Categories
Berita

Solidaritas Tanpa Batas, Lazawa Darul Hikam dan PP Kamaly Situbondo Salurkan Donasi Bencana ke Aceh

Situbondo, 11 Desember 2025 — Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam bekerja sama dengan Pengurus Pusat Keluarga Mahad Aly (KAMALY) Situbondo berhasil menghimpun bantuan untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November 2025.

Penggalangan dana berlangsung sejak 1 hingga 10 Desember 2025 dan melibatkan para donatur dari berbagai wilayah Indonesia, terutama para alumni Mahad Aly Situbondo. Total dana yang terkumpul mencapai Rp 29.490.000, yang kemudian disalurkan untuk kebutuhan mendesak warga terdampak.

Sejumlah wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar hingga kini masih dalam kondisi darurat. Data BNPB per 9 Desember 2025 menunjukkan bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut telah menyebabkan 964 korban meninggal dunia, ratusan korban hilang, serta ratusan ribu warga mengungsi. Infrastruktur jalan, jembatan, dan permukiman juga mengalami kerusakan berat, sehingga distribusi logistik dilakukan melalui jalur darat dan udara di beberapa titik terdampak.

Bantuan ini selanjutnya disalurkan ke Aceh. Salah satu penyalur bantuan di Aceh mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian para donatur.

“Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan kepada kami rakyat Aceh dalam bentuk 1.500 kg beras. Ini sangat berdampak bagi kami,” ujar Dr Rahmat Saputra, alumni Ma’had Aly Situbondo yang ditunjuk PP Kamaly-Lazawa Darul Hikam menyalurkan bantuan sembako ke Aceh.

Ketua PP Keluarga Alumni Mahad Aly, Dr. KH. Ach. Muhyiddin Khotib, MHI, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar KAMALY dan para donatur yang telah berpartisipasi pada kegiatan ini,” ungkap Ketua PC NU Situbondo itu.

Sementara itu, Nazhir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, menegaskan komitmen Lazawa dalam menjalankan amanah umat, terutama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan.

“Sebagai Nazhir, kami berkewajiban mengelola dan menyalurkan amanah ini secara profesional dan tepat sasaran. Kami akan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang terkena musibah banjir bandang,” tegas Irwan.

Ia juga menambahkan bahwa Lazawa Darul Hikam akan terus memperluas jejaring kolaborasi agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau lebih banyak korban.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk kolaborasi lintas lembaga agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan,” tambah Irwan yang juga Dosen UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

Di tengah situasi darurat yang masih berlangsung, bantuan masyarakat dari berbagai daerah terus berdatangan. Upaya gotong-royong seperti yang dilakukan Lazawa Darul Hikam dan Keluarga Mahad Aly Situbondo menjadi dorongan penting bagi warga Aceh, Sumut, dan Sumbar yang masih membutuhkan bantuan logistik, layanan kesehatan, serta dukungan pemulihan pascabencana.

Reporter : Iklil Naufal Umar

Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah Bertemu, Sepakati Segera Gelar Muktamar Ke-35 NU

Kediri, NU Online Jatim Hasil Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Mustasyar PBNU memutuskan bahwa Muktamar ke-35 harus dilaksanakan secepatnya oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Rapat tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis, (25/12/2025).

“Menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU (KH Miftachul Akhyar) dan Ketua Umum PBNU (KH Yahya Cholil Staquf), dengan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan Muktamar,” tulis putusan yang dikutip NU Online.

Putusan tersebut juga menerangkan kronologi permasalahan itu. Tertulis bahwa sejak terjadinya persoalan internal di PBNU yang dipicu pemberhentian Gus Yahya oleh Kiai Miftach melalui forum yang disebut sebagai Rapat Syuriyah PBNU dan penolakan atas putusan tersebut, perkembangan yang terjadi justru menunjukkan eskalasi konflik yang semakin tajam dan berkepanjangan.

Kemudian, putusan itu juga menjelaskan, sebagai wujud tanggung jawab moral serta keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi NU, Mustasyar PBNU, sesepuh, dan alim ulama NU telah mengambil berbagai inisiatif musyawarah.

“Musyawarah tersebut diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, dan puncaknya Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada tanggal 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan 21 Desember 2025.5 Musyawarah Kubro tersebut dihadiri oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Indonesia,” tulis putusan itu,

Diketahui, pertemuan tersebut sudah dijadwalkan oleh Kiai Miftach sebagai forum Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar melalui surat nomor 4829/PB.02/A.I.01.02/99/12/2025 yang diterbitkan pada Rabu (24/2025). Sedangkan kehadiran Gus Yahya berdasarkan undangan resmi yang bertandatangan dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH M. Anwar Manshur bernomor 064/A/AZM/P2L/XII/2025.

Hadir dalam pertemuan ini dari jajaran Mustasyar PBNU, antara lain, KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, dan Prof Machasin. Kemudian dari jajaran Rais Syuriyah, antara lain, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Idris Hamid, KH Mu’adz Thohir, KH Muhibbul Aman Aly, KH Imam Buchori Cholil, KH Muhammad Cholil Nafis, H Mohammad Nuh.

Dari jajaran Katib Syuriyah, antara lain, KH. Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, KH Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), KH Abdul Latif Malik, Gus Aunullah A’lal Habib, H Tajul Mafakhir, H Abdul Moqsith Ghazali, dan H Sarmidi Husna. Editor: A Habiburrahman

Sumber: https://jatim.nu.or.id/nuonline/mustasyar-syuriyah-dan-tanfidziyah-bertemu-sepakati-segera-gelar-muktamar-ke-35-nu-NMnMj

Categories
Berita

Kado Akhir Tahun, Edisi Pertama Dua Jurnal Darul Hikam Terbit Tahun 2025

Jember – Setelah di launching pada Sabtu, 18 Oktober 2025, tepat pada bulan desember 2025 dua jurnal Darul Hikam resmi terbit. Ketua YPI Darul Hikam, Prof Dr KH.M Noor Harisudin, S.Ag, SH, M. Fil. I, CLA, CWC sangat mengapresiasi kinerja dari managing editor dari jurnal Nusantara Journal of Technology, Education, and Law (NUJEEL) dan Nusantara Journal of Economic, Science, and Social (NUJESS).

Prof M Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat itu mengucapkan selamat atas terbitnya jurnal ilmiah Darul Hikam yang memiliki tagline Pondok literasi.

“Selamat atas terbitnya edisi perdana jurnal keren YPI Darul Hikam, yaitu NUJELL dan NUJESS. Selamat pada mas Haris dan mas Wildan. Ini mengukuhkan bahwa YPI Darul Hikam adalah Pondok Literasi sesuai taglinenya. Di pondok ini, diajarkan tradisi menulis sehingga banyak jebolan yang piawai dalam tulis menulis,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Jurnal NUJEEL berfokus pada publikasi penelitian dan kajian akademik di tiga bidang utama: pendidikan, ekonomi, dan hukum. Melalui jurnal ini, para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa diberi ruang untuk berbagi ide, temuan, serta inovasi ilmiah.

NUJEEL menyoroti isu-isu strategis seperti inovasi pembelajaran, kebijakan pendidikan, dinamika ekonomi dan bisnis, serta berbagai kajian hukum, mulai dari hukum konstitusi, pidana, perdata, hingga hak asasi manusia dan keadilan sosial. Kehadiran jurnal ini diharapkan dapat memperkaya khazanah penelitian nasional sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.

Sementara itu, NUJESS hadir sebagai wadah publikasi bagi penelitian di bidang teknologi, sains, dan sosial. Fokus jurnal ini mencakup beragam topik seperti teknologi informasi, energi dan lingkungan, ilmu alam dan terapan, hingga kajian sosial, budaya, dan politik.

Managing Editor Jurnal NUJEEL, Haris Taufiqurrahman, S.H., M.H. mengatakan bahwa ini merupakan awal yang baik dari dunia literasi kedepannya.

“Kami berharap dengan terbitan pertama ini merupakan langkah awal yang baik demi kemajuan dunia literasi kedepannya, karena dunia literasi semakin hari semakin kompleks dan butuh hal-hal yang berkontribusi penuh contohnya jurnal ini”.

Dosen Universitas Bondowoso itu juga menambahkan bahwasanya ke depan semoga jurnal NUJELL ini memberikan manfaat yang signifikan bagi semua.

“NUJELL ini kami harapkan bermanfaat ke depannya, semua bisa menulis, santri, mahasiswa, dosen, guru besar dan semacamnya,” tuturnya.

Di sisi lain Managing Editor Jurnal NUJESS, Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H. mengatakan tidak banyak Yayasan Pendidikan Islam punya jurnal bahkan mungkin YPI Darul Hikam pertama kali.

“Menurut kami tidak banyak Yayasan Pendidikan Islam punya Jurnal. Mungkin YPI Darul Hikam yang pertama. Semoga dengan adanya terbitan pertama dari jurnal NUJESS ini bisa memberikan pandangan kepada pondok yang lainnya untuk bisa mengembangkan dunia literasi di Yayasan terutama di pondok pesantren,” tutur Wildan.

Wildan yang juga Dosen Universitas Terbuka Indonesia menambahkan bahwa NUJESS ke depan akan lebih diperhitungkan dengan bisa tembus ke Sinta 2 bahkan Scopus.

“Ke depan mungkin 2 atau 3 tahun lagi kami akan memaksimalkan kualitas dari jurnal ini, baik dari tulisan, siapa penulisnya, dan semacamnya supaya penilaian ketika akreditasi menjadi baik. Target kami adalah Sinta 2 minimal, bahkan lebih baik lagi bisa scopus. Semoga,” pungkasnya.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Wakaf Kursi Sholat ke-7 Diserahkan untuk Jamaah Masjid Jami’ Ar-Raudhoh Bangkalan

Bangkalan – Program wakaf kursi sholat untuk jamaah lansia dan difabel kembali digelar oleh Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam. Kali ini, wakaf kursi sholat ke-7 diserahkan untuk jamaah Masjid Jami’ Ar-Raudhoh, Bangkalan, pada Rabu (17/12/2025) malam, usai salat Magrib.

Takmir Masjid Jami’ Ar-Raudhoh Bangkalan yang diwakili Dr. HM. Hasanudin Bukhori menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas wakaf kursi sholat yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi jamaah, khususnya kalangan lansia dan difabel.

“Kami mengucapkan terima kasih atas wakaf kursi sholat ini. Manfaatnya sangat besar bagi masjid dan jamaah, terutama bagi lansia dan difabel. Ke depan kami berharap program seperti ini bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujar mantan Camat yang kini menjadi aktivis Masjid Ar-Roudhoh Bangkalan.

Sementara itu, Direktur World Moslem Studies Center (Womester), Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, menjelaskan bahwa penyerahan wakaf kursi di Bangkalan merupakan titik ketujuh dari rangkaian program wakaf kursi yang telah dilaksanakan di berbagai daerah.

“Ini adalah wakaf kursi yang ke-7 setelah sebelumnya kami laksanakan di Bondowoso, Jember, Lumajang, Malang, Kediri, hingga Masjidil Haram di Mekkah, dan hari ini di Bangkalan,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia menegaskan bahwa wakaf kursi tersebut diperuntukkan khusus bagi jamaah lansia dan difabel.

“Wakaf kursi ini diperuntukkan bagi lansia dan difabel, bukan hanya untuk sholat, tetapi juga untuk ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan aktivitas ibadah lainnya,” lanjut Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haris juga mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para donatur wakaf kursi agar amal kebaikan mereka diterima oleh Allah SWT.

“Kita doakan bersama para donatur yang berdonasi pada Program Satu Wakaf Kerjasama Lazawa Darul Hikam dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Jember, semoga wakafnya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan murah rizkinya,” ujar Prof Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya wakaf dan zakat sebagai bagian dari filantropi Islam dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

“Wakaf dan zakat adalah instrumen filantropi Islam untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Tidak ada orang miskin, tidak ada kelaparan, tidak ada kebodohan kalau wakaf dan zakat jalan. Mari kita donasikan harta kita lewat zakat dan wakaf,” tambahnya.

Prof. Haris juga berpesan agar masjid-masjid ke depan semakin memperhatikan aspek keramahan terhadap lansia dan difabel, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan.

“Masjid idealnya menjadi rumah badah yang ramah lansia dan difabel. Juga menjadi tempat yang nyaman, dan inklusif bagi semua jamaah,” pungkas Prof Haris yang sudah keliling 22 negara.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 jamaah laki-laki dan perempuan, yang tampak antusias mengikuti prosesi penyerahan wakaf sekaligus doa bersama untuk para donatur.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Masjid Al Muhajirin Jadi Tuan Rumah MUSEMMA ke-3 Lazawa Darul Hikam

Jember – Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam kembali menggelar Program MUSEMMA (Muslim Sehat, Masjid Makmur) untuk ketiga kalinya. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Masjid Al Muhajirin Perum Gunung Batu Permai, Jember, pada Minggu (14/12/2025).

Program MUSEMMA kali ini berkolaborasi antara Lazawa Darul Hikam, Takmir Masjid Al Muhajirin, dan Gerakan Sholat Berjamaah sehingga jamaah mencapai 200 orang lebih. Kegiatan ini menjadi terobosan Lazawa Darul Hikam dalam memadukan dakwah keagamaan dengan edukasi dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 03.30 WIB dengan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan tausiyah keislaman dan kesehatan, konsultasi ZISWAF, pemeriksaan kesehatan gratis meliputi cek tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol, serta ditutup dengan sarapan pagi bersama jamaah.

Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, hadir sebagai narasumber utama bersama tenaga kesehatan dari RSD dr. Soebandi, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep.

Dalam pemaparannya, Prof. Haris menegaskan bahwa Lazawa Darul Hikam tidak hanya berfokus pada kesehatan lahiriah, tetapi juga kesehatan batiniah umat.

“Lazawa Darul Hikam tidak hanya memperhatikan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan batin. Karena itu kami juga menjalankan program kajian Kitab Al-Hikam, karya Syaikh Ibnu Athaillah as-Sakandari, yang berisi hikmah-hikmah spiritual untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Guru Besar UIN KHAS Jember sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Mangli itu menambahkan bahwa program di Lazawa Darul Hikam akan terus dikembangkan dengan berbagai inovasi dakwah berbasis kemaslahatan umat.

“Selain MUSEMMA, ke depan insyaallah kami juga akan hadir di masjid-masjid melalui program Green Mosque sebagai bagian dari pemberdayaan masjid dan jamaah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ns. Yoyok Prasetyo Santoso, S.Kep, dalam sesi edukasi kesehatan, mengungkapkan bahwa salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat saat ini adalah gastritis atau maag, yakni peradangan pada lapisan lambung.

“Gastritis bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penggunaan obat antiinflamasi non-steroid seperti ibuprofen atau aspirin, konsumsi kafein berlebihan, stres fisik maupun psikis, serta pola makan yang tidak teratur,” jelas Yoyok.

Ia juga mengingatkan jamaah agar lebih peduli terhadap pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjaga pola makan teratur, mencuci tangan untuk mencegah infeksi dari makanan, menghindari penggunaan obat pereda nyeri tanpa anjuran dokter, serta membatasi konsumsi alkohol dan kafein sangat penting,” pesannya.

Ketua Yayasan Masjid Al Muhajirin, Prof. Hadi Praytino, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lazawa Darul Hikam atas terselenggaranya program MUSEMMA di Masjid Al Muhajirin.

“Ketua Yayasan Masjid Al Muhajirin beserta seluruh organ yang ada di dalamnya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan kehadiran Lazawa Darul Hikam dalam upaya memakmurkan Masjid Al Muhajirin. Insyaallah, ini kami niatkan dan catat sebagai amal kebaikan,” ungkap Prof. Hadi.

Ia berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus dirajut kembali di masa yang akan datang demi kemaslahatan jamaah dan masyarakat sekitar,” lanjutnya.


Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Tokoh Nasional Kumpul di UIN KHAS Jember, KPU hingga DPR RI Bedah Masa Depan Demokrasi Indonesia

Jember – UIN Kiai Haji Ahmad Shidiq Jember menjadi pusat perhatian nasional, Selasa (16/12/2025). Sejumlah tokoh penting negara hadir dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025 yang digelar di Gedung BEC UIN KHAS Jember.

Hadir sebagai narasumber antara lain Ketua Bawaslu RI Dr. Rahmat Bagja, S.H., LL.M, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Anggota Komisi II DPR RI H. Muhammad Khozin, M.AP., Kepala Badan Keahlian DPR RI Prof. Dr. Bayu Dwi Anggono, S.H., M.H., serta Guru Besar UIN KHAS Jember Prof. Dr. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC.

Dalam paparannya, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menegaskan bahwa kecurangan pemilu tidak selalu terjadi pada saat pemungutan suara, melainkan justru berawal sejak tahap awal.

“Dalam buku One Person One Vote, kecurangan pemilu itu justru dimulai saat penyusunan daftar pemilih, bukan pada saat pencoblosan,” ujar Bagja.

Ia mencontohkan Pemilu Amerika Serikat pada era Presiden Donald Trump yang menuai kritik karena mempersulit proses pendaftaran pemilih. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan Indonesia.

“Pantarlih Indonesia jauh lebih baik dibanding Amerika. Sistem kita lebih transparan dan terukur,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bagja juga mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam partai politik. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan partai politik yang diisi oleh orang-orang berintegritas dan berpendidikan jelas.

“Partai politik harus diisi orang-orang baik, dengan latar pendidikan yang jelas. Jangan sampai ada ketidakjelasan di republik ini,” ujarnya sambil berkelakar.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI H. Muhammad Khozin menekankan pentingnya pemahaman hukum tata negara, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Syariah. Ia menilai demokrasi hanya dapat berjalan sehat jika aturan mainnya dipahami bersama.

“Demokrasi tidak akan sehat tanpa rule of the game yang jelas dan dipahami,” ujar Legislator PKB Dapil Jember–Lumajang tersebut.

Gus Khozin juga secara tegas menolak wacana menjadikan KPU dan Bawaslu sebagai lembaga ad hoc.

“Penyelenggara pemilu adalah ujung tombak demokrasi. Karena itu harus permanen, independen, dan profesional,” tegas mantan wartawan ini.

Ia berharap ke depan sistem pemilu dapat menekan biaya politik. Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya terlibat sebagai penyelenggara pemilu, tetapi juga aktif memberikan masukan substantif dalam proses pembentukan undang-undang pemilu yang masuk Prolegnas dan direncanakan mulai dibahas pada 2026.

Di sisi lain, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menjelaskan bahwa tugas KPU adalah memfasilitasi peserta dan pemilih, sementara kesuksesan pemilu merupakan tanggung jawab bersama.

“Sosialisasi dan pendidikan pemilih ini penting untuk mendapatkan masukan dari pemilih, khususnya pemilih muda dan pemula, demi perbaikan pemilu dan pilkada ke depan,” jelasnya.

Kepala BKD DPR RI Prof. Bayu Dwi Anggono menambahkan bahwa Badan Keahlian DPR RI berperan memberikan dukungan keahlian kepada DPR, baik dalam fungsi legislasi, pengawasan, maupun anggaran.

“Kami ingin memberikan layanan terbaik kepada pimpinan dan anggota DPR, terutama dalam konteks kualitas keahlian sebagai bahan pengambilan kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. M. Noor Harisudin menekankan pentingnya membangun kesadaran pemilih cerdas. Menurutnya, pemilih cerdas adalah warga negara yang rasional, kritis, dan partisipatif.

“Pemilih cerdas tidak mudah terpengaruh hoaks atau politik uang, tetapi meneliti rekam jejak, visi-misi, dan program kerja calon, serta menggunakan hak pilihnya secara benar,” tandasnya.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 900 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas di lingkungan UIN KHAS Jember. Turut hadir pula jajaran KPU Provinsi Jawa Timur serta KPU wilayah Tapal Kuda, sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan penyelenggara pemilu.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Lazawa Darul Hikam Resmi Luncurkan SIMOLDA, Perkuat Layanan Zakat dan Wakaf Berbasis Digital

Ajung, Jember — Lembaga Zakat dan Wakaf (Lazawa) Darul Hikam resmi meluncurkan SIMOLDA (Sistem Manajemen Online Lazawa Darul Hikam) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Launching yang digelar di Aula Pondok Pesantren Darul Hikam ini dihadiri seluruh mahasantri Darul Hikam dan dirangkaikan dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Peluncuran SIMOLDA dilakukan secara simbolis oleh Nazhir Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam, M. Irwan Zamroni Ali, S.H., M.H., CWC, dengan menyerahkan aplikasi tersebut kepada Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC.

Dalam sambutannya, Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember, menjelaskan bahwa SIMOLDA merupakan inovasi strategis Lazawa Darul Hikam di tahun 2025 untuk memperkuat pelayanan dan tata kelola lembaga secara digital.

“SIMOLDA ini digunakan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan donatur, sekaligus meningkatkan kinerja pimpinan dan pegawai di lingkungan Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam secara online. Ini adalah bentuk inovasi tahun 2025 yang membuat kita lebih berada di depan dibandingkan lembaga zakat dan wakaf lainnya di Indonesia,” ujar Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center (Womester).

Ia menambahkan bahwa pengembangan SIMOLDA merupakan kelanjutan dari inovasi digital sebelumnya yang telah dilakukan Lazawa Darul Hikam.

“Kalau tahun 2024 kita sudah membuat website crowdfunding seperti wakafdarulhikam.org dan zakatdarulhikam.org untuk memudahkan donatur menghitung zakat dan berdonasi, maka tahun 2025 ini kita memperkuat kelembagaan Lazawa Darul Hikam melalui sistem manajemen online,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP APHTN-HAN 2025-2030.

Menurut Prof. Haris, SIMOLDA dirancang sebagai sistem terpadu yang mencakup manajemen kepegawaian, laporan kinerja, keuangan, produk, hingga data donatur, sehingga seluruh layanan dapat disajikan secara profesional dan bermutu.

“Semua laporan kinerja, keuangan, produk, dan data donatur bisa disajikan secara lebih profesional. Ini inovasi luar biasa yang dilakukan oleh Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam,” tegasnya.

Prof Haris juga menegaskan bahwa SIMOLDA masih akan terus dikembangkan seiring kebutuhan lembaga di masa mendatang.

“SIMOLDA ini sementara kita pakai yang ada dulu, nanti akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas Lazawa Darul Hikam ke depan. Semua pegawai dan seluruh sistem di Lazawa Darul Hikam akan dimodernisasi melalui aplikasi SIMOLDA ini,” kata Prof Haris yang sudah berdakwah ke dua puluh dua negara dunia hingga saat ini.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari adanya SIMOLDA.

“Target ke depan, SIMOLDA ini diharapkan berkorelasi dengan peningkatan jumlah donatur dan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Lazawa Darul Hikam. Ini baru batu bata pertama, bukan akhir. Kita akan terus mengecek kualitas layanan agar seluruh pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan baik dan trust publik semakin tinggi,” pungkasnya.

Peluncuran SIMOLDA menjadi tonggak penting transformasi digital Lazawa Darul Hikam dalam memperkuat tata kelola zakat dan wakaf yang akuntabel, transparan, dan profesional, sekaligus meneguhkan komitmen Darul Hikam untuk terus berinovasi dalam melayani umat dan masyarakat luas.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

Penutupan Pembelajaran Pesantren, Maha Santri PP Darul Hikam Do’akan Korban Aceh, Sumut dan Sumbar

Ajung, Jember — Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Darul Hikam menyelenggarakan Penutupan Pembelajaran Pondok Pesantren Darul Hikam yang dirangkaikan dengan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa, Sabtu pagi, 13 Desember 2025. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara Majelis Taklim Padang Ati dan dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Darul Hikam Cabang Putra Ajung.

Acara ini dihadiri ratusan mahasantri yang berasal dari Pondok Pesantren Darul Hikam Pusat, Cabang Putri, dan Cabang Putra. Suasana khidmat terasa sejak awal acara, terlebih ketika jamaah bersama-sama melantunkan doa, yasin, dan tahlil.

Selain sebagai penanda penutupan pembelajaran diniyah, Majelis Taklim Padang Ati juga diisi dengan doa khusus bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Doa juga dipanjatkan untuk para donatur yang selama ini berkhidmat melalui Lembaga Zakat dan Wakaf Darul Hikam.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Pesantren Darul Hikam telah berupaya menjalankan fungsi pesantren sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019, fungsi pesantren mencakup pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Alhamdulillah, Darul Hikam berusaha menjalankan ketiga fungsi tersebut secara beriringan,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.

Ia menjelaskan bahwa fungsi pendidikan diwujudkan melalui kegiatan keseharian pesantren seperti kajian kitab kuning, sholat berjamaah, dan berbagai aktivitas pembelajaran diniyah lainnya. Sementara fungsi dakwah dijalankan melalui Lembaga Majelis Taklim Padang Ati yang aktif menggelar kajian dan dakwah, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dakwah Darul Hikam tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau Jepang, Jerman, Belanda, Australia, dan beberapa negara lainnya,” ungkap Prof Haris yang juga Direktur Wolrd Moslem Studies Center.

Adapun fungsi pemberdayaan masyarakat, lanjut Prof. Haris, diimplementasikan melalui Lazawa Darul Hikam dengan berbagai program kemanusiaan dan sosial.

“Mulai dari kurban di Rusia, wakaf kursi sholat di berbagai daerah seperti Lumajang, Jember, Bondowoso, Malang, Madura, hingga wakaf kursi sholat di Masjidil Haram,” jelas Prof Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haris juga mengajak para santri untuk turut berkhidmat dan terlibat aktif dalam setiap agenda YPI Darul Hikam.

“Saya berharap para santri bisa bergabung dan berkhidmat dalam setiap program Darul Hikam, agar manfaat pesantren ini semakin luas dan berkembang pesat,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Putri, Ibu Nyai Hj. Robiatul Adawiyah, S.HI., M.H, menjelaskan bahwa penutupan pembelajaran ini menandai berakhirnya pembelajaran diniyah semester ganjil tahun 2025.

“Penutupan pembelajaran hari ini berarti kegiatan pembelajaran diniyah semester ganjil sementara ditutup. Namun selama belum memasuki masa libur, kegiatan pesantren tetap berjalan seperti biasa,” terangnya.

Ia juga berpesan agar para santri tetap menjaga kebiasaan positif yang telah dibangun selama di pesantren, meskipun nantinya telah memasuki masa liburan.

“Sholat berjamaah, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan ibadah-ibadah lainnya agar tetap dilaksanakan meski sudah liburan,” pesannya.

Majelis Taklim Padang Ati ini menjadi penutup pembelajaran yang tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga meneguhkan komitmen Pesantren Darul Hikam sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Categories
Berita

Kuliah Tamu UIN Palangkaraya, Prof. Haris Beberkan Dinamika Fiqh Nusantara dalam Pembentukan Hukum di Indonesia

Palangkaraya — Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Palangkaraya menggelar kuliah tamu bertema “Dinamika Fiqh Nusantara: Dari Living Law Hingga Positive Law” pada Selasa, 09 Desember 2025. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S. Ag, SH, M. Fil.I, CLA, CWC, Guru Besar UIN KHAS Jember yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara.

Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UIN Palangkaraya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I. Dalam sambutannya, Prof. Dakhoir menekankan pentingnya penguasaan fikih bagi mahasiswa di tengah perkembangan zaman.

“Terus belajar ilmu fikih, agar paham dan ahli dalam ilmu beragama. Kampus unggul harus dibuktikan dengan outcome yang unggul,” ujar Prof. Dakhoir yang juga Guru Besar UIN Palangkaraya.

Dalam pemaparannya, Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember menjelaskan bahwa Fiqh Nusantara memiliki peran signifikan dalam pembentukan hukum nasional. Menurutnya, banyak produk fikih nusantara yang telah dipositivasi menjadi undang-undang melalui proses taqnin.

“Fiqih Nusantara terbukti telah menjadi bagian penting dalam legislasi hukum di Indonesia. Taqnin adalah proses pengubahan fikih menjadi undang-undang, sementara qanun adalah hasil positivasi hukum tidak tertulis menjadi hukum tertulis,” terang Prof. Haris yang juga Dai Internasional lima benua tersebut.

Prof Haris memaparkan bahwa fikih berkembang dalam dua bentuk utama, yakni living law dan positive law Living law adalah fikih yang hidup di tengah masyarakat dan terus dipraktikkan dalam lingkungan pesantren, madrasah, atau surau. Sebaliknya, positive law adalah fikih yang telah diangkat oleh negara menjadi hukum positif yang bersifat mengikat.

“Living law itu fikih yang terus hidup dan dipegang masyarakat. Sementara positive laws adalah fikih yang hanya satu pendapatnya dipilih pemerintah dan sifatnya mengikat,” jelas Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Haris juga menyoroti bidang-bidang fikih yang telah masuk ke dalam legislasi hukum Indonesia, seperti perkawinan, kewarisan, wakaf, pengelolaan haji dan zakat, peradilan agama, perbankan syariah, hingga jaminan produk halal. Adapun beberapa bidang seperti jinayat dan politik belum sepenuhnya masuk dalam undang-undang nasional, kecuali jinayat yang berlaku khusus di Aceh.

Tak hanya menjelaskan aspek hukum, Prof. Haris juga menyinggung bahwa pembentukan undang-undang tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik.

“Undang-undang itu produk politik. Kalau ingin aspirasi kita masuk dalam regulasi, maka kuasailah parlemen sebagai saluran aspirasi politik,” tutur Prof Haris yang juga Pengasuh Pesantren Darul Hikam.

Kuliah tamu ini berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari mahasiswa, dosen dan pimpinan UIN Palangkaraya. Diskusi di akhir sesi semakin memperkaya pemahaman peserta tentang hubungan antara fikih, tradisi hukum yang hidup (living law), dan sistem hukum positif di Indonesia.

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar

Categories
Berita

RMI NU Jawa Timur Gelar Muskerwil 2025 di Bojonegoro: Rumuskan Arah Penguatan SDM Pesantren

Bojonegoro — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Timur sukses menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pada Sabtu–Ahad, 6–7 Desember 2025, bertempat di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pesantren dalam menghadapi era kompetisi global yang menuntut kemampuan akademik, tata kelola modern, serta keterampilan adaptif bagi santri dan pengurus.

Mengusung tema besar “Percepatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pesantren Jawa Timur”, Muskerwil menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah penguatan kelembagaan pesantren di tengah tantangan zaman. Para pengasuh pesantren, akademisi, dan pemangku kebijakan hadir untuk menyelaraskan visi pembangunan SDM pesantren dengan kebutuhan regional maupun nasional.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Misbahul Munir, menekankan pentingnya menjaga identitas keilmuan pesantren sambil membuka diri terhadap inovasi. “Pesantren harus bertransformasi tanpa tercerabut dari akar tradisinya. Modernisasi harus memperkuat karakter keilmuan dan spiritualitas santri, sehingga mereka siap menghadapi perubahan dunia dengan landasan moral yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Ir. Faqih, menggarisbawahi urgensi sinergi antarpesantren dan konsolidasi program pengembangan SDM. “RMI NU Jawa Timur harus menjadi pusat koordinasi dan akselerasi. Kita menghadapi tantangan besar—mulai dari peningkatan kualitas asatidz hingga penyesuaian regulasi—dan itu hanya bisa dijawab lewat kolaborasi yang terstruktur,” ujarnya.

Ketua RMI NU Jawa Timur, H. Abdul Hakim Hidayat, menambahkan bahwa Muskerwil ini merupakan tonggak penting dalam penyusunan agenda prioritas organisasi satu tahun mendatang. “Kami berkomitmen memastikan program RMI seperti digitalisasi data pesantren, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi berjalan dengan standar evaluasi yang lebih terukur,” jelasnya.

Agenda Muskerwil berlangsung dinamis melalui pemaparan program, diskusi tematik, hingga perumusan rekomendasi strategis. Selain sebagai ruang musyawarah, Muskerwil tahun ini juga difungsikan sebagai ajang sinkronisasi program antarbidang di lingkungan RMI NU Jawa Timur. Forum ini memastikan setiap program selaras dengan kebutuhan riil pesantren dan arah kebijakan PWNU Jatim. Pada saat yang sama, Muskerwil menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program RMI sebelumnya untuk melihat mana yang relevan dilanjutkan, diperkuat, atau direorientasi demi menjawab tuntutan pesantren masa depan yang semakin kompleks.

Isu-isu aktual seperti implementasi UU Pesantren 2019, penyusunan kurikulum adaptif, peningkatan literasi digital santri, serta pengembangan unit usaha pesantren turut menjadi fokus utama pembahasan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk LPPD Jawa Timur yang selama ini berkolaborasi dalam penguatan pendidikan diniyah dan pengembangan manajemen pesantren.

Para peserta mengapresiasi penyelenggaraan Muskerwil di lingkungan Pesantren Al-Fatimah yang dikenal progresif dan terbuka terhadap inovasi pendidikan. Tempat yang representatif dan atmosfer akademik yang kuat membuat diskusi berlangsung produktif dan terarah.

Di akhir forum, Muskerwil menetapkan sejumlah rekomendasi penting: percepatan digitalisasi tata kelola pesantren, penguatan beasiswa dan akses pendidikan tinggi bagi santri, peningkatan kompetensi asatidz berbasis sertifikasi profesional, serta pembangunan jaringan kolaboratif antara pesantren, pemerintah, dan dunia usaha.

Muskerwil RMI NU Jawa Timur 2025 ditutup dengan optimisme bahwa seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi langkah konkret dalam memajukan SDM pesantren dan memperkuat kontribusi pesantren bagi kemajuan Jawa Timur. (wasik)