmur, maju, dan maslahat,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Putra Darul Hikam ini.

Kegiatan bukber yang dikemas dalam bentuk khataman qur`an, tahlil dan doa bersama ini menuai respons positif dari banyak kalangan, terlebih para mahasantri yang mengikuti kegiatan ini.

Ketua Pondok Pusat, Miftahus Syifa’ mengatakan, kegiatan buka bersama ini momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan keimanan santri dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kegiatan tersebut sebagai sarana untuk memupuk rasa persaudaraan antar-santri serta mempererat hubungan antara para santri,” ucapnya.

Ketua Pondok Cabang Putri, Alifah Rahma Putri Anabila mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat rasa kebersamaan, mungkin dengan salah satu bacaan khataman bersama

“Pastinya ada kegiatan interaksi antar santri. Dan interaksi juga bisa dimulai dari saat duduk bersama pada saat buka bersama,” ungkap Alifa yang juga mahasiswa FTIK UIN KHAS Jember itu. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pondok Cabang Putra, Lutvi Hendrawan, juga mengatakan bahwa kegiatan bukber yang diinisiasi oleh Darul Hikam, sangat baik dan patut untuk diistiqomahkan.

“Tentunya hal seperti ini sangat baik dan dapat selalu diistiqomahkan agar senantiasa memberikan manfaat yang sangat luar biasa ke depannya,” tutur Lutvi yang juga mahasiswa FEBI UIN KHAS Jember itu.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Menjadi Teladan, Kini Giliran PPK Alif Lam Mim Surabaya Kunjungi Lembaga Wakaf Darul Hikam

Media Center Darul Hikam – Setelah berhasil mendapatkan Surat Tanda Bukti Pendaftaran Nazhir dengan nomor 3.3.00428, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menjadi pusat perhatian sejumlah lembaga atau yayasan untuk melakukan kunjungan dan studi banding.

Salah satunya Yayasan Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya yang berkunjung ke YPI Darul Hikam pada Minggu, 3 Maret 2024 dalam rangka studi banding lembaga wakaf di Darul Hikam.

Hadir Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA, CWC,  dan Pengasuh Pondok Pesantren Putri, Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H.  Sedangkan dari Yayasan Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya, dihadiri langsung oleh Ahmad Syarif Saputra sebagai Kepala Pesantren dan Gufron Hidayatullah sebagai Wakil Bidang al-Quran.

Ketua YPI Darul Hikam, Prof. Haris menyambut kunjungan tersebut dengan antusias. Dalam sambutannya, Prof. Haris menekankan pentingnya peran lembaga wakaf dalam mendukung sosial dan pendidikan.

“Punya lembaga wakaf itu memang misinya adalah untuk sosial artinya sosial dan itu bisa menjadi support bagi lembaga pendidikan, pesantren yang bergerak di bidang sosial,” tutur Prof. Haris yang juga Ketua Timsel KPU Jawa Timur Wilayah VII (2019-2024).

Prof. Haris juga menekankan, lembaga wakaf memiliki peran yang krusial dalam mendukung pendidikan dan sosial di masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa manajemen lembaga wakaf Darul Hikam telah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan legalitas dari Badan Wakaf Indonesia sejak 24 Januari 2024.

Prof. Haris menjelaskan, lembaga mereka terus berkembang maju dengan dukungan dari banyak pihak, termasuk beberapa pejuang wakaf di lingkungan sekitar.

“Sekarang ini sedang proses memiliki in house training dan proses memiliki website sendiri yang bisa diakses oleh seluruh orang di seluruh penjuru dunia sehingga wakaf bisa dilakukan di mana saja kapan saja,” tambah Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim, Ahmad Syarif Saputra, mengungkapkan tujuan kedatangan mereka adalah untuk belajar tentang pendirian, manajemen, dan tata kelola lembaga wakaf di pesantren.

 “Kami juga belajar langsung kepada Prof banyak hal yang berkaitan dengan pesantren, pendidikan, keislaman, dan sebagainya,” ujar Ahmad Syarif Saputra.

Tak hanya itu, PPK Alif Laam Miim berencana membuka lembaga wakaf yang bertujuan untuk kemaslahatan santri, pesantren, dan masyarakat umum. Mereka berharap bisa bekerja sama dengan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam untuk melaksanakan program-program yang bermanfaat untuk umat.

 “Kami juga berharap agar bisa lebih profesional, amanah, transparan dalam mengelola lembaga wakaf di Alif Lam Mim nantinya,” tambah Ahmad Syarif Saputra.

Studi banding ini menjadi langkah awal bagi Yayasan Pondok Pesantren Kota Alif Lam Mim Surabaya untuk mengembangkan lembaga wakaf mereka dengan lebih baik, mengikuti jejak keberhasilan dan pengalaman dari Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Ikuti In-House Training, Lembaga Wakaf Darul Hikam Siap Luncurkan Website Wakaf

Media Center Darul Hikam – Lembaga Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember kembali melakukan sejumlah kegiatan progresif, yaitu In-House Training Pembuatan Website Lembaga Wakaf Darul Hikam bersama Wakaf Mulia Institut Jakarta. Kegiatan tersebut dimulai pada Minggu, 3 Maret 2024, dan akan dilakukan pendampingan selama lima tahun secara online, berupa pelatihan pengelolaan website dan iklan di media sosial.  

Melalui kegiatan tersebut, kini Lembaga Wakaf Darul Hikam memiliki website resmi yaitu https://www.wakafdarulhikam.org/  website tersebut dapat digunakan untuk memudahkan transaksi para donatur ke Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Nazhir Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, SH, MH, CWC, menjelaskan, kegiatan tersebut nantinya akan menghasilkan website dan pengelolaan media sosial dalam rangka meningkatkan jumlah donatur.

“Saat ini kami sudah memiliki website, masyarakat yang ingin berdonasi nantinya bisa langsung mengakses website yang kami sediakan. Selain itu, melalui kegiatan ini ke depan kami juga akan meningkatkan aktivitas iklan di sejumlah media sosial, seperti di Facebook, Instagram, Tik Tok dan semacamnya,” jelas Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA, CWC mengatakan, in-house training yang dilakukan oleh Lembaga Wakaf Darul Hikam diharapkan dapat meningkatkan banyak pengetahuan baru, seperti manajemen wakaf, marketing wakaf dan pengelolaan website wakaf.

“Semua tim yang ada di lembaga kami, diharapkan semakin paham tentang manajemen wakaf, marketing wakaf, khususnya pengelolaan website lembaga wakaf kami, sehingga nantinya dapat meningkatkan syiar wakaf di Indonesia maupun di luar negeri,” ujar Prof Haris yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) dan Ketua Tim Akreditasi MUI Jatim (2022) itu menyebut, in-house training menjadi penting dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Lembaga Wakaf Darul Hikam.

“Lembaga ini harus tambah maju, tambah berdaya saing tinggi, dan punya banyak manfaat kepada umat. Karena itu, SDM-nya harus kuat, profesional, bagus dan memahami secara mendalam tentang manajemen wakaf dan marketing wakaf melalui media sosial, seperti di website, facebook ads dan instagram ads,” tutur Prof Haris Guru Besar UIN KHAS Jember

Target ke depan, tambah Prof Haris, Lembaga Wakaf Darul Hikam dapat meningkatkan jumlah donatur, meningkatkan kebermanfaatan umat, hingga membuka cabang di dalam dan luar negeri.

“Targetnya adalah perolehannya semakin banyak misalnya, 5-10 miliar untuk tahun 2024, termasuk membuka cabang di luar negeri, di mana hal itu telah menjadi salah satu impian kami selama ini. Itu semua adalah demi meningkatkan dan memperluas kemanfaatan kita untuk umat,” tambah Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center Depok.

Reporter : Rico Aldy Munafan

Editor : Akhmal Duta Bagaskara

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Wakaf & Infak Bulan Februari 2024

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Tasyakuran Kantor, Lembaga Wakaf  Darul Hikam Jember Berikan Santunan Anak Yatim

Media Center Darul Hikam – Lembaga Wakaf  Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam menggelar acara tasyakuran yang dikemas dalam bentuk ‘Doa Bersama Untuk Bangsa & Santunan Anak Yatim’ pada Selasa, 20 Februari 2023 bertempat di Kantor YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

Dalam acara yang penuh khidmat tersebut, hadir sejumlah tokoh utama YPI Darul Hikam, seperti Direktur Lembaga Wakaf, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., Pengasuh Pondok Pesantren Putri, Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC., Ust. Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., dan Ust. Lutvi Hendrawan, serta dihadiri oleh puluhan santri dari PP Darul HikamHikam,  serta puluhan anak yatim.

Dalam kesempatan itu, Prof Haris menjelaskan, kegiatan doa bersama juga dilakukan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas keberkahan, kedamaian, dan kemakmuran negara Indonesia.

“Kita juga patut bersyukur atas terlaksananya Pemilu 2024 tanggal 14 Pebruari kemarin yang berjalan dengan damai dan tertib.  Ini menunjukkan kedewasaan demokrasi kita sebagai bangsa,” ungkap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Prof. Haris juga menyampaikan bahwa YPI Darul Hikam telah memiliki kantor yayasan yang berfungsi sebagai pusat operasional berbagai kegiatan, termasuk sebagai kantor lembaga wakaf, travel haji dan umroh, pendidikan formal, unit bisnis usaha pesantren, dan ruang rapat bagi para pengurus yayasan.

“Keberadaan kantor tersebut juga menjadi simbol komitmen YPI Darul Hikam dalam memberdayakan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas layanan dan pelayanan kepada Masyarakat,” tutur Prof. Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Selanjutnya, Prof. Haris mengatakan bahwa lembaga wakaf YPI Darul Hikam telah memiliki legalitas sebagai nazhir wakaf uang dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). Tidak hanya itu, YPI Darul Hikam juga mempunyai dua nazhir wakaf yakni, Prof. Dr. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. dan Ust. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC.

“Hal ini menjadi bukti komitmen YPI Darul Hikam dalam mengelola wakaf dengan profesional dan transparan, serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

YPI Darul Hikam, lanjut Prof Haris, memiliki usaha travel yang bernama Darul Hikam Travel, yang telah menjadi bagian integral dalam menyediakan pelayanan travel haji dan umroh bagi masyarakat. Usaha travel ini merupakan upaya konkret YPI Darul Hikam dalam mendukung para jamaah yang berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji dan umroh dengan nyaman dan lancar.

 “Dengan adanya Darul Hikam Travel, YPI Darul Hikam dapat memberikan layanan yang komprehensif dan terpercaya bagi para calon jamaah, mulai dari persiapan administrasi, akomodasi selama perjalanan, hingga proses ibadah di tanah suci,” pungkas Prof. Haris.

Acara Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim diawali dengan pembacaan surah Yasin dan tahlil, serta doa keselamatan untuk para donatur wakaf YPI Darul Hikam. hingga kemudian diakhiri dengan pembagian santunan anak yatim.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Mendapat Legalitas BWI, Darul Hikam Terima Kunjungan YPI Raden Rahmat Sunan Ampel Jember

Media Center Darul Hikam  – Pasca diresmikannya Lembaga Wakaf Darul Hikam sebagai Nazhir Wakaf Uang oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Rabu, 24 Januari 2024, Lembaga Wakaf yang berada di bawah naungan YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember tersebut, lantas semakin dikenal dan dipercaya oleh berbagai pihak.

Karenanya, sejumlah pesantren besar di Jember mulai berbondong-bondong ke YPI Darul Hikam untuk belajar bersama mengenai lembaga wakaf. Salah satunya, Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel Jember dalam rangka benchmarking dengan Lembaga Wakaf Darul Hikam pada Selasa sore (13/02/2024).

Ketua YPI Raden Rahmat Sunan Ampel Jember  Kiai Ahmad Nafi’, bersama istri, disambut langsung di Kantor YPI Darul Hikam oleh Ketua YPI Darul Hikam sekaligus Direktur Lembaga Wakaf, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M. Fil.I., CLA. CWC. bersama Ust. M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC yang juga Nadhir Lembaga Wakaf.

Dalam kesempatan itu, Prof. Haris menuturkan, sejak tahun 2022, perjalanan wakaf Darul Hikam telah dimulai. Awalnya, kami memulai dengan langkah-langkah praktis, fokus pada implementasi sebelum mengurus legalitasnya di Badan Wakaf Indonesia. Dalam sejarah perjalanannya, kami juga telah mendirikan pesantren yang berada di tiga tempat, dua di Mangli dan satu di Ajung.

“Salah satu solusi yang kami temukan adalah lembaga wakaf dapat mendukung kegiatan di pesantren. Melalui pendekatan ini, kami berhasil mengumpulkan dana yang kemudian digunakan untuk pembelian tanah dan pembangunan Pesantren Darul Hikam,”ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Intinya, lanjut Prof. Haris, kami telah memilih untuk mengambil langkah-langkah praktis terlebih dahulu sebelum mengurus legalitas di Badan Wakaf Indonesia.

“Alhamdulillah, kami memiliki dua Nazhir, yaitu saya sendiri dan ustad M. Irwan Zamroni Ali. Pada bulan Januari, legalitas lembaga wakaf kami telah resmi diterbitkan oleh Badan Wakaf Indonesia dengan nomor 3.300428,” tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Di kesempatan yang sama, Ust. Irwan menjelaskan, mekanisme pengajuan untuk menjadi Nazhir Wakaf Uang di Badan Wakaf Indonesia memang melibatkan serangkaian persyaratan yang kompleks. Salah satunya lembaga tersebut harus terdaftar resmi di Kemenkum HAM dan memiliki surat keterangan domisili dari kelurahan.

“Selain itu, minimal dua orang yang terdaftar harus memiliki sertifikat kompeten sebagai Nazhir,” ucap Ust. Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selanjutnya, ia menuturkan proses pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi e-service nazhir dengan alamat website https://layanan.bwi.go.id/ . Setelah semua persyaratan terpenuhi, lembaga atau yayasan akan dijadwalkan untuk mempresentasikan profil dan rencana kerjanya kepada Badan Wakaf Indonesia. Presentasi ini kemudian akan dievaluasi, dan mungkin akan diminta untuk melakukan revisi sesuai dengan masukan dari BWI.

“Setelah proses evaluasi dan revisi selesai, lembaga nantinya akan mendapatkan Surat Bukti Nazhir Wakaf Uang dari BWI melalui aplikasi e-service nazhir. Proses ini menunjukkan betapa pentingnya kepatuhan terhadap persyaratan yang ditetapkan Badan Wakaf Indonesia untuk memastikan transparansi, keandalan, dan keberlanjutan lembaga wakaf,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Kiai Nafi’ mengatakan, saat ini Pondok Pesantren Raden Rahmat Sunan Ampel Jember tersebut tengah pengembangan lembaga dengan pendirian sekolah formal, yakni PAUD, TK dan SD.

“Pengembangan lahan menjadi 1,5 hektar menunjukkan komitmen dalam meningkatkan infrastruktur dan fasilitas. Namun, untuk melanjutkan proyek ini, diperlukan dana tambahan selain yang sudah tersedia,” ucap Kiai Nafi’.

Reporter : Akhmal  Duta Bagaskara
Editor: Lum`atul Muniroh

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Sementara Wakaf Uang & Infak

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Perjuangan Dua Tahun, Darul Hikam Raih Sertifikat Nazhir Wakaf Uang Dari BWI

Media Center Darul Hikam – Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf menjelaskan,  lembaga wakaf sebagai pranata keagamaan yang memiliki potensi dan manfaat ekonomi perlu dikelola secara efektif dan efisien untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Oleh karena itu, dalam undang-undang tersebut, calon Nazhir Wakaf Uang wajib mendaftarkan diri kepada BWI dengan memenuhi persyaratan sebagai Nazhir sesuai peraturan dari Badan Wakaf Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pendaftaran Nazhir Wakaf Uang.

Lembaga Wakaf Darul Hikam, yang berada di bawah naungan YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, secara resmi menjadi Nazhir Wakaf Uang di Badan Wakaf Indonesia dengan Nomor 3.3.00428, setelah mendapatkan sertifikat pada Selasa, (06/02/2024).

Atas capaian tersebut, Direktur Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Setelah mendapatkan legalitas dari Badan Wakaf Indonesia, Kami sangat senang melihat perjalanan lembaga wakaf YPI Darul Hikam selama dua tahun terakhir dan saat ini, Tentu ini merupakan hasil perjuangan yang melelahkan, namun kami bersyukur atas keberhasilannya,” ucap Prof Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Proses mendapatkan legalitas tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, dengan memenuhi persyaratan sebagai Nazhir sesuai peraturan dari Badan Wakaf Indonesia Nomor 2 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pendaftaran Nazhir Wakaf Uang.

 “Dalam proses mendapatkan sertifikat legalitasnya, kami telah menempuh berbagai langkah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kami juga terus mengoptimalkan upaya untuk memenuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan,” tambah Guru Besar UIN KHAS Jember tersebut.

Menyusul pemberian legalitas ini, Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam berkomitmen untuk menjadi lebih progresif dalam menghimpun dana wakaf dan sedekah dari masyarakat. Prof Haris menyebut, lembaga wakaf tersebut akan mengembangkan program-program inovatif yang membedakan YPI Darul Hikam dari lembaga wakaf lainnya.

“Ke depan, YPI Darul Hikam akan semakin progresif dalam menghimpun dana masyarakat melalui wakaf dan sedekah untuk kemakmuran umat. Kami akan menghadirkan program-program inovatif yang membedakan kami dari lembaga wakaf lainnya,” pungkas Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Salah satu Nazhir Wakaf Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam, Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, turut menyampaikan rasa syukur atas perolehan sertifikat tersebut.
“Setelah proses yang memakan waktu kurang lebih satu tahun lamanya demi mendapatkan legalitas Nazhir Wakaf Uang dari Badan Wakaf Indonesia, akhirnya kemarin kami secara resmi mendapatkan Surat Tanda Bukti tersebut,” ungkap Ustadz Irwan yang juga salah satu Pengajar di Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember itu.

Selain itu, Ustadz Irwan menjelaskan, ada banyak proses yang telah dilalui, seperti ujian kompetensi bagi para Nazhir Wakaf di Jakarta, Presentasi Kelembagaan dan Rencana Kerja di hadapan BWI, serta memenuhi segara persyaratan yang ada.

“Setelah mendapatkan sertifikat wakaf kompeten pada Desember 2023, kami langsung diundang untuk presentasi rencana kerja lembaga kami secara online kepada Badan Wakaf Indonesia. Kemudian, kami melakukan revisi dan penyempurnaan sebelum akhirnya kemarin resmi mendapatkan Surat Tanda Bukti tersebut,” pungkasnya.


Reporter  : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : Lum`atul Muniroh

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Sementara Wakaf Uang Periode Januari 2024

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Seleksi Penerimaan Fundraiser Profesional

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan fundraising Lembaga Wakaf Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember, dibutuhkan 3 Staff Fundraiser dengan ketentuan sebagai berikut:

KETENTUAN UMUM

  1. Minimal Pendidikan SMA/SLTA Sederajat
  2. Loyal dan berintegritas
  3. Dapat Bekerjasama Dengan Tim
  4. Sehat Jasmani dan Rohani
  5. Memiliki Sepeda Motor dan SIM C

WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

Waktu Pendaftaran     : 17 Januari – 01 Februari 2024 (09.30-16.00 WIB)

Tempat Pendaftaran   : Kantor Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Perum Pesona Surya Milenia C7 No. 8 Mangli Kaliwates Jember

TAHAPAN SELEKSI

NoTahapanPelaksanaan
1Pengumuman dan Penerimaan Berkas Lamaran17 Januari – 01 Februari 2024
2Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi02 Februari 2024
3Pelaksanaan Tes Wawancara03 Februari 2024
4Pengumuman Hasil Akhir05 Februari 2024

DOKUMEN ADMINISTRASI

  1. Surat Lamaran
  2. Daftar Riwayat Hidup
  3. Fotocopy Ijazah dan Transkrip Nilai
  4. Fotocopy KTP dan SIM C
  5. Pas Foto 4×6
  6. Dokumen Pendukung Lainnya Yang Berkaitan Dengan Pekerjaan

KETENTUAN LAIN-LAIN

  1. Selama proses seleksi, pelamar tidak dipungut biaya dan panitia tidak menanggung biaya yang telah dikeluarkan pelamar.
  2. Keputusan Panitia seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu-gugat.
  3. Setiap lamaran yang masuk dan memenuhi persyaratan akan segera diproses untuk tahap seleksi berikutnya.
  4. Pengumuman hasil seleksi akan diposting di media sosial YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.
  5. Keterangan lebih lanjut bisa ditanyakan langsung di tempat pendaftaran atau melalui Contact Person yang tersedia. (Irwan 0823-3823-7677 atau Bagas 0821-4663-6176).

Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Categories
Berita Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Program Infak Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam

Kami Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember mengajak Bapak/Ibu/Saudara/Saudari sekalian menjadi donatur Program Infak yang akan diperuntukkan kepada:

  1. Beasiswa Santri
  2. Kesejahteraan Guru Ngaji/Ustadz
  3. Anak Yatim
  4. Bedah Rumah Fakir/Miskin
  5. Korban Bencana Alam
  6. Pengembangan Lembaga Wakaf
  7. Dakwah Islam
  8. Dan lain-lain

Pembayaran Infak dapat ditransfer ke Norek 4467764444 BSI Jember atau scan QRIS atas nama Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam. Sebagaimana diketahui, sejak Desember 2023, YPI Darul Hikam telah memiliki dua Nazhir Wakaf resmi dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), KH. M. Noor Harisudin, CWC dan Ustadz M. Irwan Zamroni Ali, CWC.

Semoga Allah SWT melipatgandakan dan memberkahi harta serta menganugerahi kesehatan pada Bapak/Ibu/Saudara/Saudari. Jazakumullah Khairal Jaza.

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lembaga Wakaf Darul Hikam Mencapai Babak Baru, Kini Jajaki Kerjasama Dengan BWI

Jakarta – Komitmen Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dalam rangka meningkatkan peran kelembagaanya di bidang wakaf, kini mencapai babak baru.

Setelah sebelumnya, dua Nazhir wakaf YPI Darul Hikam dinyatakan lolos asesmen Nazhir Wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kini, lembaga wakaf yang diketuai oleh Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, tersebut berhasil menjajaki kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia pada Jumat, (12/01/2024).

Dalam pertemuan tersebut, anggota Badan Wakaf Indonesia, Raji Reza Ilahi, S.Ap menerima kunjungan YPI Darul Hikam yang diwakili oleh Prof Haris sebagai Ketua YPI Darul Hikam sekaligus Ketua Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Reza menyoroti pentingnya memetik pelajaran dari lembaga-lembaga wakaf ternama seperti Salman ITB, Sinergi Foundation, dan rumah wakaf lainnya yang telah sukses berkembang pesat.

Dalam pandangannya, belajar dari pengalaman lembaga-lembaga besar tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam.

“YPI Darul Hikam dapat mengambil pelajaran berharga dari lembaga-lembaga besar ini untuk mempercepat pengembangan lembaga wakafnya,” tutur Reza Anggota Badan Wakaf Indonesia.

Selain itu, Reza memberikan penekanan terhadap pentingnya menambahkan elemen non-wakaf, khususnya melalui program infaq dan sedekah. Menurutnya, integrasi infaq dan sedekah yang langsung diberikan kepada masyarakat memiliki potensi besar untuk meningkatkan dampak positif dalam pengembangan wakaf.

“Kami percaya dengan menggabungkan infaq dan sedekah serta wakaf, dapat meningkatkan kontribusi dan manfaat Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam kepada ummat,” tambahnya.

Di waktu yang sama, Prof. Haris menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). Ia pun bertekad bahwa dalam waktu dekat, Surat Keputusan (SK) Nadzir Wakaf YPI Darul Hikam akan segera dikeluarkan. Hal ini tentu menjadi langkah awal yang strategis untuk memulai fase baru dalam pengembangan wakaf Darul Hikam.

“Insyaallah, dalam waktu dekat SK Nadzir Wakaf terbit, dan Lembaga Wakaf Darul Hikam akan lari kencang gaspol untuk bermanfaat kepada ummat,”ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Prof. Haris menegaskan, wakaf tidak hanya menjadi aset bagi pesantren, lembaga pendidikan, dan madrasah, tetapi juga memiliki dampak signifikan untuk masyarakat luas.

Kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia dianggap sangat penting untuk menjadikan Lembaga Wakaf Darul Hikam sebagai entitas yang transparan, kredibel, dan amanah.

“Kita butuh kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia, khususnya dalam persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional. Untuk tahun mendatang, Darul Hikam akan melakukan maksimalisasi target pasar, target minimalnya berjumlah 1 miliar dan  target maksimalnya berjumlah 1,3 miliar”, tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Sementara Wakaf Uang Periode Januari 2024

Categories
Kolom Pengasuh Lembaga Wakaf Tunai Opini

Wakaf, Nazhir Dan Harapan Baru Kesejahteraan Umat

Oleh: M. Noor Harisudin*

Sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam—selanjutnya disingkat YPI Darul Hikam, di tanggal 24 Desember 2023 ini saya sungguh bahagia. Kenapa? Karena Darul Hikam punya dua Nazhir wakaf yang kompeten dan telah lulus oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) serta berhak mendapatkan gelar CWC (Certified Waqf Competence).  

Sebelumnya, pada tanggal 20-21 Desember, dua Nazhir YPI Darul Hikam telah mengikuti pelatihan kompetensi nazhir wakaf secara online. Dan di hari Minggu, satu hari menjelang natal Tahun 2023, dua Nazhir wakaf ini dinyatakan lulus asesmen di Hotel Balairung Jakarta Timur. Tidak main-main, asesmen berlangsung sejak pagi jam 07.30 hingga jam 16.00 WIB. Beruntung, dua Nazhir Darul Hikam lulus asesmen. Dua Nazhir itu adalah saya dan ustadz M. Irwan Zamroni Ali.

Dua Nazhir ini jelas merupakan ‘energi baru’ untuk Lembaga Wakaf Darul Hikam yang berada di bawah naungan YPI Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember. Apalagi, Lembaga Wakaf ini sedang proses pengajuan SK ke Badan Wakaf Indonesia (BWI).  Hal ini akan semakin menyempurnakan Lembaga Wakaf Darul Hikam dari aspek Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Dan tentunya, di 2024, performance Lembaga Wakaf Darul Hikam akan lebih baik dan juga akan berlari GASPOL untuk mencapai tujuan bersama yang dicitakan.

Sejatinya, bukan hanya soal administrasi lembaga wakaf yang diuntungkan, secara kualitas sumber daya manusia, adanya nazhir ini sungguh sangat membantu kemajuan wakaf. Semua nazhir—dalam skema satu di antara 10 skema yang dijadikan objek pelatihan Badan Wakaf Indonesia—akan memahami pengetahuan seluk beluk wakaf mulai A hingga Z. Hal-hal mendasar dalam wakaf seperti pengertian, hukum wakaf, macam-macam wakaf, macam-macam nazhir, dan tata cara pendaftaran wakaf, menjadi pengetahuan wajib bagi para nazhir. Belum lagi tentang akuntasi wakaf, strategi fundrising wakaf, manajemen risiko dan cara pengembangan wakaf yang menjadi diskusi utama para nazhir yang lulus asesmen wakaf pada Minggu lalu.  

Para nazhir juga ditekankan fungsinya sebagai pengelola mauquf ‘alaih sesuai dengan UU Wakaf Tahun 2004 dan Peraturan Badan Wakaf Indonesia No. 1 tahun 2020. Nazhir harus kuat dengan berbagai keilmuan yang dibutuhkan. Dalam Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Badan Wakaf Indonesia, disebutkan bahwa nazhir wajib mengelola dan mengembangkan harta benda sesuai dengan tujuan, fungsi dan peruntukan wakaf. Oleh nazhir, pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf dilakukan secara produktif sesuai prinsip syariah dan perundang-undangan.   

Dalam fikih Islam, nazhir memang tidak menjadi rukun, namun dalam Undang-Undang Nomor. 41 Tahun 2004, nazhir adalah ‘rukun wakaf’ yang sangat urgen kehadirannya. Tentu demikian ini menjadi sebuah gerakan yang luar biasa. Dalam Pasal 6 UU Wakaf Tahun 2021, disebutkan bahwa unsur wakaf meliputi ; wakif, nazhir, harta benda wakaf, ikrar wakaf, peruntukan harta benda wakaf dan juga jangka waktu wakaf.

Sebelumnya, dalam Undang-undang Wakaf tahun 2004 ini, ditegaskan bahwa nazhir memiliki tugas pokok sebagai berikut; a). Melakukan pengadministrasian harta benda wakaf; b). Mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai tujuan, fungsi dan peruntukannya; c). Mengawasi dan melindungi harta benda wakaf; dan d) Melaporkan pelaksanaan tugas pada Badan Wakaf Indonesia (Lihat, Pasal 11 UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf).    

Begitu urgennya nazhir dalam memajukan perwakafan di Indonesia. Maju tidaknya wakaf tergantung pada nazhir- nazhir yang profesional di negeri ini. Tak heran, jika untuk memperkuat ini, para nazhir wakaf Indonesia bergabung dalam asosiasi nazhir yang disingkat ANI atau Asosiasi Nazhir Indonesia. Di sini, ada seribu lebih nazhir yang tergabung untuk sharing dan berkolaborasi memajukan wakaf di Indonesia. 

Oleh karena itu, mari bergandengan tangan memajukan wakaf Indonesia dengan terlibat menjadi nazhir profesional. Mari kita majukan wakaf untuk menyejahterakan umat Islam Indonesia. Kapan lagi kalau bukan sekarang. Siapa lagi, kalau bukan kita, umat Islam.

Wallahu’lam. *

*M. Noor Harisudin adalah Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Jember dan Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Categories
Artikel Kegiatan Berita Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Siap Bermanfaat Untuk Umat, Dua Nazhir Wakaf Darul Hikam Dinyatakan Kompeten Dan Lulus Asesmen Oleh BWI

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Nazhir wakaf, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember langsung mendelegasikan dua Nazhir (pengelola dana wakaf) nya untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf yang diselenggarakan oleh Wakaf Mulia Institute.

Dua Nazhir tersebut diantaranya, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H, M.Fil.I, CLA bersama Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H yang juga tenaga pengajar di Pesantren Darul Hikam.

Diketahui, kegiatan Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf tersebut berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai dari 20-24 Desember 2023, yang terbagi ke dalam beberapa sesi. Sesi Pelatihan Online Via Zoom berlangsung pada Rabu-Kamis, 20-21 Desember 2023. Sesi Pra Asesmen Online Via Zoom pada Jumat, 22 Desember, dan Sesi Asesmen Offline di Hotel Binairung Jakarta pada Minggu, 24 Desember 2023.

Ustad Irwan panggilannya, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan inovatif tersebut. Selain para peserta asesi mendapat banyak ilmu pengetahuan tentang pengelolaan dan pengembangan dana wakaf langsung dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), para asesi juga mendapat Gelar Non Akademik, CWC (Certified Waqf Competent) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BWI.

“Materinya lengkap, mulai dari pengenalan wakaf, urgensi laporan keuangan Nazhir, menyusun laporan penerimaan, pengelolaan harta benda wakaf, penyaluran manfaat wakaf, manajemen risiko operasional, monitoring dan evaluasi kemitraan serta materi lainnya,” tutur Irwan.

“Kita juga dididik untuk menjadi Nazhir yang tidak hanya sesuai menurut syar`i, melainkan juga sesuai dengan regulasi,” tambahnya.

Di samping itu, Prof Kiai Haris yang juga mengikuti acara tersebut merasa bangga, karena para Nazhir yang diutus YPI Darul Hikam dinyatakan kompeten sebagai Nazhir Wakaf oleh para asesor.

“Alhamdulillah, dua utusan ini dinyatakan lulus dan kompeten dalam bidang perwakafan oleh para komite BWI,” ungkap Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Menurut pengakuannya Prof Kiai Haris, YPI Darul Hikam termasuk yang pertama di Jember yang mendelegasikan pengurus Nazhir Wakaf untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf oleh BWI.

“Saat ini Darul Hikam telah memiliki dua Nazhir yang kompeten, artinya apa yang telah kami capai sekarang dalam rangka penguatan lembaga wakaf yang ada di Darul Hikam,” jelasnya.

“Kami hanya berharap lembaga wakaf Darul Hikam dapat membantu pembiayaan yayasan pada khususnya dan kepentingan umat pada umumnya,” pungkasnya.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : Erni Fitriani

Categories
Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Wakaf Tunai (Periode April 2023- Juli 2023)

Laporan Wakaf Tunai

PP. Darul Hikam Mangli Jember

Periode April 2023 – Juli 2023

Categories
Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Wakaf Tunai (Periode Januari 2022 – Maret 2023)

Laporan Wakaf Tunai

PP. Darul Hikam Mangli Jember

Periode Januari 2022 – Maret 2023

Categories
Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Wakaf Tunai (Periode Oktober-Desember 2022)

LAPORAN WAKAF TUNAI

PP. Darul Hikam Mangli Jember

Periode Oktober-Desember 2022

Categories
Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Wakaf Tunai PP Darul Hikam Periode 15 Januari-26 April 2022

 LAPORAN WAKAF TUNAI

Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam

Periode 15 Januari – 26 April 2022

Categories
Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Wakaf Tunai Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam

Wakaf Tunai 

Wakaf Tunai Tanah per Meter @135.000,-

Wakaf Tunai Produktif @200.000,-

Wakaf Tunai Pembangunan @200.000

Wakaf Tunai Bisa Disalurkan Ke Nomor Rekening :

4467764444 BSI a.n Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam

Catatan :

*Setiap transaksi Wakaf Tunai mendapatkan e-sertifikat.

*Wakaf Tunai Tanah, Wakaf Tunai Produktif dan Wakaf Tunai Pembangunan dapat mengambil nominal terendah atau kelipatannya.

Narahubung :

085733066074 (Ust. Shohibul Ulum)

082338237677 (Ust. M. Irwan Zamroni Ali)

Categories
Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Wakaf Tunai PP Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember

Wakaf Tunai 

Untuk Pembelian Tanah Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember.

– Luas tanah 7500 meter persegi

– Harga tanah 1.010.000.000,-

– Sudah dibayar 160.000.000,-

– Kekurangan dana 850.000.000,-

Wakaf Tunai per-meter @135.000,-

Wakaf Tunai Bisa Disalurkan Ke Nomor Rekening :

4467764444 BSI a.n Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam

Catatan :

*Setiap transaksi Wakaf Tunai mendapatkan e-sertifikat.

*Bisa ambil satu meter, dua meter, tiga meter, lima meter, sepuluh meter, dst.

Narahubung :

085733066074 (Ust. Shohibul Ulum)

082338237677 (Ust. M. Irwan Zamroni Ali)

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Wakaf Tunai YPI Darul Hikam Periode Januari 2022 – Mei 2023