Semarakkan Muktamar NU ke-35, Womester dan Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arif Gelar Bedah Buku Fiqh Aqalliyat

Jombang — Momentum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang turut diwarnai berbagai kegiatan keilmuan dan literasi. Salah satunya Bedah Buku Fiqh Aqalliyat: Metode Ijtihad, Produk Hukum dan Tantangan Minoritas Muslim di Berbagai Belahan Dunia yang akan digelar World Moslem Studies Center (Womester) bersama Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, pukul 19.00–22.00 WIB, di Gedung Pusat Keagamaan MAN Denanyar, Jombang. Acara terbuka untuk umum dan menjadi salah satu kegiatan yang turut menyemarakkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Bedah buku ini akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai narasumber, yaitu Dr. KH Afifudin Muhajir, MA., (Wakil Rais Aam PBNU) Prof. Nadirsyah Hosen, Ph.D., (Guru Besar Melbourne University) Prof. Dr. H. M. Noor Harisudin, S.Ag., SH., M.Fil.I., (Dai Internasional dan Guru Besar UIN KHAS Jember) dan Dr. Yusuf Suharto (Mudir Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arif), Sementara itu, acara akan dipandu oleh Dr. Muchimah, S.H.I., M.H (Dosen UIN SAIZU Purwokerto).

Deputi Direktur Womester, Kiai Moh. Romli, M. Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang dialog dan pengembangan pemikiran Islam yang relevan dengan persoalan umat di tengah momentum Muktamar NU.

“Bedah buku ini kami gagas sebagai ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif keilmuan Islam, khususnya terkait fikih bagi umat Islam yang hidup sebagai minoritas. Momentum Muktamar NU di Jombang kami manfaatkan untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya semarak secara acara, tetapi juga memiliki nilai intelektual dan keilmuan,” ujar Kiai Romli.

Sementara itu, Mudir Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arif, Dr. Yusuf Suharto, yang juga akan menjadi narasumber, turut menyambut baik penyelenggaraan bedah buku tersebut. Kegiatan ini dinilai sejalan dengan tradisi pesantren yang menjadikan kajian keislaman dan pengembangan pemikiran sebagai bagian penting dari pendidikan.

“Bedah buku ini penting bagi pengembangan keilmuan mahasantri. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komunikasi dan silaturahmi keilmuan dengan para pakar di bidang fikih. Terlebih, tema Fiqh Aqalliyat merupakan tema yang penting untuk diketahui dan didiskusikan karena menjadi kebutuhan bersama dalam memahami persoalan umat Islam di berbagai belahan dunia,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap kemeriahan Muktamar, tetapi juga memberikan kontribusi intelektual bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat semakin mengembangkan literasi para mahasantri sekaligus menumbuhkan kepekaan terhadap kebutuhan untuk berinteraksi dengan berbagai komunitas Muslim di dunia. Ke depan, kami juga berharap terjalin kerja sama yang lebih luas, baik dengan Womester maupun dengan organisasi atau lembaga lainnya,” ungkapnya.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sendiri akan digelar di Pondok Pesantren (PP) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir untuk memberikan amanat sekaligus membuka Muktamar secara resmi.

Kontributor : M. Irwan Zamroni Ali
Editor : Akhmad Kamil Rizani

Bagikan :

Facebook
WhatsApp
Telegram

Postingan Terkait