
JEMBER — Lembaga Zakat dan Wakaf (LAZAWA) Darul Hikam menggelar Edu Trip Anak Yatim dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang diikuti 20 anak yatim tersebut berlangsung di Taman Botani Sukorambi Jember, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lazawa Darul Hikam menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan pengalaman edukatif dan rekreatif bagi anak-anak yatim. Para peserta diajak menikmati suasana Taman Botani melalui kegiatan belajar, bermain, dan berwisata dalam suasana penuh kebersamaan.
Demikian di sampaikan oleh Nazhir Lazawa Darul Hikam, Ustad M. Irwan Zamroni Ali, S.H.M.H, dalam rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan Yasin, tahlil, dan sholawat sebagai bentuk doa dan ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kami ingin memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bersama adik-adik yatim dengan suasana yang berbeda. Tidak hanya berkumpul dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga mengajak mereka bermain, belajar, dan menikmati pengalaman baru melalui edu trip di Taman Botani,” ujar Ustad Irwan yang juga Dosen UIN KHAS Jember.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mendukung kegiatan ini. Kepedulian dan kebaikan para donatur menjadi bagian penting sehingga adik-adik yatim dapat merasakan kebahagiaan dan mengikuti kegiatan seperti hari ini,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Lazawa Darul Hikam, Prof. Dr. KH. M. Noor Harisudin, S.Ag., S.H., M.Fil.I., CLA., CWC. mengajak para peserta untuk meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW, khususnya keteguhan beliau dalam menghadapi berbagai ujian sejak masa kanak-kanak.

Prof. Haris menjelaskan, Rasulullah SAW telah kehilangan sosok ayah bahkan sebelum beliau lahir. Ayah Rasulullah, Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat ketika Aminah sedang mengandung beliau. Setelah lahir, Rasulullah SAW kemudian diasuh oleh ibunya. Namun, ketika berusia sekitar enam tahun, beliau kembali menghadapi kehilangan setelah ibunya, Aminah, wafat. Rasulullah kemudian berada dalam pengasuhan kakeknya, Abdul Muthalib. Dua tahun kemudian, setelah sang kakek wafat, beliau diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.
Menurut Prof. Haris, perjalanan masa kecil Rasulullah tersebut menunjukkan bahwa status sebagai anak yatim bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan dan kemuliaan.
“Rasulullah SAW sejak kecil telah menghadapi berbagai ujian. Beliau sudah menjadi yatim sebelum lahir, kemudian kehilangan ibunya ketika masih kecil, lalu dirawat oleh kakeknya dan setelah itu oleh pamannya. Tetapi semua keadaan tersebut tidak menghalangi beliau untuk menjadi manusia yang paling mulia dan menjadi teladan bagi seluruh umat manusia,” jelas Prof. Haris yang juga Guru Besar UIN KHAS Jember.
Prof Haris berpesan kepada anak-anak yatim yang hadir agar tidak minder dengan keadaan mereka dan terus berusaha mewujudkan cita-cita.

“Adik-adik jangan pernah merasa rendah diri karena menjadi anak yatim. Justru jadikan kehidupan Rasulullah sebagai motivasi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, berusaha, berdoa, dan kejarlah cita-cita setinggi mungkin. Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil,” pesannya.
Selama kegiatan, peserta menikmati berbagai wahana Taman Botani secara gratis, mendapatkan santunan, konsumsi, dan snack untuk menemani aktivitas mereka hingga sore. Para ibu atau pendamping peserta turut hadir menemani kegiatan. Anak-anak pun tampak riang bermain dan berenang bersama hingga sore hari.
Kegiatan ini juga dihadiri para pengurus LAZAWA Darul Hikam, di antaranya Ibu Nyai Robiatul Adawiyah, S.H.I., M.H., Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H., Iklil Naufal Umar, dan Arif Rahman.
Reporter : Iklil Naufal Umar
Editor : Wildan Rofikil Anwar, S.H., M.H.,



