
JAKARTA — Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengusulkan pembukaan Program Studi (Prodi) Manajemen Pesantren di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Usulan tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas pengelolaan pesantren di tengah perkembangan regulasi dan tantangan pendidikan pesantren.
Usulan itu disampaikan Ketua Komisi Pesantren MUI Pusat, Dr. H. Basnang Said, M.Ag., dalam Rapat Pleno Komisi Pesantren MUI Pusat yang digelar di Aula Buya Hamka, Lantai 4 Gedung MUI Pusat, Rabu (7/10/2026).
Basnang mengatakan, keberadaan Prodi Manajemen Pesantren di PTKIN diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam mengelola pesantren secara profesional. Materi yang diberikan, kata dia, dapat mencakup aspek pengelolaan pesantren, regulasi, serta pemahaman mengenai satuan pendidikan.
Selain usulan Prodi Manajemen Pesantren, Komisi Pesantren MUI juga mendorong agar materi kepesantrenan dapat menjadi salah satu mata kuliah dalam program PKU-MI. Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas pemahaman mengenai pesantren di kalangan akademisi dan pemangku kepentingan.
Dalam rapat pleno tersebut, Basnang juga mengusulkan pembentukan Pusat Kajian Pesantren. Lembaga kajian ini diharapkan menjadi ruang dialog dan diskusi bagi kepala daerah, legislator, serta para pemangku kepentingan untuk membahas berbagai regulasi yang berkaitan dengan pesantren.

Selain membahas penguatan kelembagaan dan pendidikan pesantren, Komisi Pesantren MUI Pusat turut mengusulkan penyelenggaraan Tasyakuran Hari Santri 2026 atau Upacara Hari Santri Majelis Ulama Indonesia sebagai bagian dari upaya menyemarakkan peringatan Hari Santri.
Dalam kesempatan tersebut, Basnang juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Komisi Pesantren. Ia menilai komisi telah menjalankan tata kelola organisasi dengan baik, yang salah satunya ditunjukkan dengan keberhasilan melalui proses audit eksternal dan internal.
Paparan Program Prioritas
Sekretaris Komisi Pesantren MUI Pusat, Dr. Muhammad Iqbal, M.A., dalam paparannya menyampaikan sejumlah perkembangan pelaksanaan program kerja prioritas komisi.
Salah satu program yang telah dilaksanakan adalah Short Course Kurikulum Pesantren. Setelah program tersebut, Komisi Pesantren tengah menyiapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL), salah satunya berupa pendataan manuskrip-manuskrip pesantren.
Program prioritas lainnya adalah analisis dan pemetaan potensi pengembangan perekonomian pesantren. Sebagai tindak lanjut program tersebut, Komisi Pesantren menjalankan fasilitasi bantuan bibit gratis dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Sejumlah pesantren telah menerima manfaat dari program tersebut.
Komisi Pesantren juga menyiapkan program Lomba Film Pendek “Etalase Sinema Santri” dalam rangka menyemarakkan Hari Santri 2026. Tim pelaksana program telah dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur di lingkungan Komisi Pesantren MUI.
Penganugerahan bagi para pemenang lomba tersebut direncanakan digelar di salah satu pesantren. Program ini diharapkan menjadi ruang bagi santri untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kehidupan dan khazanah pesantren kepada masyarakat melalui medium sinema.
Rapat pleno Komisi Pesantren MUI Pusat juga diisi dengan sesi diskusi serta pembahasan Pergantian Antar Waktu (PAW) pengurus.
Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus Komisi Pesantren MUI Pusat, antara lain Prof. Dr. Muhammad Noor Harisudin, M.Fil., KH. Atok Romli Musthofa, serta Dr. Muhammad Iqbal, M.A. selaku sekretaris jenderal.
Sumber : https://pcnudepok.com/komisi-pesantren-mui-usulkan-prodi-manajemen-pesantren-di-ptkin/



