Pengajian Syiar Montreal Kanada, Prof. Haris Bagikan Trik Jaga Keimanan di Negeri Multikulturalisme

Montreal Kanada, 5 Maret 2026
Hidup di tengah negara multikulturalisme saperti Kanada tidak mudah. Di tengah orientasi untuk hidup berdampingan (life together) dengan pemeluk agama lain, umat Islam harus memiliki keimanan yang kuat alias teguh pendirian. Kanada adalah negara multi kultural dengan jumlah imigran dari berbagai belahan dunia. Belum lagi tantangan keterbatasan dalam menjalankan ibadah di tengah negara Kanada dengan penduduk 41 juta orang tersebut.

Oleh karenanya, Pengajian Syiar Montreal mengambil tema “ Menjaga Keimanan di Tengah Kebebasan Fiqih Minoritas Muslim dalam Masyarakat Yang Toleran” dengan mengundang Prof. Dr. KH. M Noor Harisudin S.Ag, S.H, M.Fil.I, CLA, CWC pada Minggu, 1 Maret 2026 jam 16.30 sd 18.00 Waktu Kanada. Pengajian diselenggarakan di rumah Bapak Lilik, 20 Rue Oslo Dollard-des-Ormeaux QC H9A 2H5 Montreal Kanada. Hadir pada kesempatan itu, KH. Sigit Afriyanto (Wakil Rois Syuriyah PCI NU AS-Kanada), Faridudin Athar, Ph.D (Ketua Pengajian Syiar Montreal), dan seratus orang jamaah pengajian tersebut, diantaranya para mualaf di kota Montreal tersebut. Pengajian ini merukan kelanjutan dari pengajian sebelumnya di rumah KH. Sigit Afrianto di 4959 Rue Bastien Pirrefonds QC H8z 3J9 Montreal Kanada.

Sebagai seorang muslim di Kanada, Prof. Haris menyampaikan bagaimana tantangan tersebut. “Saya memahami karena alhamdulillah saya sudah keliling 23 negara dunia. Tentu tidak mudah menjalankan ibadah dengan fasilitas terbatas, cuaca ekstrem, dan sebagainya, maka tentu ini butuh effort yang luar biasa dari seorang muslim khususnya di Kanada,” ujar Prof. Haris yang juga Direktur World Moslem Studies Center.

Tantangan lain adalah menjaga keimanan di tengah-tengah ritme hidup di Kanada yang lebih banyak menghabiskan hari-hari untuk bekerja membangun negara Kanada. “Regulasi di Propinsi Quebac misalnya tidak membolehkan semua orang untuk ibadah di kantor dan sekolah. Tentu ini sangat merepotkan bagi muslim di propinsi ini. Tapi, insyaallah Islam punya solusinya. Bapak ibu bisa sholat lihurmatil wakti –apa adanya meski tidak suci dan tidak dapat sholat berdiri, namun nanti diganti ketika berada di rumah. Dan yang lebih penting, tidak berdosa karena memang tidak memungkinkan untuk sholat”, ujar Prof Haris yang juga Dewan Pakar Pengurus Besar IKA PMII.

Lebih lanjut, Prof. Haris mengajukan trik bagaimana menjaga keimanan di tengah negara multi kulturalisme Kanada. Setidaknya beberapa hal untuk penguatan keimanan. Pertama, dengan berdzikir pada Allah Swt. “ jaddiduu imanakum biqauli la ila halla illah. Perbarui imanmu dengan dzikir la ila ha illaha. Insyaallah dengan dzikir ini secara istiqamah, iman kita akan teguh dan terus terjaga, “ tegas Prof. Haris yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur tersebut.

Kedua, lanjut Prof. Haris, bertemu dengan habitus yang mendekatkan diri pada Allah. Prof. Haris menukil perkataan Ibnu Athailah dalam Master Piece-nya, Kitab Hikam. “La tashab man la yunhiduka haluhu wala yadullaka ‘allaahi maqaaluhu. Jangan kau berteman pada orang yang perkataan dan perbuatannya tidak dapat mendekatkan diri pada Allah Swt. Kalau bahasa perguruan tinggi, ada teori habitus. Kita ini tergantung komunitasnya. Iman akan kuat kalau habitus-nya yang mendukung seperti habitus dalam Pengajian Syiar Montreal tersebut,” kata Prof. Haris yang juga Wakil Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat 2025-2043 tersebut.

Ketiga, lanjut Prof haris, iman kita akan kuat jika selalu menjalankan ajaran Islam dengan baik. “Kalau kita selalu praktik ajaran Islam, insyaallah iman kita akan semakin kuat. Sebaliknya, kalau tidak praktik, maka iman juga akan semakin melemah, Karena iman itu yaziidu wa yanqusu. Iman itu naik turun ,” terang Prof. Haris yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember masa bakti 2019-2023 tersebut.

Keempat, minta pertolongan pada Allah Swt. “Kita ini siapa. Kita ini tidak punya kekuatan. Oleh karenanya, maka jangan bosan-bosan untuk minta pertolongan pada Allah Swt agar Allah menjaga keimanan kita. Allah Swt. insyallah akan melindungi kita semua, “ urai Prof. Haris di hadapan jamaah Pengajian Syiar Montreal tersebut.

Acara pengajian dilanjutkan dengan doa khataman al-Qur’an dan buka bersama serta sholat ghaib atas kurban meninggal dunia perang di Iran dan Palestina hari-hari ini. Acara selanjutnya jamaah sholat Isya dan tarawih di rumah Pak Lilik tersebut. ***

Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : M. Irwan Zamroni Ali

Bagikan :

Facebook
WhatsApp
Telegram

Postingan Terkait