
Oleh: M. Noor Harisudin
Salah satu yang menarik dalam pelaksanaan beragama muslim adalah ketika melakukan ibadah kurban pada hari raya Idul Adha. Sebagiman akita ketahui, kurban adalah persembahan pada Allah Swt. berupa penyembelihan hewan ternak pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai wujud ketaatan pada Allah Swt.
Bagaimana lalu keseruan penyembelihan kurban di Kanada? Simak cerita ringan berikut ini.
Muslim Kanada juga seru dan ramai ketika merayakan Idul Adha. Tentu dengan segala situasi yang disesuaikan dengan keadaan mereka. Misalnya mereka berkurban dengan cara mengambil cuti kerja jika hari raya Qurban tidak jatuh di hari Sabtu-Ahad. Tidak semudah di Indonesia yang bisa kapan saja karena hari raya Qurban adalah hari libur Nasional.
Muslim Kanada umumnya memilih untuk berkurban di negara asalnya atau di negara Kanada tempat ia tinggal sekarang. Sebagian Muslim Kanada melihat urgensi berkurban di negara asalnya atau berqurban di negara lain seperti Palestina dan negara Afrika karena rakyatnya yang lebih membutuhkan. Caranya. mereka akan menitipkan uang di negara tersebut untuk membeli hewan kurban pada kiai atau organisasi Islam yang mereka percayai.
“Kami iuran sejumlah uang Rp 5 jutaan per orang. Dana yg terkumpul 70 juta dari 14 orang kami kirim ke Indonesia untuk di belikan sapi dan disembelih di sana”, kata Kiai Sigit pada saya. Sebelum berkurban, foto hewan dikirim dari negara asal. Demikian juga pada saat kurban, mereka akan menerima dokumentasi proses kurban. Termasuk penyebutan nama-nama orang yang berkurban.
Namun, sebagian muslim Kanada juga berkurban di negara Kanada, tempat mereka menghabiskan waktu sehari-harinya, sebagai syiar Islam.
Bagaimana lalu orang berkurban di Kanada?. Tentu beda dengan kurban di Indonesia yang ramai-ramai diselenggarakan di masjid, musholla atau kampung halamannya. Di Indonesia, selain berdimensi ritual dan syiar Islam, penyembelihan juga mengandung hiburan. Kita lihat serunya kurban di Indonesia; mulai orang tua, hingga anak kecil ikut serta melihat kurban tersebut.
Berbeda dengan kurban di Indonesia, hewan kurban di Kanada tidak boleh di sembelih di masjid atau tempat lain, selain menyembelih kurban di Rumah Pemotongan Hewan di Kanada. Jadi, mereka beli hewan kurban di peternakan yang juga sekaligus mempunyai fasilitas sebagai Rumah Pemotongan Hewan (Abbatoirs bhs Perancisnya) yg mempunyai sertifikasi Halal. –selanjutnya disingkat RPH–. Salah satunya RPH Abattoirs M S International Inc yang terletak di pinggiran kota Montreal.
“Kami beli hewan di RPH sambil menyerahkan nama yang berkurban. Hewan kurban akan di sembelih pada hari tasriq sesuai dengan kesepakatan dan dagingnya kami ambil. Hewan kurban yang sudah dibeli diberi tag identitas dan dipelihara dalam kandang yg bersih”, kata Kiai Sigit pada saya.

Walhasil, muslim memasrahkan kurbannya untuk dipeliharan dan disembelih di RPH. Harga hewan kurban sendiri kalau domba antara hingga 600 sd 800 dolar Kanada sesuai beratnya. Kalau sapi, harganya kisaran 5000 dolar Kanada.
Di RPH, penyembelihan dan pengolahan daging dilakukan secara profesional dan higienis dengan standard operasional yang ketat. Juru sembelih halal di sana adalah orang-orang Islam yang telah memiliki lisensi dan ijin menyembelih. Hewan kurbannya juga memiliki sertifikat sehingga diketahui berapa tahun umurnya. Demikian juga pemtongan hewan juga berdasarkan prinsip animal welfare yang menjadi pedoman bagi para juru sembelih halal di Kanada.
Soal animal welfare, hukum Kanada mewajibkan semua pemegang izin yang mengoperasikan tempat penyembelihan di bawah peraturan federal untuk memastikan bahwa semua spesies hewan ternak ditangani dan disembelih secara baik sesuai prosedur standard kesehatan. Ini dimulai dari kedatangan mereka di tempat tersebut, hingga penyembelihan di fasilitas tersebut.
Setelah dipotong-potong dagingnya, gaging mereka ambil. Biasanya mereka serahkan pada Sister Sabria. Sister Sabria terkenal sebagai Bunda Teresa di Kanada. Ingatkan dengan Bunda Teresa yang sudah masyhur itu? Bunda Teresa adalah tokoh Katolik yang terkenal dengan berbagai kegiatan kemanusiaannya. Namanya masyhur dimana-mana.
Nah, Kanada memiliki sosok Perempuan seperti Bunda Teresa. Hanya ia beragama Islam. Namanya Sister Sabria. Sister Sabria adalah orang Malaysia yang tinggal di Kanada. Ia terkenal dengan kegiatan kemanusiannya memberikan makanan pada fakir miskin. Kalau Jum’at dan bulan ramadhan, ia juga memasakkan nasi untuk muslim di berbagai masjid.
Dalam konteks kurban, banyak muslim yang menitipkan daging pada Sister Sabria. Lalu dimasak oleh Sister Sabria dan dibagikan pada orang-orang yang membutuhkan. Tentang Sister Sabria, anda bisa menunjungi websitenya di https://www.sistersabriafoundation.org.
Ini kalau penyembelihan dilakukan secara individu. Sebagian muslim yang lain juga ada yang berkurban dengan cara menyerahkan uang ke masjid-masjid yang mereka percayai. Mereka tinggal membayarkan sejumlah yang ke masjid di kota-kota Kanada.
Lalu, masjid-masjid ini nanti mendistrubusikan dengan bekerja sama dengan beberapa lembaga lokal di berbagai negara dunia yang membutuhkan.
Ada juga sebagian yangg berkurban melalui lembaga Islam seperti ISNA, Qurbani Foundation Canada, IDRF, Lazawa Darul Hikam atau Dompet Duafa, yang akan mendistribusikan dagingk urban kepada pihak yang berhak menerima daqing Qurban di berbagai negara sesuai pilihan kita.
Sebagai syiar Islam merayakan hari raya Idul Adha, biasanya jamaah pengajian Syiar Montreal membeli dua ekor kambing dan beberapa kilo daging sapi untuk rame rame dibikin sate, gule dan BBQ buat dinikmati bersama. Maknyus banget.
Wallahu’alam***



