Categories
Berita

RMI NU Jawa Timur Gelar Muskerwil 2025 di Bojonegoro: Rumuskan Arah Penguatan SDM Pesantren

Bojonegoro — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Jawa Timur sukses menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) pada Sabtu–Ahad, 6–7 Desember 2025, bertempat di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro. Kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pesantren dalam menghadapi era kompetisi global yang menuntut kemampuan akademik, tata kelola modern, serta keterampilan adaptif bagi santri dan pengurus.

Mengusung tema besar “Percepatan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pesantren Jawa Timur”, Muskerwil menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah penguatan kelembagaan pesantren di tengah tantangan zaman. Para pengasuh pesantren, akademisi, dan pemangku kebijakan hadir untuk menyelaraskan visi pembangunan SDM pesantren dengan kebutuhan regional maupun nasional.

Dalam sambutan pembukaan, Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Misbahul Munir, menekankan pentingnya menjaga identitas keilmuan pesantren sambil membuka diri terhadap inovasi. “Pesantren harus bertransformasi tanpa tercerabut dari akar tradisinya. Modernisasi harus memperkuat karakter keilmuan dan spiritualitas santri, sehingga mereka siap menghadapi perubahan dunia dengan landasan moral yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Ir. Faqih, menggarisbawahi urgensi sinergi antarpesantren dan konsolidasi program pengembangan SDM. “RMI NU Jawa Timur harus menjadi pusat koordinasi dan akselerasi. Kita menghadapi tantangan besar—mulai dari peningkatan kualitas asatidz hingga penyesuaian regulasi—dan itu hanya bisa dijawab lewat kolaborasi yang terstruktur,” ujarnya.

Ketua RMI NU Jawa Timur, H. Abdul Hakim Hidayat, menambahkan bahwa Muskerwil ini merupakan tonggak penting dalam penyusunan agenda prioritas organisasi satu tahun mendatang. “Kami berkomitmen memastikan program RMI seperti digitalisasi data pesantren, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi berjalan dengan standar evaluasi yang lebih terukur,” jelasnya.

Agenda Muskerwil berlangsung dinamis melalui pemaparan program, diskusi tematik, hingga perumusan rekomendasi strategis. Selain sebagai ruang musyawarah, Muskerwil tahun ini juga difungsikan sebagai ajang sinkronisasi program antarbidang di lingkungan RMI NU Jawa Timur. Forum ini memastikan setiap program selaras dengan kebutuhan riil pesantren dan arah kebijakan PWNU Jatim. Pada saat yang sama, Muskerwil menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program RMI sebelumnya untuk melihat mana yang relevan dilanjutkan, diperkuat, atau direorientasi demi menjawab tuntutan pesantren masa depan yang semakin kompleks.

Isu-isu aktual seperti implementasi UU Pesantren 2019, penyusunan kurikulum adaptif, peningkatan literasi digital santri, serta pengembangan unit usaha pesantren turut menjadi fokus utama pembahasan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk LPPD Jawa Timur yang selama ini berkolaborasi dalam penguatan pendidikan diniyah dan pengembangan manajemen pesantren.

Para peserta mengapresiasi penyelenggaraan Muskerwil di lingkungan Pesantren Al-Fatimah yang dikenal progresif dan terbuka terhadap inovasi pendidikan. Tempat yang representatif dan atmosfer akademik yang kuat membuat diskusi berlangsung produktif dan terarah.

Di akhir forum, Muskerwil menetapkan sejumlah rekomendasi penting: percepatan digitalisasi tata kelola pesantren, penguatan beasiswa dan akses pendidikan tinggi bagi santri, peningkatan kompetensi asatidz berbasis sertifikasi profesional, serta pembangunan jaringan kolaboratif antara pesantren, pemerintah, dan dunia usaha.

Muskerwil RMI NU Jawa Timur 2025 ditutup dengan optimisme bahwa seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi langkah konkret dalam memajukan SDM pesantren dan memperkuat kontribusi pesantren bagi kemajuan Jawa Timur. (wasik)

Categories
Berita

Womester dan UIN Palangkaraya Resmikan Kerja Sama Perkuat Internasionalisasi Pendidikan

Palangkaraya — UIN Palangkaraya menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan World Moslem Studies Center (Womester) untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rektorat UIN Palangkaraya, Selasa (12/12/2025) pagi.

Direktur Womester Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC., hadir langsung bersama Sekretaris Womester, Achmad Kamil Rizani, S.H., M.H. Dari pihak kampus, Rektor UIN Palangkaraya Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I., Warek 1 Dr. Muhammad Nasir, M. Pd., Warek 2 Prof. Dr. H. Syaikhu, MHI., Warek 3 Dr. Ali Sibram Malisi, M. Ag turut hadir dalam seremoni penandatanganan tersebut.

Rektor UIN Palangkaraya menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, MoU ini membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan akademik global. Ia juga mengungkapkan minat untuk turut dalam agenda internasional Womester pada 2026 mendatang.

“Saya sangat mendukung acara ini dan rencana program Internasional Conference ke Maroko, Portugal, dan Spanyol. Insya Allah saya juga ikut bergabung pada tahun 2026,” tutur Prof. Ahmad Dakhoir dalam sambutannya.

Rektor menjelaskan, UIN Palangkaraya sebelumnya telah melakukan sejumlah program internasional di Korea Selatan dan Jepang. Namun, lewat kolaborasi dengan Womester, ia berharap jangkauan dan intensitas kegiatan dapat diperluas hingga tingkat global.

Sementara itu, Direktur Womester menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan agenda strategis lembaganya untuk mendorong internasionalisasi kampus-kampus di Indonesia.

“Ini adalah kesekian kalinya Womester bekerja sama dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Kali ini langsung bersama Pak Rektor UIN Palangkaraya,” ujar Prof. M. Noor Harisudin yang juga Dai Internasional lima benua tersebut.

Prof. Haris memaparkan sejumlah program yang akan direalisasikan, mulai dari pengabdian masyarakat internasional pada Februari–Maret 2026, seminar dan konferensi internasional di Maroko dan kunjungan kebudayaan ke Portugal dan Spanyol.

“Program ini akan menjadi berkah dan manfaat besar, baik bagi UIN Palangkaraya, Womester, Indonesia, maupun masyarakat dunia,” tambah Prof Haris yang juga Wakil Ketua PP Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara.

Womester selama ini dikenal aktif dalam mendorong perguruan tinggi Indonesia tampil di level global melalui konferensi internasional, pertukaran akademik, publikasi dan penelitian ilmiah serta pengabdian masyarakat di berbagai negara.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU dan sesi foto bersama. Kedua belah pihak menyepakati pembentukan tim bersama untuk menindaklanjuti pelaksanaan program dalam waktu dekat.

Reporter : Wildan Rofikil Anwar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali