Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lembaga Wakaf Darul Hikam Mencapai Babak Baru, Kini Jajaki Kerjasama Dengan BWI

Jakarta – Komitmen Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dalam rangka meningkatkan peran kelembagaanya di bidang wakaf, kini mencapai babak baru.

Setelah sebelumnya, dua Nazhir wakaf YPI Darul Hikam dinyatakan lolos asesmen Nazhir Wakaf oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI). Kini, lembaga wakaf yang diketuai oleh Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, tersebut berhasil menjajaki kerjasama dengan Badan Wakaf Indonesia pada Jumat, (12/01/2024).

Dalam pertemuan tersebut, anggota Badan Wakaf Indonesia, Raji Reza Ilahi, S.Ap menerima kunjungan YPI Darul Hikam yang diwakili oleh Prof Haris sebagai Ketua YPI Darul Hikam sekaligus Ketua Lembaga Wakaf Darul Hikam.

Reza menyoroti pentingnya memetik pelajaran dari lembaga-lembaga wakaf ternama seperti Salman ITB, Sinergi Foundation, dan rumah wakaf lainnya yang telah sukses berkembang pesat.

Dalam pandangannya, belajar dari pengalaman lembaga-lembaga besar tersebut merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemajuan Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam.

“YPI Darul Hikam dapat mengambil pelajaran berharga dari lembaga-lembaga besar ini untuk mempercepat pengembangan lembaga wakafnya,” tutur Reza Anggota Badan Wakaf Indonesia.

Selain itu, Reza memberikan penekanan terhadap pentingnya menambahkan elemen non-wakaf, khususnya melalui program infaq dan sedekah. Menurutnya, integrasi infaq dan sedekah yang langsung diberikan kepada masyarakat memiliki potensi besar untuk meningkatkan dampak positif dalam pengembangan wakaf.

“Kami percaya dengan menggabungkan infaq dan sedekah serta wakaf, dapat meningkatkan kontribusi dan manfaat Lembaga Wakaf YPI Darul Hikam kepada ummat,” tambahnya.

Di waktu yang sama, Prof. Haris menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Badan Wakaf Indonesia (BWI). Ia pun bertekad bahwa dalam waktu dekat, Surat Keputusan (SK) Nadzir Wakaf YPI Darul Hikam akan segera dikeluarkan. Hal ini tentu menjadi langkah awal yang strategis untuk memulai fase baru dalam pengembangan wakaf Darul Hikam.

“Insyaallah, dalam waktu dekat SK Nadzir Wakaf terbit, dan Lembaga Wakaf Darul Hikam akan lari kencang gaspol untuk bermanfaat kepada ummat,”ucap Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu.

Prof. Haris menegaskan, wakaf tidak hanya menjadi aset bagi pesantren, lembaga pendidikan, dan madrasah, tetapi juga memiliki dampak signifikan untuk masyarakat luas.

Kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia dianggap sangat penting untuk menjadikan Lembaga Wakaf Darul Hikam sebagai entitas yang transparan, kredibel, dan amanah.

“Kita butuh kerjasama dan pembinaan dari Badan Wakaf Indonesia, khususnya dalam persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan profesional. Untuk tahun mendatang, Darul Hikam akan melakukan maksimalisasi target pasar, target minimalnya berjumlah 1 miliar dan  target maksimalnya berjumlah 1,3 miliar”, tambah Prof. Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Guru Besar UIN KHAS Jember : Capres dan Cawapres Belum Berpihak Kepada Diaspora Indonesia

Prof Haris Bersama Dubes Colombia 2017-2021 Dr. HC. Priyo Iswanto di CITOS Jakarta Selatan

Media Center Darul Hikam – Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara, Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., mengungkapkan, minimnya pembahasan dari Debat Ketiga Pilpres 2024, pada Minggu (07/01/2024), terhadap isu yang berkaitan dengan kehidupan, kesejahteraan, dan perlindungan diaspora Indonesia.

Menurutnya, pembahasan mengenai keberpihakan terhadap diaspora Indonesia masih belum mencapai titik yang memadai di dalam visi para Calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Pembahasannya terhadap isu diaspora warga Indonesia jauh dari ideal. Bagaimana kehidupan mereka, kesejahteraan mereka, perlindungan terhadap mereka, ini tidak ada pembahasan yang tuntas di hampir semua Capres,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember dalam sebuah kesempatan.

Prof Haris juga menekankan perlunya pemimpin bangsa untuk memiliki pandangan yang lebih holistik terkait diaspora.

“Hingga saat ini, kita menganut satu kewarganegaraan. Ke depan, pemimpin kita seharusnya mempertimbangkan posisi mereka kepada masyarakat yang berada di luar negeri. Termasuk usulan dwi kewarganegaraan seperti negara-negara maju yang lain,” tambah Direktur World Moslem Studies Center (Womester) Depok.

Prof Haris juga menyoroti segmen pekerja migran, pelajar, dan orang-orang yang menjadi wakil negara Indonesia di luar negeri (duta besar) sebagai bagian integral dari diaspora. Salah satu segmen yang disoroti adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang jumlahnya signifikan terutama di negara seperti Taiwan, Hong Kong, dan Korea Selatan.

“Pekerja migran telah menjadi tulang punggung ekonomi kita dengan memberikan kontribusi besar dalam bentuk devisa. Namun, perlindungan yang diberikan oleh negara terhadap mereka masih belum memadai,” tambah Direktur Womester yang sering keluar negeri tersebut.

Prof Haris menambahkan, pemerintah perlu lebih serius dalam membahas isu-isu konkrit terkait keberpihakan terhadap para pekerja migran.

“Bagaimana bisa menjadi negara maju, sementara pekerja migran yang telah memberikan kontribusi signifikan masih menghadapi kendala dan kurangnya perlindungan negaara. Inilah yang perlu menjadi salah satu fokus perhatian dari presiden dan wakil presiden terpilihan nanti,” ucap Wakil Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah NU Jawa Timur.

Dikatakan Prof Haris, meskipun banyak warga Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari negara, namun besaran nominal yang diberikan masih kurang memadai. Menurutnya, hanya ada satu atau dua beasiswa yang memadai, yaitu beasiswa dari Kementerian Keuangan, seperti beasiswa LPDP.

“Para pelajar ini adalah aset berharga bangsa, namun jumlah nilai beasiswa yang diberikan masih belum memadai. Mereka harus bekerja di luar negeri untuk membiayai pendidikan mereka, menghadapi kesulitan yang seharusnya tidak mereka alami,” tambah Prof. Haris yang juga Dewan Pakar Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI)  Pusat.

Selain itu, Prof. Haris mendukung percepatan kedutaan besar RI di luar negeri untuk menjadi corong promosi budaya Indonesia, termasuk pariwisata dan kebudayaan.

“Diplomasi budaya melalui kedutaan besar RI menjadi investasi jangka panjang untuk mempromosikan Indonesia di ranah global,” tambah Prof Haris yang memiliki jaringan ke berbagai negara dunia.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita Madrasah Diniyah Awwaliyah

Hurriyatul Qowimah, Mahasantri Putri Raih Juara 1 Lomba Baca Kitab Kuning Tingkat Awaliyah

Media Center Darul Hikam Menjadi berilmu dan berprestasi merupakan impian setiap orang. Dengan berbekal semangat yang tinggi, sosok gadis cantik dan sholihah, Hurriyatul Qowimah telah berhasil meraih juara 1 lomba kitab kuning Tingkat awaliyah di Pondok Pesantren Darul Hikam pada Jumat-Sabtu, (15-16/12).  

Hurriyatul (sapaan akrabnya) adalah putri dari pasangan H. Afif Ubaidillah dan Ummi Kulsum yang lahir di Desa Sruni Karang Kokap, Jenggawah, Jember. Hurriyatul merupakan mahasantri dari pondok cabang putri yang bertempat di Desa Karangmluwo Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember.

Hurriyatul yang juga mahasiswa Semester 6 jurusan ilmu hadis Fakultas Ushuludin Adab dan Humaniora UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember itu memulai pendidikannya dengan bersekolah di SD Negeri 02, kemudian melanjutkan di Madrasah Tasanawiyah (MTs) Madinatul Ulum Cangkring Jenggawah, dan lalu melanjutkan di Madrasah Aliyah (MA) Jalaluddin Ar Rumi Jatisari Jenggawah.

“Pengalaman mondok, dulu sewaktu di MTs (Madinatul Ulum, red), saya banyak belajar kitab seperti kitab tafsir jalalain, jami’us shagir, dan kitab kitab klasik lainnya. Setelah lulus MTs, saya melanjutkan mondok di pesantren Jalaluddin Ar Rumi Jatisari Jenggawah dan mengikuti program kitab menggunakan metode Al-Miftah Sidogiri,” tukasnya yang juga adik kandung dari Rif’ah Hasanah.

Perjalanan Hurriyatul dimulai ketika ia memutuskan untuk kuliah dan memilih kampus UIN KHAS Jember. Alasannya memilih kuliah di kampus Islam yaitu mata kuliahnya menarik karena dipadukan dengan ilmu agama dan pilihannya jatuh kepada Bahasa Arab dan Ilmu Hadist melalui Jalur SPAN-PTKIN.

“Saat itu saya ambil 2 pilihan jurusan, Bahasa Arab dan Ilmu Hadist. Alhamdulillah saya diterima di ilmu hadistnya. Alasan saya dulu tertarik ambil ilmu hadist karena sewaktu di pondok saya sangat menyukai kitab ilmu hadist yaitu ulumul hadist,” ungkapnya.

Dalam ujian baca kitab kuning akhir semester, Hurriyatul terpilih sebagai juara 1 tingkat Madin Awaliyah dengan total nilai 178. Hurriyatul mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya selama ini. Prestasi ini akan saya jadikan motivasi untuk terus belajar dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Hurriyatul Qowimah mengaku sangat senang bisa belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam. Ia mengatakan bahwa pondok pesantren tersebut memberikan banyak ilmu dan pengalaman yang berharga baginya.

“Saya sangat senang bisa belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam. Banyak sekali ilmu agama dan pengalaman berharga yang saya dapatkan. Pesan Kiai yang selalu saya ingat yaitu untuk terus mempertahankan semangat belajar,” tandasnya.

Hurriyatul Qowimah memilih mondok di Pondok Darul Hikam karena ingin mengembangkan ilmu agamanya secara mendalam. Ia juga ingin mendapatkan lingkungan yang kondusif untuk belajar dan beribadah.

“Saya kira Darul Hikam adalah pondok yang bisa merangkul mahasiswanya untuk belajar agama namun tidak mengesampingkan kuliah. Diniyah di pondok dibuat serius namun santai, waktunya juga fleksibel mengikuti kampus,” katanya ketika diwawancarai oleh Tim Media Center Darul Hikam.

Penulis: Azza Naqdan Mufti

Editor: Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita Madrasah Diniyah Wusto

Istiqomah, Basyir Mahasantri Asal Pasuruan Sabet Juara 1 Lomba Kitab Kuning Tingkat Wustha

Media Center Darul Hikam – Ketika keistiqomahan mampu dilakukan serta didasari dengan niatan tulus dan ikhlas maka semangat dalam beribadah akan terus tertanam dalam jiwa terutama bagi seorang santri. Hal ini menjadi salah satu prinsip yang dipegang mahasantri Darul Hikam Asal Pasuruan Muhammad Al-Basyir yang jauh meninggalkan kampung halamannya untuk menimba ilmu di kota Pandhalungan ini.

Basyir (sapaan akrabnya), menempuh pendidikan formalnya mulai dari Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Tratee Putera dilanjutkan dengan Pendidikan Madrasah tsanawiyah (MTs) Pandaan dan Madrasah Aliyah (MA) Pandaan. Saat ini Basyir sedang melanjutkan studi S-1 nya di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora dengan Prodi Ilmu Hadist semester 5.

Santri asal Pasuruan ini merupakan Putra dari pasangan bapak M. Romli Mahfudz dan ibu Khoirun Nisak, anak kedua dari lima bersaudara lahir di Gresik  03 Juli 2003.

Awal kisah Basyir menjadi seorang mahasantri di Pondok Pesantren Darul Hikam ialah karena ia tertarik dengan program kegiatan belajar di Darul Hikam diantaranya ialah Program Baca Kitab Kuning, Jurnalistik, Entrepeunur, Tahfid dan masih banyak lagi. Tak hanya itu Basyir juga mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Darul Hikam juga memberikan fasilitas bersih dan nyaman bagi santri yang menetap.

“Pada awalnya saya ingin lebih menekuni pada bidang pendalaman kitab kuning, karena Darul Hikam memiliki pengajar-pengajar yang ahli dalam setiap bidangnya, disisi lain Darul Hikam juga memiliki fasilitas pondok yang bersih dan nyaman setingkat dengan hotel,” Ujar Basyir yang juga sebagai Ketua Bidang Keilmuan HMPS Ilmu Hadist UIN KHAS Jember Periode 2023-2024

Disisi lain, Basyir juga dikenal sebgai sosok yang inspiratif  dan selalu semangat dalam mendampingi mahasantri Darul Hikam untuk belajar membaca kitab kuning, akan tetapi disamping banyak kelebihan yang ia punya Basyir tetap tawaddu’ dan memiliki sifat rendah hati.

“Keberhasilan bukanlah sebuah kebetulan, semua itu perlu kerja keras, ketekunan, belajar, berkorban, dan yang paling penting ialah keistiqomahan,” Tutur Basyir

Atas ketekunan dan keistiqomahan Basyir selama belajar di Pondok Pesantren Darul Hikam tersebut, Basyir berhasil meraih Predikat Juara 1 pada ujian baca Kitab Kuning Tingkat Wustha selama dua semester terakhir, Prestasi membanggakan tersebut, berhasil ia raih pada pegelaran Penutupan Ta’lim Madrasah Diniyah di Pondok Pesantren Darul Hikam yang berlangsung selama 2 (dua) hari pada bulan Desember kemarin.

Terakhir, Basyir berpesan kepada seluruh mahasantri yang ada di pondok Pesantren Darul Hikam agar tetap semangat dalam menempuh masa kuliah serta mondok di Darul Hikam.

“Intinya cara terbaik untuk meramalkan masa depan ialah dengan cara menciptakannya, dan segala kesulitan dalam mencari ilmu tidak datang untuk menghancurkan kita, akan tetapi kesulitan itu membantu menyadari potensi yang kita miliki,” pungkasnya.

Penulis: Lutvi Hendrawan

Editor: Erni Fitriani

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Laporan Sementara Wakaf Uang Periode Januari 2024

Categories
Artikel Kegiatan Berita Lembaga Pendukung Lembaga Wakaf Tunai

Siap Bermanfaat Untuk Umat, Dua Nazhir Wakaf Darul Hikam Dinyatakan Kompeten Dan Lulus Asesmen Oleh BWI

Media Center Darul Hikam – Dalam rangka meningkatkan kompetensi Nazhir wakaf, Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember langsung mendelegasikan dua Nazhir (pengelola dana wakaf) nya untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf yang diselenggarakan oleh Wakaf Mulia Institute.

Dua Nazhir tersebut diantaranya, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H, M.Fil.I, CLA bersama Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H yang juga tenaga pengajar di Pesantren Darul Hikam.

Diketahui, kegiatan Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf tersebut berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mulai dari 20-24 Desember 2023, yang terbagi ke dalam beberapa sesi. Sesi Pelatihan Online Via Zoom berlangsung pada Rabu-Kamis, 20-21 Desember 2023. Sesi Pra Asesmen Online Via Zoom pada Jumat, 22 Desember, dan Sesi Asesmen Offline di Hotel Binairung Jakarta pada Minggu, 24 Desember 2023.

Ustad Irwan panggilannya, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan inovatif tersebut. Selain para peserta asesi mendapat banyak ilmu pengetahuan tentang pengelolaan dan pengembangan dana wakaf langsung dari Badan Wakaf Indonesia (BWI), para asesi juga mendapat Gelar Non Akademik, CWC (Certified Waqf Competent) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BWI.

“Materinya lengkap, mulai dari pengenalan wakaf, urgensi laporan keuangan Nazhir, menyusun laporan penerimaan, pengelolaan harta benda wakaf, penyaluran manfaat wakaf, manajemen risiko operasional, monitoring dan evaluasi kemitraan serta materi lainnya,” tutur Irwan.

“Kita juga dididik untuk menjadi Nazhir yang tidak hanya sesuai menurut syar`i, melainkan juga sesuai dengan regulasi,” tambahnya.

Di samping itu, Prof Kiai Haris yang juga mengikuti acara tersebut merasa bangga, karena para Nazhir yang diutus YPI Darul Hikam dinyatakan kompeten sebagai Nazhir Wakaf oleh para asesor.

“Alhamdulillah, dua utusan ini dinyatakan lulus dan kompeten dalam bidang perwakafan oleh para komite BWI,” ungkap Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Menurut pengakuannya Prof Kiai Haris, YPI Darul Hikam termasuk yang pertama di Jember yang mendelegasikan pengurus Nazhir Wakaf untuk mengikuti Training & Sertifikasi Kompetensi Nazhir Wakaf oleh BWI.

“Saat ini Darul Hikam telah memiliki dua Nazhir yang kompeten, artinya apa yang telah kami capai sekarang dalam rangka penguatan lembaga wakaf yang ada di Darul Hikam,” jelasnya.

“Kami hanya berharap lembaga wakaf Darul Hikam dapat membantu pembiayaan yayasan pada khususnya dan kepentingan umat pada umumnya,” pungkasnya.

Reporter : Lum`atul Muniroh

Editor : Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Pelatihan Fasilitator Pendidikan Maslahah Pra Nikah, Prof Haris: Perkawinan Dini Memiliki Banyak Madharat Daripada Maslahat

Media Center Darul Hikam – Islam memegang teguh prinsip kemaslahatan. Sebagaimana pandangan Islam tentang pernikahan di bawah umur (pernikahan dini), Islam benar-benar menjadikan maslahat sebagai barometernya.

Demikian disampaikan oleh Pengurus Satgas Gerakan Keluarga Maslahat NU Jawa Timur, Prof. Dr. H M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., dalam acara ‘Pelatihan Fasilitator Pendidikan Maslahat Pra-nikah Untuk Mencegah Pernikahan Din Bagi Remaja Melalui IPNU Dan IPPNU Kabupaten Jember’.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Gerakan Keluarga Maslahah Nahdlatul Ulama (GKMNU) dengan PC IPNU dan PC IPPNU Jember di Masjid Nasrul Fatah Perum. Alam Hijau Blok G3 Nomor 03 Jember, Botosari, Dukuh Mencek, Sukorambi, pada Rabu (20/12/2023).

Menurut Prof Haris, meski para ulama klasik seperti Imam Malik, Imam Syafii, Imam Hanafi, dan Imam Hambali, tidak membatasi usia minimal di bolehkannya kawin, bukan berarti pernikahan dini dianjurkan di dalam Islam. Justru, pernikahan di usia dewasa yang dianjurkan karena banyak mengandung kemaslahatan.

“Pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Siti Aisyah di usia yang relatif mudah (6-7 tahun), harus dilihat sebagai umur minimalis. Kita harus melihat fakta lain, bahwa Nabi Muhammad menikahi istri-istrinya di usia dewasa,” terang Prof Haris yang juga Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Apalagi, lanjut Prof Haris, ada banyak regulasi di Indonesia yang menekan pernikahan di bawah umur, guna menghindari kemafsadatan dari pernikahan tersebut.

“Indonesia melalui UU No 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan Pasal 7 ayat 1 membatasi usia perkawinan minimal 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan. Sebelum dilakukan perubahan, UU Perkawinan tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) membatasi usia minimal kawin 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki,” tambah Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Sebaliknya, Prof Haris menegaskan pernikahan dewasa yang sesuai dengan regulasi pemerintah, mengandung banyak kemaslahatan.

“Maslahah dalam konteks Islam bukan hanya sekadar penarikan manfaat atau penolakan madharat, tetapi lebih pada tujuan syar’i untuk memelihara agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan,” ujar Prof Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara di hadapan ratusan anggota IPNU dan IPPNU Jember

Menurutnya, pernikahan dewasa membawa banyak kemaslahatan, termasuk kesiapan mental, kekuatan ekonomi, kesehatan reproduksi yang matang, dan keturunan yang unggul.

“Beberapa kemaslahatan pernikahan dewasa disorot, termasuk kesiapan mental, kekuatan ekonomi, kesehatan reproduksi yang matang, dan keturunan yang unggul, serta minimal pendidikan hingga tingkat MA/ SMA/SMK,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Meski ada dispensasi nikah untuk mereka yang di bawah umur pernikahan sesuai dengan regulasi atau undang-undang, namun menurut Prof Haris, dispensasi tersebut berbayar dan harus memenuhi syarat-syarat tertentu ysng ketat dan tidak mudah di Pengadilan Agama.


Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Penutupan Ta’lim Diniyah Darul Hikam, Koordinator Dakwah PP Muslimat NU Beber Kiat Menjadi Sukses

Media Center Darul Hikam –  Pondok pesantren merupakan asrama tempat santri belajar mengaji (tafaqquh fid din), membina kepribadian Islami, yaitu kepribadian yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Selain itu pondok merupakan tempat yang juga berisi beragam kegiatan sosial dan kebersamaan.

Pondok pesantren Darul Hikam Mangli Jember kembali menyelenggarakan penutupan majelis ta’lim Madrasah Diniyah pada Senin (18/12/23). Acara tersebut bertempat di Pondok Cabang Putri, yang beralamat di Jalan Jumat Karangmluwo Mangli Jember.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., Ibu Nyai Rabiatul Adawiyah, M.H., Ibu Nyai Hj. Hanik Rofiqh, SHI (Koordinator Bidang Dakwah Pimpinan Pusat muslimat NU)  yang sekaligus dihadiri puluhan mahasantri dan segenap ustadz-ustadzah Pondok Pesantren Darul Hikam.

Sebelum malam penutupan ta’lim, mahasantri telah berpartisipasi selama 2 hari berturut-turut dalam kegiatan lomba ujian baca kitab yang sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing yaitu Diniyah Awaliyah dan Diniyah Wustho.

Acara penutupan dimulai dengan buka puasa bersama, setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan acara inti.

Kiai Haris dalam sambutannya mengungkapkan bahwa terdapat berbagai macam pembelajaran yang diajarkan pada mahasantri di Pondok Darul Hikam seperti tahfidz, jurnalistik, dan program pengembangan Bahasa asing (Arabic dan English).

“Program-program kita sudah jelas dipaparkan jelas di website Darul Hikam. Semua terekam baik disana,” ujar Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Kiai Haris juga menyebutkan tujuan dari pembelajaran-pembelajaran dan kegiatan-kegiatan tersebut ialah untuk menyokong kebutuhan serta tambahan ilmu pada perkuliahan mahasantri di UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

“Tujuan kegiatan-kegiatan yang ada di pondok adalah untuk membantu menguatkan pembelajaran di UIN KHAS Jember. Misalnya praktik ujian baca kitab kemarin, itu hanya ada di Pondok Darul Hikam karena di fakultas tidak menguji kitab gundulan langsung,” tutur Kiai Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Terakhir, Kiai Haris mengungkapkan bahwa kegiatan lomba membaca kitab tidak hanya terkait memeriahkan penutupan semester, namun juga menjadi sarana evaluasi pondok. Dalam akhir sambutan, Kiai Haris juga memohon agar mahasantri terus berdoa guna memperlancar kegiatan serta prospek pondok pesantren Darul Hikam kedepannya.

“Saya harapkan malam ini menjadi evaluasi bersama terkait materi dan sebagainya. Alhamdulillah, serta mohon doanya dari seluruh mahasantri, ustadz dan ustadzah karena Darul Hikam berencana akan membuka Taman Kanak-kanak (TK) dan Tempat Penitipan Anak (TPA) tahun depan. Semoga diberi kelancaran dan keberkahan,” ungkap Kiai Haris yang juga Ketua PP Asosiasi  Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Sementara itu, Hj. Hanik Rafiqoh, SHI, Koordinator Bidang Dakwah Pimpinan Pusat muslimat NU, mengatakan bahwa ia bisa seperti ini karena barokah pondok. “Di sini mengingatkan saya Ketika di Pondok Zaenab Siddiq Jember puluhan tahun yang silam. Barakahnya pesantren itu luar biasa, sehingga dimanapun alumninya bertempat-tinggal pasti dibutuhkan oleh masyarakat di sekitarnya, boleh jadi itulah jawabannya mengapa alumni pesantren bisa menjadi tokoh dimana-mana, baik di tingkat lokal, nasional bahkan dunia,” jelas ibu Nyai Hj. Hanik Rafiqoh, SHI di hadapan ratusan mahasantri PP Darul Hikam.   

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pemenang lomba baca kitab baik dari Diniyah Awaliyah maupun Diniyah Wustho. Pada lomba baca kitab tingkat awaliyah posisi 1,2 dan 3 diraih oleh Hurriyatul Qowimah sebagai juara 1, Fathia az Zahra sebagai juara 2, dan Agift Akmal Maulana sebagai juara 3. Sedangkan untuk lomba baca kitab pada tingkat wustho posisi 1,2, dan 3 diraih oleh M. Al Basyier sebagai juara 1, Lutfiyah Tsamrotul sebagai juara 2, dan Siti Fitriatus Sholihah sebagai 3.

Acara tersebut dimulai pada pukul 17.00-20.00 WIB, berlangsung dengan meriah, antusias, dan penuh tawa oleh para mahasantri, ustadz, ustadzah, dan pengasuh.

Reporter: Agift Akmal Maulana

Editor: Erni Fitriani

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Konferensi Internasional Di STAI Darul Hikmah Aceh, Prof Haris Ungkap Langkah Penting Lawan Politik Uang

Media Center Darul Hikam – Tahun 2024 nanti kita akan menghadapi wabah. Namanya Wabah Politik Uang. Mulai Pemilu, Pilkada hingga Pilkades, politik uang selalu mengabaikan visi-misi dan program calon (Presiden, DPR RI, DPD RI, Gubernur, DPRD Propinsi, Bupati/Walikota, DPRD Kab/Kota, Kepala Desa)

Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum Zona VII Provinsi Jawa Timur Tahun 2019, Prof. Dr. H M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., dalam acara The 3rd International Conference On Dayah Studies yang bertajuk “Fenomena Politik Uang dalam Pemilu dan Pemilihan tahun 2024, Ditinjau Dari Perspektif Islam” secara virtual, pada Sabtu-Minggu (16-17/12/2023).

“Politik uang juga diartikan sebagai jual beli suara pada proses politik  dan kekuasaan dan tindakan membagi-bagikan uang baik milik pribadi atau partai untuk mempengaruhi suara pemilih (voters),” tutur Prof Haris yang juga Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Selanjutnya, Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember itu membagi jenis-jenis politik uang, antara lain: pembelian suara, pemberian pribadi, pelayanan dan aktivitas, barang-barang kelompok, dan proyek-proyek pork barrel.

“Selain itu, politik uang juga melibatkan pemberian uang dan materi lainnya melalui penyelenggaraan beragam aktivitas dan pelayanan untuk pemilih, seringkali terkait dengan acara perayaan komunitas,” ucap Prof Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, donasi untuk keuntungan bersama bagi kelompok sosial tertentu dan proyek-proyek pemerintah yang didanai dengan dana publik juga termasuk dalam jenis politik uang.

Prof Haris juga menegaskan bahwa tindak pidana politik uang telah diatur di dalam undang-undang, sebagaimana telah diatur dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bersifat lex spesialis. Dalam konteks ini, pelanggaran terhadap aturan pemilu, khususnya terkait politik uang, harus diperlakukan melalui proses penegakan hukum yang mengacu pada UU No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Pidana politik uang terutama diuraikan dalam Buku Kelima Bab I, yang mencakup Pasal 476 sampai dengan Pasal 487. Pemilihan untuk menempatkan aturan terkait politik uang dalam buku khusus dan bab tertentu menegaskan kekhususan (lex specialis) UU Pemilu dalam menangani pelanggaran terkait tindak pidana pemilu,” tutur Prof. Haris yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember.

Dengan demikian, lanjut Prof Haris, UU Pemilu berperan sebagai aturan khusus (lex specialis) yang berlaku dalam konteks pemilihan umum, melengkapi ketentuan umum (lex generalis) yang terdapat dalam KUHAP.

Prof. Haris juga mengemukakan lima langkah penting untuk melawan politik uang. Dalam pandangannya, KPU perlu secara maksimal memberikan edukasi politik kepada masyarakat dengan melibatkan mahasiswa dan civil society, guna mencegah tindak pidana politik uang. Ia menekankan bahwa peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak hanya sebagai mitra KPU, tetapi juga sebagai garda depan dalam menjaga integritas pemilu, serta mendukung partisipasi aktif masyarakat.

“Tidak cukup hanya melalui Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), melainkan juga melibatkan prinsip hukum (Ius contitendum) untuk memberikan efek jera yang lebih kuat terhadap pelaku politik uang,” pungkas Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember tersebut.

Reporter: Akhmal Duta Bagaskara

Editor:  M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Artikel Kegiatan Berita

Kegiatan Semester Ganjil Berakhir, Pesantren Darul Hikam Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Media Center Darul Hikam – Kegiatan pembelajaran semester ganjil Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli Jember kini telah berakhir. Pembelajaran ditutup dengan menggelar lomba akhir semester dengan ‘Membaca Kitab Gundulan’ yang dilaksanakan pada Jumat – Sabtu (15-16 Desember 2023) di masing-masing pondok, meliputi; Pondok Pusat Putri, Pondok Cabang Putri, dan Pondok Cabang Putra  Darul Hikam Mangli Jember.

Kegiatan lomba tersebut diikuti oleh seluruh mahasantri Pondok Pesantren Darul Hikam, yang terbagi ke dalam dua tingkat yang berbeda, yaitu tingkat pertama, kelas Madrasah Diniyah Awaliyah yang terdiri dari lomba membaca Kitab Fathul Qarib (Thaharah, Tayamum, Muamalah) dan Kitab Ibanah Wal Ifadhah.

Kemudian, tingkat kedua, kelas Madrasah Diniyah Wustha yang terdiri dari lomba membaca Kitab Fathul Mu’in (Bab Puasa), Kitab Bulughul Maram (Hadis 1-25), dan Kitab Ibanah Wal Ifadhah.

Pengasuh PP Darul Hikam, Prof. Dr. K.H. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., mengungkapkan lebih lanjut tentang fokus pembelajaran yang ada di Pondok Pesantren Darul Hikam.

“Pendidikan di sini berlangsung selama tiga tahun, dan setiap tahun mahasantri mempelajari kitab yang berbeda. Ini termasuk dalam level Diniyah Wustha dan Awaliyah. Mereka banyak belajar kitab kuning, seperti Fathul Mu’in, Alfiah, Fathul Qorib, dan Jurmiyah,” ungkap Prof Kiai Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Prof Kiai Haris juga mengatakan, pembelajaran di pondok pesantren ini tidak hanya terbatas pada kitab kuning, melainkan juga fokus pada program lainnya, seperti program pengembangan bahasan asing (Arabic dan English), jurnalistik, dan literasi.

“Namun, fokus utama kami tetap pada pembacaan kitab kuning. Bukan seperti lembaga pendidikan lain yang orientasinya kurang jelas. Kami berkomitmen untuk memberikan pembelajaran kitab kuning dan melakukan evaluasi melalui lomba dan ujian akhir semester,” tambah Prof Kiai Haris yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pelatihan MUI Jawa Timur.

Terakhir, Prof Kiai Haris mengatakan, pegelaran lomba tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi para pengurus dan tenaga pengajar Darul Hikam, sehingga tingkat pengetahuan dan potensi yang dimiliki oleh para mahasantri dapat terukur.

“Lomba ini bukan hanya ujian, tetapi juga ajang untuk melihat aktivitas dan partisipasi para mahasantri. Diadakannya lomba ini juga bertujuan untuk menciptakan suasana pembelajaran di Pondok yang tidak tegang dan membosankan,” tutur Prof Kiai Haris yang juga Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara – Hukum Administrasi Negara.

Pada kesempatan yang sama Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam (Putri) turut menjelaskan, pentingnya pengembangan keilmuan melalui berbagai kegiatan, termasuk lomba dan ujian.

“Di pesantren Darul Hikam, kami menetapkan minimal satu tahun untuk para santri. Tujuannya tidak sekadar agar mereka menghuni tempat ini, melainkan agar mereka memahami dan mengetahui perkembangan ilmiah mereka. Ketika mereka masuk hingga keluar, kami ingin melihat perubahan signifikan dari ilmu yang mereka miliki,” ungkap Nyai Robiatul yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Selain itu, Nyai Robi mengatakan, kegiatan tersebut juga dapat memberikan porsi penting pada evaluasi perkembangan belajar para mahasantri. Namun, pendekatan mereka tidak hanya sebatas itu. Yakni dengan mengadakan lomba di akhir tahun. Lomba ini tidak semata-mata menjadi ujian, tetapi juga bentuk evaluasi yang lebih dinamis.

“Salah satu lomba yang kami lakukan saat ini adalah Lomba Membaca Kitab Gundulan, yang merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning para mahasantri,” tambah Nyai Robi.

Keilmuan di Pondok Pesantren Darul Hikam tidak hanya berhenti pada kegiatan di pesantren itu sendiri. Nyai Robiatul menjelaskan bahwa ada program-program lain seperti pengajian dan Sekolah Diniyah.

“Untuk itu, kami menyelenggarakan pengajian dan sekolah diniyah agar mereka terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan dan terus berkembang dalam ilmu agama Islam,” tuturnya.

Terakhir, Nyai Robi mengatakan manfaat bagi santri yang berpartisipasi dalam lomba akhir semester ini.

“Manfaatnya sangat banyak. Pertama, santri dapat mengetahui di mana letak kekurangan mereka, terutama dalam membaca kitab kuning. Kedua, lomba ini memberikan semangat baru kepada mahasantri untuk mengikuti kegiatan lainnya yang ada di pesantren Darul Hikam,” pungkasnya.

Reporter : Akhmal Duta Bagaskara

Editor : M. Irwan Zamroni Ali