
DEMAK — Lazawa Darul Hikam menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta melalui program Infak UMKM Unggul kepada WR Lumintu 1 milik Ibu Ulfa di Perum Mangunjiwan Permata Asri L.05, Demak, Jawa Tengah. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan dana infak secara produktif.
Direktur LAZAWA Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. menjelaskan bahwa program Infak UMKM Unggul ditujukan untuk membantu masyarakat kelas menengah ke bawah agar mampu membangun usaha yang mandiri dan berdaya. Menurutnya, dukungan permodalan produktif diperlukan untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang terpuruk akhir – akhir ini.
“Program UMKM Unggul ini membantu masyarakat kelas menengah ke bawah agar memiliki UMKM yang mandiri dan berdaya. Dalam situasi ekonomi yang sulit, bantuan produktif diperlukan untuk memperkuat ketahanan keluarga,” ujar Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.
Ia menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan modal, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat. Lazawa Darul Hikam menargetkan para pelaku UMKM binaan dapat mengembangkan usahanya hingga memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik dan kelak turut membantu sesama.
“Target kami, UMKM ini bisa mandiri dan berdaya. Harapannya, yang sekarang menjadi mustahik atau penerima manfaat, kelak dapat menjadi muzaki yang mampu berbagi kepada orang lain,” jelasnya yang juga Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Lazawa Darul Hikam merencanakan pendampingan selama satu tahun dengan evaluasi setiap bulan. Pendampingan ini dilakukan untuk memantau perkembangan usaha sekaligus memberikan masukan agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Ibu Ulfa, pemilik WR Lumintu 1 yang mulai merintis usaha pada Juli 2026, bertepatan dengan liburan sekolah. Usaha tersebut menyediakan aneka minuman, makanan beku (frozen food), dan jajanan yang dipasarkan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Ibu Ulfa menerima hibah modal sebesar Rp2 juta yang digunakan untuk membeli peralatan usaha dan menambah persediaan produk, terutama es teh dalam kemasan cup jumbo serta aneka jajanan. Baginya, bantuan ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha yang masih tergolong baru.
“Bantuan modal ini saya gunakan untuk membeli peralatan dan menambah aneka produk minuman, terutama es teh cup jumbo, serta jajanan. Semoga usaha ini bisa semakin berkembang,” ungkap Ibu Ulfa.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperluas usahanya, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui pembukaan lapangan kerja.
“Semoga dengan adanya hibah bantuan modal ini, usaha saya bisa berkembang hingga memiliki lebih dari satu tempat usaha. Saya juga berharap nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan dan menambah pemasukan keluarga,” pungkasnya.
Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar



