Categories
Berita

Indonesia Jadi Negara dengan Jumlah Coffee Shop Terbanyak di Dunia

Inibaru.id – Meski budaya ngopi di Tanah Air cukup tinggi, Indonesia ternyata nggak masuk dalam 10 besar negara yang paling banyak minum kopi di seluruh dunia. Tapi, soal jumlah kafe alias coffee shop, menurut akun Instagram @cjust_a_stick, Indonesia adalah negara dengan jumlah coffee shop terbanyak di dunia.

FYI nih, menurut laporan Cafely yang dirilis CNBC, Senin (24/11/2025), warga Luksemburg jadi yang paling doyan ngopi setiap hari. Per harinya, rata-rata mereka minum 5,31 cangkir kopi. Sementara itu, di peringkat kedua adalah Finlandia dengan rata-rata 3,77 cangkir per hari.

Setelah kedua negara tersebut, Swedia, Norwegia, Austria, Denmark, Swiss, Belanda, Yunani, dan Jerman melengkapi daftar 10 besar. Negara-negara yang dikenal dengan kultur minum kopinya seperti Italia, Amerika Serikat, hingga Korea Selatan malah nggak masuk daftar tersebut, Gez. Bahkan, khusus untuk Korea Selatan, rata-rata konsumsinya hanya 0,74 cangkir kopi saja setiap hari.

Warga Indonesia sendiri hanya mengonsumsi 0,24 cangkir kopi per hari dan ada di peringkat 57. Tapi, meskipun konsumsi kopinya biasa-biasa saja, soal jumlah coffee shop, Indonesia juaranya.

Berdasarkan POI data, ternyata jumlah kafe di Indonesia mencapai angka 461.991. Angka ini jauh lebih tinggi dari jumlah kafe di Thailand yang ada di angka 96.969, Vietnam di angka 132.294, dan Amerika Serikat yang ada di angka 145.629.

Kok bisa jumlah kafenya sebanyak itu? Konon sih karena budaya nongkrong kita yang sangat kuat, Gez. Orang Indonesia, khususnya generasi muda, banyak yang nongkrong setelah sekolah, kuliah, atau kerja dengan teman-temannya, keluarganya, atau bahkan kekasihnya. Lokasi nongkrongnya? Tentu saja di kafe-kafe tersebut.

Lebih dari itu, kini juga banyak orang yang belajar, bikin tugas, atau bahkan bekerja di kafe. Hukum ekonomi pun berlaku. Semakin banyak kebutuhan tempat-tempat seperti kafe, semakin bermunculan pula tempat tersebut.

“Seringnya saya nongkrong dengan teman-teman dari masa kuliah setelah pulang kerja. Tapi terkadang, kalau lagi penat kerja di kantor, juga bisa kerja di sana. Tinggal izin sama atasan, diperbolehkan kok, kan yang penting produktif. Soal lokasi kafe, saya punya beberapa tempat yang biasa dikunjungi,” ungkap salah seorang pekerja swasta di Kota Semarang, Hasan, pada Rabu (24/12).

Siapa sangka ya, Gez, kafe alias coffee shop yang semakin menjamur di Indonesia ada yang mendata. Siapa sangka pula, jumlahnya sangat banyak dan bikin Indonesia jadi negara dengan coffee shop terbanyak di dunia. Hm, kamu sendiri, apakah masih sering nongkrong di kafe nggak nih?

sumber: https://inibaru.id/hits/indonesia-jadi-negara-dengan-jumlah-coffee-shop-terbanyak-di-dunia#google_vignette

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Hadiri Pembinaan dan Review Kegiatan LAZ oleh Kemenag Jember

Jember — Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember menghadiri kegiatan Pembinaan Lembaga Amil Zakat dan Review Kegiatan dalam rangka meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, serta optimalisasi program pengelolaan zakat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Jember pada Rabu, 15 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.

Acara tersebut dihadiri oleh anggota Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember yang terdiri dari 16 Lembaga Amil Zakat, yaitu BAZNAS, AZKA, Nurul Hayat, YDSF, LAZMA, BMH, LAZISMU, Nurul Falah, UPZ UIN KHAS Jember, Yatim Mandiri, Rumah Zakat, LAZ Persada, YBM PLN (izin), RIZKI, LAZAWA Darul Hikam, dan LAZISNU.

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, S.Ag., M.Pd. serta Bidang Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf, Dr. Abdul Basid, Kepala Pelaksana Baznas Kabupatèn Jember, Ustadz Abdul Qodir, M.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Dr. Santoso, menyampaikan rasa senang dan bahagianya dapat berkumpul bersama para pejuang zakat. Ia menilai para pengelola zakat, yang mayoritas diisi oleh kalangan muda, memiliki semangat, empati sosial, dan rasa kemanusiaan yang tinggi dalam mengabdi kepada umat.

“Saya merasa sangat senang dan bahagia bisa berkumpul bersama para pejuang zakat. Mayoritas yang hadir adalah anak-anak muda dengan semangat yang masih membara, memiliki empati sosial dan rasa kemanusiaan yang luar biasa,” ujar Dr. Santoso.

Dr. Santoso juga berharap melalui kegiatan ini, seluruh Lembaga Amil Zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember dapat terus bersinergi dan saling bekerja sama guna meningkatkan kemaslahatan umat, khususnya dalam pengelolaan dan pendistribusian zakat.

“Saya berharap lembaga-lembaga amil zakat yang tergabung dalam Forum Zakat Jember ini dapat terus bersinergi, saling bekerja sama, dan bersama-sama meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang berdampak,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Jember, Dr. Abdul Basid, menyampaikan harapannya agar ke depan dapat terjalin program-program kolaboratif antar lembaga zakat yang terkoordinasi dengan baik sehingga memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Ke depan, kami berharap ada program-program yang bisa dikerjasamakan antar lembaga zakat sehingga hasilnya lebih optimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Dr. Abdul Basid.

Sementara itu, Nadir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. yang didampingi oleh Iklil Naufal Umar selaku staf bidang keuangan dan administrasi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan pembinaan tersebut. Ia menegaskan kesiapan Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan seluruh lembaga amil zakat dalam meningkatkan kemaslahatan umat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pembinaan yang sangat bermanfaat ini. Lazawa Darul Hikam siap bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh lembaga amil zakat dalam rangka meningkatkan kemaslahatan umat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berintegritas,” tegas Irwan.

Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa salah satu tantangan utama lembaga amil zakat saat ini adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

“Tantangan terbesar lembaga amil zakat adalah menjaga trust atau kepercayaan umat. Transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik adalah kunci agar zakat benar-benar dikelola secara amanah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkas Irwan yang juga Dosen Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Reporter : Achmad Muthiurrahman
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita Lembaga Wakaf Tunai

Lazawa Darul Hikam Terima Kunjungan FOZ Jember, Siap Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam menerima kunjungan silaturahmi dari Forum Zakat (FOZ) Kabupaten Jember, pada Rabu 14 Januari 2026, di Kantor Lazawa Darul Hikam, Perum Pesona Surya Milenia, Jember.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama antar lembaga filantropi Islam di Kabupaten Jember, khususnya di bidang pengelolaan zakat.

Hadir dari pihak Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. selaku Direktur, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC. selaku Nazhir, serta Iklil Naufal Umar selaku staf bidang administrasi dan keuangan. Sementara dari pihak FOZ Jember diwakili oleh Ustadz Darmawan dan Ustadz Eko selaku Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bahagia atas kunjungan pengurus FOZ Jember ke Lazawa Darul Hikam.“Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan kehadiran pengurus FOZ Jember.

Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama dan sinergi dalam pengelolaan zakat demi kemaslahatan umat,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Haris juga memaparkan perjalanan Lazawa Darul Hikam sejak berdiri. Ia menjelaskan bahwa Lazawa Darul Hikam telah beroperasi sejak 17 Januari 2022 dan memperoleh SK Nazhir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada Januari 2024.

“Pada awalnya Lazawa Darul Hikam fokus pada pengelolaan dana wakaf. Namun seiring berjalannya waktu dan tingginya permintaan umat agar kami juga mengelola zakat, pada April 2024 Lazawa Darul Hikam resmi menjadi UPZ BAZNAS Jember,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur menegaskan komitmen Lazawa Darul Hikam untuk bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi Islam lainnya.

“Darul Hikam siap bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi lain yang memiliki tujuan sama, yakni menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi umat,” tegasnya.

Sementara itu, Pengurus FOZ Bidang Sinergi dan Jaringan, Ustadz Darmawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Lazawa Darul Hikam.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Lazawa Darul Hikam. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan manfaat bagi pengelolaan zakat di Jember,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini FOZ Kabupaten Jember telah menaungi 16 lembaga pengelola zakat, termasuk Lazawa Darul Hikam nantinya.

Menurutnya, FOZ Jember bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran dana zakat agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi kekuatan baru bagi Forum Zakat Kabupaten Jember dalam mengoptimalkan peran zakat untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara Lazawa Darul Hikam dan FOZ Jember dalam membangun ekosistem zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Reporter : Achmad Muthiurrohman

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Lembaga Wakaf Tunai

Garap Program Wakaf Pesantren, Prof. MN Harisudin Launching Darul Hikam Peduli Bogor

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam resmi meluncurkan program baru bertajuk Darul Hikam Peduli Bogor. Acara launching ini dilaksanakan secara online pada Jumat, 09 Januari 2026, sebagai langkah strategis memperluas jangkauan pelayanan dan kemanfaatan Lazawa Darul Hikam di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Launching Darul Hikam Peduli Bogor merupakan peresmian unit program baru di bawah naungan Lazawa Darul Hikam yang nantinya akan memiliki agenda dan program tersendiri. Salah satu program prioritas yang direncanakan adalah pembebasan lahan wakaf di Kota Bogor sebagai bagian dari pengembangan dakwah dan pendidikan Islam.

Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, Nazhir Lazawa Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, staf bidang fundraising Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., staf bidang keuangan Iklil Naufal Umar, serta KH. Moh. Romli selaku Koordinator Darul Hikam Peduli Bogor.

Dalam sambutannya, Prof. Haris menyampaikan harapannya agar hadirnya Darul Hikam Peduli Bogor dapat memperluas manfaat Lazawa Darul Hikam sekaligus membuka ruang partisipasi donatur baru, khususnya dari wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Kami berharap Darul Hikam Peduli Bogor dapat memperluas manfaat Lazawa Darul Hikam dan menambah donatur, tidak hanya yang selama ini sudah ada, tetapi juga donatur baru, khususnya dari Bogor dan sekitarnya,” ujar Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa Darul Hikam Peduli Bogor akan dipimpin langsung oleh KH. Moh. Romli dan diberi keleluasaan untuk menyusun program-program sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bogor.

“Tentu nanti Darul Hikam Peduli Bogor akan memiliki program tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” tambah Prof Haris yang juga Direktur Womester.

Prof. Haris berharap, launching Darul Hikam Peduli Bogor dapat membawa keberkahan dan manfaat yang lebih luas bagi umat.

“Semoga launching Darul Hikam Peduli Bogor ini membawa keberkahan dan kemanfaatan yang besar,” tutur Prof Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Sementara itu, KH. Moh. Romli menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Lazawa Darul Hikam kepadanya untuk mengelola Darul Hikam Peduli Bogor.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan Lazawa Darul Hikam untuk membuka Darul Hikam Peduli Bogor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Darul Hikam Peduli Bogor akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya untuk mewujudkan cita-cita pendirian pesantren di Kota Bogor.

“Melalui Darul Hikam Peduli Bogor, insyaallah salah satu tujuan besarnya adalah mendirikan pesantren di Bogor. Mendirikan pesantren di kota besar tentu memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pembebasan tanah wakaf,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan Lazawa Darul Hikam diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan tersebut.

“Melalui Lazawa Darul Hikam, semoga Allah memberikan kemudahan untuk kita semua. Dengan doa para masyayikh, demi kemaslahatan bersama, insyaallah Allah akan memberikan jalan,” lanjut KH. Romli.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa kegiatan fundraising di kota besar memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kepercayaan donatur melalui pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.

“Fundraising di kota besar menuntut kepercayaan yang tinggi. Karena itu, penggunaan dana harus dilakukan secara transparan agar amanah para donatur benar-benar terjaga,” pungkasnya.

Selama ini, Lazawa Darul Hikam terus berupaya memudahkan para donatur dalam menunaikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Donasi dapat dilakukan melalui laman resmi www.lazawadarulhikam.org
, platform https://apps.satuwakaf.id/
, serta melalui rekening BSI 4467764444 a.n. Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam dan Bank Jatim 0032804357 a.n. YPI Darul Hikam MKJ.

Dengan diluncurkannya Darul Hikam Peduli Bogor, Lazawa Darul Hikam optimistis dapat memperluas peran filantropi Islam dalam mendukung pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan umat di wilayah perkotaan.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar